Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 (ASEAN Economic Community (AEC)) adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar sesama negara-negara ASEAN. (Wikipedia)

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa MEA merupakan sebuah sistem pasar bebas antara sesama negara anggota ASEAN yang menghilangkan pajak atau bea cukai serta kebebasan sebuah negara untuk memasukkan barangnya ke negara lainnnya.

MEA atau AEC merupakan salah satu bentuk kerjasama ASEAN di bidang Ekonomi. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sendiri telah dibuka pada Desember 2015 lalu dengan tujuan untuk memujudkan wawasan ASEAN pada tahun 2020.

Istilah lain dari Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah;

  • MEA yang merupakan singkatan dari Masyarat Ekonomi ASEAN itu sendiri
  • AEC yang merupakan singkatan dari istilah bahasa Inggris dari ASEAN Economic Community
  • Komunitas Ekonomi ASEAN yang merupakan terjemahan dari ASEAN Economic Community

 

Tujuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Secara umum MEA bertujuan untuk membentuk komunitas ekonomi tingkat regional antara sesama negara anggota ASEAN sebagai suatu integrasi ekonomi kawasan ASEAN yang stabil, makmur dan memiliki tingkat daya saing yang tinggi.

Selain itu juga untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan khususnya di wilayah ASEAN.

Kesiapan Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Secara umum penerapan MEA pada tahun 2015 akan memberikan peluang yang sangat besar bagi Negara-negara pesertanya khususnya Indonesia.

Oleh karena itu, Indonesia juga selalu berusaha untuk mempersiapkan diri menghadapi MEA 2015, hal ini dapat dilihat dari pembangunan dan pengembangan  infrastruktur penting seperti Bandara dan pelabuhan, di berbagai tempat di seluruh wilayah Indonesia.

Namun Indonesia juga masih tertinggal dari segi pendidikan, dan tingkat daya serap teknologi masyarakat indonesia masih rendah sehingga membuat produk indonesia masih kalah saing dengan produk negara Hi-tech industri di ASEAN dari segi biaya dan kualitasnya.

Peran Pemerintah diupayakan mampu membangun kemandirian Bangsa Indonesia agar dapat kuat menghadapi pasar bebas. Budaya apresiasi produk dalam negeri akan mendorong berkembangnya merek-merek dalam negeri.

Dengan pembenahan segera di bidang Infrastruktur, Birokrasi, Pendidikan dan Teknologi , maka Indonesia diharapkan akan bisa bersaing di MEA 2015.

 

Baca Artikel Lainnya:

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Berkelanjutan

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Berkelanjutan

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Berkelanjutan

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Berkelanjutan
Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Berkelanjutan

Pelestarian Lingkungan Hidup

Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula.

Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.

Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas teks ulasan manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan.

Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:

  1. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
  2. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

 

Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:

  1.  Menjamin pemerataan dan keadilan.
  2.  Menghargai keanekaragaman hayati.
  3.  Menggunakan pendekatan integratif.
  4.  Menggunakan pandangan jangka panjang.

Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:

  • Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
  • Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
  • Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

 

Upaya yang Dilakukan Pemerintah

Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup.

Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:

a. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.

b. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuanketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.

c. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).

d. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya:

  •  Menanggulangi kasus pencemaran.
  •  Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
  •  Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

e. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat

Bersama Pemerintah Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:

a. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)

Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi.

Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus.

Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul.

Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.

b. Pelestarian udara

Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen. Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang.

Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:

1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis.

Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.

2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri.

Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.

3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer
Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut.

Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari.

Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

c. Pelestarian hutan

Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan.

Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.

Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:

  1.  Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
  2.  Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
  3.  Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
  4.  Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
  5.  Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

 

d. Pelestarian laut dan pantai

Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai.

Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.

Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:

  • Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
  • Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
  • Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
  • Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

 

e. Pelestarian flora dan fauna

Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.

Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:

  •  Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
  •  Melarang kegiatan perburuan liar.
  •  Menggalakkan kegiatan penghijauan.

Bentuk-Bentuk Pasar dan Pengertiannya

Bentuk-Bentuk Pasar dan Pengertiannya

Bentuk-Bentuk Pasar dan Pengertiannya

Bentuk-Bentuk Pasar dan Pengertiannya
Bentuk-Bentuk Pasar dan Pengertiannya

Pasar

Pasar merupakan sarana kegiatan ekonomi yang paling penting. Bentuk-bentuk pasar dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

Bentuk Pasar menurut Sifat/Wujud Barang dan Cara Penyerahannya

Berdasarkan sifat barang dan cara penyerahannya, pasar dibedakan menjadi:

a. Pasar konkret

Pasar konkret, yaitu pasar di mana barang yang diperjualbelikan benar-benar ada dan penjual dan pembeli bertemu langsung.

Ciri-ciri pasar konkret:

  1. transaksi dilakukan secara tunai,
  2. barang dapat dibawa/diambil saat itu juga,
  3. barang yang diperjualbelikan benar-benar ada/nyata,
  4. penjual dan pembeli bertemu langsung.

 

b. Pasar abstrak

Pasar abstrak, yaitu pasar di mana barang yang diperjualbelikan tidak tersedia secara langsung dan antara penjual dan pembelinya tidak bertemu secara langsung.

Ciri-ciri pasar abstrak:

  1. penjual dan pembeli berada di tempat yang berbeda dan berjauhan jaraknya,
  2. transaksi dilandasi oleh rasa saling percaya,
  3. barang yang diperjualbelikan tidak tersedia, hanya contoh saja,
  4. transaksi dilakukan dalam partai besar.

Contoh pasar abstrak yang lagi trend terutama bagi masyarakat kalangan atas sekarang ini adalah belanja barang secara on line lewat internet.

Bentuk Pasar menurut Luas Wilayah Kegiatannya

Berdasarkan luas wilayah kegiatannya, pasar dapat dibedakan menjadi:

a. Pasar regional

Pasar regional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi beberapa negara pada wilayah tertentu. Pasar ini sejarah bpupki biasanya di bawah naungan wadah kerja sama regional, misalnya di kawasan Asia Tenggara dibentuk AFTA.

b. Pasar internasional

Pasar internasional adalah pasar yang daerah pemasarannya mencakup seluruh kawasan dunia. Pasar ini juga disebut pasar dunia, karena menjual produk-produk yang dibutuhkan oleh semua masyarakat dunia, misalnya pasar kopi di Brasil, pasar wol di Sidney, Australia.

c. Pasar lokal

Pasar lokal adalah pasar yang daerah pemasarannya hanya meliputi daerah tertentu, dan pada umumnya menawarkan barang yang dibutuhkan masyarakat di sekitarnya.

Misalnya Pasar Klewer di Solo yang menyediakan berbagai jenis kain batik, karena masyarakat di Solo dan sekitarnya banyak yang mengenakan batik.

d. Pasar nasional

Pasar nasional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi wilayah satu negara. Pasar ini menjual barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat negara tersebut.

Bentuk Pasar menurut Organisasi Pasar atau  Hubungan antara Pembeli dan Penjual

Berdasarkan organisasi pasar, pasar dapat dibedakan menjadi:

a. Pasar persaingan sempurna (perfect competition market)

Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli, sehingga harga tidak bisa ditentukan oleh masing-masing penjual/pembeli.

  1. penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar tanpa hambatan,
  2. pengetahuan penjual dan pembeli tentang pasar sempurna,
  3. penjual dan pembeli banyak,
  4. barang yang diperjualbelikan bersifat homogen.

 

b. Pasar persaingan tak sempurna (imperfect competition market)

Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar di mana jumlah pembeli lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penjualnya, sehingga pasar dikuasai oleh satu atau beberapa penjual saja.

Adapun ciri-cirinya sebagai berikut.

  1. terdapat hambatan untuk memasuki pasar,
  2. pengetahuan pembeli tentang pasar terbatas,
  3. jumlah penjual sedikit,
  4. barang yang diperjualbelikan bermacam-macam.

 

Bentuk pasar yang termasuk pasar persaingan tidak sempurna, di antaranya:

a. Pasar monopoli

Pasar monopoli ialah pasar yang dikuasai sepenuhnya oleh penjual. Penjual mempunyai kekuasaan yang mampu memaksakan kemauannya, baik dalam bentuk harga, volume, tempat, maupun waktu pembelian barang yang akan dijualnya.

Karena penjual dalam pasar monopoli tidak mempunyai pesaing, ia dapat menaikkan atau menurunkan harga dengan cara mengubah jumlah barang yang ditawarkan. Contoh: PLN menguasai listrik di Indonesia, PT Pos Indonesia memonopoli penjualan benda-benda pos di Indonesia.

Ciri-ciri pasar monopoli, antara lain:

  1. terdapat satu penjual dan banyak pembeli,
  2. harga ditentukan secara sepihak oleh penjual,
  3. tidak ada barang lain yang dapat menggantikan barang yang dijualbelikan dengan sempurna,
  4. ada halangan yang kuat bagi penjual baru untuk masuk dalam pasar.

Hambatan-hambatan yang sering terjadi pada pasar monopoli antara lain:

  1. penetapan harga serendah mungkin,
  2. adanya kepemilikan terhadap hak paten atau hak cipta dan hak eksklusif,
  3. pengawasan yang ketat terhadap agen pemasaran dan distributor,
  4. adanya skala ekonomis yang sangat besar,
  5. memiliki sumber daya yang unik.

Penyebab timbulnya pasar monopoli antara lain:

  1. ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang,
  2. penggabungan dari berbagai perusahaan,
  3. adanya hak cipta atau hak paten atas hasil karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan.

 

b. Pasar duopoli

Pasar duopoli, yaitu pasar di mana penawaran suatu barang dikuasai oleh dua perusahaan. Contoh: penawaran minyak pelumas yang dikuasai oleh Caltex dan Pertamina.

Ciri-ciri pasar duopoli, yaitu:

  1. terdapat dua penjual dan banyak pembeli,
  2. harga ditentukan secara sepihak oleh kedua penjual baik dengan kesepakatan atau tidak.

 

c. Pasar oligopoli

Pasar oligopoli ialah pasar di mana beberapa perusahaan menguasai penawaran satu jenis barang. Beberapa perusahaan yang menguasai pasar ini saling memengaruhi satu sama lain.

Sifat ini menyebabkan satu perusahaan harus mengambil keputusan secara hati-hati dalam mengubah harga, mengubah desain produk atau mengubah teknik produksi.

Contoh: penawaran sepeda bermotor yang dikuasai oleh beberapa perusahaan di antaranya Honda, Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki.

Ciri-ciri pasar oligopoli, yaitu:

  1. terdapat banyak pembeli di pasar,
  2. hanya ada beberapa penjual,
  3. produk yang dijual bersifat homogen dan bisa juga berbeda namun memenuhi standar mutu,
  4. terdapat hambatan untuk memasuki pasar bagi perusahaan baru,
  5. adanya saling ketergantungan,
  6. penggunaan iklan sangat intensif.

 

d. Pasar monopolistik

Pasar monopolistik adalah suatu struktur pasar di mana terdapat banyak produsen yang menjual produk yang sama, tetapi dengan berbagai macam variasi.

Ciri-ciri pasar monopolistik

  1. Terdapat banyak produsen.
  2. Produk yang dijualbelikan sama (homogen), tetapi dengan berbagai macam variasi.

 

4. Menurut Waktu Penyelenggaraannya

Berdasarkan waktu penyelenggaraannya, pasar dapat dibedakan menjadi:

a. Pasar harian

Pasar harian adalah pasar yang dilakukan setiap hari.
Contohnya pasar-pasar tradisional di lingkungan rumah yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, pasar induk, di jakarta, dan lain-lain.

b. Pasar mingguan

Pasar mingguan adalah pasar yang dilakukan hanya setiap seminggu sekali. Biasanya nama pasar ini diambil dari nama hari pelaksanaan, contohnya Pasar Senin, Pasar Minggu, Pasar Rebo, dan lain-lain.

c. Pasar bulanan

Pasar bulanan adalah pasar yang dilakukan sebulan sekali.
Pasar bulanan biasanya terdapat di sekitar pabrik dan dibuka setiap kali karyawan pabrik tersebut menerima gaji.

d. Pasar tahunan

Pasar tahunan adalah pasar yang dilakukan setahun sekali.
Pasar ini diselenggarakan berkaitan dengan acara atau kegiatan dan sering digunakan sebagai ajang pameran atau promosi. Contohnya Pekan Raya Jakarta (PRJ), Pasar Sekaten di Jogjakarta dan Solo.

5. Menurut Jenis Barang yang Diperjualbelikan

Berdasarkan jenis barang yang diperjualbelikan, pasar dibedakan menjadi:

a. Pasar barang distribusi

Pasar barang distribusi adalah pasar yang menjual faktorfaktor produksi. Misalnya bursa tenaga kerja, pasar modal, pasar mesin-mesin produksi, dan lain-lain.

b. Pasar barang konsumsi

Pasar barang konsumsi adalah pasar yang menjual barangbarang yang secara langsung dapat dikonsumsi/dipakai. Contohnya pasar buah, pasar ikan, pasar pakaian, dan lain-lain.

Pengertian Reservasi

Pengertian Reservasi

Pengertian Reservasi

Pengertian Reservasi
Pengertian Reservasi

Reservasi adalah suatu pernyataan sepihak

Yang dibuat oleh suatu Negara pada waktu menandatangani, menerima, meratifikasi, mengesahkan atau mengaksesi perjanjian, yang isi pokoknya adalah untuk mengeluarkan atau untuk mengubah akibat hukum dari ketentuan-ketentuan tertentu dalam pemberlakuannya terhadap Negara tersebut (KW 1969).

Awalnya reservasi (persyaratan)

Didefinisikan berbeda-beda berdasarkan subyek yang memberikan defenisi. Adapun defenisi bebas terhadap reservation yang secara umum itu ialah pernyataan sepihak yang dikemukakan oleh suatu negara pada waktu menyatakan persetujuan untuk terikat pada suatu perjanjian internasional, yang isinya menyatakan “Menolak untuk menerima atau mengakui atau tidak mau terikat pada, atau tidak mau menerima akibat hukum dari salah satu atau beberapa ketentuan dari perjanjian tersebut, dan atau mengubah atau menyesuaikan isi atau memberikan arti tersendiri atas salah satu atau beberapa ketentuan dari perjanjian tersebut sesuai dengan kepentingan negara yang bersangkutan”, perbedaan pendapat ini dimungkinkan kalau belum ada defenisi yang disepakati bersama.

Menurut UU No.24 Tahun 2000 Pasal 1 (d), Reservasi adalah suatu perrnyataan sepihak dari suatu Negara untuk tidak menerima berlakunya ketentuan tertentu pada perjanjian internasional dalam rumusan yang dibuat ketika menandatangani, menerima, menyetujui, atau mengesahkan perjanjian internasional yang bersifat multilateral.

Namun dengan lahirnya konvensi wina 1969

Sebagai instrumen hukum perjanjian internasional, pengertian persyaratan telah diterimah secara umum berdasarkan defenisi yang terdapat pada pasal 2 ayat 1 butir d “Persyaratan berarti suatu pernyataan sepihak, dengan bentuk dan nama apapun yang dibuat oleh suatu negara, ketika menandatangani, meratifikasi, mengapksesi, menyetujui, atau mengaksesi atas suatu perjanjian internasional, yang maksudnya untuk mengesampingkan atau mengubah akibat hukum dari ketentuan tertentu dari perjanjian itu dalam penerapannya terhadap negara yang bersangkutan”. Dengan demikian substansi pasal 2 (1),d konvensi wina antara lain adalah merupakan pernyataan sepihak, berkenaan dengan waktu pengajuan persyaratan, dan berkenaan dengan substansi, maksud, dan tujuan dari persyaratan itu sendiri, serta pengajuan persyaratan itu harus dalam bentuk tertulis.

Dengan adanya pengertian yang diberikan terhadap reservasi dalam konvensi wina berarti pengertian bebas tadi dengan sendirinya ditinggalkan karena sifatnya yang relatif demi terpenuhinya persamaan presfektif terhadap reservasi.

Pengaruh Kedaulatan Negara dalam Menekan Untuk Lahirnya Sebuah Persyaratan,

Instrumen Dari Persyaratan (reservasi).

Resevasi seperti telah diuraikan diatas didasarkan pada pasal 2 ayat 1 bagian d konvensi wina 1969 tentang perjanjian. Perjanjian merupakan manifestasi dari keinginan negara- negara atas sebuah aturan internasional yang penerapannya tidak bertentangan dengan konstitusinya dan tentunya tidak mencederai kedaulatan masing- masing negara. Kedaulatan merupakan salah satu unsur pembentuk negara sehingga aturan hukum internasional diusahakan serelevan mungkin dengan aturan hukum umum pada setiap negara didunia. Kedaulatan menurut kamus hukum internasional dan indonesia oleh Drs. Soesilo Prajogo, SH, yang diterbitkan Wacana Intelektual berarti “Kekuasaan tertinggi atas pemerintahan negara, daerah; kedaulatan suatu negara”, dengan mengacu pada defenisi diatas maka suatu problem akan muncul ketika negara- negara ikut dalam suatu konvensi internasional, dimana disetiap negara pasti mempunyai perbedaan konstitusi.

Kesadaran bahwa dalam sistem dan struktur masyarakat internasional, negara-negara sebagai subyek utama hukum internasional memiliki kedaulatan, dan dengan dasar kedaulatan itu maka negara tidak bisa dipaksa untuk menerima atau menyatujui sesuatu yang tidak sesuai dengan kepentingannya. Dalam hubungannya dengan suatu perjanjian internasional, atas dasar kedaulatan itu maka suatu negara berhak penuh untuk menentukan apakah akan menyatakan setuju terikat ataukah menolak terikat pada suatu perjanjian internasional. Problematisnya adalah ketika didalam perejanjian itu ada beberapa ketentuan yang merugikan dan ada juga yang menguntungkan bagi negara, pilihannya adalah menyatujui untuk terikat atau tidak sama sekali.

Pilihan manapun yang ditempuh akan menimbulkan masalah lanjutan baik bagi negara itu maupun bagi perjanjian itu sendiri, bahkan dalam ruang lingkup yang lebih luas akan menimbulkan dampak tehadap masyarakat internasional pada umumnya, lebih- lebih jika perjanjian itu merupakan perjanjian internasional multilateral global. Masalah yang timbul bagi negara adalah jika tidak mau terikat pada perjanjian padahal sebagian besar dari ketentuan perjanjian itu menguntungkan baginya, sebaliknya jika memaksakan terikat pada perjanjian padahal ada beberapa ketentuan yang merugikan bagi negaranya, hal ini menempatkan negara pada pilihan yang sulit.

Selanjutnya bagi perjanjian itu sendiri

Hal ini akan menghambat bagi perkembangan hukum internasional dimana sumber hukum internasional adalah perjanjian internasional bila makin sedikit negara yang menyatakan setuju untuk terikat pada perjanjian tersebut. Hal ini juga akan menghambat konsep ideal dari perjanjian itu pada tatanan pelaksanaannya yang riil.
Bagi masyarakat internasional secara umum, terhambatnya suatu perjanjian internasional berkembang menjadi kaidah hukum positif berarti akan menghambat lahirnya sarana untuk mengatur kehidupan masyarakat internasional. Dengan dua pilihan diatas tentunya akan sulit dipenuhi oleh negara- negara yang ikut dalam perjanjian untuk terikat karena sifatnya yang terlalu ekstrim.

Untuk mengakomodasi kepentingan tiap-tiap negara tanpa

mengesampingkan kedaulatan disatu sisi yang berseberangan dengan ketentuan dalam perjanjian, kemudian diperkenalkan pranata hukum internasional yang disebut reservasi (persyaratan) untuk menjembantani kedaulatan negara-negara dalam keterikatannya pada perjanjian internasional dengan perjanjian itu sendiri. Hal ini membuat terang bahwa persyaratan (reservasi) lahir dari sebuah jurang antara kedaulatan dan ketentuan pada suatu perjanjian.

Mengenai persyaratan instrumen positifnya diatur dalam konvensi wina 1969 pada pasal 2 ayat 1 d “defenisi dari persyaratan”, dan diatur pula dalam lima pasal yaitu pasal 19 “ mengenai ketentuan pengajuan suatu persyatan sampai pembatasannya pada perjanjian internasional”, pasal 20” mengenai diterima atau ditolaknya persyaratan yang diajukan suatu negara oleh negara peserta lainnya”, pasal 21” diatur mengenai akibat hukum dari persyaratan”, pasal 22” diatur mengenai penarikan kembali suatu persyaratan atau sebuah penolakan”, pasal 23”pada pasal ini diatur mengenai prosedur persyaratan secara menyeluruh”.  https://www.dosenpendidikan.com/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/

Dengan adanya aturan yang jelas mengenai persyaratan akan memudahkan bagi negara peserta konvensi atau negara ketiga apabila ingin ikut terikat pada perjanjian dengan mengecualikan beberapa ketentuan yang diperbolehkan oleh perjanjian itu sendiri.

Secara umum perjanjian internasional yang didalamnya diikuti oleh negara sebagai peserta berkiblat (atau instrumen hukumnya) pada ketentuan konvensi wina 1969 tentang perjanjian. Ketentuan dalam konvensi wina tegasnya terdapat 8 (delapan) bagian yang terdiri dari 85 pasal, yang diharapkan dapat mengakomodasi ketentuan hukum internasional bagi suatu perjanjian.

Ilmu Ekonomi Bisnis

Ilmu Ekonomi Bisnis

Ilmu Ekonomi Bisnis

Ilmu Ekonomi Bisnis
Ilmu Ekonomi Bisnis

Ilmu ekonomi bisnis adalah

suatu bidang dalam ilmu ekonomi terapan yang mana menggunakan teori ekonomi dan metode kuantitatif untuk menganalisa usaha bisnis dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keanekaragaman struktur organisasional dan hubungan dari perusahaan dengan pasar tenaga kerja, modal dan produk. Fokus profesional dari jurnal Business Economics telah diekspresikan sebagai menyediakan “informasi praktikal untuk orang-orang yang mengaplikasikan ilmu ekonomi dalam pekerjaan mereka.”  https://www.dosenpendidikan.com/contoh-teks-editorial/

 

Ilmu ekonomi bisnis adalah berhubungan

Dengan masalah dan isu ekonomi yang berkaitan dengan organisasi bisnis, manajemen, dan strategi. Masalah dan isu termasuk: sebuah penjelasan kenapa korporasi muncul dan eksis; kenapa mereka melakukan ekspansi: secara horizontal, vertikal dan spasial; peran dari wirausaha dan kewirausahaan; signifikansi dari struktur organisasi; hubungan antara perusahaan dengan karyawan, penyedia modal, pelanggan, pemerintah; interaksi antara perusahaan dan lingkungan bisnis.

Istilah “ilmu ekonomi bisnis”

Digunakan dalam cara bervariasi. Kadang-kadang ia digunakan secara sinonim dengan ilmu ekonomi industri atau organisasi industri, ilmu ekonomi manajerial, dan ilmu ekonomi untuk bisnis. Tapi, masih ada perbedaan substansial dalam penggunaan “ilmu ekonomi untuk bisnis” dan “ilmu ekonomi manajerial” dengan istilah yang terakhir digunakan secara lebih sempit.

Satu pandangan dari pemisahan antara hal ini

Adalah bahwa ilmu ekonomi bisnis adalah lebih luas dalam cakupannya daripada ilmu ekonomi industri. Ilmu ekonomi untuk bisnis melihat kepada prinsip-prinsip mayor dari ilmu ekonomi tapi berfokus pada mengaplikasikan prinsip-prinsip ilmu ekonomi ini terhadap bisnis di dunia nyata. Ilmu ekonomi manajerial adalah aplikasi dari metode ekonomi dalam proses pengambilan keputusan manajerial.

Pengertian Perilaku Organisasi

Pengertian Perilaku Organisasi

Pengertian Perilaku Organisasi

Pengertian Perilaku Organisasi
Pengertian Perilaku Organisasi

Di dalam dunia psikologi atau sosiologi ada satu macam disiplin

Ilmu yang disebut dengan perilaku organisasi. Ilmu ini tergolong penting terutama dalam hal manajemen dan peningkatan mutu sumber daya manusia. Namun sebelum membahas lebih jauh tentang hal ini, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian perilaku organisasi.

Secara umum, pengertian perilaku organisasi adalah

Ilmu dalam memonitor dan menganalisis sikap tiap-tiap individu dan kontribusinya dalam suatu perusahaan atau organisasi. Tujuan utamanya adalah untuk mengukur keefektivitasan seseorang ketika bekerja dalam team. Ilmu ini juga dapat digunakan untuk melihat orang mana yang memiliki kontribusi positif, orang mana yang sia – sia, dan orang mana yang justru mengacaukan segalanya.

Ilmu semacam ini sebenarnya sudah muncul sejak 1890.

Namun, perkembangannya baru mulai terlihat setelah Perang Dunia I ketika beberapa pakar mulai memperhatikan bagaiman psikologi seseorang dapat mempengaruhi suatu organisasi. Setelah itu, ilmu perilaku organisasi semakin berkembang dengan ditemukannya beberapa aspek baru yang dapat dijadikan parameter analisisnya pada tahun 1960an. Kemudian, dalam dua dekade setelahnya, pendekatannya bergeser menjadi pendekatan kualitatif karena dirasa lebih dapat memberikan hasil yang valid.

Di jaman modern, ilmu perilaku

organisasi harus dikuasai dengan baik oleh tim HRD (Human Resources Department) dalam suatu perusahaan. Karena, tugas HRD adalah untuk menilai kinerja tiap – tiap karyawan dan kemudian memberikan penghargaan sesuai dengan nilainya masing – masing. Penghargaan tersebut dapat berupa gaji yang lebih banyak, kepercayaan yang lebih besar, atau jabatan yang lebih tinggi. Setelah memberi penghargaan pun, HRD masih harus memonitor karyawan tersebut untuk mengukur apakah penghargaan yang diberikan mampu memotivasi dan meningkatkan kinerja karyawan yang bersangkutan. Intinya, perilaku organisasi adalah hal yang harus dilakukan terus menerus.

Ketika menilai masing – masing karyawan, biasanya HRD menggunakan beberapa parameter seperti absensi, kestabilan emosi, kualitas kerja, cara bekerja, komunikasi antar anggota team, produktivitas, ketahanannya terhadap stress, dan lain sebagainya. Penilaian semacam ini penting dilakukan untuk:

Memotivasi karyawan agar bekerja dengan baik

Meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja dalam perusahaan
Memberi penghargaan kepada tiap – tiap individu sesuai dengan porsinya
Karena peran pentingnya dalam sebuah perusahaan, disiplin ilmu perilaku organisasi ini kemudian dimasukkan ke dalam kurikulum wajib dalam sekolah bisnis. Para pelajar maupun mahasiswa bisnis tidak hanya diharuskan untuk memahami pengertian perilaku organisasi saja. Namun, mereka juga harus mampu menguasai ilmu tersebut termasuk aplikasinya di dunia nyata.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Apa itu Hotspot?

Apa itu Hotspot?

Apa itu Hotspot?

Apa itu Hotspot?
Apa itu Hotspot?

Hotspot—apa, di mana, dan bagaimana Anda dapat terhubung ke hotspot sambil melindungi privasi dan keamanan Anda?

Jika Anda sudah pernah mencoba menjawab email atau menjelajah Internet dari perangkat seluler di tempat umum, atau bahkan di kantor atau di rumah, kemungkinan Anda sudah terhubung ke hotspot Wi-Fi. Koneksi ini bukan hanya sangat mudah, Anda juga tidak perlu menggunakan data smartphone. Tidak mengherankan, hotspot menjadi bagian penting dari infrastruktur publik, juga pengalaman Internet kami.

Jutaan orang setiap hari terhubung ke hotspot publik untuk kebutuhan data mereka. Berdasarkan berbagai perkiraan, hampir 200 juta hotspot di seluruh dunia, dan akan ada satu hotspot untuk setiap 20 orang di bumi pada tahun 2018. Berkat gaya hidup digital modern kami yang selalu aktif, orang berharap untuk terus terhubung, dan titik akses Wi-Fi publik untuk diperluas hingga jaringan global hotspot untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Terminologi

Sebelum kita menyelami cara menghubungkan ke hotspot dan masalah keamanan terkait, kami akan mendefinisikan apa yang kami maksud. Sementara sebagian orang menggunakan istilah “hotspot” dan “hotspot seluler” dan saling mempertukarkannya, keduanya sebenarnya memiliki maksud yang berbeda.

  • Hotspot: Hotspot adalah lokasi fisik tempat orang dapat mengakses Internet, biasanya menggunakan Wi-Fi, melalui jaringan area lokal nirkabel (WLAN) dengan router yang terhubung ke penyedia layanan Internet (ISP). Kebanyakan orang menyebut lokasi ini sebagai “hotspot Wi-Fi” atau “koneksi Wi-Fi”. Sederhananya, hotspot adalah lokasi fisik tempat pengguna dapat menghubungkan perangkat seluler mereka, seperti smartphone dan tablet, ke Internet secara nirkabel.Hotspot bisa berada di lokasi pribadi atau publik, seperti kedai kopi, bandara, hotel, atau bahkan pesawat terbang. Sementara banyak hotspot publik menawarkan akses nirkabel pada suatu jaringan terbuka, yang lainnya harus membayar. Di bagian selanjutnya dari artikel ini Anda akan mempelajari cara menghubungkan perangkat seluler ke hotspot Wi-Fi.

 

  • Hotspot seluler: Hotspot seluler (kadang disebut hotspot portabel) adalah hotspot yang bergerak! Saat hotspot Wi-Fi “reguler” terikat ke suatu lokasi fisik, Anda dapat membuat hotspot seluler menggunakan koneksi data smartphone untuk menghubungkan laptop ke Internet. Proses ini disebut “penambatan”. Informasi selengkapnya tentang proses ini akan dijelaskan nanti.Anda juga harus mengetahui istilah-istilah ini ketika berbicara tentang hotspot Wi-Fi.
  • Titik akses (titik akses nirkabel): Titik akses nirkabel (WAP) adalah perangkat jaringan yang memungkinkan perangkat Wi-Fi yang sesuai untuk terhubung ke jaringan berkabel. WAP dapat secara fisik terhubung ke router atau akan diintegrasikan ke router itu sendiri. WAP tidak dapat berfungsi sebagai hotspot, yang merupakan lokasi fisik tempat akses Wi-Fi ke WLAN tersedia.

 

  • Wi-Fi: Wi-Fi adalah teknologi yang memungkinkan smartphone atau komputer Anda mengakses Internet melalui koneksi nirkabel. Wi-Fi menggunakan sinyal radio untuk mengirim dan menerima data antara perangkat aktif Anda dan WAP.

 

  • SSID: Pengenal set layanan (lebih dikenal sebagai SSID) adalah nama unik jaringan nirkabel. Anda perlu mengetahui nama jaringan nirkabel untuk terhubung dengannya. Komputer atau smartphone dapat mencari jaringan nirkabel yang tersedia; orang sering kali memberi nama pada jaringan mereka agar mudah dikenali, apa saja mulai dari “Ponsel Bob” hingga “tamu hotel” maupun “Jangan pakai LAN saya”.

 

Setelah memahami beberapa istilah yang terkait dengan hotspot, mari kita pelajari cara terhubung dengannya.

Cara Terhubung ke Hotspot Wi-Fi

Anda mungkin menghubungkan smartphone atau laptop ke Internet melalui beberapa hotspot Wi-Fi sepanjang hari, baik Anda berada di kantor, di rumah, atau di lokasi publik seperti kedai kopi dan bandara. Menggunakan hotspot merupakan cara yang mudah untuk tetap terhubung di hari-hari yang sibuk.

Menghubungkan ke hotspot nirkabel adalah proses yang sederhana. Mari kita gunakan smartphone sebagai contoh. Anda ingin menjawab email di bandara sambil menunggu jadwal penerbangan, dan Anda tidak ingin menggunakan data. Anda dapat mengatur smartphone untuk memberi tahu Anda saat berada dalam jangkauan jaringan nirkabel, atau Anda dapat menemukan jaringan nirkabel melalui pengaturan ponsel. Langkah-langkah yang perlu Anda ikuti untuk menghubungkan ke hotspot Wi-Fi bergantung pada perangkat Anda, Android*, iPhone*, atau merek lain, tetapi ini adalah gambaran umumnya.

  1. Klik ikon nirkabel pada perangkat Anda untuk melihat nama jaringan nirkabel terdekat. Pilih jaringan nirkabel; dalam beberapa kasus, Anda mungkin juga perlu mengklik “Hubungkan”.
  2. Masukkan kunci keamanan atau kata sandi. Sebagian besar jaringan nirkabel dilindungi dan memerlukan kata sandi untuk menerima sambungan. Beberapa jaringan tidak diamankan atau terbuka dan tidak memerlukan kata sandi, Anda harus berhati-hati saat mengaksesnya karena dapat menimbulkan risiko keamanan.
  3. Pilih jenis jaringan (rumah, kantor, atau publik, jika Anda berada pada perangkat Windows*). Memilih jenis jaringan akan menentukan tingkat keamanan yang sesuai untuk lokasi Anda. Jika Anda memilih “rumah” atau “kantor”, perangkat Anda dapat ditemukan oleh perangkat lain. Pastikan untuk memilih “publik” jika Anda berada di lokasi publik seperti kedai kopi, hotel, restoran, bandara, dan lokasi lain yang serupa.

Selesai! Anda akan online dalam sekejap.

Tergantung pada lokasi dan jenis hotspot di dekat Anda, Anda mungkin berada dalam jaringan nirkabel terbuka yang tidak aman atau jaringan nirkabel berbayar/komersial. Anda mungkin diminta untuk mendaftar akun atau menggunakan layanan berbayar seperti Boingo* atau iPass*, yang menawarkan berbagai paket akses Wi-Fi bergantung pada berapa lama Anda berencana menggunakan Internet.

Misalnya, Anda tidak dapat menemukan hotspot Wi-Fi terdekat. Baca lebih lanjut untuk mempelajari cara menggunakan smartphone sebagai hotspot portabel.

Menggunakan Smartphone sebagai Hotspot Seluler

Jika Anda berada di lokasi yang tidak memiliki hotspot dan Anda ingin menghubungkan laptop ke Internet, Anda dapat menggunakan ponsel sebagai hotspot Wi-Fi melalui proses yang disebut “penambatan”. Tindakan ini memungkinkan laptop Anda mengakses Internet dan berbagi koneksi data smartphone Anda.

Meskipun langkah penyiapan berbeda-beda tergantung pada smartphone dan penyedia layanan Internet, Anda biasanya dapat menemukan petunjuk di Pengaturan ponsel atau di menu Kelola Koneksi. Demi keamanan, pastikan Anda menggunakan kata sandi Wi-Fi agar pengguna Internet terdekat tidak dapat mengakses ponsel atau laptop Anda. Juga, ketahuilah bahwa penambatan laptop ke ponsel akan menggunakan kuota data ponsel Anda; jadi pastikan untuk mengawasi penggunaan untuk menghindari kelebihan biaya.

Sekarang Anda telah terhubung, itu saja, bukan? Tidak juga. Ingatlah, meskipun menggunakan hotspot Wi-Fi adalah cara yang mudah untuk tetap terhubung dengan pekerjaan, keluarga, dan teman. Konektivitas hotspot juga memiliki beberapa risiko keamanan.

Keamanan Hotspot

Salah satu risiko tetap terhubung ke Internet adalah teknologi itu sendiri yang membantu kita terus terhubung dengan pekerjaan dan kehidupan pribadi, rentan terhadap peretas dan pencuri identitas.

Saat mencari hotspot Wi-Fi publik, pastikan Anda menghubungkan smartphone atau laptop hanya ke penyedia yang tepercaya, misalnya, jaringan nirkabel hotel atau kedai kopi. Berhati-hatilah saat menghubungkan ke hotspot yang salah eja seperti Bongo, bukan Boingo, karena peretas kadang-kadang menggunakan nama yang kelihatannya tidak salah untuk mengelabui pengguna sibuk yang tidak cermat.

Peretas juga dapat mendistribusikan malware (perangkat lunak yang dapat merusak atau menonaktifkan komputer Anda) melalui koneksi Wi-Fi yang tidak aman, terutama jika Anda menggunakan berbagi file program melalui jaringan yang sama.

Jaringan Pribadi Virtual (VPN/Virtual Private Network)

Jika khawatir dengan keamanan menggunakan hotspot Wi-Fi publik, Anda dapat mempertimbangkan untuk membuat jaringan pribadi virtual (VPN) yang memungkinkan Anda menggunakan Internet melalui koneksi terenkripsi. Meskipun VPN dapat mencegah peretas karena data dienkripsi, ingatlah bahwa VPN dapat memperlambat akses Internet karena daya pemrosesan yang diperlukan untuk mengenkripsi dan mendekripsi data yang ditransmisikan.

Temukan Solusi VPN yang Bekerja

Jika Anda tertarik untuk menggunakan VPN guna melindungi diri saat online:

  • Berinvestasilah dalam layanan bulanan. Ini adalah salah satu solusi yang paling umum digunakan. Pastikan untuk memeriksanya terlebih dahulu sebelum membeli.
  • Pertimbangkan untuk membeli router berkemampuan VPN. Ada beberapa model di pasaran yang membuat penyiapan VPN mandiri jadi mudah.

Dengan lebih dari 9 miliar perangkat seluler berkemampuan Wi-Fi yang diperkirakan akan digunakan pada akhir tahun, pentingnya hotspot dan Wi-Fi dalam kehidupan kita benar-benar tidak dapat dikesampingkan.

Sumber: https://sel.co.id/

Belajar Langsung dari Pakar Seni Provinsi Jawa Barat

Belajar Langsung dari Pakar Seni

Belajar Langsung dari Pakar Seni Provinsi Jawa Barat

 

Belajar Langsung dari Pakar Seni Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang menyelenggarakan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Gerakan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Kesenian, serentak di seluruh Indonesia.GSMS merupakan salah satu program kerjasama antara seniman dan sekolah untuk melatih siswa-siswi SD, SMP, SMA dan SMK mengenai seni budaya. Untuk wilayah Jawa Barat, Kendikbud bekerja sama dengan Balai Pengembangan Bahasa dan Kesenian Daerah (BPBKD) Dinas Pendidikan Provinsi.

Kepala BPBKD Husen R. Hasan

Menurut Kepala BPBKD Husen R. Hasan, program ini dilaksanakan dalam bentuk ekstrakulikuler sehingga tidak mengganggu pelajaran intrasekolah. Jadwalnya dilakukan satu minggu dua kali dengan durasi 2 jam di setiap pertemuan. Program itu direncanakan sebanyak 27 kali.

“Hal yang penting adalah minat anak. Nantinya anak dilatih selama tiga bulan dan kemampuannya akan dipertontonkan,” ujar Husen.

Husen mengaku telah menerima laporan kemajuan yang pesat di  Kab. Karawang. Sudah ada sejumlah anak yang awalnya belum bisa berkesenian, tapi kini sudah berani tampil.  Husen mengatakan cabang seni yang dipilih untuk diajarkan merupakan kesenian yang sesuai dikembangkan di lingkungan sekolah.

 

Kesenian

Kesenian yang dipilih adalah seni rupa, seni musik, seni teater, seni tari dan seni media baru.Ke depan, Husen menyebutkan akan dibuat rumusan yang dapat melibatkan lebih banyak seniman dan sekolah. Para seniman itu akan dikontrak selama tiga bulan. Selain itu, evaluasi juga dilakukan.

Program ini dilaksanakan dalam rangka menanamkan kecintaan dan wawasan yang lebih luas tentang karya seni budaya sehingga dapat memperkuat karakter para peserta didik. Hasil kegiatan ekstrakurikuler dapat dipresentasikan dalam bentuk pameran/pementasan dengan melibatkan publik (guru, tenaga pendidik, komite sekolah, masyarakat di sekitarnya) untuk diapresiasi.

 

Artikel Tekait:

TIK Permudah Akses Pendidikan Penduduk Usia Dewasa

TIK Permudah Akses Pendidikan Penduduk Usia Dewasa

TIK Permudah Akses Pendidikan Penduduk Usia Dewasa

 

TIK Permudah Akses Pendidikan Penduduk Usia Dewasa

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mendorong teknologi informasi komputer memudahkan akses pendidikan bagi penduduk usia dewasa. Menurutnya, perkembangan sistem pembelajaran dari dapat membantu masyarakat mengakses pendidikan.

Pendidikan dan Pembelajaran Orang Dewasa (POD)

Ia menyampaikan hal itu dalam kegiatan Seminar Internasional dengan tema “Pendidikan dan Pembelajaran Orang Dewasa (POD) : Janji, Pemasalahan dan Peluang Pembelajaran dalam Daring Terbuka, di Harris Hotel and Conventions Jalan Peta, Bandung pada Rabu (18/12/17). Kegiatan itu direncanakan berakhir pada Jumat (20/12/2017).

Dengan aplikasi TIK

“Dengan aplikasi TIK ini maka pendidikan bisa dilaksanakan di mana saja, termasuk untuk pendidikan masyarakat. Tidak adanya hambatan,” ujar Hadadi.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP-PAUD dan Dikmas) Jawa Barat bersama UNESCO Insitute for Life Long Learning (UIL), Hamburg-Germany dan the Southeast Asian Ministers of Education Organisation Regional Center for Life Long Learning dan Vietnam.

Tujuan forum ini adalah untuk memberikan keberpihakan dan  meningkatkan ketersediaan akses pendidikan penduduk usia dewasa, akses terhadap layanan berbasis masyarakat dan partisipasi di masyarakat.

UNESCO Institute for Lifelong Learning pada 2016

Data dari UNESCO Institute for Lifelong Learning pada 2016 menyebutkan dengan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) dalam berbagai bidang, ikut menuntut setiap orang, terutama remaja dan dewasa, untuk ikut mengembangkan kemampuannya. Akan tetapi, masih tingginya angka buta aksara (remaja dan dewasa) di dunia membuktikan kurangnya kesempatan mengakses pendidikan. Oleh karena itu, forum tersebut dilaksanakan.

Forum ini dihadiri oleh kurang lebih 150 peserta yang terdiri atas pemerintah, akadmisi, pendidik dan tenaga kependidikan, dan para ahli di bidang POD dari lembaga pemerintah, oganisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan lainnya.

 

Sumber: https://pengajar.co.id/

Pengertian JAD ( Joint Application Development )

Pengertian JAD ( Joint Application Development )

Pengertian JAD ( Joint Application Development )

Pengertian JAD ( Joint Application Development )
Pengertian JAD ( Joint Application Development )

JAD (Joint Application Development) merupakan Teknik Joint Application Development (JAD) adalah tahapan-tahapan atau langkah-langkah dan merupakan salah satu prinsip bagaimana agar pengembangan sistem informasi sukses. Sedangkan teknik yaitu pendekatan atau penerapan bagaimana menggunakan alat dan peraturan-peraturan yang melengkapi satu atau lebih tahap-tahapan (metode).

JAD merupakan suatu metodologi pengembangan sistem yang mula-mula digunakan sebagai merancang suatu sistem yang berbasis komputer, tetapi dapat diberlakukan untuk setiap proses pengembangan yang melibatkan interaksi berkelanjutan dengan para pemakai dan para perancang yang berbeda sistem didalam pengembangan. JAD menjadikan suatu pengembangan yang lebih cepat memproses dan memperkecil error pada waktu yang sama. JAD juga memperbaiki mutu produk akhir dengan mengutamakan bagian user/pemakai dalam bagian pengembangan lifecycle, selain itu dengan JAD akan  mengurangi kemungkinan dari error yang fatal, dapat membuat suatu sistem menjadi mahal jika terjadi perubahan dikemudian hari.

Proses JAD didasarkan pada 4 Gagasan Sederhana yaitu :

  1. Menempatkan orang-orang yang benar-benar ahli dalam pekerjaanya.
  2. Orang-orang yang terlatih di dalam teknologi informasi mempunyai pemahaman terbaik dalam pengembangan ini.
  3. Proses-proses Sistem Informasi dan bisnis, Orang-orang yang bekerja di dalam  bidang-bidang yang terkait mempunyai pengertian yang mendalam dan perang yang berharga dari suatu sistim dan di dalam suatu masyarakat yang lebih besar.
  4. Sistem informasi terbaik dirancang ketika semua  kelompok bekerja  bersama-sama di suatu proyek sebagai mitra yang sama.

Secara Garis Besar yang Perlu Terlibat Dalam Proses JAD yaitu :

  1. Sponsor

    Sponsor ini berarti project owner, memiliki kedudukan yang cukup tinggi dalam organisasi dan sebagai pengambil keputusan tertinggi dalam pengelolaan sistem informasi. Satu hal yang penting dilakukan oleh seorang project owner adalah komitmen yang kuat akan implementasi SI yang dilakukan.

  2. Business Users

    Business User ini terdiri dari 2 jenis, yaitu real end user dan representative end user. Real end user adalah person yang melakukan pekerjaan real di lapangan. Dalam kasus, ini adalah operator-operator. Sedangkan representative end user adalah person yang mengetahui seharusnya bisnis proses itu dilakukan, memahami spirit dan goal dari sistem yang dikelolanya. Biasanya ini adalah kepala bagian, manajer, atau operator senior.

  3. System Analyst (Tim Developer)

    Person/tim ini yang akan in-charge dari sisi teknologi dan proses engineeringnya.

  4. System Experts

    Tidak semua referensi mencantumkan peran ini. Perannya lebih seperti konsultan yang memahami seluk beluk bisnis proses dari sisi konseptual dan berbasis pengalaman.

  5. Facilitator

    Seorang fasilitator berfungsi sebagai moderator dan mengarahkan setiap aktivitas JAD yang melibatkan banyak pihak, untuk menjadi efektif. Seorang fasilitator harus memiliki kecakapan yang baik dalam berkomunikasi, memberikan stimulus-stimulus dan trik-trik agar diskusi bisa berjalan dengan baik.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/