Posted in: Pendidikan

Daerah wehkreise I

Daerah wehkreise I

Dalam perkembangan keadaan gerilya dapat diuraikan sebagai berikut. Dengan tibanya bantuan dari batalion lain maka aksi gerilya meluas namun tanpa koordinasi.

Pada tanggal 4 januari 1949 lurah desa pakajangan terbunuh oleh 5 orang denagn pistol. Pada 10 januari 1949 pasukan dari divisio siliwangi menyerang pos AP dan kantor wedanan di randudongkal, orang cina setempat menyatakan bahwa pasukan tersebut tidak menggangu mereka.

Tanggal 23 januari 1949 pukul 10 pagi kereta api dari purwokerto ke tegal diserang di dekat bumiayu, pada sebuah tikungan beberapa baut telah dicabut, sehingga kereta api itu sebagain jatuh kedalam sungai, para pengawal dapat menghalau para penyerang sesudah terjadi tembak menembak, diantara penumpang kereta ada tujuh orang mati.

Pasukan siliwangi dalam perjalanan kembali ke jawa barat sering mengadakan serangan di tengah jalan, baik untuk melindungi teman teman maupun perbekalan.

Pada 6 Februari 1949 pukul 2 malam diadakan yang pertama ke kota pemalang, penghadangan pada pagi hari tanggal 8 Februari di pengiringan memusnahkan 2 truk musuh beserta penumpangnya, kota belik di selatan digempur pada 11 februari malam hari, dalam serangan ini sebuah truk musuh yang penuh penumpoang rusak karena melanggar ranjau yang dipsang pasukan.

Tak lama kemudian diadakan pula serangan malam terhadap kota pemalang selama beberapa jam. Tanggal 18 februari penguasa onderneming petarukasn dan bandarjawa di kepatihan pemalang, van der rest, ketika mengunjungi pabriknya telah masuk perangkap dan mati tertembak.

Hasil serangan pada bulan maret adlah pada tanggal 9 februari malam perkebunan karet prumpangan diserang oleh pasukan gerilya, ternyata perkebunan itu dijaga denagn kuat oleh militer belanda sehingga serangan kurang berhasil.

Tanggal 12 sebuah jeep milik perkebunan tomo wonodadi ditembak oleh para gerilya, istri administratur perkebunan tersebut, nyonya hoppe tewas.

Tanggal 10 april 1949 malam’subwehkreise’ suhadi melancarkan derangan malam atas kota batang, sementara itu sebuash jeep yang datang dari semarang dihancurkan, sedangkan sebuah pantserwagen melanggar ranjau darat, berapa korban musuh tidak dapat diketahui.

Suatu aksi pembersihan oleh musuh yang menyerbu denagn 4 kolone  di desa bukus kajen mengakibatkan terjadi pertempuran yang berlangsung antara pukul 3 sampai 6 sore.

Penghadangan pasukan gerilya pada 15 april  didesa banjarsari terhadap kereta api pagi yang terdiri dari 2 lokomotif dan 13 gerbong, mengakibatkan pertempuran sekitar 1 jam, pasukan musuh menembak dar dalam gerbong yang kemudian dapat dikalahkan, dua orang masinis dan stoker ditawan, dua jam kemudian pasukan musuh berdatangan denagn truk dan pesawat pemburu, pasukan gerilya pun mengundurkan diri.

Tanggal 1 februari sebuah patroli musuh mengepung desa semayu, kemudian menembaki kampung, tujuh rumah terbakar, 59 orang jadi korban. Dan aksi pembersihannya di kilimanuk mengakibatkan kerugian di pihak gerilyawan.

Pengeroyokan oleh musuh terhadap kampung kampung hampir setiap hari terjadi, ditambah lagi denag penembakan dan penyitaan, serta tindakan lain yang membuat rakyat menderita.

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/