Posted in: Pendidikan

Guru Besar ITN yang Baru Tekankan Kearifan Lokal di Bidang Arsitek

Guru Besar ITN yang Baru Tekankan Kearifan Lokal di Bidang Arsitek

Guru Besar ITN yang Baru Tekankan Kearifan Lokal di Bidang Arsitek

Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang mengukuhkan Guru Besar bidang arsitektur, Sabtu (18/1). Dia adalah Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT.
Dalam penelitian-nya berjudul ‘Arsitektur Kota Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal’, penelitian ini dilakukan dengan dasar bahwa banyak di kota yang tidak memperhatikan kearifan lokal.
“Sebenarnya bangsa ini harus menggali kearifan lokal yang ada sehingga membentuk karakter, identitas itu dengan mengacu pada kearifan lokal itu tadi. Sehingga itulah yang dimiliki atau dipunyai oleh negara,” ucap Prof Lalu Mulyadi saat diwawancara usai pengukuhan.
Dia menyebutkan, untuk saat ini di Kota Malang sendiri sudah mulai memperhatikan kearifan bangunan kolonial yang berada di tengah kota. Di hadapan awak media Prof Lalu Mulyadi mencotohkan seperti kampung heritage yang sudah melestarikan dan mempertahakan bangunan kuno tanpa merusak.

Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT dalam acara usai dikukuhkan sebagai guru besar.

Foto: rezza do’a lathanza
“Bangunan kuno termasuk aset dan warisan budaya nenek moyang kita, bahkan beberada daerah juga menjadikan bangunan kuno sebagai wisata budaya,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Prof Lalu menjelaskan jika dalam pembangunan bangunan kuno harus sesuai dengan identitas ataupun karakteristik dari kota.”Jadi, kalau kita ingin membangun kota harus tahu dan paham tentang karakteristik, khususnya arsitektur,” jelasnya. Menjaga dan mempertahankan kearifan lokal merupakan salah satu sikap ikut serta dalam menjaga cagar budaya.

Saat disingung terkait dengan papan iklan yang berada di bangunan toko Avia

dia menjelaskan dari segi arsitektur bangunan adalan cagar budaya yang sedikitpun tidak boleh dirubah kecuali di renovasi. Tetapi, harus memperhatikan arsektural terlebih dalam menempel barang.”Menempel iklan ataupun coretan itu akan merusak visual dari pada bangunan itu, sebenarnya iklan tidak dipasang di bangunan kuno dia sudah punya tempat tersendiri untuk tempat iklan,” tandasnya.

Ketika negara di luar negeri seperti Singapura dan Paris memanfaatkan

kearifan lokal sebagai destinasi wisata, maka dengan tegas, dia mengatakan Indonesia bisa seperti itu, terlebih Kota Malang.”Saya pikir Malang bisa kita jadikan percontohan jika konsen-nya ke situ,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor ITN Dr. Ir. Kustamar, MT mengaku senang dengan pencapaian yang telah diraih kampusnya dengan menganugerahi guru besar. Dia juga menaruh harapan besar untuk seluruh dosen agar tahun ini banyak yang dikukuhkan sebagai guru besar.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/