Siswa SMA Nusantara Diminta Setorkan Hafalan Soal UN

Siswa SMA Nusantara Diminta Setorkan Hafalan Soal UN

Siswa SMA Nusantara Diminta Setorkan Hafalan Soal UN

Untuk semakin memantapkan penguasaan materi soal ujian nasional, maka SMA Nusantara Jambi menerapkan system setoran hafalan soal. Setoran soal ini dilakukan siswa kelas XII setiap hari hingga menjelang pelaksanaan UN yang tidak begitu lama lagi.

“Setiap harinya siswa bisa menyetorkan hafalan minimal 5 soal saja. Ini untuk menambah wawasan siswa terhadap penguasaan soal,” ungkap Jaya Kusumantri, SPd Kepala SMA Nusantara Jambi saat dihubungi kemarin.

Disampaikannya, setoran hafalan soal ini diawasi secara langsung oleh guru

mata pelajaran. Sebelum memulai aktifitas, siswa bisa menyetorkan soal apa yang sudah dihapal dan dikuasai.

Jika satu hari siswa bisa menghapal 5 soal, maka dalam jangka waktu sepuluh hari saja, siswa bisa menguasai hingga 50 soal.

“Nanti akan dicek langsung oleh guru benar atau tidaknya. Kalau salah, maka

akan diluruskan. Dengan begitu semakin menambah ilmu pengetahuan siswa,” lanjutnya.

Pihaknya juga fokus pada pembahasan kisi-kisi soal. Dengan semakin banyak

siswa mempelajari soal-soal ujian nasional, maka akan semakin membuka wawasan siswa terhadap materi pembelajaran.

“Nilai ini tidak hanya diperuntukkan untuk lulus, tapi diharapkan sebagai bekal kalau mau masuk ke perguruan tinggi nanti,” tandasnya.

 

Baca Juga :

LP2M Gelar Review Proposal Penelitian

LP2M Gelar Review Proposal Penelitian

LP2M Gelar Review Proposal Penelitian

Meninjaklanjuti kegiatan beberapa waktu lalu, maka Lembaga Penelitian dan

Pengabdian Masyarakat  (LP2M) UIN STS Jambi pada Jum’at (9/3) hingga Sabtu (10/03) lalu menggelar Seminar dan Review Proposal Seminar dengan tema meningkatkan kualitas output dan outcome penelitian dosen UIN STS Jambi menuju jurnal Nasional dan International.

Kegiatan ini ini dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Hj. Fadlillah, MPd dan dihadiri jajaran pimpinan dilingkup UIN STS Jambi. Kegiatan ini diisi oleh para reviewer yang berkompeten yaitu, Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. H. Martinis Yamin, MPd,  Sayuti, SAg, MH, Prof. Dr. H. Suaidi,MA, Ph.D dan Dr. Khamami Zada, MA.

“Pastinya kita berharap kegiatan ini dapat berjalan efektif dan dapat

meningkatkan kemampuan dosen dalam meneliti, khususnya menguasai syarat-syarat yang harus dipenuhi agar hasil proposal yang dibuat dapat berkualitas baik nasional maupun international,” jelas ujar Fadlillah kemarin.

Kepala Pusat Penelitian LP2M, Kholid Musyaddad, MAg mengatakan, dalam

kegiatan ini akan dibacakan komentar reviewer tentang beberapa proposal yang sudah dibaca mereka. Sedangkan beberapa proposal yang belum diserahkan kepada reviewer akan langsung dipresentasikan.

“Akan kita bagi menjadi beberapa kelompok, karena ada 117 proposal yang akan di presentasikan dan dikomentari oleh reviewer,” beber Kholid Musyaddad.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/FG62MVN

 

Kakanwil Apresiasi UAMBN-BK di MAN Model

Kakanwil Apresiasi UAMBN-BK di MAN Model

Kakanwil Apresiasi UAMBN-BK di MAN Model

Pelaksanaaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) di MAN

Model Jambi berlangsung lancer dan sukses. Dimana 370 siswa MAN Model  kegiatan tersebut dan berbeda dari UAMBN sebelumnya. Tahun ini MAN Model Jambi menggelar UAMBN berbasis komputer (UAMBN-BK).

Hal ini pun mendapatkan apresiasi penuh dari Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, Drs. H. Muhammad, MPd.I dalam kunjungannya bersama Kabid dan Kasubdit Sarpras DIT KSKK Madrasah Ditjen Pendis yang memantau UAMBN-BK di MAN Model Jambi Selasa (26/03) kemarin.

“Kita mengapresiasi kesiapan MAN Model melaksanakan UAMBN berbasis

komputer. Harapannya PPDB atau penerimaan siswa didik baru nanti juga berbasis komputer,” pinta Muhammad disela-sela kunjungannya kemarin.

Hal yang sama juga diungkapkan Kasubdit  Sarpras DIT KSKK Madrasah Ditjen Pendis, Abdullah Alkholis. Dikatakannya, pelaksanaan UAMBN-BK di MAN Model berjalan dengan lancar.

Hal ini didukung oleh kesiapan lainnya, mulai dari fasilitas, serta kesiapan unsur madrasah baik dari kepala maupun pegawai. Selain itu juga support dari Kanwil Kemenag yang luar biasa.

“Ini sangat menggembirakan sehingga berjalan dengan lancar. Memang

suasananya juga seperti yang kita harapkan. Mudah-mudahan terus berjalan lancar dan sesuai dengan keinginan atau target-target yang sudah dipersiapkan. Hasil ujian inilah yang menentukan masa depan anak-anak,” tandasnya.

Kepala MAN Model Jambi, H. Ambok Pera Afrizal, MA menyebutkan, berbagai kesiapan menjelang ujian sudah dilakukan dari jauh hari. Tahun ini pihaknya melaksanakan ujian berbasis komputer. Dimana 370 siswa yang mengikuti ujian pun hadir dan  mulai mengerjakan soal

“Harapannya siswa bisa mengikuti ujian dengan sukses. Lulus 100 persen serta bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya,” tutupnya.

 

Sumber :

https://s.id/78Z3s

Generasi Muda Harus Lestarikan Budaya Lokal

Generasi Muda Harus Lestarikan Budaya Lokal

 

 

Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bangka

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syarnubi mengatakan generasi muda harus melestarikan budaya lokal karena sudah mulai kurang diminati masyarakat.

“Melestarikan budaya lokal harus dilakukan oleh generasi muda sebagai warisan kekayaan bangsa,” katanya di Sungailiat, Sabtu (1/11).

 

Pelestarian Budaya

Menurut dia, pelestarian budaya lokal merupakan bagian dari penyelemataan kekayaan bangsa yang mulai kurang diminati akibat zaman yang terus maju dan berkembang.

“Sangat disayangkan kalau kekayaan bangsa ini harus punah akibat kurangnya kepedulian kita menjaganya, apalagi budaya lokal yang dimiliki merupakan simbol bagi daerah itu,” katanya.

 

Masyarakat harus bangga

Dia menyebutkan, semua lapisan masyarakat harus bangga menjadi anak bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Baca Juga: Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan  Kekayaan budaya lokal masing-masing suku di daerah Indonesia tidak dimiliki bangsa lain.

“Masing-masing daerah di Indonesia memiliki budaya lokal yang cukup bagus dan menjadi perhatian dunia, serta mampu memberikan konstribusi terhadap daerah itu bila dijaga dan dilestarikan dengan baik,” ujarnya.

 

Mengembangkan Budaya Lokal

Dikatakan, pihaknya akan berusaha maksimal mengembangkan budaya lokal sebagai warisan dari pendahulu yang nantinya dapat dijadikan ciri khusus atau ikon bagi daerah Kabupaten Bangka.

“Saya menginginkan agar pakaian adat Kabupaten Bangka disahkan dalam bentuk peraturan daerah sehingga menjadi pakaian resmi,” katanya.

Dia mengakui personel lembaga adat Melayu di Kabupaten Bangka sebagian besar beranggotakan masyarakat usia tua dan hanya beberapa orang saja yang masih muda.

“Saya imbau kepada generasi muda untuk mencintai budaya kita, jangan mudah terpengaruh oleh budaya asing sementara budaya sendiri ditinggalkan,” katanya.

Gondjang-Gandjing Cisitu 2014: Kobarkan Semangat Budaya Nusantara

Gondjang-Gandjing Cisitu 2014: Kobarkan Semangat Budaya Nusantara

Gondjang-Gandjing Cisitu 2014: Kobarkan Semangat Budaya Nusantara

 

Acara Kementrian Seni dan Budaya

Pada Minggu (26/10/14) Kementrian Seni dan Budaya Kabinet Keluarga Mahasiswa (Kemensenbud KM) ITB menggelar acara kesenian yang bertajuk “Gondjang-Gandjing Cisitu”. Acara ini dilangsungkan di kawasan Asrama Bumi Ganesha, RW 10, Cisitu. Berbagai penampilan kebudayaan Indonesia disugguhkan dalam acara ini yang memang mengangkat tema “Nusantara Membara”. Tidak hanya mahasiswa yang menjadi penikmat pentas kebudayaan Gondjang-Gandjing Cisitu ini, melainkan para warga Cisitu juga turut antusisas dengan acara ini.

 

Pengertian Gondjang-Gandjing

Gondjang-Gandjing Cisitu adalah program kerja tahunan yang dibawa oleh Kemensenbud KM-ITB. “Setiap tahun kami membawa semangat yang berbeda-beda. Pada tahun ini semangat yang dibawa adalah untuk mengenalkan kembali identitas bangsa Indonesia melalui pementassan seni dan kebudayaan tradisional,” tutur Lutfan Qasmal (Teknik Mesin 2011) selaku Menteri Kemensenbud KM-ITB. Terdapat satu hal berbeda pada Gondjang-Gandjing Cisitu tahun ini, yakni Kemensenbud bekerja sama dengan Kementrian Manajemen Lingkungan untuk turut memamerkan hasil panen dari program Cisitu Berkebun di daerah Cisitu RW 12.

 

Acara dibuka dengan sambutan dan penampilan-penampilan dari warga setempat.

“Hal ini juga merupakan salah satu tujuan dari Gondjang-Gandjing Cisitu ini, yakni membentuk interaksi antara warga setempat dengan mahasiswa,” jelas Lutfan. Suguhan yang ditampilkan oleh para warga Cisitu adalah kebudayaan-kebudayaan sunda, yakni pencak silat, kuda lumping, jaipong, dan lain-lain. Setelah itu dilanjutkan dengan acara utama yang ditampilkan oleh kolaborasi unit-unit kebudayaan yang terdapat di ITB.
“Masing-masing penampilan unit tersebut memiliki ceritanya masing-masing, namun tetap didalam satu alur, yakni menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia yang sudah mulai mengabaikan kebudayaan tradisional,” ungkap Lutfan. Luthfan menambahkan bahwa  adanya kolaborasi antar unit di ITB ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarlembaga di ITB. Salah satu unit yang tampil dalam acara Gondjang-Gandjing Cisitu adalah Lingkung Seni Sunda (LSS). LSS bekerja sama dengan ITB Student Orchestra (ISO) untuk menyuguhkan kolaborasi musik yang menarik, yakni alunan melodi tradisional jawa barat disandingkan dengan budaya musik modern.

 

Tujuan Gondjang-Gandjing

Tujuan awal dari Gondjang-Gandjing Cisitu ini adalah untuk membentuk kerjasama antar lembaga di ITB, semoga kedepannya semakin banyak lagi lembaga di ITB yang dapat berkolaborasi di Gondjang-Gandjing Cisitu ini,” ungkap Lutfan. Baca Juga: Selain itu berbicara mengenai pesan yang ingin diangkat di acara ini adalah untuk menyadarkan kembali mahasiswa maupun masyarakat agar dapat mengenal kembali budaya asli daerahnya. “Semoga semua yang hadir di Gondjang-Gandjing Cisitu ini dapat menangkap pesan yang terdapat dalam setiap pertunjukkan,” tutup Lutfan.

Awas, Jumlah Kesenian Di Bantul Mulai Punah

Awas, Jumlah Kesenian Di Bantul Mulai Punah

 

 

Kesenian srandul Kecamatan Sedayu

pekbung Kecamatan Pandak dan Langen Mondro Wanara Sembungan Bantul terancam keberadaannya karena tidak ada regenerasi terpadu dari yang tua ke yang muda. Masalah ini diperparah oleh anak muda yang cenderung cuek terhadap seni kebudayaan yang ada disekitarnya.

 

Masyarakat Adat dan Tradisi

Demikian disampaikan oleh Tedi Kusyairi dari Masyarakat Adat & Tradisi Mataram (Mantram) yang berbasis di Jeblok, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Komunitas ini berkonsentrasi pada lintas pelaku budaya yang menangani kesenian, adat budaya serta tradisi mataram.

“Proses transfer ilmu budaya lemah, tidak adanya keterlibatan anak muda, serta gaya hidup anak sekarang yang cenderung gadget holic membuat kesenian tradisional diambang kepunahan,” jelas Tedi.

Merujuk pada Perda DIY no. 4 tahun 2011

yang mengatakan bahwa Tata Nilai Budaya Yogyakarta merupakan kekayaan daerah tidak berwujud (intangible) yang tak ternilai sehingga perlu dilestarikan, dikembangkan, dan dilindungi dengan peraturan daerah.

Melalui acuan tersebut Mantram ingin memulihkan kondisi memprihatinkan tersebut. “Problem regenerasi menjadi salah satu sebab mengapa kami harus bergerak melalui arus bawah,” tukasnya.

Menurut Kepala Pusat Studi Kebudayaan, Dr. Aprianus Salam, M. Hum, tidak adanya pembelajaran dan sistem managerial dalam dunia seni menjadi akar utama yang harus segera dipecahkan. “Bahkan proses tranfer ilmu ke generasi muda kadang tidak lengkap, ada informasi yang tergradasi dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Agar mampu menjawab problem tersebut, pihaknya mendukung upaya Mantram untuk menggiatkan serta mengefektifkan pertunjukan kesenian, melakukan diskusi budaya serta melakukan evaluasi terhadap peraturan kebudayaan yang sedang dalam proses penelitian.

Mantram sendiri berencana akan melaksanakan kegiatan kongres kebudayaan rakyat

pada 31 Agustus di Balai desa Tirtonirmolo serta akan melaksanakan kirab berbagai macam kesenian asli Bantul dari sejumlah komunitas yang ada disana. Acaranya sendiri akan dilaksanakan pada 1 September 2013 di Gedung Pemuda, Ambarbinangun, Bantul.

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

Index Dalam Database

Index Dalam Database

Index Dalam Database

Indeks  dalam database serupa dengan indeks dalam buku. Di suatu buku, satu indeks memungkinkan anda untuk menemukan informasi dengan cepat tanpa membaca seluruh buku. Di suatu database, indeks memungkinkan program database menemukan data di suatu tabel tanpa menelusuri seluruh tabel. Satu indeks di suatu buku adalah daftar kata-kata dengan angka-angka halaman  berisi masing-masing kata. Satu indeks di suatu database adalah daftar data tertentu dari tabel dengan lokasi penyimpanan baris dalam tabel berisi masing-masing nilai. indeks dapat diciptakan dimanapun suatu kolom atau suatu kombinasi dari kolom di suatu tabel dan diterapkan dalam wujud B-trees. Satu indeks berisi masukan dengan satu atau lebih kolom (kunci pencarian) dari masing-masing baris di suatu tabel.  B-tree disortir di kunci pencarian, dan dapat dicari secara efisien di setiap subset yang terdepan dari kunci pencarian. Sebagai contoh, satu indeks di kolom A, B, C dapat dicari secara efisien di A, A, B, dan A, B, C.Sebagian besar buku berisi satu indeks dari kata-kata umum, nama, tempat, dan seterusnya. Database berisi indeks yang individu untuk jenis atau kolom yang terpilih dari data: ini serupa dengan sebuah buku yang berisi indeks untuk nama dari  orang dan indeks lain untuk tempat. Ketika anda membuat suatu database dan menadaptkan kinerja, anda perlu membuat indeks untuk kolom yang digunakan di dalam query untuk menemukan dataDalam contoh database, tabel karyawan mempunyai satu indeks di kolom emp_id. Ilustrasi yang berikut menunjukkan bagaimana indeks menyimpan masing-masing nilai emp_id dan poin-poin ke baris Ketika aplikasi database melaksanakan suatu statemen untuk menemukan data dalam tabel karyawan berdasar suatu nilai emp_id yang ditetapkan, mengenali indeks untuk kolom emp_id dan menggunakan indeks itu untuk menemukan data. Jika indeks tidak ada, melaksanakan suatu permulaan scan tabel yang penuh pada awal tabel dan melangkah melalui masing-masing baris, mencari-cari nilai emp_id yang ditetapkan.

Baca Juga :

KAS KECIL

KAS KECIL

KAS KECIL

Dalam hal-hal tertentu tidaklah praktis untuk menggunakan cek/giro bilyet sebagai alat pembayaran seperti untuk pembelian perangko, pembayaran ongkos angkut dan berbagai macam pembayaran lainnya yang jumlahnya relatif kecil. Kwantitas  transaksi ini relatif besar dan sifatnya segera. Untuk keperluan tersebut perusahaan mengalokasikan sejumlah kas dalam jumlah tertentu yang disediakan untuk keperluan-keperluan pembayaran yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan check/Giro bilyet, yang disebut Kas Kecil. Pembentukan kas kecil adalah menyisihkan sejumlah dana untuk keperluan khusus, dengan mentransfer / memindahbukukan sejumlah dana dari rekening kas yang ada di bank.

Salah satu bentuk pengontrolan pengeluaran yang dilakukan melalui kas kecil adalah system imprest. Beberapa ketentuan dalam system ini adalah:

  • Kas kecil disediakan untuk keperluan pembayaran yang jumlahnya kecil dan tidak praktis bila dilakukan dengan check. Semua pengeluaran kas kecil dicatat pada buku kas kecil dan  hanya diposting ke buku besar sekali saja pada saat pengisian kembali kas kecil.
  • Dana yang ditentukan dalam kas kecil harus ditetapkan melelui keputusan manajemen dan tidak boleh melebihi ketentuan tersebut.
  • Pengeluaran-pengeluaran kas kecil hanya dapat dilakukan setelah perintah pengeluaran kas telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
  • Pengisian kembali kas kecil dilakukan secara berkala (misalnya 1 x seminggu), untuk mengganti sejumlah kas yang telah digunakan melalui penarikan tunai dari bank. (tidak boleh dari penerimaan harian). Hal ini perlu dilakukan agar semua penerimaan kas harian selalu sama dengan jumlah yang disetorkan ke bank.
  • Karena transaksi pengisian kas kecil adalah mengeluarkan kas untuk membayar transaksi yang telah dibayar melalui dana kas kecil, yang telah disediakan sebelumnya. maka transaksi kas kecil cukup dibukukan satu kali saja pada saat pengisian kembali kas kecil. Sedangkan keterangan lebih rinci mengenai penggunaan kas kecil dicatat pada buku kas kecil yang dicatat secara terpisah dengan buku besar.

*** (Transaksi pengeluaran kas untuk pengisian kas kecil adalah transaksi pengantian dana yang telah dikeluarkan dan dicatat pada pada transaksi pengeluaran kas)

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat ilustrasi berkut :

Pada saat perusahaan mengambil keputusan untuk membentuk kas kecil, maka perusahaan menyisihkan sejumlah dana untuk kas kecil, sebesar jumlah tertentu yang ditetapkan oleh manajemen.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

Rekening Koran

Rekening Koran

Rekening Koran

Rekening koran adalah laporan yang diberikan Bank setiap bulan kepada pemegang rekening Giro yang berisikan informasi tentang transaksi yang dilakukan oleh bank terhadap rekening tersebut selama satu bulan dansaldo Kas di Bank. Laporan ini sering dijadikan tumbal oleh akuntan untuk melindung keterlambatan mereka dalam menyusun laporan keuangan dan kita tahu laporan rekening koran dapat diterima diatas tanggal 15 setiap bulannya.

Apapun alasannya laporan keuangan suatu perusahaan adalah berdasarkan catatan yang dilakukan oleh perusahaan. Dan adanya perbedaan antara catatan yang dilakukan perusahaan dengan yang dilaporkan bank adalah masalah lain.

Dari sudut pandangan Bank setiap rekening adalah “hutang” karena itu setiap tambahan atas suatu rekening dicatat disisi kredit. Menurut sudut pandang perusahaan pemegang rekening, rekening bank adalah aktiva dan setiap tambahan atas rekening bank oleh perusahaan dicatat di sisi debet dengan demikian jumlah sisi kredit yang dicatat oleh bank akan sama dengan jumlah sisi debet yang dicatat oleh pemegang giro. Pada rekening Kredit Modal Kerja adalah sebaliknya.

Rekonsiliasi Bank

Adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan hal-hal yang menimbulkan perbedaan Saldo yang tampak pada laporan perusahaan dengan laporan bank. Rekonsiliasi bank melakukan pembandingan setiap transaksi yang dicatat oleh perusahaan dengan transaksi yang dicatat oleh bank. Adalah sustu kekeliruan besar bisa perusahaan mencatat transaksi keuangan dari rekening korang yang dikeluarkan bank.

Saldo dari rekening koran sering tidak sama dengan saldo dalam buku pemegang giro. Hal ini dapat terjadi al :

Check dalam peredaran

Setoran belum sempat dicatat oleh bank karena disetor pada akhir bulan

Biaya administrasi bank yang hanya diketahui oleh pemegang giro setelah ada laporan bank

Perbedaan karena perusahaan telah mendebet check kosong

Biaya atas wesel yang diserahkan kepada bank yang dibebankan oleh bank terhadap pemegang giro

Prosedure pembuatan Rekonsiliasi Bank

  • Print laporan Casflow setiap rekening bank ke worksheet excel
  • Bandingkan setoran-setoran yang tercantum dalam rekening koran dengan setoran-setoran yang tercantum dalam buku pemegang giro.
  • Tandai setiap check/Giro yang telah diuangkan di bank
  • Tambahkan ayat memorial pada pembukuan pemegang giro, semua debet memo yang dikirimkan oleh bank dan belum dicatat pada buku pemegang giro.
  • Tambahkan pada ayat memorial pada pembukuan pemegang giro, semua kredit memo yang dikirimkan oleh bank dan belum dicatat oleh pemegang giro.
  • Periksa apakah ada check dalam perjalanan menurut rekonsiliasi bank bulan lalu yang masih belum juga diuangkan pada bulan ini. Jika ada maka check tersebut harus dimasukan dalam rekonsiliasi bank bulan ini.
  • Buat copy catatan yang tidak ditemukan pada rekening korang sebagai cek/giro dalam peredaran. Rubah tanggal efektif ke periode bulan berikutnya sehingga catatan tersebut tidak termasuk pada laporan cashflow bulan ini.
  • Hasil akhir sisi debit cashflow menurut catatan pemegang Giro = sisi kredit pada rekening koran.

Catatan :

  • Cek/Giro (Keluar) yang telah jatuh tempo namun belum diuangkan, (dalam perjalanan) menyebabkan saldo pada neraca lebih kecil dari laporan bank (tanggal efektif dirubah ke periode berikut)
  • Cek/Giro yang diterima dan telah jatuh tempo namun belum diuangkan menyebabkan Saldo kas sesungguhnya lebih besar dari laporan bank. (tanggal efektif dirubah ke periode berikut)
  • Cek/Giro Diterima/Keluar yang belum jatuh tempo tidak berpengaruh terhadap saldo neraca.

Rekonsilisai bank pada rekening KMK (Hutang Bank)

Prinsipnya sama dengan rekonsiliasi bank, namun objek yang menjadi fokus pada rekonsiliasi bank adalah saldo kas sedangkan objek yang menjadi fokus pada rekonsiliasi bank pada KMK adalah saldo Hutang dimana hutang diakui setelah terjadi transaksi di bank. Hal ini menyebabkan prosedur rekonsiliasi bank pada KMK berbeda dengan rekonsiliasi bank pada kas.

  • Transaksi pada rekening KMK adalah bagian dari transaksi keuangan perusahaan, untuk itu semua transaksi ditampung dalam satu rekening kas ( Pada Sinarindo Megah perkasa, pt diberi nama Bank Mandiri RK )
  • Bandingkan setoran-setoran yang tercantum dalam rekening koran dengan setoran-setoran yang tercantum dalam buku pemegang giro.
  • Buat daftar check/Giro yang telah diuangkan di bank dan bandingkan dengan buku pengeluaran kas
  • Kurangkan pada saldo menurut pembukuan pemegang giro, semua debet memo yang dikirimkan oleh bank dan belum dicatat pada buku pemegang giro.
  • Tambahkan pada saldo menurut pembukuan pemegang giro, semua kredit memo yang dikirimkan oleh bank dan belum dicatat oleh pemegang giro.
  • Jika ada cek/giro (keluar) yang belum diuangkan, belum menyebabkan utang pada bank karena itu ditambahkan pada saldo kas.
  • Periksa apakah ada check/Giro (keluar) dalam perjalanan menurut rekonsiliasi bank pada KMK bulan lalu yang telah diuangkan pada periode bulan ini dan kurangkan pada saldo kas.
  • Periksa apakah ada check/Giro (Keluar) dalam perjalanan menurut rekonsiliasi bank bulan lalu yang masih belum juga diuangkan pada bulan ini. Jika ada maka check tersebut harus dimasukan dalam rekonsiliasi bank bulan ini.
  • Jika ada Cek/giro yang diterima yang telah jatuh tempo dan telah disetorkan ke bank yang belum dicatat oleh bank melebihi batas toleransi, buat memo debet dan kirimkan ke bank agar bank mengurangi saldo hutang.
  • Rekening Bank Mandiri RK adalah rekening penampung transaksi keuangan perusahaan agar setiap transaksi keuangan menjadi bagian dari cashflow perusahaan namun sesungguhnya setiap transaksi pada rekening ini juga merupkan bagian dari hutang bank. Selama saldo pada rekening ini lebih kecil dari hutang bank maka saldo ini adalah bagian dari hutang bank. Jika saldo lebih besar darui hutang bank maka selisihnya adalah bagian dari kas. Untuk itu setiap periode tertentu (saat menyusun laporan neraca) saldo harus di adjusment ke hutang bank.
  • Jika saldo kas bernilai Positif dan lebih besar dari hutang bank Kurangi saldo kas sebasar hutang bank ( saldo hutang bank menjadi 0 )
  • Jika Saldo kas bernilai positif dan lebih kecil dari hutang bank, kurangi saldo kas sebesar saldo kas ( saldo kas menjadi 0 dan saldo hutang bank berkurang)
  • Jika saldo kas bernilai negatif, tambahkan ke saldo hutang bank sebesar nilai saldo kas (saldo kas menjadi 0, saldo hutang bank bertambah).

Sumber : https://usgsprojects.org/

Derliana MA Kepsek Madrasah Aliah di Padang Panjang Wakili Sumbar Lomba Kepsek Berprestasi Tingkat Nasional di Jakarta

Derliana MA Kepsek Madrasah Aliah di Padang Panjang Wakili Sumbar Lomba Kepsek Berprestasi Tingkat Nasional di Jakarta

Kepala Sekolah MAKMM (Madrasah Aliah Kulyatul Mubalighin Muhammadyah) Kauman, Padang Panjang, Derliana, MA wakili Sumateta Barat dalam Lomba Kepala MA Negeri dan Swasta Berprestasi Tingkat Nasional.

Derliana yang didampingi Ketua Yayasan Dikdasmen Kauman Muhammadyah Padang

Panjang, Syamsul Anwar dan Sekretaris Yayasan, Agus Setiawan, di Balaikota Padang Panjang, Senin sore, (10/10), mengatakan dia akan ke Jakarta, Selasa pagi (11/10/2016) untuk melakukan presentasi makalah di Kementerian Agama RI.
Dikatakan, di Jakarta nanti dia akan bertarung dengan empat kandidat juara lainnya, yaitu dari Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali dan Papua.

“Saat ini Jakarta sudah menetapkan lima besar dari seleksi seluruh provinsi,” katanya,

sembari menerangkan, bahwa yang dinilai selama ini adalah lingkungan sekolah dari sebelum dan setelah dia menjadi kepala sekolah.

Kemudian juga masuk penilaian, kecakapan menyajikan makalah dengan bahasa Inggris dan bahasa Arab.

“Saya mohon do’a dari seluruh warga Padang Panjang semoga lancar presentasi makalah yang saya bawakan nantinya,” ujar Derliana.

Sementara itu, Walikota Hendri Arnis, melalui Kabag Humas Setdako Padang Panjang

Ampera Salim, mengatakan, prestasi Derliana yang kini mewakili Sumatera Barat ke tingkat nasional, telah membanggakan Padang Panjang.

“Semoga Derliana bisa jadi yang terbaik dan jadi contoh bagi yang lain di Padang Panjang untuk berprestasi tingkat nasional,” katanya.

Baca Juga :