PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF
PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

Kalimat adalah

satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran. Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.


Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian edektif dalam kalimat adalah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.


Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa:

1.Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu: 2007)
2.Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan: 2001)
3.Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
4.Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)
Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kata kunci dari definisi kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
 

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Syarat-sayarat :

1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.

Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.

Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).

2. KESEJAJARAN

Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.

Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Kalimat itu harus diubah :

1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

3. KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.

Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.

Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:

Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

4. PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh :

1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.

Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?
• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.

Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :

1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.

5. KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan. 
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

Contoh kalimat efektif :

1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.

Sumber : http://scalar.usc.edu/works/service/what-type-of-blog-post-do-the-websites-covers

Siswa Harus Paham Menjaga Lingkungan

Siswa Harus Paham Menjaga Lingkungan

Siswa Harus Paham Menjaga Lingkungan

Siswa Harus Paham Menjaga Lingkungan
Siswa Harus Paham Menjaga Lingkungan

PADALARANG- Produksi sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga maupun kegiatan aktivitas masyarakat baik yang berada di pasar-pasar maupun perkantoran, hingga saat ini masih cukup besar.

Kondisi ini terjadi karena sebagian besar masyarakat masih banyak yang kurang memahami akan perlunya mengelola kembali sampah yang kita buang, sehingga semua sampah yang seharusnya bisa di daur ulang kembali, dibuang percuma.

Hal inilah yang kemudian dilakukan oleh para siswa dan siswa Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Damian, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Para siswa sejak dini diberi pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan,

salah satunya tentang bercocok tanam, mengelola sampah melalui konsep 3R serta membuat lubang biopori di lingkungan sekolah mereka.

Akhmal Shiddiq Suhendar mengatakan,  para siswa mendapat pelajaran tentang bagaimana menjaga lingkungan yang sehat, baik melalui teori maupun praktek langsung.

“Kita mencoba menanam tanaman dengan menggunakan pupuk organik,

dimana pupuk yang kita buat berasal dari tanaman yang ada di lingkungan sekolah,” kata Akhmal, kepada Jumat (22/04)

Menurut Akhmal, para siswa juga diajak untuk menjaga lingkungan, baik lingkungan di sekolah, di rumah maupun lingkungan yang lebih luas.

“Untuk menjaga ketersediaan air tanah, kita mencoba membuat resapan air,

kita juga buat lubang biopori selain berfungsi untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus juga untuk memudahkan air masuk ke dalam tanah,” tuturnya. (Parno)

 

Baca Juga :

Pindad dan Jerman Sepakati Kerjasama

Pindad dan Jerman Sepakati Kerjasama

Pindad dan Jerman Sepakati Kerjasama

Pindad dan Jerman Sepakati Kerjasama
Pindad dan Jerman Sepakati Kerjasama

BANDUNG-PT Pindad (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor industri pertahanan dan keamanan, menyepakati Nota Kesepahaman dengan perusahaan supplier fuze asal Jerman, Junghans Defence.

Dalam siaran persnya, dua institusi ini akan melakukan sinergi di bidang sistem

fuze amunisi beberapa produk amunisi, antara lain mortar, artileri, tank, roket, dan amunisi angkatan laut.

Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim menyebutkan Penandatanganan Nota

Kesepahaman ini menjadi bagian dari agenda kegiatan Presiden Jokowi di acara Forum Bisnis Indonesia Jerman di Berlin, 18 April 2016 lalu.

“Pindad merupakan salah satu BUMN yang mendampingi kunjungan kerja Presiden Jokowi ke negaranegara di Eropa,” ujarnya.

 

Ia menambahkan Pindad dan Junghans Defence telah sepakat melakukan

sinergi di bidang solusi sistem fuze untuk mortar, artileri, tank, roket, dan amunisi angkatan laut yang akan dimulai tahun ini dengan investasi awal USD 5 juta dan di masa depan bisa mencapai USD 20 juta.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148437039/struktur-kulit-dan-fungsinya/

Manfaatkan Transaksi Non Tunai

Manfaatkan Transaksi Non Tunai

Manfaatkan Transaksi Non Tunai

Manfaatkan Transaksi Non Tunai
Manfaatkan Transaksi Non Tunai

BANDUNG- DPR RI menghimbau kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan transaksi non tunai dan layanan keuangan digital, dalam setiap kegiatan jual beli.

Anggota Komisi XI DPR RI, Kardaya Warnika mengatakan, ada banyak

keuntungan jika kita menggunakan transasi non tunai maupun layanan keuangan digital dalam setiap kegiatan jual beli.

“Keuntungan jika kita transaksi non tunai, diantaranya mengurangi pencetakan uang, duit itu mahal kalau biayanya mencetaknya, terhindar dari pemalsuan uang mengurangi pemalsuan uang dan praktis serta bisa dikontrol,” ucapnya.

Kardaya menyatakan, perlunya sosialissi secara kontinyu kepada masyarakat

terkait penggunaan transaksi non tunai dan layanan keuangan digital, karena cara ini masih relatif rendah dilakukan oleh masyarakat di Indonesia.

“Kita di Indonesia masih sedikit yang menggunakan transaksi non tunai, baru mencapai 20 % jari total jumlah penduduk,” kata Kardaya, kepada  akhir pekan kemarin.

Menurut Kardaya, perlunya pemberian pemahaman dan edukasi kepada

masyarakat secara luas tentang pembayaran non tunai dan layanan keuangan digital.

“Saat ini kita memasuki globalisasi dengan pasar bebasnya yang tentunya dalam transaksi pembayaran sudah jarang dilakukan secara tunai,” tuturnya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436801/klasifikasi-tumbuhan-paku/

PLN Inventarisir Kerusakan Akibat Banjir Bandang Garut

PLN Inventarisir Kerusakan Akibat Banjir Bandang Garut

PLN Inventarisir Kerusakan Akibat Banjir Bandang Garut

PLN Inventarisir Kerusakan Akibat Banjir Bandang Garut
PLN Inventarisir Kerusakan Akibat Banjir Bandang Garut

BANDUNG-PLN Jabar melakukan inventarisir kerusakan jaringan listrik di

sejumlah wilayah Garut pasca banjir bandang, Rabu (21/9) dini hari tadi.

“Sementara kami laporkan gardu yang terkena banjir dan longsor 6 buah

gardu, jumlah tiang dan kWh meter masih dalam pelaksanaan inventarisir,” kata Humas PLN Jabar Suargina.

Ia menyebutkan jumlah pelanggan yang padam mencapai 136 pelanggan.

 

“Saat ini petugas PLN berupaya sekuat tenaga melakukan perbaikan agar listrik dapat segera normal kembali,”‘

 

 

Baca Juga :

Bio Farma Bantu Warga Garut Korban Banjir Bandang

Bio Farma Bantu Warga Garut Korban Banjir Bandang

Bio Farma Bantu Warga Garut Korban Banjir Bandang

Bio Farma Bantu Warga Garut Korban Banjir Bandang
Bio Farma Bantu Warga Garut Korban Banjir Bandang

BANDUNG-Hujan deras yang melanda Kabupaten Garut pada tanggal 20 September 2016 dini hari, telah menyebabkan bencana banjir bandang, yang mengakibatkan ratusan rumah di enam Kecamatan antara lain; Bayongbong, Pasirwangi, Samarang, Tarogong Kidul dan Banyuresmi hanyut terbawa banjir, dan menelan puluhan korban jiwa.

Banjir bandang yang diakibatkan meluapnya Sungai Cimanuk juga ikut menerjang fasilitas umum seperti RSUD Dr Slamet, Kecamatan Tarogong, Garut.

Bio Farma sebagai BUMN yang keberadaannya dekat dengan Garut, bersama

dengan relawan–relawan dari Kodim 0611 Garut, Denpo, Garut, Yonif 301, Polres Garut, Brimob, Satpol PP, BPBD Garut, SAR Garut, Kwarcab, Polantas, FKPN Garut dan Basarnas, membantu untuk meringankan beban para korban bencana banjir dengan membuka Posko Penanggulangan Bencana Alam Garut yang dipusatkan di Makodim 0611 Garut.

Bantuan yang diberikan oleh Bio Farma antara lain peralatan mandi, handuk, selimut, makanan/sembako untuk dapur lapangan dan pelayanan kesehatan gratis untuk mengantisipasi penyakit pasca banjir seperti; Diare, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), Leptospirosis, dan sebagainya.

Menurut M. Rahman Rustan, Corporate Secretary Bio Farma yang hadir

bersama Juliman, Direktur Produksi Bio Farma, bantuan dari Bio Farma senilai Rp 75 Juta, nantinya akan digabung dengan bantuan dari BUMN lain yang berada di wilayah Jawa Barat, seperti Pertamina, Telkom, dan BRI, dan diserahkan kepada Koordinator PIC Tanggap Bencana di Posko Sinergi BUMN Hadir untuk Negeri di Garut yang berlokasi di Kantor PT Telkom Garut.

“Bantuan ini selanjutnya akan diserahkan ke Dansatgas Penanggulangan

Bencana Alam Garut yang berlokasi di Posko Penanggulangan Bencana Alam Garut, Makodim 0611/Garut,” katanya.

“Semoga dengan bantuan yang kami berikan, dapat meringankan beban para korban, kami juga akan mengadakan pelayanan kesehatan gratis sebagai langkah antisipasi pasca bencana” pungkasnya. jo

 

 

Sumber :

http://forum.detik.com/isi-trikora-t2044971.html

Pertamina EP dan Badan Geologi Kerjasama Eksplorasi Indonesia Timur

Pertamina EP dan Badan Geologi Kerjasama Eksplorasi Indonesia Timur

Pertamina EP dan Badan Geologi Kerjasama Eksplorasi Indonesia Timur

Pertamina EP dan Badan Geologi Kerjasama Eksplorasi Indonesia Timur
Pertamina EP dan Badan Geologi Kerjasama Eksplorasi Indonesia Timur

BANDUNG-Perjanjian kerjasama antara Badan Geologi dan Pertamina EP itu

dilakukan di Kantor Badan Geologi Kementerian ESDM, Jl. Diponegoro Bandung, Jum’at (23/9). Kerjasama difokuskan untuk melakukan penelitian dan eksplorasi minyak dan gas.

“Indonesia ini memiliki 128 basin atau ceruk potensi minyak bumi, sementara

yang termanfaatkan baru kurang dari 5 persen. Jadi masih banyak yang harus dieksplorasi lagi, lalu kalau memungkinkan dieksploitasi” ujar Kepala Badan Geologi Ego Syahrial.

Menurut Ego 128 basin itu tersebar di wilayah Indonesia, tetapi kebanyakan

yang baru dimanfaatkan di wilayah Barat.

“Indonesia bagian Timur bahkan ada yang belum terjamah sama sekali padahal potensinya cukup besar, terutama di sekitar wilayah laut Papua” katanya.

Jika seluruh potensi itu bisa dimanfaatkan, maka Indonesia tidak perlu lagi impor minyak. (Pun)

 

Sumber :

http://forum.detik.com/jaringan-tumbuhan-t2044969.html

Pemilihan Anggota DPD Melalui Pansel Tidak Masuk Akal

Pemilihan Anggota DPD Melalui Pansel Tidak Masuk Akal

Pemilihan Anggota DPD Melalui Pansel Tidak Masuk Akal

Pemilihan Anggota DPD Melalui Pansel Tidak Masuk Akal
Pemilihan Anggota DPD Melalui Pansel Tidak Masuk Akal

BANDUNF-Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ayi Hambali mengatakan pemilihan anggota DPD melalui pansel sangat tidak masuk akal karena bertentangan dengan logika hukum tata negara.

“Ini jangan-jangan ada semacam target terselubung untuk mengerdilkan DPD. Kalau mau menghapuskan bikin amandemen karena DPD ada di konstitusi,”katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (1/5/2017)

Rancangan Undang Undang Pemilihan Umum (Pemilu) menyebutkan bahwa pemilihan anggota DPD harus melalui pansel (DPRD, provinsi, dan gubernur).

“Ini tidak layak dan aneh karena masa iya DPD yang sejajar dengan DPR dan presiden tapi dipilih pansel yang notabene di bawahnya,”ujarnya.

Ayi memaparkan, isu besar di DPD adalah orang mempertanyakan bagaimana caranya orang partai ada di DPD. Hal Itu tidak melanggar.

“Memang UU yang pertama di tahun 2002 tidak membolehkannya tapi kemudian di 2014 diubah oleh DPR bahwa anggota DPD boleh dari partai,”imbuhnya.

Ayi menilai jika orang-orang partai akan menguatkan kinerja DPD. Kini

banyak

politisi Hanura yang menghuni di DPD, selain itu juga beberapa anggota lain seperti Golkar dan PKS.

“Menurut UU, DPD adalah rezim pemilu. Maka yang layak menentukan ya pemilu. Kalau sekarang banyak isu anggota DPD tidak berkualitas, bukan itu. Tetapi kewenangannya tidak ada,”tuturnya.

Selain itu, pertimbangan mengenai anggaran banyak disusun DPD seperti

dana alokasi khusus, dana alokasi umum, tapi karena kewenangan sedikit dianggapnya DPD kurang seksi dan tidak bekerja. Dengan alasan itulah mereka mengecilkan DPD.

“Menurut saya 90% anggota DPD berkualitas dan menguasai masalah. Tetapi ga ada kewenangan. Kalau ada kewenagang lebih maka akan lebih terlihat. Kami tidak meminta semua UU dibahas Tripartit bersama pemerintah dan DPR. Tapi sebatas yang menjadi domain kami seperti otonomi daerah,”paparnya.

Ayi menegaskan penguatan DPD bukan untuk anggotanya saja tapi untuk

mendudukkan dan meluruskan masalah ketatanegaraan. Sedangkan permasalahannya terdapat sistem dua kamar hanya satu saja yang penuh.

“Selama ini apa yang kami sampaikan dari desa ke DPR, hanya menguap begitu saja.Kami tidak meminta lebih, tapi tolong apa yang diaspirasikan masyarakat supaya disampaikan,”pungkasnya. (MAT)

 

Baca Juga :

 

 

Pakar : Peretasan akan Sering Terjadi, Siapkan BCP Lengkap

Pakar Peretasan akan Sering Terjadi, Siapkan BCP Lengkap

Pakar : Peretasan akan Sering Terjadi, Siapkan BCP Lengkap

Pakar Peretasan akan Sering Terjadi, Siapkan BCP Lengkap
Pakar Peretasan akan Sering Terjadi, Siapkan BCP Lengkap

BANDUNG, Sekitar awal Maret 2017, situs Bukalapak dan Tokopedia tumbang bersamaan akibat mis manajemen pusat data (server). Salah satunya, website Telkomsel diretas, dan setelah berjam-jam berangsur pulih dan kembali bisa diakses. Sehari kemudian, giliran Indosat yang kena retas dengan pemulihannya relatif lambat.

Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana mengatakan, bila yang tumbang adalah sistem inti operasional, maka bisa dibayangkan berapa kerugian langsung yang dialami perusahaan maupun pelanggan bila pemulihannya lambat. Tentu ditambah kerugian stratejik, berupa turunnya brand image dan kepercayaan publik pada kehandalan sistem yang dikelola perusahaan.

“Dalam kasus website, kadang website sering tidak dianggap sistem utama terutama bila sifatnya hanya menyajikan informasi, tidak mendukung operasional dan transaksi langsung pelanggan,”katanya di Bandung, Kamis (4/5)

Menurutnya, dalam kasus peretasan website perusahaan yang memiliki mega brand seperti Telkomsel, dan pemulihannya membutuhkan waktu berjam-jam, bisa dibayangkan besarnya kerugian tidak langsung berupa kerugian stratejik turunnya brand image di mata pelanggan, investor maupun regulator, serta turunnya kepercayaan publik pada kehandalan sistem yang dikelola perusahaan yang memungkinkan dampak negatif bola salju yang lain.

Menyikapi hal ini, kata Dimitri, pihaknya merekomendasikan tiga hal. Pertama, pemerintah melakukan penegasan kembali berlakunya PP PSTE 82/2012, termasuk di antaranya pasal kewajiban mengimplementasikan rencana keberlangsungan kegiatan (Business Continuity Plan/BCP) secara tuntas sesuai best practice bagi para penyelenggara sistem dan transaksi elektronik bagi publik.

“Mungkin praktek serupa di dunia perbankan yang sudah lama dilaksanakan

oleh pihak regulator industri keuangan, yaitu mewajibkan penyelenggara menggunakan auditor eksternal yang netral untuk mengaudit secara periodik minimal satu tahun sekali dan dilaporkan ke instansi pengawas dan pengatur sektor, bisa dipertimbangkan,” paparnya.

Kedua, semua pihak yang menggunakan sistem dan transaksi elektronik, baik di sektor swasta maupun pemerintahan, agar kembali mengkaji dan mengimplementasi tuntas rencana keberlangungan kegiatan (Business Continuity Plan), dan menjaganya tetap relevan serta benar-benar efektif mencapai target pemulihan pada saat kejadian yang tidak diinginkan.

Terakhir, ujar Dosen Sekolah Teknik Elektro Informatika ITB ini,

mempertimbangkan solusi teknologi hemat dengan konfigurasi optimal  yang disertai rencana aktifitas yang efektif. Juga, pengawakan organisasi BCP yang tepat demi implementasi rencana keberlangsungan kegiatan BCP yang efektif dan efisien.

“Frekuensi peretasan mungkin akan meningkat pesat, dan power down bisa

terjadi kapan saja dengan banyaknya faktor yang tidak bisa diduga. Demikian pula kejadian-kejadian tak diinginkan lainnya yang berpotensi memutus keberlangsungan bisnis. Maka, semua harus mulai berbenah terus menyiapkan diri. Now or never!” pungkasnya. (MAT)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702851/pengembangan-ide-kreatif-dan-inovatif/

Koneksi Internet Lewat High Throughput Satellite

Koneksi Internet Lewat High Throughput Satellite

Koneksi Internet Lewat High Throughput Satellite

Koneksi Internet Lewat High Throughput Satellite
Koneksi Internet Lewat High Throughput Satellite

 

BANDUNG-Axiata Group Berhad (Axiata) melakukan menandatangani perjanjian kerjasama multi-transponder dengan IPSTAR International Pte Limited (IPSTAR), untuk layanan sewa guna usaha dan teleport berdurasi empat tahun.

Chief Operating Officer Axiata Group, Asri Hassan Sabri mengatakan, penanadatanganan kerjasama solusi bisnis Axiata ini meliputi pembelian sisa kapasitas milik IPSTAR yang berada di seluruh Indonesia, untuk kemudian akan diberikan kepada PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), dengan kapasitas 1Mbps High Throughput Satellite (HTS) untuk penyediaan layanan broadband di Indonesia.

“Axiata Business Services akan menggunakan kapasitas hingga tujuh blok KU-band dan spot pada satelit broadband IPSTAR-1 yang terletak di 119,5 ° BT untuk penyediaan layanan broadband di Indonesia, termasuk akses broadband langsung ke kawasan pemukiman dan industri, serta backhaul jaringan seluler,” tuturnya.

Menurut Asri, sebagai satelit Throughput High Throughput pertama di dunia

yang diluncurkan pada tahun 2005, IPSTAR Thaicom akan membantu dalam menjangkau pengguna di berbagai daerah terpencil di Indonesia dengan biaya terjangkau.

“Konektivitas berbasis terestrial sangat terbatas atau bahkan tidak tersedia, konektivitas HTS berfungsi sebagai enabler untuk membuka ekosistem digital dan meraih peluang pasar baru,” kata Asri, melalui rilis yang diterima www.Jabarprov.go.id.

Sementara itu, Chief Commercial Officer Thaicom Public Company Limited,

Patompob Suwansiri mengatakan, pihaknya siap berkomitmen untuk bekerja sama dengan operator jaringan bergerak terkemuka di seluruh Asia Pasifik untuk memfasilitasi pertumbuhan broadband nirkabel dan layanan digital lainnya di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.”

Satelit IPSTAR-1 telah diluncurkan pada tahun 2005 dan merupakan HTS

pertama yang diluncurkan ke orbit. IPSTAR cellular backhaul and direct ditujukan untuk menyediakan konektivitas broadband bagi operator telekomunikasi dengan kemampuan dapat memperluas jaringan mereka, meluncurkan layanan broadband baru dan secara cepat menjangkau area yang kurang terlayani dengan biaya yang efektif

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702863/manfaat-gotong-royong/