Banyuwangi Beri Penghargaan Produksi Bersih Bagi Sejumlah Pelaku Usaha

Banyuwangi Beri Penghargaan Produksi Bersih Bagi Sejumlah Pelaku Usaha

Banyuwangi Beri Penghargaan Produksi Bersih Bagi Sejumlah Pelaku Usaha

Pemkab Banyuwangi menggelar penyerahan penghargaan bidang lingkungan, Anugerah Produksi Bersih 2019. Penghargaan Anugerah Produksi Bersih melombakan kategori Kinerja Produksi Bersih bagi pelaku usaha yang diikuti oleh berbagai perusahaan hingga rumah sakit.

Penilaian dilakukan terhadap beberapa aspek penciptaan dunia usaha berkelanjutan, mulai soal pengelolaan sumberdaya air, pengelolaan limbah padat, sampah dan cair, hingga tingkat tertib pelaporan pengelolaan lingkungan sesuai dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) serta Amdal yang dimiliki.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penghargaan ini menjadi salah satu cara meningkatkan perhatian masyarakat khususnya para pelaku usaha untuk menerapkan proses produksi yang bersih sesuai standar yang berlaku.
Baca Juga:

Polres Malang Gagalkan Penjualan Landak Jawa
Padepokan Raden Umro Ikut Serta Bersih-Bersih Pantai Jumiang
Gubenur: Penggunaan Bahan Baku Kertas Bekas Harus Bebas dari Plastik
Sungai Ledeng di Mojokerto Tercemar, Diduga dari Limbah 11 Rumah Produksi Pengolahan Usus

“Kepedulian lingkungan perlu terus ditingkatkan. Apalagi di kalangan usaha,

betapa sering saat pengecekan limbah petugas kami hanya ditemui oleh satpam, sedangkan pemiliknya seolah tidak peduli. Namun Pemkab tidak boleh menyerah dan abai justru terus beruapaya merangkul dan meggugah kepedulian Salah satunya lewat penghargaan lingkungan ini,” kata Anas, Rabu (28/8/2019).

Anas menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada kalangan usaha

yang telah berpartisipasi pada program ini khususnya kepada para pemenang. “Daerah sangat menghargai upaya perusahaan untuk menciptakan sektor bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai daerah wisata, lanjut Anas, Banyuwangi juga menaruh perhatian serius kepada sampah plastik yang telah menjadi isu dunia. Kampanye pengurangan penggunaan plastik terus dilakukan.

“Penangan sampah plastik ini butuh kepedulian semua. Di semua acara

Festival Banyuwangi sudah kami larang menyediakan minuman dan makanan kemasan plastik, bahkan para tamu kami minta membawa tumbler karena air disediakan isi ulang. Kami juga akan menggandeng babinsa untuk soasialisi kampanye ini di desa-desa,” ujar Anas.

 

Sumber :

https://www.theamericanreporter.com/a-record-number-of-students-have-applied-in-uk-to-study-medicine/