Pengumuman UTBK Gelombang Kedua

Pengumuman UTBK Gelombang Kedua

Pengumuman UTBK Gelombang Kedua

Pengumuman UTBK Gelombang Kedua
Pengumuman UTBK Gelombang Kedua

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang kedua yang

diselenggarakan tanggal 11 – 12 Mei 2019 telah diumumkan secara resmi oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada Selasa (21/5/2019). Ketua LTMPT, Ravik Karsidi menyampaikan bahwa setiap peserta yang mengikuti UTBK dapat mengecek hasilnya melalui laman

“Pengumuman hasil UTBK bisa dicek dengan memasukkan username dan

password yang dimiliki peserta saat pertama kali mendaftar,” ujarnya, seperti dilansir dari edukasi.kompas.

Selain itu, dalam pengumuman hasil UTBK, LTMPT telah memetakan hasil nilai yang menjadi syarat wajib mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Terdapat 8 kategori nilai yang membagi sebaran jumlah peserta berdasarkan 8 kelompok pencapaian. Di antaranya, nilai di bawah 300 atau < 300, 301-400, 401-500, 501-600, 601-700, 701-800, 801-900, dan di atas 901 atau >901.

Adapun kompetensi yang diujikan dalam UTBK, yaitu tes potensi skolastik,

kelompok sains teknologi (saintek), dan sosial humaniora (soshum). Sedangkan tes kemampuan akademik dibedakan antara saintek dan soshum. Khusus saintek, yaitu matematika saintek, fisika, kimia, dan biologi. Untuk soshum, yaitu matematika soshum, geografi, sejarah, dan ekonomi.

Beberapa jenis tes, antara lain menyangkut kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.***

 

Baca Juga :

Muhammad Wahyu, Juara 1 MTQ Kota Bandung 2018

Muhammad Wahyu, Juara 1 MTQ Kota Bandung 2018

Muhammad Wahyu, Juara 1 MTQ Kota Bandung 2018

Muhammad Wahyu, Juara 1 MTQ Kota Bandung 2018
Muhammad Wahyu, Juara 1 MTQ Kota Bandung 2018

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 24 Bandung tidak hanya melahirkan

siswa berprestasi di bidang akademik, tapi juga di bidang keagamaan. Hal tersebut dibuktikan oleh siswa kelas XI, Muhammad Wahyu Nugroho yang berhasil meraih juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat SMA Kota Bandung pada 2018 dalam “Pentas Seni Pendidikan Agama Islam”.

Wahyu yang juga menduduki jabatan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ini, memang sering mengikuti berbagai perlombaan MTQ sejak sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Bahkan, saat SD saya dua kali mengikuti MTQ dan pernah mewakili tingkat provinsi,” ujar Wahyu saat diwawancara di sela kegiatan Parade Kuliah Ramadan (Kurma) “Smart Tren Ramadhan” di SMAN 24 Bandung, Jl. A.H. Nasution No. 27, Kota Bandung, Senin (20/5/2019).

Untuk persiapan, kata Wahyu, dirinya berlatih melantunkan ayat-ayat Alquran

dengan nada-nada indah bersama ayahnya di rumah. “Tidak ada latihan khusus, hanya mengulang bacaan setiap hari,” ujarnya.

Wahyu mengungkapkan, hal yang paling memotivasi dirinya saat mengikuti perlombaan, yaitu ia ingin menguji kemampuannya. “Kalau enggak menang enggak apa-apa, yang penting kita mendapatkan pengalaman berharga. Kata-kata dari Ayah itulah yang selalu saya tanamkan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Wahyu, latihan membaca Alquran tidak dipernah ditinggalkan.

“Ditambah sekolah punya guru agama yang bisa melatih siswanya bertilawah. Latihan tersebut cukup membantu saya lancar saat mengikuti perlombaan,” katanya.

Siswa yang aktif berorganisasi ini juga pernah mengikuti perlombaan menulis naskah bahasa Sunda dan mendapat peringkat harapan III. Meski aktif berorganisasi, namun hal itu tidak menghalanginya berprestasi karena ia selalu berusaha mengatur skala prioritas dan manajemen waktu.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Sambut Hari Perpustakaan Nasional, Kemenpora Adakan “Sedekah Buku Ramadan 2019”

Sambut Hari Perpustakaan Nasional, Kemenpora Adakan Sedekah Buku Ramadan 2019

Sambut Hari Perpustakaan Nasional, Kemenpora Adakan “Sedekah Buku Ramadan 2019”

Sambut Hari Perpustakaan Nasional, Kemenpora Adakan Sedekah Buku Ramadan 2019
Sambut Hari Perpustakaan Nasional, Kemenpora Adakan Sedekah Buku Ramadan 2019

Menyambut Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei, Bagian Humas

pada Biro Humas dan Hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengadakan kegiatan “Sedekah Buku Ramadan 2019”. Acara ini sebagai upaya menumbuhkan minat baca karyawan di lingkungan Kemenpora dan masyarakat.

Kepala Bagian Humas Kemenpora, Nuristya Agus Lesmana mengungkapkan,

kegiatan ini akan distribusikan kepada yang membutuhkan. “Acara ini juga terbuka untuk umum, berlangsung pada 14 – 17 Mei di Lobi Gedung Grha Kemenpora Jakarta,” ungkapnya, seperti dilansir dari laman kemenpora.go.id, Rabu (15/5/2019).

Ketua Panitia Sedekah Buku Ramadan Kemenpora 2019, Suci Marta menyampaikan, kegiatan ini bagian dari upaya untuk mengajak masyarakat agar senang membaca. Hari Buku Nasional juga berkaitan erat dengan berdirinya perpustakaan nasional pada 17 Mei 1980. “Kami juga bekerja sama dengan sedekahbuku.id dan Gramedia. Buku-buku yang terkumpul akan didistribusikan melalui sedekahbuku.id,” tambahnya.

Selain didistribusikan kepada yang membutuhkan, lanjutnya, buku-buku

tersebut juga akan ditempatkan di beberapa tempat di area lingkungan Kemenpora. Dengan harapan, karyawan jadi lebih rajin membaca buku.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

Jurnal Ekonomi Koperasi

Jurnal Ekonomi Koperasi

Jurnal Ekonomi Koperasi

Jurnal Ekonomi Koperasi
Jurnal Ekonomi Koperasi

Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara berkembang memang sangat diametral. Di barat koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Bahkan dengan kekuatannya itu koperasi meraih posisi tawar dan kedudukan penting dalam konstelasi kebijakan ekonomi termasuk dalam perundingan internasional. Peraturan perundangan yang mengatur koperasi tumbuh kemudian sebagai tuntutan masyarakat koperasi dalam rangka melindungi dirinya.

Di negara berkembang koperasi dirasa perlu dihadirkan dalam kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kesadaran antara kesamaan dan kemuliaan tujuan negara dan gerakan koperasi dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat ditonjolkan di negara berkembang, baik oleh pemerintah kolonial maupun pemerintahan bangsa sendiri setelah kemerdekaan, berbagai peraturan perundangan yang mengatur koperasi dilahirkan dengan maksud mempercepat pengenalan koperasi dan memberikan arah bagi pengembangan koperasi serta dukungan/perlindungan yang diperlukan.

Pengalaman di tanah air kita lebih unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami di jaman penjajahan, kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan koperasi. Paling tidak dengan dasar yang kuat tersebut sejarah perkembangan koperasi di Indonesia telah mencatat tiga pola pengembangan koperasi. Secara khusus pemerintah memerankan fungsi “regulatory” dan “development” secara sekaligus (Shankar 2002). Ciri utama perkembangan koperasi di Indonesia adalah dengan pola penitipan kepada program yaitu : (i) Program pembangunan secara sektoral; (ii) Lembaga-lembaga pemerintah; dan (iii) Perusahaan baik milik negara maupun swasta. Sebagai akibatnya prakarsa masyarakat luas kurang berkembang dan kalau ada tidak diberikan tempat semestinya.

Selama ini “koperasi” di­kem­bangkan dengan dukungan pemerintah dengan basis sektor-sektor primer yang memberikan lapangan kerja terbesar ba­gi penduduk Indonesia. KUD sebagai koperasi program yang didukung dengan program pem­bangunan untuk membangun KUD. Di sisi lain pemerintah memanfaatkan KUD untuk mendukung program pembangunan seperti yang se­lama PJP I, menjadi ciri yang menonjol dalam politik pem­bangunan koperasi. Bahkan koperasi secara eksplisit ditugasi melanjutkan program yang kurang berhasil ditangani langsung oleh pemerintah, seperti penyaluran kredit BIMAS menjadi KUT, pola pengadaan bea pemerintah, TRI dan lain-lain sampai pada penciptaan monopoli baru (cengkeh).

1.2          PERUMUSAN MASALAH

Koperasi merupakan organisasi yang telah berkembang sejak dulu. Dari zaman ke zaman terdapat beberapa potret atau perubahan perubahan yang membuat sebuah tantangan bagi Koperasi.Untuk itu perlu dilakukan penelitian atau studi secara mendalam guna memperoleh gambaran secara persis potret dan tantangan koperasi, yaitu : 1) Bagaimana potret koperasi Indonesia dalam perkembangannya?, 2) Manfaat apa yang diperoleh dari organisasi Koperasi?, 3) Bagaimana Posisi Koperasi dalam Perdagangan Bebas?, dan 4) Peranan apa yang dilakukan Koperasi Dalam Era Otonomi Daerah?

1.3          TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai pada studi ini adalah :

1)      Menganalisis Potret Koperasi Indonesia

2)      Mengetahui manfaat dari organisasi Koperasi

3)      Mengetahui Posisi Koperasi dalam Perdaganag Bebas dan Era Otonomi Daerah

1.4          METODE PENELITIAN

1.4.1      Lokasi

Studi ini dilakukan di Indonesia khususnya di daerah Otonomi dan Desa.

1.4.2      Metode Studi

Tehnik pengumpulan data diperoleh dari studi pustaka, Dinas Koperasi dan UKM serta instansi terkait baik tingkat propinsi maupun kabupaten berupa publikasi, dokumen, laporan kegiatan.

1.4.3      Pengolahan Analisis Data

Pengelolaan analisa data dilakukan secara diskriftif reflektif.

Sumber : https://merkbagus.id/

PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI

PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI

PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI

PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI
PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI

Rapat anggota adalah wadah aspirasi anggota dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maka segala kebijakan yang berlaku dalam koperasi harus melewati persetujuan rapat anggota terlebih dahulu, termasuk pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian personalia pengurus dan pengawas.

Pengurus adalah badan yang dibentuk oleh rapat anggota dan disertai dan diserahi mandat untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi, baik dibidang organisasi maupun usaha. Anggota pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Dalam menjalankan tugasnya, pengurus bertanggung jawab terhadap rapat anggota. Atas persetujuan rapat anggota pengurus dapat mengangkat manajer untuk mengelola koperasi. Namun pengurus tetap bertanggung jawab pada rapat anggota.

Pengawas adalah suatu badan yang dibentuk untuk melaksanakan pengawasan terhadap kinerja pengurus. Anggota pengawas dipilih oleh anggota koperasi di rapat anggota. Dalam pelaksanaannya, pengawas berhak mendapatkan setiap laporan pengurus, tetapi merahasiakannya kepada pihak ketiga. Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota.

2.5          GAMBARAN UMUM OBYEK PRAKTIKUM

Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas telah terdaftar di Kantor Wilayah Koperasi Provinsi Jawa Barat pada tahun 2008 dengan Nomor : 518/05/BH/CAB/XII.25/KPTS/KUKM/1.2/II/2008 serta berdasarkan Surat Keputusan Departemen Koperasi Wilayah Koperasi Provinsi Jawa Barat Nomor : 688/BH/MENEG.I/XII/2007. Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas memiliki cabang yang bertempat di Pulogadung. Hingga saat ini, nasabah dari Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas sebanyak kurang lebih 200 ribu orang. Koperasi ini hanya meminjamkan uang dengan jaminan BPKB motor dan mobil.

Untuk masalah permodalan atau sumber dana dalam hal pendirian Koperasi, diperoleh 60 % dari PT. Pan Surya Kemang dan 40% dari pemilik. Seperti Koperasi lainnya, Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas membagi hasilnya berdasarkan SHU (Sisa Hasil Usaha) yang didapat setiap akhir tahunnya.

Tugas pokok Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas adalah bertujuan mengembangkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan memajukan daerah kerja pada umumnya dalam rangka menggalang terlaksananya masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila.

Kegiatan usaha Koperasi dalam rangka mencapai tugas pokok termaksud adalah :

1.              Membantu masyarakat sekitar dalam hal masalah ekonomi.

2.              Mewajibkan anggota atau nasabah untuk menyimpan pada koperasi.

3.              Memberikan pinjaman dalam bentuk uang dan barang kepada para anggota dan masyarakat.

4.              Mengadakan dan mengusahakan barang kebutuhan para anggota.

Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas Depok memiliki 8 orang Karyawan yang mengurus jalannya manajemen yang terdiri dari :

  • Pimpinan  : Memantau kinerja semua karyawan dan mengetahui perkembangan Koperasi.
  • Pengawas Kredit   : Wajib mengetahui Laporan perbulan yang terjadi di Koperasi.
  • Bagian Administrasi   :  Mengatur surat menyurat yang ada di Koperasi, mengarsipkan dokumen dokumen penting Koperasi, memonitor kebutuhan Rumah Tangga dan ATK koperasi.
  • Kasir                            :  bertanggung jawab atas keluar masuknya uang, membuat tanda bukti keluar masuknya uang di dalam koperasi.
  • Marketing                   : Mencari nasabah yang ingin bergabung dengan Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas.
  • Surveyor                      : memeriksa data nasabah yang masuk atau data nasabah yang ingin meminjam uang.
  • Kolektor                       : menangani nasabah yang bermasalah / kredit macet.

Syarat Permohonan Kredit Koperasi Graha Arthamas

1.      2 lembar fotocopy KTP Pemohon

2.      1 lembar fotocopy Kartu Keluarga pemohon

3.      2 lembar fotocopy BPKB, STNK & Lunas pajak

4.      2 lembar gesekan No. Mesin & No. Rangka

5.      3 lembar kwitansi kosongkan atas nama pemohon dan bermatrai Rp.6000,-

6.      1 lembar struk gaji (pegawai)

7.      1 lembar fotocopy buku kir (truck/pick up/box)

8.      Surat keterangan RT/RW

Prosedur Nasabah Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas

1.      Untuk nasabah baru, pembukaan rekening minimal Rp.300.000,-

2.      Bunga yang diperoleh nasabah sebesar 2,5% dan diperoleh setiap per enam bulan

3.      Untuk mencairkan uang, harus dibawah nominal Rp.2.000.000.000,-.

Rapat anggota adalah wadah aspirasi anggota dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maka segala kebijakan yang berlaku dalam koperasi harus melewati persetujuan rapat anggota terlebih dahulu, termasuk pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian personalia pengurus dan pengawas.

Pengurus adalah badan yang dibentuk oleh rapat anggota dan disertai dan diserahi mandat untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi, baik dibidang organisasi maupun usaha. Anggota pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Dalam menjalankan tugasnya, pengurus bertanggung jawab terhadap rapat anggota. Atas persetujuan rapat anggota pengurus dapat mengangkat manajer untuk mengelola koperasi. Namun pengurus tetap bertanggung jawab pada rapat anggota.

Pengawas adalah suatu badan yang dibentuk untuk melaksanakan pengawasan terhadap kinerja pengurus. Anggota pengawas dipilih oleh anggota koperasi di rapat anggota. Dalam pelaksanaannya, pengawas berhak mendapatkan setiap laporan pengurus, tetapi merahasiakannya kepada pihak ketiga. Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota.

2.5          GAMBARAN UMUM OBYEK PRAKTIKUM

Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas telah terdaftar di Kantor Wilayah Koperasi Provinsi Jawa Barat pada tahun 2008 dengan Nomor : 518/05/BH/CAB/XII.25/KPTS/KUKM/1.2/II/2008 serta berdasarkan Surat Keputusan Departemen Koperasi Wilayah Koperasi Provinsi Jawa Barat Nomor : 688/BH/MENEG.I/XII/2007. Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas memiliki cabang yang bertempat di Pulogadung. Hingga saat ini, nasabah dari Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas sebanyak kurang lebih 200 ribu orang. Koperasi ini hanya meminjamkan uang dengan jaminan BPKB motor dan mobil.

Untuk masalah permodalan atau sumber dana dalam hal pendirian Koperasi, diperoleh 60 % dari PT. Pan Surya Kemang dan 40% dari pemilik. Seperti Koperasi lainnya, Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas membagi hasilnya berdasarkan SHU (Sisa Hasil Usaha) yang didapat setiap akhir tahunnya.

Tugas pokok Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas adalah bertujuan mengembangkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan memajukan daerah kerja pada umumnya dalam rangka menggalang terlaksananya masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila.

Kegiatan usaha Koperasi dalam rangka mencapai tugas pokok termaksud adalah :

1.              Membantu masyarakat sekitar dalam hal masalah ekonomi.

2.              Mewajibkan anggota atau nasabah untuk menyimpan pada koperasi.

3.              Memberikan pinjaman dalam bentuk uang dan barang kepada para anggota dan masyarakat.

4.              Mengadakan dan mengusahakan barang kebutuhan para anggota.

Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas Depok memiliki 8 orang Karyawan yang mengurus jalannya manajemen yang terdiri dari :

  • Pimpinan  : Memantau kinerja semua karyawan dan mengetahui perkembangan Koperasi.
  • Pengawas Kredit   : Wajib mengetahui Laporan perbulan yang terjadi di Koperasi.
  • Bagian Administrasi   :  Mengatur surat menyurat yang ada di Koperasi, mengarsipkan dokumen dokumen penting Koperasi, memonitor kebutuhan Rumah Tangga dan ATK koperasi.
  • Kasir                            :  bertanggung jawab atas keluar masuknya uang, membuat tanda bukti keluar masuknya uang di dalam koperasi.
  • Marketing                   : Mencari nasabah yang ingin bergabung dengan Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas.
  • Surveyor                      : memeriksa data nasabah yang masuk atau data nasabah yang ingin meminjam uang.
  • Kolektor                       : menangani nasabah yang bermasalah / kredit macet.

Syarat Permohonan Kredit Koperasi Graha Arthamas

1.      2 lembar fotocopy KTP Pemohon

2.      1 lembar fotocopy Kartu Keluarga pemohon

3.      2 lembar fotocopy BPKB, STNK & Lunas pajak

4.      2 lembar gesekan No. Mesin & No. Rangka

5.      3 lembar kwitansi kosongkan atas nama pemohon dan bermatrai Rp.6000,-

6.      1 lembar struk gaji (pegawai)

7.      1 lembar fotocopy buku kir (truck/pick up/box)

8.      Surat keterangan RT/RW

Prosedur Nasabah Koperasi Simpan Pinjam Graha Arthamas

1.      Untuk nasabah baru, pembukaan rekening minimal Rp.300.000,-

2.      Bunga yang diperoleh nasabah sebesar 2,5% dan diperoleh setiap per enam bulan

3.      Untuk mencairkan uang, harus dibawah nominal Rp.2.000.000.000,-.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikuti Sarasehan Generasi Milenial, Bahasa dan Sastra

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikuti Sarasehan Generasi Milenial, Bahasa dan Sastra

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikuti Sarasehan Generasi Milenial, Bahasa dan Sastra

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikuti Sarasehan Generasi Milenial, Bahasa dan Sastra
Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikuti Sarasehan Generasi Milenial, Bahasa dan Sastra

Dra. Novi Saptina, guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta ikut terlibat Sarasehan yang membahas tentang membangun generasi milenial melalui bahasa dan sastra di Hotel Metro Semarang. Sarasehan dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, DR. Tirto Suwondo, M.Hum. dihadiri pula oleh kepala sekolah terpilih se-Jawa Tengah yang sekolahnya masuk nominasi lomba wajah kebahasaan di lingkungan sekolah, Sabtu (6/7/2019).

Hadir pula pejabat dari lingkungan perguruan tinggi. Sedangkan peserta terpilih dari kalangan dosen, guru, mahasiswa, dan pelajar.

“Mewakili SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, hasil seleksi dari sekitar 300 orang,” ujar Novi, alumni Akademi Pers dan Wartawan, turut berpartisipasi sebagai kolumnis koran hingga saat ini.
Baca Juga : SD Marsudirini Maju Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kota Solo

Untuk diketahui, kegiatan ini diadakan untuk mengatasi permasalahan yang

terjadi sekrang ini tentang generasi tua (baby boomer atau disebut juga generasi X) yang tengah memasuki masa pensiun dan akan digantikan generasi milenial yang lahir tahun 90-an sampai dengan tahun 2000-an.

“Untuk itu, perlu dipersiapkan di segala lini pada generasi milenial ini; karena mereka yang akan memimpin negara ini. Berbagai cara telah ditempuh Balai Bahasa yang menawarkan solusi dengan bahasa dan sastra,” Jelas Novi seorang yang ahli dalam bidang seni, menulis skenario drama musikal dan anggota paduan suara. Juga sebagai pengurus lingkungan sekolah.
Baca Juga : Mahasiswa Unisri Gelar Sekolah Gencar Karakter

Acara dipandu oleh para duta bahasa Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini,

dihadirkan nara sumber dari pegiat bahasa dan sastra. Ada Ivan lanin, seorang pakar TI yang tertarik pada bidang Bahasa Indonesia yang dikagumi oleh generasi muda sehingga diharapkan mampu untuk menumbuhkan minat bahasa, dikalangan milenial.

Selain itu, Prof. Suminto A. Sayuti, seorang ahli sastra dari Universitas Negeri Yogyakarta, memaparkan peran sastra yang setiap karya itu menunjukkan lokalitas berselimutkan bahasa yang akan membuat generasi milenial itu bisa merajut keindonesiaan.

“Sarasehan ini berlangsung meriah karena topik yang menarik sehingga sesi-

sesi pertanyaan selalu penuh. Hingga waktu berakhir, banyak yang belum terakomodasi pertanyaannya. Lalu pertanyaan itu dikumpulkan dan dikelola untuk dikembangkan selanjutnya,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Pemerintah Bakal Tutup Sekitar 2.000 SMK dengan Murid Kurang dari 60 Orang

Pemerintah Bakal Tutup Sekitar 2.000 SMK dengan Murid Kurang dari 60 Orang

Pemerintah Bakal Tutup Sekitar 2.000 SMK dengan Murid Kurang dari 60 Orang

Pemerintah Bakal Tutup Sekitar 2.000 SMK dengan Murid Kurang dari 60 Orang
Pemerintah Bakal Tutup Sekitar 2.000 SMK dengan Murid Kurang dari 60 Orang

Pemerintah berencana akan menutup sekitar 2.000 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia. Saat ini di Indonesia ada sekitar 14.000 SMK, dan tidak semua sekolah tersebut mempunyai kualitas bagus.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, M. Bakrun menyebut, jumlah siswa SMK sekitar 5 juta orang. Sekolah yang kurang berkualitas akan dikurangi.

“SMK yang kurang baik dan siswanya tidak cukup banyak akan kita kurangi,” kata dia saat membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 9 Juli 2019.

Kriteria SMK yang akan dikurangi menurut dia, antara lain jumlah siswa kurang dari 60 orang. Karena kalau siswa kurang dari 60 orang, sulit mengelola sekolah itu. Padahal secara nasional ada 2.000 an SMK yang siswanya kurang dari 60 orang tiap sekolah.
Baca Juga : Serunya Siswa SD Marsudirini Solo Dalam Aneka Lomba HUT RI

“Target kami, jumlah sekolah SMK turun, tapi jumlah siswa naik. Kita kurangi

kira-kira (jumlah SMK di Indonesia) menjadi 12.000 sekolah lah,” kata dia.

Di sisi lain, Kemendikbud mendorong jumlah siswa SMK terus meningkat secara kuantitatif meski jumlah SMK dikurangi. Saat ini jumlah siswa SMK di Indonesia lima juta orang.
“Harapan kami lima tahun ke depan menjadi enam juta orang,” kata Bakrun.

Selain itu, Kemendibud terus mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi siswa SMK. Karena keberadaan SMK punya peluang besar dalam memajukan potensi setiap daerah.
Baca Juga : Meriah, Peringatan HUT ke-74 RI di TK/SD Kristen Widya Wacana Warungmiri

Ia menambahkan, setidaknya sudah ada beberapa SMK yang dibangun sesuai potensi masing-masing daerah. Misalnya di Jawa Barat ada SMK kopi, di Sulawesi Selatan ada yang mengembangkan SMK Bakau, di Riau mengembangkan SMK sawit.

Bakrun menambahkan, sampai saat ini Kemendikbud mengembangkan 146

kompetensi keahlian. Rinciannya yang SMK tiga tahun ada 110 kompetensi dan empat tahun ada 36 kompetensi.

Jumlah 146 kompetensi ini sudah dipilih sesuai kebutuhan kerja dan industri. “Semuanya penting. Seperti elektronik, robotik untuk digitalisasi ke depan,” kata dia.

LKS yang ke-27 ini melombakan 32 jenis lomba. Jumlah peserta 759 dari 34 provinsi di Indonesia. Pelaksanaan LKS SMK tingkat Nasional ini bertema Kompeten Menyongsong lndustri 4.0.
Baca Juga : Pendidikan Karakter Dapat Dilakukan Melalui Dasa Dharma Pramuka

PT Kawan Lama Sejahtera, distributor penyedia peralatan industri teknik dan

komersial ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
“Kami ikut serta menguji kompetensi siswa SMK untuk lima bidang lomba teknik, yaitu Automobile Technology Mobile, Welding, CNC Milling, dan CNC Turning,” kata Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera, Tony Sartono.

Tony mengatakan, melalui gelaran LKS SMK ini, Kawan Lama ikut berpartisipasi mendidik bangsa khususnya pendidikan vokasi. Karena bangsa Indonesia membutuhkan tenaga keilmuan yang mampu mengoperasikan alat-alat dengan sistem komputerisasi.

 

Sumber :

https://jakarta.storeboard.com/blogs/education/contoh-pamflet/976105

 

Fatipa Unisri Gelar Lokakarya Kurikulum

Fatipa Unisri Gelar Lokakarya Kurikulum

Fatipa Unisri Gelar Lokakarya Kurikulum

Fatipa Unisri Gelar Lokakarya Kurikulum
Fatipa Unisri Gelar Lokakarya Kurikulum

Fakultas Teknologi dan Industri Pangan (Fatipa) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar lokakarya kurikulum, Sabtu (29/6/2019).

Lokakarya tersebut mengambil tempat di ruang senat lantai II gedung B, dan diikuti oleh seluruh dosen Fatipa.

“Lokakarya ini dimaksudkan untuk mengubah kurikulum lama yang dibuat

tahun 2015 lalu,” jelas Dekan Fatipa, Dr. Nanik Suhartatik, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Baca Juga : Perlu Tidak Rangking bagi Anak? Simak Kata Pakar Ini

Dikatakan, sesuai standar yang telah ditetapkan bahwa kurikulum harus dievaluasi setiap minimal 5 tahun sekali sehingga dapat mengikuti standar nasional Dikti maupun kondisi yang ada.

Lokakarya kurukulum itu menghadirkan dua narasumber yakni Sylvi Dewajani, pakar kurikulum dari Dikti yang telah banyak membantu banyak Prodi di Indonesia dalam penyesuaian kurikulum sesuai Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti).

Baca Juga : Tingkatkan Kompetensi, Guru SDIT Nur Hidayah Dilatih Flipbook

sebagai Bahan Ajar

Sementara itu narasumber kedua Rohadi yang pernah menjabat sebagai Dekan di Fakultas Teknik Pertanian Universitas Semarang, sehingga Fatipa Unisri mampu membuat perbandingan kurikulum program studi serupa di sesama perguruan tinggi swasta.
Baca Juga : SMK Kesehatan Mandala Bhakti Gelar Kemah Ambalan Baru

Di samping membandingkan juga dengan perguruan tinggi yang sudah mapan

seperti UGM, Univesitas Brawijaya maupun IPB.

Kami berharap dengan adanya lokakarya ini bisa memberikan dampak positif bagi pengembangan lulusan Fatipa Unisri di masa depan, pungkasnya. suhamdani

 

Sumber :

https://jakarta.storeboard.com/blogs/education/isi-teks-proklamasi/976020

Peluang Investasi Saham dan Bisnis

Peluang Investasi Saham dan Bisnis

Peluang Investasi Saham dan Bisnis

 

Peluang Investasi Saham dan Bisnis

peluang investasi saham dan bisnis

Berinvestasi saham merupakan salah satu jenis usaha yang mulai dianggap sebagai alternatif investasi saat ini. Mengapa demikian?

Karena usaha jenis ini walaupun memerlukan modal yang tidak sedikit, tetapi imbal hasil yang ditawarkan cukup menggiurkan. Bahkan bisa mengalahkan penghasilan utama Anda.

Menurut Yani Suryani dalam buku 20 Usaha Sampingan Sambil Ngantor, usaha sampingan dalam bentuk investasi di bursa memiliki risiko yang tinggi jika dilakukan untuk jangka pendek. Namun akan lebih aman dan menguntungkan pada jangka panjang. Minimal pada rentang waktu 6-12 bulan.

Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan agar aman dalam usaha sampingan berbentuk investasi ini, di antaranya adalah:

1. Jika ingin berinvestasi dalam bentuk saham kenali terlebih dahulu

saham perusahaan yang akan dibelidan bisnis apa yang dijalankan perusahaan tersebut. Semakin banyak infromasi yang didapatkan, semakin banyak pula pertimbangan yang menentukan keputusan berinvestasi.

2. Berpikirlah seperti seorang pengusaha yang rasional

logis dan realistis. Pertimbangkan selalu untung, rugi dan resiko yang dihadapi.

3. Walaupun saham suatu perusahaan sedang dalam posisi murah,

Jangan terlalu terburu-buru untuk membelinya. Harus diingat, saham suatu perusahaan yang sedang dalam keadaan murah biasanya mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut sedang bermasalah.

4. Jangan tergesa-gesa dalam berinvestasi karena peluang investasi terbaik tidak selalu tersedia sepanjang waktu.

5. Ketika Anda sudah terjun dalam bisnis ini, jangan hanya diam karena bursa tidak memberi jaminan bahwa investasi Anda akan selalu naik.

6. Jangan terlambat untuk memulai, terlambat berarti melakukan kesalahan karena Anda akan kehilangan kesempatan. Semakin awal memulai semakin baik.7. Jangan terlalu berspekulasi. Walaupun Anda orang yang termasuk super-berani, sebaiknya Anda tidak menempatkan semua uang Anda pada satu investasi yang sangat spekulatif.

8. Jangan terlalu sering bertransaksi. Investor yang terlalu sering bertransaksi sering terjebak pada kondisi psikologis pasar sehingga terkadang membeli ketika harga mahal dan menjual ketika harga murah. Selain itu, investor juga akan terbebani biaya bertransaksi.

9. Untuk berinvestasi dengan aman, sebaiknya Anda menginvestasikan uang Anda pada berbagai macam investasi pada kurun waktu setahun pertama yang kemudian dapat dilanjutkan dengan investasi dalam jangka panjang, misalkan dalam waktu 5-10 tahun. Hal ini dilakukan karena semakin lama investasi, semakin minim risiko kerugiannya.

10. Ihwal jenis investasi apa yang akan Anda pilih, bergantung pada di pasar/bursa mana Anda akan bermain.

11. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus belajar terlebih dahulu cara mengelola keuangan pribadi dan bagaimana menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran.

Baca Juga Artikel Lainnya :