Kiropterokori Adalah

Kiropterokori Adalah

Kiropterokori Adalah

Kiropterokori Adalah
Kiropterokori Adalah

Kiropterokori Adalah

Penyebaran alat perkembang biakan berupa spora atau biji tanaman untuk memperluas penyebaran atau agihan tanaman agar bisa dijumpai dimana saja sehingga menjadi tidak punah . karena penyebaran itu dibantu oleh kelompok Chiroptera salah satu ordo dari kelas Mamalia yang bisa terbang maka disebut demikian. Contoh Chiroptera adalah Codot .
Saya nggak ngerti kenapa pendukung Prabowo kok disebut Codot sedangkan pendukung Joko Wi dikenal dengan sebutan Kecebong silahkan anda bertanya dengan politikus 

Codot adalah

Nama umum bagi jenis-jenis kelelawar pemakan buah. Codot, bersama dengan kalong, nyap, paniki dan sebangsanya, membentuk suku Pteropodidae, subordo Megachiroptera (kelelawar besar). Dalam bahasa Inggris, kelompok ini diistilahkan sebagai fruit bats atau old world fruit bats.

Kebanyakan bangsa codot memiliki mata yang besar, yang memungkinkan hewan tersebut melihat dalam suasana kurang cahaya di hutan, pada saat senja atau dini hari. Indra penciumannya pun bekerja dengan sempurna, membantunya menemukan buah-buah yang telah masak di kejauhan. Dan, berlawanan dengan kelelawar pemakan serangga (Microchiroptera), kelelawar buah tidak menggunakan ekholokasi untuk memandu gerakannya, kecuali anggota marga Rousettus.

Walaupun kelelawar secara umum

Dapat ditemukan di seluruh dunia, codot hanya ditemukan di daerah-daerah tropis di Asia, Afrika dan Oceania.

Bangsa codot umumnya memakan bagian tumbuh-tumbuhan: buah-buahan, bunga, nektar, serbuk sari, dan juga dedaunan. Ada yang berspesialisasi memakan nektar dan serbuk sari (nektarivora, misalnya Eonycteris, Macroglossus, Syconycteris), namun kebanyakan memakan kombinasi dari buah-buahan dengan bunga, nektar, atau dedaunan (frugivora).[1]

Meskipun kadang-kadang dianggap sebagai hama, codot berperan penting sebagai pemencar biji aneka tetumbuhan, terutama di hutan hujan tropika. Kelelawar ini hanya memakan daging buah yang dikunyah-kunyah untuk diambil cairannya, sementara serabut buah dan bijinya dibuang. Codot biasanya tidak memakan buah di pohonnya, melainkan dibawanya ke pohon lain atau tenggeran yang lain yang dianggap aman dan memakannya di situ. Tenggeran ini bisa berjarak hingga 100–200 m dari pohon buahnya, sehingga secara tidak sengaja codot telah memencarkan biji buah-buahan makanannya itu.[1] Tenggeran semacam itu, yang ditandai oleh banyaknya kotoran kelelawar dan sampah serabut dan biji buah-buahan di bawahnya, acap kali dijumpai pula di bawah atap selasar gedung atau emperan rumah yang agak terasing.

Gambar diatas adalah penyebaran biiji jambu yang dilakukabn Codot

Dimana hubungan yang terjadi adalah secara Mutualistis. Codot dapat endosperm daging buah dan Jambu nya biji bisa termakan dan keluar dalam beraknya atau jatuh di tanah hingga bisa tumbuh;

Tumbuhan Jambu adalah tumbuhan yang mengandalkan biji sebagai alat perkembangbiakannya ini dapat cukup mudah dikenali dengan kekhasannya yakni adanya alat kelamin (biji) yang jelas terlihat sehingga disebut Phanerogamae. Pada biji terdapat calon individu atau biasa disebut dengan embrio yang nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Oleh karena dalam proses berkembang biaknya Spermatophyta menghasilkan embrio melalui suatu pembuluh, maka tumbuhan ini disebut juga dengan Embriophyta Siphonogamae

Hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara kelelawar dan tetumbuhan ini tergolong ke dalam simbiosis mutualisma, yang disebut kiropterofili (chiropterophily).

Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/pengertian-jenis-ciri-contoh-jaringan-meristem/

Aher Netty Sahur Pertama di Pesawat

Aher Netty Sahur Pertama di Pesawat

Aher Netty Sahur Pertama di Pesawat

 

Aher Netty Sahur Pertama di Pesawat

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjalani sahur pertamanya di pesawat dalam perjalanannya menuju Tunisia untuk memenuhi undangan dari Menteri Pembangunan, Investasi dan Kerja Sama Luar Negeri Tunisia

Aher beserta istri

Netty Heryawan, berangkat beserta rombongan Pemprov dan Kadin Jabar, pada Rabu (17/5/19) dini hari dari Cengkareng. Rombongan diantaranya Asisten Ekonomi Pembangunan Pemprov Jabar, Eddy Nasution dan Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Sutrisno.

Menurut rencana Aher

Menurut rencana Aher akan diterima Menteri pada jumat (18/5/19) pukul 09.00 waktu setempat. Sore harinya courtesy call akan diterima langsung oleh Perdana Menteri Tunisia Youssef Chahed , dan pada malam hari rombongan juga akan diterima Dubes RI untuk Tunisia, Y.M. Ikrar Nusa Bakti. Agenda yang akan dibahas semuanya terkait dengan rencana kerja sama sister province antara provinsi Jawa Barat dengan Sousse dan menjajaki kemungkinan Jawa Barat berinvestasi di Tunisia.

“Ke Tunisia kita akan bahas sister province dan investasi, Ini berarti perjalanan panjang sekitar 14 jam, waktu untuk puasa perdana akan banyak dihabiskan di pesawat, saya dan istri akan sahur pertama juga di pesawat,” ujar Aher kepada Tim Humas Jabar, saat transit di Doha, Kamis (17/05/19) waktu setempat.

Langkah Jabar

Langkah Jabar dalam dua tahun terakhir yang aktif dalam menjalin kerjasama luar negeri dengan banyak mitra luar, pada akhirnya mendapat perhatian khusus dari Tunisia. Melalui suratnya beberapa waktu lalu, Tunisia mengundang Gubernur Jabar beserta Kadin Jabar untuk menjajal kerjasama investasi di negeri zaitun itu.

“Kerangka kerjasama luar negeri yang sudah dibangun sejauh ini adalah dengan skema sister province, itu memungkinkan seluruh pola kerjasama mulai ekonomi, pendidikan hingga pertanian bisa berkembang jauh, saling menguntungkan dan memiliki payung hukum yang kuat,” jelas Aher.

Sementara itu

Meski belum memiliki portofolio bisnis di Tunisia, namun Ketua Kadin Jabar sangat menyambut baik undangan berinvestasi di Tunisia. “Pengusaha Jabar menyambut baik undangan ini, kami nilai ini pertanda baik ada pemerintah yang progressif mengundang pengusaha, kita akan jajaki nanti aspek kelayakannya,” ujar Agung Suryamal.

Kerjasama Jabar dengan Tunisia dimungkinkan juga dalam pengiriman handicraft

Potensi kerajinan Jabar dapat ditawarkan untuk masuk ke Tunisia melalui gerbang Bandara Kertajati. Terkait itu, Netty Heryawan yang juga sebagai Ketua Dewan Kerajian Nasional (Daerah) Dekranasda Prov. Jabar mengatakan bahwa skema sister province sangat baik menjadikan handicraft unggulan Jabar sebagai pemanis untuk masuk ke kawasan Afrika Utara yang dikenal eksotis itu serta cukup berkembang dalam sektor pariwisatanya.
“Kabarnya Pariwisata Tunisia cukup bagus, ini pertanda baik bagi kerajinan kita untuk bisa masuk kesini,” kata Netty.

Kunjungan di Tunisia

Kunjungan di Tunisia dilakukan singkat yaitu selama 2 hari, dan 4 hari berikutnya rombongan Aher akan mengunjungi Madinah, Mekkah dan Jeddah, selain melaksanakan ibadah umroh telah dijadwalkan pula Pertemuan dengan Emir Madinah, Emir Mekkah dan KJRI Jeddah guna membahas progres pembangunan Masjid Al Jabbar dan kerja sama Provinsi Jawa Barat dengan Museum Asmaul Husna di Madinah dan Museum Assalamualaika Ayyuhan Nabi di Mekkah.

 

Artikel terkait:

Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup
Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

Kerusakan lingkungan hidup oleh alam terjadi lantaran adanya tanda-tanda atau insiden alam yang terjadi secara ahli sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup.

Peristiwa-peristiwa alam yang sanggup memengaruhi kerusakan lingkungan, antara lain mencakup hal-hal berikut ini.

a. Letusan Gunung Api

Letusan gunung api dapat menyemburkan lava, lahar, materialmaterial padat aneka macam bentuk dan ukuran, uap panas, serta debudebu vulkanis.

Selain itu, letusan gunung api selalu disertai dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan gempa vulkanik.

Aliran lava dan uap panas sanggup mematikan semua bentuk kehidupan yang dilaluinya, sedangkan fatwa lahar masbodoh sanggup menghanyutkan lapisan permukaan tanah dan mengakibatkan longsor lahan.

Uap sulfur yang keluar dari pori-pori tanah sanggup mencemari tanah dan air lantaran sanggup meningkatkan kadar asam air dan tanah.

Debu-debu vulkanis sangat berbahaya bila terhirup oleh makhluk hidup (khususnya insan dan hewan), hal ini dikarenakan debu-debu vulkanis mengandung kadar silika (Si) yang sangat tinggi, sedangkan debu-debu vulkanis yang melekat di dedaunan tidak sanggup hilang dengan sendirinya.

Hal ini mengakibatkan flora tidak sanggup melaksanakan fotosintesis sehingga lambat laun akan mati. Dampak letusan gunung memerlukan waktu bertahun-tahun untuk sanggup kembali normal.

Lama tidaknya waktu untuk kembali ke kondisi normal tergantung pada kekuatan ledakan dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Akan tetapi, setela kembali ke kondisi normal, maka daerah tersebut akan menjadi daerah yang subur lantaran mengalami proses peremajaan tanah.

b . Gempa Bumi

Gempa bumi yaitu getaran yang ditimbulkan lantaran adanya gerakan endogen. Semakin besar kekuatan gempa, maka akan mengakibatkan kerusakan yang semakin parah di muka bumi.

Gempa bumi mengakibatkan bangunan-bangunan retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan jalan masuk bawah tanah rusak, dan sebagainya.

Jika kekuatan gempa bumi melanda lautan, maka akan mengakibatkan tsunami, yaitu arus gelombang pasang air maritim yang menghempas daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Masih ingatkah kalian dengan insiden tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam di penghujung tahun 2004 yang lalu?

Contoh insiden gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia antara lain gempa bumi yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dengan kekuatan 9,0 skala richter.

Peristiwa tersebut merupakan gempa paling dasyat yang menelan korban diperkirakan lebih dari 100.000 jiwa. Gempa bumi juga pernah melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah pada bulan Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 skala richter.

c . Banjir

Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang unik. Dikatakan unik lantaran banjir sanggup terjadi lantaran murni tanda-tanda alam dan sanggup juga lantaran imbas dari ulah insan sendiri.

Banjir dikatakan sebagai tanda-tanda alam murni jikalau kondisi alam memang memengaruhi terjadinya banjir, contohnya hujan yang turun terus menerus, terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai.

Selain itu, banjir sanggup juga disebabkan lantaran ulah manusia, contohnya lantaran penggundulan hutan di tempat resapan, timbunan sampah yang menyumbat fatwa air, ataupun lantaran rusaknya dam atau pintu pengendali fatwa air.

Kerugian yang ditimbulkan akhir banjir, antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur lantaran tererosi fatwa air, rusaknya tanaman, dan rusaknya aneka macam bangunan hasil budidaya manusia.

Bencana banjir merupakan salah satu musibah yang hampir setiap trend penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia.

Contoh daerah di Indonesia yang sering dilanda banjir yaitu Jakarta. Selain itu beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal tahun 2008 juga dilanda banjir akhir meluapnya DAS Bengawan Solo.

d . Tanah Longsor

Karakteristik tanah longsor hampir sama dengan karakteristik banjir. Bencana alam ini sanggup terjadi lantaran proses alam ataupun lantaran imbas kecerobohan manusia. Bencana alam ini sanggup merusak struktur tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta aneka macam bangunan lainnya.

Peristiwa tanah longsor pada umumnya melanda beberapa wilayah Indonesia yang mempunyai topografi agak miring atau berlereng curam. Sebagai contoh, insiden tanah longsor pernah melanda daerah Karanganyar (Jawa Tengah) pada bulan Desember 2007

e. Badai/Angin Topan

Angin angin puting-beliung terjadi lantaran perbedaan tekanan udara yang sangat mencolok di suatu daerah sehingga mengakibatkan angin bertiup lebih kencang. Di beberapa penggalan dunia, bahkan sering terjadi pusaran angin.

Bencana alam ini pada umumnya merusakkan aneka macam tumbuhan, memorakporandakan aneka macam bangunan, sarana infrastruktur dan sanggup membahayakan penerbangan.

Badai atau angin angin puting-beliung sering melanda beberapa daerah tropis di dunia termasuk Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia pernah dilanda tanda-tanda alam ini. Salah satu teladan yaitu angin angin puting-beliung yang melanda beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

f. Kemarau Panjang

Bencana alam ini merupakan kebalikan dari tragedi banjir. Bencana ini terjadi lantaran adanya penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga trend kemarau terjadi lebih usang dari biasanya.

Bencana ini mengakibatkan aneka macam kerugian, menyerupai mengeringnya sungai dan sumber-sumber air, munculnya titik-titik api penyebab kebakaran hutan, dan menggagalkan aneka macam upaya pertanian yang diusahakan penduduk.

Baca Artikel Lainnya:

Unsur-Unsur Lingkungan Hidup

Unsur-Unsur Lingkungan Hidup

Unsur-Unsur Lingkungan Hidup

Unsur-Unsur Lingkungan Hidup
Unsur-Unsur Lingkungan Hidup

Berdasarkan pengertian tersebut, lingkungan hidup tersusun dari banyak sekali unsur yang saling berafiliasi satu sama lain, yaitu unsur biotik, abiotik, dan sosial budaya.

1. Unsur Biotik

Unsur biotik yaitu unsur-unsur makhluk hidup atau benda yang sanggup menunjukkan ciri-ciri kehidupan, ibarat bernapas, memerlukan makanan, tumbuh, dan berkembang biak. Unsur biotik terdiri atas manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.

Secara umum, unsur biotik mencakup produsen, konsumen, dan pengurai.

a. Produsen, yaitu organisme yang sanggup menciptakan kuliner sendiri dari materi anorganik sederhana. Produsen pada umumnya yaitu tumbuhan hijau yang sanggup membentuk materi kuliner (zat organik) melalui fotosintesis.

b. Konsumen, yaitu organisme yang tidak bisa menciptakan kuliner sendiri. Konsumen terdiri atas binatang dan manusia. Konsumen memperoleh kuliner dari organisme lain, baik binatang maupun tumbuhan.

c. Pengurai atau perombak (dekomposer), yaitu organisme yang bisa menguraikan materi organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepas bahan-bahan yang sederhana yang sanggup digunakan oleh produsen. Pengurai terdiri atas basil dan jamur.

2. Unsur Abiotik

Unsur abiotik adalah unsur-unsur alam berupa benda mati yang sanggup mendukung kehidupan makhluk hidup. Termasuk unsur abiotik yaitu tanah, air, cuaca, angin, sinar matahari, dan banyak sekali bentuk bentang lahan. (https://blog.fe-saburai.ac.id/pengertian-seni-rupa-murni-jenis-gambar-dan-10-contohnya/)

3. Unsur Sosial Budaya

Unsur sosial budaya merupakan bentuk penggabungan antara cipta, rasa, dan karsa insan yang diadaptasi atau dipengaruhi oleh kondisi lingkungan alam setempat.

Termasuk unsur sosial budaya yaitu etika istiadat serta banyak sekali hasil inovasi insan dalam menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dampak Kasatmata, Negatif Urbanisasi, Sirkulasi dan Transmigrasi

Dampak Kasatmata, Negatif Urbanisasi, Sirkulasi dan Transmigrasi

Dampak Kasatmata, Negatif Urbanisasi, Sirkulasi dan Transmigrasi

Dampak Kasatmata, Negatif Urbanisasi, Sirkulasi dan Transmigrasi
Dampak Kasatmata, Negatif Urbanisasi, Sirkulasi dan Transmigrasi

1. Sirkulasi

a. Dampak Positif Sirkulasi

1) Terjadi perembesan tenaga kerja dari luar daerah.

2) Memperoleh tenaga kerja dengan upah yang relatif lebih murah.

3) Adanya arus para penglaju sanggup meningkatkan sarana dan prasarana transportasi.

4) Terjadi pemerataan pendapatan.

b . Dampak Negatif Sirkulasi

1) Menimbulkan kenaikan volume kemudian lintas dan angkutan pada jam-jam atau hari-hari tertentu, contohnya di pagi dan sore hari atau pada awal pekan dan simpulan pekan.

2) Mengurangi peluang kerja bagi masyarakat atau penduduk asli.

3) Beban kota atau daerah yang didatangi semakin berat alasannya terjadinya kenaikan jumlah penduduk (khususnya di siang hari) sehingga kota atau daerah tersebut terasa lebih padat.

2. Urbanisasi

a. Dampak Positif Urbanisasi

1) Mengurangi angka pengangguran di daerah pedesaan.

2) Masyarakat desa yang bekerja di kota sanggup meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

3) Para pelaku urbanisasi sanggup menularkan pengalaman kerjanya di desa, contohnya dengan membuka perjuangan sendiri di desanya.

b . Dampak Negatif Urbanisasi

1) Desa kehilangan tenaga kerja, khususnya generasi muda sebagai tenaga pencetus pembangunan.

2) Peluang kerja di kota menjadi semakin sempit alasannya sebagian telah diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.

3) Merebaknya kawasan-kawasan kumuh di kota.

4) Meningkatkan kesenjangan sosial masyarakat kota.

5) Merebaknya sektor-sektor informal, ibarat PKL, yang sanggup mengurangi keindahan kota.

6) Peningkatan jumlah penduduk di kota menuntut penyediaan, sarana dan prasarana sosial.

7) Meningkatkan angka kriminalitas di kota alasannya efek pengangguran.

3. Transmigrasi

a. Dampak Positif Transmigrasi

1) Memeratakan kepadatan penduduk.

2) Meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat. (https://blog.fe-saburai.ac.id/jenis-dan-contoh-jaringan-tumbuhan/)

3) Merangsang pembangunan di daerah baru.

4) Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui pembauran antarsuku bangsa.

b . Dampak Negatif Transmigrasi

1) Berkurangnya areal hutan untuk lahan permukiman.

2) Terganggunya habitat binatang liar di daerah tujuan transmigrasi.

3) Pada beberapa kasus, pelaksanaan transmigrasi terkadang menjadikan kecemburuan sosial antara penduduk orisinil dengan para pendatang.

Untuk mengantisipasi dampak-dampak negatif dari banyak sekali jenis migrasi tersebut, pemerintah mengambil langkah-langkah, berikut ini.

1. Merealisasikan pemerataan pembangunan antardaerah, sehingga kesenjangan pembangunan sanggup dikurangi.

2. Melaksanakan program-program pembangunan desa, ibarat pelaksanaan IDT (Inpres Desa Tertinggal) dan kegiatan Bangga Suka Desa, sehingga sanggup lebih mengoptimalkan pembangunan desa.

3. Meningkatkan hasil-hasil pertanian melalui intensifikasi pertanian ataupun ekstensifikasi pertanian.

4. Merangsang kegiatan industri di pinggiran kota atau erat dengan daerah pedesaan, sehingga sanggup menyerap lebih banyak tenaga kerja.

5. Melakukan kebijakan “kota tertutup”, yakni larangan bagi penduduk (khususnya penduduk pendatang) yang tidak mempunyai KTP atau pekerjaan tetap untuk tinggal di kota yang dituju.

6. Melaksanakan pembangunan terpadu antardaerah dalam satu kawasan, contohnya antara Jakarta dengan Tangerang, Bekasi, Depok dan Bogor sehingga sentra pertumbuhan tidak hanya memusat di Jakarta.

Jam Layanan Puskesmas Sesuaikan Surat Edaran

Jam Layanan Puskesmas Sesuaikan Surat Edaran

Jam Layanan Puskesmas Sesuaikan Surat Edaran

 

 

Jam Layanan Puskesmas Sesuaikan Surat Edaran

Selama bulan Ramadhan 1.439 Hijriah ini

seluruh Puskesmas yang berjumlah 25 unit berikut 30 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di wilayah Kota Bogor selalu siap untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kendati ada penyesuaian jam kerja sesuai dengan surat edaran dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Nomor 061.2/1636-org.

Begitu pun untuk tenaga medisnya

Seperti dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah, Kamis (17/05/2018), bahwa Dinkes Kota Bogor juga telah merekrut Pekerja Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) untuk bisa memenuhi layanan kepada masyarakat.

“Untuk jam kerja sendiri kami (Dinkes) memang mengikuti aturan yang sudah ada sesuai dengan edaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Meskipun kami juga ada beberapa Puskesmas rawat inap, sehingga pelayanannya tidak berubah karena adanya petugas yang tetap piket untuk melayani masyarakat selama 24 jam,” jelas Rubaeah.

Kendati dengan jumlah tenaga medis termasuk perawat masih dirasakan cukup kurang, namun Kadinkes memastikan bahwa hal tersebut tidak akan mengurangi pelayanan. Karena, walau bagaimana pun pelayanan optimal harus tetap diberikan kepada masyarakat.

“Jumlah tenaga dokter ini ada sekitar ratusan orang jumlahnya, sementara untuk perawat ada sekitar dua ratusan orang. Kalau jumlah bidan sendiri ada di kisaran 150 orang se-Kota Bogor. Memang ini masih sangat kurang. Di satu sisi kita tidak bisa merekrut atau mengangkat karena adanya moratorium, tapi di sisi lain yang pensiun kan terus berjalan. Kita maksimalkan saja tenaga yang ada,” katanya.

Sekedar informasi

jam kerja ASN berdasarkan surat edaran di lingkungan Pemerintah Kota Bogor untuk Senin sampai Kamis, masuk pukul 07.30 WIB dan pulang pukul 14.30 WIB. Khusus Jumat, jam masuk sama dan jam pulang pukul 15.00 WIB.

Untuk unit kerja yang memberlakukan 6 hari kerja

Senin sampai Kamis dan Sabtu masuk pukul 07.30 WIB sampai pukul 13.30 WIB. Sedangkan Jumat jam pulang pukul 14.00 WIB.

 

Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/teks-ulasan-contoh-teks-ulasan-dan-ciri-strukturnya/

Dinkes Kota Bogor Harus Selalu Siaga

Dinkes Kota Bogor Harus Selalu Siaga

Dinkes Kota Bogor Harus Selalu Siaga

 

Dinkes Kota Bogor Harus Selalu Siaga

Dinas Kesehatan

Menghadapi arus mudik dan libur panjang Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) 1.439 H, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor akan tetap menyiagakan petugas dan layanan kesehatannya. Fasilitas dan pelayanan tersebut masih tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana disiagakan petugas kesehatan berikut fasilitas penunjangnya termasuk ambulans.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kota Bogor

Rubaeah, Kamis (17/05/2018), saat ditanya mengenai kesiapan dan layanan kesehatan yang akan tetap diberikan selama arus mudik dan liburan panjang Lebaran tahun 2018.

“Kalau yang untuk jaga saat arus mudik nanti, kita berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota. Sementara untuk yang layanan reguler lainnya kita sudah siap dengan Puskesmas-Puskesmas yang dimiliki, kita akan jaga 24 jam,” jelasnya.

Jadi, sambungnnya

Meskipun ada liburan panjang dan cuti bersama tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Sebab, adanya pengaturan petugas piket di masing-masing pos yang telah ditetapkan. Baik itu di posko gabungan saat arus mudik dan balik maupun di Puskesmas.

Untuk ambulans pun kita siap

Dan ini juga sudah ada di tiap-tiap kecamatan. Di kantor (Dinkes) kita juga ada (ambulans), jadi masyarakat tidak perlu khwatir apalagi kalau ada kasus-kasus darurat,” tegas Rubaeah.

Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/teks-ulasan-contoh-teks-ulasan-dan-ciri-strukturnya/

Pengertian Laporan keuangan

Pengertian Laporan keuangan

Pengertian Laporan keuangan

 

Pengertian Laporan keuangan

 

Pengertian Laporan keuangan

Laporan keuangan merupakan tahap akhir dari proses akuntansi. Pada perusahaan dagang perseorangan laporan keuangan terdiri atas laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan neraca. Laporan keuangan yang perlu dibuat Toko Rejeki sebagai berikut.

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan laporan yang meng-ikhtisarkan pendapatan dan beban suatu perusahaan selama periode tertentu. Jika pendapatan lebih besar daripada beban, perusahaan memperoleh laba. Sebaliknya, jika pendapatan lebih kecil daripada beban, perusahaan menderita kerugian. Pada dasarnya ada dua cara yang dapat digunakan untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Pada sistem single step, semua pendapatan dijumlahkan dari atas ke bawah menjadi suatu kelompok, kemudian dikurangi dengan jumlah seluruh beban dalam periode tersebut. Pada sistem  multiple step, kelompok pendapatan dipisahkan menjadi dua, yaitu pendapatan operasional atau pendapatan dari kegiatan pokok perusahaan dan pendapatan nonoperasional atau pendapatan di luar kegiatan pokok perusahaan. Hal tersebut juga berlaku untuk beban yang dikelompokkan menjadi beban operasional dan nonoperasional.
Dalam rangka menyusun laporan keuangan dapat mengambil data dari kertas kerja pada lajur laba rugi. Angka pendapatan diambil dari lajur kreditnya, sedangkan beban diambil dari laju debitnya.
Laporan perhitungan laba rugi pada perusahaan dagang terdiri atas beberapa tahap, antara lain yaitu perhitungan pendapatan utama, perhitungan harga pokok penjualan, perhitungan beban operasional, dan perhitungan pendapatan serta beban luar usaha.
Penyusunan laporan rugi laba pada perusahaan dagang sedikit berbeda dengan perusahaan jasa, terutama adalah pada komponen harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan ini biasanya dibuat tersendiri di luar  laporan laba rugi (dibuat dalam lampiran perhitungan), setelah ditemukan hasilnya, jumlah nilai harga pokok penjualan tersebut dimasukkan dalam laporan laba rugi.

2. Laporan Perubahan Modal

Penyusunan laporan perubahan modal pada perusahaan dagang sama seperti pada perusahaan jasa. Data yang diperlukan untuk menyusun laporan perubahan modal yaitu jumlah modal pada awal periode, jumlah laba bersih atau rugi bersih pada periode yang bersangkutan, dan pengambilan pribadi pemilik tahun yang bersangkutan.

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode. Aliran kas suatu perusahaan dapat digolongkan, yaitu penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pembelanjaan.

4. Neraca

Neraca merupakan komponen laporan keuangan yang menunjukkan posisi kekayaan perusahaan. Penyusunan neraca pada perusahaan dagang sama seperti pada perusahaan jasa. Rekening-rekening yang ditunjukkan dalam neraca merupakan rekening-rekening riil yang terdiri atas harta, utang, dan modal. Penyajian laporan neraca untuk harta disusun berdasarkan urutan likuiditasnya, kewajiban disusun berdasarkan urutan jatuh temponya, dan modal disusun berdasarkan atas tingkat kekekalannya.

 

Neraca dapat disusun dengan berbagai bentuk penyajian, antara lain sebagai berikut:

a. Account Form
Neraca disusun secara mendatar yang terbagi dalam dua sisi. Dalam hal ini ada sisi debit dan kredit, debit untuk rekening harta, sedangkan kredit untuk rekening kewajiban serta modal.

b. Report Form
Neraca disusun menurun berbentuk laporan. Bagian teratas diisi dengan harta, kemudian kewajiban, dan yang terakhir modal. Bentuk ini tidak ada sisi debit ataupun kredit. Namun, sebagai pedomannya harta sama dengan kewajiban ditambah modal.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Budaya

Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta, karsa, dan rasa. Kata budaya sebenarnya dari bahasa Sangskerta budhayah yaitu bentuk jamak buddhi yang berarti budi dan akal. Dalam bahasa inggris, kata budaya berasal dari kata culture, dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata cutuur, dalam bahasa Latin, berasal dari kata colera. Colera yang berati mengolah, mengerjakan menyuburkan, mengembangkan tanah (bertani).

Kemudian pengertian tersebut berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Pengertian budaya atau kebudayaan menurut para ahli:

  • B. Tylor, yang menulis dalam bukunya yang terkenal “Primitive Culture”, bahwa kebudayaan adalah suatu keseluruhan kompleks, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  • Linton, dalam bukunya: “ The Cultural background of personality:, bahwa kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi hasil tingkah laku yang diperlajari, yang unsur-unsur pembentukannya didukung dan di teruskan oleh anggota dari masyarakat tertentu.
  • Koentjaraningrat, mengertikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
  • Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, mengatakan bahwa kebudayaan adalah suatu hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
  • Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh masyarakat.

Dari definisi-definisi di atas dapat ditarik di simpulkan bahwa kebudayaan adalah amat luas, meliputi seluruh dari kelakuan dan hasil kelakuan manusia, yang diatur oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar yang semuanya tersusun dalamkehidupan masyarakat.

Di dalam masyarakat kebudayaan sering diartikan sebagai the general body of the arts, yang meliputi seni sastra, seni musik, seni pahat, seni rupa, pengetahuan filsafat, atau bagian-bagian yang indah dari kehidupan masyarakat.

 

Di samping definisi-definisi di atas masih banyak ditemukan oleh para sarjana-sarjana Indonesia seperti:

  1. Sutan Takdir Alisyahbana: kebudayaan adalah manifestasi dari suatu Negara.
  2. Moh. Hatta: kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
  3. Mangunsarkono: kebudayaan adalah segala yang bersifat hasil kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
  4. Haji Agus Salim: kebudayaan adalah merupakan persatuan istilah budi dan daya menjadi makna sejiwa dan tidak dapat dipisah-pisahkan.
  5. Sidi Gazalba: kebudayaan adalah cara berpikir dan merasa yang menyatakan dairi dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia, yang membentuk kesatuan social dalam suatu ruang dan suatu waktu.

Definisi-defini diatas kelihatan berbeda, namun sebenarnya prinsipnya sama, yaitu sama-sama mengakui adanya ciptaan manusia. Jadi, kebudayaan sadalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.

 

Hasil buah budi (budaya) manusia itu dapat kita bagi menjadi 2 macam:

  • kebudayaan material (lahir), yaitu kebudayaan yang berwujud kebendaan, misalnya: rumah, gedung, alat-alat senjata, mesin-mesin, pakaian dan sebagainya.
  • Kebudayaan immaterial (spiritual= batin), yaitu: kebudayaan adat istiadat, bahasa, ilmu pengetahuan dan sebagainya.

 

Perwujudan Kebudayaan

Beberapa ilmuan seperti Talcott Parson (sosiologi) dan al Kroeber (Antropologi) mengajurkan untuk membedakan wujud kebudayaan secara tajam sebagai suatu sistem. Baca Juga: Lembaga Pendidikan Di mana wujud kebudayaan itu adalah sebagai suatu rangkaian tindakan atau aktivitas manusia yang berpola. Demikian pada J. J. Honigmann dalam bukunya The Word of Man (1959) membagi budaya dalam 3 wujud, yaitu: ideas, activities and artifact.

 

Kemudian Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaaan dibagi menjadi yaitu:

  1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide=ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma dan peraturan.
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks altivitaaas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Asbabun Nuzul

Asbabun Nuzul

Asbabun Nuzul

 

Asbabun Nuzul

Latar Belakang

Al-Qur’an bukanlah merupakan sebuah buku dalam pengertian umum, karena ia tidak pernah dikormulasikan tetapi diwahyukan secara berangsur-amgsur kepada Nabi Muhammad Saw sesuai dengan situasi yang menuntutnya. Al-Qur’an sendiri sangat menyadari kenyataan ini sebagai suatu yang akan menimbulkan keusilan dikalangan pembantahnya, seperti yang diyakini sampai sekarang, pewahyuan al-Qur’an secara total dan secara sekaligus itu tidak mungkin karena al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi kaum muslimin secara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada.Untuk memahami pesan dari al-Qur’an sebagai suatu kesatuan adalah dengan mempelajarinya dalam konteks latar belakangnya. Latar belakang yang paling dekat adalah kegiatan Nabi yang berlangsung selama dua puluh tiga tahun dibawah bimbingan al-Qur’an, jadi kita harus benar-benar memahami pesan al-Qur’an sebagai suatu keutuhan serta memahami bahasanya dan historisnya.

Dari sedikit paparan tentang al-Qur’an diatas, sehingga kita dapat menyadari betapa penting al-Qur’an bagi umat muslim, jd al-Qur’an bukan saja Cuma di baca dan di pahami maknanya, tetapi kita juga harus mengetahui penyebab mengapa ayat-ayat dalm al-Qur’an diturunkan oleh Allah atau sering disebut Asbabun Nuzul. Untuk dari itu agar kita lebih memahami tentang Asbabun Nuzul akan diperjelas pada halaman selanjutnya.

Pengertian Asbabun Nuzul

            Asbabun Nuzul secara bahasa berarti sebab turunnya ayat-ayat al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan Allah secara berangsur-angsur dalam masa lebih kurang 23 tahun. al-Qur’an diturunkan untuk memperbaiki aqidah, ibadah, akhlak, dan pergaulan manusia yang sudah menyimpang dari kebenaran.

Makna asbabun nuzul ialah sesuatu yang dengan sebabnya turun suatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung sebab itu yang memberikan jawaban tentang sebab itu, atau menerangkan hukumnya pada masa terjadinya peristiwa itu. Yakni suatu kejadian yang terjadi di zaman Rasullullah SAW. atau suatu pertanyaan yang dihadapkan kepada nabi dan di turunkanlah sesuatu atau beberapa ayat dari Allah SWT. yang berhubungan dengan kejadian itu, atau jawaban dari pertanyaan itu baik itu peristiwa yang merupakan pertengkaran ataupun merupakan kesalahan yang dilakukan suatu peristiwa atau suatu keinginan yang baik.

 

Latar belakang turunnya Al-Qur’an

Latar belakang turunnya al-Qur’an adakalanya berbentuk peristiwa dan adakalanya berbentuk pertanyaan.

Sebab-sebab turunnya ayat dalam bentuk peristiwa ada 3 macam :

1. peristiwa berupa pertengkaran

Perselisihan itu timbul dari intrik-intrik yang ditiupkan orang yahudi sehingga mereka berteriak-teriak. “senjata, senjata”. Peristiwa tersebut menyebabkan turunnya beberapa ayat dari firman Allah dalam Surah Ali Imran :

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. (QS. Ali-Imran [3] :100).

2. Peristiwa berupa kesalahan yang serius

Seperti halnya dalam surah al-kaafiruun, ia baca

Artinya :

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir. Aku akan menyembah apa yang kamu sembah.

            Dengan tanpa لأ pada لأَ أعبد peristiwa ini menyebabkan turunnya ayat :

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid). (QS. An Nisaa’ [4] : 43)

3. Peristiwa berupa cita-cita dan keinginan

            Sebagai contoh Imam al-Bukhari dan lainnya meriwayatkan dari Anas r.a. bahwa Umar berkata : “Aku sepakat dengan Tuhanku dalam tiga hal : Aku katakan kepada rasul bagaimana sekiranya kita jadikan makam Ibrahim tempat shalat.

 

Adapun sebab-sebab turun ayat dalam bentuk pertanyaan dapat dikelompokkan kepada 3 macam :

  1. Pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang telah lalu.
  2. Pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang sedang berlangsung pada waktu itu.
  3. Pertanyaan yang berhubungan dengan masa yang akan datang.

 

Asbabun nuzul yang dikemukakan diatas membawa kepada pembagian ayat-ayat Al-qur’an kepada dua kelompok :

  1. kelompok yang turun tanpa sebab
  2. kelompok yang turun dengan sebab tertentu

            Dapat diketahui bahwa tidak semua ayat-ayat mempunyai sebab turunnya. Bahkan banyak ayat yang menyambut keimanan, kewajiban, dan syari’at agama turun tanpa sabab al Nuzul. Karena pernyataan sebagian sahabat, seperti Ali, Ibn Mas’ud dan lain-lain, tentang tidak suatu ayat pun diturunkan kecuali salah seorang mereka mengetahui tentang apa ayat itu diturunkan, tentang siapa ayat itu diturunkan, dan dimana ayat itu diturunkan, seharusnya tidak dipahami. Pemahaman ini dipahami melalui beberapa kemungkinan.

Pertama    :     Dengan pernyataan seperti ini mereka bermaksud mengungkapkan betapa kuatnya perhatian mereka terhadap al-Qur’an dan mengikuti setiap keadaan yang berhubungan dengannya

Kedua      :     Mereka berbaik sangka apa yang mereka dengar dan saksikan pada masa Rasul menginginkan agar orang mengambil apa yang mereka ketahui itu sehingga tidak akan lenyap dengan berakhirnya hidup mereka.

Ketiga      :     Para periwayat menambah dalam periwayatannya dan membangsakan kepada sahabat.

            Al-Qur’an turun kepada nabi disetiap waktu dalam rentang waktu lebih kurang 23 tahun. Ayat-ayat al-Qur’an tidak selamanya turun ketika Nabi berada dalam mesjid dan diwaktu siang hari. Al-Qur’an bisa turun ketika Nabi berada di Madinah, di Makkah, Arafah dalam perjalanan, di waktu siang dan malam hari. Tentunya para sahabat tidak mungkin mengikuti Nabi setiap waktu.

            Memang dimaklumi bahwa para sahabat mempunyai semangat yang tinggi untuk mengikuti perjalanan turunnya wahyu. Intensitas keimanan yang tinggi dan kecintaan mereka kepada Nabi telah mendorong mereka untuk memberikan perhatian maksimal kepada apa yang dibawa Nabi sehingga mereka bukan saja berupaya menghafal ayat-ayat al-Qur’an, tetapi juga mereka melestarikan sunnah Nabi. Karena itu, segala apa yang diketahui tentang sebab-sebab turunnya al-Qur’an diperoleh dari mereka.

            Para ulama salaf sangat berhati-hati dalam menerima dan meriwayatkan Asbab al-Nuzul. Muhammad Ibn Sirin (w.110 H.) : pernah bertanya kepada ‘Ubaidah tentang suatu ayat al-Qur’an. Ia menjawab : “Bertakwalah kepada Allah dan katakanlah yang benar. Telah pergi orang-orang yang mengetahui tentang hal kepada siapa ayat itu diturunkan”.

            Akan tetapi, kewaraan dan kehati-hatian semacam ini tidak sampai menghalangi mereka untuk menerima riwayat sahabat dalam masalah asbab al-Nuzul, sesungguhnya perkataan seorang sahabat tentang sesuatu yang tak dapat dijangkau dengan nalar dan ijtihad, tetapi dasarnya adalah periwayatan dan pendengaran, dipahami bahwa sahabat mendengar dari Nabi SAW. Sebab, sulit sekali diterima akal bahwa sahabat mengatakan yang demikian dari pendapatnya sendiri.

Al-Wahidi berkata :“Tidak boleh memperkatakan tentang sebab-sebab turun al-Qur’an melainkan dengan dasar riwayat dan mendengar dari orang-orang yang menyaksikan ayat itu diturunkan dan mengetahui sebab-sebab turunnya serta membahas pengertiannya”.

Al-Hakim menjelaskan dalam ilmu hadits bahwa apabila seorang sahabat yang menyaksikan masa wahyu dan al-Qur’an diturunkan, meriwayatkan tentang suatu ayat al-Qur’an bahwa ayat tersebut turun tentang sesuatu (kejadian), maka hadits itu dipandang hadits musnad.

            Berdasarkan keterangan di atas, maka asbabun nuzul yang diriwayatkan dari seorang sahabat diterima sekalipun tidak dikuatkan dan didukung oleh riwayat yang lain. Adapun sabab al-Nuzul dengan hadits mursal, yaitu hadits yang gugur dari sanadnya seorang sahabat dan mata rantai periwayatnya hanya sampai kepada seorang tabi’i, maka riwayat seperti ini tidak diterima kecuali sanadnya sahih dan dikuatkan oleh hadits mursal lainnya. Disamping itu, periwayatnya harus pula termasuk imam-imam tafsir yang mengambil tafsirnya dari para sahabat, seperti Mujtahid, Ikrimah, dan Sa’id Ibn Jubair. Dengan demikian, para ulama menetapkan bahwa tidak ada jalan untuk mengetahui asbab al-Nuzul kecuali melalui riwayat yang sahih. Asbab al-Nuzul dari suatu ayat atau sekelompok ayat tidak selamanya datang dari satu riwayat. Tidak jarang riwayat-riwayat asbab al-Nuzul bagi ayat tertentu berbeda-beda yang kadang-kadang memerlukan tarjih. Untuk melakukan tarjih diperlukan analisis dan ijtihad.

 

Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun, dibagi kepada :

  • Ta’addud al-Asbab Wa al-Nazil Wahid (sebab turunnya lebih dari satu dan inti persoalannya yang terkandung dalam ayat atau sekelompok ayat yang turun satu).
  • Ta’addud al-Nazil Wa al-Sabab Wahid (inti persoalan yang terkandung dalam ayat atau sekelompok ayat yang turun lebih dari satu sedang sebab turunnya satu).

Sebab turun ayat disebut “Ta’addud” bila ditemukan dua riwayat yang berbeda atau lebih tentang sebab turun suatu ayat atau sekelompok ayat tertentu. Sebaliknya, sebab turun itu disebut Wahid atau tunggal bila riwayatnya hanya satu. Suatu ayat atau sekelompok ayat yang turun disebut Ta’addud al-Nazil, bila persoalan yang terkandung dalam ayat yang turun sehubungan dengan sebab tertentu lebih dari satu persoalan.

Jika ditemukan dua riwayat atau lebih tentang sebab turun ayat dan masing-masing menyebutkan suatu sebab yang jelas dan berbeda dari yang disebutkan lawannya, maka kedua riwayat diteliti dan dianalisis.

 

Permasalahannya ada empat bentuk yaitu :

  1. Salah satu dari keduanya sahih dan lainnya tidak.
  2. Keduanya sahih, satunya mempunyai penguat dan lainnya tidak.
  3. Keduanya sahih dan keduanya sama-sama tidak mempunyai penguat (murajjih). Akan tetapi, keduanya dapat diambil sekaligus.
  4. Keduanya sahih, tidak mempunyai penguat dan tidak mungkin mengambil keduanya sekaligus.

 

Ungkapan-Ungkapan Sabab Al-Nuzul

Ungkapan-ungkapan yang digunakan para sahabat untuk menunjukkan sebab turunnya al Qur’an tidak selamanya sama.

Ungkapan-ungkapan itu ada beberapa bentuk yaitu sebagai berikut :

1. Sabab al-Nuzul disebutkan dengan ungkapan yang jelas, seperti :

سَبَبُ نُزوْ لِ هذِ هِ اْ لا يَةِ كَذَ ا(Sebab turun ayat ini demikian). Dan tidak mengandung kemungkinan makna lain.

2. Sabab al-nuzul tidak ditunjukkan dengan lafal sabab, tetapi dengan mendatangkan lafal ف setelah pemaparan suatu peristiwa atau kejadian yang menunjukkan peristiwa itu adalah sebab bagi turunnya ayat tersebut.

3. Sabab al-Nuzul dapat dipahami melalui konteks dan jalan ceritanya, seperti sebab turunnya ayat tentang ruh yang diriwayatkan dari Ibn Mas’ud

4. Sabab al-Nuzul mengandung makna sebab dan makna lainnya, yaitu tentang hukum kasus atau persoalan yang sedang dihadapi. Menurut al-Zarqani, satu-satunya jalan untuk menentukan salah satu dari dua makna yang terkandung dalam ungkapan itu adalah konteks pembicaraannya. Al-Zarqani menjelaskan bahwa jika ditemukan dua ungkapan tentang persoalan yang sama, salah satu daripadanya secara nash menunjukkan sebab turunnya suatu ayat atau sekelompok ayat, sedang lainnya tidak demikian, maka diambil ungkapan yang pertama dan yang lainnya dianggap penjelasan bagi hukum yang terkandung dalam ayat tersebut. Misalnya riwayat al-Bukhari dari Ibn Umar. Ibn Umar berkata : ”Masalah mendatangi (menggauli) perempuan-perempuan pada dubur mereka”.

 

Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun, dibagi kepada :

  • Ta’addud al-Asbab Wa al-Nazil Wahid (sebab turunnya lebih dari satu dan inti persoalannya yang terkandung dalam ayat atau sekelompok ayat yang turun satu).
  • Ta’addud al-Nazil Wa al-Sabab Wahid (inti persoalan yang terkandung dalam ayat atau sekelompok ayat yang turun lebih dari satu sedang sebab turunnya satu).

Ungkapan-ungkapan yang digunakan para sahabat untuk menunjukkan sebab turunnya al Qur’an tidak selamanya sama.

 

Ungkapan-ungkapan itu ada beberapa bentuk yaitu sebagai berikut :

1. Sabab al-Nuzul disebutkan dengan ungkapan yang jelas, seperti :

سَبَبُ نُزوْ لِ هذِ هِ اْ لا يَةِ كَذَ ا(Sebab turun ayat ini demikian). Dan tidak mengandung kemungkinan makna lain.

2. Sabab al-nuzul tidak ditunjukkan dengan lafal sabab, tetapi dengan mendatangkan lafal ف setelah pemaparan suatu peristiwa atau kejadian yang menunjukkan peristiwa itu adalah sebab bagi turunnya ayat tersebut.

3. Sabab al-Nuzul dapat dipahami melalui konteks dan jalan ceritanya, seperti sebab turunnya ayat tentang ruh yang diriwayatkan dari Ibn Mas’ud.

4. Sabab al-Nuzul mengandung makna sebab dan makna lainnya, yaitu tentang hukum kasus atau persoalan yang sedang dihadapi.

Kesimpulan:

Asbabun Nuzul adalah sebab-sebab turunnya suatu ayat dari Allah SWT secara berangsur-angsur baik bentuk peristiwa maupun berbentuk pertanyaan. Baca Juga: Rotasi Bumi Dan ayat-ayat al-Qur’an tidak selamanya turun ketika Nabi SAW. berada didalam mesjid dan diwaktu siang hari. Karena ayat al-Qur’an juga bisa diturunkan ketika Nabi berada di Madinah, Mekkah, Arafah dalam perjalanan dan juga dikarenakan sahabat mempunyai semangat yang tinggi untuk mengikuti perjalanan turunnya wahyu dan juga melestarikan sunnahnya Nabi.