Posted in: Pendidikan

Evaluasi Tes

Table of Contents

Evaluasi Tes

Diperlukan soal dan ketentuan kriteria penilaian.

  1. Evaluasi Non-tes

Tidak memerlukan soal, misalnya penilaian terhadap hasil karya lomba gambar atau hasil karya seni rupa yang lain.  Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah faktor kejiwaan, situasi anak pada waktu berkarya [kadar minat, situasi di rumah yang terbawa di kelas, suasana kelas, dan sebagainya] sebagai faktor indogen yang mempengaruhi keinginan berkarya. Di samping itu, faktor eksternal juga perlu diantisipasi, misalnya campur tangan guru, bahan/materi yang kurang diminati, dan tema yang tidak menggugah minat.

Teknik evaluasi dapat dilakukan lewat seleksi atau teknik ranking yang biasanya digunakan dalam penilaian lomba. Dipilih karya-karya yang dianggap memenuhi persyaratan, lantas dibuat perbandingan, kemudian ditentukan urutan dengan memberi skor/nilai pada setiap karya. Sedangkan teknik penilaian langsung, biasanya berkaitan dengan pelajaran di kelas, yang merupakan umpan balik dari hasil pelajaran yang telah diberikan. Penilaian dapat berupa huruf atau angka.

Untuk memperoleh penilaian yang mendekati sempurna, diperlukan pertimbangan dengan menambahkan penilaian berdasarkan proses berkarya. Penilaian ini, biasa disebut penilaian pendekatan proses. Perlu diketahui, bahwa dilema yang muncul dalam mengevaluasi karya seni adalah adanya sifat subyektif. Maka dengan menambahkan hasil pengamatan dengan perilaku dalam proses berkarya, mengamati situasi kejiwaan, minat dan tipologi anak, akan didapat peluang untuk menilai secara lebih objektif.

Selain itu, terdapat penilaian produk, yang pada prinsipnya penilaian yang mengacu pada hasil karya anak. Penilaian produk didasarkan pada kriteria untuk memperoleh hasil penilaian yang lebih objektif.

baa juga :

https://www.ayoksinau.com/seva-mobil-bekas/