Bio Farma Bantu Warga Garut Korban Banjir Bandang

Bio Farma Bantu Warga Garut Korban Banjir Bandang

Bio Farma Bantu Warga Garut Korban Banjir Bandang

Bio Farma Bantu Warga Garut Korban Banjir Bandang
Bio Farma Bantu Warga Garut Korban Banjir Bandang

BANDUNG-Hujan deras yang melanda Kabupaten Garut pada tanggal 20 September 2016 dini hari, telah menyebabkan bencana banjir bandang, yang mengakibatkan ratusan rumah di enam Kecamatan antara lain; Bayongbong, Pasirwangi, Samarang, Tarogong Kidul dan Banyuresmi hanyut terbawa banjir, dan menelan puluhan korban jiwa.

Banjir bandang yang diakibatkan meluapnya Sungai Cimanuk juga ikut menerjang fasilitas umum seperti RSUD Dr Slamet, Kecamatan Tarogong, Garut.

Bio Farma sebagai BUMN yang keberadaannya dekat dengan Garut, bersama

dengan relawan–relawan dari Kodim 0611 Garut, Denpo, Garut, Yonif 301, Polres Garut, Brimob, Satpol PP, BPBD Garut, SAR Garut, Kwarcab, Polantas, FKPN Garut dan Basarnas, membantu untuk meringankan beban para korban bencana banjir dengan membuka Posko Penanggulangan Bencana Alam Garut yang dipusatkan di Makodim 0611 Garut.

Bantuan yang diberikan oleh Bio Farma antara lain peralatan mandi, handuk, selimut, makanan/sembako untuk dapur lapangan dan pelayanan kesehatan gratis untuk mengantisipasi penyakit pasca banjir seperti; Diare, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), Leptospirosis, dan sebagainya.

Menurut M. Rahman Rustan, Corporate Secretary Bio Farma yang hadir

bersama Juliman, Direktur Produksi Bio Farma, bantuan dari Bio Farma senilai Rp 75 Juta, nantinya akan digabung dengan bantuan dari BUMN lain yang berada di wilayah Jawa Barat, seperti Pertamina, Telkom, dan BRI, dan diserahkan kepada Koordinator PIC Tanggap Bencana di Posko Sinergi BUMN Hadir untuk Negeri di Garut yang berlokasi di Kantor PT Telkom Garut.

“Bantuan ini selanjutnya akan diserahkan ke Dansatgas Penanggulangan

Bencana Alam Garut yang berlokasi di Posko Penanggulangan Bencana Alam Garut, Makodim 0611/Garut,” katanya.

“Semoga dengan bantuan yang kami berikan, dapat meringankan beban para korban, kami juga akan mengadakan pelayanan kesehatan gratis sebagai langkah antisipasi pasca bencana” pungkasnya. jo

 

 

Sumber :

http://forum.detik.com/isi-trikora-t2044971.html

Pertamina EP dan Badan Geologi Kerjasama Eksplorasi Indonesia Timur

Pertamina EP dan Badan Geologi Kerjasama Eksplorasi Indonesia Timur

Pertamina EP dan Badan Geologi Kerjasama Eksplorasi Indonesia Timur

Pertamina EP dan Badan Geologi Kerjasama Eksplorasi Indonesia Timur
Pertamina EP dan Badan Geologi Kerjasama Eksplorasi Indonesia Timur

BANDUNG-Perjanjian kerjasama antara Badan Geologi dan Pertamina EP itu

dilakukan di Kantor Badan Geologi Kementerian ESDM, Jl. Diponegoro Bandung, Jum’at (23/9). Kerjasama difokuskan untuk melakukan penelitian dan eksplorasi minyak dan gas.

“Indonesia ini memiliki 128 basin atau ceruk potensi minyak bumi, sementara

yang termanfaatkan baru kurang dari 5 persen. Jadi masih banyak yang harus dieksplorasi lagi, lalu kalau memungkinkan dieksploitasi” ujar Kepala Badan Geologi Ego Syahrial.

Menurut Ego 128 basin itu tersebar di wilayah Indonesia, tetapi kebanyakan

yang baru dimanfaatkan di wilayah Barat.

“Indonesia bagian Timur bahkan ada yang belum terjamah sama sekali padahal potensinya cukup besar, terutama di sekitar wilayah laut Papua” katanya.

Jika seluruh potensi itu bisa dimanfaatkan, maka Indonesia tidak perlu lagi impor minyak. (Pun)

 

Sumber :

http://forum.detik.com/jaringan-tumbuhan-t2044969.html

Pemilihan Anggota DPD Melalui Pansel Tidak Masuk Akal

Pemilihan Anggota DPD Melalui Pansel Tidak Masuk Akal

Pemilihan Anggota DPD Melalui Pansel Tidak Masuk Akal

Pemilihan Anggota DPD Melalui Pansel Tidak Masuk Akal
Pemilihan Anggota DPD Melalui Pansel Tidak Masuk Akal

BANDUNF-Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ayi Hambali mengatakan pemilihan anggota DPD melalui pansel sangat tidak masuk akal karena bertentangan dengan logika hukum tata negara.

“Ini jangan-jangan ada semacam target terselubung untuk mengerdilkan DPD. Kalau mau menghapuskan bikin amandemen karena DPD ada di konstitusi,”katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (1/5/2017)

Rancangan Undang Undang Pemilihan Umum (Pemilu) menyebutkan bahwa pemilihan anggota DPD harus melalui pansel (DPRD, provinsi, dan gubernur).

“Ini tidak layak dan aneh karena masa iya DPD yang sejajar dengan DPR dan presiden tapi dipilih pansel yang notabene di bawahnya,”ujarnya.

Ayi memaparkan, isu besar di DPD adalah orang mempertanyakan bagaimana caranya orang partai ada di DPD. Hal Itu tidak melanggar.

“Memang UU yang pertama di tahun 2002 tidak membolehkannya tapi kemudian di 2014 diubah oleh DPR bahwa anggota DPD boleh dari partai,”imbuhnya.

Ayi menilai jika orang-orang partai akan menguatkan kinerja DPD. Kini

banyak

politisi Hanura yang menghuni di DPD, selain itu juga beberapa anggota lain seperti Golkar dan PKS.

“Menurut UU, DPD adalah rezim pemilu. Maka yang layak menentukan ya pemilu. Kalau sekarang banyak isu anggota DPD tidak berkualitas, bukan itu. Tetapi kewenangannya tidak ada,”tuturnya.

Selain itu, pertimbangan mengenai anggaran banyak disusun DPD seperti

dana alokasi khusus, dana alokasi umum, tapi karena kewenangan sedikit dianggapnya DPD kurang seksi dan tidak bekerja. Dengan alasan itulah mereka mengecilkan DPD.

“Menurut saya 90% anggota DPD berkualitas dan menguasai masalah. Tetapi ga ada kewenangan. Kalau ada kewenagang lebih maka akan lebih terlihat. Kami tidak meminta semua UU dibahas Tripartit bersama pemerintah dan DPR. Tapi sebatas yang menjadi domain kami seperti otonomi daerah,”paparnya.

Ayi menegaskan penguatan DPD bukan untuk anggotanya saja tapi untuk

mendudukkan dan meluruskan masalah ketatanegaraan. Sedangkan permasalahannya terdapat sistem dua kamar hanya satu saja yang penuh.

“Selama ini apa yang kami sampaikan dari desa ke DPR, hanya menguap begitu saja.Kami tidak meminta lebih, tapi tolong apa yang diaspirasikan masyarakat supaya disampaikan,”pungkasnya. (MAT)

 

Baca Juga :

 

 

Pakar : Peretasan akan Sering Terjadi, Siapkan BCP Lengkap

Pakar Peretasan akan Sering Terjadi, Siapkan BCP Lengkap

Pakar : Peretasan akan Sering Terjadi, Siapkan BCP Lengkap

Pakar Peretasan akan Sering Terjadi, Siapkan BCP Lengkap
Pakar Peretasan akan Sering Terjadi, Siapkan BCP Lengkap

BANDUNG, Sekitar awal Maret 2017, situs Bukalapak dan Tokopedia tumbang bersamaan akibat mis manajemen pusat data (server). Salah satunya, website Telkomsel diretas, dan setelah berjam-jam berangsur pulih dan kembali bisa diakses. Sehari kemudian, giliran Indosat yang kena retas dengan pemulihannya relatif lambat.

Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana mengatakan, bila yang tumbang adalah sistem inti operasional, maka bisa dibayangkan berapa kerugian langsung yang dialami perusahaan maupun pelanggan bila pemulihannya lambat. Tentu ditambah kerugian stratejik, berupa turunnya brand image dan kepercayaan publik pada kehandalan sistem yang dikelola perusahaan.

“Dalam kasus website, kadang website sering tidak dianggap sistem utama terutama bila sifatnya hanya menyajikan informasi, tidak mendukung operasional dan transaksi langsung pelanggan,”katanya di Bandung, Kamis (4/5)

Menurutnya, dalam kasus peretasan website perusahaan yang memiliki mega brand seperti Telkomsel, dan pemulihannya membutuhkan waktu berjam-jam, bisa dibayangkan besarnya kerugian tidak langsung berupa kerugian stratejik turunnya brand image di mata pelanggan, investor maupun regulator, serta turunnya kepercayaan publik pada kehandalan sistem yang dikelola perusahaan yang memungkinkan dampak negatif bola salju yang lain.

Menyikapi hal ini, kata Dimitri, pihaknya merekomendasikan tiga hal. Pertama, pemerintah melakukan penegasan kembali berlakunya PP PSTE 82/2012, termasuk di antaranya pasal kewajiban mengimplementasikan rencana keberlangsungan kegiatan (Business Continuity Plan/BCP) secara tuntas sesuai best practice bagi para penyelenggara sistem dan transaksi elektronik bagi publik.

“Mungkin praktek serupa di dunia perbankan yang sudah lama dilaksanakan

oleh pihak regulator industri keuangan, yaitu mewajibkan penyelenggara menggunakan auditor eksternal yang netral untuk mengaudit secara periodik minimal satu tahun sekali dan dilaporkan ke instansi pengawas dan pengatur sektor, bisa dipertimbangkan,” paparnya.

Kedua, semua pihak yang menggunakan sistem dan transaksi elektronik, baik di sektor swasta maupun pemerintahan, agar kembali mengkaji dan mengimplementasi tuntas rencana keberlangungan kegiatan (Business Continuity Plan), dan menjaganya tetap relevan serta benar-benar efektif mencapai target pemulihan pada saat kejadian yang tidak diinginkan.

Terakhir, ujar Dosen Sekolah Teknik Elektro Informatika ITB ini,

mempertimbangkan solusi teknologi hemat dengan konfigurasi optimal  yang disertai rencana aktifitas yang efektif. Juga, pengawakan organisasi BCP yang tepat demi implementasi rencana keberlangsungan kegiatan BCP yang efektif dan efisien.

“Frekuensi peretasan mungkin akan meningkat pesat, dan power down bisa

terjadi kapan saja dengan banyaknya faktor yang tidak bisa diduga. Demikian pula kejadian-kejadian tak diinginkan lainnya yang berpotensi memutus keberlangsungan bisnis. Maka, semua harus mulai berbenah terus menyiapkan diri. Now or never!” pungkasnya. (MAT)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702851/pengembangan-ide-kreatif-dan-inovatif/

Koneksi Internet Lewat High Throughput Satellite

Koneksi Internet Lewat High Throughput Satellite

Koneksi Internet Lewat High Throughput Satellite

Koneksi Internet Lewat High Throughput Satellite
Koneksi Internet Lewat High Throughput Satellite

 

BANDUNG-Axiata Group Berhad (Axiata) melakukan menandatangani perjanjian kerjasama multi-transponder dengan IPSTAR International Pte Limited (IPSTAR), untuk layanan sewa guna usaha dan teleport berdurasi empat tahun.

Chief Operating Officer Axiata Group, Asri Hassan Sabri mengatakan, penanadatanganan kerjasama solusi bisnis Axiata ini meliputi pembelian sisa kapasitas milik IPSTAR yang berada di seluruh Indonesia, untuk kemudian akan diberikan kepada PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), dengan kapasitas 1Mbps High Throughput Satellite (HTS) untuk penyediaan layanan broadband di Indonesia.

“Axiata Business Services akan menggunakan kapasitas hingga tujuh blok KU-band dan spot pada satelit broadband IPSTAR-1 yang terletak di 119,5 ° BT untuk penyediaan layanan broadband di Indonesia, termasuk akses broadband langsung ke kawasan pemukiman dan industri, serta backhaul jaringan seluler,” tuturnya.

Menurut Asri, sebagai satelit Throughput High Throughput pertama di dunia

yang diluncurkan pada tahun 2005, IPSTAR Thaicom akan membantu dalam menjangkau pengguna di berbagai daerah terpencil di Indonesia dengan biaya terjangkau.

“Konektivitas berbasis terestrial sangat terbatas atau bahkan tidak tersedia, konektivitas HTS berfungsi sebagai enabler untuk membuka ekosistem digital dan meraih peluang pasar baru,” kata Asri, melalui rilis yang diterima www.Jabarprov.go.id.

Sementara itu, Chief Commercial Officer Thaicom Public Company Limited,

Patompob Suwansiri mengatakan, pihaknya siap berkomitmen untuk bekerja sama dengan operator jaringan bergerak terkemuka di seluruh Asia Pasifik untuk memfasilitasi pertumbuhan broadband nirkabel dan layanan digital lainnya di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.”

Satelit IPSTAR-1 telah diluncurkan pada tahun 2005 dan merupakan HTS

pertama yang diluncurkan ke orbit. IPSTAR cellular backhaul and direct ditujukan untuk menyediakan konektivitas broadband bagi operator telekomunikasi dengan kemampuan dapat memperluas jaringan mereka, meluncurkan layanan broadband baru dan secara cepat menjangkau area yang kurang terlayani dengan biaya yang efektif

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702863/manfaat-gotong-royong/

 

Ekspedisi Merah Putih Pajero Indonesia

Ekspedisi Merah Putih Pajero Indonesia

Ekspedisi Merah Putih Pajero Indonesia

 

Ekspedisi Merah Putih Pajero Indonesia

Asisten Administrasi Umum Setdakot Bogor Arif Mustofa Budianto mewakili Wali Kota Bogor melepas tim Ekspedisi Merah Putih Pajero Indonesia One yang bertolak menuju perbatasan Indonesia Timur di Plaza Balaikota Bogor, Jumat (04/08/2017).

Arif mengatakan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengucapkan terima kasih telah memilih Kota Bogor sebagai salah satu lokasi yang disinggahi tim ekspedisi. Dirinya berharap ekspedisi ini dapat berjalan lancar dan mudah-mudahan semua bisa selamat sampat di tujuan.

Sementara itu

ketua Pajero Indonesia One Wahyu Heriadi menerangkan, tim Ekspedisi Merah Putih Pajero Indonesia One mulai start dari KM 0 Kota Sabang pada tanggal 29 Juli 2017. Diperkirakan perjalanan menuju perbatasan Indonesia Timur yakni Timor Leste sekitar 6.122 Km.

Wahyu mengatakan

Kegiatan ini dinamakan ekspedisi Merah Putih yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI sekaligus memperingati HUT komunitas Pajero yang ke-4. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggelorakan semangat persatuan, kebhinekaan dan keberagaman,” jelas Wahyu.

 

Artikel terkait :

Targetkan Remaja Kota Bogor Bebas Anemia

Targetkan Remaja Kota Bogor Bebas Anemia

Targetkan Remaja Kota Bogor Bebas Anemia

 

Targetkan Remaja Kota Bogor Bebas Anemia

Remaja putri se-Kota Bogor

Sebanyak 250 remaja putri se-Kota Bogor secara serentak meminum tablet penambah darah di Taman Heulang, Jumat (04/08/2017) pagi yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dalam rangka Bogor Bebas Anemia 2017. Pasalnya, diet ketat yang kerap dilakukan anak remaja memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Tidak hanya membuat badan lemas, tetapi turut menurunkan kadar hemoglobin di dalam aliran darah. “Saat ini tercatat 75 persen dari 87 ribu remaja di Kota Bogor mengalami anemia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah.

Ia menuturkan

Banyaknya usia remaja yang anemia karena anak-anak remaja kurang mengkonsumsi sayur, buah, dan sering mengkonsumsi junkfood, bahkan banyak darah yang keluar saat menstruasi. Jika dibiarkan, anemia bisa sangat berbahaya terutama saat melahirkan. “Berdasarkan data, anemia menjadi penyebab utama kematian 21 ibu dari 60 persen ibu yang mengalami pendarahan saat melahirkan. Jadi Gerakan sumplementasi tablet tambah darah ini bertujuan mencegah anemia sejak dini,” terangnya.

Rubaeh menjelaskan

Dinkes Kota Bogor menargetkan 17.500 remaja yang Hemoglobinnya rendah untuk rutin mengkomsumsi 52 tablet penambah darah selama satu tahun (satu minggu satu tablet). Tablet penambah darah yang sekarang ini memiliki kemasan baru yang rasanya lebih manis dan tidak menimbulkan efek samping selama tidak berlebihan. “Obat hanya untuk menunjang, anak-anak harus tetap mengkomsumsi buah dan sayur,” imbuhnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Yane Ardian

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Yane Ardian turut mendukung kegiatan ini yang juga masuk dalam program PKK. Menurutnya, tablet penambah darah ini sangat dibutuhkan bagi remaja ibu hamil dan ibu menyusui. Sosialisasi dan penyuluhan pun rutin dilakukan PKK agar kasus kematian ibu dan bayi akibat pendarahan dapat berkurang. “Kami juga sinergi dengan Pemerintah Kota Bogor dalam program Bogor Bergerak jadi bukan mengurangi makan namun banyak mengkomsumsi buah, sayur dan rajin gerak,” katanya.

Sementara itu

Wali Kota Bogor Bima Arya menghimbau agar anak-anak remaja tidak melakukan diet yang malah akan menyebabkan sakit serta anemia. Menurutnya yang terpenting itu cantik dalamnya (inner beauty), maka cantik luar akan terpancar.

Sumber : https://dogetek.co/

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Anak

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Anak

 

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Anak

Taman-Taman Kanak

Sebanyak ratusan kepala sekolah mulai tingkat Taman-Taman Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, Senin (07/08/2017) akan mengikuti sosialisasi anti kekerasan dan pelecehan terhadap anak-anak di Sekolah Borcess. Kegiatan tersebut digagas Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor.

Selain para kepala sekolah

Nantinya sosialisasi juga akan diikuti oleh para pengawas yang jumlahnya tak kalah sedikitnya. Selain dari KPAID Kota Bogor sendiri, rencananya kegiatan itu juga akan menghadirkan tiga narasumber lainnya. Salah satunya adalah Wali Kota Bogor Bima Arya.

KPAID Kota Bogor

Hal itu dipaparkan saat berlangsungnya audiensi KPAID Kota Bogor dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di ruang Paseban Punta, Balai Kota, Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bogor, Jumat (04/08/2017).

Seperti dipaparkan Ketua KPAID Kota Bogor Dudih Syiarudin di hadapan wali kota, bahwa pihaknya telah menyampaikan informasi ini ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor. Bahkan gayung pun bersambut dari Dinas Pendidikan. Mereka pun antusias dan menyatakan dukungannya terhadap kegiatan itu.

“Insya Allah nanti akan hadir sebanyak 400 kepala sekolah mulai TK sampai SMA/SMK sederajat, termasuk para pengawas dengan topik utamanya adalah stop kekerasan dan bullying terhadap anak-anak dan sekolah ramah anak,” jelas Dudih.

Untuk itulah, lanjutnya

Ddiperlukan sinergitas dan koordinasi yang baik antara KPAID Kota Bogor dengan para pemangku kepentingannya mulai dari Pemerintah Kota Bogor, Dinas Pendidikan, sekolah, hingga anak-anak itu sendiri dan pihak kepolisian.

Atas inisiasi tersebut

Wali Kota Bogor Bima Arya pun menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan kehadirannya pada acara sosialisasi tersebut. “Insya Allah nanti saya akan hadir, terima kasih. Karena ini memang harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.

 

Sumber : https://symbiantweet.com/

COCOMO (Constructive Cost Model) yaitu

COCOMO (Constructive Cost Model) yaitu

COCOMO (Constructive Cost Model) yaitu

COCOMO (Constructive Cost Model) yaitu
COCOMO (Constructive Cost Model) yaitu

COCOMO (Constructive Cost Model) yaitu

algortima model estimasi biaya perangkat lunak yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Barry Boehm. Cocomo merupakan sebuah  model untuk memperkirakan usaha, biaya dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak.

COCOMO merupakan model terbuka sehingga semua detail dapat dipublikasi, termasuk :

  • Dasar persamaan perkiraan biaya
  • Setiap asumsi yang dibuat dalam model
  • Setiap definisi
  • Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit

JENIS- JENIS COCOMO

BASIC (COCOMO I 1981)

Menghitung dari estimasi jumlah LOC (Lines of Code). Sang pelopor Boehm, melakukan riset dengan mengambil kasus dari 63 proyek perangkat lunak untuk membuat model matematisnya. Model dasar dari model ini adalah sebuah persamaan sebagai barikut :

effort = C * size^M

Ket:

Effort  : adalah usaha yang dibutuhkan selama proyek, diukur dalam person-months;

c dan M : adalah konstanta-konstanta yang dihasilkan dalam riset Boehm dan tergantung pada penggolongan besarnya proyek perangkat lunak;

size      : adalah estimasi jumlah baris kode yang dibutuhkan untuk implementasi, dalam satuan KLOC (kilo lines of code)

Ukuran program dinyatakan dalam KLOC.  Model Cocomo dapat diaplikasikan dalam tiga tingakatan kelas yaitu :

  • Proyek Organic (Organic Mode) adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota team yang sudah berpengalaman dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
  • Proyek Sedang (Semi-Detached Mode) merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.
  • Proyek Terintegrasi (Embedded Mode), Proyek yang dibangun denga spesifikasi dan operasi yang ketat.

Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan 1, 2, dan 3 berikut ini:

 

keterangan :

  • E            : besarnya usaha (orang-bulan)
  • D             : lama waktu pengerjaan (bulan)
  • KLOC     : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
  • P             : jumlah orang yang diperlukan.

Sedangkan koefisien abbbcbdan db diberikan pada Tabel 1 berikut:

COCOMO Menengah (Intermediet COCOMO)

Intermediate COCOMO menghitung usaha pengembangan perangkat lunak sebagai fungsi ukuran program dan sekumpulan “cost drivers” yang mencakup penilaian subjektif produk, perangkat keras, personil dan atribut proyek. Ekstensi ini mempertimbangkan satu set empat “cost drivers”, masing-masing dengan sejumlah atribut anak:

  • Atribut produk (product attributes)
    • Perangkat lunak yang disyaratkan reliabilitas (RELY)
    • Ukuran database aplikasi (DATA)
    • Kompleksitas produk (CPLX)
  • Hardware atribut (computer attibutes)
    • Run-time kinerja kendala (TIME)
    • Memori kendala (STOR)
    • Volatilitas lingkungan mesin virtual (VIRT)
    • Diperlukan waktu pembalikan haluan (TURN)

Personil atribut (personnel attributes)

  • Analis kemampuan (ACAP)
  • Kemampuan rekayasa perangkat lunak (PCAP)
  • Aplikasi pengalaman (AEXP)
  • Mesin virtual pengalaman (VEXP)
  • Bahasa pemrograman pengalaman (LEXP)

Proyek atribut

Pemprov Pantau Serapan APBD di OPD Yang Masih Rendah

Pemprov Pantau Serapan APBD di OPD Yang Masih Rendah

Pemprov Pantau Serapan APBD di OPD Yang Masih Rendah

Pemprov Pantau Serapan APBD di OPD Yang Masih Rendah
Pemprov Pantau Serapan APBD di OPD Yang Masih Rendah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggenjot belanja modal di sejumlah organisasi perangkat dinas (OPD) di sisa waktu penyerapan APBD Jabar 2018.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan hingga akhir pekan lalu, serapan APBD Jabar 2018 yang berjumlah Rp 35,75 triliun baru terserap Rp 32,26 triliun atau baru mencapai 90,22%.

Menurutnya, hingga akhir Desember pihaknya menargetkan bisa mencapai rentang realisasi antara 93%-95%. “Target ini sesuai dengan angka total belanja yang jauh lebih besar daripada sebelumnya,” katanya pada bisnis, Selasa (25/12).

Agar target memenuhi, berdasarkan evaluasi 45 OPD yang ada di Pemprov Jabar akan menggenjot sejumlah OPD yang penyerapannya masih di bawah 85%. Dari 45 OPD yang ada, penyerapan paling bontot ada pada Dinas Kesehatan yang memiliki anggaran Rp1,23 triliun baru terserap Rp778,43 Miliar. “Selanjutnya Dinas Perumahan dan Pemukiman baru Rp110,95 Miliar dari Rp151,14 Miliar,” tuturnya.

Dinas Perhubungan pun masih mencatatkan penyerapan 75,1% dari total anggaran Rp221,33 Miliar yang baru dibelanjakan Rp221,33 Miliar. Menurutnya OPD yang masih di bawah 85% penyerapan juga terjadi di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, lalu Dinas Lingkungan Hidup serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

“Masih ada OPD yang di bawah 85% perlu terus kita dorong untuk mempercepat pembayaran belanja modalnya. Kalau itu sudah masuk maka penyerapan akan melesat. Ini OPD yang kita pantau sampai masa akhir, kami lihat masih ada waktu,” ujarnya.

Iwa menuturkan penyerapan paling moncer ditunjukan di OPD yakni Sekretariat DPDR Jabar yang memiliki anggaran Rp87,03 Miliar sudah terserap Rp 86,78 Miliar atau realisasi 99,72%, Bappeda dari anggaran Rp78,03 Miliar sudah terealisasi Rp77 Miliar. “Satpol PP dari Rp29,64 Miliar sudah Rp29,37 Miliar, ini catatan kami dari 45 opd terkait,” paparnya.

Selain volume yang lebih besar dibanding sebelumnya, pelannya serapan

menjelang akhir tahun diakui Sekda karena pihaknya bersikap hati-hati dalam proses pencairan, dimana kelengkapan dan berbagai aspek normatif lebih dipersyaratkan pihaknya.

“Ini akan ketahui pada 2 Januari 2019 antara 93-95%, namun kita pastikan

realisasi penyerapan 2018 secara kuantitatif lebih besar dibanding 2017, tapi kami juga mengantisipasi jika prosentase sama atau lebih rendah dibanding 2017 lalu,” tuturnya.

Pihaknya mengaku berkejaran dengan waktu, selain menggenjot penyerapan

di satu sisi per 31 Desember 2018 APBD Jabar 2019 harus sudah menjadi produk hukum. Saat ini, Pemprov dan DPRD Jabar menurutnya terus mempercepat jadwal rapat badan anggaran terkait hasil evaluasi Kemendagri atas RAPD Jabar 2019.

“Kami harap pekan ini sudah diproses, pekan ini Perda mulai dibahas, dan hari terakhir 2018 sudah ada peraturan daerah yang berisi penjabaran APBD 2019,” katanya.

 

Baca Juga :