Pengertian Laporan keuangan

Pengertian Laporan keuangan

Pengertian Laporan keuangan

 

Pengertian Laporan keuangan

 

Pengertian Laporan keuangan

Laporan keuangan merupakan tahap akhir dari proses akuntansi. Pada perusahaan dagang perseorangan laporan keuangan terdiri atas laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan neraca. Laporan keuangan yang perlu dibuat Toko Rejeki sebagai berikut.

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan laporan yang meng-ikhtisarkan pendapatan dan beban suatu perusahaan selama periode tertentu. Jika pendapatan lebih besar daripada beban, perusahaan memperoleh laba. Sebaliknya, jika pendapatan lebih kecil daripada beban, perusahaan menderita kerugian. Pada dasarnya ada dua cara yang dapat digunakan untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Pada sistem single step, semua pendapatan dijumlahkan dari atas ke bawah menjadi suatu kelompok, kemudian dikurangi dengan jumlah seluruh beban dalam periode tersebut. Pada sistem  multiple step, kelompok pendapatan dipisahkan menjadi dua, yaitu pendapatan operasional atau pendapatan dari kegiatan pokok perusahaan dan pendapatan nonoperasional atau pendapatan di luar kegiatan pokok perusahaan. Hal tersebut juga berlaku untuk beban yang dikelompokkan menjadi beban operasional dan nonoperasional.
Dalam rangka menyusun laporan keuangan dapat mengambil data dari kertas kerja pada lajur laba rugi. Angka pendapatan diambil dari lajur kreditnya, sedangkan beban diambil dari laju debitnya.
Laporan perhitungan laba rugi pada perusahaan dagang terdiri atas beberapa tahap, antara lain yaitu perhitungan pendapatan utama, perhitungan harga pokok penjualan, perhitungan beban operasional, dan perhitungan pendapatan serta beban luar usaha.
Penyusunan laporan rugi laba pada perusahaan dagang sedikit berbeda dengan perusahaan jasa, terutama adalah pada komponen harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan ini biasanya dibuat tersendiri di luar  laporan laba rugi (dibuat dalam lampiran perhitungan), setelah ditemukan hasilnya, jumlah nilai harga pokok penjualan tersebut dimasukkan dalam laporan laba rugi.

2. Laporan Perubahan Modal

Penyusunan laporan perubahan modal pada perusahaan dagang sama seperti pada perusahaan jasa. Data yang diperlukan untuk menyusun laporan perubahan modal yaitu jumlah modal pada awal periode, jumlah laba bersih atau rugi bersih pada periode yang bersangkutan, dan pengambilan pribadi pemilik tahun yang bersangkutan.

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode. Aliran kas suatu perusahaan dapat digolongkan, yaitu penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pembelanjaan.

4. Neraca

Neraca merupakan komponen laporan keuangan yang menunjukkan posisi kekayaan perusahaan. Penyusunan neraca pada perusahaan dagang sama seperti pada perusahaan jasa. Rekening-rekening yang ditunjukkan dalam neraca merupakan rekening-rekening riil yang terdiri atas harta, utang, dan modal. Penyajian laporan neraca untuk harta disusun berdasarkan urutan likuiditasnya, kewajiban disusun berdasarkan urutan jatuh temponya, dan modal disusun berdasarkan atas tingkat kekekalannya.

 

Neraca dapat disusun dengan berbagai bentuk penyajian, antara lain sebagai berikut:

a. Account Form
Neraca disusun secara mendatar yang terbagi dalam dua sisi. Dalam hal ini ada sisi debit dan kredit, debit untuk rekening harta, sedangkan kredit untuk rekening kewajiban serta modal.

b. Report Form
Neraca disusun menurun berbentuk laporan. Bagian teratas diisi dengan harta, kemudian kewajiban, dan yang terakhir modal. Bentuk ini tidak ada sisi debit ataupun kredit. Namun, sebagai pedomannya harta sama dengan kewajiban ditambah modal.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Budaya

Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta, karsa, dan rasa. Kata budaya sebenarnya dari bahasa Sangskerta budhayah yaitu bentuk jamak buddhi yang berarti budi dan akal. Dalam bahasa inggris, kata budaya berasal dari kata culture, dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata cutuur, dalam bahasa Latin, berasal dari kata colera. Colera yang berati mengolah, mengerjakan menyuburkan, mengembangkan tanah (bertani).

Kemudian pengertian tersebut berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Pengertian budaya atau kebudayaan menurut para ahli:

  • B. Tylor, yang menulis dalam bukunya yang terkenal “Primitive Culture”, bahwa kebudayaan adalah suatu keseluruhan kompleks, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  • Linton, dalam bukunya: “ The Cultural background of personality:, bahwa kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi hasil tingkah laku yang diperlajari, yang unsur-unsur pembentukannya didukung dan di teruskan oleh anggota dari masyarakat tertentu.
  • Koentjaraningrat, mengertikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
  • Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, mengatakan bahwa kebudayaan adalah suatu hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
  • Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh masyarakat.

Dari definisi-definisi di atas dapat ditarik di simpulkan bahwa kebudayaan adalah amat luas, meliputi seluruh dari kelakuan dan hasil kelakuan manusia, yang diatur oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar yang semuanya tersusun dalamkehidupan masyarakat.

Di dalam masyarakat kebudayaan sering diartikan sebagai the general body of the arts, yang meliputi seni sastra, seni musik, seni pahat, seni rupa, pengetahuan filsafat, atau bagian-bagian yang indah dari kehidupan masyarakat.

 

Di samping definisi-definisi di atas masih banyak ditemukan oleh para sarjana-sarjana Indonesia seperti:

  1. Sutan Takdir Alisyahbana: kebudayaan adalah manifestasi dari suatu Negara.
  2. Moh. Hatta: kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
  3. Mangunsarkono: kebudayaan adalah segala yang bersifat hasil kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
  4. Haji Agus Salim: kebudayaan adalah merupakan persatuan istilah budi dan daya menjadi makna sejiwa dan tidak dapat dipisah-pisahkan.
  5. Sidi Gazalba: kebudayaan adalah cara berpikir dan merasa yang menyatakan dairi dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia, yang membentuk kesatuan social dalam suatu ruang dan suatu waktu.

Definisi-defini diatas kelihatan berbeda, namun sebenarnya prinsipnya sama, yaitu sama-sama mengakui adanya ciptaan manusia. Jadi, kebudayaan sadalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.

 

Hasil buah budi (budaya) manusia itu dapat kita bagi menjadi 2 macam:

  • kebudayaan material (lahir), yaitu kebudayaan yang berwujud kebendaan, misalnya: rumah, gedung, alat-alat senjata, mesin-mesin, pakaian dan sebagainya.
  • Kebudayaan immaterial (spiritual= batin), yaitu: kebudayaan adat istiadat, bahasa, ilmu pengetahuan dan sebagainya.

 

Perwujudan Kebudayaan

Beberapa ilmuan seperti Talcott Parson (sosiologi) dan al Kroeber (Antropologi) mengajurkan untuk membedakan wujud kebudayaan secara tajam sebagai suatu sistem. Baca Juga: Lembaga Pendidikan Di mana wujud kebudayaan itu adalah sebagai suatu rangkaian tindakan atau aktivitas manusia yang berpola. Demikian pada J. J. Honigmann dalam bukunya The Word of Man (1959) membagi budaya dalam 3 wujud, yaitu: ideas, activities and artifact.

 

Kemudian Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaaan dibagi menjadi yaitu:

  1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide=ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma dan peraturan.
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks altivitaaas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Asbabun Nuzul

Asbabun Nuzul

Asbabun Nuzul

 

Asbabun Nuzul

Latar Belakang

Al-Qur’an bukanlah merupakan sebuah buku dalam pengertian umum, karena ia tidak pernah dikormulasikan tetapi diwahyukan secara berangsur-amgsur kepada Nabi Muhammad Saw sesuai dengan situasi yang menuntutnya. Al-Qur’an sendiri sangat menyadari kenyataan ini sebagai suatu yang akan menimbulkan keusilan dikalangan pembantahnya, seperti yang diyakini sampai sekarang, pewahyuan al-Qur’an secara total dan secara sekaligus itu tidak mungkin karena al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi kaum muslimin secara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada.Untuk memahami pesan dari al-Qur’an sebagai suatu kesatuan adalah dengan mempelajarinya dalam konteks latar belakangnya. Latar belakang yang paling dekat adalah kegiatan Nabi yang berlangsung selama dua puluh tiga tahun dibawah bimbingan al-Qur’an, jadi kita harus benar-benar memahami pesan al-Qur’an sebagai suatu keutuhan serta memahami bahasanya dan historisnya.

Dari sedikit paparan tentang al-Qur’an diatas, sehingga kita dapat menyadari betapa penting al-Qur’an bagi umat muslim, jd al-Qur’an bukan saja Cuma di baca dan di pahami maknanya, tetapi kita juga harus mengetahui penyebab mengapa ayat-ayat dalm al-Qur’an diturunkan oleh Allah atau sering disebut Asbabun Nuzul. Untuk dari itu agar kita lebih memahami tentang Asbabun Nuzul akan diperjelas pada halaman selanjutnya.

Pengertian Asbabun Nuzul

            Asbabun Nuzul secara bahasa berarti sebab turunnya ayat-ayat al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan Allah secara berangsur-angsur dalam masa lebih kurang 23 tahun. al-Qur’an diturunkan untuk memperbaiki aqidah, ibadah, akhlak, dan pergaulan manusia yang sudah menyimpang dari kebenaran.

Makna asbabun nuzul ialah sesuatu yang dengan sebabnya turun suatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung sebab itu yang memberikan jawaban tentang sebab itu, atau menerangkan hukumnya pada masa terjadinya peristiwa itu. Yakni suatu kejadian yang terjadi di zaman Rasullullah SAW. atau suatu pertanyaan yang dihadapkan kepada nabi dan di turunkanlah sesuatu atau beberapa ayat dari Allah SWT. yang berhubungan dengan kejadian itu, atau jawaban dari pertanyaan itu baik itu peristiwa yang merupakan pertengkaran ataupun merupakan kesalahan yang dilakukan suatu peristiwa atau suatu keinginan yang baik.

 

Latar belakang turunnya Al-Qur’an

Latar belakang turunnya al-Qur’an adakalanya berbentuk peristiwa dan adakalanya berbentuk pertanyaan.

Sebab-sebab turunnya ayat dalam bentuk peristiwa ada 3 macam :

1. peristiwa berupa pertengkaran

Perselisihan itu timbul dari intrik-intrik yang ditiupkan orang yahudi sehingga mereka berteriak-teriak. “senjata, senjata”. Peristiwa tersebut menyebabkan turunnya beberapa ayat dari firman Allah dalam Surah Ali Imran :

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. (QS. Ali-Imran [3] :100).

2. Peristiwa berupa kesalahan yang serius

Seperti halnya dalam surah al-kaafiruun, ia baca

Artinya :

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir. Aku akan menyembah apa yang kamu sembah.

            Dengan tanpa لأ pada لأَ أعبد peristiwa ini menyebabkan turunnya ayat :

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid). (QS. An Nisaa’ [4] : 43)

3. Peristiwa berupa cita-cita dan keinginan

            Sebagai contoh Imam al-Bukhari dan lainnya meriwayatkan dari Anas r.a. bahwa Umar berkata : “Aku sepakat dengan Tuhanku dalam tiga hal : Aku katakan kepada rasul bagaimana sekiranya kita jadikan makam Ibrahim tempat shalat.

 

Adapun sebab-sebab turun ayat dalam bentuk pertanyaan dapat dikelompokkan kepada 3 macam :

  1. Pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang telah lalu.
  2. Pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang sedang berlangsung pada waktu itu.
  3. Pertanyaan yang berhubungan dengan masa yang akan datang.

 

Asbabun nuzul yang dikemukakan diatas membawa kepada pembagian ayat-ayat Al-qur’an kepada dua kelompok :

  1. kelompok yang turun tanpa sebab
  2. kelompok yang turun dengan sebab tertentu

            Dapat diketahui bahwa tidak semua ayat-ayat mempunyai sebab turunnya. Bahkan banyak ayat yang menyambut keimanan, kewajiban, dan syari’at agama turun tanpa sabab al Nuzul. Karena pernyataan sebagian sahabat, seperti Ali, Ibn Mas’ud dan lain-lain, tentang tidak suatu ayat pun diturunkan kecuali salah seorang mereka mengetahui tentang apa ayat itu diturunkan, tentang siapa ayat itu diturunkan, dan dimana ayat itu diturunkan, seharusnya tidak dipahami. Pemahaman ini dipahami melalui beberapa kemungkinan.

Pertama    :     Dengan pernyataan seperti ini mereka bermaksud mengungkapkan betapa kuatnya perhatian mereka terhadap al-Qur’an dan mengikuti setiap keadaan yang berhubungan dengannya

Kedua      :     Mereka berbaik sangka apa yang mereka dengar dan saksikan pada masa Rasul menginginkan agar orang mengambil apa yang mereka ketahui itu sehingga tidak akan lenyap dengan berakhirnya hidup mereka.

Ketiga      :     Para periwayat menambah dalam periwayatannya dan membangsakan kepada sahabat.

            Al-Qur’an turun kepada nabi disetiap waktu dalam rentang waktu lebih kurang 23 tahun. Ayat-ayat al-Qur’an tidak selamanya turun ketika Nabi berada dalam mesjid dan diwaktu siang hari. Al-Qur’an bisa turun ketika Nabi berada di Madinah, di Makkah, Arafah dalam perjalanan, di waktu siang dan malam hari. Tentunya para sahabat tidak mungkin mengikuti Nabi setiap waktu.

            Memang dimaklumi bahwa para sahabat mempunyai semangat yang tinggi untuk mengikuti perjalanan turunnya wahyu. Intensitas keimanan yang tinggi dan kecintaan mereka kepada Nabi telah mendorong mereka untuk memberikan perhatian maksimal kepada apa yang dibawa Nabi sehingga mereka bukan saja berupaya menghafal ayat-ayat al-Qur’an, tetapi juga mereka melestarikan sunnah Nabi. Karena itu, segala apa yang diketahui tentang sebab-sebab turunnya al-Qur’an diperoleh dari mereka.

            Para ulama salaf sangat berhati-hati dalam menerima dan meriwayatkan Asbab al-Nuzul. Muhammad Ibn Sirin (w.110 H.) : pernah bertanya kepada ‘Ubaidah tentang suatu ayat al-Qur’an. Ia menjawab : “Bertakwalah kepada Allah dan katakanlah yang benar. Telah pergi orang-orang yang mengetahui tentang hal kepada siapa ayat itu diturunkan”.

            Akan tetapi, kewaraan dan kehati-hatian semacam ini tidak sampai menghalangi mereka untuk menerima riwayat sahabat dalam masalah asbab al-Nuzul, sesungguhnya perkataan seorang sahabat tentang sesuatu yang tak dapat dijangkau dengan nalar dan ijtihad, tetapi dasarnya adalah periwayatan dan pendengaran, dipahami bahwa sahabat mendengar dari Nabi SAW. Sebab, sulit sekali diterima akal bahwa sahabat mengatakan yang demikian dari pendapatnya sendiri.

Al-Wahidi berkata :“Tidak boleh memperkatakan tentang sebab-sebab turun al-Qur’an melainkan dengan dasar riwayat dan mendengar dari orang-orang yang menyaksikan ayat itu diturunkan dan mengetahui sebab-sebab turunnya serta membahas pengertiannya”.

Al-Hakim menjelaskan dalam ilmu hadits bahwa apabila seorang sahabat yang menyaksikan masa wahyu dan al-Qur’an diturunkan, meriwayatkan tentang suatu ayat al-Qur’an bahwa ayat tersebut turun tentang sesuatu (kejadian), maka hadits itu dipandang hadits musnad.

            Berdasarkan keterangan di atas, maka asbabun nuzul yang diriwayatkan dari seorang sahabat diterima sekalipun tidak dikuatkan dan didukung oleh riwayat yang lain. Adapun sabab al-Nuzul dengan hadits mursal, yaitu hadits yang gugur dari sanadnya seorang sahabat dan mata rantai periwayatnya hanya sampai kepada seorang tabi’i, maka riwayat seperti ini tidak diterima kecuali sanadnya sahih dan dikuatkan oleh hadits mursal lainnya. Disamping itu, periwayatnya harus pula termasuk imam-imam tafsir yang mengambil tafsirnya dari para sahabat, seperti Mujtahid, Ikrimah, dan Sa’id Ibn Jubair. Dengan demikian, para ulama menetapkan bahwa tidak ada jalan untuk mengetahui asbab al-Nuzul kecuali melalui riwayat yang sahih. Asbab al-Nuzul dari suatu ayat atau sekelompok ayat tidak selamanya datang dari satu riwayat. Tidak jarang riwayat-riwayat asbab al-Nuzul bagi ayat tertentu berbeda-beda yang kadang-kadang memerlukan tarjih. Untuk melakukan tarjih diperlukan analisis dan ijtihad.

 

Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun, dibagi kepada :

  • Ta’addud al-Asbab Wa al-Nazil Wahid (sebab turunnya lebih dari satu dan inti persoalannya yang terkandung dalam ayat atau sekelompok ayat yang turun satu).
  • Ta’addud al-Nazil Wa al-Sabab Wahid (inti persoalan yang terkandung dalam ayat atau sekelompok ayat yang turun lebih dari satu sedang sebab turunnya satu).

Sebab turun ayat disebut “Ta’addud” bila ditemukan dua riwayat yang berbeda atau lebih tentang sebab turun suatu ayat atau sekelompok ayat tertentu. Sebaliknya, sebab turun itu disebut Wahid atau tunggal bila riwayatnya hanya satu. Suatu ayat atau sekelompok ayat yang turun disebut Ta’addud al-Nazil, bila persoalan yang terkandung dalam ayat yang turun sehubungan dengan sebab tertentu lebih dari satu persoalan.

Jika ditemukan dua riwayat atau lebih tentang sebab turun ayat dan masing-masing menyebutkan suatu sebab yang jelas dan berbeda dari yang disebutkan lawannya, maka kedua riwayat diteliti dan dianalisis.

 

Permasalahannya ada empat bentuk yaitu :

  1. Salah satu dari keduanya sahih dan lainnya tidak.
  2. Keduanya sahih, satunya mempunyai penguat dan lainnya tidak.
  3. Keduanya sahih dan keduanya sama-sama tidak mempunyai penguat (murajjih). Akan tetapi, keduanya dapat diambil sekaligus.
  4. Keduanya sahih, tidak mempunyai penguat dan tidak mungkin mengambil keduanya sekaligus.

 

Ungkapan-Ungkapan Sabab Al-Nuzul

Ungkapan-ungkapan yang digunakan para sahabat untuk menunjukkan sebab turunnya al Qur’an tidak selamanya sama.

Ungkapan-ungkapan itu ada beberapa bentuk yaitu sebagai berikut :

1. Sabab al-Nuzul disebutkan dengan ungkapan yang jelas, seperti :

سَبَبُ نُزوْ لِ هذِ هِ اْ لا يَةِ كَذَ ا(Sebab turun ayat ini demikian). Dan tidak mengandung kemungkinan makna lain.

2. Sabab al-nuzul tidak ditunjukkan dengan lafal sabab, tetapi dengan mendatangkan lafal ف setelah pemaparan suatu peristiwa atau kejadian yang menunjukkan peristiwa itu adalah sebab bagi turunnya ayat tersebut.

3. Sabab al-Nuzul dapat dipahami melalui konteks dan jalan ceritanya, seperti sebab turunnya ayat tentang ruh yang diriwayatkan dari Ibn Mas’ud

4. Sabab al-Nuzul mengandung makna sebab dan makna lainnya, yaitu tentang hukum kasus atau persoalan yang sedang dihadapi. Menurut al-Zarqani, satu-satunya jalan untuk menentukan salah satu dari dua makna yang terkandung dalam ungkapan itu adalah konteks pembicaraannya. Al-Zarqani menjelaskan bahwa jika ditemukan dua ungkapan tentang persoalan yang sama, salah satu daripadanya secara nash menunjukkan sebab turunnya suatu ayat atau sekelompok ayat, sedang lainnya tidak demikian, maka diambil ungkapan yang pertama dan yang lainnya dianggap penjelasan bagi hukum yang terkandung dalam ayat tersebut. Misalnya riwayat al-Bukhari dari Ibn Umar. Ibn Umar berkata : ”Masalah mendatangi (menggauli) perempuan-perempuan pada dubur mereka”.

 

Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun, dibagi kepada :

  • Ta’addud al-Asbab Wa al-Nazil Wahid (sebab turunnya lebih dari satu dan inti persoalannya yang terkandung dalam ayat atau sekelompok ayat yang turun satu).
  • Ta’addud al-Nazil Wa al-Sabab Wahid (inti persoalan yang terkandung dalam ayat atau sekelompok ayat yang turun lebih dari satu sedang sebab turunnya satu).

Ungkapan-ungkapan yang digunakan para sahabat untuk menunjukkan sebab turunnya al Qur’an tidak selamanya sama.

 

Ungkapan-ungkapan itu ada beberapa bentuk yaitu sebagai berikut :

1. Sabab al-Nuzul disebutkan dengan ungkapan yang jelas, seperti :

سَبَبُ نُزوْ لِ هذِ هِ اْ لا يَةِ كَذَ ا(Sebab turun ayat ini demikian). Dan tidak mengandung kemungkinan makna lain.

2. Sabab al-nuzul tidak ditunjukkan dengan lafal sabab, tetapi dengan mendatangkan lafal ف setelah pemaparan suatu peristiwa atau kejadian yang menunjukkan peristiwa itu adalah sebab bagi turunnya ayat tersebut.

3. Sabab al-Nuzul dapat dipahami melalui konteks dan jalan ceritanya, seperti sebab turunnya ayat tentang ruh yang diriwayatkan dari Ibn Mas’ud.

4. Sabab al-Nuzul mengandung makna sebab dan makna lainnya, yaitu tentang hukum kasus atau persoalan yang sedang dihadapi.

Kesimpulan:

Asbabun Nuzul adalah sebab-sebab turunnya suatu ayat dari Allah SWT secara berangsur-angsur baik bentuk peristiwa maupun berbentuk pertanyaan. Baca Juga: Rotasi Bumi Dan ayat-ayat al-Qur’an tidak selamanya turun ketika Nabi SAW. berada didalam mesjid dan diwaktu siang hari. Karena ayat al-Qur’an juga bisa diturunkan ketika Nabi berada di Madinah, Mekkah, Arafah dalam perjalanan dan juga dikarenakan sahabat mempunyai semangat yang tinggi untuk mengikuti perjalanan turunnya wahyu dan juga melestarikan sunnahnya Nabi.

Fungsi Rambut Akar Tumbuhan Dalam Proses Absorpsi Air Dan Hara Tanah

Fungsi Rambut Akar Tumbuhan Dalam Proses Absorpsi Air Dan Hara Tanah

Fungsi Rambut Akar Tumbuhan Dalam Proses Absorpsi Air Dan Hara Tanah

Fungsi Rambut Akar Tumbuhan Dalam Proses Absorpsi Air Dan Hara Tanah
Fungsi Rambut Akar Tumbuhan Dalam Proses Absorpsi Air Dan Hara Tanah

Jika sobat mencabut akar tumbuhan atau flora , maka akan terlihat akar lebih kecil dan halus. Akar ini disebut akar rambut. Akar rambut merupakan belahan akar yang mempunyai fungsi penting dalam proses absorpsi hara dan air di dalam tanah. Apa fungsi rambut akar? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pembahasan berikut ini.

Rambut akar

Rambut akar yaitu bulu halus atau bulu berserat pada akar tanaman, biasanya kecil dan ada pada sisi akar atau cabang akar. Rambut akar merupakan perpanjangan permukaan lapisan epidermal akar yang berfungsi untuk mengoptimalkan absorpsi mineral air dan mineral. Semakin banyak akar rambut, luas permukaan akar akan lebih besar sehingga memungkinkan tumbuhan mencapai air dan mineral hara di daerah yang jauh dari tumbuhan tersebut tumbuh. [Baca: Struktur Anatomi Akar]

Rambut akar berumur pendek. Ia tinggal hanya dua hingga tiga ahad dan kemudian terus beregenerasi melalui pembelahan mitosis. Ukuran rambut akar sangat kecil (diameter 5-17 mikrometer dengan panjang antara 80-1500 mikrometer), bersel satu, dan panjangnya hanya beberapa milimeter dari akarnya. Umumnya akar rambut tidak mempunyai kutikula sehingga pergerakan nutrisi air dan mineral dari tanah ke dalam pembuluh akan lebih mudah.
Jika sobat mencabut akar tumbuhan atau flora Fungsi Rambut Akar Tumbuhan dalam Proses Penyerapan Air dan Hara Tanah
Gambar akar tumbuhan dan struktur akar rambut pada tanaman

Fungsi Rambut Akar

Fungsi utama rambut akar yaitu untuk menemukan celah antara partikel tanah dan memudahkan proses absorpsi air dan mineral nutrisi. Air dan nutrisi yang telah diserap kemudian dibawa ke belahan akar tumbuhan lainnya. Asam ini disekresikan oleh akar rambut ini. Asam akan membantu melarutkan penambang gizi dalam bentuk ion sehingga penambang nutrisi lebih gampang diangkut dan diangkut di akarnya.

Struktur rambut akar

Rambut akar terletak di sisi samping akar. Secara umum, akar rambut terdiri dari beberapa bagian, yaitu dinding sel (lapisan terluar akar rambut yang melindungi akar rambut), selaput sel permukaan, sitoplasma, dan vakuola.

Vakuola yaitu daerah penyimpanan sementara. Di dalam vakuola tersimpan ion air dan mineral mineral. Sebelum dibawa ke belahan akar yang lain. Penyimpanan ion dalam vakuola ini juga berperan dalam menunjang fungsi rambut akar dalam membantu pertukaran ion di zona akar.

Proses Penyerapan Air dan Mineral Mineral dengan akar Rambut

Rambut akar sanggup mencapai air dan mineral nutrisi dari celah-celah partikel tanah. Nutrisi air dan mineral diserap dalam bentuk ion. Ion masuk melalui celah dinding sel, kemudian menembus selaput sel, kemudian masuk ke dalam sitoplasma. Jika daun membutuhkan ion, maka ion yang diserap pribadi diangkut ke daun untuk kemudian dipakai untuk fotosintesis. Jika tidak perlu, ion-ion tersebut tersimpan dalam vakuola.

Ion-ion yang ada di sitoplasma atau vakuola bergerak. Dimana saat konsentrasi ion di luar sel lebih rendah, ion di dalam sel akan keluar sehingga konsentrasi ion menjadi seimbang. Dan sebaliknya. Penyerapan ion air dan mineral nutrisi dilakukan sesuai dengan kebutuhan tumbuhan dengan selalu menjaga keseimbangan ion yang berada di dalam dan di luar akar rambut.

Jika sobat mencabut akar tumbuhan atau flora Fungsi Rambut Akar Tumbuhan dalam Proses Penyerapan Air dan Hara Tanah
Gambar proses absorpsi air dan mineral nutrisi oleh akar rambut

Demikian pembahasan perihal fungsi rambut akar. Dari pembahasan di atas, sanggup disimpulkan bahwa walaupun ada akar akar, namun untuk proses absorpsi ubi masih diharapkan akar. Jika kita menarik atau membuang tumbuhan dari pot, maka bulu rambutnya yang terputus tidak terputus. Tapi jangan khawatir, sebab akarnya akan tumbuh kembali dan menjalankan fungsinya.

Baca juga:

Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsi

Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsi

Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsi

Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsi
Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsi

Fungsi utama akar ialah sebagai organ penyerap nutrisi air dan mineral. Namun, ada fungsi lain dari akar tanaman. Menurut fungsinya, akarnya dibagi menjadi:

1. Akar gantung atau akar udara (radix aereus)

Akar gantung di atas permukaan tanah, melekat pada tangkai, tumbuh menjuntai ke tanah. Fungsi akar gantung ini ialah sebagai penyerap organ uap air dan gas, namun ketika mencapai tanah dan masuk ke tanah, ia bertindak sebagai akar pada umumnya. Contoh tumbuhan yang mempunyai akar gantung ini ialah pohon beringin dan tumbuhan anggrek. [Baca: Struktur Anatomi Akar]

2. Akar pembelit (cirrhus radicalis)

Akar ini memutar batang tanaman. Contohnya sanggup ditemukan di tumbuhan vanili.

3. Akar nafas (pneutophora)

Akar nafas ialah bab dari akar yang tumbuh dari batang bawah, sebagian menyembul keluar dan sebagian tumbuh di tanah. Bagian akar yang muncul ialah kawasan di mana udara masuk melalui celah-celah permukaan akar. Contoh tumbuhan yang mempunyai akar nafas ini ialah bakau dan pandan.

fungsi akar tumbuhan tidak sanggup diganti dengan organ badan lainnya Mengenal Jenis-Jenis Akar Pada Tumbuhan ( Serabut Dan Tunggang )
Gambar a) akar nafas; b) akar gantung; c) akar tunjang

4. Akar pelekat akar (radix adligans)

Akar ini tumbuh, melekat dan memanjat di batang. Contoh tanamannya ialah sirih.

5. Akar penghisap (haustorium)

Akar ini mempunyai fungsi sebagai penyerap air, nutrisi mineral, dan makanan dari batang pohon kawasan ia duduk. Tanaman dengan akar ini hidup sebagai parasit, contohnya menyerupai pada akar parasit.

6. Akar tunjang

Akar ini tumbuh ke segala arah, berbentuk menyerupai serat. Jenis akar ini dimiliki oleh tumbuhan pandan.

7. Akar lutut

Beberapa akar ini tumbuh di tanah kemudian disematkan di tanah, karam menyerupai bentuk gelombang yang berfungsi sebagai respirator. Contohnya ialah pohon

8. Akar banir

Bagian akar ini tumbuh tinggi di atas tanah, berbentuk menyerupai papan datar.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/06/unsur-unsur-seni-rupa-dan-penjelasannya.html

Mengenal Jenis-Jenis Akar Pada Tumbuhan

Mengenal Jenis-Jenis Akar Pada Tumbuhan

Mengenal Jenis-Jenis Akar Pada Tumbuhan

Mengenal Jenis-Jenis Akar Pada Tumbuhan
Mengenal Jenis-Jenis Akar Pada Tumbuhan

Tanaman /tumbuhan yang berbeda, aneka macam jenis akar dan serabut. Namun, fungsi akar tumbuhan tidak sanggup diganti dengan organ badan lainnya. Akar macam apa yang sanggup ditemukan pada tanaman? Mari kita simak diskusi yang telah eBiologi.com berikut ini!

Akar ialah bab tumbuhan yang berada di bab paling bawah tumbuhan dan tumbuh ke arah inti bumi. Akar mempunyai beberapa sifat, diantaranya:

Biasanya tumbuh di tanah dan pertumbuhannya mengarah ke inti bumi (geotrope) atau menuju air (hidrotes), jauh dari udara dan cahaya;
Umumnya tidak berkuku dan beruas;
Putih atau kekuningan;
Tepi tumbuh terus menerus, namun pertumbuhannya lebih lambat dari pada puncak tanaman;
Ujung akar berbentuk lancip berkhasiat untuk partikel tanah yang gampang tembus.

Jenis-jenis Akar

Bentuk rooting pada tumbuhan menjadi salah satu faktor pembeda dalam mengklasifikasikan tumbuhan tingkat tinggi. Saat benih berkecambah, akar (radikula) berubah menjadi akar institusi. Berdasarkan sistem akar ini, akar terbagi menjadi dua jenis, yaitu akar tunggang dan akar serat.

1. Akar serabut

Akar fibrosa berbentuk menyerupai serat kelapa, kecil, dan panjang. Umumnya monokotil mempunyai akar serat. Tapi akar tumbuhan yang disebarkan sayuran juga berserat. Akar serat terbentuk dari akar institusi mati dan tumbuh akar gres yang mempunyai ukuran relatif sama dan keluar dari pangkal batang. Sedangkan untuk bentuknya, jenis akar serat sanggup dibedakan menjadi akar benang (misalnya nasi), akar tambang (misal kelapa), dan akar serat besar (misalnya pandan).
fungsi akar tumbuhan tidak sanggup diganti dengan organ badan lainnya Mengenal Jenis-Jenis Akar Pada Tumbuhan ( Serabut Dan Tunggang )
Gambar bentuk akar tunggang dan akar serabut

2. Akar tunggang

Akar tunggang umumnya dimiliki oleh tumbuhan dikotil generatif yang disebarkan dengan biji. Tanaman dikotil akar mempunyai akar utama yang menembus pribadi ke lapisan tanah dan bercabang pada sisinya.

Tanaman dengan akar akar tumbuk mempertahankan akarnya sehingga berubah menjadi akar primer yang disebut akar taprous (radix primaria) yang mempunyai cabang.

Berdasarkan jumlah percabangan, jenis jenis akar menunggang sanggup dibagi menjadi dua jenis: akarnya tidak tunggang atau sedikit bercabang dan bercabang.

a. Tidak atau sedikit bercabang

Jenis tumbuhan ini mempunyai akar tanpa bercabang atau hanya sedikit bercabang. Jenis akar tunggang ini mempunyai bentuk khas, bentuk tombak atau pena (fusiform) menyerupai pada wortel dan lobak, bentuk gasing menyerupai pada bengkuang, begitu pula bentuk benang menyerupai pada akar tumbuhan kratok.

b. Bercabang (ramosus)

Jenis akar tunggang ini mempunyai banyak cabang dan setiap cabang mempunyai cabang yang lebih panjang sehingga mempunyai zona akar yang lebih luas. Misalnya di pohon buah.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/11/pengertian-integritas-fungsi-tujuan-manfaat-ciri-ciri-pribadi.html

Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)

Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)

 Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)

 Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)
Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)

 

Cash Budget menurut Weston & Copeland:

“Mencakup taksiran dan estimasi yang terperinci mengenai peneriman dan pengeluaran kas yang diantisipasi untuk periode anggaran yang bersangkutan atau untuk periode khusus lainnya.”

Cash Budget menurut Welsch, Hilton, Gordon:

“Anggaran kas menunjukkan arus uang masuk dan keluar yang direncanakan, dan posisi terakhir pada akhir periode interim tertentu, misalnya akhir bulan.”

Anggaran kas menyatakan jumlah kas bersih yang dimiliki perusahaan dan untuk berapa lama. Jadi sebagai dasar untuk ramalan kas dan persediaan kas. Selain anggaran kas, perusahaan juga membutuhkan saldo kas dan perubahan saldo kas setiap han. Apabila perusahaan juga menginvestasikan sebagian uang kas dalam surat berharga, maka informasi tentang perkembangan surat-surat berharga setiap saat juga perlu disediakan. Untuk perusahaan yang cukup maju, informasi tersebut biasanya menggunakan komputer.

Unsur-Unsur Anggaran Kas (Cash Budget) Unsur Anggaran Kas Unsur Anggaran Kas adalah antara lain:

1)      Penerimaan Kas

2)      Pengeluaran Kas,

3)      Net Cash Flow;

4)      Beginning Balance (Saldo Awal),

5)      Ending Balance (Saldo Akhir)

Tahapan Penyusunan Anggaran Kas (Cash Budget)

Tahapan penyusunan Budget Kas adalah sebagai berikut:

1)        Menyusun estimasi penerimaan. dan pengeluaran menurut rencana operasional perusahaan. Transaksi-transaksi ini merupakan transaksi operasional (operating transaction). Pada tahap ini dapat diketahui adanya defisit atau surplus.

2)        Menyusun perkiraan atau estimasi kebutuhan dana atau kredit dan bank atau sumber dana lainnya.

3)        Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi finansial dan budget kas yang final.

Tujuan Penyusunan Anggaran Kas (Cash Budget) Tujuan penyusunan Cash Budget antara lain untuk:

1)      Memberikan taksiran posisi kas pada setiap akhir periode sebagai hasil dan operasi yang dijalankan

2)      Mengetahui kelebihan/kekurangan kas pada waktunya

3)      Menentukan kebutuhan pembiayaan dan atau kelebihan kas menganggur untuk investasi

4)      Menyelaraskan kas dengan total modal kerja, pendapatan penjualan, biaya, investasi, hutang

5)      Menetapkan dasar yang sehat untuk pemantauan posisi kas secara terus-menerus

Dengan demikian perencanaan Anggaran Kas (Cash Budget) akan menunjukkan:

  1. a)Kebutuhan untuk membiayai kekurangan kas yang mungkin terjadi atau
  2. b)Kebutuhan terhadap perencanaan investasi yaitu untuk menandakan kelebihan uang pada penggunaan yang menguntungkan.

Manfaat Penyusunan Anggaran Kas (Cash Budget)

Anggaran Kas (Cash Budget) memiliki manfaat pokok antara lain sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja, dan sebagai alat pengawasan kerja.

Sebagai Pedoman Kerja

Budget berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan perushaan di waktu yang akan datang.

Sebagai Mat Pengkoordinasian Kerja

Budget berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasian kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan dapat saling menunjang, saling bekerja sama dengan baik, untuk menuju sasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan Iebih terjamin.

Sebagai Alat Pengawasan Kerja

Budget berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pemanding untuk menilai (evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan membandingkan antara apa yang tertuang di dalam budget dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan, dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekea ataukah kurang sukses bekerja. Dan perbandingan tersebut dapat pula diketahui sebab-sebab penyimpangan antara budget dan realisasinya, sehingga dapat pula diketahui kelebihan dan kelemahan dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan. Hal ml akan dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan yang sangat berguna untuk menyusun rencana-rencana (budget) selanjutnya secara lebih matang dan lebih akurat.

Baca Juga : 

Teori Kepemimpinan

Teori Kepemimpinan

Teori Kepemimpinan

Teori Kepemimpinan
Teori Kepemimpinan

 

Pendekatan Sifat-sifat Kepemimpinan

Usaha yang pertama kali dilakukan oleh psikolog dan peneliti untuk memahami kepemimpinan yaitu mengenai karakteristik atau ciri-ciri para pemimpin yang berhasil.
Dalam mencari ciri-ciri kepemimpinan yang dapat diukur, para peneliti menggunakan dua pendekatan, yaitu: 1) Mereka berusaha membandingkan  ciri-cri dari dua orang yang muncul sebagai pemimpin dengan ciri-ciri yang tidak demikian, dan (2) mereka membandingkan ciri pemimpin yang efektif dengan ciri-ciri pemimpin yang tidak efektif.

Apabila disimpulkan karakteristik

Pemimpin berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka seorang pemimpin harus memiliki:
–    Kekuatan jasmani yang cukup
–    Kekuatan rohani yang cukup
–    Semangat untuk mencapai tujuan
–    Penuh antusias
–    Ramah dan penuh perasaan
–    Jujur dan adil
–    Memiliki kecakapan teknis
–    Dapat mengambil keputusan
–    Cerdas
–    Punya kecakapan mengajar
–    Penuh keyakinan
–    Punya keberanian
–    Ulet dan tahan uji
–    Suka melindungi
–    Penuh inisiatif
–    Memiliki daya tarik
–    Simpatik
–    Percaya diri
–    Intelegansi tinggi
–    Waspada
–    Bergairah dalam bekerja
–    Bertanggung jawab
–    Rendah hati
–    Objektif
Tentunya sifat-sifat itu sangat ideal dan tidak mungkin semua sifat di atas dimiliki oleh seorang pemimpin, sebagian saja yang dimiliki dan relevan dengan bidang kerja yang dipimpin termasuk kategori baik.

Pendekatan Perilaku

Pendekatan perilaku memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku, dan bukan dari sifat-sifat (traits) pemimpin. Alasannya sifat seseorang relatif sukar untuk diidentifikasikan.
Robert F Bales (Stoner, 1986) mengemukakan hasil penelitian, bahwa kebanyakan kelompok yang efektif mempunyai bentuk kepemimpinan terbagi (shared leadership), umpanya satu orang menjalankan fungsi tugas, dan anggota lain melaksanakan fungsi sosial. Pembagian fungsi ini karena seseorang perhatian akan terfokus pada satu peran dan mengorbankan peran lainnya.

 

Pendekatan Situasional

Pendekatan situasional berpandangan bahwa keefektifan kepemimpinan bergantung pada kecocokan antara pribadi, tugsa, kekuasaan, sikap dan persepsi. Cukup banyak pendukung pendekatan ini, diantaranya, model Kontingen Fiedler, Model Normatif Vroom Tetton, dan Teori Jalur Tujuan (The Pat Goal Theory)
a)    Model Kontingensi
Field dan Chemer (1974) mengembangkan teori kepemimpinan yang disebut dengan leadership contingency model.
b)    Model kepemimpinan Vroom Teton
Model normatif Vroom Teton menjelaskan bagaimana seorang pemimpin harus memimpin dalam situasi yang bermacam-macam. Model ini menunjukkan bahwa tidak ada satu gaya kepemimpinan yang dapat efektif diterapkan dalam semua situasi.
c)    Model Jalur Tujuan
Hampir sama dengan pendekatan kontignensi, model jalur tujuan mencoba memperkirakan keefektifan kepemimpinan dalam situasi yang berbeda. Model ini dikembangkan oleh Martin G. Evans (1970) dan Robert J. House (1974) Stoner, 1986 yang didasarkan atas model pengharapan, menyatakan bahwa motivasi seseorang tergantung pada harapannya akan imbalan dan nilai dan memusatkan pemimpin sebagai sumber imbalan.

 

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pemimpin

Menurut H. Jodeph Reitz (1981) faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pemimpin meliputi: 1) kepribadian (personality) pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin,  2) harapan an perilaku atasan, 3) karakteristik harapan dan perilaku bawahan, dan 6) harapan dan perilaku rekan. Faktor-faktor itu mempengaruhi pimpinan dan bawahan secara timbal balik.

Sumber :  http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/gelombang-elektromagnetik/

Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)

Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)

 Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)

 Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)
Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)

Sebenernya aku sudah lama menulis

Tapi menulis hal-hal yang gak penting, terutama di facebook. Sudah lama pula aku ingin belajar menulis, menulis sebuah cerita yang bisa menghibur, entah itu berupa cerita pendek atau berupa novel. Beberapa cerita pendek pernah aku tulis, yang judul dan ceritanya aku sendiri sudah lupa, sebagian aku pos di blog sebelah, sebagian akut tulis di facebook. Dan sebagian lagi aku ikutkan lomba-lomba. Dari lomba-lomba yang pernah aku ikuti, aku pernah juara tiga lomba menulis cerpen tingkat tiga kabupaten untuk anak sekolah menengah umum, itu jaman dulu. Sekarang kreativitas dan produktivitasku mulai menurun bahkan diambang batas nol.

Nah disini saya akan mulai menulis lagi

Mungkin dimulai dari cerita pendek atau cerita bersambung. Setiap cerita diawali dengan sebuah paragraf. Untuk itu saya ingin membahas tentang paragraf, jelasnya bagaimana menulis paragraf pertama seperti penulis atau cerpenis dunia.
Menulis paragraf pertama mungkin bukan perkara yang sulit, tapi yang sulit adalah bagaimana membuat paragraf pertama yang kita tulis tersebut menjadi menarik, dan membuat pembaca penasaran ingin membaca paragraf-paragraf selanjutnya.

Untuk belajar menulis paragraf pertama

Kita bisa mulai dengan mencoba memunculkan satu masalah, dimana masalah tersebut harus diselesaikan oleh karakter. Biasanya model pembukaan paragraf seperti ini disukai banyak penulis. Karena pembaca atau bahkan manusia pada umumnya biasanya suka atau tertarik pada masalah – khususnya yang terjadi pada orang lain. Disini kita bisa lihat contohnya pada cerpen The Gift Of The Magi (1906) karya O. Henry.

Satu dolar dan delapan puluh tujuh sen. Cuma itu. Bahkan, enam puluh sen dari jumlah itu terdiri dari uang receh bernilai satu sen-an, hasil simpanannya selama ini—yang didapatnya dengan cara mendesak tukang sayur, tukang daging dan penjaga toko kelontong agar sudi menjual dagangan mereka kepadanya dengan harga termurah. Proses tawar-menawar itu tidak jarang membuatnya malu, hingga pipinya memerah, sebagaimana semua orang pasti merasakan hal yang sama jika mereka ada di posisinya. Tiga kali sudah Della mempermalukan diri. Satu dolar dan delapan puluh tujuh sen. Lebih sial lagi, besok adalah Hari Natal.

Contoh pembukaan diatas lansung mengetengahkan pokok

Persoalan yang harus diselesaikan oleh karakter (Della) :

Satu dolar dan delapan puluh tujuh sen. Cuma itu…
…… besok adalah Hari Natal.

Emosi pembaca terhubung dengan cerita karena mengangkat masalah yang familar. Di Indonesia, sebagian besar kita mengalaminya –minimal- sekali setahun (cukup mengganti Natal dengan Lebaran).

Untuk menonjolkan masalah, O. Henry

Mendramatisir latar belakang karakter yang hidup pas-pas-an.

Lewat detail; Uang recehMendesak pedagang untuk memberikan harga termurah. …membuatnya  malu hingga pipinya merah…. O. Henry menunjukkan beban hidup keseharian karakternya. Informasi ini dengan sendirinya meningkatkan intensitas masalah.

Bila sebelumnya kita membahas mengenai bagaimana memunculkan

Satu masalah, dimana masalah tersebut harus diselesaikan oleh karakter, sebagai salah satu pilihan dalam membuat atau menulis paragraf pertama, maka pilihan berikutnya untuk membuat paragraf pertama kita bisa mulai langsung dengan aksi. Jenis paragraf pertama ini tidak bertele-tele karena lansung melompat ke tengah cerita, dimana tanpa ada latar belakang, karena sebuah insiden memotong semua latar belakang yang biasanya hadir dalam draft awal, disini saatnya aksi karakter mengambil alih cerita.
Contohnya cerpen The Man Who Shouted Teresa karya penulis Italia, Italo Calvino.

Aku menjauh dari trotoar, berjalan mundur beberapa langkah dengan wajah tengadah, lalu dari tengah jalan, seraya mengatupkan kedua tangan agar membentuk corong di sekitar mulut, aku berteriak sekeras-kerasnya: “Teresa!”

Teknik membuka cerpen dengan aksi mengacu ketat pada prinsip show don’t tell  (tunjukkan, jangan katakan).
Lihat bagaimana Italo Calvino menunjukkan aksi tokoh ‘Aku’ lewat rincian; Menjauh, berjalan mundur, wajah tengadah, mengatupkan tangan
Menunjukkan membuat adegan lebih hidup. ketimbang hanya mengatakan ‘aku berdiri di trotoar dan berteriak memanggil Teresa’.
Sebenarnya masih banyak cara untuk memulai menulis, terutama menulis paragraf pertama, apalagi kalau kita mencari lewat google. Disitu akan muncul banyak blog yang menawarkan tips dan trik atau cara-cara menulis paragraf pertama atau cara menulis yang baik, atau belajar menulis dan lain-lain.
Intinya dalam membuat paragraf pertama, kita harus bisa menarik pembaca untuk melanjutkan membaca paragraf-paragraf selanjutnya.

Terus bagamana caranya membuat pembaca tertarik?

Karena sekarang jamannya jaman korupsi, dan di negara Indonesia tercinta kita ini terkenal dengan korupsinya, maka cara satu-satunya untuk menarik pembaca adalah dengan cara menyuap.

Dengan apa kita menyuap pembaca?

Kita menyuap pembaca dengan rasa keingin tauannya, bangkitkan rasa ingin tahu pembaca dengan melemparkan pertanyaan dibenaknya, agar pembaca meneruskan bacaannya.

Bagaimana caranya kita menyuap pembaca?

Ada beberapa cara untuk menyuap pembaca, agar pembaca tertarik untuk melanjutkan bacaannya keparagraf selanjutnya, diantaranya sebagai berikut:
1. Membuka dengan masalah yang harus diselesaikan oleh karakter
Pembaca ingin tahu bagaimana karakter menyelesaikan masalah ? Perubahan apa yang terjadi pada diri karakter setelah melewati masalah ? (resolusi).
2. Membuka dengan aksi (insiden)
Apa maksud karakter melakukan aksi (insiden) ?
3. Membuka dengan garis besar cerita… TAPI menahan informasi penting mengenai motif; kenapa karakter melakukan sesuatu?
4. Membuka dengan pertanda bahaya (ketegangan)
Apakah karakter berhasil melewati bahaya ? Apa  yang akan terjadi dengannya ?
5. Membuka dengan menampilkan lokasi cerita
Mengapa tempat tersebut istimewa ? Apa hubungan lokasi cerita dengan karakter…dan tema cerita secara keseluruhan?
Ada alasan mengapa kelima pembukaan cerpen diatas lansung memperkenalkan karakternya. Penulisnya tahu sifat dasar manusia. Setelah semua, manusia paling tertarik dengan sesamanya. Itu sebabnya kehadiran karakter, atau nama orang, lansung menarik perhatian pembaca.

Pemkot Bogor Targetkan UHC

Pemkot Bogor Targetkan UHC

Pemkot Bogor Targetkan UHC

 

Pemkot Bogor Targetkan UHC

Universal Health Coverage

Dalam rangka pencapaian Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Bogor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor membentuk Tim Percepatan Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kota Bogor Tahun 2018.

Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah

Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah saat pelaksanaan rakor Tim Percepatan UHC Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kota Bogor Tahun 2018 di Surabi Teras, jalan Sancang Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (05/07/2018) pagi.

Rakor dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat

Dalam arahannya, Ade mengatakan terkait target UHC yang diharuskan tercapai pada 2019, dirinya menekankan sebagai aparatur harus paham benar terkait regulasi dan teknisnya.

“Saya ingin rakor ini benar-benar dipahami secara teknis dan tuntas oleh semua yang hadir sehingga pada tahun 2019 diharapkan target UHC pada Januari 2019 tercapai dan harus sudah menyeluruh. Maknai hal ini bukan hanya untuk kepentingan bagi diri pribadi tetapi masyarakat secara luas. Semoga kita bisa melakukan hal ini bersama-sama di Kota Bogor,” kata Ade.

Untuk data warga Kota Bogor yang belum tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Sekda secara tegas meminta pihak terkait baik di wilayah maupun di dinas segera memperbaharui dan memverifikasinya agar jelas. “Verifikasi data menjadi kuncinya. Data yang ada harus senantiasa diperbaharui sehingga target UHC pada tahun 2019 dapat tercapai,” tegas Ade.

Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah

Hal senada diungkapkan Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah yang meminta para anggota Tim Percepatan UHC JKN usai rakor membuat kesepakatan mengenai data yang ada harus dipantau. “Kalau masih ada warga yang belum memiliki dokumen kependudukan segera koordinasikan dengan Disdukcapil,” tegasnya.

Di sisi lain menurut Rubaeah

Pembentukan tim ini menjadi menindaklanjuti Instruksi Presiden dan juga hasil kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bogor dengan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bogor yang tertuang dalam surat No.440/KK.03-Dinkes/2018 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional Menuju Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage – UHC) di Kota Bogor.“Ini salah satu strategi yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor,” kata Rubaeah.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor No.800/1740/JKS/218 tentang Tim Percepatan Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kota Bogor Tahun 2018. Tim di ketuai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Yuniarti Budi.S dengan anggota terdiri dari para kepala seksi Kemasyarakatan (Kasi Kemasy) seluruh kelurahan, beberapa pelaksana pada Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor.

Universal Health Coverage

Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan sistem kesehatan yang memastikan setiap warga negara dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau. Pada tahun 2019, ditargetkan tercapai.

 

Artikel: