Pembentukan Kepribadian

Pembentukan Kepribadian

 

Perkembangan Manusia

Dalam proses perkembangannya manusia sebagai makhluk yang berkepribadian atau makhluk sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam hal ini menurut F.G. Robbins ada lima faktor yang menjadi dasar pembentukan kepribadian itu, antara lain:

a. Sifat Dasar

Sifat dasar, merupakan keseluruhan potensi-potensi yang diwarisi oleh seseorang dari ayah dan ibunya. Sifat dasar tersebut terbentuk pada saat konsepsi, yaitu saat terjadi hubungan suami/istri. Sifat dasar yang masih merupakan potensi-potensi juga dipengaruhi faktor-faktor lainnya.

b. Lingkungan Prenatal

Lingkungan prenatal, merupakan lingkungan dalam kandungan ibu. Sel telur yang telah dibuahi pada saat terjadi hubungan suami/istri itu berkembang sebagai embrio dalam lingkungan prenatal. Pada periode prenatal ini individu mendapatkan pengaruh-pengaruh tidak langsung dari ibu. Pengaruh-pengaruh itu antara lain:
  • struktur tubuh ibu (daerah panggul), merupakan kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan bayi dalam kandungan;
  • beberapa jenis penyakit, seperti: kanker, diabetes, siphilis, hepatitis, berpengaruh tidak langsung terhadap pertumbuhan bayi dalam kandungan.
  • gangguan endoktrin, dapat mengakibatkan keterbelakangan perkembangan anak; dan
  • shock pada saat melahirkan, dapat mempengaruhi kondisi menyebabkan berbagai kelainan seperti: cerebral, palsy, dan lemah pikiran.

 

 

c. Perbedaan Individual Atau Perbedaan Perorangan

Perbedaan individual merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi. Sejak saat anak dilahirkan oleh ibunya, anak tumbuh dan berkembang sebagai individu yang unik dan berbeda dengan individu lainnya. Dia bersikap selektif terhadap pengaruh dari lingkungan. Perbedaan perorangan ini meliputi perbedaan-perbedaan ciri-ciri fisik seperti warna kulit, warna mata, rambut, dan bentuk badan, serta ciriciri personal dan sosial.

d. Lingkungan

Lingkungan di sekitarnya, yaitu kondisi-kondisi di sekeliling individu yang mempengaruhi proses sosialisasinya. Lingkungan itu dapat dibedakan menjadi 3 sebagai berikut.
  • Lingkungan alam, yaitu keadaan iklim, tanah, flora, fauna, dan sumber daya di sekitar individu.
  • Lingkungan kebudayaan, yaitu cara hidup masyarakat tempat individu itu hidup. Kebudayaan ini mempunyai aspek material (rumah, perlengkapan hidup, hasil-hasil teknologi lainnya), dan aspek non materiil (nilai-nilai pandangan hidup, adat istiadat, dan sebagainya).
  • Lingkungan manusia lain dan masyarakat di sekitar individu. Pengaruh manusia lain dan masyarakat di sekitarnya dapat membatasi proses sosialisasi dan memberi stimulasi terhadap perkembangannya.

Peranan kondisi lingkungan tersebut tidak menentukan mutlak, tetapi membatasi dan mempengaruhi proses sosialisasi manusia. Dalam hal ini kita juga menolak kebenaran paham determinisme geografis dan determinisme ekonomi mengenai peranan kondisi-kondisi geografis dan ekonomis terhadap proses sosialisasi individu.

e. Motivasi

Motivasi adalah kekuatan-kekuatan dari dalam individu yang menggerakkan individu untuk berbuat. Motivasi ini dibedakan menjadi dorongan dan kebutuhan.
1. Dorongan
Dorongan adalah keadaan ketidakseimbangan dalam diri individu karena pengaruh dari dalam dan luar dirinya yang mempengaruhi dan mengarahkan perbuatan individu dalam rangka mencapai adaptasi atau keseimbangan lagi. Pada diri manusia terdapat dorongan makan, minum, dan menghindarkan diri dari bahaya yang mengancamnya.
2. Kebutuhan
Kebutuhan adalah dorongan yang telah ditentukan secara personal, sosial, dan kultural. Teks Eksposisi Kebutuhan-kebutuhan manusia yang penting, antara lain:
  • kebutuhan bebas dari rasa takut;
  • kebutuhan bebas dari rasa bersalah;
  • kebutuhan untuk bersama dengan orang lain;
  • kebutuhan untuk berprestasi;
  • kebutuhan akan afeksi;
  • kebutuhan untuk turut serta mengambil keputusan mengenai persoalan-persoalan yang menyangkut mengenai dirinya;
  • kebutuhan akan kepastian ekonomis; dan
  • kebutuhan akan terintegrasikannya sikap, keyakinan, dan nilai-nilai.

Pengertian dan Proses Pewarisan Budaya

Pengertian dan Proses Pewarisan Budaya

 

Pengertian Pewarisan Budaya

Pewarisan budaya adalah suatu proses, perbuatan atau cara mewarisi budaya di dalam masyarakat. Proses tersebut dinamakan juga socialitation. Dalam proses tersebut seorang individu mengalami pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya.

Budaya diwariskan dari generasi terdahulu ke generasi berikutnya.

Hanya saja dalam proses pewarisan budaya menghendaki adanya penyempurnaan sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Malinowski menyebutnya Cultural Determinism artinya segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh budaya yang dimiliki masyarakat.

Proses Pewarisan Budaya

secara umum proses pewarisan budaya terjadi melalui dua proses yaitu proses enkulturasi dan proses sosialisasi, untuk lebih jelasnya kita simak penjelasan beikut ini :

a. Enkulturasi

Proses enkulturasi sudah dimulai dalam alam pikiran individu sejak masa kanak-kanak. Mula-mula dari keluarga, kemudian dari teman-teman bermainnya. Seringkali ia belajar meniru tingkah laku, ucapan dari individu yang berpengalaman. Misalnya adanya jam berpengaruh pada penghargaan waktu. Hal itu menjadi pola yang mantap, norma yang mengatur tindakannya “dibudayakan”.
Contoh:
Norma yang mengharuskan seseorang membawa oleholeh kepada kerabat/tetangga jika bepergian ke tempat lain, menerima atau memberi sesuatu dengan tangan kanan.

b. Sosialisasi

Dalam proses sosialisasi, seorang individu dari masa kanak-kanak hingga masa tua belajar pola-pola tindakan berinteraksi dengan segala macam individu dalam berbagai macam peranan sosial. Apabila kita ingin menyelami dan memahami pengertian tentang suatu kebudayaan, kita bisa belajar banyak dari jalannya proses sosialisasi yang dialami individu dalam kebudayaan yang bersangkutan.
Contoh:
Pada awal hidupnya, seorang bayi sudah harus menghadapi beberapa individu dalam lingkungan keluarga yang kecil, yaitu ibunya dan bidan yang membantu ibunya semenjak lahir sampai kira-kira seminggu. Selama berhubungan dengan orang tadi ia mengalami tingkah laku berdasarkan perhatian dan cinta. Ia juga belajar kebiasaan, makan, dan tidur pada saat tertentu. Juga ketika mulai sekolah ia juga belajar mengenal perbedaan jenis kelamin dan mengenal lingkungan sekolahnya.

KIPER PENJEBOL GAWANG LAWAN

KIPER PENJEBOL GAWANG LAWAN

KIPER PENJEBOL GAWANG LAWAN
Menjebol gawang lawan tentu saja bukan hak prerogatif striker. Kiper pun bisa melakukannya. Di Premier League, meski belum banyak, tapi ada tukang jaga gawang yang bisa pula menjebol gawang tim lawan.Kiper pertama yang berhasil melakukannya adalah Peter Schmeichel. Mencetak gol sesungguhnya bukan hal yang mengejutkan buat kiper legendaris Manchester United ini karena sepanjang karirnya dia mampu membukukan 10 gol.
Khusus di Liga Inggris dia cuma membukukan satu gol, itu pun tidak bersama “Setan Merah”. The Great Dane melakukannya bersama Aston Villa di musim 2001/02.
Sayang, sumbangan satu golnya tetap tak mampu menyelamatkan Villa dari kekalahan 2-3 atas Everton.Nasib Schmeichel setali tiga uang dengan Brad Friedel.
Meski mencetak satu gol ke gawang Charlton Athletic pada 21 Februari 2004, dia tetap tak bisa menghindarkan klubnya, Blackburn Rovers dari kekalahan 2-3.Kiper terakhir yang bisa mencatatkan namanya di papan skor adalah Paul Robinson. Aksi Robinson menjebol gawang Watford pada 17 Maret 2007 berakhir dengan kemenangan Tottenham Hotspur 3-1.
Jika umumnya kiper mencetak gol dari screeming bola mati di menit-menit akhir atau via tendangan penalti, Robinson melakukannya lewat eksekusi tendangan bebas. Uniknya, free kick-nya tersebut tidak di daerah berbahaya tim lawan, melainkan dari areal permainan sendiri. Dari jarak 88 meter, bola tembakan Robinson melayang jauh, memantul di kotak penalti Watford dan kiper Ben Foster melakukan blunder untuk mengantisipasi.
Bola pun masuk gawang.
Gol itu kemudian tercatat sebagai gol terjauh dalam sejarah Premier

50 Perempuan Muda Dapat ‘Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’

50 Perempuan Muda Dapat ‘Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’

50 Perempuan Muda Dapat ‘Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’

Jakarta – Fair & Lovely, brand perawatan kulit wajah perempuan PT Unilever Indonesia, Tbk kembali mengumumkan 50 perempuan muda Indonesia berprestasi dari berbagai wilayah di Indonesia yang menerima Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Amaryllis Esti selaku Head of Marketing Skin Care Category PT Unilever Indonesia, Tbk menjelaskan sejak 2017 sampai pada tahun ketiga penyelenggaraan, program ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa’ terus mendapatkan sambutan positif dari para perempuan Indonesia.

“Antusiasme ini pun menandakan semakin besarnya animo perempuan muda

Indonesia untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi terlepas berbagai halangan yang mereka miliki,” ujar Amaryllis dalam siaran persnya Jumat (2/8).

Bahkan tahun ini, lanjut Amaryllis, mendapatkan peningkatan submission sebanyak 81% dari tahun sebelumnya.

“Dukungan akses pendidikan lewat program Fair & Lovely Bintang Beasiswa

terbukti masih sangat dibutuhkan karena kami percaya bahwa masa depan Indonesia terletak di tangan generasi muda, termasuk perempuan,” jelasnya lagi.

Antusiasme peserta di tahun ini turut disampaikan oleh Yudi Anwar selaku Program Manager Hoshizora Foundation. Ia mengatakan program Fair & Lovely Bintang Beasiswa menjadi salah satu program beasiswa yang dinantikan tiap tahun terutama karena masih minimnya dukungan pendidikan bagi para perempuan muda Indonesia berprestasi.

Di tahun ketiganya, hampir 40.000 peminat mendaftarkan diri sejak pendaftaran dibuka secara daring mulai Januari sampai Maret 2019.

“Dengan pendaftaran secara daring yang lebih mudah, pendaftar semakin

tersebar luas hingga diikuti pendaftar dari wilayah yang belum pernah berpartisipasi seperti Wonogiri dan Tasikmalaya,” kata Amaryllis.

Yudi melanjutkan bahwa puluhan ribu peserta melewati seluruh tahapan seleksi yang cukup ketat, meliputi kelengkapan administrasi, wawancara serta home visit.

Setelah mendapatkan konfirmasi penerimaan SNMPTN dan SBMPTN, akhirnya terpilih 50 perempuan muda berprestasi untuk menerima beasiswa Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3 yang secara resmi dikukuhkan pada acara inaugurasi.

 

Baca Juga :

Dampak Buruk Stimulasi dengan Gawai Sejak Dini

Dampak Buruk Stimulasi dengan Gawai Sejak Dini

Dampak Buruk Stimulasi dengan Gawai Sejak Dini

Jakarta – Prof. DR. dr. Rini Sekartini, SpAK, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jaya, menjelaskan bahwa kebutuhan anak agar tumbuh kembangnya optimal adalah dengan pemenuhan asuh, termasuk nutrisi, edukasi, imunisasi, aktivitas sosial, dan tidur.

Tidak cukup hanya itu, anak juga membutuhkan kasih sayang dan stimulasi. Terkait stimulasi, Prof. Rini menyebutkan, prinsip stimulasi harus dua arah, antara orangtua atau pengasuh dengan anak di seluruh usia kehidupannya, baik sejak bayi hingga remaja.

“Memberikan perangkat elektronik, termasuk gawai terlalu dini akan memberikan dampak bagi anak, salah satunya keterlambatan bicara yang sering dijumpai karena salah metode stimulasi,” jelas Prof. Rini di Jakarta baru-baru ini.

Gawai yang diberikan kepada anak akan membuat stimulasi terjadi hanya satu

arah. Komunikasi dua arah pun tidak terjadi, sehingga anak cenderung diam serta tidak memberikan respons dan mengulang suara atau gerakan yang ia lihat dan dengar.

“Akhirnya, anak-anak pun akan mengalami keterlambatan perkembangan bicara,” ujar Prof. Rini.

Profesor Rini menganjurkan bahwa anak sebaiknya tidak diberikan stimulasi menggunakan perangkat elektronik sampai usia 3 tahun.

Karena tidak hanya masalah keterlambatan perkembangan bicara yang bisa

terjadi pada anak, dampak jangka panjang lainnya adalah anak bisa mengalami gangguan jarak pandang dan berisiko obesitas karena jarang bergerak aktif.

Dari segi psikologis, psikolog Ajeng Raviando mengajak orangtua untuk perlu lebih mengasah kemampuan dalam menyaring informasi dan menyadari bahwa setiap anak memiliki keunikannya masing-masing.

“Orang tua perlu menganalisis pola asuh seperti apa yang sesuai dengan

kondisi dan karakter anak,” sarannya.

Jangan sampai orangtua terjerat dengan perkembangan dan perubahan dunia yang begitu cepat, sehingga kurang menyadari bahwa ada hal-hal yang sebaiknya tetap perlu dikuasai anak agar ia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

 

Sumber :

https://cole2.uconline.edu/eportfolios/24427/Home/Earthquakes_Comprehension_Types_and_Causes

SD Darmono: President University Cetak Lulusan KASH (Knowledge, Attitude, Skill, dan Habit)

SD Darmono: President University Cetak Lulusan KASH (Knowledge, Attitude, Skill, dan Habit)

SD Darmono President University Cetak Lulusan KASH (Knowledge, Attitude, Skill, dan Habit)

Jakarta – Keseimbangan materi kuliah antara teori dan praktik masih menjadi masalah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hal itu dinilai penting karena berpengaruh pada kualitas lulusan perguruan tinggi tersebut.

Menurut pendiri President University dan Jababeka Group, SD Darmono, hasil

dari pendidikan terhadap seorang anak sampai lulus kuliah bisa dilihat dari empat hal, yaitu knowledge, attitude, skill, dan habit (KASH).

“Poin yang saya perhatikan attitude dan habit karena knowledge dan skill bisa diberikan dalam waktu singkat. Sekarang universitas memberikan knowledge, skill hampir tidak ada, kecuali fakultas tertentu. Itu pun kalau punya peralatan,” ujar Darmono saat berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Darmono berpendapat, pendidikan akan berhasil bagus kalau habit dan attitude lulusannya juga bagus karena ini yang dibutuhkan dunia industri apa pun juga, misalnya pertanian dan perkebunan. Jadi sebelum seorang lulusan masuk ke dunia industri, harus ada perubahan pada habit dan attitude-nya.

Kuliah dan pengalaman kerja

Darmono mengatakan bahwa kampus yang didirikannya, President University

di Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mencoba memberi solusi tentang masalah antara teori dan praktik saat kuliah.

Pertama, masalah mengenai teori yang didapat di bangku kuliah bisa diatasi dengan mendapatkan gelar sarjana (S1) setelah lulus. Kedua, menyangkut praktik dilakukan dengan mengadakan program magang bagi mahasiswa agar mendapatkan pengalaman kerja.

“Makanya kami manfaatkan pabrik-pabrik sebagai tempat magang. President

University dibangun untuk memenuhi kebutuhan dua pasar, yaitu orang ingin S1 tapi bisa magang di perusahaan sehingga waktu lulus sudah ada pengalaman kerja, bisa Bahasa Inggris, sehingga dapat gaji lebih tinggi,” jelas Darmono.

Selain itu, tambahnya, lingkungan kuliah di kampus tersebut juga kompetitif karena tercipta dari keseimbangan antara teori dan praktik tadi. Banyak mahasiswa dan dosen yang berasal dari luar negeri dengan materi kuliah berstandar internasional. Dengan demikian, mahasiswa lokal terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Inggris karena mereka juga tinggal bersama di asrama dalam setahun pertama.

Sumber :

https://mi.study247.online/eportfolios/8/Home/Economic_Performers_Understanding_Anyone_Kind_Example_Role

Sejarah Akuntansi

Sejarah Akuntansi

Sejarah Akuntansi

Tidak banyak orang yang mengetahui dari mana sih asalnya akuntansi itu, bahkan mungkin termasuk juga kita. Untuk membantu teman-teman mengenal akuntansi, ada sedikit info tentang sejarah akuntansi nih. Yuk, simak liputannya…

Berdasarkan catatan yang ada, akuntansi yang paling tua ditemukan pada sekitar 3.600 sebelum masehi di Babylonia, yaitu penemuan berupa catatan pembayaran gaji pada lempengan tanah liat.

Di Inggris, sistem pencatatan mulai dianut pada abad ke XI. Ketika itu sistem pencatatan dilakukan atas perintah dari William the Conqueror yang dimaksudkan untuk mengetahui sumber-sumber keuangan kerajaan.
Pada masa lampau, akuntansi hanya digunakan untuk aspek yang sifatnya terbatas pada operasi keuangan khusus atau perusahaa milik negara. Jadi, pada saat ini belum ada sistematika akuntansi untuk seluruh transaksi, yang ada hanyalah untuk tipe khusus atau bagian-bagian dari transaksi.

Akuntansi yang lengkap untuk perusahaan kemudian baru timbul di dunia usaha karena adanya dorongan kebutuhan akan sistem pencatatan tertentu dari kantor dagang di Itali, Roma.

Pada dasarnya, akuntansi berkembang dari Tata Buku Berpasangan. Sistem Pembukuan (Tata Buku) Berpasangan (Double Entry System) untuk pertama kalinya diperkenalkan di Itali pada tahun 1949. Yang pertama kali mengetengahkan sistem ini adalah LUCAS PACIOLI, seorang rahib Franciscan di Itali, yaitu seorang ahli ilmu pasti yang mengajar pada beberapa universitas di Perugia, Naples, Pisa dan Florence.
Bukti-bukti menunjukkan, bahwa Pacioli bekerja sama dengan kaum intelektual (cerdik-cendikia) lainnya, seperti misalnya dengan Leonardo da Vinci.

Mereka bekerja sama dalam pembuatan pelajaran “Ilmu Pasti”. Teks (uraian) dibuat oleh Pacioli dan ilustrasinya dibuat oleh da Vinci. Buku ilmu pasti yang diterbitkan pada tahun 1494 itu berjudul “Summa De Arithmatica, Geometria, Proportioni Et Proportionalita”. Dalam buku tersebut, salah satu bagiannya berisi pelajaran akuntansi yang ditujukan untuk kepentingan para pengusaha. Bagian yang membahas akuntansi untuk para pengusaha itu terdiri dari 37 Bab dengan judul utama bagian “Tractatus De Computis Et Scriptorio”.

Oleh karena Pacioli merupakan orang pertama yang menulis pelajaran akuntansi, maka para pengikutnya menamakan dia sebagai “Bapak Akuntansi” (The Father of Accounting).

Sebenarnya, sebelum Pacioli menulis pelajaran akuntansi itu, sudah ada karya tulis di bidang akuntansi dalam bentuk “manuscript” (naskah). Naskah itu hanya digunakan dalam lingkungan terbatas saja. Misalnya, karya tulis Benedetto Cotrugli baru diterbitkan tahun 1573, padahal naskahnya sudah ditulis satu abad sebelumnya. Jadi dengan demikian, penamaan “Bapak Akuntansi” pada Pacioli hanya karena berdasarkan karya tulisnya sebagai naskah yang paling dahulu (pertama) diterbitkan untuk umum.

Baca Juga :

Jurnal adalah

Jurnal adalah

Jurnal adalah

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Oleh itu buku jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).

Manfaat pemakaian jurnal:
1. Merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi. Manfaat pemakaian jurnal akan sangat terasa, terutama apabila suatu transaksi mengakibatkan adanya beberapa pendebetan dan pengkreditan.
2. Merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis, sehingga dapat memberi gambaran yang lengkap tentang seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan-urutan terjadinya.
3. Dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan.
4. Menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi.
5. Menghindari terjadinya kesalahan / kekeliruan dalam mencatat transaksi.

Bentuk jurnal:
(lihat gambar di atas)

Pemakaian kolom-kolom tersebut adalah sebagai berikut:

Tanggal : untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi. Kolom ini terbagi atas dua bagian, yaitu bagian kiri untuk mencatat tahun dan bulan, dan bagian kanan untuk mencatat tanggal dengan prosedur pencatatan sebagai berikut:

a. Tahun ditulis pada baris pertama. Tahun biasanya tidak ditulis berulang-ulang pada suatu halaman apabila tahun tidak berganti.

b. Nama bulan ditulis untuk transaksi yang pertama terjadi dalam bulan yang bersangkutan pada bagian atas kolom pertama. Nama bulan hanya ditulis lagi pada bagian atas halaman yang baru atau pada awal bulan yang baru.

c. Tanggal untuk setiap transaksi dicatat pada kolom pertama, pada bagian kolom yang kecil. Untuk setiap transaksi perlu ditulis tanggalnya meskipun dalam tanggal yang sama terjadi beberapa transaksi.

Perkiraan : untuk mencatat nama rekening yang didebet dan nama rekening yang dikredit. Dalam kolom ini dicatat juga keterangan singkat tentang transaksi yang dicatat. Prosedur pencatatannya adalah sebagai berikut:

a. Nama rekening yang didebet ditulis merapat ke pinggir sebelah kiri dalam kolom nama rekening dan jumlah pendebetan dimasukkan ke dalam sisi kiri atau kolom debet.

b. Nama rekening yang dikredit ditulis dalam baris berikutnya pada kolom nama rekening sedikit masuk ke sebelah kanan dan jumlah pengkreditan dimasukkan ke dalam sisi kanan atau kolom kredit.
P/R (Posting Referrence) : untuk mencatat nomor rekening yang didebet dan rekening yang dikredit. Kolom ini tidak dicatat pada saat menjurnal, tetapi harus diisi dengan nomor rekening setelah jurnal tersebut dicatat dalam rekekning-rekening yang bersangkutan di buku besar.

Jumlah Debet : untuk mencatat jumlah rupiah yang harus didebetkan ke dalam rekening yang namanya telah tertulis pada kolom nama rekening.
Jumlah Kredit : untuk mencatat jumlah rupiah yang harus dikreditkan ke dalam rekekening yang namanya telah tertulis pada kolom nama rekening.

Nama rekening dalam jurnal:
Nama rekening yang digunakan dalam menjurnal harus sama dengan nama rekening yang digunakan di dalam buku besar.
Contoh: perusahaan membeli alat-alat tulis kantor, maka rekekning yang harus digunakan adalah rekening perlengkapan, bukan rekening pembelian ATK.

Sampai sini dulu ya tentang jurnal, lain kali kita sambung tentang jurnal khusus dan contoh pemakaian dari keduanya…

Sumber : https://www.merchantcircle.com/blogs/seo-business-houston-tx/2019/11/Dosenpendidikan-Releases-ABrand-New-Article./1765885

Siklus Akuntansi (Accounting Cycle)

Siklus Akuntansi (Accounting Cycle)

Siklus Akuntansi (Accounting Cycle)

Sebelum mengenal terlalu jauh, ada baiknya apabila kita mengetahui secara ringkas gambaran dari proses akuntansi yang akan terus kita bahas.

Siklus akuntansi atau accounting cycle merupakan serangkaian proses kegiatan akuntansi mulai dari awal hingga akhir. Pada dasarnya siklus akuntansi untuk perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur adalah sama, hanya saja terdapat sedikit perbedaan karena karakteristik perusahaan yang memang berbeda. Berikut akan diuraikan siklus akuntansi yang terdapat dimasing-masing perusahaan:

1. Perusahaan Jasa
Siklus akuntansi terdiri dari:
a. Bukti Transaksi
b. Jurnal
c. Buku Besar
d. Neraca Saldo
e. Jurnal Penyesuaian
f. Neraca Lajur
g. Laporan keuangan, yang terdiri dari:
*Laporan Laba/Rugi
*Laporan Perubahan Modal
*Neraca
*Laporan Arus Kas
h. Jurnal Penutup
i. Neraca Saldo Setelah Penutupan
j. Jurnal Pembalik

2. Perusahaan Dagang
Siklus akuntansi terdiri dari:
a. Bukti Transaksi
b. *Jurnal
*Buku Besar Pembantu
c. Buku Besar
d. Daftar Saldo Piutang dan Utang
e. Neraca Saldo
f. Jurnal Penyesuaian
g. Neraca Lajur
h. Laporan keuangan, yang terdiri dari:
*Laporan Laba/Rugi
*Laporan Perubahan Modal
*Neraca
*Laporan Arus Kas
i . Jurnal Penutup
j. Neraca Saldo Setelah Penutupan
k. Jurnal Pembalik

3. Perusahaan Manufaktur
Siklus akuntansi terdiri dari:
a. Bukti Transaksi
b. *Jurnal
*Buku Besar Pembantu
c. Buku Besar
d. Daftar Saldo Piutang dan Utang
e. Neraca Saldo
f. Jurnal Penyesuaian
g. Neraca Lajur
h. Laporan keuangan, yang terdiri dari:
*Laporan Biaya Produksi
*Laporan Laba/Rugi
*Laporan Perubahan Modal
*Neraca
*Laporan Arus Kas
i . Jurnal Penutup
j. Neraca Saldo Setelah Penutupan
k. Jurnal Pembalik

Sumber : https://penzu.com/p/be18d28d

Anas Harap MTQ Jadi Ajang Kampanye Al-Quran ke Generasi Milenial

Anas Harap MTQ Jadi Ajang Kampanye Al-Quran ke Generasi Milenial

Anas Harap MTQ Jadi Ajang Kampanye Al-Quran ke Generasi Milenial

Pelaksanaan event dua tahunan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) kembali

dihelat. Acara perlombaan tentang hal ikhwal Al-Quran terbesar di Kabupaten Banyuwangi itu, dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Minggu malam (20/1/2019) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Bupati Anas mengapresiasi pelaksanaan MTQ sebagai ajang untuk

meningkatkan kemampuan para santri di Banyuwangi. “Manfaatkan momentum ini untuk mengasah kemampuan hingga taraf tertinggi. Sehingga bisa menjadi bekal, tidak hanya dalam perlombaan tapi juga dalam kehidupan,” ungkapnya kepada para peserta.

Selain itu, Anas juga mengharapkan, MTQ tersebut juga menjadi ajang mengkampanyekan Al-Qur’an. “Jadikan acara ini sebagai ajang untuk mendakwahkan Al-Quran kepada generasi milenial. Ajak teman-teman kalian untuk belajar Quran juga,” ajak Anas pada peserta yang didominasi kalangan milenial tersebut.

Pada pembukaan tersebut, juga dihadiri oleh ulama muda nasional Ustad

Yusuf Mansur. Pengasuh Pesantren Darul Quran tersebut, mengaku serasa bernostalgia ketika hadir di pembukaan tersebut. “Saya seperti nostalgia bisa hadir di sini,” ungkapnya.

 

Baca Juga :