Mitigasi Bencana Harus Sudah Diajarkan sejak di Sekolah Dasar

Mitigasi Bencana Harus Sudah Diajarkan sejak di Sekolah Dasar

 

Mitigasi Bencana Harus Sudah Diajarkan sejak di Sekolah Dasar

Wilayah Indonesia rawan akan potensi bencana, terutama bencana alam.

Karena itu, mitigasi bencana sudah seharusnya diajarkan kepada masyarakat sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Hal inilah yang dilakukan di SD Malaka Jaya 05, Jakarta Timur.

Para siswa di sana mendapat sosialisasi, edukasi pertolongan pertama, dan

antisipasi bencana, khususnya gempa dan kebakaran. Sosialisasi dilakukan agar murid-murid SD paham apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Mereka bisa langsung melakukan upaya untuk menyelamatkan diri atau

memberikan pertolongan pertama saat terjadi luka. “Minimal murid-murid SD ini paham, apa yang harus mereka lakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” kata Staf PMR Jakarta Timur Suheri, saat acara Sosialisasi dan Edukasi Anak Siaga di SD Malaka Jaya 05, Jakarta Timur, baru-baru ini.

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/bubbu–my-virtual-pet-169-apk–mod

Persamaan neraca pembayaraan

Persamaan neraca pembayaraan

Persamaan neraca pembayaraan

Kombinasi pada nerca di rekening berjalan ( BCA ), rekening modal ( BKA ) dan rekening cadangan resmi ( BRA ) harus nol. Atau BCA + BKA + BRA = 0. Penurunan atau kenaikan cadangan resmi suatu negara dapat mengindentifikasikan apakah negara tersebut menglami defisit atau surplus. Suatu negara memiliki Neraca disekuilibrium untuk mempertahankan cadangan resminya pada regim kurs tetap.

BCA + BKA tidak sama dengan 0

Namun pada regim kurs tetap..

BCA + BKA = – BRA

Surplus atau defisit rekening transaksi berjalan harus diselaraskan dengan defisit atau surplus rekening modal, dan sebaliknya.

Neraca Perdagangan Indonesia.

Neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar US$641,1 juta pada April 2012, seiring penurunan ekspor ke sejumlah negara yang menjadi pasar tradisional Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Indonesia pada April hanya US$15,98 miliar atau turun 7,36% dari Maret, sedangkan impor mencapai US$16,62 miliar atau naik 1,82% dari Maret. Namun, Kepala BPS Suryamin mengatakan defisit itu bukan yang pertama kali terjadi karena Indonesia pernah mengalami defisit pada April dan Juli 2008 serta Juli 2009. Bahkan pada April 2008, defisit neraca perdagangan mencapai US$724,9 juta karena dampak krisis Amerika Serikat. Ekspor nonmigas ke ASEAN pada April turun 11,65% menjadi US$2,45 miliar. Begitu pula ke Uni Eropa yang turun 5,28% menjadi US$1,46 miliar. Ekspor ke negara utama lain pun turun, misalnya China 0,02%; Jepang 15,16%; AS 12,8%; Korsel 28,5% dan Taiwan 10,44%. India menurun. Ekspor bahan bakar mineral pada April turun 6,82% menjadi US$2,41 miliar, sementara lemak dan minyak hewan/nabati turun 19,23% menjadi US$1,76 miliar.

Dengan terjadinya surplus perdagangan berarti jumlah ekspor yang dilakukan oleh sebuah negera lebih banyak dibandingkan impor. Kondisi ini berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Kondisi ini telah mengakibatkan ketegangan perdagangan antar negara yang mengalami defisit dengan egara yang mengalami surplus, seperti yang ditunjukkan oleh hubungan perdagangan antara AS dan China. Perdagangan Amerika Serikat Amerika Serikat telah mengalami defisit sejak tahun 1960. Defisit perdagangan ini pada akhirnya memaksa AS untuk menghentikan standar emas pada tahun 1971. Sejak tahun 1997 defisit perdagangan AS telah mengalami peningkatan eksponensial.  Kali terakhir AS mengalami surplus perdagangan adalah pada tahun 1975 lalu. Tercatat bahwa pada bulan April lalu defisit perdagangan di AS mencapai angka 40.3 miliar dolar AS. Defisit perdagangan di bulan April ini mengalami kenaikan dibandingkan defisit perdagangan yang terjadi pada bulan Maret, yaitu hanya sebesar 40.0 miliar dolar.  Defisit perdagangan AS yang terbesar terjadi dengan China.

Pada bulan April defisit perdagangan AS dengan China mencapai angka 19.3 miliar dolar atau nyaris 50% dari defisit perdagangan total AS. Perdagangan Indonesia Membaik Setelah Sempat Terhantam Kondisi sektor perdagangan internasional Indonesia tampak mengalami peningkatan yang cukup baik pada tahun 2010 ini. Surplus perdagangan Indonesia sempat mengalami hantaman serius pada tahun 2008 lalu.

Seiring dengan krisis keuangan global yang terjadi di tahun 2008 tersebut perdagangan internasional Indonesia mengalami penurunan tajam pada surplus perdagangan total. Sejak tahun 2005 – 2007 perkembangan surplus perdagangan Indonesia selalu positif. Dari posisi 27.9 miliar dolar di tahun 2005, pada tahun 2007 surplus perdagangan Indonesia mencapai angkat 39.6 miliar dolar AS. Akan tetapi pada tahun 2008 surplus perdagangan tersebut anjlok hingga hanya sebesar 7.8 miliar dolar AS.

Di tahun 2009 terjadi peningkatan surplus dan membaik ke level 19.7 miliar dolar AS. Sementara itu di tahun 2010 ini kembali terjadi peningkatan. Pada periode Januari hingga April 2010 surplus perdagangan Indonesia mencapai angkat 8.8 miliar dolar, mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2009, yaitu sebesar 7.2 miliar dolar.

Baca Juga : 

Neraca Pembayaran Defisit, Surplus, Dan Seimbang

Neraca Pembayaran Defisit, Surplus, Dan Seimbang

Neraca Pembayaran Defisit, Surplus, Dan Seimbang

Neraca Pembayaran Defisit, Surplus, Dan Seimbang
Neraca Pembayaran Defisit, Surplus, Dan Seimbang

Neraca Pembayaran defisit, terjadi apabila jumlah pembayaran lebih besar daripada jumlah penerimaan (transaksi kredit < transaksi debet). Suatu Negara jika mengalami kelebihan impor dan kelebihan tersebut ditutup dengan menambah pinjaman akomodatif dan mengurangi cadangan (stok) nasional maka Negara tersebut sedang mengalami defisit total. Pembayaran defisit dapat juga dilakukan dengan meminjam dari bank sentral luar negeri,

Neraca pembayaran surplus, adalah apabila jumlah penerimaan lebih besar daripada jumlah pembayaran/ utang (transaksi kredit> transaksi debet). Jika BOP surplus, bank sentral dapat membayar utang luar negerinya atau memperoleh aset cadangan tambahan dari luar negeri. Neraca Pembayaran seimbang, adalah apabila jumlah pembayaran atau utang sama dengan jumlah penerimaan (transaksi kredit = transaksi debet).

Dampak Neraca Pembayaran Surplus, Defisit, Seimbang

Dampak Neraca Pembayaran Surplus Secara ekonomi neraca pembayaran yang surplus akan berpengaruh terhadap tingkat harga dalam negeri, yaitu mempunyai pengaruh inflatoir mendorong/ menjurus ke arah kenaikan harga (inflasi). Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan permintaan efektif.

Dampak Neraca Pembayaran Defisit Apabila neraca pembayaran suatu Negara mengalami deficit, maka dampak yang akan terjadi sebagai berikut:

Produsen dalam negeri tidak dapat bersaing dengan barang-barang impor.
Pendapatan Negara sedikit, sehingga utang Negara bertambah besar.
Perusahaan banyak yang gulung tikar, sehingga pengangguran meningkat akibat dari
PHK
Ketiga dampak di atas disebut pengaruh deflatoir yang mendorong/ menjurus ke arah penurunan harga (deflasi).

Dampak Neraca Pembayaran Seimbang

Neraca pembayaran yang seimbang tidak terlalu berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi suatu Negara. Sehingga apabila suatu Negara tidak dapat mencapai surplus dalam neraca pembayaran, maka minimal harus dalam kondisi seimbang. Dengan demikian akan dapat menghindari neraca pembayaran yang defisit

Transaksi Dalam Neraca Pembayaran
Pos Transaksi Dagang (Transaction of Trade) Pos transaksi dagang mencatat seluruh transaksi, baik dalam kegiatan ekspor maupun impor barang (berwujud) dan jasa (tidak berwujud). Transaksi ekspor dicatat di sisi kredit (+) dan transaksi impor dicatat di sisi debet (-).
Pos Pendapatan Modal (Income on Invesment) Dalam Pos ini dicatat seluruh penerimaan dan pendapatan seperti hasil penanaman modal di luar negeri dan hasil penerimaan modal asing di dalam negeri dalam bentuk keuntungan.
Pos Transaksi Unilateral (Unilateral Transaction) Transaksi unilateral adalah transaksi searah. artinya, transaksi yang terjadi tanpa ada kontrak transaksi lainnya. Misalnya, pengiriman hadiah, pengiriman bantuan-bantuan bencana alam, pendidikan, dan sosial.
Pos Penanaman Modal Langsung Pos ini mencatat transaksi modal yang langsung dilaksanakan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain. contohnya penenman modal penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain. contohnya penanaman modal penduduk di Indonesia dengan membiuka usaha properti dan transaksi jual beli saham antara penduduk Indonesia dengn penduduk Malaysia.
Pos Utang Piutang (Jangka Panjang/ Jangka Pendek) Pada pos ini mencatat seluruh transaksi kredit (pinjaman) jangka panjang yaitu transaksi kredit yang yang jangka waktunya lebih dari satu tahun dan transaksi utang-piutang jangka pendek (kurang dari satu tahun).
Pos Sektor Moneter (Pos Lalu Lintas Moneter) Pada pos ini mencatat semua transaksi pada saat terjadi pembayaran pada transaksi-transaksi di atas dari mulai transaksi dagang, pendapatan modal sampai pada utang-piutang. Keadaan pos ini dapat menunjukan posisi cadangan devisa suatu negara.

Sumber : https://balikpapanstore.id/

Pengertian Neraca Pembayaran (balance of payment):

Pengertian Neraca Pembayaran (balance of payment):

Pengertian Neraca Pembayaran (balance of payment)
  1. Pengertian Neraca Pembayaran (balance of payment):

Balance of Payments Manual (BPM)à IMF (1993): suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan barang/jasa, transfer keuangan dan moneter antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain untuk suatu periode waktu tertentu.

Neraca pembayaran

Merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah  asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.

Transaksi kredit dan debit:

  1. Transaksi kredit, apabila transaksi tersebut mengakibatkan timbul dan bertambahnya hak bagi penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran internasional tersebut untuk menerima pembayaran dari negara lain.
  2. Transaksi debit, apabila transaksi tersebut mengakibatkan timbul dan bertambahnya kewajiban bagi penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk mengadakan pembayaran kepada penduduk negara lain.

Transaksi yang tercatat dalam BOP:

  1. Transaksi kredit:
    1. ekspor barang dan jasa.
    2. penerimaan dari hasil investasi.
    3. transfer.
    4. bertambahnya hutang negara atau swasta.
    5.  berkurangnya aset-aset keuangan.
    6. Transaksi debit:
      1. impor barang dan jasa.
      2. pembayaran atau hasil investasi.
      3. transfer.
      4. berkurangnya hutang.
      5. bertambahnya aset-aset keuangan.

Berdasarkan sifatnya:

  1. Transaksi otonom, adalah transaksi yang timbul atas inisiatif pihak tertentu dan bukan sebagai reaksi atau adanya akibat transaksi lain yang tercatat pada current account dan long term capital account. Misal: ekspor dan impor barang atau modal dalam jangka panjang untuk mencari keuntungan.
  2. Transaksi kompensasi, timbul akibat kompensasi dari dari adanya transaksi lain. Misal pemasukan modal jangka pendek dan impor/ekspor emas.

Fase perdagangan:

a. Terjadinya perjanjian.

b. Penyerahan barang dan jasa.

c. Pembayaran.

Time basis:

1. Dasar waktu pembayaran, transaksi terjadi pada saat diadakan pembayaran.

2. Dasar waktu perjanjian.

3. Dasar waktu penyerahan,

Kegunaan BOP:

  1. Membukukan seluruh transaksi ekonomi internasional yang terjadi antara penduduk dalam negari dan penduduk luar negeri.
  2. Mengetahui struktur dan komposisi transaksi ekonomi internasional suatu negara.
  3. Mengetahui mitra usaha suatu negara dalam hubungan ekonomi internasional
  4. Mengetahui posisi keuangan internasional suatu negara.
  5. Indikator yang akan dipertimbangkan oleh negara donor untuk memberikan bantuan keuangan.
  6. Indokator fundamental ekonomi selain tingkat inflasi, pertumbuhan GNP dan sebagainya.

Neraca Transaksi Modal ( Capital Account )

Neraca transaksi modal mencatat nilai investasi langsung pihak swasta asing ( Foreign Ditect Invesdment ), pinjaman luar negeri yang diberikan oleh perbankan swasta internasional, serta pinjaman dan hibah dari negara lain atau lembaga – lembaga donor seperti IMF bank dunia juga meliputi: semua pembelian dan penjualan aset, seperti saham, obligasi, rekening bank, real estate, & bisnis.  mengukur perbedaan antara penjualan aset2 suatu negara kepada luar negeri dengan pembeliannya terhadap aset2 luar negeri.

Penjualan (pembelian) atas aset2 dicatat sebagai kredit (debit) dan menghasilkan arus masuk modal (arus keluar modal). Rekening modal dibagi menjadi tiga kategori:

1. Investasi langsung;

2. Investasi portofolio;

3. Investasi lain;

Neraca Tunai ( Cash Account ) atau Neraca Internasional

Neraca tunai pada dasarnya hanyalah transaksi penyeimbang antara total pengeluaran yang ada pada transaksi berjalan dengan transaksi modal melebihi total penerimaan.

  • Aset2 cadangan resmi meliputi: emas, valas, dan pinjaman baru dari bank sentral luar negeri.
  •  Aset2 cadangan resmi digunakan oleh bank sentral untuk melakukan pembayaran bersih kepada luar negeri karena BOP defisit.

Rekening cadangan resmi melibatkan transaksi yang diambil oleh otoritas untuk membelanjai semua neraca & mengintervensi di pasar valas.

Sumber : https://sorastudio.id/

Politeknik Negeri Jakarta Buka Program Khusus Penyandang Disabilitas

Politeknik Negeri Jakarta Buka Program Khusus Penyandang Disabilitas

Politeknik Negeri Jakarta Buka Program Khusus Penyandang Disabilitas

Mengenyam pendidikan masih merupakan angan-angan bagi para penyandang disabilitas. Mereka sulit menemukan kampus yang menyediakan jurusan khusus bagi mereka. Mimpi mereka untuk berkuliah masih sulit untuk digapai lantaran para penyandang disabilitas membutuhkan perlakuan khusus dalam proses belajar mengajar.

Namun, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) membuat mimpi mereka untuk mengenyam pendidikan menjadi nyata. Kampus yang terletak di Depok, Jawa Barat membuka program pendidikan Manajemen Pemasaran untuk Warga Negara Berkebutuhan Khusus (WNBK).

Politeknik Negeri Jakarta merupakan satu-satunya politeknik di Indonesia

yang membuka program khusus bagi penyandang disabilitas. Program pendidikan ini sudah ada sejak tahun 2013 yang disahkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No 96/F/0/2013 pada 17 April 2013. Adapun pendiri pertama program MP-WNBK ini adalah Dewi Akbar, Ketua Prodi MP-WNBK yang pertama. Anita Rahmawati, dosen MP-WNBK menjelaskan bahwa ada perbedaan dalam mengajar mahasiswa program ini dibanding mahasiswa pada program reguler.

“Cara mengajarnya secara umum, namun butuh waktu dan perhatian lebih ekstra dalam mendampingi mereka dibandingkan kelas reguler,” ujar Anita, pekan lalu di Jakarta.

Dalam proses belajar-mengajar, Anita memberikan cara yang berbeda dalam

mengajar tergantung jenis disabilitasnya.
“Kalau mahasiswa tuna rungu biasanya lebih banyak teori atau tulisan dan menggunakan alat bantu yang menerjemahkan suara ke tulisan dalam proses belajar. Sedangkan kalau yang bermasalah dengan konsentrasi, maka harus lebih insentif mengajarnya,” katanya.

Anita menambahkan, dalam program ini, mahasiswa lebih banyak praktikum

ketimbang teori. Ada empat konsentrasi yang dibuka di MP-WNBK, yakni art and craft, aplikasi komputer dan programming, desain grafis, dan seni.

Adapun jumlah dosen yang mengajar di program setara D III atau diploma ini terdapat 20 orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Sedangkan jumlah mahasiswa yang aktif ikut perkuliahan adalah 70 orang. Setiap tahun, program ini hanya menerima 20 orang saja.

 

Baca Juga :

Mahfud MD Minta Perguruan Tinggi Tak Kehilangan Jati Diri

Mahfud MD Minta Perguruan Tinggi Tak Kehilangan Jati Diri

Mahfud MD Minta Perguruan Tinggi Tak Kehilangan Jati Diri

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko-Polhukam) Mahfud MD meminta perguruan tinggi tidak kehilangan jati diri meski terus mengikuti tuntutan perkembangan zaman.
Jati diri yang dimaksud adalah pendidikan watak atau pendidikan karakter.

“Mudah-mudahan, semua perguruan tinggi di Indonesia menjadi mampu

menyesuaikan diri dengan tuntutan situasi tanpa kehilangan jati diri. Tuntutan situasi itu sekarang orang sering menyebutnya revolusi industri 4.0,” ujar Mahfud di Auditorium Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Jumat (29/11).

Menurut Mahfud, tuntutan tersebut memiliki tantangan yang besar. Revolusi industri 4.0, kata Mahfud, memberikan bahan yang cukup bagi pengembangan otak, keilmuan dan kecerdasan.
“Akan tetapi, di situ belum tersedia perangkat-perangkat untuk menjaga dan membangun watak. Padahal, negara ini didirikan untuk mencerdaskan otak dan watak,” tutur Mahfud menjelaskan.
Dirinya lantas mengingatkan pentingnya pendidikan yang berlandaskan karakter.

Dengan pendidikan karakter atau pendidikan watak, akan lahir manusia

Indonesia yang bertanggung jawab kepada bangsa dan negara.

Mahfud mengungkapkan, jika hanya memiliki ilmu, seseorang cuma bisa pintar tanpa mempunyai rasa nasionalisme yang kuat.
“Tak punya rasa ingin memiliki dan memelihara bangsa dan negara. Bahkan (cenderung) destruktif terhadap kehidupan. Akan tetapi, para pembuat UUD 1945 sudah menyatakan tujuan pendidikan kita bukan mencerdaskan otak, tapi mencerdaskan kehidupan, jasmaniah, rohaniah, dibangun di situ,” jelas Mahfud.

Sebelumnya, pada acara yang sama, Mahfud menyinggung perihal tindak

pidana korupsi. Menurut Mahfud, perguruan tinggi seolah menjadi terdakwa atas berbagai persoalan bangsa Indonesia.
“Sekarang ini ada persoalan apakah pesan tentang filosofi pendidikan itu berjalan di Indonesia. Terbukti perguruan tinggi ini menjadi terdakwa dari kemelut republik ini, korupsi merajalela, ketidakadilan, kemsikinan, kesenjangan sosial, tidak meratanya pendidikan, apa sebabnya itu? Korupsi,” ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, maraknya korupsi di Indonesia tak terlepas dari peran perguruan tinggi. Sebab, jabatan penting di Indonesia diduduki lulusan-lulusan perguruan tinggi.

 

Sumber :

http://ejurnal.plm.ac.id/index.php/Teknovasi/comment/view/110/1806/61525

Belajar dari Singapura

Belajar dari Singapura

Belajar dari Singapura
OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) secara resmi merilis pemeringkatan Programme for International Student Assessment (PISA) 2018. Rangking Indonesia jeblok di urutan ke-72 di antara 77 negara. Nilai indikator kemampuan membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan atau sains siswa turun.
Jika dilihat perbandingan skor PISA Indonesia untuk periode 2015 dan 2018, penurunannya menyolok. Skor kemampuan membaca turun dari 397 poin ke 371 poin. Kemudian kemampuan matematika turun dari 386 poin ke 379 poin. Lalu kemampuan sains turun dari 403 poin ke 396 poin.
Akibat dari raihan itu, ranking PISA Indonesia rendah di papan bawah. Tentu ini tamparan keras bagi Indonesia. Namun bukan momen untuk saling menyalahkan atau mencari kambing hitam.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli

mengimbau negeri ini belajar dari Singapura. Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) harus berani mengubah sistem pendidikan dengan mengedepankan keahlian. Negara tetangga tersebut berhasil mengelola pendidikan dengan menempati posisi puncak PISA 2015.
Kunci utama keberhasilan Singapura terletak pada sistem pendidikan yang meritokrasi atau pendidikan berbasis pada keahlian atau prestasi, kurikulum, anggaran pendidikan, kualitas guru, dan desentralisasi pendidikan. Sistem pendidikan meritokrasi ini dapat mengidentifikasi kompetensi anak secara lebih baik. Anak diberikan kesempatan berkembang berdasarkan bakat yang dimilikinya.

Singapura saat ini menerapkan kurikulum berbeda untuk berbagai jenjang

.
Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) hanya memastikan siswa menguasai Bahasa Inggris, bahasa ibu, dan Matematika. Beda dengan Indonesia yang beban belajar sangat berat bagi siswa dari jumlah mata pelajaran.

Negeri Singa memilih orang-orang terbaik untuk diberikan beasiswa guru.

Setelah jadi guru, mereka harus mengikuti pengembangan karir selama 100 jam setiap tahunnya. Kesempatan meraih beasiswa dalam dan luar negeri pun diberikan secara terbuka.
Kepala sekolah juga diberikan kewenangan untuk mengelola sekolah, asalkan mengacu pada aturan yang diterapkan pemerintah. Sekolah dapat leluasa menyesuaikan dan berinovasi. Di Indonesia semua serba seragam dan miskin kreativitas.

Bentuk –Bentuk Konflik Struktural

Bentuk –Bentuk Konflik Struktural

Bentuk –Bentuk Konflik Struktural

Dalam organisasi klasik ada empat daerah struktural dimana konflik sering timbul :

1. Konflik Hierarki, yaitu konflik amtara berbagai tingkatan organisasi. Contohnya, konflik antara komisaris dengan direktur utama, pemimpin dengan karyawan, pengurus dengan anggota koperasi, pengurus dengan manajemen, dan pengurus dengan karyawan.
2. Konflik Fungsional, yaitu konflik antar berbagai departemen fungsional organisasi. Contohnya, konflik yang terjadi antara bagian produksi dengan bagian pemasaran, bagian administrasi umum dengan bagian personalia.
3. Konflik Lini Staf yaitu konflik yang terjadi antara pimpinan unit dengan stafnya terutama staf yang berhubungan dengan wewenang/otoritas kerja. Contoh : karyawan staf secara tidak fornal mengambil wewenang berlebihan.
4. Konflik Formal Informal yaitu konflik antara organisasi formal dan informal. Contoh : Pemimpin yang menempatkan norma yang salah pada organisasi.

Baca Juga :

Jenis – Jenis Konflik

Jenis – Jenis Konflik

Jenis – Jenis Konflik

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :

1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidak pastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan–perbedaan kepribadian.Konflik ini berasal dari adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan )
3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma – norma kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok.
5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga–harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.

Sumber : https://pesantrenkilat.id/

Perbedaan pandangan lama dan baru tentang konflik

Perbedaan pandangan lama dan baru tentang konflik

Perbedaan pandangan lama dan baru tentang konflik

Pandangan Lama :

1. Konflik dapat dihindarkan
2. Konflik disebabkan oleh kesalahan – kesalahan manajemen dalam perancangan dan pengelolaan organisasi atau oleh pengacau.
3. Konflik menggangu organisasi dan menghalangi pelaksanaan optimal.
4. Tugas manajemen adalah menghilangkan konfllik.
5. Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan penghapusan konflik.

Pandangan Baru :

1. Konflik tidak dapat dihindarkan
2. Konflik timbul karena banyak sebab, termasuk struktur organisasi, perbedaan tujuan yang tidak dapat dihindarkan, perbedaan dalam persepsi dan nilai – nilai pribadi dan sebagainya.
3. Konflik dapat membantu atau menghambat pelaksanaan kegiatan organisasi dalam berbagai derajat.
4. Tugas manajemen adalah mengelola tingkat konflik dan penyelesaiannya.
5. Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan tingkat konflik yang moderat.

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa konflik dapat difungsionalkan ataupun berperan salah ( dysfunctional ). Secara sederhana hal ini berarti bahwa konflik mempunyai potensi bagi pengembangan atau pengganggu pelaksanaan kegiatan organisasi tergantung pada bagaimana konflik tersebut dikelola.

Segi fungsional konflik antara lain :

1. Manajer menemukan cara penggunaan dana yang lebih baik.
2. Lebih mempersatukan para anggota organisasi.
3. Manajer mungkin menemukan cara perbaikan prestasi organisasi.
4. Mendatangkan kehidupan baru di dalam hal tujuan serta nilai organisasi.
5. Penggantian manajer yang lebih cakap, bersemangat dan bergagasan baru.

Sumber :https://obatwasirambeien.id/