Anak dengan Gangguan Fisik Anak dengan Cerebral Palsy
Posted in: Pendidikan

Anak dengan Gangguan Fisik Anak dengan Cerebral Palsy

Anak dengan Gangguan Fisik Anak dengan Cerebral Palsy

Anak dengan Gangguan Fisik Anak dengan Cerebral Palsy

Pada masa perkembangan, ada: beberapa gangguan fisik yang cukup serius sehingga perlu diperhatikan lebih lanjut. Gangguan fisik tersebut adalah Cerebral palsy yang merupakan gangguan pada kemampuan motorik karena adanya kerusakan otak serta kondisi penyakit fisik lainnya yang umum ditemui pada masa perkembangan anak.

  1. Batasan cerebral palsy

Menurut Martin (dalam Hallahan, Kauffman & Pullen, 2009), cerebral palsy adalah gangguan pada gerakan dan postur tubuh yang disebabkan oleh kerusakan otak yang dapat terjadi pada saat proses kelahiran maupun saat anak berada pada usia tertentu (setelah lahir). Kerusakan otak yang terjadi menyebabkan otak tidak mampu mengendalikan otot tubuh dengan baik. Karena kerusakan otak ini maka anak yang mengalami cerebral palsy mengalami kesulitan dalam kemampuan motorik dasar seperti merangkak, duduk tegak tanpa dibantu atau berjalan.

Untuk tujuan praktis, cerebral palsy dapat dianggap sebagai suatu sindroma yang termasuk di dalamnya adalah adanya disfungsi motorik, disfungsi psikologis, kejang, dan gangguan psikologis maupun perilaku yang disebabkan oleh kerusakan otak (Pellegrino dalam Hallahan, Kauffman & Pullen, 2009). Kondisi cerebral palsy ini juga meliputi adanya kelumpuhan, tubuh atau otot yang lemah, koordinasi motorik yang kurang baik dan/atau disfungsi motorik lain karena kerusakan otak yang terjadi saat perkembangan otak belum mencapai kematangan.

Cerebral palsy sendiri dapat disebabkan oleh beragam hal (Hallahan, Kauffman & Pullen, 2009). Kerusakan otak yang menyebabkan cerebral palsy dapat terjadi pada masa kehamilan, saat proses kelahiran atau pada masa perkembangan anak. Secara umum, kondisi yang menyebabkan kurangnya pasokan oksigen ke otak, keracunan, pendarahan otak atau trauma pada otak dapat menyebabkan cerebral palsy.

  1. Tipe-Tipe Cerebral Palsy

Penggolongan tipe cerebral palsy biasanya dikaitkan dengan anggota gerak yang mengalami masalah dan jenis hendaya motorik. Pada tipe cerebral palsy yang berkaitan dengan anggota gerak tubuh yaitu kaki dan tangan, penggolongannya adalah sebagai berikut (Hallahan, Kauffman & Pullen, 2009; www.cerebralpalsy.org.au):

  1. Quadriplegia: gangguan terjadi pada keempat anggota gerak tubuh yaitu kedua belah kaki dan tangan.
  2. Paraplegia: gangguan terjadi pada kedua belah kaki
  3. Diplegia: gangguan terjadi terutama pada anggota tubuh bagian bawah yaitu kedua belah kaki namun tangan juga tidak dapat berfungsi dengan cukup baik
  4. Hemiplegia: gangguan terjadi pada kaki dan tangan, namun hanya pada satu sisi tubuh saja (misalnya kaki dan tangan kiri saja)
  5. Monoplegia: gangguan terjadi hanya pada satu anggota gerak tubuh saja (misalnya hanya pada tangan kanan)

Selain berdasarkan anggota gerak tubuh yang mengalami gangguan atau kerusakan, tipe cerebral palsy juga dapat digolongkan berdasarkan tipe gerakan (Hallahan, Kauffman & Pullen, 2009; Stieler dalam Mangunsong, 2014; Berker & Yalcin, 2005; Campbell, Hoon & Johnston, 2008; www.cerebralpalsv.Qra;), yaitu:

  1. Spasticity
  2. Athethosis.
  3. Ataxia.
  4. Atonic
  5. Kombinasi.
  1. Karakteristik anak dengan cerebral palsy

Cerebral palsy dapat mempengaruhi berbagai aspek perkembangan anak, hal ini terutama terjadi karena akibat adanya kerusakan otak yang juga sering kali mempengaruhi kemampuan anak lainnya. Menurut Hallahan, Kauffman dan Pullen (2009), kerusakan otak juga dapat mempengaruhi kemampuan inderawi, fungsi kognitif dan responsivitas emosional. Masalah motorik yang merupakan gangguan utama dari kondisi cerebral palsy juga sering kali diikuti dengan beragam hambatan atau gangguan (Hallahan, Kauffman & Pullen, 2009; cerebralpalsy.org), yaitu:

  1. Gangguan pendengaran.
  2. Gangguan penglihatan dan persepsi.
  3. Gangguan wicara.
  4. Masalah emosional atau perilaku.
  5. Intellectual disability atau masalah kognitif.
  1. Strategi Penanganan Anak Dengan Cerebral Palsy

Penanganan anak dengan cerebral palsy akan sangat tergantung dari tipe, kondisi fisik dan gangguan yang dialaminya. Walaupun kondisi ini mertijuk pada gangguan motorik namun karena penyebab utamanya adalah ker^sakan otak maka masalah yang dialami anak akan sangat beragam dari koc^isi cerebral palsy yang sangat ringan hingga kondisi yang kompleks karena disertai juga dengan beragam gangguan perkembangan lain. Untuk mer>anganinya, orang tua dan guru perlu benar-benar memahami kondisi anaF dan mengetahui sejauh mana kemampuan anak seperti misalnya dalam ha| mobilitas, keseimbangan tubuh, kekuatan otot, koordinasi motorik, kerr»ampuan wicara, kemampuan sensorisnya dan aspek kemandirian yang djmiliki. Kerja sama dan komunikasi yang baik antara orang tua, guru, terapis dan dokter yang menangani anak akan sangat membantu semua pihak yang terjjbat dalam penanganan anak untuk dapat memahami kondisinya.


Baca Juga :