Generasi Muda Harus Lestarikan Budaya Lokal

Generasi Muda Harus Lestarikan Budaya Lokal

 

 

Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bangka

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syarnubi mengatakan generasi muda harus melestarikan budaya lokal karena sudah mulai kurang diminati masyarakat.

“Melestarikan budaya lokal harus dilakukan oleh generasi muda sebagai warisan kekayaan bangsa,” katanya di Sungailiat, Sabtu (1/11).

 

Pelestarian Budaya

Menurut dia, pelestarian budaya lokal merupakan bagian dari penyelemataan kekayaan bangsa yang mulai kurang diminati akibat zaman yang terus maju dan berkembang.

“Sangat disayangkan kalau kekayaan bangsa ini harus punah akibat kurangnya kepedulian kita menjaganya, apalagi budaya lokal yang dimiliki merupakan simbol bagi daerah itu,” katanya.

 

Masyarakat harus bangga

Dia menyebutkan, semua lapisan masyarakat harus bangga menjadi anak bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Baca Juga: Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan  Kekayaan budaya lokal masing-masing suku di daerah Indonesia tidak dimiliki bangsa lain.

“Masing-masing daerah di Indonesia memiliki budaya lokal yang cukup bagus dan menjadi perhatian dunia, serta mampu memberikan konstribusi terhadap daerah itu bila dijaga dan dilestarikan dengan baik,” ujarnya.

 

Mengembangkan Budaya Lokal

Dikatakan, pihaknya akan berusaha maksimal mengembangkan budaya lokal sebagai warisan dari pendahulu yang nantinya dapat dijadikan ciri khusus atau ikon bagi daerah Kabupaten Bangka.

“Saya menginginkan agar pakaian adat Kabupaten Bangka disahkan dalam bentuk peraturan daerah sehingga menjadi pakaian resmi,” katanya.

Dia mengakui personel lembaga adat Melayu di Kabupaten Bangka sebagian besar beranggotakan masyarakat usia tua dan hanya beberapa orang saja yang masih muda.

“Saya imbau kepada generasi muda untuk mencintai budaya kita, jangan mudah terpengaruh oleh budaya asing sementara budaya sendiri ditinggalkan,” katanya.

Gondjang-Gandjing Cisitu 2014: Kobarkan Semangat Budaya Nusantara

Gondjang-Gandjing Cisitu 2014: Kobarkan Semangat Budaya Nusantara

Gondjang-Gandjing Cisitu 2014: Kobarkan Semangat Budaya Nusantara

 

Acara Kementrian Seni dan Budaya

Pada Minggu (26/10/14) Kementrian Seni dan Budaya Kabinet Keluarga Mahasiswa (Kemensenbud KM) ITB menggelar acara kesenian yang bertajuk “Gondjang-Gandjing Cisitu”. Acara ini dilangsungkan di kawasan Asrama Bumi Ganesha, RW 10, Cisitu. Berbagai penampilan kebudayaan Indonesia disugguhkan dalam acara ini yang memang mengangkat tema “Nusantara Membara”. Tidak hanya mahasiswa yang menjadi penikmat pentas kebudayaan Gondjang-Gandjing Cisitu ini, melainkan para warga Cisitu juga turut antusisas dengan acara ini.

 

Pengertian Gondjang-Gandjing

Gondjang-Gandjing Cisitu adalah program kerja tahunan yang dibawa oleh Kemensenbud KM-ITB. “Setiap tahun kami membawa semangat yang berbeda-beda. Pada tahun ini semangat yang dibawa adalah untuk mengenalkan kembali identitas bangsa Indonesia melalui pementassan seni dan kebudayaan tradisional,” tutur Lutfan Qasmal (Teknik Mesin 2011) selaku Menteri Kemensenbud KM-ITB. Terdapat satu hal berbeda pada Gondjang-Gandjing Cisitu tahun ini, yakni Kemensenbud bekerja sama dengan Kementrian Manajemen Lingkungan untuk turut memamerkan hasil panen dari program Cisitu Berkebun di daerah Cisitu RW 12.

 

Acara dibuka dengan sambutan dan penampilan-penampilan dari warga setempat.

“Hal ini juga merupakan salah satu tujuan dari Gondjang-Gandjing Cisitu ini, yakni membentuk interaksi antara warga setempat dengan mahasiswa,” jelas Lutfan. Suguhan yang ditampilkan oleh para warga Cisitu adalah kebudayaan-kebudayaan sunda, yakni pencak silat, kuda lumping, jaipong, dan lain-lain. Setelah itu dilanjutkan dengan acara utama yang ditampilkan oleh kolaborasi unit-unit kebudayaan yang terdapat di ITB.
“Masing-masing penampilan unit tersebut memiliki ceritanya masing-masing, namun tetap didalam satu alur, yakni menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia yang sudah mulai mengabaikan kebudayaan tradisional,” ungkap Lutfan. Luthfan menambahkan bahwa  adanya kolaborasi antar unit di ITB ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarlembaga di ITB. Salah satu unit yang tampil dalam acara Gondjang-Gandjing Cisitu adalah Lingkung Seni Sunda (LSS). LSS bekerja sama dengan ITB Student Orchestra (ISO) untuk menyuguhkan kolaborasi musik yang menarik, yakni alunan melodi tradisional jawa barat disandingkan dengan budaya musik modern.

 

Tujuan Gondjang-Gandjing

Tujuan awal dari Gondjang-Gandjing Cisitu ini adalah untuk membentuk kerjasama antar lembaga di ITB, semoga kedepannya semakin banyak lagi lembaga di ITB yang dapat berkolaborasi di Gondjang-Gandjing Cisitu ini,” ungkap Lutfan. Baca Juga: Selain itu berbicara mengenai pesan yang ingin diangkat di acara ini adalah untuk menyadarkan kembali mahasiswa maupun masyarakat agar dapat mengenal kembali budaya asli daerahnya. “Semoga semua yang hadir di Gondjang-Gandjing Cisitu ini dapat menangkap pesan yang terdapat dalam setiap pertunjukkan,” tutup Lutfan.

Awas, Jumlah Kesenian Di Bantul Mulai Punah

Awas, Jumlah Kesenian Di Bantul Mulai Punah

 

 

Kesenian srandul Kecamatan Sedayu

pekbung Kecamatan Pandak dan Langen Mondro Wanara Sembungan Bantul terancam keberadaannya karena tidak ada regenerasi terpadu dari yang tua ke yang muda. Masalah ini diperparah oleh anak muda yang cenderung cuek terhadap seni kebudayaan yang ada disekitarnya.

 

Masyarakat Adat dan Tradisi

Demikian disampaikan oleh Tedi Kusyairi dari Masyarakat Adat & Tradisi Mataram (Mantram) yang berbasis di Jeblok, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Komunitas ini berkonsentrasi pada lintas pelaku budaya yang menangani kesenian, adat budaya serta tradisi mataram.

“Proses transfer ilmu budaya lemah, tidak adanya keterlibatan anak muda, serta gaya hidup anak sekarang yang cenderung gadget holic membuat kesenian tradisional diambang kepunahan,” jelas Tedi.

Merujuk pada Perda DIY no. 4 tahun 2011

yang mengatakan bahwa Tata Nilai Budaya Yogyakarta merupakan kekayaan daerah tidak berwujud (intangible) yang tak ternilai sehingga perlu dilestarikan, dikembangkan, dan dilindungi dengan peraturan daerah.

Melalui acuan tersebut Mantram ingin memulihkan kondisi memprihatinkan tersebut. “Problem regenerasi menjadi salah satu sebab mengapa kami harus bergerak melalui arus bawah,” tukasnya.

Menurut Kepala Pusat Studi Kebudayaan, Dr. Aprianus Salam, M. Hum, tidak adanya pembelajaran dan sistem managerial dalam dunia seni menjadi akar utama yang harus segera dipecahkan. “Bahkan proses tranfer ilmu ke generasi muda kadang tidak lengkap, ada informasi yang tergradasi dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Agar mampu menjawab problem tersebut, pihaknya mendukung upaya Mantram untuk menggiatkan serta mengefektifkan pertunjukan kesenian, melakukan diskusi budaya serta melakukan evaluasi terhadap peraturan kebudayaan yang sedang dalam proses penelitian.

Mantram sendiri berencana akan melaksanakan kegiatan kongres kebudayaan rakyat

pada 31 Agustus di Balai desa Tirtonirmolo serta akan melaksanakan kirab berbagai macam kesenian asli Bantul dari sejumlah komunitas yang ada disana. Acaranya sendiri akan dilaksanakan pada 1 September 2013 di Gedung Pemuda, Ambarbinangun, Bantul.

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

Cara Memandang (Judie Paxton)

Cara Memandang (Judie Paxton)

Cara Memandang (Judie Paxton)

Ketika masih duduk di SD, aku terlibat dalam perdebatan sengit dengan seorang anak lelaki di kelasku. Aku sudah lupa apa topik perdebatan kami, tetapi aku tidak lupa pelajaran yang kuperoleh hari itu.

Aku yakin sekali bahwa akulah yang benar, sedangkan ia salah. Sebaliknya, ia juga yakin bahwa ia yang benar dan aku yang salah. Maka guru kami memutuskan untuk memberikan pelajaran yang sangat penting. Ia menyuruh kami maju ke depan kelas. Aku berdiri di satu sisi meja, sementara anak itu di sisi yang lain. Di tengah meja ada satu obyek besar dan bundar. Aku melihat dengan jelas bahwa benda tsb berwarna hitam.

Lalu guru kami bertanya pada anak itu, apa warna benda tsb. “Putih”, sahutnya. Aku tak percaya mendengarnya, sebab benda tsb jelas-jelas hitam. Kami kembali berdebat dengan sengit, kali ini tentang warna benda tsb.

Guru kami kemudian menyuruhku berdiri di tempat anak tadi, sementara anak tadi berdiri di tempatku. Kami bertukar tempat, dan sekarang guru kami bertanya kepadaku, apa warna benda itu. Aku terpaksa menjawab, “Putih”, sebab benda tsb memang mempunyai dua sisi yang berbeda warna. Dari sudut ini, warna yang kelihatan adalah putih, sedangkan dari sisi yang lain warnanya hitam.

Hari itu aku mendapat pelajaran penting. Kita mesti bisa menempatkan diri pada posisi orang lain dan melihat situasinya melalui mata mereka supaya kita bisa benar-benar memahami perspektif mereka.

Guru adalah mereka yang menjadikan diri mereka jembatan. Para murid diundang untuk menyeberanginya. Setelah semua menyeberang, dengan senang hati mereka mengundurkan diri dan mendorong para murid untuk menciptakan jembatan tersebut

Baca Juga : 

KAKAK SEORANG GELANDANGAN

KAKAK SEORANG GELANDANGAN

KAKAK SEORANG GELANDANGAN
Roy Angel yang miskin memiliki kakak seorang milyuner.Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak,kakaknya menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya.Setelah itu kakak Roy Angel menanam saham pada perusahaan besar danmemperoleh untung yang besar. Kini dia tinggal di apartemen mewah diNew York dan memiliki kantor di allstreet.
Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap. Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan penuh kekaguman.”Hai.. nak” sapa Roy Anak itu melihat pada Roy dan bertanya “Apakahini mobil Tuan?””Ya,” jawab Roy singkat. “Berapa harganya Tuan?””Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa”.”Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?”Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran. “Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya”
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam,”Seandainya…. seandainya…”Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu, “Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku”.Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya: “Seandainya… seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu..”
Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya.Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya. Sampai satu kali anak itu berkata,”Tuan bersediakah Tuan mampir ke rumah saya ?Letaknya hanya beberapa blok dari sini”.Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini.”Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah” pikir Roy. “OK, mengapa tidak”, kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu.
Tiba disudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti seje nak,”Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali”.Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot. Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu. Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh.
Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya:”Lihat… seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu”.Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena ketulusan kasihseorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya.

Bungkusan

Bungkusan

Bungkusan

Bungkusan
Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmatibersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis. Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar.Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.
Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yang akan mengilhami yang lain!Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. “Kekasihku sedang menunggu. Aku hanya ingin ayam gorengku.”Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu kepada wartawan.
Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya.”Aku tidak mengerti” kata pemilik restoran. “Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon, beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?””Itulah masalahnya,” kata si pemuda. “Istriku ada di rumah. Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi darisini.”
Mudah untuk terlihat baik di depan orang-orang yang tidak mengenalmu. Banyak diantara kita yang melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ke tempat ibadah,berkata benar, dan semua orang mengira kita adalah sosok ideal yang sebenarnya tidak demikian.Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu. Tidaklah penting berapa banyak hal yang kau perbuat atau apa yang orang lain kira tentang dirimu. Yang penting adalah hal yang terdalam. Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau supaya seseorang kagum padamu – lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu seseorang yang lebih baik.

BAHAYA!, Inilah Resiko Menjadi Seorang Guru

BAHAYA!, Inilah Resiko Menjadi Seorang Guru

BAHAYA!, Inilah Resiko Menjadi Seorang Guru

BAHAYA!, Inilah Resiko Menjadi Seorang Guru
BAHAYA!, Inilah Resiko Menjadi Seorang Guru

Banyak yang berpendapat bahwa apapun pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang memiliki resiko yang bisa menghampiri setiap pelakunya, tak terkecuali seorang guru.

Ini Kutipan yang saya dapat dari Dr. Manpan Drajat, M.Ag., Dosen UIN SGD Bandung DPK STAI DR.KH.EZ. Muttaqien Purwakarta, Ketua STAI DR.KH.EZ.Muttaqien Purwakarta.

Mejadi guru yang sesungguhnya adalah tidak mudah, dan penuh risiko. Saya sering katakan kepada mahasiswa saya, bahwa ketika Anda mengajar di kelas, sebenarnya Anda sedang mempertaruhkan masa depan anak-anak Anda. Jika Anda mengajar dengan baik dan benar, sama dengan Anda sedang mempersiapkan masa depan yang baik bagi anak didik Anda, begitupun sebaliknya. Jika Anda mengajar tidak baik dan tidak benar, sama dengan Anda mempersiapkan masa depan yang suram bagi anak didik Anda.

Sudah menjadi rahasia umum jika seorang guru bergelut dalam kegiatan belajar-mengajar yang memiliki tujuan mencerdaskan anak Bangsa.

Namun terkadang tujuan mulia tersebut bisa menjadi bumerang bagi guru jika tidak dilaksanakan denganbbaik.  Oke tanpa basa-basi lagi, berikut merupakan resiko menjadi seorang guru.

Risiko Menjadi Seorang Guru #1, Memiliki ± 60 Fans Per Tahun

Ya. Resiko pertama yang bisa menghampiri seorang guru adalah kcendruangan memiliki fans yang banyak :). Loh masa sih?….

Coba Anda ingat-ingat saat masih menjadi seorang siswa baik SD/SMP/SMA, pastinya Anda memiliki seorang atau lebih guru yang Anda kagumi bukan!.

Jika dalam 1 kelas terdapat 40 siswa dan setengahnya menjadi fans seorang guru, maka jika guru yang bersangkutan dalam 1 tahun mengajar 3 kelas, bisa dikalkulasikan bukan berapa fans yang dimiliki oleh guru tersebut…….

Yah….20 X 3 = 60 siswa…..wah bisa ngalahin aktris dong dalam beberapa tahun kedepan hehe.

Risiko Menjadi Seorang Guru #2, Kesempatan Meraup Amal Lebih Besar

Pastinya Anda sudah paham 3 amal jariah yang tidak akan terputus walaupun pelakunya telah meninggal yaitu: Anak shaleh, shadaqah jariah, dan ilmu yang bermanfaat.

Nah, poin ketiga inilah yang berpeluang besar menghantarkan seorang guru menjadi juragan amal jariah untuk bekal diakhirat nantinya.

Risiko Menjadi Seorang Guru #3, Memilik Banyak Anak

Loh kok bisa?…Bisa dong, maksud PI disini bukan anak kandung namun anak didik. Bahyangkan dalam satu kelas seorang guru punya anak didik sebanyak 30-40 orang berarti dalam 3 kelas seorang guru punya anak didik 120 orang. :).

Nah itulah resiko yang bisa menimpah seorang guru. Jika menurut kalian masih ada resiko lainya silahkan berikan via comentar.

So, buat kalian yang bercita-cita menjadi seorang guru silahkan, karena banyak hal baik yang akan kalian dapatkan dengan profesi ini.

Demikianlah pos sederhana PI kali ini mengenai” Resiko Menjadi seorang Guru”, semoga dapat memberi semangat bagu Bapak/Ibu guru dalam mentransfer ilmu ke pada siswanya dan memberi pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya seorang guru.

Baca juga artikel:

Ah, alangkah indahnya dunia ini

Ah, alangkah indahnya dunia ini

Ah, alangkah indahnya dunia ini…

Ah, alangkah indahnya dunia ini

Alangkah Indahnya Dunia

Hal itu terpikirkan oleh saya saat malem ini, saya yang menjadi seorang janda temporer akibat ditinggal pacar yang lagi camping, menangkap berbagai macam hal yang indah indah (huh!kalimat yang panjang!)

Berawal dari acara pegang pegang hape yang berakibat pada kesehatan jantung saya itulah, saya berkhayal berfikir, bagaimana ya, seandainya semua itu digratiskan?

gimana ya…seandainya bisa nelpon kemana aja dan kapan aja secara gratis…?
Tentu aja hal seperti ini dan ini tak akan terjadi lagi.
Saya bisa nelponin Ibu dan Ayah sampek batre ngedrop, bisa pacaran berkomunikasi via Hapeh dengan Mas Farid atau sekedar isengin temen – temen – yang emang patut diisengin.

 

Akhir – akhir ini, emang banyak sekali iklan dari penyedia jasa komunikasi

yang tentu saja, dengan kebohongan keunggulan masing – masing. ada yang nonjolin SmSnya, ada yang murah hati banget buat dipake telpon, ada yang gapake sarat dan ktentuan berlaku, serta berbagai macam kebohongan strategi yang bertujuan akhir sama: dapet konsumen yang sebanyak banyak.

Kembali ke alam sadar saya. Ah, semua yang gratis – gratis akan hanya jadi impian dan khayalan saya aja. Jangankan pulsa, untuk pendidikan dan kesehatan saja, masya ampyun susyahnya dan nggak semua bisa menikmati keindahannya. Apalagi pulsa…yang bisa digolongkan kebutuhan utama kesekian. Jadi, ya…cukuplah milih yang terbaik dari semua, baik yang dengan status bersyarat maupun yang tanpa syarat dan ketentuan berlaku tapi masih ada syarat syarat yang harus dipenuhi.

 

Sejak tragedi ini, dan dapat rejeki,

saya memutuskan untuk mencari suami HP baru, dan Alhamdulillah…suami Hp idaman akhirnya menemani hari hari nan indah ini meskipun dalam proses mendapatkannya pake acara malak kakak segala. Jadi deh, Afone, itu nama suami hapeh saya yang baru, menemani kemana saja saya pergi, kecuali ke kamar mandi, sementara dia dibawa ke dokter.

Beberapa hari kemudian, dia hidup lagi dan bingunglah jadinya sayah…akhirnya, dengan berbagai pertimbangan bijaksana…saya pilih Menta*i sebagai secondary simcard, sebagai teman Adit. Kenapa saya gak milih Be*as,J*mpol,A*,S*mpati, ato kartu kartu lainnya?
Simpel. Saya suka Ind*sat. CDMApun saya pake Sta*one. Dan mayoritas makhluk hidup di Kampus saya, adalah pemakai Ind*sat (baca : M3). Pernah sih, nyoba – nyoba yang lain…tapi hanya kekecewaan yang saya dapat. Entah itu tarif, pelayanan, atau ada tidaknya partner yang memakai simcard yang sama.

Dan, makin mantaf memakai 2 kartu yang sama sama Indo*at, saat pacar tercinta beralih juga menjadi pemakai im3, seperti sayah…Lengkap sudah…
Nggak peduli deh, biar cuma bisa ngobrol gratis tis tis pas jam kerjanya Om Vampir alias jam 12 malem ampe jam 5 pagi, yang penting bisa bermesraan berkomunikasi dan melepas kangen, serta mengetahui kabar masing – masing. Dan ternyata juga, kedua simcard saya, sama sama murah kalo dipake nelpon ke Luar negeri, buat telpon sang bokap. Dan nggak hanya murah, kualitas suaranyapun jawuh lebih bagus kalo dibandingkan sama yang ngaku2 dikhususkan buat nelpon ke luar negeri.

 

Orang Bijak Pasti Cerdas

Btw, semua kembali pada Anda. Jika anda orang yang bijak, pandai, cerdas dan cantik seperti saya, Anda akan bergabung dengan saya, menikmati indahnya dunia ini.
dan ingat kata pepatah : Orang bijak pasti pake M3!

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

 

Jurnal Ekonomi Koperasi

Jurnal Ekonomi Koperasi

Jurnal Ekonomi Koperasi

Jurnal Ekonomi Koperasi
Jurnal Ekonomi Koperasi

Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara berkembang memang sangat diametral. Di barat koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Bahkan dengan kekuatannya itu koperasi meraih posisi tawar dan kedudukan penting dalam konstelasi kebijakan ekonomi termasuk dalam perundingan internasional. Peraturan perundangan yang mengatur koperasi tumbuh kemudian sebagai tuntutan masyarakat koperasi dalam rangka melindungi dirinya.

Di negara berkembang koperasi dirasa perlu dihadirkan dalam kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kesadaran antara kesamaan dan kemuliaan tujuan negara dan gerakan koperasi dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat ditonjolkan di negara berkembang, baik oleh pemerintah kolonial maupun pemerintahan bangsa sendiri setelah kemerdekaan, berbagai peraturan perundangan yang mengatur koperasi dilahirkan dengan maksud mempercepat pengenalan koperasi dan memberikan arah bagi pengembangan koperasi serta dukungan/perlindungan yang diperlukan.

Pengalaman di tanah air kita lebih unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami di jaman penjajahan, kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan koperasi. Paling tidak dengan dasar yang kuat tersebut sejarah perkembangan koperasi di Indonesia telah mencatat tiga pola pengembangan koperasi. Secara khusus pemerintah memerankan fungsi “regulatory” dan “development” secara sekaligus (Shankar 2002). Ciri utama perkembangan koperasi di Indonesia adalah dengan pola penitipan kepada program yaitu : (i) Program pembangunan secara sektoral; (ii) Lembaga-lembaga pemerintah; dan (iii) Perusahaan baik milik negara maupun swasta. Sebagai akibatnya prakarsa masyarakat luas kurang berkembang dan kalau ada tidak diberikan tempat semestinya.

Selama ini “koperasi” di­kem­bangkan dengan dukungan pemerintah dengan basis sektor-sektor primer yang memberikan lapangan kerja terbesar ba­gi penduduk Indonesia. KUD sebagai koperasi program yang didukung dengan program pem­bangunan untuk membangun KUD. Di sisi lain pemerintah memanfaatkan KUD untuk mendukung program pembangunan seperti yang se­lama PJP I, menjadi ciri yang menonjol dalam politik pem­bangunan koperasi. Bahkan koperasi secara eksplisit ditugasi melanjutkan program yang kurang berhasil ditangani langsung oleh pemerintah, seperti penyaluran kredit BIMAS menjadi KUT, pola pengadaan bea pemerintah, TRI dan lain-lain sampai pada penciptaan monopoli baru (cengkeh).

1.2          PERUMUSAN MASALAH

Koperasi merupakan organisasi yang telah berkembang sejak dulu. Dari zaman ke zaman terdapat beberapa potret atau perubahan perubahan yang membuat sebuah tantangan bagi Koperasi.Untuk itu perlu dilakukan penelitian atau studi secara mendalam guna memperoleh gambaran secara persis potret dan tantangan koperasi, yaitu : 1) Bagaimana potret koperasi Indonesia dalam perkembangannya?, 2) Manfaat apa yang diperoleh dari organisasi Koperasi?, 3) Bagaimana Posisi Koperasi dalam Perdagangan Bebas?, dan 4) Peranan apa yang dilakukan Koperasi Dalam Era Otonomi Daerah?

1.3          TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai pada studi ini adalah :

1)      Menganalisis Potret Koperasi Indonesia

2)      Mengetahui manfaat dari organisasi Koperasi

3)      Mengetahui Posisi Koperasi dalam Perdaganag Bebas dan Era Otonomi Daerah

1.4          METODE PENELITIAN

1.4.1      Lokasi

Studi ini dilakukan di Indonesia khususnya di daerah Otonomi dan Desa.

1.4.2      Metode Studi

Tehnik pengumpulan data diperoleh dari studi pustaka, Dinas Koperasi dan UKM serta instansi terkait baik tingkat propinsi maupun kabupaten berupa publikasi, dokumen, laporan kegiatan.

1.4.3      Pengolahan Analisis Data

Pengelolaan analisa data dilakukan secara diskriftif reflektif.

Sumber : https://merkbagus.id/

Peluang Investasi Saham dan Bisnis

Peluang Investasi Saham dan Bisnis

Peluang Investasi Saham dan Bisnis

 

Peluang Investasi Saham dan Bisnis

peluang investasi saham dan bisnis

Berinvestasi saham merupakan salah satu jenis usaha yang mulai dianggap sebagai alternatif investasi saat ini. Mengapa demikian?

Karena usaha jenis ini walaupun memerlukan modal yang tidak sedikit, tetapi imbal hasil yang ditawarkan cukup menggiurkan. Bahkan bisa mengalahkan penghasilan utama Anda.

Menurut Yani Suryani dalam buku 20 Usaha Sampingan Sambil Ngantor, usaha sampingan dalam bentuk investasi di bursa memiliki risiko yang tinggi jika dilakukan untuk jangka pendek. Namun akan lebih aman dan menguntungkan pada jangka panjang. Minimal pada rentang waktu 6-12 bulan.

Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan agar aman dalam usaha sampingan berbentuk investasi ini, di antaranya adalah:

1. Jika ingin berinvestasi dalam bentuk saham kenali terlebih dahulu

saham perusahaan yang akan dibelidan bisnis apa yang dijalankan perusahaan tersebut. Semakin banyak infromasi yang didapatkan, semakin banyak pula pertimbangan yang menentukan keputusan berinvestasi.

2. Berpikirlah seperti seorang pengusaha yang rasional

logis dan realistis. Pertimbangkan selalu untung, rugi dan resiko yang dihadapi.

3. Walaupun saham suatu perusahaan sedang dalam posisi murah,

Jangan terlalu terburu-buru untuk membelinya. Harus diingat, saham suatu perusahaan yang sedang dalam keadaan murah biasanya mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut sedang bermasalah.

4. Jangan tergesa-gesa dalam berinvestasi karena peluang investasi terbaik tidak selalu tersedia sepanjang waktu.

5. Ketika Anda sudah terjun dalam bisnis ini, jangan hanya diam karena bursa tidak memberi jaminan bahwa investasi Anda akan selalu naik.

6. Jangan terlambat untuk memulai, terlambat berarti melakukan kesalahan karena Anda akan kehilangan kesempatan. Semakin awal memulai semakin baik.7. Jangan terlalu berspekulasi. Walaupun Anda orang yang termasuk super-berani, sebaiknya Anda tidak menempatkan semua uang Anda pada satu investasi yang sangat spekulatif.

8. Jangan terlalu sering bertransaksi. Investor yang terlalu sering bertransaksi sering terjebak pada kondisi psikologis pasar sehingga terkadang membeli ketika harga mahal dan menjual ketika harga murah. Selain itu, investor juga akan terbebani biaya bertransaksi.

9. Untuk berinvestasi dengan aman, sebaiknya Anda menginvestasikan uang Anda pada berbagai macam investasi pada kurun waktu setahun pertama yang kemudian dapat dilanjutkan dengan investasi dalam jangka panjang, misalkan dalam waktu 5-10 tahun. Hal ini dilakukan karena semakin lama investasi, semakin minim risiko kerugiannya.

10. Ihwal jenis investasi apa yang akan Anda pilih, bergantung pada di pasar/bursa mana Anda akan bermain.

11. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus belajar terlebih dahulu cara mengelola keuangan pribadi dan bagaimana menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran.

Baca Juga Artikel Lainnya :