Posted in: Pendidikan

Ekosistem Daratan

Ekosistem Daratan

    Ekosistem daratan lingkungan hidupnya didominasi oleh daratan. Hutan merupakan salah satu tipe ekosistem darat. Beberapa tipe ekosistem hutan hujan yang berada pada ketinggian di bawah 1000 meter di atas permukaan laut (dpl):

  1. Hutan Hujan Dipterocarpaceae

       Hutan didominasi oleh keluarga Dipterocarpaceae yang mengandung berbagai jenis kayu komersial terutama: meranti, keruing, merawan, dan kapur. Pohon-pohon ini dapat mencapai tinggi antara 40-60 meter. Terdapat di Kalimantan, Sumatera, Semenanjung Malaysia, dan Filipina.

  1. Hutan Hujan non Dipterocarpaceae

      Terdapat di Sulawesi, Maluku, dan Irian Timur. Di Pulau Jawa sebagian besar hutan tipe ini sudah lenyap dan hanya tersisa di beberapa suaka alam, misalnya: Taman Nasional Ujung Kulon.

  1. Hutan Kerangas

      Berada pada elevasi antara 0-800 meter dpl.  Terutama di Kalimantan dan Sumatera. Tanah podsolik dari batuan dasar silika yang bertekstur kasar dan sangat asam dan drainasenya bebas. Kekayaan flora dan faunanya sangat miskin. Pada musim hujan air menggenang di lantai hutan sehingga berupa rawa sedangkan musim kemarau lantai hutan sangat kering. Pohon-pohon memiliki tinggi 2,5 cm – 1 meter. Dilihat dari komposisi jenisnya hutan kerangas mirip hutan rawa gambut. Hutan ini bila mengalami gangguan, misal penebangan habis atau pembakaran sukar untuk pulih kembali. Hutan kerangas bila dieksploitasi tidak banyak memberikan keuntungan maka lebih baik dimanfaatkan untuk keperluan lain, misal: hutan rekreasi, taman nasional atau kawasan konservasi.

  1. Hutan Pegunungan Bawah

      Terdapat di dataran tinggi 1000-1025 meter dpl. Kecuali di Pulau Jawa hutan tipe ini belum banyak dieksploitasi. Tipe pohon semakin rendah dan diameternya semakin kecil. Di punggung dan lereng gunung pohonnya lebih menyerupai semak. Di punggung gunung yang berbatuan kwarsa dan di pohon-pohon sering ditumbuhi lumut yang sangat lebat. Di Sumatera komposisi jenis hutan ini hampir serupa dengan di Kalimantan. Jenis-jenis dari Dipterocarpaceae dijumpai meskipun dalam jumlah sedikit.

  1. Hutan Pegunungan Atas

      Hutan berada pada ketinggian lebih dari 1500-3000 meter dpl. Hutannya lebat dengan pohon yang tingginya sekitar 25 meter. Jumlah jenisnya lebih sedikit. Di Sumatera hutan ini disusun oleh  jenis tusam (Pinus mercusii) dan menunjukkan kurang beranekaragam dibandingkan dengan hutan hujan dataran rendah.

2) Ekosistem Pesisir dan Lautan

    Ekosistem laut merupakan sumber pangan khususnya protein hewani. pada kedalaman 2000-5000 meter terdapat kandungan nikel, perak, kobalt, tembaga dan besi di samping minyak dan gas bumi. Ekosistem pesisir berada di antara daratan dan lautan maka memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan ekosistem daratan. Tipe-tipe ekosistem wilayah pesisir antara lain:

  1. Hutan mangrove

       Merupakan ekosistem penyangga antara lain daratan dengan daratan dan memegang peranan penting dalam mendukung produktifitas laut yang berdekatan. Sebaliknya, mangrove sangat bergantung pada hara yang terbawa aliran sungai. Dari arah lautan ke daratan hutan mangrove dibagi ke dalam beberapa zona yang berbeda dengan suksesinya, yaitu:

–      Zona tumbuhan pioner, pohon api-api (Avicennia) dan pedada (Sonneratia) yang tumbuh pada batas pasang dan tahan terhadap genangan air laut yang terus menerus.

–      Zona pohon bakau

–      Zona pohon tancang (Bruguiera), berada di atas batas pasang naik. marga ini tahan terhadap kadar garam yang kadang-kadang meningkat pada waktu pasang naik. Pohon tancang merupakan tanda batas dimulainya pembentukan daratan permanen tempat di mana daratan cukup kering, hutan hujan dapat tumbuh. Hutan mangrove yang berkembang baik dengan pohon-pohon yang tinggi dan berdiameter besar terdapat di sekitar muara sungai besar dan dapat membentang jauh ke pedalaman di sepanjang sungai tersebut. Mangrove mempunyai fungsi penting bagi biota perairan yaitu sebagai tempat mencari ikan, berlindung, dan tempat berpijah bagi berbagai jenis udang, ikan, kepiting, dan kerang-kerangan.

Pos-pos Terbaru