MUSRENBANG DESA/KELURAHAN

MUSRENBANG DESA KELURAHAN

MUSRENBANG DESA/KELURAHAN

MUSRENBANG DESA KELURAHAN
MUSRENBANG DESA KELURAHAN
MUSRENBANG DESA/KELURAHAN
1. Musrenbang Desa/Kelurahan adalah forum musyawarah tahunan stakeholders desa/kelurahan (pihak yang berkepentingan untuk mengatasi permasalahan desa/kelurahannya dan pihak yang akan terkena dampak hasil musyawarah) untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran berikutnya
2. Musrenbang Desa/Kelurahan dilaksanakan dengan memperhatikan rencana pembangunan jangka menengah desa/kelurahan, kinerja implementasi rencana tahun berjalan serta masukan dari nara sumber dan peserta yang menggambarkan permasalahan nyata yang sedang dihadapi.
3. Narasumber adalah pihak pemberi informasi yang perlu diketahui peserta Musrenbang untuk proses pengambilan keputusan hasil Musrenbang;
4. Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam Musrenbang melalui pembahasan yang disepakati bersama;
5. Hasil Musrenbang Desa/Kelurahan terdiri:
  • Daftar prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan sendiri oleh Desa/Kelurahan yang bersangkutan.
  • Daftar kegiatan yang akan dilaksanakan melalui Alokasi Dana Desa, secara swadaya maupun melalui pendanaan lainnya.
  • Daftar prioritas kegiatan yang akan diusulkan ke kecamatan untuk dibiayai melalui APBD Kabupaten/Kota dan APBD Propinsi.
  • Daftar nama anggota delegasi yang akan membahas hasil Musrenbang Desa/Kelurahan pada forum Musrenbang Kecamatan.

B. MUSRENBANG KECAMATAN
1. Musrenbang Kecamatan adalah forum musyawarah stakeholders kecamatan untuk mendapatkan masukan prioritas kegiatan dari desa/kelurahan serta menyepakati kegiatan lintas desa/kelurahan di kecamatan tersebut sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah kabupaten/kota pada tahun berikutnya.
2. Stakeholders kecamatan adalah pihak yang berkepentingan dengan prioritas kegiatan dari desa/kelurahan untuk mengatasi permasalahan di kecamatan serta pihak-pihak yang berkaitan dengan dan atau terkena dampak hasil musyawarah.

3. SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) adalah unit kerja Pemerintah Kabupaten/Kota yang mempunyai tugas untuk mengelola anggaran dan barang daerah.
4. Renja SKPD adalah Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah.
5. Nara Sumber adalah pihak pemberi informasi yang perlu diketahui peserta Musrenbang untuk proses pengambilan keputusan hasil Musrenbang.
6. Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam Musrenbang melalui pembahasan yang disepakati bersama.
7. Musrenbang Kecamatan menghasilkan antara lain:

  • Daftar kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan di kecamatan tersebut pada tahun berikutnya, yang disusun menurut SKPD dan atau gabungan SKPD dan
  • Daftar nama delegasi kecamatan untuk mengikuti Musrenbang Kabupaten/kota.

Baca juga ;

metoda yang dapat dipergunakan untuk menebang pohon adalah

metoda yang dapat dipergunakan untuk menebang pohon adalah

metode penenbangan pohon
metode penenbangan pohon

Beberapa metoda yang dapat dipergunakan untuk menebang pohon adalah :
a. Tumpangan (Toping)
Cara ini sangat biasa dipakai untuk menebang kayu di hutan. Penebang (belandong) pertama-tama akan menentukan arah rebah. Takik rebah dan takik balas dibuat baik dengan gergaji maupun dengan kapak. Cara ini hanya dapat dilakukan di daerah yang luas dan jauh dari jalan raya, pemukiman, jalur listrik, telepon dan lain-lain.

b. Penggalan (Sectioning)
Pemanjat pohon yang telah dilengkapi dengan tali pengaman yang dikaitkan ke tubuhnya kemudian memanjat pohon. Pemanjat menuju cabang pertama kemudian memotong dengan gergaji mesin atau kapak dan memotong cabang tersebut. Kemudian naik lagi dan memotong cabang yang lain dengan cara bersandar pada cabang lain yang aman. Demikian selanjutnya, pekerjaan diteruskan sampai ke atas. Pada saat tersebut, orang yang berada di tanah memotong-motong cabang dan ranting yang baru jatuh.
Setelah cabang-cabang terpotong, orang yang berada di bawah mulai membereskan cabang-cabang tersebut. Kemudian pemanjat turun dan pekerjaannya digantikan oleh yang lain untuk memenggal pohon bagian demi bagian yang dimulai dari bagian atas.
Bila pohon yang hendak ditebang memiliki dahan yang panjang, melintang di atas rumah, pagar, tanaman berharga dan kabel listrik, maka salah satu cara adalah dengan menggunakan tali.
Pengikatan, pemotongan dan penurunan, bagian demi bagian, walaupun ketinggalan jaman, tetapi kadang-kadang merupakan jalan yang terbaik.

c. High-lining
Cara lain yang menarik adalah high-lining. Jika pohon yang akan dipotong dikelilingi oleh benda-benda berharga yang tidak dapat disingkirkan, maka cabang dapat dipotong bagian demi bagian dan dijatuh-arahkan ke sasaran yang diinginkan. Cara ini dapat dilakukan dengan jalan menambatkan salah satu ujung tambang yang kuat pada pohon dan ujung lain di lokasi sasaran yang menjadi tempat jatuhnya bagian-bagian pohon. Tambang tersebut diusahakan mempunyai sudut kemiringan yang cukup. Tidak terlalu tajam, agar bagian pohon tidak meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi, namun sebaliknya tidak terlalu landai. Jika sudut kemiringan tambang terlalu landai, maka jatuhnya dahan tersebut mungkin akan terganggu, bahkan terhenti selain itu membutuhkan areal yang lebih jauh. Operasi pemindahan potongan cabang pohon ini berdasarkan gaya gravitasi. Dengan cara ini semua cabang dapat dipindahkan ke tempat lain dengan aman. Penebangan pohon dilakukan seperti pada cara penggalan.

d. Potong bawah (Bottoming)
Penebangan dengan cara menumbangkannya serta pembagian batang bagian demi bagian dari ujung sampai ke pangkal merupakan dua cara standar dalam penebangan pohon. Cara lainnya yang jarang ditemui adalah potong bawah (bottoming). Cara ini merupakan kebalikan dari cara yang telah dijelaskan terlebih dahulu (Haller, 1986).
Teknik ini hanya dapat dilakukan bila ada satu atau lebih pohon lain yang berukuran sama atau lebih besar di dekat pohon yang akan ditebang. Dalam cara ini, tali diikatkan di sekeliling tajuk pohon yang akan ditebang ke pohon yang tidak ditebang. Pohon yang telah diikat dengan tali di sekitar puncaknya kemudian bagian pangkalnya digergaji. Bagian pangkal/bawah dari pohon dipotong dengan posisi tetap berdiri. Panjang bagian batang yang dipotong sesuai dengan yang dikehendaki. Setelah pemotongan pohon diturunkan dengan cara mengulurkan tali sambil menjaga agar batang tetap tegak, kemudian sedikit demi sedikit pohon dipotong lagi. Demikian seterusnya sampai pohon habis terpotong

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Tahap Pembangunan Hutan Kota

Tahap Pembangunan Hutan Kota

Tahap Pembangunan Hutan Kota

Tahap Pembangunan Hutan Kota
Tahap Pembangunan Hutan Kota

1. Perencanaan
Dalam studi kajian perencanaan aspek yang diteliti meliputi : lokasi, fungsi dan pemanfaatan, aspek tehnik silvikultur, arsitektur lansekap, sarana dan prasarana, tehnik pengelolaan lingkungan. Bahan informasi yang dibutuhkan dalam studi meliputi :

  • Data fisik (letak, wilayah, tanah, iklim dan lain-lain);
  • Sosial ekonomi (aktivitas di wilayah bersangkutan dan kondisinya);
  • Keadaan lingkungan (lokasi dan sekitarnya);
  • Rencana pembangunan wilayah (RUTR,RTK,RTH), serta
  • Bahan-bahan penunjang lainnya.

Hasil studi berupa Rencana Pembangunan Hutan Kota yang terdiri dari tiga bagian, yakni:

  1. Rencana jangka panjang, yang memuat gambaran tentang hutan kota yang dibangun, serta target dan tahapan pelaksanaannya.
  2. Rencana detail yang memuat desain fisik atau rancang bangun untuk masing- masing komponen fisik hutan kota yang hendak dibangun serta tata letaknya.
  3. Rencana tahun pertama kegiatan, meliputi rencana fisik dan biayanya.

2. Kelembagaan dan Organisasi Pelaksanaannya
Organisasi pembangunan dan pengelolaan hutan kota sangat bergantung kepada perangkat yang ada dan keperluannya. Sistem pengorganisasian di suatu daerah mungkin berbeda dengan daerah lainnya. Salah satu bentuk pengorganisasiannya pembangunan dan pengelolaan hutan adalah seperti tercantum pada Gambar 2. Walikota atau Bupati sebagai kepala wilayah bertanggung jawab atas pembangunan dan pengembangan hutan kota di wilayahnya. Bidang perencanaan dan pengendalian dipegang oleh Bappeda Tingkat II yang dibantu oleh tim pembina yang terdiri dari Kanwil Departemen Kehutanan, Kanwil Departemen Pertanian dan Perkebunan, Kanwil Departemen Pekerjaan Umum, Kanwil Departemen Kesehatan, Biro Kependudukan dan Lingkungan Hidup dan yang lainnya menurut kebutuhan masing- masing kota atau daerah. Untuk pelaksanaannya dapat ditunjuk dinas-dinas yang berada di wilayahnya.

Pengelolaan hutan kota pada areal yang dibebani hak milik diserahkan kepada pemiliknya, namun dalam pelaksanaannya harus memperhatikan petunjuk dari bidang perencanaan dan pengendalian. Guna memperlancar pelaksanaannya kiranya perlu dipikirkan jasa atau imbalan apa yang dapat diberikan oleh pemerintah kepada yang bersangkutan.

3. Pemilihan Jenis
Guna mendapatkan keberhasilan dalam mencapai tujuan pengelolaan lingkungan hidup di perkotaan, jenis yang ditanam dalam program pembangunan dan pengembangan hutan kota hendaknya dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan dengan tujuan agar tanaman dapat tumbuh baik dan tanaman tersebut dapat menanggulangi masalah lingkungan yang muncul di tempat itu dengan baik.

Untuk mendapat hasil pertumbuhan tanaman serta manfaat hutan kota yang maksimal, beberapa informasi yang perlu diperhatikan dan dikumpulkan antara lain:

1. Persyaratan edaphis: pH, jenis tanah, tekstur, altitude,salinitas dan lain-lain.
2. Persyaratan meteorologis: suhu, kelembaban udara, kecepatan angin, radiasi matahari.
3. Persyaratan silvikultur: kemudahan dalam hal penyediaan benih dan bibit dan kemudahan dalam tingkat pemeliharaan.
4. Persyaratan umum tanaman:

  • Tahan terhadap hama dan penyakit,
  • Cepat tumbuh,
  • Kelengkapan jenis dan penyebaran jenis,
  • Mempunyai umur yang panjang,
  • Mempunyai bentuk yang indah,
  • Ketika dewasa sesuai dengan ruang yang ada,
  • Kompatibel dengan tanaman lain,
  • Serbuk sarinya tidak bersifat alergis,

5. Persyaratan untuk pohon peneduh jalan:

  • Mudah tumbuh pada tanah yang padat,
  • Tidak mempunyai akar yang besar di permukaan tanah,
  • Tanah terhadap hembusan angin yang kuat,
  • Dahan dan ranting tidak mudah patah,
  • Pohon tidak mudah tumbang,
  • Buah tidak terlalu besar,
  • Serasah yang dihasilkan sedikit,
  • Tahan terhadap pencemar dari kendaraan bermotor dan industri,
  • Luka akibat benturan mobil mudah sembuh,
  • Cukup teduh, tetapi tidak terlalu gelap,
  • Kompatibel dengan tanaman lain,
  • Daun, bunga, buah, batang dan percabangannya secara keseluruhan indah,

Sumber : https://filehippo.co.id/

Disdik Cimahi Terapkan Full Online untuk Pendaftaran PPDB

Disdik Cimahi Terapkan Full Online untuk Pendaftaran PPDB

Disdik Cimahi Terapkan Full Online untuk Pendaftaran PPDB

Disdik Cimahi Terapkan Full Online untuk Pendaftaran PPDB
Disdik Cimahi Terapkan Full Online untuk Pendaftaran PPDB

Dinas Pendidikan Kota Cimahi memberlakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara online. Bahkan untuk pendaftaran melalui jalur zonasi 100 persen dengan daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Hendra Gunawan mengatakan, pendaftaran secara online dilakukan, selain mencegah antrean juga agar petugas PPDB lebih fokus memverifikasi persyaratan calon siswa.

”Petugas tidak terganggu oleh antrean dan banyaknya orang yang ada di sekolah,” kata Hendra, usai meninjau pelaksanaan PPDB di SMPN 9, Jalan Mahar Martanagara, Selasa (2/7).

Menurutnya, khusus di Kota Cimahi, pihaknya bakal meneruskan PPDB secara online dengan sistem zonasi. Sebab dengan begitu, semua anak usia sekolah bisa dijangkau.

”Untuk PPDB kali ini yang mendaftar melalui zonasi semuanya secara online. Khusus untuk jalur prestasi dan mutasi mereka online dulu lalu datang ke sekolah untuk verifikasi data,” ujarnya.

Hendra mengatakan, tahun ini ada sebanyak 8.300 anak lulusan Sekolah

Dasar (SD). Sementara daya tampung yang ada saat ini hanya 7.800 siswa, sehingga pihaknya membuat dua sekolah baru yang masing-masing bisa menampung 150 siswa. Saat ini, lanjutnya, ada sebanyak 38 SMP dengan rincian 13 sekolah negeri dan 25 sekolah swasta.

”Jadi yang sudah tertampung sebanyak 8.100 siswa. Tapi untuk yang 200 ini bukan berarti mereka tidak tertampung tapi ada juga yang masuk pesantren. Kita sedang mencari datanya,” terangnya.

Dengan pelaksanaan PPDB melalui online, tampak suasana sekolah relatif sepi. Seperti yang terlihat di SMPN 9 Cimahi, di sana hanya terlihat beberapa orang masyarakat yang melakukan verifikasi data untuk PPDB jalur prestasi.

Kepala SMPN 9 Cimahi, Wahyudin Muharam menilai pemberlakuan

pendaftaran secara online membuat nyaman dan kondusif bagi pendaftar dan juga panitia PPDB. Sehingga pihaknya bisa lebih fokus dalam verifikasi data calon peserta didik.

”Memang masih ada yang kesini, itu yang daftar lewat jalur prestasi. Memang harus datang untuk verifikasi data,” kata Wahyudi.

Dia mengungkapkan, pada hari pertama PPDB memang masih banyak

masyarakat yang datang. Bahkan mereka sudah datang ke sekolah sejak pagi, sehingga pukul 07.00 WIB sudah banyak orangtua siswa yang menunggu untuk daftar. Namun, setelah diberikan arahan mekanisme pendaftaran seperti apa, maka sebagian dari mereka langsung pulang dan kembali ke sekolah asal untuk minta bantuan operator di sekolahnya.

”Sebagian ada juga yang dibantu disini karena kami mencoba fasilitasi. Alhamdulillah sekarang sekolah lengang, operator kami tinggal memverikasi saja data ajuan yang muncul di sistem,” ungkapnya.

 

Baca Juga :

PPDB Tingkat SMP di Padalarang Membeludak

PPDB Tingkat SMP di Padalarang Membeludak

PPDB Tingkat SMP di Padalarang Membeludak

PPDB Tingkat SMP di Padalarang Membeludak
PPDB Tingkat SMP di Padalarang Membeludak

Di hari pertama pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP 2019 sekolah negeri favorit di Bandung Barat membeludak antrean orangtua siswa. Bahkan orang tua siswa rela menunggu sejak pukul 05.00 WIB di depan gerbang sekolah agar dapat nomor antrean paling awal untuk memasukan berkas pendaftaran anaknya ke pihak sekolah.

Hal itu terlihat di SMP Negeri 3 Padalarang, warga yang sudah mengantre

sempat terlibat aksi saling dorong dan memaksa masuk ke kompleks sekolah. Pasalnya pihak sekolah memberlakukan nomor antrean sebanyak 100 nomor, sehingga bagi warga yang tidak dapat nomor tidak bisa masuk. Hal itu yang membuat ricuh karena ada warga antre dari pagi tidak dapat masuk.

“Antrean panjang sehingga kita desak-desakan di dekat pintu gerbang supaya bisa masuk cepat mendapatkan nomor,” kata salah satu orang tua siswa yang akan mendaftar, Toni Permana, Senin (1/7).

Warga Sukamaju, Padalarang ini mengatakan, apa yang menjadi kesepakatan rapat pihak sekolah dengan warga yang diwakili Ketua RW di sekitar sekolah tidak ditepati. Seperti soal pemberlakuan sistem zonasi dan tidak memakai NEM, yang berhak mendaftarkan adalah orangtua calon siswa dan tidak boleh diwakilkan ke orang lain, serta dalam pendaftaran calon siswa tidak wajib hadir.

“Ada poin-poin yang dilanggar makanya sempet rame. Tapi situasi kembali kondusif,” kata dia yang akan mendaftarkan anaknya luluan dari SDN Sukamaju.

Berdasarkan informasi yang didapat pihak SMPN 3 Padalarang pada hari

pertama pendaftaran membatasi hanya 100 nomor antrean dengan maksud agar pendaftar tidak bertumpuk. Namun rupanya jumlah nomor antrean tidak sebanding dengan banyaknya orang tua murid yang datang. Pada tahun ajaran ini SMPN 3 Padalarang hanya menerima sembilan rombongan belajar (rombel) atau kelas, dengan masing-masing rombel kuotanya dibatasi maksimal 32 siswa.

“Ya mungkin karena hari pertama pendaftaran jadi terjadi penumpukan orang

tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya. Ini juga pasti terjadi di sekolah favorit lainnya di KBB, tapi sejauh ini semua berjalan lancar,” kata salah seorang guru bagian TU, Siti saat coba dikonfirmasi.

 

Sumber :

http://journals.sbmu.ac.ir/en-iranjem/comment/view/18002/0/64678

 

 

Tim Jabar Peringkat 2 OSN 2019

Tim Jabar Peringkat 2 OSN 2019

Tim Jabar Peringkat 2 OSN 2019

Tim Jabar Peringkat 2 OSN 2019
Tim Jabar Peringkat 2 OSN 2019

Kontingen Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMA Jawa Barat (Jabar) sumbangkan 29 medali. Dengan jumlah raihan medali tersebut Jabar menduduki peringkat kedua, terbaik dari 32 provinsi lainnya.

Dilansir dari laman resmi Disdik Jabar, http://disdik.jabarprov.go.id dalam OSN

yang digelar di Sulawesi Utara pada 30 Juni hingga 5 Juli 2019 itu, tim Jabar harus mengakui keunggulan tim DKI Jakarta yang bertengger di puncak klasemen dengan perolehan medali sebanyak 48 yang terdiri dari 15 emas, 15 perak, dan 18 perunggu.

Sedangkan tim Jabar bercokol di klasemen kedua dengan raihan sebanyak 29 medali dengan rincian, tujuh emas, sembilan perak dan 13 perunggu. Namun demikian, Jabar pun menorehkan catatan spesial. Sebab, dua siswa peraih medali mendapatkan penghargaan khusus.

Kedua siswa tersebut, yakni, Peter Addison Sadhani meraih predikat terbaik di kategori teori dan praktik pada bidang fisika dan Hadyan Imal Fathoni meraih predikat terbaik di kategori teori bidang geografi.

Selain itu, ada catatan spesial lain yang diraih salah seorang peraih medali. Dia

adalah Sandy Kristian Waluyo, siswa yang meraih medali perunggu di bidang metamatika, padahal ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen Penabur Cirebon. Sebelumnya, siswa kelas VIII tersebut sukses menyabet medali emas pada OSN tingkat SMP tahun 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih medali.

”Terima kasih atas prestasi yang diraih para siswa dan telah berhasil

mengharumkan Provinsi Jawa Barat,” ucap Dewi, Jumat (5/7).

Selain ucapan selamat, Dewi juga berpesan kepada seluruh peserta agar selalu meningkatkan prestasi di seluruh bidang yang ditekuni.

”Mudah-mudahan, tahun berikutnya kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan meraih medali lebih banyak,” tutupnya.(naf/ziz)

 

Sumber :

http://journals.sbmu.ac.ir/en-iranjem/user/viewPublicProfile/47154

Kekurangan Seribu Guru PNS, Hanya Segini Kuota Pengangkatan untuk Kota Bogor

Kekurangan Seribu Guru PNS, Hanya Segini Kuota Pengangkatan untuk Kota Bogor

Kekurangan Seribu Guru PNS, Hanya Segini Kuota Pengangkatan untuk Kota Bogor

Kekurangan Seribu Guru PNS, Hanya Segini Kuota Pengangkatan untuk Kota Bogor
Kekurangan Seribu Guru PNS, Hanya Segini Kuota Pengangkatan untuk Kota Bogor

Meski Kota Bogor kekurangan lebih dari 1.000 guru Pegawai Negeri Sipil

(PNS), namun kuota pengangkatan yang disediakan pemerintah pusat tahun ini untuk Kota Bogor hanya 135 dan 18 untuk K2.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin mengatakan, jika dari aturan yang ada Kota Bogor hanya mendapatkan kuota 135 orang untuk pengangkatan yang sekarang.

“Untuk kategori 2 sesuai aturan yang sekarang diperjuangkan para guru

honorer hendaknya direvisi. Supaya mereka yang sudah mengajar puluhan tahun, diangkat menjadi PNS. Ini penting agar mereka bisa bernafas lega dan mendapatkan perhatian kesejahteraan untuk menghidupi keluarganya,” urainya.

Fahmi biasa dirinya disapa mengatakan, dengan kuota yang hanya diberikan 135 tentu tidak mungkin mampu menutupi kebutuhan. Disisi lain, Fahmi menjelaskan, seluruh pihak harus maklum juga dengan kemampuan negara dan peraturan perundangan-undangan yang ada.

“Tapi bagaiman aspirasi ini bisa didengar, toh 1001 jalan menuju roma, untuk

jadi PNS, CPNS baru satu jalan, masih ada 1000 jalan lainnya,” katanya.

Jadi ke depannya, sambung Fahmi, berangkat dari kategori 2 yang sudah lebih dulu mengabdi, maka lebih dulu diperhatikan. Dan di Kota Bogor, sudah diperhatikan kategori 2, baru tahun 2017/2018, seluruh kategori 2 mendapatkan honor dari Pemkot Bogor

 

Baca Juga :

Mahasiswa Peternakan IPB Ubah Biji Pepaya Menjadi Antibiotik, Raih Juara I pada LKTI Nasional

Mahasiswa Peternakan IPB Ubah Biji Pepaya Menjadi Antibiotik, Raih Juara I pada LKTI Nasional

Mahasiswa Peternakan IPB Ubah Biji Pepaya Menjadi Antibiotik, Raih Juara I pada LKTI Nasional

Mahasiswa Peternakan IPB Ubah Biji Pepaya Menjadi Antibiotik, Raih Juara I pada LKTI Nasional
Mahasiswa Peternakan IPB Ubah Biji Pepaya Menjadi Antibiotik, Raih Juara I pada LKTI Nasional

Terobosan dan inovasi terbaru di berbagai bidang semakin banyak dicetuskan oleh pemuda pemudi Indonesia, diantaranya mahasiswa. Sebagai agent of change, banyak mahasiswa yang membuat ide-ide terbaru untuk menyelesaikan masalah yang ada di sekitar lingkungannya.

Seperti yang dilakukan oleh tiga mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni Ika Jenri, Laily Rinda, dan Mohamad Ramdoni yang berasal dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB.

Ketiga mahasiswa tersebut menyalurkan idenya berupa alternatif antibakteri

untuk penyakit Colibacillosis pada ayam broiler yang disebabkan oleh bakteri E. Coli. Idenya tersebut disampaikan melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional yang diadakan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas (17-20/10). Mereka berhasil meraih Juara I dalam LKTI Tingkat Nasional tersebut.

“Tema yang diangkat dalam lomba ini adalah Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Membangun Peternakan Berdaya Saing Industri. Lalu, kami memfokuskan pada alternatif penyakit ayam broiler melalui pemanfaatan ekstrak biji pepaya,” tutur Jenri.

Penggunaan antibakteri sintetik yang sering digunakan untuk mengatasi penyakit pada ayam broiler seringkali dapat menimbulkan residu dan menyebabkan resisten mikroba bagi tubuh ternak itu sendiri. Sedangkan, ayam broiler mengalami peningkatan permintaan di masyarakat, baik di pasar tradisional maupun swalayan.

Ayam broiler cukup rentan dengan penyakit khususnya Colibacillosis yang

menyebabkan performa ayam menurun. Oleh karena itu, Jenri dan timnya menjadikan biji pepaya sebagai alternatif solusinya.

“Prosesnya dimulai dengan mengeringkan biji pepaya selama kurang lebih dua hari, lalu dikeringkan kembali dalam oven 60 derajat celcius selama satu hari full, dan selanjutnya diblender agar halus. Berikutnya, biji pepaya tadi direndam dalam larutan etanol 96 persen selama tiga hari dan dimasukkan ke alat bernama rotary evaporator untuk mengentalkan ekstrak tersebut,” jelas Jenri soal proses pembuatan ekstrak biji pepaya.

Perjuangannya menjadi seorang juara cukup panjang, dimulai dari pengiriman

abstrak, pengumpulan full paper dan diumumkannya Jenri beserta timnya untuk presentasifull paper di Universitas Andalas, bersaing dengan enam tim lainnya.

“Semoga ide dari karya tulis tentang alternatif ekstrak biji pepaya ini dapat diteliti lebih lanjut dan bisa menjadi solusi bagi para peternak di Indonesia dalam mengatasi permasalahan pada ayam broiler,” tutup Jenri. (NIN/Zul)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

 

Mahasiswa IPB Raih Juara Debat Ekonomi Nasional

Mahasiswa IPB Raih Juara Debat Ekonomi Nasional

Mahasiswa IPB Raih Juara Debat Ekonomi Nasional

Mahasiswa IPB Raih Juara Debat Ekonomi Nasional
Mahasiswa IPB Raih Juara Debat Ekonomi Nasional

Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh tiga mahasiswa yang tergabung dalam Tim Agricriticle Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam ajang lomba Debat Hipotex R 2018.

Kompetisi ini merupakan event yang digelar Himpunan Profesi Departemen Ilmu Ekonomi (Hipotesa) IPB September lalu. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi dan kompetisi akhirnya delegasi IPB berhasil meraih juara tiga dalam perlombaan ini.

Tim ini terdiri dari tiga mahasiswa yang berbeda jurusannya yaitu Habibul Fuadi Hanif (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem), Ilhamda El Zuhri (Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat), dan Futiha Hikmatul Husna (Departemen Biokimia).

Kompetisi ini merupakan ajang tahunan yang cukup bergengsi dan sangat diminati oleh mahasiswa di Indonesia.

Ketiga delegasi IPB tersebut memang bukan dari bidang ekonomi, sehingga

perlu persiapan belajar materi-materi terkait ekonomi nasional, global dan ekonomi pembangunan. Untuk meraih juara dalam kompetisi debat ini,

ketiganya harus bersaing dengan tim-tim dari perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Kompetisi debat ini cukup ketat. Sebelum lolos memasuki tahap debat, pendaftar diwajibkan memberikan solusi kritis terhadap studi kasus dan permasalahan ekonomi.

Selanjutnya dipilih delapan besar tim yang berhak mengikuti lomba debat.

 

Dimulai dari babak penyisihan hingga ke semifinal, mereka dihadapkan pada tim-tim yang lolos delapan besar. Kebanyakan peserta lomba debat ini merupakan mahasiswa jurusan bisnis ataupun marketing.

“Kami sangat antusias dalam mengikuti kompetisi ini. Sebelum ke tahap debat, setiap tim pendaftar diharuskan menyelesaikan soal terkait isu ekonomi, ekonomi pembangunan hingga ekonomi global yaitu ekspor dan impor. Senang sekali ketika tim kami lolos ke delapan besar dan Alhamdulillah bisa meraih juara,” ujar Habibul delegasi IPB dalam lomba tersebut.

Menyuarakan argumen dan solusi di perlombaan ini tentunya menjadi

tantangan tersendiri bagi mereka bertiga. Ilhamda atau akrab dipanggil Iin juga menambahkan bahwa kompetisi perdebatan ini sangat menarik, di babak awal kami berhasil mengalahkan tim dari Universitas Indonesia, selanjutnya di babak kedua tim IPB berhasil menang melawan tim dari Universitas Airlangga B, namun di babak ketiga kami kalah oleh tim Universitas Airlangga B, akhirnya kami memboyong pulang juara ketiga.

Setelah bertanding dari babak penyisihan hingga ke semi final, akhirnya tim Agricriticle IPB berhasil meraih juara ketiga dalam perlombaan ini. Untuk juara pertama diraih oleh Universitas Indonesia dan juara kedua diraih oleh tim B Universitas Airlangga.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Ciri Perencanaan Emansipatory

Ciri Perencanaan Emansipatory

Ciri Perencanaan Emansipatory

Ciri Perencanaan Emansipatory
Ciri Perencanaan Emansipatory

– Kesempatan diberikan sama pada setiap stakeholders didalam proses perencanaan.

– Meskipun memiliki kesempatan yang sama, hasil yang diperoleh untuk masing-masing stakeholders harus dipandang berbeda, karena masing-masing memiliki posisi dan peran yang berbeda-beda.

– Perencanaan harus membuka kesempatan terlibat yang sama, tetapi tetap menempatkan setiap stakeholders pada posisi, peran dan fungsinya masing-masing dalam sistem proses pembangunan.

Radical Planning PLURALIST PLANNING

1. Radical Planning-Pluralistic

– Perencanaan radikal mengedepankan setiap topik, kasus, dan tema permasalahan dalam posisi untuk mendapatkan perhatian yang sama dan seimbang.

– Mengingat permasalahan perencanaan dalam kehidupan masyarakat amat kompleks dan bermacam-macam, maka pendekatan perencanaan radikal cenderung pluralistik.

– Pendekatan perencanaan radikal tidak berupaya untuk mencari kesamaan dan kesepakatan dari adanya keanekaragaman, tetapi mempertahankan kenekaragaman dan perbedaan tersebut untuk meningkatkan sifat kesamaan pentingnya setiap akar permasalahan.

2. Ciri Perencanaan Pluralis
(Jordan, 1990)

– Kekuasaan dikelompok-kelompokan (fragmented) dan didesentralisasikan di dalam masyarakat.

– Pengembangan akses tidak sama terhadap setiap kelompok, disesuaikan dengan fungsi dan peran masing-masing.

– Penyebaran kekuasan kedalam masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan (desirable).

– Penyebaran kekuasaan disesuaikan dengan kebijakan sektoral untuk menyesuaikan kondisi dengan hasil yang diharapkan dari masing-masing sektor.

– Penerapan penyebaran pluralis kekuasaan politis melalui pemilihan umum dan perwakilan di lembaga-lembaga parlemen.

– Dunia pluralis yang ideal adalah terjadinya interaksi antar kepentingan yang menghasilkan kompetensi ide dan legitmasi untuk menngeluarkan hasil yang sesuai.

– Stakeholders didalam dunia perencanaan bersistem pluralis dibatasi oleh proses perencanaan dalam ketidakpastikan dan proses tawar menawar didalam interaksi kepentingan tersebut.

Sumber : https://downloadapk.co.id/