15 Siswa Pakai Surat Keterangan Domisili yang Diakali Akhirnya Diampuni

15 Siswa Pakai Surat Keterangan Domisili yang Diakali Akhirnya Diampuni

15 Siswa Pakai Surat Keterangan Domisili yang Diakali Akhirnya Diampuni

Persoalan PPDB di SMPN 1 Ponorogo yang terbukti diakali oleh sebagian orangtua pada Selasa (16/7/2019) resmi berakhir. Itu setelah hasil forum rapat dengar pendapat (RDP) memutuskan untuk mengampuni pelanggaran tersebut.

“Ada 15 siswa yang terbukti menggunakan surat keterangan domisili aspal (asli tapi palsu) akhirnya kami ampuni. Bagaimanapun juga mereka harus kita selamatkan karena proses penerimaan sudah berjalan,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Moh Ubahil Islam, usai RDP dengan Dindik dan pihak SMPN 1 Ponorogo.

Keputusan untuk memutus polemik itu, kata Ubahil juga mempertimbangkan

banyak hal. Terutama nasib para siswa yang sudah telanjur diterima di SMPN 1 Ponorogo. Forum menilai kesalahan sebenarnya ditunjukkan ke orangtua. Mereka terkesan memaksakan anaknya masuk ke sekolah yang dipandang favorit di masyarakat Ponorogo.
Baca Juga:

Sistem Zonasi, SMAN Pinggiran di Ponorogo Sulit Penuhi Pagu
Ini Penjelasan Regulasi PPDB SMP di Surabaya
Siswa Luar Kabupaten Serbu PPDB di Jombang
Ratusan Massa di Surabaya Desak PPDB Ulang
Walikota: Kota Mojokerto Siap PPDB Online 2019

“Jadi upaya pembinaannya kepada orangtua. Kami minta pihak sekolah untuk

mengumpulkan lagi wali murid guna diberi pemahaman terkait aturan PPDB yang baik dan benar,” katanya.

Ubahil mengungkapkan kesalahan PPDB tahun ini jangan sampai terulang kembali pada tahun depan. Makanya, komisi D meminta Dinas Pendidikan Ponorogo kedepan bisa menerapkan aturan PPDB yang jelas dan tegas.

Komisi D juga meminta kepada dindik untuk melakukan evaluasi menyeluruh

terkait PPDB tahun ajaran 2019/2020 ini. Supaya kesalahan serupa tidak terulang kembail, Ubahil dan kolega meminta kepada dindik untuk kelak dapat menerapkan aturan PPDB yang jelas dan tegas. “Kami ingin Dindik mengevaluasi PPDB tahun ini. Supaya kedepan hal serupa tak terulang, mereka harus giat sosialisasi ke semua kalangan termasuk ke pemdes maupun kelurahan,” pungkasnya.(

 

Baca Juga :