Client Server

Client Server

Client Server

Pengertian Client Server

Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client(biasanya aplikasi yang menggunakan GUI ) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server. Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :

1.Servis (layanan)

oHubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda

oPemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya.

oServer sebagai provider, client sebagai konsumen

2.Sharing resources (sumber daya)

oServer bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.

3.Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris )

Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.

4.Transparansi lokasi

Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.

5.Mix-and-Match

Perbedaan server client platforms

6.Pesan berbasiskan komunikasi

Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.

7.Pemisahan interface dan implementasi

Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.

Perbedaan Tipe Client-Server

1.File Servers

* File server vendors mengklaim bahwa mereka pertama menemukan istilah client-server.
* Untuk sharing file melalui jaringan

2.Database Servers

* Client mengirimkan SQL requests sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil perintah SQL dikembalikan
* Server menggunakan kekuatan proses yang diinginkan untuk menemukan data yang diminta dan kemudian semua record dikembalikan pada client.

3.Transaction Servers (Transaksi Server)

* Client meminta remote procedures yang terletak pada server dengan sebuah SQL database engine.
* Remote procedures ini mengeksekusi sebuah grup dari SQL statement
* Hanya satu permintaan / jawaban yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi

4.Groupsware Servers

* Dikenal sebagai Computer-supported cooperative working
* Manajemen semi-struktur informasi seperti teks, image, , bulletin boards dan aliaran kerja
* Data diatur sebagai dokumen

5.Object Application Servers

* Aplikasi client/server ditulis sebagai satu set objek komunikasi
* Client objects berkomunikasi dengan server objects melalui Object Request Broker (ORB)
* Client meminta sebuah method pada remote object

6.Web Application Servers (Aplikasi Web Servers)

* World Wide Web adalah aplikasi client server yang pertama yang digunakan untuk web.
* Client dan servers berkomunikasi menggunakan RPC seperti protokol yang disebut HTTP.

Baca Juga : 

Arsitektur

Arsitektur

Arsitektur

Yang dimaksud dengan arsitektur itu sendiri merupakan desain sebuah aplikasi, atau bisa juga dibilang merupakan sebuah komponen yang membentuk suatu system ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi. Pada arstiktur dilihat dari 2 sisi yaitu sisi Client dan Server

Client: sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server.

Server: sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client.

Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan. Macam macam dari client – server adalah

1. 1. One Tier

Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Ada beberapa masalah pada komputasi berbasis host: semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, maka akan semakin kewalahan akibatnya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada. Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap pemula, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.

Keuntungan arsitektur standalone (one-tier):
* Sangat mudah
* Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan

Kelemahan arsitektur standalone (one-tier):
* Skala kecil
* Susah diamankan
* Menyebabkan perubahan terhadap salah satu komponen diatas tidak mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua bagian.
* Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code.
* Cepat dalm merancang dan mengaplikasikan

1. 2. Two Tier

Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan. Aplikasi ditempatkan pada computer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yangmengirimkan kembali data ke client-nya. Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :
– User Interface.
– Manajemen Proses.
– Database.

Kelebihan
– Mudah
– Menangani Database Server secara khusus
– Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan.

Kekurangan:
– Kurangnya skalabilitas
– Koneksi database dijaga
– Tidak ada keterbaharuan kode
– Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi
– skala kecil.
– Susah di amankan.
– Lebih mahal.

1. 3. Three Tier

Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya. Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web.

Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.

Kelebihan :

– Segala sesuatu mengenai database terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.
– Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah
– Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun sisi client.
– Skala besar.
– Keamanan dibelakang firewall
– informasi antara web server dan server database optimal.
– Komunikasi antara system-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah.
– Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database

Kekurangan:
– Lebih susah untuk merancang
– Lebih susah untuk mengatur
– Lebih mahal

1. 4. Multi tier

Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI.

Kelebihan:
– Dengan menggunakan aplikasi multi-tier database, maka logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga memudahkan untuk melakukan control terhadap client-client yang mengakses middle server dengan mengatur seting pada dcomcnfg.
– Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka database driver seperti BDE/ODBC untuk mengakses database hanya perlu diinstal sekali pada middle server, tidak perlu pada masing-masing client.
– Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi lain. Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program terdistribusi pada beberapa mesin.
– Relatif lebih mahal
– Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang lingkupnya apabila terjadi perubahan sistem yang besar.

Kekurangan:
– Program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier.
– Lebih mahal

Sumber : https://abovethefraymag.com/

MIDDLEWARE TELEMATIKA

MIDDLEWARE TELEMATIKA

MIDDLEWARE TELEMATIKA

Dalam dunia teknologi informasi, terminologi middleware adalah istilah umum dalam pemrograman komputer yang digunakan untuk menyatukan, sebagai penghubung, ataupun untuk meningkatkan fungsi dari dua buah progaram/aplikasi yang telah ada.

Perangkat lunak middleware adalah perangkat lunak yang terletak diantara program aplikasi dan pelayanan-pelayanan yang ada di sistim operasi.

Adapun fungsi dari middleware adalah:

ü Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi.

ü Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistim operasi.

ü Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking, security, database, user interface, dan system administration.

Perkembangan middleware dari waktu ke waktu dapat dikategorikan sebagai berikut:

* On Line Transaction Processing (OLTP), merupakan perkembangan awal dari koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP. DIGITAL ACMS merupakan contoh lainnya yang sukses pada tahun 70-an dan 80-an. UNIX OLTP lainnya seperti: Encina, Tuxedo pada era 80-an, serta DIGITAL CICS untuk UNIX yang memperkenalkan konsep dowsizing ke pasar.

* Remote Procedure Call (RPC), menyediakan fasilitas jaringan secara transparan. Open Network Computing (ONC) merupakan prototipe pertama yang diperkenalkan awal tahun 70-an. Sun unggul dalam hal ini dengan mengeluarkan suatu standar untuk koneksi ke internet. Distributed Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh Open Systems Foundation (OSF) menyediakan fungsi-fungsi ONC yang cukup kompleks dan tidak mudah untuk sis administrasinya.
* Common Object Request Broker Architecture (CORBA), merupakan object-oriented middleware yang menggabungkan fungsi RPC, brokering, dan inheritance. DIGITAL ObjectBroker merupakan salah satu contohnya.

Database middleware adalah salah satu jenis middleware disamping message-oriented middleware, object-oriented middleware, remote procedure call, dan transaction processing monitor1. Pada prinsipnya, ada tiga tingkatan integrasi sistem komputer yaitu integrasi jaringan, integrasi data, dan integrasi applikasi. Database middleware menjawab tantangan integrasi data, sedangkan midleware-middleware yang lain menjawab tantangan integrasi applikasi dan jaringan.

Tersedianya bermacam-macam sistem komputer beserta perangkat keras, perangkat lunak, dan perangkat tambahannya, yang mana masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, mendorong kita untuk melakukan integrasi dari sistem-sistem komputer tersebut. Salah satu syarat suatu sistem komputer bisa diintegrasikan adalah sistem tersebut haruslah bersifat terbuka (open). Selain memudahkan integrasi, sebuah sistem yang terbuka juga bersifat portable yang berarti bisa dijalankan atau menjadi bagian dari sistem yang lain. Untuk alasan-alasan inilah standar dibuat.

Namun, adanya standar tidak menyelesaikan masalah integrasi secara menyeluruh. Seperti kita ketahui, dunia bisa berkembang karena adanya perbedaan dan kompetisi. Bila segala sesuatu harus mengikuti standar, maka suatu ide baru yang cemerlang harus melalui proses standarisasi yang memerlukan waktu dan seringkali merugikan si pemilik ide tersebut. Karena alasan inilah, standar yang benar-benar universal hampir mustahil untuk diciptakan. Namun masalah ini juga tidak menutupi arti penting dari standarisasi dan alasan-alasan standarisasi itu sendiri.

Kembali ke masalah data, kita tahu bahwa data bisa disimpan dalam macam-macam tipe penyimpanan seperti text file, relational database, hierarchical database, object oriented data base, spreadsheet, dan beberapa bentuk yang lain. Lebih jauh, setiap bentuk penyimpanan mempunyai bermacam-macam cara penyimpanan, tergantung pada si pembuatnya. Sebagai contoh, walaupun sama-sama relational database, data yang disimpan di Oracle database disimpan dengan cara yang berbeda dengan kalau data tersebut disimpan di Sybase database.

Masalah tipe penyimpanan menjadi semakin rumit karena cara pengaksesan data pun bisa berbeda-beda. Masalah pengaksesan di relational database cukup teratasi dengan adanya SQL (Structured Query Language), tapi sekali lagi ini hanya terjadi di relational database dan bukan di tipe penyimpanan data yang lain (kita tidak bisa mengakses text file dengan perintah SQL, misalnya). Seperti bahasa pemrograman, SQL pun mengalami masalah dalam standarisasinya, karena tiap vendor mempunyai perintah-perintah tambahan yang berbeda satu dengan yang lain.

Bisakah masalah standarisasi dipecahkan dengan cara lain? Lebih jelasnya, bisakah kita mengintegrasikan atau menggunakan beberapa bentuk penyimpanan data dalam sebuah program aplikasi? Jawabnya adalah bisa.

Ada dua cara yang mungkin dilakukan, yang pertama adalah dengan mempelajari setiap tipe penyimpanan data yang akan kita pakai, dan kemudian membuat program antar muka (interface program) antara program aplikasi kita dengan tipe-tipe penyimpanan yang akan dipakai.

Seperti telah Anda duga, hal ini menjadi sangat sukar dilakukan bila kita memakai bermacam-macam tipe penyimpanan. Jadi, seringkali solusi ini menjadi pilihan terakhir dalam setiap usaha integrasi.

Cara yang kedua adalah menggunakan suatu alat bantu (tool) yang menyediakan satu antar muka untuk bermacam-macam tipe penyimpanan. Dengan ini, kita hanya perlu mempelajari satu antar muka, dan proses akses data ke bermacam-macam tipe penyimpanan menjadi sesuatu yang transparan bagi kita. Alat bantu inilah yang kita sebut sebagai database middleware.

Database middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity). Keterbatasan ODBC adalah bahwa middleware ini didisain untuk bekerja pada tipe penyimpanan relational database, lebih tepatnya SQL-based relational database2, meskipun pada saat buku ini ditulis sudah tersedia ODBC untuk text file dan Excel spreadsheet.

Database middleware yang lain, yang merupakan superset daripada ODBC adalah OLEDB. OLEDB bisa mengakses hampir segala macam bentuk database, dan karenanya Microsoft mengklaim OLEDB sebagai Universal Data Access Interface2. Kelebihan yang lain dari OLEDB adalah dia didisain dengan konsep obyek komponen (Component Object Model) yang mengandalkan object-oriented computing dan menjadi salah satu trend di dunia komputasi. Hanya saja OLEDB relatif masih baru pada saat buku ini ditulis, sehingga penulis belum dapat mengevaluasinya lebih jauh.

Database middleware yang ketiga lebih bersifat produk daribada sekedar standard seperti ODBC dan OLEDB yang bisa dibuat oleh berbagai vendor. Beberapa produk database middleware yang bisa disebutkan di sini adalah Oracle’s DB Integrator (previously DIGITAL’s DB Integrator), Sybase’s Omni CONNECT, and International Software Group’s Navigator. Kelebihan dari produk-produk ini dibandingkan dengan standard seperti ODBC dan OLEDB adalah performance, yang sangat sulit dimiliki oleh suatu produk yang mengacu pada standar1.

Bagaimana masa depan dari database middleware? Database middleware, seperti midleware-middleware yang lain akan tetap dan semakin dibutuhkan dimasa yang akan datang. Dan besar kemungkinannya bahwa OLEDB akan menjadi database middleware yang paling populer pada saat teknologinya matang, karena keterbukaannya, arsitekturnya yang object-oriented, dan kemampuannya mengakses hampir semua tipe penyimpanan data.

Sumber : https://anchorstates.net/

Komite Sekolah Bebas Galang Dana, Sekolah Berpotensi “Dijual”

Komite Sekolah Bebas Galang Dana, Sekolah Berpotensi “Dijual”

Komite Sekolah Bebas Galang Dana, Sekolah Berpotensi “Dijual”

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerbitkan Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Salah satu yang diatur dalam permen itu adalah partisipasi komite sekolah untuk memberikan sumbangan dan bantuan bagi sekolah. Komite sekolah berperan menggali dana dari berbagai pihak, termasuk alumni, perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau orang-orang yang peduli terhadap sekolah.

Terkait penerapan Permendikbud ini, ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI)

Kabupaten Sleman, Ary Gunawan, justru khawatir sekolah berpotensi akan “dijual” kepada perusahaan swasta. Menurutnya, dana perusahaan yang masuk melalui komite sekolah dikhawatirkan akan menodai kualitas pendidikan di dalam sebuah sekolah.

“Jangan sampai sekolah nantinya punya sponsor yang mendanai sekolah,” ujar Ary.

Kebijakan ini, menurut Ary, di satu sisi memang menguntungkan orang tua siswa karena sumber keuangan sekolah tidak hanya berasal dari pemerintah dan orang tua, tapi juga pihak lain. Ini tentunya meringankan beban keuangan yang harus dipikul orang tua siswa. Namun, aliran dana dari pihak lain juga harus diwaspadai.

Ary menambahkan, peran komite sekolah saat ini akan jauh lebih berat. Komite

harus membantu sekolah menyediakan anggaran tanpa diperbolehkan memberatkan orang tua siswa. Tentunya, komite harus memutar otak untuk mengumpulkan dana, sementara mereka harus bekerja tanpa digaji.

“Orang tua hanya boleh memberikan sumbangan yang tidak boleh ditentukan besaran nominalnya. Kalau orang tua tidak memberi pun tidak boleh dipaksa. Kalau komite tidak bisa mengumpulkan dana, akhirnya pembangunan terhambat,” imbuh guru SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman ini.

Di sekolah swasta, barangkali ini tidak menjadi persoalan, karena orang tua

sudah terbiasa menanggung kebutuhan dana sekolah secara bersama – sama. Namun, menurut Ary, sekolah negeri akan punya persoalan. Orang tua di sekolah negeri tak terbiasa menanggung total kebutuhan sekolah secara bersama.

 

Baca Juga :

PPDB MAPK Dibuka Online Mulai 6 Februari

PPDB MAPK Dibuka Online Mulai 6 Februari

PPDB MAPK Dibuka Online Mulai 6 Februari

Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Madrasah Aliyah Program Khusus

(MAPK) akan dibuka secara online pada 6 Februari 2017. Kasubdit Kesiswaan Direktorat Pendidikan Madrasah Ida Nor Qosim mengatakan, MAPK akan kembali dibuka di 10 daerah yakni Samarinda, Jember, Jombang, Surakarta, Martapura, NTB, Sulawesi Selatan, Padang, Ciamis, dan Yogyakarta.

“Pendaftaran PPDB akan dibuka serentak secara online pada tanggal 6 Februari 2017,” ujar Ida dikutip dari laman resmi Kemenag.

Karena 2017 adalah tahun pertama, Ida mengaku masih akan memantau animo masyarakat mendaftarkan anaknya di MAPK. Pada saat yang bersamaan, Direktorat Pendidikan Madrasah (Ditpenmad) juga akan terus melakukan pembenahan sistem pendaftaran.

Ditpenmad pada tahun ini juga akan melakukan penguatan sarana serta

peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependikan. Setiap MAPK telah dialokasikan anggaran sebesar Rp2miliar dengan komposisi 60% untuk membangun sarana prasarana, sedang 40% lainnya untuk penguatan yang bersifat non sarpras.

MAN 1 Yogyakarta menjadi satu – satu MAN di Yogyakarta yang diberi kepercayaan oleh  Kementerian Agama untuk membuka program MAPK. Madrasah ini juga mengaku siap menjalankan amanat Kemenag untuk mendidik calon ulama melalui program ini.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Wiranto Prasetyahadi menegaskan kesiapannya

membuka program ini. Hanya saja, pembukaan program ini tidak lantas menutup kelas reguler. “Yang perlu ditegaskan, kami tetap membuka kelas reguler dengan program IPS, IPA, dan Bahasa. Ini perlu ditegaskan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

UN Tetap Penentu Kelulusan Peserta Pendidikan Kesetaraan

UN Tetap Penentu Kelulusan Peserta Pendidikan Kesetaraan

UN Tetap Penentu Kelulusan Peserta Pendidikan Kesetaraan

Ujian Nasional yang akan dilaksanakan tahun ini tetap menjadi penentu

kelulusan bagi peserta pendidikan non formal atau pendidikan kesetaraan. Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) tersebut akan dilaksanakan dengan dua metode, yaitu berbasis komputer dan berbasis kertas.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar mengatakan, peran UN bagi peserta pendidikan kesetaraan sangat penting, karena menentukan kelulusan. Kebijakan bahwa UN tidak menjadi penentu kelulusan hanya berlaku bagi peserta pendidikan formal.

Harris menyebutkan, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional mengamanatkan pemerintah untuk melakukan penilaian bagi pendidikan kesetaraan. Hingga saat ini, ujian yang digunakan untuk melakukan penilaian tersebut adalah Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno menambahkan, pelaksanaan UN Pendidikan Kesetaraan tahun 2017 akan dibagi menjadi dua gelombang untuk mengoptimalkan penerapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Gelombang pertama (UNPK) mulai 15 April nanti, selama dua minggu, pada

hari Sabtu dan Minggu. Kemudian gelombang kedua, yaitu Oktober, diperuntukkan bagi yang belum berkesempatan di gelombang pertama. Harapannya, gelombang kedua itu bisa UNBK seluruhnya,” ujarnya.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

Mengenal Taman Bacaan yang Selalu Hidupkan Budaya Antre

Mengenal Taman Bacaan yang Selalu Hidupkan Budaya Antre

Mengenal Taman Bacaan yang Selalu Hidupkan Budaya Antre

Tradisi antre disinyalir sudah mulai hilang di era digital ini.

Banyak orang lebih memilih untuk cari “cara cepat” untuk sampai ke tujuan. Instan dalam meraih sesuatu yang diinginkan. Mungkin, mengantre dianggap aktivitas yang menjemukan. Bahkan tidak mengenakkan bagi sebagaian besar orang. Apalagi yang berpangkat atau yang merasa tinggi. Wajar bila akhirnya, orang berebut untuk buru-buru. Sehingga tradidi antre jadi terabaikan.
Tradisi antre bisa jadi sudah mulai hilang. Karena hari ini, banyak orang sudah tidak mau lagi berdiri berderet-deret; memanjang sambil menunggu untuk mendapat giliran. Dalam hal apapun, untuk keperluan apapun. Bahkan tidak sedikit orang yang sudi “membayar” orang bila terpaksa haru antre.
Maka benar anekdot yang menyatakan “seorang anak hanya butuh waktu singkat untuk bisa menguasai ilmu matematika. Tapi butuh waktu bertahun-tahun untuk memiliki budaya antre.

Berangkat dari realitas itulah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera

Pustaka telah menjadikan budaya antre sebagai adab yang dipelihara. Melalui event bulanan bertajuk “Membaca di Alam” hari ini, Minggu 19 Januari 2020, sekitar 40 anak-anak pembaca aktif Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor tetap melatih tradisi antre. Hebatnya, tradisi antre yang diajarakn tidak melalui ceramah. Tapi langsung praktik dengan menerapkan “jajanan kampung gratis” seperti baslok, cincau dan sebagainya. Seusai mengikuti senam literasi, bermain games, dan membaca di alam di Sungai Ciherang, anak-anak TBM Lentera Pustaka langsung antre untuk menikmati jajajan kampung gratis.
Dibimbing langsung oleh Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepela Program TBM Lentera Pustaka, anak-anak usia sekolah yang selalu membaca seminggu 3 kali ini menjadikan tradisi antre sebagai adab yang harus dijunjung tinggi. Selain tradisi antre, anak-anak TBM Lentera Pustaka pun diajarkan adab-adab lainnya, seperti 1) memberi salam, 2) cium tangan, dan 3) berdoa sebelum membaca.

“Selain menjadi tempat membaca secara rutin, anak-anak TBM Lentera

Pustaka memang dilatih untuk memiliki adab antre, salam, cium tangan, dan berdoa. Dan setelah 2 tahun berjalan, semua itu sudah menjadi nilai-nilai yang melekat dalam diri mereka. Adab inilah yang perlu diajarkan di era yang katanya semakin canggih, di era digital” ujar Syarifudin Yunus yang ikut mengantre bersama anak-anak.

 

Baca Juga :

Guru Besar ITN yang Baru Tekankan Kearifan Lokal di Bidang Arsitek

Guru Besar ITN yang Baru Tekankan Kearifan Lokal di Bidang Arsitek

Guru Besar ITN yang Baru Tekankan Kearifan Lokal di Bidang Arsitek

Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang mengukuhkan Guru Besar bidang arsitektur, Sabtu (18/1). Dia adalah Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT.
Dalam penelitian-nya berjudul ‘Arsitektur Kota Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal’, penelitian ini dilakukan dengan dasar bahwa banyak di kota yang tidak memperhatikan kearifan lokal.
“Sebenarnya bangsa ini harus menggali kearifan lokal yang ada sehingga membentuk karakter, identitas itu dengan mengacu pada kearifan lokal itu tadi. Sehingga itulah yang dimiliki atau dipunyai oleh negara,” ucap Prof Lalu Mulyadi saat diwawancara usai pengukuhan.
Dia menyebutkan, untuk saat ini di Kota Malang sendiri sudah mulai memperhatikan kearifan bangunan kolonial yang berada di tengah kota. Di hadapan awak media Prof Lalu Mulyadi mencotohkan seperti kampung heritage yang sudah melestarikan dan mempertahakan bangunan kuno tanpa merusak.

Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT dalam acara usai dikukuhkan sebagai guru besar.

Foto: rezza do’a lathanza
“Bangunan kuno termasuk aset dan warisan budaya nenek moyang kita, bahkan beberada daerah juga menjadikan bangunan kuno sebagai wisata budaya,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Prof Lalu menjelaskan jika dalam pembangunan bangunan kuno harus sesuai dengan identitas ataupun karakteristik dari kota.”Jadi, kalau kita ingin membangun kota harus tahu dan paham tentang karakteristik, khususnya arsitektur,” jelasnya. Menjaga dan mempertahankan kearifan lokal merupakan salah satu sikap ikut serta dalam menjaga cagar budaya.

Saat disingung terkait dengan papan iklan yang berada di bangunan toko Avia

dia menjelaskan dari segi arsitektur bangunan adalan cagar budaya yang sedikitpun tidak boleh dirubah kecuali di renovasi. Tetapi, harus memperhatikan arsektural terlebih dalam menempel barang.”Menempel iklan ataupun coretan itu akan merusak visual dari pada bangunan itu, sebenarnya iklan tidak dipasang di bangunan kuno dia sudah punya tempat tersendiri untuk tempat iklan,” tandasnya.

Ketika negara di luar negeri seperti Singapura dan Paris memanfaatkan

kearifan lokal sebagai destinasi wisata, maka dengan tegas, dia mengatakan Indonesia bisa seperti itu, terlebih Kota Malang.”Saya pikir Malang bisa kita jadikan percontohan jika konsen-nya ke situ,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor ITN Dr. Ir. Kustamar, MT mengaku senang dengan pencapaian yang telah diraih kampusnya dengan menganugerahi guru besar. Dia juga menaruh harapan besar untuk seluruh dosen agar tahun ini banyak yang dikukuhkan sebagai guru besar.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/

Studi Kasus Manajemen SDM Mahasiswa S3 MP Unpak

Studi Kasus Manajemen SDM Mahasiswa S3 MP Unpak

Studi Kasus Manajemen SDM Mahasiswa S3 MP Unpak

Kemampuan manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan itu penting.
Karena manajemen SDM menjadi pangkal tolak kualitas dan upaya organisasi dalam mencapai tujuannya. Maka suka tidak suka, atensi terhadap kompetensi SDM suatu organisasi harus terus dikembangkan, di samping harus mampu mengolah sumber daya manusia yang. Agar dapat bekerja dengan baik dan maksimal, serta sesuai dengan bidangnya. SDM yang mau melakukan sesuatu untuk berkontribusi terhadap organisasi.

Di era digital, manajemen SDM hakikatnya harus dijalankan berbasis

kompetensi. Karena hanya SDM yang kompeten yang dapat menjadikan organisasi tetap kompetetif dan survive di tengah kompetisi yang ketat, termasuk institusi pendidikan. Pentingnya manajemen berbasi kompetensi dimaksudkan agar tujuan organisasi dapat dicapai dan mampu menciptakan sinergi dalam organisasi tersebut.
Komitmen pembelajaran manajemen SDM berbasis kompetensi itulah yang ingin diperkuat oleh para mahasiswa S3 Program Doktor Manajemen Pendidikan (MP) kelas 2018 KS 2 Pascasarjana Universitas Pakuan (Unpak) Bogor saat mengikuti perkuliahan “Pengembangan Manajemen SDM” dari Dr. Sri Setyaningsih, M.Si. (Kamis, 16/1/20) di Kampus Pascasarjana Unpak, Bogor.

Oleh karena itu, upaya untuk pengembangan SDM tidak dapat dilepaskan dari

penerapan Teori Maslow akan pentingnya hierarki lima kebutuhan setiap SDM, yang terdiri dari:
1. Fisiologis, meliputi rasa lapar, haus, berlindung, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya,
2. Rasa aman, meliputi rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional.
3. Sosial, meliputi rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan.

4. Penghargaan, meliputi faktor-faktor penghargaan internal seperti rasa

hormat diri, otonomi, dan pencapaian, dan faktor-faktor penghargaan eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.
5. Aktualisasi diri, meliputi dorongan untuk menjadi seseorang sesuai kecakapannya; meliputi pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/

Hukum, Negara dan Pemerintahan

Hukum, Negara dan Pemerintahan

Hukum, Negara dan Pemerintahan
  1. Pengertian Hukum

Ada beberapa pendapat para pakar mengenai pengertian hukum:

1)        Mayers menjelaskan bahwa hukum itu adalah semua aturan yang menyangkut kesusilaan dan ditujukan terhadap tingkah laku manusia dalam masyarakat serta sebagai pedoman bagi penguasa Negara dalam melaksanakan tugasnya.

2)       Utrecht berpendapat bahwa hukum adalah himpunan perintah dan larangan untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat dan oleh karenanya masyarakat harus mematuhinya.

3)       Simorangkir mengatakan bahwa hukum adalah peraturan yang bersifat memaksa dan sebagai pedoman tingkah laku manusia dalam masyarakat yang dibuat oleh lembaga berwenang serta bagi sapa saja yang melanggarnya akan mendapat hukuman.

4)       Sudikno Mertokusuro menyatakan bahwa hukum adalah sekumpulan peraturan-peraturan atau kaidah-kaidah dalam suatu kehidupan bersama, keseluruhan peraturan tentang tingkah laku yang berlaku dalam kehidupan bersama yang dapat dipaksakan pelaksanaannya dengan suatu sanksi.

5)       Achmad Ali menyatakan hukum adalah seperangkat norma tentang apa yang benar dan apa yang salah, yang dibuat dan diakui eksistensinya oleh pemerintah yang dituangkan baik dalam aturan tertulis (peraturan) maupun yang tidak tertulis yang mengikat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya secara keseluruhan dan dengan ancaman sanksi bagi pelanggar aturan tersebut.

Baca Juga :