Posted in: Perikanan

Daerah wehkreise II

Daerah wehkreise II

Daerah wehkreise II

Berada di bawah pimpinan letkol sarbini.

Pada 5 januari 1949 kota magelang mulai mendapat serangan gerilya, gudang pakaian musuh dapt dikuasai, dan berhasil membawa bahan pakaian tapi dapat direbut kembali oleh musuh.

22 januari gerilyawan menyerang dengan 1 peleton, hasilnya seminari yang ditempati oleh musuh mengalami kerusakan, lalu pada 26 januari pasukan gerilya menyerang lagi untuk kedua kalinya dan seminari ityu dibakar, markas musuh dilempari granat.

3 februari kota temanggung mendapat giliran, gerilyawan menyerbu kedalam dan melakukan kekacauan selama sejam.

Kota purworejo pada saat itu pula diserang oleh pasukan gerilya yang bersarang di sekeliling kota. Pada 6 februari satu peleton menyelundup kedalam kota magelang, selama 6 jam mereka melakukan pembakaran, penembakan dan penghantaman terhadap kakitangan NICA. Kota distrik parakan diserbu pada hari berikutnya, dalam pertempuran malam yang berlangsung sekitar 3 jam beberapa orang musuh berhasil ditewaskan. Kota kebumen bertutrut-turut  diserang pada tanggal 8,9 dan 10 maret oleh batalyon sudarmo, hasil dari pertempuran itu sama –sama menewaskan beberapa prajurit.

Tanggal 2 april para gerilyawan melancarkan serangan terhadap grabag yang dibantu sepenuhnya oleh rakyat, hasilnya kemenangan berhasil didapatkan. Pada tanggal 1 mei tepat pukul 08.30 pagi grabag diserbu dengan kekuatan 4 kompi, balabantuan musuh berdatangan dengan truk dan kereta api dari magelang, namun balabantuan ini dihadang oleh 2 peleton gerilyawan dalam kereta api ada 9 korban sedangkan 3 buah truk dengan penumpangnya debinasakan. Tepat pada hari lahir ratu juliana tanggal 30 april kota magelang diserang dengan tembakan mortir, yang ditujukan ke jembatan kali elo dan tangsi-tangsi.

Pada awal bulan maret kegitan penghadangan disekitar magelang diperketat, penghadangan itu berhasil mebinasakan dua buah truk beserta penumpangnya. Tanggal 28 maret pagi kompi gatotkoco menghadang sebuah konvoi belanda yang terdiri dari sebuah jeep dan 5 truk bermuatan tentara, setelah jeep dan truk pertama lewat, yang berikutnya baru ditembaki. Sebuah truk hancur dengan isinya, dan dalam pertempuran jarak dekat sebuah truk lagi berhasil dirusak dan beberapa senjata dirampas.

8 april KODM muntilan mengerahkan 600 orang untuk merusak jalan raya dan rel kereta api di blambang. Satu peleton kompi menghadang sebuah konvoi di dekat salam, penghadangan pada esok harinya di blondo dan japenan berhasil meluluhkan musuh.

Sementara itu kegiatan penghadangan di daerah kebumen, dua regu TNI yang bersarang di gunung mijil memasang bom tarik hasilnya beberapa truk berhasil dihancurkan, namun bantuan musuh segera datang setelah bertempur pasukan gerilya akhirnya mundur.

Pada tanggal 23 februari didesa blancir patroli musuh menembak 17 orang penduduk sehingga tewas semuannya. Pada hari itu pula wonoyoso patroli musuh bertempur denagn AUI. Dua hari kemudian 5 pesawat terbang musuh melancarkan serangan udara terhadap desa ambal. Mereka menjatuhkan 30 bom dan menembak dengan mitralyur.

Tanggal 2 maret patroli musuh bergerak ke kendenter, kenteng dan pinang kulon, ditempat ini mereka merampas uang rakyat, sejumlah kain, obat dan beberapa wanita diperkosa, dalam perlawanan yang dinerikan pasukan gerilya dibendungan, kepala staf brigade 9, mayor ismullah ditawan musuh. Pada 19 maret pasukan belanda menuju ke sruni untuk menghantam pasukan AUI.

Pada 11 april musuh melakukan pembersihan di bagelen dan jenar. Dalam pertempuran disana seorang pasukan gerilya gugur, pertempuran denagn AUI di wonosari mengakibatkan 5 pasukan gugur, pasukan AUI tidak mengindahkan provokasi musuh dan terus berjuang dengan TNI melawan penjajah. Dari hari ke hari mulai tampak bahwa musuh kemampuannya hanyalah sampai menduduki satu-dua tempat sambil berpatroli 10km disekitarnya.

Pada tanggal 3 dan 4 januari malam kota sumpiuh berturut turut diserbu. Penyerbuan pertama dilakukan malam hari serangan dilancarkan dari berbagai jurusan, ditujukan pada pos dan bivak militer yang terletak dimuka dan disamping kewedanaan. Tembak menembak kemudian terjadi pabrik beras srikaton malam itu dibakar. Serasngan kedua ditujukan pada pos-pos militer, dan dilakukan dari jarak dekat dengan menggunakan mortir dan granat.

Pada tanggal 29 januari kota distrik majenag diserang oleh seksi suropati. Di pihak musuh jatuh beberapa korban juga konvoi pagi itu dihadang antara ciawitali onderneming kawung dengan 1 kompi. Dua truk dan 3 orang musuh menjadi korban, beberapa jam kemudian usaha untuk melucuti algemene politie di gandrungmangun gagal, karena musuh mendatangkan bantuan dengan kereta api. Pada saat gerilyawan di kota distrik sidareja bertempur denagn musuh, pasukan gerilya mendapat pukulan telak karena banyak prajuritnya yang tewas, beberapa hari kemudian kompi suwaji membalas denagn serangan atas kota distrik maos, sejumlah bangunan penting dibakar.

Aeal bulan maret sepassukan peronda polisi yang terdiri dari 27 orang dari datasemen salatiga disertai oleh 6 pegawai IVG memasuki desa jomblang untuk menangkap beberapa anggota pasukan merbabu. Mereka disambut denagn tembakan , mortir dan senapan oleh gerilya yang ada ditempat itu. Patroli terseburt segera mencari perlindungan, lalu membalas menembak. Sesudah berlangsung tembak menembak patroli polisi tampaknya kehabisan peluru. 2 buah truk dengan 30 orang serdadu zeni KL yang kebetulan lewat segera memberi bantuan. Ketika itu juga pasukan gerilya mendapat bantuan. Di pihak musuh kemudian datang militer lebih banyak lagi di salatiga dan datang 2 pesawat pemburu dari semarang.

Menghadapi kakuatan musuh yang beghitu besar, pasukan gerilya terpaksa mundur dengan tergesa –gesa denagn meninggalkan senjata, mortir, serta surat-surat penting. Didaerah kendal berangsur-angsur kegiatan gerilya terasa kembali dan menyerang desa sukareja, beberapa rumah dibakar. Bisa dikatakan bahwa didaerah semarang khususnya kabupaten semarang, pemerintah belanda lumpuh,