Pengertian Perancangan Sistem

Pengertian Perancangan Sistem

Pengertian Perancangan Sistem

Pengertian Perancangan Sistem
Pengertian Perancangan Sistem

Perancangan sistem merupakan merancang atau men-desain sebuah sistem yang baik, dimana isinya adalah langkah-langkah operasi dalam proses pengolahan data dan prosedur untuk mendukung operasi sistem.

Pengertian perancangan sistem lainnya menurut Jogiyanto. HM,(1991), dalam buku-nya Analisis Dan Disain Sistem, Perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut ini :

  1. Tahapan setelah analisis dari siklus pengembangan sistem.
  2. Pendefinisian dari sebuah kebutuhan-kebutuhan fungsional.
  3. Persiapan untuk merancang bangun implementasi.
  4. Menggambarkan bagaimana sebuah sistem itu dibentuk.
  5. Dapat berupa penggambaran suatu perencanaan serta pembuatan sebuah sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
  6. Termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen perangkat keras dari sebuah sistem.

3 Bagian Perancangan Sistem

  1. Perancangan Database
    Merupakan sejumlah kumpulan-kumpulan sebuah data yang sudah tersimpan didalam media penyimpanan sekunder yang dipakai untuk menyimpan data-data panjang yang di gunakan sebagai input-an sistem. Kemudian data akan diolah menjadi data output atau keluaran sistem.
  2. Perancangan ProsesMerupakan penjelasan suatu proses bekerjanya sistem untuk melakukan suatu pengolahan data input menjadi data outpu menggunakan fungsi yang sudah direncanakan.
  3. Perancangan Interface
    Merupakan bagian dari software yang bisa digunakan oleh end user yang bisa di lihat pada layar monitor apabila sebuah program dijalankan.

Tujuan Perancangan Sistem

  1. Untuk memenuhi semua kebutuhan para pemakai sistem tersebut.
  2. Untuk memberi sebuah gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada si programmer.

Kedua tujuan tersebut berfokus pada sebuah perancangan atau desain sistem yang terperinci yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap yang nantinya akan digunakan sebagai pembuatan program komputer.

Sasaran Perancangan Sistem
Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang analisis sistem harus mampu mencapai sasaran–sasaran sebagai berikut :

  1. Desain sistem harus bermamfaat, mudah untuk dipahami dan nantinya mudah untuk digunakan. Ini berarti bahwa data harus mudah diperolah, metode-metode harus mudah diterapkan serta informasi harus mudah dihasilkan dan mudah untuk dipahami.
  2. Desain sistem harus mendukung tujuan utama perusahaan/instansi.
  3. Perencanaan sistem harus efektif serta efesien untuk mendukung keputusan yang akan diambil oleh pimpinan, termasuk tugas-tugas lain-nya yang tidak dilakukan dengan menggunakan komputer.
  4. Perancangan sistem harus dapat mempersiapkan rancangan bangun yang terinci untuk masing komponen-komponen dari sebuah sistem informasi yang berupa data dan informasi, simpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian sistem.

Langkah-langkah Perancangan Sistem

  1. Physical System
    Physical system merupakan bagan alir sistem ( System Flowchart ) ataupun bagan alir dokumen ( Document Flowchart ).
  2. Logical Model
    Logical Model dapat digambarkan dengan menggunakan diagram arus data atau ( DFD ). DFD digunakan untuk menggunakan sistem yang sudah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika.

Sumber: https://www.ayoksinau.com/

Mimisan Tak Menyurutkan Semangat Ninih Inayatul Aliyah dalam LKS SMK 2018

Mimisan Tak Menyurutkan Semangat Ninih Inayatul Aliyah dalam LKS SMK 2018

Mimisan Tak Menyurutkan Semangat Ninih Inayatul Aliyah dalam LKS SMK 2018

 

Mimisan Tak Menyurutkan Semangat Ninih Inayatul Aliyah dalam LKS SMK 2018

LOMBOK, DISDIK JABAR

Sebanyak 4 siswa SMK Negeri 3 Tasikmalaya, mengirimkan siswanya untuk mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional XXVI Tahun 2018. Salah satunya adalah Ninih Inayatul Aliyah yang mewakili Jawa Barat untuk mata lomba Painting dan Decoration di Lombok City Center, Jl. Jendral Ahmad Yani Km.8, Gerimax, Narmada, Lombok Barat, NTB, Senin-Jumat, 7-11 Mei 2018.

Lukisan yang dibuat Ninih kali ini menceritakan tentang sisi lain potret pendidikan Indonesia

“Inspirasi lukisan ini diambil dari anak-anak Indonesia yang menempuh jarak jauh untuk pergi ke sekolah. Mereka harus melewati jembatan dengan fasilitas yang kurang memadai,” jelas Ninih menceritakan lukisannya.

Saat menyelesaikan lukisan, Ninih sempat mengalami mimisan karena kondisi tubuh yang kurang istirahat. Lukisannya harus diselesaikan selama dua hari dan di hari kedua ia melukis hingga jam 9 malam. Melihat kondisi tersebut, para juri mengambil kebijakan untuk menambahkan waktu pada penyelesian lukisan.

Ninih merupakan siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang harus bersaing dengan siswa lainnya yang memang berasal dari jurusan Seni Lukis.

Hal tersebut menjadi tantangan besar karena di jurusannya Ninih lebih mempelajari tenang membuat barang-barang visual. Tetap hal tersebut sama sekali tidak menyurukan semangat Ninih dalam bertanding. Ia tentunya optimis dalam memenangkan LKS-SMK tahun ini.

 

Artikel Terkait:

Jabar Optimis Sabet Juara Umum LKS SMK 2018

Jabar Optimis Sabet Juara Umum LKS SMK 2018

Jabar Optimis Sabet Juara Umum LKS SMK 2018

 

Jabar Optimis Sabet Juara Umum LKS SMK 2018

LOMBOK, DISDIK JABAR

Provinsi Jawa Barat percaya diri mampu menyabet gelar juara umum dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2018 yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Hasil dari kompetisi tersebut akan diumumkan saat penutupan kegiatan, Jumat, 11 Mei 2018. Dijadwalkan acara penutupan dimulai pada pukul 19.00 Waktu Indonesia Bagian Tengah.

Tim Kontingen Jawa Barat

Ketua Tim Kontingen Jawa Barat sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidkan Jawa Barat Dodin Rusmin Nuryadin optimis Jabar mampu merebut gelar juara umum.

“Melihat kemampuan para siswa, saya yakin kita akan mampu mengumpulkan lebih banyak medali emas sehingga akan jadi juara umum,” ujar Dodin.

Diakui Dodin

Jabar selalu berada di peringkat atas dalam setiap kegiatan LKS SMK. Bahkan ada bebereapa kompetensi yang menjadi unggulan dan selalu mendapatkan medali emas.

Dodin mendorong para siswa tetap semangat dalam berkarya. Perjalanan peserta hingga tingkat nasional merupakan perjalanan panjang. Kemampuan mereka pun telah teruji sejak di tingkat sekolah.

“Medali yang diterima, sejatinya menjadi penyemangat bahwa anak-anak SMK mampu memberikan karya yang membanggakan. SMK Bisa!” kata Dodin.

LKS SMK 2018

LKS SMK 2018 diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat sejak 7 Mei 2018. Kegiatan ini akan ditutup pada Jumat, 11 Mei 2018. Penutupan berlangsung sejak pukul 19.00 di Lombok City Center.

Sebanyak 109 kontingen dari Jawa Barat mengikuti 56 kompetensi yang diperlombakan dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2018.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Jabar Kirimkan 109 Kontingen untuk Ikuti LKS SMK 2018

Jabar Kirimkan 109 Kontingen untuk Ikuti LKS SMK 2018

Jabar Kirimkan 109 Kontingen untuk Ikuti LKS SMK 2018

 

Jabar Kirimkan 109 Kontingen untuk Ikuti LKS SMK 2018

LOMBOK, DISDIK JABAR

Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) 2018 diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMK (Dit. PSMK), Ditjen Dikdasmen, Kemdikbud pada tanggal 6-12 Mei 2018 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kompetensi yang dilombakan meliputi 51 jenis bidang lomba tingkat nasional dan 5 jenis lomba skala  ASEAN dengan nama Southeast Asia Creative Camp (SEACC).

Dalam kegiatan LKS SMK 2018 itu

Jawa Barat mengirimkan 109 kontingen. Menurut Ketua Tim Kontingen Jawa Barat sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Jawa Barat Dodin Rusmin Nuryadin optimis Jabar mampu merebut gelar juara umum.

Optimisme

Optimisme itu didukung oleh sejumlah kategori kompetensi yang menjadi langganan memperoleh medali di setiap LKS SMK diselenggarakan. Berikut daftar kompetensi yang selalu memperoleh medali:

1.Bilingual Secretary

2. Electronic Application

3. IT Network Support

4. Mobile Robotics

5. Fashion Technology

6. Online Tourism Promotion Model

7. Web Design

8. Post Harvest Technology

Lombok City Center

Selain kompetisi kompetensi, di Lombok City Center juga diselenggarakan berbagai kegiatan. Kegiatan pendukung untuk memberi nilai tambah dalam LKS antara lain pameran Produk Inovasi Siswa SMK, Job Matching, Sertifikasi Kompetensi, Workshop, Pameran Industri, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), One School One Province (OSOP), dan Wisata Edukasi.

 

Sumber : https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Tahap Dalam Pemerolehan Bahasa

Tahap Dalam Pemerolehan Bahasa

Tahap Dalam Pemerolehan Bahasa

Tahap Dalam Pemerolehan Bahasa
Tahap Dalam Pemerolehan Bahasa

Pemerolehan bahasa pertama erat sekali kaitannya dengan perkembangan

Sosial anak dan karenanya juga erat hubungannya dengan pembentukan identitas sosial. Mempelajari bahasa pertama merupakan salah satu perkembangan menyeluruh anak menjadi anggota penuh suatu masyarakat. Bahasa memudahkan anak mengekspresikan gagasan, kemauannya dengan cara yang benar-benar dapat diterima secara sosial.

Bahasa merupakan media yang dapat digunakan

Anak untuk memperoleh nilai-nilai budaya, moral, agama, dan nilai-nilai lain dalam masyarakat. Dalam melangsungkan upaya memperoleh bahasa, anak dibimbing oleh prinsip atau falsafah ‘jadilah orang lain dengan sedikit perbedaan’, ataupun ‘dapatkan atau perolehlah suatu identitas sosial dan di dalamnya, dan kembangkan identitas pribadi Anda sendiri’.

Sejak dini bayi telah berinteraksi di dalam lingkungan sosialnya.

Seorang ibu seringkali memberi kesempatan kepada bayi untuk ikut dalam komunikasi sosial dengannya. Kala itulah bayi pertama kali mengenal sosialisasi, bahwa dunia ini adalah tempat orang saling berbagi rasa.

Berikut adalah tahap perkemabangan bahasa seorang anak:

1. Kurang dari 1 tahun
– Belum dapat mengucapkan kata-kata,
– Belum menggunakan bahasa dalam arti yang sebenarnya,
– Dapat membedakan beberapa ucapan orang dewasa.
(Eimas, lewat Gleason, 1985: 2, dalam Zuchdi, 1996: 4)

2. 1 tahun
– Mulai mengoceh,
– Bermain dengan bunyi (bermain dengan jari-jari tangan dan kakinya)
– Perkembangan pada tahap ini disebut pralinguistik.
(Gleason, 1985: 2)
– Ketika bayi dapat mengucapkan beberapa kata, mereka memiliki ciri-ciri perkembangan yang universal.
– Bentuk ucapan hanya satu kata, sederhana, mudah diucapkan dan memiliki arti konkrit (nama benda, kejadian atau orang-orang di sekitar anak).
– Mulai pengenalan semantik (pengenalan makna).

3. 2 tahun
– Mengetahui kurang lebih memiliki 50 kata.
– Kebanyakan mulai mencapai kombinasi dua kata yang dikombinasikan dalam ucapan-ucapan pendek tanpa kata penunjuk, kata depan atau bentuk lain yang seharusnya digunakan.
– Mulai mengenal berbagai makna kata tetapi tidak dapat menggunakan bentuk bahasa yang menunjukkan jumlah, jenis kelamin, dan waktu terjadinya peristiwa.
– Mulai dapat membuat kalimat-kalimat pendek.

4. Taman Kanak-kanak
– Memiliki dan memahami sejumlah besar kosa kata,
– Mampu membuat pertanyaan-pertanyaan, kalimat majemuk dan berbagai bentuk kalimat,
– Dapat berbicara dengan sopan dengan orang tua dan guru.

5. Sekolah Dasar
– Peningkatan perkembangan bahasa, dari bahasa lisan ke bahasa tulis,
– Peningkatan perkembangan penggunaan bahasa.

6. Remaja
– Penggunaan bahasa yang khas sebagai bagian dari terbentuknya identitas diri (merupakan usia yang sensitif untuk belajar berbahasa)(Gleason, 1985: 6)

7. Dewasa
– Terdapat perbedaan-perbedaan yang besar antara individu yang satu dengan yang lainnya dalam perkembangan bahasa (sesuai dengan tingkat pendidikan, peranan dalam masyarakat, dan jenis pekerjaan.

Baca Juga :

Perkembangan Akuisisi Pada Bahasa

Perkembangan Akuisisi Pada Bahasa

Perkembangan Akuisisi Pada Bahasa

Perkembangan Akuisisi Pada Bahasa
Perkembangan Akuisisi Pada Bahasa

Perkembangan akuisisi bahasa berhubungan dengan kematangan

Neuromuskularnya yang kemudian dipengaruhi oleh stimulus yang diperolehnya setiap hari. Untuk memerikan perkembangan akuisisi bahasa ada baiknya kalau kita membedakan kematangan anaka berbicara dan kematangannya untuk mendengar pembicaraan orang lain. Kematangan mendengarkan disebut kematangan menerima ( receptive language skills ), dan kematangan mengeluarkan bunyi bahasa ( expressive language skills ) adalah kematangan untuk berbicara ( Stork dan Widdowson, 1974 : 136 ). Kematangan menerima lebih dahulu daripada kematangan berbicara meskipun dalam perkembangan selanjutnya kedua kematangan ini saling berhubungan.

Berbicara mengenai akuisisi bahasa

Tentu tidak lepas dari perkembangan fisik. Perkembangan fisik dimaksud adalah perkembangan fisik yang normal, karena perkembangan fisik yang tidak normal merupakan gangguan dalam kematangan yang disebutkan di atas. Perkembangan fisik berhubungan pula dengan perkembangan motorik.

Perkembangan motorik ini akan berupa :

Pada bagian kepala :

– Koordinasi mata, lebih dahulu yang horizontal, lalu yang vertikal dan sesudah itu sirkuler.
– Reaksi mata pada objek bergerak
– Refleks senyum
– Refleks pejam mata
– Kecakapan mengngkat kepala

Pada lengan :

– Oposisi jari yang memungkinkan anak dapat memegang sesuatu
– Koordinasi mata-tangan yang memungkinkan pencapaian pegangan yang tepat
– Kecakapan makan
– Kecakapan menggunakan satu tangan

Pada tubuh :

– Kecakapan membalik tubuh yang mulai pada umur 2 bulan
– Duduk sendiri
– Gerakan dari tegak ke sikap duduk

Pada kaki :

– Kecakapan berjalan
– Kecakapan merayap
– Berjingkrak
– Berdiri
– Berjalan

Sumber : https://dosen.co.id/

Cara Pemakaian Tanda Titik

Cara Pemakaian Tanda Titik

Cara Pemakaian Tanda Titik

Cara Pemakaian Tanda Titik
Cara Pemakaian Tanda Titik

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

Misalnya:
Ayahku tinggal di Solo.
Biarlah mereka duduk di sana.
Dia menanyakan siapa yang akan datang.

Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

Misalnya:
III. Departemen Dalam Negeri
A. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa
B. Direktorat Jenderal Agraria
1. …
1. Patokan Umum
1.1 Isi Karangan
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Gambar Tangan
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik

Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.

Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu.

Misalnya:
pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)

Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan jangka waktu.

Misalnya:
1.35.20 jam ( 1 jam, 35 menit, 20 detik)
0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
0.0.30 jam (30 detik)

Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

Misalnya:

Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Poestaka.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

Misalnya:

Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.231 jiwa.
Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukan jumlah.

Misalnya:

Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.
Lihat halaman 2345 dan seterusnya.
Nomor gironya 5645678.

Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.

Misalnya:

Acara kunjungan Adam Malik

Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD ‘45)

Salah Asuhan
Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau

(2) nama dan alamat penerima surat.

Misalnya:

Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)

1 April 1985 (tanpa titik)
Yth. Sdr. Moh. Hasan (tanpa titik)
Jalan Arif 43 (tanpa titik)
Palembang (tanpa titik)

Atau:
Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik)
Jalan Cikini 71 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/

Distribusi Ijazah di Jawa Barat Telah Selesai

Distribusi Ijazah di Jawa Barat Telah Selesai

Distribusi Ijazah di Jawa Barat Telah Selesai

 

Distribusi Ijazah di Jawa Barat Telah Selesai

Dinas Pendidikan Jawa Barat sudah selesai mendistribusikan ijazah untuk jenjang SMA

SMK dan SLB. Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) XII wilayah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya, Diding Gusutardy mengatakan, pendistribusian ijazah untuk KCD XII kepada sekolah sudah selesai. Pendistribusian dimulai dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, diberikan kepada KCD setelah itu KCD mendistribusikan ijazah ke sekolah.

“Ada beberapa ijazah yang direvisi seperti rusak, salah nomor resi, salah tulis. Mayoritas kesalahan yang ada adalah kesalahan tulis. Itu sudah selesai untuk Tasikmalaya. Proses revisi tidak lama, sekolah mengajukan ke KCD termasuk melampirkan kesalahannya, dan disalurkan kembali ke Disdik Jabar. Jadi sudah direvisi, nomor serinya baru, baru dikembalikan ke KCD dan ke sekolah,” ujar Diding.

Sama halnya dengan KCD XII

pendistribusian ijazah untuk KCD VII Wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi sudah selesai. KCD telah memberikan ijazah kepada sekolah. Kepala Seksi Pengawasan Pendidikan KCD VII, Ayie Atikah mengatakan, jika ada keluhan terkait ijazah, siswa beserta orang tua bisa mengajukan pengaduan secara tertulis ke KCD masing-masing.

Jika ada keluhan terkait ijazah

langsung saja buat pengaduan secara tertulis ke KCD, kita akan melayani,” ujar Ayie saat ditemui di KCD VII, Jalan Radjiman No. 6, Kota Bandung, Selasa, 28 Agustus 2018.

Seperti diberitakan sebelumnya

sekolah tidak diperkenankan untuk menahan ijazah kepada dengan alasan apapun. Hal ini sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tentang Bentuk, Spesifikasi, dan Pengisian Blangko Ijazah pada Satuan Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2017/2018.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

Firman Adam mengatakan bahwa sekolah berperan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada para peserta didik. Salah satunya adalah memberikan ijazah kepada para siswa yang telah lulus.

“Sekolah sebagai pelayan pendidikan tidak diperkenankan untuk menahan ijazah para peserta didik. Jika adanya penahanan ijazah tersebut, akan dikenakan sanksi,” ujar Firman.

 

Artikel Terkait:

Sekolah Dan Menyanyi Hilda Nurul Shavela

Sekolah Dan Menyanyi

Sekolah Dan Menyanyi Hilda Nurul Shavela

Sekolah Dan Menyanyi

BAKAT menyanyi Hilda Nurul Shavela sudah diasah sejak taman kanak-kanak.

Bukan karena keinginan orangtua namun siswa SMKN 2 Cibinong Kab. Bogor ini memang hobi menyanyi. Saat ini, siswa kelas 3 ini mengambil jurusan Musik (Vokal) di SMKN 2 Cibinong. Paduan antara praktik dan teori bermusiknya cukup komprehensif.

Suka nyanyinya sejak TK

Saya suka mengikuti berbagai perlombaan menyanyi. Sudah enggak terhitung jumlahnya,” ujar anak kedua dari lima bersaudara.

Bakat menyanyinya diturunkan dari sang ayah

Di tangan ayahnya ia terus berlatih menyanyi. Karena ia sudah jatuh cinta pada bidang tarik suara ini, maka dara kelahiran Jakarta, 30 Sepetember 2000 ini masuk SMK jurusan Vokal. Kini, ia mewakili Provinsi Jawa Barat untuk berlaga pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Banda Aceh. Ia mengikuti kompetisi ini sejak tingkat kota hingga provinsi.

“Lomba menyanyi Solo diselenggarakan pada Selasa (28/8/2018) di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Dalam kategori lomba ini saya membawakan lagu pilihan wajib “Panggung Sandiwara” dan lagu daerahnya “Bulan Priangan,” ujar Hilda.

Diakuinya, tak banyak waktu mempersiapkan lomba FLS2N ini

Namun, dalam waktu  dua minggu ia bersama guru vokanya di sekolah terus menginstesifkan latihan. “Saya optimis juara. Harus optimis, insyaAllah memang,” ujarnya tersenyum. Saingan terberat remaja bertubuh mungil ini adalah peserta dari NTT dan Yogyakarta.

Putri pasangan Achmad Iqbal Wiijaya dan Dian Oktaviani ini memilki cita-cita menjadi penyanyi profesional. Namun, ia juga harus tetap ingin  berkarier. Karena vokal suaranya yang mumpuni, Hilda sudah ditawari untuk bekerja di Mabes Angkatan Udara. “Alhamdulilaah sudah ditawari bekerja di Mabes AU di bidang keseniannya,” kata remaja yang pernah mengikuti sejumlah audisi ini.

Selama ini, diakui Hilda ia sering manggung untuk menghibur masyarakat. Tapi pada even besar, bukan di cafe-cafe. “Saya hobi menyanyi dan akan terus mengembangkan hobi ini. Namun, untuk pentas karena masih sekolah jadi dibatasi. Jadi, job yang diterima hanya  Sabtu dan Minggu, ketika sekolah libur. Karier dalam menyanyi perlu, tapi pendidikan juga yang utama,” ujar Hilda.

Guru, vokal Hilda

Lily Nurindah Sari mengungkapkan meskipun sempat ketetaran waktu latihan, ia optimis Hilda bisa menjadi pemenangnya. “Dilihat dari kriteria penilaian, seperti kuakitas vokal, penampilan, dan penghayatan lagu, insyaAllah saya optimis Hilda akan menang,” kata Lily.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Penguasaan IPTEK adalah Keniscayaan di Abad 21

Penguasaan IPTEK adalah Keniscayaan di Abad 21

Penguasaan IPTEK adalah Keniscayaan di Abad 21

 

Penguasaan IPTEK adalah Keniscayaan di Abad 21

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0, lembaga pendidikan dinilai harus membangun tradisi melek teknologi dan jiwa wirausaha peserta didik agar mampu berdaya saing di abad 21. Dan dibutuhkan kualitas pendidik yang berkompetensi untuk mewujudkan itu semua.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi dalam Seminar “Digital Learning dalam konteks Revolusi Industri 4.0 bagi Guru Inovatif di Era Disruptif : Peluang dan Tantangan” yang diselenggarakan oleh Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia di Hotel Grandia, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Kamis (30/8/2018).

Seminar ini dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah atau Guru dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kota Bandung. Selain Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, seminar ini juga dihadiri oleh Ketua Prodi Teknologi Pendidikan, Cepi Riyana.

Hadadi menuturkan

revolusi industri 4.0 menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan guna membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing yang sejalan dengan visi Dinas Pendidikan. “Jadi untuk semua satuan pendidikan harus mulai konsentrasi dalam pemberian ilmu pengetahuan dan teknologi serta kewirausahaan agar mampu berdaya saing di era sekarang. Penguasaan IPTEK adalah keniscayaan dalam kehidupan sekarang,” papar Hadadi.

Hadadi juga menjelaskan berbagai keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa untuk meningkatkan dayasaing di abad 21 meliputi kualitas karakter, literasi dasar dan kompetensi. Dalam kualitas karakter, siswa harus bisa beradptasi dalam lingkungan yang dinamis dengan menjungjung nilai-nilai toleransi, relijius, mandiri, berintegritas, bertanggung jawab dan peduli lingkungan.

Kemudian

siswa mampu menerapkan proses literasi dalam kesehariannya, meliputi literasi baca.

menulis, teknologi dan budaya. Setelahnya, dalam tahap kompetensi, siswa mampu memiliki empat dasar untuk memecahkan masalah, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif.

Dalam tataran praktis

Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui program layanan berbasis daring, seperti Jabar Smart School, Literasi Sekolah Jawa Barat, penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Pembukaan SMA Terbuka dan SMK Jarak Jauh serta Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan Jarak Jauh (SIAJAR).

“Semoga seminar kali ini mampu meningkatkan kompetensi guru-guru SMA di Kota Bandung guna mendidik para siswa. Saya juga berterimakasih kepada semua pihak dan sponsor yang turut mendukung terselanggaranya acara ini,” pungkas Hadadi.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/