Aksi Saling Klaim Bentuk Penggiringan Opini

Aksi Saling Klaim Bentuk Penggiringan Opini

Aksi Saling Klaim Bentuk Penggiringan Opini

Aksi saling klaim kemanangan antara pasangan calon (paslon) di pemilihan

bupati (pilbup) dan wakil bupati Bogor 2018 dianggap sesuatu yang wajar. Terlebih, dengan selisih persentase perolehan suara yang sangat kecil.

Pengamat Politik Yusfitriadi mengatakan, ada never faktor yang menyebabkan terjadinya aksi saling klaim. Pertama, masing-masing paslon memiliki lembaga survei yang dijadikan rujukan kemenangan.

“Saya melihat fenomena saling klaim kemenangan sesuatu hal yang sangat

wajar, apalagi dengan selisih prosentase suara yang sangat kecil,” kata lelaki yang akrab disapa Kang Yus.

Selain itu, aksi saling klaim merupakan upaya membangun opini yang masif dalam mendorong kemenangan bagi kader dan pendukung di bawah. Selanjutnya, aksi saling klaim ini juga bisa menjadi pembenaran untuk modal paslon melakukan gugatan setelah ada hasil resmi dari KPU.

“Nanti setelah ada keputusan pleno, opini klaim ini akan dijadikan sebuah

pembenaran untuk modal memnggugat hasil pemilu ke lembaga penegak hukum pemilu,” pungkasnya

 

Baca Juga :