Definisi Hadits Nabawi
Posted in: Agama

Definisi Hadits Nabawi

Definisi Hadits Nabawi

 

Definisi Hadits Nabawi
Definisi Hadits Nabawi

Secara etimologi

حديث memiliki makna sebagai berikut:
1) جديد yaitu baru, lawan dari قديم . jama’nya: حِداث, حُدثاء, حُدُث. pernyataan itu diamini oleh Ahmad Warson Munawwir dalam kamus al-Munawir kata الحديث sama dengan الحادث jamaknya حِداث artinya sama dengan الجديد yaitu baru.
2) قريب artinya, yang dekat, yang belum lama terjadi seperti dalam perkataan: حديث الأحْدِ بالإسلامِ = orang yang baru memeluk agama Islam. Jama’nya: حِداث, حُدثاء, حُدُث .
3) خبر yang berarti warta, seperti ungkapan: ما يُحدَّثُ به و يُنْقالُ = sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada seseorang. Sama maknanya dengan حِدِّثَ . dari makna inilah diambil perkataan hadits Rasulullah SAW. Hadits yang bermakna خبر ini diisytaq-kan dari تحديث yang bermakna رواية atau إخبار= mengabarkan. Apabila dikatakan حدّثنا بحديثٍ , maka maknanya adalah أخبرَنا به حديثٌ = dia mengabarkan suatu kabar kepada kami.Jamaknya adalah حُدثان, حِدثان, أحادث. Dan أحادث inilah yang dipakai buat jamaknya حديثٌ yang bermakna خبر dari rasul.

Dan penulis lebih sepakat dengan حديثٌ yang maknanya خبر . Karena hadits-hadits dari Rasulullah SAW sering dikatakan أحادث الرسول. Walaupun sebagian ulama’ seperti al-Farra’ dan az-Zamakhsyary mengatakan bahwa أحادث bukanlah jamaknya حديثٌ , namun mereka mengatakan أحادث adalah isim jamak dari حديثٌ , bukan jamaknya.

Baca Juga: Doa sebelum belajar

Secara terminologi

hadits Nabawi adalah segala perbuatan, perkataan, dan keizinan nabi Muhammad SAW.
Menurut al-Qaththan, Hadits Nabawi adalah apa yang dibangsakan kepada Nabi SAW dari hal perkataan, perbuatan, takrir, atau sifat.

Menurut para ulama’ pada umumnya

al-Hadits didefinisikan sebagai sehala sesuatu yang dinisbahkan kepada Muhammad SAW, baik ucapan, perbuatan dan takrir (ketetapan), maupun sifat fisik dan psikis, baik sebelum beliau menjadi Nabi maupun sesudahnya. Namun ulama’ usul fiqh membatasi pengertian hadits hanya pada ucapan-ucapan Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan hukum. Sedangkan apabila mencakup pula perbuatan dan takrir beliau yang berkaitan dengan hukum, maka ketiga hal ini mereka namai dengan al-Sunnah.
Setelah menelaah definisi Hadits Nabawi menurut para pakar, penulis mengambil simpulan bahwa Hadits Nabawi adalah segala yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik yang berupa perkataan, perbuatan, taqrir, atau sifat beliau.