Perkembangan Akuisisi Pada Bahasa

Perkembangan Akuisisi Pada Bahasa

Perkembangan Akuisisi Pada Bahasa

Perkembangan Akuisisi Pada Bahasa
Perkembangan Akuisisi Pada Bahasa

Perkembangan akuisisi bahasa berhubungan dengan kematangan

Neuromuskularnya yang kemudian dipengaruhi oleh stimulus yang diperolehnya setiap hari. Untuk memerikan perkembangan akuisisi bahasa ada baiknya kalau kita membedakan kematangan anaka berbicara dan kematangannya untuk mendengar pembicaraan orang lain. Kematangan mendengarkan disebut kematangan menerima ( receptive language skills ), dan kematangan mengeluarkan bunyi bahasa ( expressive language skills ) adalah kematangan untuk berbicara ( Stork dan Widdowson, 1974 : 136 ). Kematangan menerima lebih dahulu daripada kematangan berbicara meskipun dalam perkembangan selanjutnya kedua kematangan ini saling berhubungan.

Berbicara mengenai akuisisi bahasa

Tentu tidak lepas dari perkembangan fisik. Perkembangan fisik dimaksud adalah perkembangan fisik yang normal, karena perkembangan fisik yang tidak normal merupakan gangguan dalam kematangan yang disebutkan di atas. Perkembangan fisik berhubungan pula dengan perkembangan motorik.

Perkembangan motorik ini akan berupa :

Pada bagian kepala :

– Koordinasi mata, lebih dahulu yang horizontal, lalu yang vertikal dan sesudah itu sirkuler.
– Reaksi mata pada objek bergerak
– Refleks senyum
– Refleks pejam mata
– Kecakapan mengngkat kepala

Pada lengan :

– Oposisi jari yang memungkinkan anak dapat memegang sesuatu
– Koordinasi mata-tangan yang memungkinkan pencapaian pegangan yang tepat
– Kecakapan makan
– Kecakapan menggunakan satu tangan

Pada tubuh :

– Kecakapan membalik tubuh yang mulai pada umur 2 bulan
– Duduk sendiri
– Gerakan dari tegak ke sikap duduk

Pada kaki :

– Kecakapan berjalan
– Kecakapan merayap
– Berjingkrak
– Berdiri
– Berjalan

Sumber : https://dosen.co.id/

Cara Pemakaian Tanda Titik

Cara Pemakaian Tanda Titik

Cara Pemakaian Tanda Titik

Cara Pemakaian Tanda Titik
Cara Pemakaian Tanda Titik

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

Misalnya:
Ayahku tinggal di Solo.
Biarlah mereka duduk di sana.
Dia menanyakan siapa yang akan datang.

Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

Misalnya:
III. Departemen Dalam Negeri
A. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa
B. Direktorat Jenderal Agraria
1. …
1. Patokan Umum
1.1 Isi Karangan
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Gambar Tangan
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik

Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.

Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu.

Misalnya:
pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)

Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan jangka waktu.

Misalnya:
1.35.20 jam ( 1 jam, 35 menit, 20 detik)
0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
0.0.30 jam (30 detik)

Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

Misalnya:

Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Poestaka.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

Misalnya:

Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.231 jiwa.
Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukan jumlah.

Misalnya:

Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.
Lihat halaman 2345 dan seterusnya.
Nomor gironya 5645678.

Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.

Misalnya:

Acara kunjungan Adam Malik

Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD ‘45)

Salah Asuhan
Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau

(2) nama dan alamat penerima surat.

Misalnya:

Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)

1 April 1985 (tanpa titik)
Yth. Sdr. Moh. Hasan (tanpa titik)
Jalan Arif 43 (tanpa titik)
Palembang (tanpa titik)

Atau:
Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik)
Jalan Cikini 71 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/

Distribusi Ijazah di Jawa Barat Telah Selesai

Distribusi Ijazah di Jawa Barat Telah Selesai

Distribusi Ijazah di Jawa Barat Telah Selesai

 

Distribusi Ijazah di Jawa Barat Telah Selesai

Dinas Pendidikan Jawa Barat sudah selesai mendistribusikan ijazah untuk jenjang SMA

SMK dan SLB. Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) XII wilayah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya, Diding Gusutardy mengatakan, pendistribusian ijazah untuk KCD XII kepada sekolah sudah selesai. Pendistribusian dimulai dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, diberikan kepada KCD setelah itu KCD mendistribusikan ijazah ke sekolah.

“Ada beberapa ijazah yang direvisi seperti rusak, salah nomor resi, salah tulis. Mayoritas kesalahan yang ada adalah kesalahan tulis. Itu sudah selesai untuk Tasikmalaya. Proses revisi tidak lama, sekolah mengajukan ke KCD termasuk melampirkan kesalahannya, dan disalurkan kembali ke Disdik Jabar. Jadi sudah direvisi, nomor serinya baru, baru dikembalikan ke KCD dan ke sekolah,” ujar Diding.

Sama halnya dengan KCD XII

pendistribusian ijazah untuk KCD VII Wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi sudah selesai. KCD telah memberikan ijazah kepada sekolah. Kepala Seksi Pengawasan Pendidikan KCD VII, Ayie Atikah mengatakan, jika ada keluhan terkait ijazah, siswa beserta orang tua bisa mengajukan pengaduan secara tertulis ke KCD masing-masing.

Jika ada keluhan terkait ijazah

langsung saja buat pengaduan secara tertulis ke KCD, kita akan melayani,” ujar Ayie saat ditemui di KCD VII, Jalan Radjiman No. 6, Kota Bandung, Selasa, 28 Agustus 2018.

Seperti diberitakan sebelumnya

sekolah tidak diperkenankan untuk menahan ijazah kepada dengan alasan apapun. Hal ini sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tentang Bentuk, Spesifikasi, dan Pengisian Blangko Ijazah pada Satuan Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2017/2018.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

Firman Adam mengatakan bahwa sekolah berperan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada para peserta didik. Salah satunya adalah memberikan ijazah kepada para siswa yang telah lulus.

“Sekolah sebagai pelayan pendidikan tidak diperkenankan untuk menahan ijazah para peserta didik. Jika adanya penahanan ijazah tersebut, akan dikenakan sanksi,” ujar Firman.

 

Artikel Terkait:

Sekolah Dan Menyanyi Hilda Nurul Shavela

Sekolah Dan Menyanyi

Sekolah Dan Menyanyi Hilda Nurul Shavela

Sekolah Dan Menyanyi

BAKAT menyanyi Hilda Nurul Shavela sudah diasah sejak taman kanak-kanak.

Bukan karena keinginan orangtua namun siswa SMKN 2 Cibinong Kab. Bogor ini memang hobi menyanyi. Saat ini, siswa kelas 3 ini mengambil jurusan Musik (Vokal) di SMKN 2 Cibinong. Paduan antara praktik dan teori bermusiknya cukup komprehensif.

Suka nyanyinya sejak TK

Saya suka mengikuti berbagai perlombaan menyanyi. Sudah enggak terhitung jumlahnya,” ujar anak kedua dari lima bersaudara.

Bakat menyanyinya diturunkan dari sang ayah

Di tangan ayahnya ia terus berlatih menyanyi. Karena ia sudah jatuh cinta pada bidang tarik suara ini, maka dara kelahiran Jakarta, 30 Sepetember 2000 ini masuk SMK jurusan Vokal. Kini, ia mewakili Provinsi Jawa Barat untuk berlaga pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Banda Aceh. Ia mengikuti kompetisi ini sejak tingkat kota hingga provinsi.

“Lomba menyanyi Solo diselenggarakan pada Selasa (28/8/2018) di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Dalam kategori lomba ini saya membawakan lagu pilihan wajib “Panggung Sandiwara” dan lagu daerahnya “Bulan Priangan,” ujar Hilda.

Diakuinya, tak banyak waktu mempersiapkan lomba FLS2N ini

Namun, dalam waktu  dua minggu ia bersama guru vokanya di sekolah terus menginstesifkan latihan. “Saya optimis juara. Harus optimis, insyaAllah memang,” ujarnya tersenyum. Saingan terberat remaja bertubuh mungil ini adalah peserta dari NTT dan Yogyakarta.

Putri pasangan Achmad Iqbal Wiijaya dan Dian Oktaviani ini memilki cita-cita menjadi penyanyi profesional. Namun, ia juga harus tetap ingin  berkarier. Karena vokal suaranya yang mumpuni, Hilda sudah ditawari untuk bekerja di Mabes Angkatan Udara. “Alhamdulilaah sudah ditawari bekerja di Mabes AU di bidang keseniannya,” kata remaja yang pernah mengikuti sejumlah audisi ini.

Selama ini, diakui Hilda ia sering manggung untuk menghibur masyarakat. Tapi pada even besar, bukan di cafe-cafe. “Saya hobi menyanyi dan akan terus mengembangkan hobi ini. Namun, untuk pentas karena masih sekolah jadi dibatasi. Jadi, job yang diterima hanya  Sabtu dan Minggu, ketika sekolah libur. Karier dalam menyanyi perlu, tapi pendidikan juga yang utama,” ujar Hilda.

Guru, vokal Hilda

Lily Nurindah Sari mengungkapkan meskipun sempat ketetaran waktu latihan, ia optimis Hilda bisa menjadi pemenangnya. “Dilihat dari kriteria penilaian, seperti kuakitas vokal, penampilan, dan penghayatan lagu, insyaAllah saya optimis Hilda akan menang,” kata Lily.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Penguasaan IPTEK adalah Keniscayaan di Abad 21

Penguasaan IPTEK adalah Keniscayaan di Abad 21

Penguasaan IPTEK adalah Keniscayaan di Abad 21

 

Penguasaan IPTEK adalah Keniscayaan di Abad 21

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0, lembaga pendidikan dinilai harus membangun tradisi melek teknologi dan jiwa wirausaha peserta didik agar mampu berdaya saing di abad 21. Dan dibutuhkan kualitas pendidik yang berkompetensi untuk mewujudkan itu semua.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi dalam Seminar “Digital Learning dalam konteks Revolusi Industri 4.0 bagi Guru Inovatif di Era Disruptif : Peluang dan Tantangan” yang diselenggarakan oleh Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia di Hotel Grandia, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Kamis (30/8/2018).

Seminar ini dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah atau Guru dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kota Bandung. Selain Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, seminar ini juga dihadiri oleh Ketua Prodi Teknologi Pendidikan, Cepi Riyana.

Hadadi menuturkan

revolusi industri 4.0 menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan guna membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing yang sejalan dengan visi Dinas Pendidikan. “Jadi untuk semua satuan pendidikan harus mulai konsentrasi dalam pemberian ilmu pengetahuan dan teknologi serta kewirausahaan agar mampu berdaya saing di era sekarang. Penguasaan IPTEK adalah keniscayaan dalam kehidupan sekarang,” papar Hadadi.

Hadadi juga menjelaskan berbagai keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa untuk meningkatkan dayasaing di abad 21 meliputi kualitas karakter, literasi dasar dan kompetensi. Dalam kualitas karakter, siswa harus bisa beradptasi dalam lingkungan yang dinamis dengan menjungjung nilai-nilai toleransi, relijius, mandiri, berintegritas, bertanggung jawab dan peduli lingkungan.

Kemudian

siswa mampu menerapkan proses literasi dalam kesehariannya, meliputi literasi baca.

menulis, teknologi dan budaya. Setelahnya, dalam tahap kompetensi, siswa mampu memiliki empat dasar untuk memecahkan masalah, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif.

Dalam tataran praktis

Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui program layanan berbasis daring, seperti Jabar Smart School, Literasi Sekolah Jawa Barat, penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Pembukaan SMA Terbuka dan SMK Jarak Jauh serta Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan Jarak Jauh (SIAJAR).

“Semoga seminar kali ini mampu meningkatkan kompetensi guru-guru SMA di Kota Bandung guna mendidik para siswa. Saya juga berterimakasih kepada semua pihak dan sponsor yang turut mendukung terselanggaranya acara ini,” pungkas Hadadi.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/

Ciri-Ciri Umum Dan Klasifikasi Jamur

Ciri-Ciri Umum Dan Klasifikasi Jamur

Ciri-Ciri Umum Dan Klasifikasi Jamur

Ciri-Ciri Umum Dan Klasifikasi Jamur
Ciri-Ciri Umum Dan Klasifikasi Jamur
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

1. Struktur Tubuh

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebutmiselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.
Gbr. Hifa yang membentuk miselium dan tubuh buah
Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.
Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.

2. Cara Makan dan Habitat Jamur

Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Clntuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit. Lihat Gambar 5.3.
a. Parasit obligat 
merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya,
sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).
b. Parasit fakultatif 
adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang
sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang
cocok.

c. Saprofit 
merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang
mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah
mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur
saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk
mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga
mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung
menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang
dikeluarkan oleh inangnya.

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat padamikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.
Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.

3. Pertumbuhan dan Reproduksi

Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.

Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangiumdan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis.

4. Peranan Jamur

Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.
a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
b. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu
dalam pembuatan tempe dan oncom.
c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri
keju, roti, dan bir.
d. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.
Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit
rebah semai.
b. Phythophthora inf’estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman
kentang.
c. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air. d. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian. e. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru
manusia. f. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.
 Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebutmiselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif adapula dengan cara generatif.
Baca Artikel Lainnya:

Perbedaan antara HUB, SWITCH DAN ROUTER

Perbedaan antara HUB, SWITCH DAN ROUTER

Perbedaan antara HUB, SWITCH DAN ROUTER

Perbedaan antara HUB, SWITCH DAN ROUTER
Perbedaan antara HUB, SWITCH DAN ROUTER
 Sekarang ini router telah menjadi semacam alat yang utama, dalam menggabungkan fitur dan fungsi dari router dan switch/hub ke dalam sebuah unit tunggal. Jadi pengertian tentang perangkat ini dapat sedikit menyesatkan – terutama untuk orang baru belajar jaringan komputer.
Fungsi router, hub dan switch sangat berbeda satu sama lainnya, bahkan jika semua peralatan tersebut terintegrasi ke dalam satu perangkat. Kita mulai dengan hub dan switch karena kedua perangkat ini memiliki peran yang sama pada jaringan. Masing-masing berfungsi sebagai koneksi sentral untuk semua peralatan jaringan dan menangani tipe data yang dikenal sebagai bingkai. Bingkai membawa data Anda. Ketika bingkai diterima, hal itu diperkuat dan kemudian ditransmisikan ke port dari PC tujuan. Perbedaan besar antara kedua perangkat adalah metode frame yang disampaikan.

Dalam sebuah hub,

sebuah frame berfungsi untuk menyampaikan atau “broadcast (Menyiarkan)” kepada setiap terminal. Tidak peduli bahwa frame hanya digunakan untuk satu port. hub tidak memiliki cara untuk membedakan antara bingkai port harus dikirim kemana. Melewatinya bersama untuk memastikan bahwa setiap port akan mencapai tujuan yang diinginkan. Pada peralatan ini banyak lalu lintas pada jaringan dan dapat menyebabkan tanggapan waktu jaringan yang kurang atau lambat.
Selain itu, hub dengan spesifikasi 10/100Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port. Jadi ketika hanya satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang maksimum yang tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, yang akan menurunkan kinerja.

Sebuah Switch

menyimpan catatan MAC address dari perangkat yang terhubung. Dengan informasi ini, suatu saklar dapat mengidentifikasi sistem yang terpasang pada terminal. Jadi, ketika bingkai diterima, peralatan tersebut tahu persis port untuk mengirimkannya ketujuan, tanpa jaringan secara signifikan meningkatkan waktu respon. Dan, tidak seperti hub, switch dengan spesifikasi 10/100Mbps akan mengalokasikan 10/100Mbps penuh untuk setiap port nya. Jadi berapapun jumlah PC ditransmisikan, pengguna akan selalu memiliki akses ke jumlah maksimum bandwidth. Ini untuk alasan-alasan mengapa switch dianggap menjadi pilihan yang jauh lebih baik dari hub.

Router

adalah perangkat yang sama sekali berbeda dengan kedua peralatan yang telah di jelaskan diatas. Apabila suatu hub atau switch berkaitan dengan bingkai transmisi, fungsi router, adalah untuk paket rute ke jaringan paket yang lain sampai akhirnya mencapai tujuannya. Salah satu fitur utama dari sebuah paket adalah bahwa tidak hanya berisi data, tetapi alamat tujuan di mana ia akan pergi.
Router biasanya terhubung dengan sedikitnya dua jaringan, biasanya dua Local Area Network (LAN) atau Wide Area Network (WAN) atau LAN dan jaringan ISP. misalnya, PC atau workgroup dan EarthLink. Router terletak di gateway, tempat di mana dua atau lebih jaringan terhubung. Menggunakan tabel header dan forwarding, router menentukan jalur terbaik untuk meneruskan paket. Router menggunakan protokol seperti ICMP untuk berkomunikasi satu sama lain dan mengkonfigurasi rute terbaik antara dua host.
Sekarang ini, berbagai layanan diintegrasikan ke dalam beberapa router broadband. Sebuah router biasanya terdapat 4 sampai 8 port switch Ethernet (atau hub) dan Network Address Translator (NAT). Selain itu, biasanya sudah termasuk Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) server, Domain Name Service (DNS) proxy server dan firewall hardware untuk melindungi LAN dari intrusi berbahaya dari Internet.
Semua router memiliki Port WAN yang terhubung ke DSL atau kabel modem untuk layanan internet broadband dan saklar yang terintegrasi, memungkinkan pengguna untuk dengan mudah membuat sebuah system LAN. Hal ini memungkinkan semua PC di LAN untuk memiliki akses ke Internet dan sharing file Windows dan layanan printer.
Beberapa router memiliki port WAN dan satu port LAN tunggal dan dirancang untuk menghubungkan hub LAN yang ada atau berpindah ke WAN. Ethernet switch dan hub dapat dihubungkan ke PC router dengan port ganda untuk memperluas LAN. Tergantung pada kemampuan (jenis port yang tersedia) dari router dan switch atau hub, koneksi antara router dan switch / hub mungkin membutuhkan straight-thru atau crossover (null-modem) kabel. Beberapa router bahkan memiliki USB port, dan lebih umum, poin akses nirkabel dipancarkan dari mereka.
Beberapa router yang lebih tinggi atau router kelas bisnis juga akan menggabungkan port serial yang dapat disambungkan ke modem dial-up eksternal, yang berguna sebagai cadangan dalam hal sambungan utama broadband turun, serta built in LAN server printer dan port printer.
Selain perlindungan yang melekat, fitur yang disediakan oleh NAT, router juga memiliki built-in, konfigurasi, firewall berbasis hardware. kemampuan Firewall dapat berkisar dari yang sangat mendasar, sedang sampai dengan yang canggih. Di antara kemampuan tersebut ditemukan pada router utama adalah bahwa router memungkinkan mengkonfigurasi TCP / UDP port untuk permainan, layanan obrolan, dan sejenisnya, di LAN di belakang firewall.
Jadi, singkatnya, sebuah perekat hub bersama sebuah segmen jaringan Ethernet, switch dapat menghubungkan beberapa segmen Ethernet lebih efisien dan router bisa melakukan fungsi-fungsi ditambahan rute TCP / IP paket antara beberapa LAN dan / atau WAN, dan banyak lagi tentu saja.

Sejarah Perkembangan Komputer (1942-Sekarang)

Sejarah Perkembangan Komputer (1942-Sekarang)

Sejarah Perkembangan Komputer (1942-Sekarang)

Sejarah Perkembangan Komputer (1942-Sekarang)
Sejarah Perkembangan Komputer (1942-Sekarang)
Sejarah dimulainya perkembangan dunia komputer saat proses perhitungan itu ada dalam aktivitas seharian manusia dari pengunaan jari manusia sampai kepada alat menghitung, maka terciptalah alat yang mampu melaksanakan dasar perhitungan yaitu tambah, tolak dan perkalian. Sejarah perkembangan komputer sebenarnya telah lama dimulai sejak tahun 1940 lagi dan ia terbagi menjadi empat generasi komputer:

Sejarah Komputer  Generasi Pertama-Tube (1942 – 1958)

  1. Menggunakan teknologi tabung (vakum).
  2. Berupaya memproses beberapa ribu perintah sesaat, lebih cepat dari gerakan alat mekanik.
  3. Berupaya menyimpan 10.000 – 20.000 karakter.
  4. Menggunakan memori inti magnetik. Inti magnet adalah gelang-gelang logam yang sangat kecil dan bisa memberikan kekuatan magnet melalui satu dari dua arah.

Sejarah Komputer  Generasi Kedua-Transistor (1959 – 1964)

  1. Menggunakan transistor menggantikan tabung hampa gas.
  2. Dibuat oleh tiga ilmuwan di Bell Laboratories, yaitu J. Bardeen, H. W. Brittain dan W.Shockley.
  3. Transistor adalah sebuah alat elektronik yang kecil di mana fungsinya adalah untuk mentransfer sinyal-sinyal listrik melalui perintang.
  4. Kompatibilitas terbatas. Program yang ditulis untuk satu komputer harus diubah untuk dilaksanakan pada komputer lain.
  5. Menggunakan hanya pita untuk penyimpanan yang dapat memproses secara urutan saja.
  6. Menggunakan bahasa level rendah yaitu bahasa simbolik.
  7. Lebih kecil, ringan, murah tahan lama dan mudah digunakan.
  8. Bahasa pemrograman tingkat tinggi atau bahasa perhimpunan (assembly language) seperti FORTRAN dan COBOL.

Sejarah Komputer  Generasi Ketiga-Rangkaian Listrik (1964 – 1970)

  1. Menggunakan teknologi sirkuit terpadu yang terdiri dari ribuan transistor yang ditempatkan pada bagian silikon.
  2. Program lebih kompatibel.
  3. Dimulainya konsep multi pemrograman. Beberapa pengguna berbagi mesin. Istilah baru kemitraan masa.
  4. Hemat dibandingkan dengan penggunaan disk magnet.
  5. Lebih kuat, utuh dan padat.
  6. Bahasa pemrograman diproduksi seperti BASIC dan Pascal.

Sejarah Komputer  Generasi Keempat (1971 -1999)

  1. Penggunaan sirkuit terpadu skala besar. Istilah yang digunakan adalah integrasi Skala-Besar (Large-Scale Intergration atau LSI).
  2. Penggunaan mikro pemrosesan pada satu serpihan.
  3. Dengan pengenalan penyimpanan virtual, program yang berukuran beberapa kali ukuran memori mesin dapat dilaksanakan.
  4. Pengenalan pada CD memori baca saja (Compact Disc Read Only Memory
  5. (CD ROM)).
  6. Memori utama komputer menjadi lebih efisien, cepat dan besar.

Sejarah Komputer  Generasi Kelima (2000 sampai sekarang)

  1. Lebih canggih, lebih murah, lebih cepat dan lebih hebat dari yang ada dan kemampuan ‘melihat’, ‘mendengar’, ‘berbicara’, dan ‘berpikir’ seperti manusia-kecerdasan buatan.
  2. Memiliki kecerdasan buatan yaitu sejauh mana manusia membuat komputer itu cerdik.
  3. Melaksanakan tugas secara paralel berbeda dengan caranya sekarang dan memungkinkan tugas diselesaikan serentak.
  4. Lebih cepat dan lebih kuasa untuk membuat pikiran, belajar dan menyimpulkan.

Sumber: https://dosenpendidikan.co.id/

Pengertian minat dan pendapat para ahli

Pengertian minat dan pendapat para ahli

Pengertian minat dan pendapat para ahli

Pengertian minat dan pendapat para ahli
Pengertian minat dan pendapat para ahli

Minat ialah suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan yang tergantung dari bakat dan lingkungan. Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang dipelajari dapat dipahami, sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Terjadilah suatu perubahan kelakuan. Perubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa; baik kognitif, psikomotor maupun afektif.

(Slameto, 2010: 180)

Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar anak. Diharapkan dalam penelitian ini minat siswa dalam mengikuti pelajaran keamanan dan keselamatan kerja akan meningkat di bandingkan sebelumnya.

(Dakir. 1971 : 81)

Dalam percakapan sehari-hari pengertian perhatian dikacaukan dengan minat dalam pelaksanaan perhatian seolah-olah kita menonjolkan fungsi pikiran, sedangkan dalam minat seolah-olah menonjolkan fungsi rasa, tetapi kenyataanya apa yang menarik minat menyebabkan pula kita kita berperhatian, dan apa yang menyebabkan perhatian kita tertarik minatpun menyertai kita.”

Drs. Dyimyati Mahmud (1982)

Minat dalah sebagai sebab yaitu kekuatan pendorong yang memaksa seseorang menaruh perhatian pada orang situasi atau aktifitas tertentu dan bukan pada yang lain, atau minat sebagai akibat yaitu pengalaman efektif yang distimular oleh hadirnya seseorang atau sesuatu obyek, atau karena berpartisipasi dalam suatu aktifitas.

(Depdikbud, 1990:58)

Untuk memudahkan pemahaman tentang minat belajar, maka dalam pembahasan ini terlebih dahulu akan diuraikan menjadi minat dan belajar. Secara bahasa minat berarti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu . Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Sedangkan pengertian minat secara istilah telah banyak dikemukakan oleh para ahli, di antaranya yang dikemukakan oleh Hilgard yang dikutip oleh Slameto menyatakan “Interest is persisting tendency to pay attention to end enjoy some activity and content (1991:57).

Sardiman A. M.

berpendapat bahwa minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhankebutuhannya sendiri (1988:6). Sedangkan menurut Pasaribu dan Simanjuntak mengartikan minat sebagai “suatu motif yang menyebabkan individu berhubungan secara aktif dengan sesuatu yang menariknya (1983:52).

Selanjutnya menurut Zakiah Daradjat, dkk., mengartikan minat adalah “kecenderungan jiwa yang tetap ke jurusan sesuatu hal yang berharga bagi orang (1995:133).

Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli seperti yang dikutip di atas dapat disimpulkan bahwa, minat adalah kecenderungan seseorang terhadap obyek atau sesuatu kegiatan yang digemari yang disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian, dan keaktifan berbuat.

Menurut Cronbach, sebagaimana dikutip oleh Sumardi Surya Brata, yaitu:
“Learning is shown by a change in behavior as are surf or experience”
Artinya: yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami, dan dalam mengalami itu si Pelajar menggunakan panca inderanya. Berdasarkan berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku yang disebut sebagai hasil dari suatu proses belajar dari interaksi dengan lingkungan yang tertentu, ketrampilan, sikap dan konsep.

Definisi yang lain sebagaimana dikemukakan oleh W.S Winkel, bahwa “Belajar adalah suatu proses mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif subyek dengan lingkungannya dan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai sikap yang bersifat konstan / menetap.

Adapun menurut Sardiman, A.m, belajar secara makro adalah : “Kegiatan Psikofisik ke perkembangan pribadi seutuhnya, sedang belajar secara mikro yaitu usaha penyampaian materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya, relevan. Dengan ini maka ada pengertian bahwa belajar adalah penambahan pengetahuan. Sementara itu Abu Ahmadi menjelaskan, belajar adalah “Suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang harus secara keseluruhan sebagai hasil pengetahuan individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.

Secara singkat yang dimaksud dengan minat belajar adalah kecenderungan dan perhatian dalam belajar. Dalam pengertian lain minat belajar adalah : Kecenderungan perhatian dan kesenangan dalam beraktivitas, yang meliputi jiwa dan raga untuk menuju perkembangan manusia seutuhnya, yang menyangkut cipta, rasa, karsa, kognitif, afektif dan psikomotor lahir batin.
Dengan memperhatikan pengertian minat belajar tersebut, maka semakin kuatlah tentang anggapan bahwa minat belajar adalah suatu hal yang abstrak (Tidak bisa dilihat secara langsung dengan mata kepala), namun dengan memperhatikan dari aktivitas serta hal-hal lain yang dilakukan oleh seseorang minat belajar tersebut bisa diketahui dengan cara menyimpulkan dan menafsirkannya.

Minat dapat diartikan “Suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keingin-inginan atau kebutuhan sendiri. Oleh karena itu apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minat, sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingan sendiri. Sebagaimana pernyataan Syaiful Bahri bahwa “Minat besar pengaruh terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap suatu pelajaran akan mempelajari dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. Oleh karena itu, guru perlu membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah dipahami.

Baca juga: 

Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dan Tahapannya

Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dan Tahapannya

Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dan Tahapannya

Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dan Tahapannya
Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dan Tahapannya

Pengertian Siklus Hidup

Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.

Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline.

Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu :

1. Tahap perkenalan (introduction)

pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.

2. Tahap pertumbuhan (growth)

Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

3. Tahap kedewasaan (maturity)

Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

4. Tahap kemunduran (decline)

Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas’ Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:

a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksinya agar lebih efisien.
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/