Administrasi Negara
Posted in: Pendidikan

Administrasi Negara

Administrasi Negara

Administrasi Negara

Bertambah luasnya daerah di bawah kekuasaan Islam membuat Umar berfikir bagaimana cara mengelola dan mengatur roda pemerintahan yang berada di bawah kekuasaannya.

Maka selanjutnya Umar bin Khattab membuat terobosan dengan melahirkan inovasi-inovasi dalam mengelola pemerintahannya. Dalam berbagai riwayat, Umar ditampilkan sebagai sosok yang mampu mengatasi persoalan-persoalan administrasi di wilayah yang baru. [7] Diantara inovasi yang beliau lakukan adalah dalam hal pengadministrasian negara; contoh inovasi-inovasi yang beliau lakukan adalah sebagai berikut :

  1. Menyatukan dan mengorganisir orang-orang Arab yang telah masuk Islam ke dalam sebuah wadah persemakmuran agama-militer, di mana para anggotanya adalah kaum muslimin, karena bagi mereka yang non muslim tidak bisa menjadi tentara perang.
  2. Umar berasumsi bahwa tidak ada agama lain di semenanjung Arab yang dilindungi selain Islam, maka Umar mengusir orang-orang Yahudi Khaibar yang tinggal di Jericho dan tempat-tempat lainnya; serta orang-orang Kristen Najran yang melarikan diri ke Suriah dan Irak.
  3. Orang Dzimmi, penduduk wilayah taklukkan akan mendapat perlindungan dari penguasa muslim dan tidak diwajibkan militer, karena Islam melarang orang non muslim menjadi angkatan perang.
  4. Berkaitan dengan masalah perpajakan yang berada di daerah taklukkan wajib membayar pajak; sementara mereka yang masuk Islam tidak dibebankan untuk membayar pajak tapi diganti dengan kewajiban membayar zakat.
  5. Ghanimah menurut Umar adalah berupa harta bergerak dan tawanan perang; sementara tanah dan mata uang dipandang sebagai fay dan menjadi hak komunitas Islam secara keseluruhan.
  6. Adanya sensus penduduk yang merupakan sensus pertama yang terjadi dalam sejarah perjalanan umat. Sensus ini dilakukan untuk membagikan pendapatan negara. Dalam hal pembagian harta negara tersebut, Umar membaginya menjadi tga golongan, yaitu :

  [6] Dr.Badri Yatim, M.A, Sejarah Peradaban Islam, PT: Gravindo Persada : 2003, hlm 95

  [7] Prof. Dr. Hj. Musyrifah Sunanto,sejarah islam klasik, Jakarta Timur, Penada Media:2003, hlm 119

6

   Aisyah sebagai bagian dari ahlu al-bait mendapat jatah pendapatan sebesar rata-rata 12.000 dirham/tahun.

                    Kaum Muhajirin dan Anshar mendapat rata-rata 4000-5000 dirham/tahun

   Tentara prajurit arab besaran pembagian pembagian harta negara berdasar pada aktif dan sumbangsih orang tersebut besaran tanggungannya berkisar antara 500-600 dirham/tahun

   Wanita, anak-anak bahkan klien, besaran tanggungan adalah 200-600  dirham/tahun.

  1. Membentuk Angkatan Perang Islam

Pembentukan tentara perang pada masa Umar bin Khattab lebih tertata rapih. Tentara perang adalah orang muslim dari semua suku dan bangsa. Pasukan perang dipimpin oleh seorang komandan dan panglima tertinggi (amǐr) adalah khalifah yang berada di Madinah yang memberikan otoritas kepada para jendral.

Pada masa khalifah Umar ini, strategi-strategi perang telah ditanamkan kepada kaum muslimin. Salah satunya adalah dengan menempatkan pasukan utama yang diapit oleh dua pasukan sayap yang terdiri dari pasukan panah dan tombak; begitu juga dengan menempatkan regu cadangan pada tempat-tempat yang strategis.

Yang tidak kalah penting berkaitan dengan masalah peperangan ini adalah dengan aturan baru tentang masalah harta rampasan perang atau ghanimah. Kalau dulu ghanimah dibagikan secara merata kepada seluruh pasukan perang, namun pada saat Umar harta rampasan yang boleh dibagikan itu hanyalah berupa harta bergerak dan tahanan perang; sementara harta rampasan perang berupa tanah dan mata uang menjadi hak seluruh komunitas muslim. Juga adanya pengenalan istilah penggajian untuk para pasukan perang.

sumber
https://koruptorindonesia.co.id/led-control-apk/