Disdik tiap daerah punya cara sendiri terkait PPDB

Disdik tiap daerah punya cara sendiri terkait PPDB

Disdik tiap daerah punya cara sendiri terkait PPDB
Disdik tiap daerah punya cara sendiri terkait PPDB

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan, persoalan akademis tidak berkaitan dengan perekonomian. Hal ini terkait banyaknya laporan masyarakat mengenai pungutan biaya sekolah yang di luar logika.

“Setiap Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota memang memiliki

mekanisme tersendiri dalam penyelenggaraan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru),” kata Baskara Aji, di Yogyakarta, Selasa (25/6/2013).

“Kalau ada syarat siswa baru kemudian dikenakan biaya tertentu tetapi diatur Dinas kabupaten kota masing-masing, silakan. Tapi harus dikecualikan bagi yang tidak mampu. Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah karena tidak mampu bayar,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam masa PPDB termasuk penerimaan raport atau ijazah dan

siswa pindahan tahun ini, masalah perekonomian keluarga juga tidak boleh dikambinghitamkan. Sangat berbeda arti antara orang tua siswa tidak mau membayar dengan orang tua yang memang tidak mampu membayar. Untuk hal ini, menurut Aji, sekolah dapat meminta pertanggungjawab orang tua.

“Namun, apapun alasannya, bukan berarti sekolah menahan ijazah siswa.

Sekolah bisa dengan meminta pernyataan orang tua untuk membayar dengan mencicil atau membayar sampai kapan. Kemudian pernyataan ini diketahui notaris. Mengenai siswa baru, membayar boleh-boleh saja, tetapi tidak boleh memaksakan sumbangan dan besarnya dibicarakan,” jelasnya.

 

Sumber :

http://eventful.com/performers/m-joko-lukito-/P0-001-014219718-0