Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikuti Sarasehan Generasi Milenial, Bahasa dan Sastra

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikuti Sarasehan Generasi Milenial, Bahasa dan Sastra

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikuti Sarasehan Generasi Milenial, Bahasa dan Sastra
Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ikuti Sarasehan Generasi Milenial, Bahasa dan Sastra

Dra. Novi Saptina, guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta ikut terlibat Sarasehan yang membahas tentang membangun generasi milenial melalui bahasa dan sastra di Hotel Metro Semarang. Sarasehan dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, DR. Tirto Suwondo, M.Hum. dihadiri pula oleh kepala sekolah terpilih se-Jawa Tengah yang sekolahnya masuk nominasi lomba wajah kebahasaan di lingkungan sekolah, Sabtu (6/7/2019).

Hadir pula pejabat dari lingkungan perguruan tinggi. Sedangkan peserta terpilih dari kalangan dosen, guru, mahasiswa, dan pelajar.

“Mewakili SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, hasil seleksi dari sekitar 300 orang,” ujar Novi, alumni Akademi Pers dan Wartawan, turut berpartisipasi sebagai kolumnis koran hingga saat ini.
Baca Juga : SD Marsudirini Maju Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kota Solo

Untuk diketahui, kegiatan ini diadakan untuk mengatasi permasalahan yang

terjadi sekrang ini tentang generasi tua (baby boomer atau disebut juga generasi X) yang tengah memasuki masa pensiun dan akan digantikan generasi milenial yang lahir tahun 90-an sampai dengan tahun 2000-an.

“Untuk itu, perlu dipersiapkan di segala lini pada generasi milenial ini; karena mereka yang akan memimpin negara ini. Berbagai cara telah ditempuh Balai Bahasa yang menawarkan solusi dengan bahasa dan sastra,” Jelas Novi seorang yang ahli dalam bidang seni, menulis skenario drama musikal dan anggota paduan suara. Juga sebagai pengurus lingkungan sekolah.
Baca Juga : Mahasiswa Unisri Gelar Sekolah Gencar Karakter

Acara dipandu oleh para duta bahasa Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini,

dihadirkan nara sumber dari pegiat bahasa dan sastra. Ada Ivan lanin, seorang pakar TI yang tertarik pada bidang Bahasa Indonesia yang dikagumi oleh generasi muda sehingga diharapkan mampu untuk menumbuhkan minat bahasa, dikalangan milenial.

Selain itu, Prof. Suminto A. Sayuti, seorang ahli sastra dari Universitas Negeri Yogyakarta, memaparkan peran sastra yang setiap karya itu menunjukkan lokalitas berselimutkan bahasa yang akan membuat generasi milenial itu bisa merajut keindonesiaan.

“Sarasehan ini berlangsung meriah karena topik yang menarik sehingga sesi-

sesi pertanyaan selalu penuh. Hingga waktu berakhir, banyak yang belum terakomodasi pertanyaannya. Lalu pertanyaan itu dikumpulkan dan dikelola untuk dikembangkan selanjutnya,” pungkasnya.

 

Baca Juga :