Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidikan Sistem Ganda

Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidikan Sistem Ganda

Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidikan Sistem Ganda

Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidikan Sistem Ganda

Berbagai permasalahan yang muncul dalam

sistem pendidikan kita. diantaranya adalah: pertama, rendahnya kualitas atau mutu pendidikan. Kedua, adalah belum adanya pemerataan dalam memperoleh akses di bidang pendidikan. Ketiga, adalah tidak adanya efisiensi dalam penyelenggaraan pendidikan.
Disamping itu persoalan yang keempat adalah belum adanya demokratisasi pendidikan. Peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan masih sangat terbatas. Khusus untuk sekolah kejuruan, persoalan yang dirasakan sangat penting berkaitan dengan ketidakmampuan lulusan dalam memasuki lapangan kerja. Hal itu disebabkan karena kualitas lulusan yang memang jauh dari kehendak pasar. Disamping itu juga adanya ketidaksesuaian antara ”supply” lulusan dengan kecilnya “demand”.
Salah satu bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk mengantisipasi hal itu adalah Kebijakan Pendidikan Sistem Ganda (dual system). Sistem ini berusaha mengintegrasikan kepentingan dunia pendidikan dengan dunia industri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik pengetahuan, ketrampilan maupun etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja, sehingga siap masuk ke pasaran kerja Melalui PSG diharapkan ada kesesuaian antara mutu dan kemampuan yang dimiliki lulusan, dengan tuntutan dunia kerja.
Pendidikan Sistem Ganda yang diselenggarakan pada sekolah menengah kejuruan merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan “link and match” antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Bentuk penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda menekankan pada pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sitematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program keahlian yang diperoleh langsung di perusahaan.
Hasil kajian yang dilakukan oleh Mardi Rasyid (dalam Ruchiat, 2002: 5), menemukan adanya masalah pokok yang dialami dalam melaksanakan PSG adalah: 1) Industri yang menjadi mitra sekolah belum mampu ikut merencanakan kegiatan belajar siswa dalam membentuk profesionalisme siswa, 2) Sekolah harus dapat mempersiapkan siswa untuk memperoleh ketrampilan yang sesuai dengan bidang yang ditekuni, 3) Visi dan misi program PSG dalam pelaksanaannya masih sangat bervariasi, termasuk didalamnya persepsi dari para guru, instruktur dan kepala sekolahnya.
Erwin Kurniadi (1995) berhasil mengidentifikasi empat kendala utama pelaksanaan PSG antara lain: 1) Umumnya peserta belum mempunyai kemampuan dasar yang memadai, 2) Mentalitas peserta masih belum siap untuk memasuki dunia kerja, khususnya dalam hal budaya kerja dan disiplin kerja, 3) Terlalu banyaknya tenaga dan pikiran yang dikeluarkan untuk memahami padatnya modul yang disediakan oleh sekolah, 4) Sarana yang disediakan pihak sekolah belum mampu mengikuti perkembangan IPTEK di dunia usaha.
Jaringan Penelitian Depdikbud Jawa tengah tahun 1995, menemukan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan program PSG antara lain adalah: 1) Ketidaksiapan instansi atau perusahaan yang menjadi partner kerjasama dalam menyediakan peralatan, jenis pekerjaan dan teknologi yang sesuai dengan sekolah menengah kejuruan, 2) Ketidaksiapan sekolah dalam merencanakan kurikulum, guru, pelaralatan, waktu dan dana yang tersedia, 3) Kurang tersosialisasikannya program PSG pada pemerintah daerah dan masyarakat.
Badan Litbang Depdikbud (Kompas, 20 Nopember 1995) dalam penelitiannya juga mengidentifikasi sejumlah hambatan yaitu: 1) Tidak seragamnya kualitas siswa sehingga sering menjadikan perusahaan tak dapat menggali potensi maksimal siswa dan membuat pekerjaan yang dihadapi siswa kurang memberikan nilai tambah, 2) Keterbatasan jumlah Sumber Daya Manusia di perusahaan dalam memantau jumlah siswa, sehingga penilaiannya menjadi kurang akurat, 3) Muatan kurikulum SMK yang cenderung sarat dengan berbagai materi yang dianggap bagus dan penting berdasarkan pertimbangan disiplin keilmuan akan tetapi tak jelas kaitannya dengan pembentukan keahlian yang harus dikuasai siswa, 4) Sistem pembelajaran yang terjadi masih sangat berorientasi kepada pemenuhan tuntutan formal program kurikulum sekolah, 5) Orientasi program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) lebih berat pada perusahaan besar dibanding pada perusahaan kecil dan menengah.
Namun apakah semua sekolah mempunyai kecenderungan yang sama? 

Pertanyaan diatas mendorong perlunya dilakukan evaluasi atas pelaksanaan PSG tersebut. Penelitian dilakukan di Sekolah Tehnik Menengah/ SMK Negeri 2 di Kabupaten Klaten, karena merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan negeri yang dianggap berhasil di Kabupaten Klaten, sehingga sering dijadikan barometer bagi sekolah kejuruan yang lainnya. Untuk itu maka evaluasi dilakukan.


Sumber: https://civitas.uns.ac.id/kasiono/seva-mobil-bekas/

Analisis Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)

Analisis Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)

Analisis Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)

Analisis Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)

Berbicara tentang kebutuhan akan sumber daya manusia

tentunya sangat berkaitan dengan adanya tenaga terampil tingkat menengah yang sangat dibutuhkan dalam era industri dimasa yang akan datang. Dalam PP 29 tahun 1990 pasal 2 ayat 2 secara eksplisit disebutkan bahwa pendidikan menengah kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesionalisme siswa. Seiring dengan itu Arikunto (1988) mengemukakan bahwa pendidikan kejuruan dapat diklasifikasikan dalam jenis pendidikan khusus, sebab pendidikan yang disediakan hanya dipilih orang yang memiliki minat khusus untuk menyiapkan dirinya bagi lapangan kerja di masa datang.
Berdasarkan uraian di atas pendidikan kejuruan dimaksudkan sebagai pendidikan khusus yang bertujuan menyiapkan individu untuk memasuki dunia kerja tertentu. Pendidikan kejuruan meliputi ketrampilan atau keahlian, pengetahuan dan sikap mental.
Wardiman (1994) dalam kaitannya dengan strategi pengembangan pendidikan di tanah air, telah memunculkan satu termologi yaitu konsep link and match. Secara sederhana konsep ini diartikan sebagai upaya mengarahkan lembaga pendidikan untuk mengeluarkan output yang tidak sekedar tempat mengembangkan kemampuan dan keahliannya melainkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara program pendidikan di sekolah dengan kebutuhan masyarakat, dipertanyakan kembali khususnya dalam pengembangan pendidikan menengah kejuruan. Beberapa pakar menenggarai, program pendidikan kejuruan saat ini kurang terkait dan kurang sesuai dengan kebutuhan ketenaga kerjaan di industri. Secara tajam Wardiman (1994) menyoroti keadaan pendidikan kejuruan yang demikian tersebut sebagai pendidikan demi pendidikan. Dalam arti seakan-akan guru sudah puas apabila telah melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah sesuai dengan program yang tercantum pada kurikulum, kemudian melaksanakan evaluasi dan menerbitkan STTB. Melihat pendidikan kejuruan yang demikian, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berusaha mengembangkan pendidikan kejuruan melalui program pendidikan sistem ganda. Melalui program sistem ganda diharapkan, keterkaitan antara program pendidikan kejuruan dengan kebutuhan tenaga kerja industri dapat dioptimalkan.
Menurut Soewarni, dalam (Wena, 1996: 228) proses pelaksanaan Praktek Kerja Industri dilakukan oleh siswa di industri, baik berupa industri besar, menengah maupun industri kecil atau industri rumah tangga. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini, proses langkahlangkah pelaksanaan praktek harus tetap mengacu pada desain pembelajaran yang telah ditetapkan. Disamping itu, pelaksanaan praktek kerja industri dapat berupa “day release” atau berupa “block release” atau kombinasi keduanya.

Wena (1996: 228) mengungkapkan bahwa pada dasarnya tahapan pelaksanaan Praktek Kerja Industri meliputi: 1) Perencanaan Praktek Kerja Industri. Dalam perencanaannya, Praktek Kerja Industri ini melibatkan beberapa pihak yaitu pihak sekolah, siswa, orang tua siswa, dan institusi pasangan (Dunia Usaha/Dunia industri). 2) Pengorganisasian Praktek Kerja Industri Pengorganisasian Praktek Kerja Industri adalah salah satu upaya untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di sekolah dan di institusi pasangan (Dunia Usaha/Dunia industri). 3) Penyelenggaraan Praktek Kerja Industri. Menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta pengembangan sikap proesional, menyiapkan siswa agar mampu memilih karir, berkompetensi dan mengembangkan diri, menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, menyiapkan tamatan agar menjadi warga negara yang produktif, aktif, dan kreatif.


Sumber: https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/seva-mobil-bekas/

Pemupukan

Pemupukan


Untuk mendapatkan produksi kayu sengon yang sesuai dengan harapan kita, tidak ada salahnya jika kita memanfaatkan jasa pemupukan. Selain pupuk kandang yang telah diberikan pada saat pembuatan lubang tanam, juga disusul dengan penggunaan pupuk anorganik. Pada umur 3-4 bulan sejak tanam, diberikan pupuk sebanyak 40 kg urea, 80 kg ZA, 120 kg TSP, dan 160 kg KCl. Kemudian, dengan dosis yang sama diulangi lagi pada awal tahun kedua. Caranya pupuk tersebut dimasukkan ke dalam tanah, melingkari tanaman sengon, berjarak 10-15 cm.

d. Penjarangan
Tujuan penjarangan adalah untuk memberikan kesempatan tumbuh lebih leluasa bagi tanaman sengon yang tinggal. Biasanya penjarangan dilakukan pada saat tanaman berumur 3 tahun, karena tajuknya sudah merapat. Penjarangan ini dapat menghasilkan tambahan pendapatan, karena batang sengon sudah mencapai diameter sekitar 10-15 cm, sehingga dapat digunakan bahan baku pembuatan kertas.
Cara penjarangan, pohon-pohon sengon ditebang menurut sistem “untu walang” (gigi belalang) yakni:dengan menebang selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman.

e. Pengendalian Hama dan Penyakit

Dari sekitar 12 jenis penyakit sengon, hanya dua yang perlu diwaspadai; karat puru (kankernya sengon) dan ulat penggerek (uter). penyakit dan hama lainnya seperti kambing, serbuan ribuan ulat, jamur nyaris lebih mudah ditanggulangi. bahkan serbuan ribuan ulat yang sampai menghabiskan daun sampai 100% juga tidak perlu dirisaukan. penyakit tahunan ini bahkan menjadi hiburan tersendiri karena ketika serangan itu terjadi, kita seperti mendengar musik alam yang serempak “krak..krak..krak…” sangkin banyaknya ulat memakan daun dalam waktu bersamaan.
Kita bahas dulu hama uter (ulat penggerek). jenis ulat ini mulai memakan batang sejak umur 0 tahun. biasanya mereka masuk ke batang, kemudian memangsa habis bagian tengah sebagai inti sel penyalur makanan dari akar. akibatnya pohon mengalami layu batang pada daun bagian atas, akibat suplai makanan terhenti. tapi saat menyerang batang berumur 3-5 tahun menyebabkan batang berlubang tapi tidak sampai menyebabkan kematian. hanya menyebabkan harga jual berkurang rp200 ribu per m3. Hama ini mudah sekali diketahui gejalanya. kalau pohon tiba-tiba layu dan ada lubang kecil di batangnya, itu tanda sengon terserang uter. nah, kalau lihat gejalanya segera lakukan pencegahan, caranya kupas kulit batang sengon dari atas sampai bawah, laiknya orang telanjang. cara ini terbukti bisa mencegah uter sampai 98%. menelanjangi pohon menyebabkan inti batang menjadi panas. dan akan menyebabkan uter mati secara per lahan. dan lobang batang akan tertutup kembali.

sumber :

Pemeliharaan

Pemeliharaan


Sesudah bibit sengon ditanam, tidak berarti seluruh pekerjaan selesai. Dalam kenyataan, sering kali pengusahaan sengon tidak memperhatikan segi pemeliharaannya. Akibatnya sudah dapat diduga, yakni produksi kayu sengon yang didapatkan pastilah dibawah rata-rata.
Untuk memperoleh produksi dan mutu kayu sengon yang sesuai dengan harapan kita, tindakan pemeliharaan tidak boleh dilupakan. Tidak jauh berbeda dengan manusia, yang sejak bayi perlu dirawat secara baik, demikian pula tanaman pada umumnya – termasuk sengon – mutlak membutuhkan pemeliharaan. Pemeliharaan tanaman sengon meliputi: penyulaman, penyiangan, pemupukan, penjarangan, serta pengendalian hama dan penyakit.

a. Penyulaman

Sekitar 2-3 minggu setelah tanam, hendaknya diadakan pemeriksaan ke kebun sengon. Bila ditemukan pertumbuhan sengon yang layu, atau malah sudah mati, secepatnya dilakukan penyulaman. Agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain, sebaiknya dipilih bibit yang baik disertai pemeliharaan yang intensif. Penyulaman ini berguna untuk mengetahui jumlah tanaman yang sesungguhnya, dan nantinya digunakan untuk memprediksi produk sengon yang dihasilkan.
b. Penyiangan
Gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman sengon hendaknya dibersihkan, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur-unsur hara dapat berjalan secara optimal. Disamping itu, tindakan penyiangan juga dimaksudkan untuk mencegah datangnya hama dan penyakit yang biasanya menjadikan rumput atau gulma lain sebagai sebagai tempat persembunyian, sekaligus untuk memutus daur hidupnya.
Pada tahun-tahun permulaan sejak penanaman, tindakan penyiangan merupakan hal yang amat penting untuk dilakukan, agar pertumbuhan tanaman sengon tidak kerdil atau terhambat. Penyiangan selanjutnya dilakukan pada awal maupun akhir musim penghujan, karena pada waktu itu banyak gulma yang tumbuh.

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/

Nasikh

Nasikh

Nasikh menurut bahasa berarti sesuatu yang menghapuskan menghilangkan, atau yang memindahkan atau yang mengutip/ menyalin serta mengubah dan mengganti. Jadi, hampir sama dengan pengertian nasakh menurt bahasa seperti yang diterangkan diatas. Bedanya, nasakh itu kata masdar, sedangakan nasikh ini isim fa’il, sehingga berarti pelakunya. Sedangkan pengertian nasikh menurut istilah, ada dua macam, yaitu:

  1. Nasikh ialah hukum syarak atau dalil syarak yang menghapuskan/ mengubah hukum/ dalil syarak yang terdahulu dan menggantinya dengan ketentuan hukum yang baru yang dibawahnya.
  2. Nasikh itu ialah Allah SWT, bahwa sebenarnya yang menghapus dan menggantikan hukum syarak itu ialah Allah SWT, tidak ada yang lain. Sementara itu, Quraish Shihab menyatakan bahwa ulama-ulama mutaqqaddimin dan muta’akhirin tidak sepakat dalam memberikan pengertian nasikh secara terminologi. Para ulama itu memperluas arti nasikh hingga mencangkup:

ü     Pembatalan hukum yang ditetapkan oleh hukum yang ditetapkan kemudian

ü     Pengecualian hukum yang bersifat umum oleh hukum yang spesifik yang datang kemudian

ü     Penjelasan susulan terhadap hukum yang bersifat ambigius

ü     Penetapan syarat bagi hukum yang datang kemudian guna membatalkan atau merebut.

 

  1. Mansukh

Mansukh menurut bahasa, berarti sesuatu yang dihapus/ dihilangkan/ dipindah ataupun disalin. Sedangkan menurut istilah menurut istilah para ulama, mansukh ialah hukum syarak yang diambil dari dalil syarak yang pertama, yang belum diubah dengan dibatalkan dan diganti dengan hukum dari dalil syarak baru yang datang kemudian.

Tegasnya, dalam mansukh itu adalah berupa ketentuan hukum syarak pertama yang telah diubah dan diganti dengan yang baru, karena adanya perubahan situasi dan kondisi yang menghendaki perubahan dan penggantian hukum tadi.

sumber :

Nasakh

Nasakh

Belum ada kesepakatan diantara para ulama mengenai pengertian nasakh, baik menurut bahasa ataupun istilah, sehingga masih selalu ada beberapa penngertian untuk masing-masingnya. Menurut bahasa, kata nasakh sedikitnya mempunyai beberapa macam arti, sebagai berikut:

  1. Menghapus/ meniadakan (Al-Izalah Wal I`daam). Yakni kata nasakh itu berarti menghapuskan atau menghilankannya.
  2. Memindahkan sesuatu yang tetap sama (At-Tahwill Ma`a Baqaa`ihi fi Nafsihi). Yakni, nasakh itu berarti memindahkan suatu barang dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi barang itu tetap sama saja.
  3. Menyalin/ mengutip (An-Naqlu Min Kitaabin IIaa Kitaabin). Yakni, nasakh diartikan dengan menyalin/mengutip tulisan dari buku ke dalam buku lain, dengan tetap adannya persamaan antara salinan/ kutipan dengan yang disalin/ dikutip.

Dengan arti mengubah dan membatalkan sesuatu dengan menempatkan sesuatu yang lain sebagai gantinya (At-Taghyir wal Ibthaal wa Iqaamatisy Sya`I Maqaamahu). Yakni, nasakh itu diartikan dengan mengubah sesuatu ketentuan/ hukum, dengan cara membatalkan ketentuan hukum yang ada, diganti dengan hukum baru yang lain ketentuannya.

Para ahli bahasa berbeda pendapat ketika menyebutkan beberapa macam arti diatas. Manakah arti yang paling hakiki bagi makna nasakh? Apakah semua makna iyu memang makna yang sebenarnya? Dari sisi terminologi/ istilah, apabila memperhatikan kata naskhdalam istilah ulama al-Quran dan para mufasir, kita mendapati bahwa kata ini telah melewati berbagai perkembangan sehingga sampai menjadi arti khusus sampai sekarang. Proses ini dimulai sejak periode pertama ketika para sahabat mengataka nasakh hanya sekedar pertentangan satu ayat dengan ayat yang laindalam kejelasan ayatnya. Dari empat macam arti nasakh menurut bahasa tersebut, ternyata hanya ada satu arti naskh yang relevan dengan arti naskh menurut “istilah,” sebagaimana keterangan berikut. Yakni, arti At-Taghyir wal Ibthaal wa Iqaamatisy Sya`I Maqaamahu.

Sebab, inti pengertian nasakh menurut istilah adalah mengubah ketentuan hukum/ peraturan dengan cara membatalkan hukum/ peraturan yang pertama diganti dengan yang baru, ynag lain ketentuannya. Pengertian nasakh menurut “istilah” ini hanya sejalan dengan arti nasakh: At-Taghyir wal Ibthaal wa Iqaamatisy Sya`I Maqaamahu. Berbeda dengan arti nasakh: Al-Izalah Wal I`daam yang mempunyai arti ” menghapus atau meniadakan “. Arti ini tidak cocok dengan arti nasakh menurut istilah, yang harus ada penggantinya.

Begitu juga arti nasakh: At-Tahwill Ma`a Baqaa`ihi fi Nafsihi, yang hanya mempunyai arti “memindahkan.” Arti ini juga tidak cocok dengan arti menurut istilah. Sebab, arti memindahkan itu menunjukkan bahwa apa yang dipindahkan dari stu tempat ke tempat lain itu tetap sama adanya, sedangkan arti nasakh menurut “istilah” itu menunjukkan bahwa hukum/ peraturan yang diubah itu berbeda ketentuannya dengan hukum yang baru sebagai panggantinya. Juga arti nasakh: An-Naqlu Min Kitaabin IIaa Kitaabin, arti ini juga tidak cocok dengan arti nasakh menurut “istilah”. Sebab, salinan/ kutipan itu pada dasarnya tentu sama dengan yang disalin/ dikutip sehingga tidak relevan dengan arti nasakh menurut istilah, dimana ketentuan hukum/ peraturan baru itu tentu selalu berbeda dengan ketentuan hukum/ peraturan lama yang sudah diubah.

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/

Dewan Perwalian

Dewan Perwalian

Dewan Perwalian terdiri dari:

  1. a)anggota yang menguasai daerah perwalian,
  2. b)anggota tetap dewan keamanan,
  3. c)sejumlah anggota yang dipilih selama 3 tahun oleh sidang umum.

Tugas dan fungsi Dewan Perwalian adalah:

  1. a)Mengusahakan kemajuan penduduk daerah perwalian dalam negara untuk mencapai kemerdekaan sendiri.
  2. b)Memberikan dorongan untuk menghormati hak-hak manusia.
  3. c)Melaporkan hasil pengawasan kepada sidang umum PBB.

Piagam PBB menyatakan bahwa kolonialisasi harus dihapuskan. Oleh sebab itu, daerah yang belum merdeka diusahakan oleh Dewan Perwalian untuk mendapatkan kemerdekaannya. Pada umumnya sekarang daerah-daerah perwalian itu sudah merdeka.

5) Mahkamah Internasional

Mahkamah Internasional dapat mengadili semua perselisihan yang terjadi antarnegara bukan anggota PBB. Dalam penyelesaian ini, jalan damai yang selaras dengan asas-asas keadilan dan hukum internasional digunakan. Mahkamah Internasional terdiri atas 15 orang hakim yang dipilih dari 15 negara berdasarkan kecakapannya dalam hukum. Adapun syaratsyarat untuk dapat dipilih menjadi seorang hakim meliputi:

  1. a)mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidang kehakiman,
  2. b)mempunyai reputasi atau nama baik internasional dan terhormat,
  3. c)mampu memeriksa dan mengadili setiap persoalan yang diajukan,
  4. d)dalam mengambil keputusan berpedoman kepada sumber hukum internasional.

6) Sekretariat

Sekretariat terdiri atas sekretaris jenderal dan sekretaris jenderal pembantu yang bertugas sebagai berikut:

  1. a)mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka penyelenggaraan pertemuan yang akan diadakan oleh majelis umum dan badan-badan utama lainnya,
  2. b)melaksanakan keputusan yang telah dihasilkan oleh badan-badan PBB dengan sebaikbaiknya.

d.Peranan PBB bagi Dunia dan Indonesia

  1. Peranan PBB bagi dunia internasional
  2. Bidang keamanan dan perdamaian
  3. Bidang ekonomi
  4. Bidang sosial, budaya, kesehatan dan kemanusiaan
  1. Peranan PBB bagi Bangsa dan Negara Indonesia
  2. Ketika revolusi Nasional sedang berkobar untuk melawan kolonial belanda di negara kita
  3. Pada masa perang colonial ke-2 antara Indonesia dan Belanda
  4. Pada saat perjuangan pembebasan Irian Barat.

sumbr ;

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/

Konsep Dasar Dalam Fisiologi

Konsep Dasar Dalam Fisiologi

Sebelum melangkah ke dalam kajian tentang fungsi tubuh, marilah kita kenali beberapa konsep penting yang sangat kita perlukan untuk mempelajari fisiologi hewan. Konsep dasar yang dimaksud meliputi konsep tentang lingkungan internal,cairan tubuh, homeostasis, regulasi, dan adaptasi. Mengapa konsep tersebut dianggap sebgai konsep dasar dalam mempelajari fungsi tubuh? Setiap system hidup (pada semua tingkatan) selalu bereaksi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Pada tahun 1879, seorang ahli fisiologi asal Perancis bernama Claude Bernard mengusulkan suatu syarat penting bagi hewan yang ingin dapat bertahan hidup dilingkungannya yakni bahwa hewan harus mempertahankan stabilitas pada lingkungan internal atau cairan tubuhnya. Pada tahun 1855, Bernard mengemukakan bahwa penyebab terjadinya berbagai reaksi yang menstabilkan lingkungan internal ialah adanya senyawa khusus yang dihasilkan oleh semua organ dan dikeluarkan ke cairan jaringan.peryataan tersebut menjadi pelopor munculnya gagasan mengenai hormone dan regulasi atau pengaturan kimia.

Pada tahun 1929 W.B Cannor, seorang ahli fisiologi asal Amerika, mengembangkan gagasan Bernard dan memperkenalkannya dengan istilsh homeostasis. Homeostasis ialah keadaan lingkungan internal yang konstan dan mekanisme yang bertanggung jawab atas keadaan konstan tersebut. Lingkungan internal ialah cairan dalam tubuh hewan yang merupakan tempat hidup bagi sel penyusun tubuh. Cairan tubuh hewan meliputi darah, cairan interstisial, cairan selomik, dan cairan lain yang terdapat dalam tubuh. Untuk dapat bertahan hidup, hewan harus menjaga stabilitas lingkungan internalnya antara lain keasaman atau pH, suhu tubuh, kadar garam, kandungan air, dan kandungan nutrein atau gizi. Mamalia (golongan hewan yang memiliki kelenjar susu) dan aves (golongan burung) memiliki kemampuan mengatur berbagai faktor tersebut dengan sangat tepat. Oleh karena itu avae dan mamalia disebut regulator.

baca juga :

POS-POS TERBARU

Bidang-bidang fisiologi

Bidang-bidang fisiologi

Fisiologi di bidang kedokteran berperan sangat besar. Akibat mendalamnya kajian, terdapat beberapa sub bidang :

  • Elektrofisiologi berkaitan dengan cara kerja saraf dan otot;
  • neurofisiologi mempelajari fisiologi otak;
  • fisiologi sel menunjuk pada fungsi sel secara individual.

Banyak bidang yang berkaitan dengan fisiologi, di antaranya adalah Ekofisiologi yang mempelajari pengaruh lingkungan terhadap perubahan fisiologi dalam tubuh hewan dan tumbuhan. Genetika bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi fisiologi hewan dan tumbuhan. Tekanan lingkungan juga sering menyebabkan kerusakan pada organisme eukariotik. Organisme yang tidak hidup di habitat akuatik harus menyimpan air dalam lingkungan seluler. Pada organisme demikian, dehidrasi dapat menjadi masalah besar.

Dehidrasi pada manusia dapat terjadi ketika terdapat peningkatan aktivitas fisik. Dalam bidang fisiologi keolahragaan, telah dilakukan berbagai penelitian mengenai efek dehidrasi terhadap homeostasis.

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/

Sejarah Fisiologi

Sejarah Fisiologi

Fisiologi eksperimental diawali pada abad ke-17, ketika ahli anatomi William Harvey menjelaskan adanya sirkulasi darah. Herman Boerhaave sering disebut sebagai bapak fisiologi karena karyanya berupa buku teks berjudul Institutiones Medicae (1708) dan cara mengajarnya yang cemerlang di Leiden. William Harvey (1 April 1578 – 3 Juni 1657) ialah dokter yang mendeskripsikan sistem peredaran darah yang dipompakan sekeliling tubuh manusia oleh jantung, ini mengembangkan gagasan René Descartes yang dalam deskripsi tubuh manusianya bahwa arteri dan vena ialah pipa dan membawa makanan ke sekeliling tubuh. Ilmu Fisiologi telah diajarkan sejak tahun 1953, dan dikenal sebagai Ilmu Faal. Pada kurun waktu tahun 1953 – 1968 ilmu fisiologi merupakan ilmu yang diberikan pada masa bachelor tingkat I yang kemudian dikenal sebagai sarjana muda. Berdasarkan objek kajiannya dikenal fisiologi manusia, fisiologi tumbuhan, dan fisiologi hewan, meskipun prinsip fisiologi bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organismeyang dipelajari.

Fisiologi hewan bermula dari metode dan peralatan yang digunakan dalam pembelajaran fisiologi manusia yang kemudian meluas pada spesies hewan selain manusia. Fisiologi tumbuhan banyak menggunakan teknik dari kedua bidang ini. Cakupan subjek dari fisiologi hewan adalah semua makhluk hidup. Banyaknya subjek menyebabkan penelitian di bidang fisiologi hewan lebih terkonsentrasi pada pemahaman bagaimana ciri fisiologis berubah sepanjang sejarah evolusi hewan. Cabang ilmu lain yang berkembang dari fisiologi adalah biokimia, biofisika, biomekanika, dan farmakologi.

Fisiologi memiliki beberapa subbidang. Elektrofisiologi berkaitan dengan cara kerja saraf dan otot; neurofisiologi mempelajari fisiologi otak; fisiologi sel menunjuk pada fungsi sel secara individual. Banyak bidang yang berkaitan dengan fisiologi, diantaranya adalah Ekofisiologi yang mempelajari efek ekologis dari ciri fisiologi suatu hewan atau tumbuhan dan sebaliknya. Genetika bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi fisiologi hewan dan tumbuhan. Tekanan lingkungan juga sering menyebabkan kerusakan pada organisme eukariotik. Organisme yang tidak hidup di habitat akuatik harus menyimpan air dalam lingkungan seluler. Pada organisme demikian, dehidrasi dapat menjadi masalah besar. Dehidrasi pada manusia dapat terjadi ketika terdapat peningkatan aktivitas fisik.

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/