5 Sarana dan Prasarana Pendidikan Bani Umayyah

5 Sarana dan Prasarana Pendidikan Bani Umayyah

5 Sarana dan Prasarana Pendidikan Bani Umayyah
5 Sarana dan Prasarana Pendidikan Bani Umayyah

Masjid

Semenjak berdirinya di zaman nabi muhammad saw masjid telah menjadi pusat kegiatan dan informasi berbagai masalah kehidupa kaum muslimin. Ia menjadi tempat bermusyawarah, tempat mengadili perkara, tempat menyampaikan penerangan agama dan informasi lainnya dan tempat menyelenggarakan pendidikan, baik bagi anak – anak maupun orang dewasa. Kemudian pada masa khalifah bani umayyah berkembang fungsinya sebagai tempat pengembangan ilmu pengetahuan, terutama yang bersifat keagamaan. Para ulama banyak mengajarkan ilmunya di masjid.

Peranan masjid sebagai pusat pendidikan dan pengajaran senantiasa terbuka lebar bagi setiap orang yang merasa dirinya cakap dan mampu untuk memberikan dan mengajarkan ilmunya kepada orang yang haus akan ilmu pengeta huan. Setelah pelajaran anak–anak di khuttab berakhir, mereka melanjutkan pendidikannya ketingkat menengah yang dilakukan di masjid.

Dalam masjid terdapat dua tingkatan sekolah : tingkat menengah dan tingkat perguruan tinggi. Pelajaran yang diberikan dalam tingkat menengah dilakukan secara perorangan. Sedang pada tingkat perguruan tinggi di lakukan secara halaqah, murid duduk bersama mengelilingi gurunya yang memberikan pelajaran kepada mereka.

Di tingkat menengah diberikan mata pelajaran alquran dan tafsirnya , hadits dan fiqih. Sedang pada tingkat perguruan tinggi di berikan pelajaran tafsir, hadist, fiqih dan syariat islam. Pendidikan dalam masjid ini memberlakukan prinsip – prinsip pesamaan kesempatan kepada setiap muslim yang hendak menuntut ilmu pengetahuan tanpa membeda – bedakan status sosial ekonomi murid.

khan

Khan berfungsi sebagai asrama untuk murid-murid dari luar kota yang hendak belajar hukum islam pada suatu masjid, seperti khan yang dibangun oleh di’lij ibn ahmad ibn di’lij di suwaiqat ghalib dekat makam suraij. Disamping fungsi itu, khan juga digunakan sebagai sarana untuk belajar privat.

Baca Juga: Rukun Iman

Badi’ah

Secara harfiah badiah artinya dusun badui di padang sahara yang di dalam terdapat padang sahara yang didalam terdapat bahasa arab yang masih fasih dan murni sesuai dengan kaidah bahasa arab. Lembaga pendidikan ini muncul seiring dengan kebijakan pemerintahan bani umayyah untuk melakukan program arabisasi yang digagas oleh khalifah abdul malik ibn marwan. Akibat dari arabisasi ini maka muncullah ilmu qawaid dan cabang ilmu lainnya mempelajari bahasa arab. Melaui pendidikan di badiah ini,maka bahasa arab dapat sampai ke irak, syiria, mesir, lebanon, tunisia, al-jazair, maroko, di samping saudi arabia, yaman, emirat arab,dan sekitarnya. Dengan demikian banyak para penguasa yang mengirim anaknya untuk belajar bahasa arab ke badiah.

Sedangkan madrasah-madrasah yang ada pada masa bani umayyah adalah sebagai berikut:

A. Madrasah mekkah: guru pertama yang mengajar di makkah, sesudah penduduk mekkah takluk, ialah mu’az bin jabal. Ialah yang mengajarkan al qur’an dan mana yang halal dan haram dalam islam.

B. Madrasah madinah: madrasah madinah lebih termasyur dan lebih dalam ilmunya, karena di sanalah tempat tinggal sahabat-sahabat nabi. Berarti disana banyak terdapat ulama-ulama terkemuka.

C. Madrasah basrah: ulama sahabat yang termasyur di basrah ialah abu musa al-asy’ari dan anas bin malik. Abu musa al-asy’ari adalah ahli fiqih dan ahli hadist, serta ahli al qur’an. Sedangkan abas bin malik termasyhur dalam ilmu hadis.

D. Madrasah kufah: madrasah ibnu mas’ud di kufah melahirkan enam orang ulama besar, yaitu: ‘alqamah, al-aswad, masroq, ‘ubaidah, al-haris bin qais dan ‘amr bin syurahbil.

E. Madrasah damsyik (syam): setelah negeri syam (syria) menjadi sebagian negara islam dan penduduknya banyak memeluk agama islam. Maka negeri syam menjadi perhatian para khilafah. Madrasah itu melahirkan imam penduduk syam, yaitu abdurrahman al-auza’iy yang sederajat ilmunya dengan imam malik dan abu-hanafiah.

F. Madrasah fistat (mesir): setelah mesir menjadi negara islam ia menjadi pusat ilmu-ilmu agama. Ulama yang mula-mula madrasah madrasah di mesir ialah abdullah bin ‘amr bin al-‘as, yaitu di fisfat (mesir lama).

Rencana pembelajaran tingkat menengah
Pada umumnya rencana pembelajaran tersebut meliputi mata pelajaran – mata pelajaran yang bersifat umum, sebagai berikut :

A. Alquran
B. Bahasa arab dan kesusastraan- nya.
C. Fiqih
D. Tafsir
E. Hadits
F. Nahwu atau shorof atau balaghah.
G. Ilmu – ilmu pasti
H. Mantiq
I. Ilmu falaq
J. Tarikh ( sejarah )
K. Ilmu – ilmu alam.
L. Kedokteran
M. Musik

Rencana pembelajaran pada pendidikan tinggi

Pada umumnya rencana pembelajaran pada perguruan tinggi islam, dibagi menjadi dua jurusan, yaitu :

a. Jurusan ilmu – ilmu agama dan bahasa serta sastra arab, yang juga disebut sebagai ilmu – ilmu naqliyah, yang meliputi :

1). Tafsir al quran
2.) Hadits
3.) Fiqih dan ushul fiqih
4.) Nahwu atau sharaf
5) balaghah
6.) Bahasa arab dan kesusastraannya.

b. Jurusan ilmu – ilmu umum, yang disebut sebagai ilmu aqliyah meliputi:

1) mantiq
2) ilmu alam dan kimia
3) musik
4) ilmu pasti
5) ilmu ukur
6) ilmu falak
7) ilmu ilahiyah ( ketuhanan )
8) ilmu hewan dan tumbuhan
9) Ilmu kedokteran