Buntut Bocornya Soal UNBK, UN Diusulkan Dimoratorium

Buntut Bocornya Soal UNBK, UN Diusulkan Dimoratorium

Buntut Bocornya Soal UNBK, UN Diusulkan Dimoratorium
Buntut Bocornya Soal UNBK, UN Diusulkan Dimoratorium

Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA sempat diwarnai kecurangan. Soal-soal mata pelajaran Matematika tersebar di grup aplikasi percakapan LINE Square.

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan, kasus tersebut sudah berulang kali terjadi setiap pelaksanaan UN baik berbasis komputer maupun kertas pensil. Dia merekomendasi, sebaiknya usulan moratorium UN dijalankan.

“Contek-menyontek sudah bertahun-tahun. (Seharusnya) sesuai dengan yang diinginkan Mendikbud saja, UN dimoratorium,” ujar Indra saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (4/4).

Menurutnya, dengan tiadanya UN, takaran kelulusan siswa bisa digantikan

dengan portofolio. Misalnya, yakni berupa karya yang berlaku bagi semua jenjang pendidikan mulai SD hingga SMA.

“Ganti bentuk evaluasi yang lebih 4.0 model. Misalnya portofolio. Kalau mereka sudah bikin produk atau karya itu jauh lebih penting daripada nilai di kertas. Mau dari SD pun arahnya gitu,” terang dia.

Sebelumnya, usulan menghentikan pelaksanan ujian nasional ternyata sudah

pernah dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menyetujuinya, dan justru meminta pelaksanaan UN agar dibenahi.

Pembenahan pun dilakukan dengan penerapan sistem komputerisasi secara massif di seluruh sekolah.

Di samping itu, Muhadjir menegaskan UN merupakan amanah undang-undang

(UU) terkait standar pendidikan nasional. Nama UN bisa saja diganti, namun tidak bisa dihapuskan.

Terkait kebocoran soal, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menilai peserta ujian telah berbuat tidak disiplin dan curang.

“Sudah diperingatkan, tapi tetap nekat,” cetusnya. Saat ini, Kemendikbud menelusuri oknum siswa yang memotret soal dan menyebarkannya.

 

Baca Juga :