125 Peserta FLS2N Asal Maluku Akan Berlaga Di Manado

125 Peserta FLS2N Asal Maluku Akan Berlaga Di Manado

125 Peserta FLS2N Asal Maluku Akan Berlaga Di Manado

125 Peserta FLS2N Asal Maluku Akan Berlaga Di Manado
125 Peserta FLS2N Asal Maluku Akan Berlaga Di Manado

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,

M.Si melepas 125 orang peserta Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD, SLB, SMP, SMA dan SMK, bertempat di Aula Dikbud Maluku Jumat (26/8), untuk berlaga pada tingkat nasional di Manado.

Dalam sambutannya Thio katakan, peserta FLS2N yang akan mewakili Provinsi Maluku adalah peserta terbaik yang di seleksi dari kabupaten/kota, hendaknya menjunjung tinggi sportivitas dan dapat mengharumkan nama Maluku.

Diharapkan, peserta FLS2N dapat melaksanakan lomba dengan kreativitas dan inovasi serta memiliki semangat kekeluargaan antar sesama peserta yang berasal dari provinsi lain.

Dirinya optimis karena kontingen FLS2N dari Provinsi Maluku telah siap dan

dipersiapkan jauh hari, baik itu dalam seleksi maupun dalam latihan yang diberikan para pelatih dan pembina.

Ketua kontingen FLS2N Ibrahim Parera, S.Sos di tempat terpisah mengungkapkan, dirinya kembali dipercayakan oleh Kadis untuk membawa dan memimpin kontingen FLS2N asal Maluku untuk bertanding di Manado Provinsi Sulawesi Utara.

Jumlah kontingen FLS2N Provinsi Maluku 125 peserta akan bertanding di

Manado tanggal 28 Agustus sampai 4 September 2016, kiranya dapat mengharumkan nama Provinsi Maluku dengan membawa pulang medali. Dijadwalkan keberangkatan kontingen tanggal 28 Agustus 2016 dengan Lion Air.(TM04)

 

Baca Juga :

Pemkot Ambon Alokasikan Anggaran Honor Guru PAUD

Pemkot Ambon Alokasikan Anggaran Honor Guru PAUD

Pemkot Ambon Alokasikan Anggaran Honor Guru PAUD

Pemkot Ambon Alokasikan Anggaran Honor Guru PAUD
Pemkot Ambon Alokasikan Anggaran Honor Guru PAUD

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengalokasikan anggaran bagi pembayaran honor tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di APBD tahun 2016.

Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustaf Latuheru menyatakan, tahun 2016 pihaknya mengalokasikan anggaran bagi tenaga pendidik PAUD yakni guru honor yang mengabdi selama ini.

“Besaran honor yang diterima bervariasi selama ini dengan rata-rata yang diterima belum layak untuk hidup selama satu bulan, sehingga tahun 2016 kami mengucurkan dana tambahan dari APBD,” katanya di Ambon, Rabu (26/10).

Ia mengatakan, dana tambahan yang dialokasikan sebesar Rp960 juta bagi 480 orang tenaga pendidik kelompok bermain masing-masing Rp200 ribu per orang per bulan.

“Jumlah tersebut masih belum layak dibandingkan rata-rata kebutuhan hidup di kota Ambon, tetapi kami berupaya memberikan anggaran bagi tenaga pendidik,” ujarnya.

Anthony menjelaskan, pembinaan anak serta hak hidup harus menjadi

perhatian utama orang tua, para guru serta pemerintah untuk menyiapkan Sumber Daya dan fasilitas penunjang pendidikan.

Pembinaan kecerdasan intelektual penting tetapi lebih diarahkan kepada mentalitas budi pekerti dan pelayanan kesehatan anak.

“Yang paling berpengaruh dalam mempengaruhi mentalitas dan budi pekerti anak adalah pihak-pihak yang setiap hari beraktivitas dengan anak yakni keluarga dan pihak sekolah,” katanya.

Diakuinya, mentalitas anak yang penuh semangat, tegar, ulet, percaya diri,

kreatif didukung budi pekerti yang baik, santun, saling menghargai dan menghormati membentuk anak tumbuh menjadi generasi bangsa yang baik.

“Pendidikan yang baik ditunjang pembentukan karakter dipastikan anak akan tumbuh menjadi generasi yang mampu dan dipercaya untuk melanjutkan tongkat estafet pembangunan bangsa kedepan,” tandasnya.

Anthony menambahkan, peran tenaga pendidik sangat membantu tumbuh

kembang anak, karena melalui pendidikan formal di PAUD dan kelompok bermain anak akan tumbuh dengan karakter yang baik. Sebaliknya jika tidak ditunjang pendidikan formal yang baik maka anak tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungan, dan tumbuh menjadi anak yang pemalu.

“Disinilah peran para guru karena itu kita berupaya memberikan perhatian juga kepada para guru agar kedepan dapat mengembangkan kompetensi untuk peningkatan pendidikan dan karakter anak bangsa,” katanya.

 

Sumber :

https://obatwasirambeien.id/sejarah-musik-campur-sari/

2017, Kemenag Maluku Akan Buka SMAK Kelautan

2017, Kemenag Maluku Akan Buka SMAK Kelautan

2017, Kemenag Maluku Akan Buka SMAK Kelautan

2017, Kemenag Maluku Akan Buka SMAK Kelautan
2017, Kemenag Maluku Akan Buka SMAK Kelautan

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Maluku memprogramkan pembukaan Sekolah Menengah Agama Katholik (SMAK) kejuruan kelautan dan perikanan berbasis agama Katholik tahun 2017.

“Rencana pembukaan SMAK kelautan dan perikanan ini sudah memasuki tahapan studi kelayakan dan analisis kebutuhan anggaran maupun tenaga pengajar,” kata Kepala Bimas Katolik, Kemenag Maluku, Silvester Duarmas di Ambon, Senin (3/10).

Dia mengatakan rencana pembukaan SMAK tersebut dilandasi Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan Nasional No.60 tahun 2014 tentang kurikulum 2013, sekolah menengah kejuruan, Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) sebagai payung hukum.

Studi kelayakan serta pengkajian yang dilakukan diharapkan selesai dalam waktu dekat, sehingga pada tahun 2017 SMAK kejuruan tersebut dapat dibuka dan pengelolaannya ditangani langsung oleh Bimas Katholik, Kemenag Maluku.

Dia mengakui, di Maluku saat ini terdapat empat sekolah negeri berbasis agama Katholik yang setara dengan Madrasah Aliyah, tetapi pengelolannya ditangani langsung oleh pihak Gereja Katholik sejak tahun 2012 – 2016 dan tidak dibawahi langsung oleh Kemenag.

“Tetapi berdasarkan Permen Dikbud No.60 tahun 2014, maka Bimas Katholik dapat langsung memintakan ijin operasional ke Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Katolik untuk menangani penyelenggaraan dan pengelolaan sekolah tersebut,” katanya.

Dia menambahkan, rencana pembukaan SMAK Kelautan dan Perikanan

Negeri tersebut merupakan salah satu kebutuhan mendesak untuk direalisasi, mengingat kondisi geografis Maluku 93,7 persen wilayahnya merupakan laut dan memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah dan bernilai ekonomis di pasaran.

“Seharusnya di Maluku lebih banyak dibuka sekolah menengah kejuruan dengan spesialisasi keilmuannya yakni kelautan dan perikanan, sehingga dapat optimal menghasilkan lulusan berkualitas dan siap pakai,” katanya.

Menyangkut lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan SMAK kelautan dan perikanan, Silvester mengatakan dibutuhkan areal seluas 10 hektare dan sedang dikonsultasikan pemerintah daerah di beberapa kabupaten/kota di Maluku.

“Jika ada pemkot atau pemkab yang bersedia SMAK tersebut di bangun di

daerahnya, maka tanahnya bisa dihibahkan dan kami akan mengajukan anggaran ganti ruginya ke Kementerian Agama,” ujarnya.

Sedangkan menyangkut tenaga pengajar, dia menambahkan, bisa direkrut para sarjana kelautan dan perikanan lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon maupun universitas lainnya di Maluku.

“Banyak sarjana lulusan Unpatti maupun universitas lainnya bisa direkrut

sebagai tenaga pengajar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, apalagi sumber daya manusia (SDM) berkualitas di bidang kelautan dan perikanan sangat banyak,” ujarnya.

 

Sumber :

https://obatwasirambeien.id/tata-cara-makan-menurut-islam/

PENGERTIAN ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC)

PENGERTIAN ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC)

PENGERTIAN ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC)

PENGERTIAN ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC)
PENGERTIAN ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC)

Orbin (1985)

menyatakan bahwa OPAC merupakan katalog yang berisikan cantuman bibliografi dari koleksi satu atau beberapa perpustakaan, disimpan pada magnetic disk atau media rekam lainnya, dan dibuat tersedia secara online, dan sebagai sarana untuk dapat memeriksa status dari suatu bahan perpustakaan.

Horgan (1994)

menyatakan, OPAC adalah suatu sistem temu kembali informasi, dengan satu sisi masukan (input) yang menggabungkan pembuatan file cantuman dan indeks. Hal ini menghasilkan pangkalan data yang dapat ditelusur sebagai sisi keluaran (output) dari sistem. OPAC menyediakan akses umum kepada file pangkalan data yang dimiliki perpustakaan. Melalui OPAC pengguna berinteraksi untuk memeriksa isi file yang ada.

Feather (1997)

menyatakan bahwa OPAC adalah suatu pangkalan data cantuman bibliografi yang biasanya menggambarkan koleksi perpustakaan tertentu.

Opac Dalam kamus istilah perpustakaan, Lasa HS (1998)

menyebutkan bahwa OPAC adalah suatu database dari record-record catalog yang diakses oleh pencari informasi. OPAC ini berfungsi sebagai katalog terpasang (online catalog) yang dapat diakses secara langsung oleh pencari informasi di perpustakaan.

Sedangkan dalam ALA Glosary of Library and information science dijelaskan bahwa OPAC adalah cantuman bibliografi dalam bentuk mesin terbaca yang dapat dibaca dan disimpan dalam sistem komputer, sehingga pemakai dapat mengakses informasi secara terus menerus dengan pendekatan pengarang, judul, subjek atau gabungan dari komponen-komponen yang disebutkan.

Selain itu, Dalam Dictionary of Library and Information Management menyebutkan bahwa OPAC adalah sistem katalog perpustakaan berbasis elektronik yang bisa digunakan melalui terminal komputer untuk mencari informasi atau koleksi.

Reitz (2004)

dalam kamus ODLIS mengatakan bahwa OPAC merupakan akronim untuk akses katalog online bagi publik. OPAC merupakan sebuah database yang terdiri dari catatan bibliograpi dengan menggambarkan buku-buku dan bahan-bahan lain yang dimiliki oleh sistem perpustakaan atau perpustakaan, diakses melalui terminal umum atau workstation biasanya terkonsentrasi di dekat meja referensi untuk memudahkan bagipengguna dalam meminta bantuan dari pustakawan referensi. Katalogonline kebanyakan ditelusur melalui pengarang, judul, subyek, kata kuncidan memungkinkan pengguna untuk mencetak, men-download, atauekspor catatan ke account e-mail.OPAc_Library300

OPAC menurut Tedd (2004)

adalah sistem katalog terpasang yang dapat diakses secara umum, dan dapat dipakai pengguna untuk menelusur pangkalan data katalog, untuk memastikan apakah perpustakaan menyimpan karya tertentu, untuk mendapatkan informasi tentang lokasinya, dan jika sistem katalog dihubungkan dengan sistem sirkulasi, maka pengguna dapat mengetahui apakah bahan pustaka yang sedang dicari sedang tersedia di perpustakaan atau sedang dipinjam.

Supriyanto (2008) OPAC

yaitu sebuah fitur atau fasilitas yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pengunjung web untuk mencari katalog koleksi, perpustakaan yang dapat diakses secara umum. Sehingga kita dapat mencari koleksi yang kita inginkan dengan menggunakan kata kunci judul, pengarang, subjek, nomor klasifikasi dan sebagainya.

Darmono (2008)

berpendapat bahwa katalog online atau OPAC adalah sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer. Pangkalan datanya dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan dengan menggunakan perangkat lunak buatan sendiri, maupun menggunakan perangkat lunak komersial.

Sesuai dengan namanya katalog online ini berfungsi seperti layaknya sebuah katalog yaitu sebagai sarana penelusuran koleksi milik suatu perpustakaan. Katalog ini memberikan informasi bibliografis serta lokasi suatu buku diperpustakaan.

Katalog online merupakan terobosan yang luar biasa dibidang perpustakaan karena dapat memberikan titik akses (access point) dari segala aspek pendekatan pada data katalog. Bahkan untuk menghasilkan pencarian yang lebih akurat biasanya bisa menggunakan logika Bolean yang berupa AND, OR, NOT.

Pendit (2009)

mengatakan bahwa kata OPAC perlu dicermati karena ini memperlihatkan karakteristik awal komputerisasi perpustakaan:

  • Kata On Line menandakan bahwa di antara manusia dan sumber informasi ada jarak yang diperantai oleh serangkaian kabel atau perangkat lain yang nir-kabel alias wireless.
  • Kata public menandakan bahwa fasilitas ini dapat digunakan beramai-ramai secara bersamaan.
  • Kata access merujuk ke situasi tanpa antrian, sebab sebuah server dapat dijangkau oleh ribuan (atau bahkan jutaan orang) secara bersamaan dari tempat yang berbeda-beda.
  • Kata catalog itu menandakan bahwa fasilitas ini adalah seperti namanya, yaitu sebuah katalog.

Sumber: https://fungsi.co.id/

Computer Security Specialists

Computer Security Specialists

Computer Security Specialists

Computer Security Specialists
Computer Security Specialists
  1. Mengenkripsi transmisi data dan membangun firewall untuk menyembunyikan informasi rahasia seperti sedang dikirim dan untuk menahan transfer digital tercemar.
  2. Mengembangkan rencana untuk melindungi file komputer terhadap modifikasi disengaja atau tidak sah, perusakan, atau pengungkapan dan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan data darurat.
  3. Meninjau pelanggaran prosedur keamanan komputer dan mendiskusikan prosedur dengan pelanggar untuk memastikan pelanggaran tidak terulang kembali.
  4. Memonitor penggunakan file data dan mengatur akses untuk melindungi informasi dalam file komputer.
  5. Monitor laporan saat ini dari virus komputer untuk menentukan kapan untuk memperbarui sistem perlindungan virus.
  6. Memofifikasi keamanan file komputer untuk memasukkan software baru, memperbaiki kesalahan, atau mengubah status akses individu.
  7. Melakukan penilaian risiko dan melaksanakan tes pengolahan data sistem untuk memastikan fungsi pengolahan data kegiatan dan langkah-langkah keamanan.
  8. Berunding dengan pengguna untuk membahas isu-isu seperti akses data komputer kebutuhan, pelanggaran keamanan, dan perubahan pemrograman.
  9. Melatih pengguna dan meningkatkan kesadaran keamanan untuk memastikan keamanan sistem dan untuk meningkatkan efisiensi server dan jaringan.
  10. Mengkoordinasikan pelaksanaan rencana sistem komputer dengan personil pendirian dan vendor luar.

Sumber : https://jalantikus.app/

Web Developers Adalah

Web Developers Adalah

Web Developers Adalah

Web Developers Adalah
Web Developers Adalah
  1. Mendesain, membangun, atau memelihara situs web, menggunakan authoring atau bahasa scripting, alat penciptaan konten, alat manajemen, dan media digital.
  2. Meakukan atau update situs web langsung.
  3. Menulis, desain, atau mengedit konten halaman web, atau yang lain langsung memproduksi konten.
  4. Berunding dengan tim manajemen atau pengembangan untuk memprioritaskan kebutuhan, menyelesaikan konflik, mengembangkan kriteria konten, atau memilih solusi.
  5. Back-up file dari situs web untuk direktori lokal untuk pemulihan instan dalam kasus masalah.
  6. Mengidentifikasi masalah yang ditemukan oleh umpan balik pengujian atau pelanggan, dan memperbaiki masalah masalah atau merujuk pada personalia yang tepat untuk koreksi.
  7. Evaluasi kode untuk memastikan bahwa itu adalah sah, benar terstruktur, memenuhi standar industri dan kompatibel dengan browser, perangkat, atau sistem operasi.
  8. Menjaga pemahaman teknologi web saat ini atau praktek pemrograman melalui melanjutkan pendidikan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
  9. Menganalisis kebutuhan pengguna untuk menentukan persyaratan teknis.
  10. Mengembangkan atau memvalidasi tes routine dan jadwal untuk memastikan bahwa uji kasus meniru antarmuka eksternal dan alamat semua jenis browser dan perangkat.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Ketika Siswa Menjadi Pujangga

Ketika Siswa Menjadi Pujangga

Ketika Siswa Menjadi Pujangga

Ketika Siswa Menjadi Pujangga
Ketika Siswa Menjadi Pujangga

Setelah namanya disebut, Sandy Septiana naik ke panggung. Dengan selembar kertas di tangan kiri, Siswa SMKN 5 Bandung tersebut memberi hormat kepada dewan juri sebelum beraksi membacakan puisi. Ia mengucap salam dengan suara yang kecil. Namun, saat mulai membacakan puisi, seketika suaranya berubah menjadi berat, seisi perhatian orang yang ada Aula SMKN 3 Bandung pun tertuju padanya seorang.

Siswa bernomor peserta 9 tersebut membaca puisi “Nyanyian Kemerdekaan” karya Penyair Ahmadun Yosi Herfanda. Tatapannya tajam. Intonasinya jelas. Air mukanya memaknai bait-bait puisi yang menceritakaan kemerdekaan Indonesia. “Maka bangkitlah Sutomo, bangkitlah Wahidin Sudirohusodo, bangkitlah Ki Hajar Dewantara, bangkitlah semua dada yang terluka,” ucap Sandy dengan nada berapi-api.

Di tempat terpisah, Elsa Raysa Agustin duduk hening di perpustakaan, seraya berinkubasi mencari insiprasi untuk menumpahkan kata-kata dalam kertas di hadapannya. Siswa SMK Kartika XIX-Kota Bandung tersebut mengikuti lomba penulisan puisi.

“Puluhan janji terucap di dada, ribuan permohonan dalam doa, ratusan amanat dalam pundak, jutaan catatan bangsa dengan peda, bahkan miliyaran harapan terucap,” tulis Elsa di beberapa penggalan puisinya yang menceritakan tentang sumpah pemuda.

Pemandangan tersebut didapati dalam kegiatan “Lomba Menulis dan

Membaca di Bulan Bahasa” yang diselenggerakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMK Kota Bandung di SMKN 3 Kota Bandung, Jalan Solontongan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Senin, 29 Oktober 2018. Perlombaan tersebut diikuti oleh 101 Siswa SMK Se Kota Bandung dengan masing-masing 62 siswa mengikuti lomba membaca puisi dan 32 lainnya mengikuti lomba menulis puisi.

Dalam lomba membaca puisi, Siswa SMKN 8 bandung, Rudiman berhasil menjadi juara pertama Sedangkan juara kedua dan ketiga berhasil disabet oleh Siswa SMK Persis 2 Bandung, Randi Hadiman dan Siswa SMK Al Hadi, Dea Anggraeni

Sedangkan di lomba menulis puisi, Siswa SMKN 13 Bandung, Yasmin

Nurazizah sukses menjadi juara satu. Diikuti oleh Siswa SMKN Kartika XIX-Kota Bandung, Elsa Rayhan Agustin dan Siswa SMKN 6 bandung, Hani Rahmayanti.

Elsa mengatakan, dirinya sangat bersyukur atas hasil yang ia raih. “Bersyukur, ini menjadi suatu modal dan kebanggan untuk orang-orang di sekeliling Elsa. Meski sedikit kecewa karena tidak sesuai target, Elsa tetap dapat banyak pengalaman dari acara ini,” tutur Siswi Kelas XI Jurusan Teknik Komputer Jaringan tersebut.

Lewat ajang ini, menurut Ketua Panitia Acara, Sugiharti, siswa mampu

mengekspresikan kreativitasnya lewat bahasa, sehingga ini menjadi nilai tambah bagi mereka agar terus menjunjung tinggi bahasa Indonesia. “Lewat ajang ini, siswa mampu mengekpresikan kreativitas dan emosi lewat bahasa. Ini menjadi penting untuk mereka,” ujar Guru SMKN 3 Bandung tersebut.***

 

Baca Juga :

Pemuda di Hari Sumpah Pemuda ke-90

Pemuda di Hari Sumpah Pemuda ke-90

Pemuda di Hari Sumpah Pemuda ke-90

Pemuda di Hari Sumpah Pemuda ke-90
Pemuda di Hari Sumpah Pemuda ke-90

Setiap 28 Oktober, Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tahun 1928, para tokoh pemuda mendeklarasikan Sumpah Pemuda untuk menjadi pelopor membangun kesadaran kebangsaan Indonesia. Selain itu, sekaligus menjadi komitmen menjaga persatuan dan kesatuan Negeri Indonesia. Para pemuda terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap yang mendasar dari suku, agama, ras, dan kultur menuju persatuan dan kesatuan bangsa.

Di Hari Sumpah Pemuda ke-90 kali ini, mengambil tema “Bangun Pemuda Satukan Indonesia.” Komitmen kebangsaan yang telah diperjuangkan pemuda terdahulu, harapannya dapat diteladani untuk membangun bangsa dan mensatukan Indonesia. Terlihat dari pemuda-pemuda Indonesia yag mampu berkompetisi di kancah Asia.

Salah satunya, atlet muda Indonesia mampu bersaing dengan bangsa-bangsa

Asia. Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-4 pada ajang Asian Games, serta peringkat ke-5 pada Asian Para Games. Pencapaian ini merupakan sejarah baru kebangkitan olahraga Indonesia.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Firman Adam mengatakan Hari Sumpah Pemuda ini, perlu membangkitkan semangat para pemuda-pemudi Indonesia. Mereka akan dihadapkan langsung pada revolusi industri 4.0 yang menuntut kreativitas tinggi, inovasi, dan kolaborasi.

“Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat,” ujar Firman saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, Senin, 29 Oktober 2018.

Salah satu siswa SMAN 12 Bandung, Nabyla Putri Senjaya mengatakan ia

memaknai Hari Sumpah Pemuda dengan belajar dengan giat untuk bersaing dengan pemuda-pemudi lainnya. Selain itu, ia selalu mengenang semangat para pemuda terdahulu dalam memperjuangkan bangsa Indonesia.

“Dengan mengenang semangat para pahlawan muda terdahulu, tentunya mejadikan kita lebih bersyukur dan terus berusaha untuk menjadi kebanggaan Indonesia. Hal yang dilakukan sekarang ini adalah belajar dengan giat agar dapat berprestasi,” ujar Nabyla.

Selain belajar dengan giat, Nabyla juga akan selalu mengikuti pemilihan umum

yang sedang digelar. Untuk pertama kalinya, kemarin ia telah mengikuti pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan di Jawa Barat. Ia terus berkomitmen untuk terus berusaha mendukung hal-hal yang akan memajukan bangsa ini.***

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/doa-sebelum-belajar/

Jabar Masagi, Pendidikan Karakter untuk Siswa

Jabar Masagi, Pendidikan Karakter untuk Siswa

Jabar Masagi, Pendidikan Karakter untuk Siswa

Jabar Masagi, Pendidikan Karakter untuk Siswa
Jabar Masagi, Pendidikan Karakter untuk Siswa

Penguatan pendidikan karakter menjadi komitmen pemerintah Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, penguatan pendidikan karakter tersebut merupakan tujuan dari program Jabar Masagi. Jabar Masagi merupakan program Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Barat.

“Jabar Masagi adalah program penguatan pendidikan karakter. Jadi Masagi di sini agar sempurna, siswa tidak hanya pintar secara akademis, akan tetapi karakternya pun terbentuk,” ujar Hadadi saat ditemui pada Jumat, 26 Oktober 2018.

Hadadi mengatakan kurikulum Pendidikan Masagi mencakup empathal, yaitu

materi tentang bela agama, bela negara, bela budaya sunda dan cinta lingkungan. Masagi yang dimaksud adalah sempurna pendidikan dalam berbagai aspek, siswa tidak hanya memiliki kemampuan atau keahlian, akan tetapi memiliki karakter yang baik.

“Prinsipnya siswa beriman, bertaqwa, berbudaya dan peduli lingkungan. Jabar ingin agar pendidikan itu diperkat dengan pendidikan karakter. Secara teknis Program Jabar Masagi ini akan launching pada November mendatang,” ujar Hadadi.

Salah satu upaya pendidikan karakter terlihat dari program sekolah ramah

anak (SRA) yang telah diresmikan satu tahun lalu. Hadadi mengatakan dengan adanya SRA, siswa terlindungi dari bebagai kekerasan, baik itu kekerasan seksual, verbal atau bahkan bullying antarsiswa.

“Untuk program sekolah ramah anak ini sudah dijalankan. Program ini diperkuat dengan kegiatan ekstrakulikuler di masing-masing sekolah juga,” ujar Hadadi.***

 

Sumber :

https://miralaonline.net/segitiga-bermuda/

Pengumuman UTBK Gelombang Kedua

Pengumuman UTBK Gelombang Kedua

Pengumuman UTBK Gelombang Kedua

Pengumuman UTBK Gelombang Kedua
Pengumuman UTBK Gelombang Kedua

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang kedua yang

diselenggarakan tanggal 11 – 12 Mei 2019 telah diumumkan secara resmi oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada Selasa (21/5/2019). Ketua LTMPT, Ravik Karsidi menyampaikan bahwa setiap peserta yang mengikuti UTBK dapat mengecek hasilnya melalui laman

“Pengumuman hasil UTBK bisa dicek dengan memasukkan username dan

password yang dimiliki peserta saat pertama kali mendaftar,” ujarnya, seperti dilansir dari edukasi.kompas.

Selain itu, dalam pengumuman hasil UTBK, LTMPT telah memetakan hasil nilai yang menjadi syarat wajib mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Terdapat 8 kategori nilai yang membagi sebaran jumlah peserta berdasarkan 8 kelompok pencapaian. Di antaranya, nilai di bawah 300 atau < 300, 301-400, 401-500, 501-600, 601-700, 701-800, 801-900, dan di atas 901 atau >901.

Adapun kompetensi yang diujikan dalam UTBK, yaitu tes potensi skolastik,

kelompok sains teknologi (saintek), dan sosial humaniora (soshum). Sedangkan tes kemampuan akademik dibedakan antara saintek dan soshum. Khusus saintek, yaitu matematika saintek, fisika, kimia, dan biologi. Untuk soshum, yaitu matematika soshum, geografi, sejarah, dan ekonomi.

Beberapa jenis tes, antara lain menyangkut kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.***

 

Baca Juga :