Ahli Parenting: Hari Keluarga Nasional untuk Siapa?

Ahli Parenting: Hari Keluarga Nasional untuk Siapa?

Ahli Parenting Hari Keluarga Nasional untuk Siapa

Belum lama ini, pada 29 Juni ditetapkan sebagai hari Keluarga Nasional (Harganas). Penetapan ini dikuatkan  dengan Keppres no.39 tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional.

Dalam Keppres tersebut dinyatakan bahwa penetapan Harganas dengan  pertimbangan : bahwa dalam rangka mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera, perlu meningkatkan peran keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan dan kesejahteraan bangsa. Dalam upaya terus menerus meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.

Dikatakan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Generasi, Ena Nurjanah dalam siaran persnya, saat ini Harganas memasuki  tahun ke dua puluh enam. Namun Harganas belum  dikenali oleh masyarakat secara luas. Sehingga hanya kalangan tertentu saja yang sibuk dengan peringatan Harganas. Peringatan Harganas seolah-olah hanya menjadi agenda  rutin bagi BKKBN .

“Makna keluarga  sesungguhnya begitu besar bagi setiap orang, baik anak-

anak maupun orang dewasa yang ada didalamnya. Momen Hari keluarga Nasional seharusnya menjadi  momen yang sangat  penting  bagi setiap orang dan layak untuk  digaungkan secara luas,” ungkapnya.

Keluarga adalah wadah utama  dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Namun, dalam perkembangan zaman makna dan fungsi keluarga terus mengalami ujian. Keharmonisan fungsi keluarga  saat ini juga mulai tergerus oleh kemajuan perkembangan zaman.

“Institusi keluarga terus  diuji dengan kemajuan peradaban. Keberadaan

keluarga terus didesak  untuk menyesuaikan diri dengan  kemajuan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Menurut Ena, anak merupakan bagian  dari sebuah keluarga. Dan anak adalah anggota keluarga yang paling rentan . Rentan terhadap berbagai paparan yang datang dari luar dirinya, terlebih dari luar institusi keluarga.  Dengan demikian, sebuah keharusan bagi para orangtua untuk  memiliki kesadaran penuh terhadap berbagai  ancaman kemajuan teknologi  maupun perkembangan zaman lainnya terhadap anak.

“Banyaknya masalah kenakalan  anak, penyimpangan maupun  perbuatan

melawan hukum yang dilakukan oleh anak mulai dari tindakan kriminal hingga perbuatan amoral sesungguh juga sangat dipengaruhi oleh ketahanan keluarga yang dimilikinya.”

 

Sumber :

https://connect.barton.edu/ICS/Academics/BUS/CIS_PLA/Special_Courses-CIS_PLA-CIS_1/Blog_1.jnz?portlet=Blog_1&screen=View+Post&screenType=next&Id=66dee9a0-de10-48a4-b22c-5480945b5945