Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup
Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

Kerusakan lingkungan hidup oleh alam terjadi lantaran adanya tanda-tanda atau insiden alam yang terjadi secara ahli sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup.

Peristiwa-peristiwa alam yang sanggup memengaruhi kerusakan lingkungan, antara lain mencakup hal-hal berikut ini.

a. Letusan Gunung Api

Letusan gunung api dapat menyemburkan lava, lahar, materialmaterial padat aneka macam bentuk dan ukuran, uap panas, serta debudebu vulkanis.

Selain itu, letusan gunung api selalu disertai dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan gempa vulkanik.

Aliran lava dan uap panas sanggup mematikan semua bentuk kehidupan yang dilaluinya, sedangkan fatwa lahar masbodoh sanggup menghanyutkan lapisan permukaan tanah dan mengakibatkan longsor lahan.

Uap sulfur yang keluar dari pori-pori tanah sanggup mencemari tanah dan air lantaran sanggup meningkatkan kadar asam air dan tanah.

Debu-debu vulkanis sangat berbahaya bila terhirup oleh makhluk hidup (khususnya insan dan hewan), hal ini dikarenakan debu-debu vulkanis mengandung kadar silika (Si) yang sangat tinggi, sedangkan debu-debu vulkanis yang melekat di dedaunan tidak sanggup hilang dengan sendirinya.

Hal ini mengakibatkan flora tidak sanggup melaksanakan fotosintesis sehingga lambat laun akan mati. Dampak letusan gunung memerlukan waktu bertahun-tahun untuk sanggup kembali normal.

Lama tidaknya waktu untuk kembali ke kondisi normal tergantung pada kekuatan ledakan dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Akan tetapi, setela kembali ke kondisi normal, maka daerah tersebut akan menjadi daerah yang subur lantaran mengalami proses peremajaan tanah.

b . Gempa Bumi

Gempa bumi yaitu getaran yang ditimbulkan lantaran adanya gerakan endogen. Semakin besar kekuatan gempa, maka akan mengakibatkan kerusakan yang semakin parah di muka bumi.

Gempa bumi mengakibatkan bangunan-bangunan retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan jalan masuk bawah tanah rusak, dan sebagainya.

Jika kekuatan gempa bumi melanda lautan, maka akan mengakibatkan tsunami, yaitu arus gelombang pasang air maritim yang menghempas daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Masih ingatkah kalian dengan insiden tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam di penghujung tahun 2004 yang lalu?

Contoh insiden gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia antara lain gempa bumi yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dengan kekuatan 9,0 skala richter.

Peristiwa tersebut merupakan gempa paling dasyat yang menelan korban diperkirakan lebih dari 100.000 jiwa. Gempa bumi juga pernah melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah pada bulan Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 skala richter.

c . Banjir

Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang unik. Dikatakan unik lantaran banjir sanggup terjadi lantaran murni tanda-tanda alam dan sanggup juga lantaran imbas dari ulah insan sendiri.

Banjir dikatakan sebagai tanda-tanda alam murni jikalau kondisi alam memang memengaruhi terjadinya banjir, contohnya hujan yang turun terus menerus, terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai.

Selain itu, banjir sanggup juga disebabkan lantaran ulah manusia, contohnya lantaran penggundulan hutan di tempat resapan, timbunan sampah yang menyumbat fatwa air, ataupun lantaran rusaknya dam atau pintu pengendali fatwa air.

Kerugian yang ditimbulkan akhir banjir, antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur lantaran tererosi fatwa air, rusaknya tanaman, dan rusaknya aneka macam bangunan hasil budidaya manusia.

Bencana banjir merupakan salah satu musibah yang hampir setiap trend penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia.

Contoh daerah di Indonesia yang sering dilanda banjir yaitu Jakarta. Selain itu beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal tahun 2008 juga dilanda banjir akhir meluapnya DAS Bengawan Solo.

d . Tanah Longsor

Karakteristik tanah longsor hampir sama dengan karakteristik banjir. Bencana alam ini sanggup terjadi lantaran proses alam ataupun lantaran imbas kecerobohan manusia. Bencana alam ini sanggup merusak struktur tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta aneka macam bangunan lainnya.

Peristiwa tanah longsor pada umumnya melanda beberapa wilayah Indonesia yang mempunyai topografi agak miring atau berlereng curam. Sebagai contoh, insiden tanah longsor pernah melanda daerah Karanganyar (Jawa Tengah) pada bulan Desember 2007

e. Badai/Angin Topan

Angin angin puting-beliung terjadi lantaran perbedaan tekanan udara yang sangat mencolok di suatu daerah sehingga mengakibatkan angin bertiup lebih kencang. Di beberapa penggalan dunia, bahkan sering terjadi pusaran angin.

Bencana alam ini pada umumnya merusakkan aneka macam tumbuhan, memorakporandakan aneka macam bangunan, sarana infrastruktur dan sanggup membahayakan penerbangan.

Badai atau angin angin puting-beliung sering melanda beberapa daerah tropis di dunia termasuk Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia pernah dilanda tanda-tanda alam ini. Salah satu teladan yaitu angin angin puting-beliung yang melanda beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

f. Kemarau Panjang

Bencana alam ini merupakan kebalikan dari tragedi banjir. Bencana ini terjadi lantaran adanya penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga trend kemarau terjadi lebih usang dari biasanya.

Bencana ini mengakibatkan aneka macam kerugian, menyerupai mengeringnya sungai dan sumber-sumber air, munculnya titik-titik api penyebab kebakaran hutan, dan menggagalkan aneka macam upaya pertanian yang diusahakan penduduk.

Baca Artikel Lainnya: