Posted in: Pendidikan

Ciri-ciri Yayasan

Ciri-ciri Yayasan


1) Bersifat dan bertujuan sosial, keagamaan dan kemanusiaan.
2) Tidak semata-mata mengutamakan keuntungan atau mengejar/mencari keuntungan penghasilan yang sebesar-besarnya.
3) Tidak mempunyai anggota.

d. Hak dan Kewajiban Yayasan
Hak dan kewajiban yang dimiliki oleh yayasan yang berbentuk Badan Hukum adalah sebagai berikut :
1) Hak dari Yayasan adalah berhak untuk mengajukan gugatan.
2) Kewajiban dari Yayasan adalah wajib mendaftarkan yayasan tersebut pada instansi yang berwenang untuk mendapatkan status badan hukum.

e. Pendirian Yayasan
Di Indonesia, Yayasan dapat didirikan pada saat pendirinya masih hidup atau dengan suatu surat wasiat. Pendiri Yayasan bebas mengatur Yayasan sesuai dengan kehendaknya, tetapi harus tetap dijaga agar Yayasan tidak berubah menjadi perkumpulan. Syarat formil dalam mendirikan Yayasan adalah akta otentik dan disahkan oleh Notaris. Akta pendirian Yayasan memuat Anggaran Dasar yang berisi tentang :
1) Kekayaan yang dipisahkan.
2) Nama dan tempat kedudukan Yayasan.
3) Tujuan Yayasan.
4) Bentuk dan susunan pengurus serta cara penggantian anggota pengurus.
5) Cara pembubaran Yayasan.
6) Cara menggunakan sisa kekayaan dari Yayasan yang telah dibubarkan.

D. BENTUK USAHA LAINNYA

I. BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)
a. Landasan Hukum BUMN
Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak terdaftar. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah maka perusahaan tersebut mempunyai badan usaha untuk perusahaannya.
Badan usaha adalah status suatu perusahaan yang terdaftar pada pemerintah. Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945 memberikan dasar hukum bagi pemerintah untuk melibatkan diri dalam aktivitas ekonomi.
BUMN menjadi salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perkonomian nasional, di samping usaha swasta dan koperasi, serta ikut berperan menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Badan usaha di Indonesia dikelompokan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
2. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
3. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Setiap Badan Usaha memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya, seluruh Badan Usaha yang tergolong dalam BUMN berbeda dengan yang tergolong dalam BUMS, karena BUMN dikelola oleh pihak negara sedangkan BUMS dikelola oleh pihak swasta dan masih banyak lagi.

b. Pengertian dan Tujuan BUMN
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Negara yang dipisahkan (UU No.19 Tahun 2003).
c. Maksud dan Tujuan Pendirian BUMN
Menurut UU No.19 Tahun 2003, maksud dan tujuan pendirian BUMN adalah sebagai berikut :
1) Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan Negara pada khususnya.
2) Mengejar keuntungan.
3) Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.
4) Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sector swasta dan koperasi.
5) Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat.

sumber :