RUU Penyandang Disabilitas Sah Menjadi RUU Inisiatif DPR

RUU Penyandang Disabilitas Sah Menjadi RUU Inisiatif DPR

RUU Penyandang Disabilitas Sah Menjadi RUU Inisiatif DPR

RUU Penyandang Disabilitas Sah Menjadi RUU Inisiatif DPR
RUU Penyandang Disabilitas Sah Menjadi RUU Inisiatif DPR

BANDUNG-RUU Tentang Penyandang Disabilitas yang selama ini digodok di Komisi 8 DPR RI akhirnya resmi disahkan menjadi RUU inisiatif DPR dalam sidang paripurna hari Selasa 20 Oktober 2015.

Wakil Ketua Komisi 8 Ledia Hanifa Amaliah, sebagaimana rilisnya yang diterima redaksi jabarprov.go.id, Selasa (20/10), menjelaskan alasan pengajuan Undang-undang ini diantaranya adalah kenyataan bahwa selama ini para penyandang disabilitas di Indonesia masih banyak mengalami diskriminasi baik secara fisik, mental, intelektual, juga sensorik saat berinteraksi di lingkungan sosialnya.

“Selama ini di Indonesia memang telah ada Undang-undang No 4 tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat namun Komisi VIII DPR RI mengusulkan RUU tentang Penyandang Disabilitas ini untuk mengganti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat karena Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat selama ini lebih berparadigma pada soal pelayanan dan belas kasihan (charity based), sedang RUU tentang Penyandang Disabilitas berparadigma pemenuhan hak penyandang disabilitas (right based), baik hak ekonomi, politik, sosial maupun budaya,” kata Ledia

Paradigma pemenuhan hak ini menjadi selaras dengan Undang-undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD ’45), utamanya Pasal 28C ayat (1) dan (2) yang menekankan pemenuhan hak setiap warga negara, teramasuk penyandang disabilitas. Selain itu Rancangan Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas ini juga merupakan satu bentuk kewajiban negara dalam merealisasikan hak penyandang disabilitas dalam Convention on The Rights of Persons with Disabilities yang dirafitikasi melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Convention on The Rights of Persons with Disabilities (Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas).

Aleg Fraksi PKS ini memaparkan bahwa RUU Tentang Penyandang Disabilitas ini telah mengakomodir beberapa isu krusial yang selama ini menjadi masukan dari para penyandang disabilitas seperti soal kuota ketenagakerjaan, konsensi dan bab larangan serta sanksi bagi para pelanggar hak penyandang disabilitas.

Ledia mencontohkan, “Di dalam Pasal 54 ayat (1) ditegaskan bahwa

pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD wajib mempekerjakan paling sedikit 2 % (dua persen) penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja. Di dalam ayat (2) ditegaskan pula, perusahaan swasta wajib memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bekerja. Namun memang terkait dengan perusahaan swasta, Rancangan Undang Undang tentang Penyandang Disabilitas ini tidak mencantumkan kuota, karena memperhatikan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan yang sudah ada, yang telah mengatur kuota 1% bagi penyandang disabilitas untuk bekerja pada perusahaan swasta,”

Setelah menjadi RUU Inisiatif DPR maka tahap selanjutnya adalah menanti

langkah pemerintah untuk memberikan tanggapan berupa DIM (daftar inventaris masalah) sekaligus menunjuk kementrian terkait yang akan menjadi mitra pembahas

“Untuk itu kami berharap Presiden segera menerbitkan surat yang menunjuk

kementrian terkait yang akan menjadi mitra pembahas danmenyampaikan DIM pada kami. Bila presiden bersegera menindaklanjuti surat dari DPR ini ini berarti perjalanan RUU ini menjadi Undang-undang yang sangat dinanti oleh para penyandang disabilitas bisa menjadi lebih cepat terlaksana.”

 

Baca Juga :

1200 Anak-Anak Siap Ramaikan Acara We Love Bandung

1200 Anak-Anak Siap Ramaikan Acara We Love Bandung

1200 Anak-Anak Siap Ramaikan Acara We Love Bandung

1200 Anak-Anak Siap Ramaikan Acara We Love Bandung
1200 Anak-Anak Siap Ramaikan Acara We Love Bandung

BANDUNG- Dalam rangka rangkaian ulang tahun Kota Bandung yang ke 205, sejumlah kegiatan masih saja digelar oleh sejumlah kalangan, tidak terkecuali yang dilakukan oleh komunitas Askara (Apresiasi Kelompok Anak Juara), dengan menggelar acara We Love Bandung,

Ketua Panitia We Love Bandung, Anthony Suhari mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan khusus untuk anak-anak yang didalamnya terdapat berbagai acara,

“Kita mengajak anak-anak memiliki dunianya sendiri dan mengajak mereka untuk berfikir inklusif,” ujar Anthony, kepada wartawan di Tatali News, Jalan Anggrek 42, Bandung, Selasa (20/10).

Menurut Anthony, dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai

dari tanggal 23 hingga 25 Oktober di Festival Citylink ini, akan dimeriahkan dengan berbagai acara seni, panggung prestasi, wisata kota tua hingga talkshow.

“Siswa sekolah yang terlibat akan melakukan kemampuannya dalam

pagelaran angklung, perkusi, paduan suara, berbagai lomba yang berhubungan dengan anak-anak serta kuliner tradisional, dan juga akan ada talkshow bersama Athalia Ridwan Kamil,” ucapnya.

Anthony berharap, kegiatan yang rencananya dihadiri oleh sekitar 1200 siswa

mulai dari tingkat TK hingga SMA ini, bisa menjadi anak-anak yang seutuhnya.

“Menjadi anak yang seutuhnya bukan hanya juara tetapi juga dia memiliki kejujuran, unggul, antusias dan ramah serta atraktif, yang mencerminkan kepribadian anak-anak gaya Indonesia hebat,” katanya.

 

Sumber :

https://www.diigo.com/item/note/4x55f/hr3b?k=4e16c06ab16b7199b84536f3c0029686

 

Kredit Komersial OCBC NISP Lampaui Rp 10 Triliun

Kredit Komersial OCBC NISP Lampaui Rp 10 Triliun

Kredit Komersial OCBC NISP Lampaui Rp 10 Triliun

Kredit Komersial OCBC NISP Lampaui Rp 10 Triliun
Kredit Komersial OCBC NISP Lampaui Rp 10 Triliun

BANDUNG-kondisi ekonomi yang melemah bukan berarti membuat perbankan mengurangi ekspansi usaha. Seperti halnya OCBC – NISP yang terus melakukan ekspansi kredit hingga triliunan rupiah.

“Selama tahun ini, penyaluran kredit kami bertumbuh. Kenaikannya Rp 1,7

triliun. Jadi, secara total, khusus kredit komersial, termasuk sektor UKM (usaha kecil-menengah), kami menyalurkan pembiayaan senilai Rp 11 triliun,” tandas National Commercial Business Head Bank OCBC NISP, Suwardi Candra, usai Smart Financial Planning di Bandung.

Untuk Bandung, ia mengatakan, perkembangan penyaluran kredit komersial

pun tergolong positif. Di Bandung, kredit komersial bertumbuh sekitar Rp 300 miliar.

Menurutnya, terjadinya pertumbuhan tersebut tidak hanya mulai

membaiknya kondisi ekonomi nasional. Akan tetapi, sambung dia, adanya beberapa kebijakan yang menunjang terciptanya pertumbuhan. Di antaranya, jelas dia, kebijakan mengenai suku bunga perbankan.

“Turunnya suku bunga deposito mendorong suku bunga kredit pun turun. Efeknya, penyaluran pembiayaan pun meningkat,” ujarnya. jo

 

Sumber :

https://www.diigo.com/annotated/eedcbd8597483c0f4186d7ae2a83aaf6

PROPOSAL PENILITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK-AIR DAUN KATUK SEBAGAI PENGGANTI FEED ADDITIVE KOMERSIAL

PROPOSAL PENILITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK-AIR DAUN KATUK SEBAGAI PENGGANTI FEED ADDITIVE KOMERSIAL

PROPOSAL PENILITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK-AIR DAUN KATUK SEBAGAI PENGGANTI FEED ADDITIVE KOMERSIAL

PROPOSAL PENILITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK-AIR DAUN KATUK SEBAGAI PENGGANTI FEED ADDITIVE KOMERSIAL
PROPOSAL PENILITIAN PENGGUNAAN EKSTRAK-AIR DAUN KATUK SEBAGAI PENGGANTI FEED ADDITIVE KOMERSIAL

Latar Belakang

Dewasa ini industri unggas  dihadapkan kepada permasalahan untuk memproduksi daging  dan telur yang rendah kolesterol, rendah total lipid dan rendah asam lemak jenuh, tetapi kaya asam amino tertentu seperti asam aspartat, asam glutamat dan arginin (yang akhir-akhir ini dibuktikan  mempunyai peranan penting bagi terjaganya kesehatan optimal manusia), rendah tingkat kontaminasi oleh mikrobia patogen dan bebas residu senyawa kimia sintetik serta mengandung protein dan b-karotin yang tinggi. Produk daging  dan telur dengan kriteria tersebut dinamakan meat and egg designers. Permasalahannya adalah bahwa feed additive komersial yang beredar di pasar selain mengandung senyawa kimia sintetik juga tidak mampu memproduksi daging dan telur dengan kriteria tersebut di atas.

Tujuan Khusus

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

Untuk memperoleh metode ekstraksi daun katuk dengan air pada suhu yang optimal.

Membandingkan ekstrak daun katuk  sebagai feed additive dengan feed additive komersial dalam memproduksimeat and egg designer yang efisien.

Hasil penelitian ini akan dapat memberikan kontribusi sebagai berikut:

Kontribusi terhadap pembaharuan dan kemajuan ipteks:

Penelitian ini akan mengungkapkan metode ekstraksi dengan air pada suhu yang tepat. Metode ekstraksi dengan air pada suhu yang tepat diharapkan  dapat memodifikasi komposisi asam lemak, b-karotin, kolesterol, trigliserida dan protein pada daging broiler secara optimal.  Proses pembuatan ekstrak daun katuk dapat dipatenkan.

Hal lain yang akan diungkap adalah kemungkinan ekstrak-air daun katuk berperan dalam mencegah  fatty liver syndrome pada broiler.

Belum ada penelitian metabolisme lemak dan modifikasi komposisi kimia daging dan telur  terutama komposisi asam lemak, asam amino  dan b-karotin daging dan telur oleh ekstrak daun katuk.

Keunggulan untuk memecahkan masalah pembangunan

Penelitian ini dapat memecahkan 3 masalah utama dalam pembangunan yaitu:

Penggunaan  ekstrak-air daun katuk dapat menggantikan feed additive komersial dan memberikan efisiensi produksi yang lebih baik. Hal ini sangat membantu dalam pengembangan usaha peternakan broiler dan petelur dan peningkatan pendapatan peternak.

Memproduksi meat  designer  yaitu daging dan telur dengan kriteria rendah kolesterol, trigliserida, asam lemak jenuh,  bebas residu senyawa kimia sintetis dan tinggi kadar protein dan b-karotinnya. Produk hasil penelitian ini sangat mendukung program pemerintah dalam penyediaan bahan pangan yang bergizi tinggi dan aman dikonsumsi. Produkmeat designer dapat dipatenkan.

  • Memberikan sumbangan bagi kemajuan ipteks:
  • Memberi sumbangan pengetahuan berupa komposisi asam lemak, asam amino, b-karotin dalam ekstrak-air dari daun katuk.
  • Teknologi ekstraksi daun katuk dengan air pada suhu yang optimal.
  • Pengembangan teknologi meat and egg designer.

Urgensi (Keutamaan) Penelitian

 Kesulitan untuk memproduksi meat and egg designer  tersebut dapat diatasi oleh penggunaan ekstrak daun katuk sebagai pengganti feed additive komersial. Hal ini dikarenakan daun katuk banyak mengandung senyawa aktif yang dapat berperan sebagai feed additive. Daun katuk mengandung 6 senyawa utama yaitu monomethyl succinate dan cis-2-methyl cyclopentanol asetat, asam benzoat, asam fenil malonat, 2-pyrolidinon dan methyl pyroglutamate (Agustal et al., 1997). Methyl pyroglutamate jika dikonsumsi oleh unggas kemungkinan dapat meningkatkan sintesis asam amino dan meningkatkan sintesis protein. Glutamate merupakan senyawa antara dalam sintesis protein.

Baca Juga : 

JENIS KARANGAN

JENIS KARANGAN

JENIS KARANGAN

JENIS KARANGAN
JENIS KARANGAN

JENIS KARANGAN

1. NARASI:
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.

Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Contoh narasi yang berupa fiksi: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana: awal – tengah – akhir Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

Contoh narasi berisi fakta:

Ir. Soekarno
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang

Contoh narasi fiksi:

Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

Langkah menyusun narasi (fiksi)

Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.

2. DESKRIPSI
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.

Contoh deskripsi berisi fakta:

Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.
Contoh deskripsi berupa fiksi:

Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.

Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani Suasa pelaksanaan Promosi Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional Keadaan ruang praktik Keadaan daerah yang dilanda bencana
Langkah menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan Tentukan tujuan Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan Kembangkan kerangka menjadi deskripsi

3. EKSPOSISI:
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.

Contoh:
Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.

Topik yang tepat untuk eksposisi, antara lain:

•    Manfaat kegiatan ekstrakurikuler
•    Peranan majalah dinding di sekolah -Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.
Catatan: Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

Contoh paparan proses:
Cara mencangkok tanaman:
1.    Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
2.    Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
3.    Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.
Langkah menyusun eksposisi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

4. ARGUMENTASI:
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.

Contoh:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Tema/ topik yang tepat untuk argumentasi, misalnya: Disiplin kunci sukses berwirausaha, Teknologi komunikasi harus segera dikuasai, Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial.
Langkah menyusun argumentasi : Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi

5. PERSUASI:
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Contoh persuasi:
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.
Topik/ tema yang tepat untuk persuasi, misalnya: Katakan tidak pada NARKOBA, Hemat energi demi generasi mendatang, Hutan sahabat kita, Hidup sehat tanpa rokok, Membaca memperluas cakrawala.
Langkah menyusun persuasi:
1.    Menentukan topik/ tema
2.    Merumuskan tujuan
3.    Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4.    Menyusun kerangka karangan
5.    Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi

Sumber : https://www.theodysseyonline.com/froyo-shop-worker

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF
PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

Kalimat adalah

satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran. Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.


Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian edektif dalam kalimat adalah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.


Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa:

1.Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu: 2007)
2.Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan: 2001)
3.Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
4.Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)
Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kata kunci dari definisi kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
 

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Syarat-sayarat :

1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.

Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.

Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).

2. KESEJAJARAN

Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.

Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Kalimat itu harus diubah :

1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

3. KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.

Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.

Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:

Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

4. PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh :

1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.

Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?
• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.

Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :

1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.

5. KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan. 
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

Contoh kalimat efektif :

1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.

Sumber : http://scalar.usc.edu/works/service/what-type-of-blog-post-do-the-websites-covers

Siswa Harus Paham Menjaga Lingkungan

Siswa Harus Paham Menjaga Lingkungan

Siswa Harus Paham Menjaga Lingkungan

Siswa Harus Paham Menjaga Lingkungan
Siswa Harus Paham Menjaga Lingkungan

PADALARANG- Produksi sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga maupun kegiatan aktivitas masyarakat baik yang berada di pasar-pasar maupun perkantoran, hingga saat ini masih cukup besar.

Kondisi ini terjadi karena sebagian besar masyarakat masih banyak yang kurang memahami akan perlunya mengelola kembali sampah yang kita buang, sehingga semua sampah yang seharusnya bisa di daur ulang kembali, dibuang percuma.

Hal inilah yang kemudian dilakukan oleh para siswa dan siswa Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Damian, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Para siswa sejak dini diberi pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan,

salah satunya tentang bercocok tanam, mengelola sampah melalui konsep 3R serta membuat lubang biopori di lingkungan sekolah mereka.

Akhmal Shiddiq Suhendar mengatakan,  para siswa mendapat pelajaran tentang bagaimana menjaga lingkungan yang sehat, baik melalui teori maupun praktek langsung.

“Kita mencoba menanam tanaman dengan menggunakan pupuk organik,

dimana pupuk yang kita buat berasal dari tanaman yang ada di lingkungan sekolah,” kata Akhmal, kepada Jumat (22/04)

Menurut Akhmal, para siswa juga diajak untuk menjaga lingkungan, baik lingkungan di sekolah, di rumah maupun lingkungan yang lebih luas.

“Untuk menjaga ketersediaan air tanah, kita mencoba membuat resapan air,

kita juga buat lubang biopori selain berfungsi untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus juga untuk memudahkan air masuk ke dalam tanah,” tuturnya. (Parno)

 

Baca Juga :

Pindad dan Jerman Sepakati Kerjasama

Pindad dan Jerman Sepakati Kerjasama

Pindad dan Jerman Sepakati Kerjasama

Pindad dan Jerman Sepakati Kerjasama
Pindad dan Jerman Sepakati Kerjasama

BANDUNG-PT Pindad (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor industri pertahanan dan keamanan, menyepakati Nota Kesepahaman dengan perusahaan supplier fuze asal Jerman, Junghans Defence.

Dalam siaran persnya, dua institusi ini akan melakukan sinergi di bidang sistem

fuze amunisi beberapa produk amunisi, antara lain mortar, artileri, tank, roket, dan amunisi angkatan laut.

Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim menyebutkan Penandatanganan Nota

Kesepahaman ini menjadi bagian dari agenda kegiatan Presiden Jokowi di acara Forum Bisnis Indonesia Jerman di Berlin, 18 April 2016 lalu.

“Pindad merupakan salah satu BUMN yang mendampingi kunjungan kerja Presiden Jokowi ke negaranegara di Eropa,” ujarnya.

 

Ia menambahkan Pindad dan Junghans Defence telah sepakat melakukan

sinergi di bidang solusi sistem fuze untuk mortar, artileri, tank, roket, dan amunisi angkatan laut yang akan dimulai tahun ini dengan investasi awal USD 5 juta dan di masa depan bisa mencapai USD 20 juta.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148437039/struktur-kulit-dan-fungsinya/

Manfaatkan Transaksi Non Tunai

Manfaatkan Transaksi Non Tunai

Manfaatkan Transaksi Non Tunai

Manfaatkan Transaksi Non Tunai
Manfaatkan Transaksi Non Tunai

BANDUNG- DPR RI menghimbau kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan transaksi non tunai dan layanan keuangan digital, dalam setiap kegiatan jual beli.

Anggota Komisi XI DPR RI, Kardaya Warnika mengatakan, ada banyak

keuntungan jika kita menggunakan transasi non tunai maupun layanan keuangan digital dalam setiap kegiatan jual beli.

“Keuntungan jika kita transaksi non tunai, diantaranya mengurangi pencetakan uang, duit itu mahal kalau biayanya mencetaknya, terhindar dari pemalsuan uang mengurangi pemalsuan uang dan praktis serta bisa dikontrol,” ucapnya.

Kardaya menyatakan, perlunya sosialissi secara kontinyu kepada masyarakat

terkait penggunaan transaksi non tunai dan layanan keuangan digital, karena cara ini masih relatif rendah dilakukan oleh masyarakat di Indonesia.

“Kita di Indonesia masih sedikit yang menggunakan transaksi non tunai, baru mencapai 20 % jari total jumlah penduduk,” kata Kardaya, kepada  akhir pekan kemarin.

Menurut Kardaya, perlunya pemberian pemahaman dan edukasi kepada

masyarakat secara luas tentang pembayaran non tunai dan layanan keuangan digital.

“Saat ini kita memasuki globalisasi dengan pasar bebasnya yang tentunya dalam transaksi pembayaran sudah jarang dilakukan secara tunai,” tuturnya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436801/klasifikasi-tumbuhan-paku/

Menelusuri Sejarah Munculnya Ilmu Tajwid

Menelusuri Sejarah Munculnya Ilmu Tajwid

Menelusuri Sejarah Munculnya Ilmu Tajwid

Menelusuri Sejarah Munculnya Ilmu Tajwid
Menelusuri Sejarah Munculnya Ilmu Tajwid

Kapan Ilmu Tajwid Mulai Ada ? Pertanyaan inilah yang akan menjadi topik pembahasan kita kali ini. Kumpulan Sejarah akan mengulas dan menelusuri hal yang terkait dengan sejarah munculnya ilmu tajwid yang dirangkum dari beberapa sumber yang dapat dipercaya. Untuk itu mari simak informasi selengkapnya dibawah ini.

Menelusuri Sejarah Munculnya Ilmu Tajwid

Jika ditanyakan kapan asal mula ilmu Tajwid, maka pada dasarnya ilmu tajwid ini sudah ada sejak Al-Quran diturunkan kepada Baginda Rasulullah SAW. Ini karena Rasulullah SAW sendiri diperintahkan untuk membaca al-Quran dengan tajwid dan tartil seperti yang disebut dalam

وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا

“Bacalah al-Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan)”. (QS. Al-Muzammil 73 : 4)

Kemudian Rasulullah SAW mengajar ayat-ayat tersebut kepada para sahabat dengan bacaan yang tartil. Para sahabat menguasai semua itu seperti yang telah di ajarkan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Diantaranya seperti Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit dan lain sebagainya.

Semua ini menunjukkan bahwa pembacaan al-Quran bukanlah suatu ilmu hasil dari ijtihad (fatwa) para ulama yang di olah berdasarkan dalil-dalil dari al-Quran dan Sunnah, tetapi pembacaan al-Quran adalah suatu yang taufiqi (diambil terus) melalui riwayat dari sumbernya yang asal yaitu sebutan dan bacaan Rasulullah SAW.

Akan tetapi bagaimanapun, yang dianggap sebagai penulisan ilmu tajwid yang paling awal adalah ketika adanya kesadaran akan perlunya mushaf Utsmaniah yang ditulis oleh Sayyidina Utsman diberikan titik-titik pada huruf-hurufnya, kemudian baris-baris bagi setiap huruf dan pelafalannya. Gerakan ini diketuai oleh Abu Aswad Ad-Duali dan Al-Khalil bin Ahmad Al-Farahidi, dimana ketika itu Khalifah umat Islam memiliki tugas  besar untuk hal ini disaat umat Islam mulai ada yang melakukan kekeliruan didalam bacaan.

Itu karena ketika masa Sayyidina Ustman, belum diberi titik-titik maupun harakat, sebab bertujuan memberi keleluasaan kepada para sahabat dan tabi’in pada masa itu untuk membacanya sebagaimana yang mereka telah ambil dari Rasulullah SAW, berdasarkan dengan dialek bangsa Arab yang beraneka ragam.

Tetapi setelah berkembang luasnya agama Islam ke seluruh tanah Arab serta takluknya Roma dan Persia ke tangan umat Islam pada tahun pertama dan kedua Hijrah, bahasa Arab mulai bercampur dengan bahasa penduduk-penduduk yang ditaklukkan umat Islam. Ini telah menyebabkan terjadinya beberapa kekeliruan didalam penggunaan bahasa Arab dan demikian juga dengan pembacaan al-Quran. Maka, al-Quran Mushaf Utsmaniah diberi tambahan titik-titik dan harakat pada huruf-hurufnya untuk menghidari kekeliruan-kekeliruan tersebut.

Awal Mula Pembukuan Ilmu Tajwid

Orang yang pertama kali menghimpun ilmu ini dalam bentuk kitab adalah Al-Imam al-‘Adhim Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Salam pada abad ke-3 Hijriyah didalam kitabnya “Kitabul Qiraa-at/  كتاب القراءات”. Sebagian ada yang mengatakan bahwa orang yang pertama mengarang dan menghimpun ilmu-ilmu qira-at adalah Hafsh bin Umar Ad-Duriy.

Adapun pada abad ke-4 Hijriyah, masyhur seorang imam bernama Al-Hafidz Abu Bakar bin Mujahid Al-Baghdadiy, ia merupakan orang yang pertama kali mengarang kitab mengenai bacaan 7 qira’at yang masyhur (Kitab al-Sab’ah). Ia wafat pada tahun 324 H.

Memasuki abad ke-5 Hijriyah, masyhur nama Al-Hafidz Al-Imam Abu ‘Amr Ustman bin Sa’id Ad-Dani, pengarang kitab Al-Taysir (التيسير) yang berisi tentang qira-at Sab’ah dan menjadi sandaran pada ahli Qurra’. Ia juga memiliki banyak karangan dalam bidang seni qiraat dan lainnya. Dimasa ini juga masyhur, seorang ulama bernama Al-Imam Makki bin Abi Thalib Al-Qaisi Al-Qairawani, ia mengarang bermacam-macam kitab tentang qira’at dan ilmu-ilmu Al-Qur’an.

Pada abad ke-6 Hijriyah, tampil seorang ulama yang menjadi rujukan tokoh-tokoh ulama yang sezaman dengannya maupun datang setelahnya, dengan karangannya bernama “Hirzul Amani wa Wajhut Tahani” atau terkenal dengan “Matan Syathibiyah”, berisi 1173 bait tentang qira-at sab’ah. Ia adalah Abul Qasim bin Fairah bin Khalaf bin Ahmad Ar-Ru’aini Al-Syathibi al-Andalusi, wafat pada tahun 590 H.

Setelah itu, banyak ulama yang menekuni bidang ini disetiap masa, menegakkan panji-panji al-Qur’an baik dengan membaca dan mengaplikasikannya, hingga akhirnya muncul tokoh penting dalam bidang ilmu tajwid dan qira-at yaitu Imamul Muhaqqiqin wa Syaikhul Muqri-iin Muhammad Ibnu Al-Jazari Al-Syafi’I dengan karangannya Al-Nasyr fil Qiraa-atil ‘Asyr, Thayyibatun Nasyr dan Ad-Duratul Mudhiyyah yang mempolopori bahwa ilmu qira-at ada 10, yaitu sebagai pelengkap apa yang telah dinyatakan oleh Imam al-Syathibi didalam kitab Hirzul Amani.

Imam Al-Jazari juga telah mengarang karangan yang berasingan bagi ilmu Tajwid dalam kitabnya “At-Tamhid” dan puisi beliau yang lebih terkenal dengan nama “Matan Al-Jazariah”. Imam Al-Jazari telah mewariskan karangan-karangannya yang begitu banyak berserta bacaannya sekali yang kemudiannya telah menjadi ikutan dan panduan bagi karangan-karangan ilmu Tajwid dan Qiraat serta bacaan al-Quran hingga ke hari ini.

Tujuan Belajar Ilmu Tajwid

Tujuan ilmu tajwid yang paling utama adalah lancarnya seseorang dalam pengucapan lafal Al-Quran dengan ilmu yang telah disampaikan oleh ulama kita dengan memberikan sifat tarqiq (tipis), tebal, mendengung, panjang, serta pendeknya, dan seterusnya. Maka ilmu ini tidak akan bisa diketahui dengan sempurna kecuali harus berguru secara langsung kepada ulama yang ahli dalam ilmu ini.

Sekian informasi yang dapat Kumpulan Sejarah berikan buat Sobat semua mengenai Sejarah Munculnya Ilmu Tajwid, semoga artikel diatas dapat membantu Sobat dalam memahami sejarah ilmu tajwid sehingga dapat menambah wawasan keilmuan Sobat seputar dunia Islam pada umumnya.

Baca juga artikel: