Posted in: Pendidikan

Kedudukan Manusia di Alam

Kedudukan Manusia di Alam

Secara ekologis, manusia adalah bagian dari lingkungan hidup. Komponen yang ada di sekitar manusia yang sekaligus sebagai sumber mutlak kehidupannya merupakan lingkungan hidup manusia. Lingkungan hidup inilah yang menyediakan berbagai sumber daya alam yang menjadi daya dukung bagi kehidupan manusia dan komponen lainnya. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang terdapat di alam yang berguna bagi manusia, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik untuk masa kini maupun masa mendatang.

Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, karena manusia diciptakan Allah dilengkapi dengan jasmani, rokhani, dan akal, sehingga terbentuk kesatuan yang utuh sebagaimana firman Allah SWT:

               “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya” (Q.S. At Tin, 95: 4).

Manusia sebagai makhluk yang palng sempurna dalam bentuk sebaik-baiknya ditandai oleh badannya lurus ke atas, parasnya cantik, mengambil segala sesuatu yang dikehendakinya dengan perantaraan mulut. Dengan diberikan-Nya akal dan dipersiapkan untuk menerima macam-macam ilmu pengetahuan  dan kepandaian, sehinga manusia dapat berdaya cipta (berkreasi) dan sanggup menguasai seluruh alam dan binatang.

Akan tetapi kadang-kadang manusia lupa. Mereka seringkali mereka melakukan hal-hal yang bertentangan dengan akal sehat dan tidak sesuai dengan fitrahnya. Dikumpulkannya perhiasan dunia dan apa saja yang sanggup dicapainya untuk memenuhi hawa nafsunya. Ia lupa bahwa semua yang bermanfaat baginya untuk kebahagiaan hidup di hari kemudian tidak dihiraukannya lagi. Peringatan Allah dalam firman-Nya:

“(Yaitu) pada hari harta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS.  As Syu’araa, 26: 88-89).

Diangkatnya manusia sebagai khalifah di muka bumi ini terkandung suatu hikmah yang tinggi dari hikmah illahi yang tidak diketahui oleh para malaikat. Sebab, andaikata Allah mengangkat malaikat menjadi khalifah dan penghuni bumi ini niscaya mereka tidak akan dapat mengetahui rahasia-rahasia alam ini, serta ciri khas yang ada pada masing-masing makhluk, sebab para malaikat tidak mempunyai kebutuhan sesuatu apapun, seperti kebutuhan fisik, biologis, harta, benda lainnya. Maka seandainya malaikat yang menjadi penghuni dan pengusaha di bumi ini, niscaya tidak akan ada sawah ladang, tak akan ada pabrik-pabrik atau tambang-tambang, takkan ada gedung-gedung tinggi, takkan ada seni dan musik, dan sebagainya. Dan juga tidak akan lahir berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang dicapai  manusia sekarang ini, yanjg hampir tak terhitung jumlahnya.

            Pengangkatan manusia menjadi khalifah, berarti pengangkatan Adam AS dan keturunannya  menjadi khalifah terhadap mahkluk-mahkluk lannya di bumi ini. Itulah keistimewaan yang telah dikaruniakan Allah kepada umat manusiayang tidak diberikan kepada mahkluk yang lainnya.  Keistimewaan yang diberikan Allah tersebut selayaknya harus dimanfaatkan oleh manusia untuk kemaslahatan umat seperti mengembangkan ilmu pengetahuan guna menyelidiki dan memanfaatkan isi alam di bumi ini.

Allah SWT mengkaruniakan bumi dan langit bserta seluruh isinya agar manusia dapat hidup sejahtera. Masalah-masalah kehidupan banyak timbul oleh karena kelengahan dan kebodohan manusia sendiri. Masalah masalah berkenaan dengan lingkungan maka bagi umat manusia harus dapat turut memecahkan masalah tadi karna manusa diberi hati, mata, telinga,  akal dan fikiran. Manusia mahkluk yang mulia. Kita dapat berfikir, dapat menimbang-nimbang mana yang baik, mana yang buruk. Manusia harus bertanggung jawab. Manusia sebagai khalifah di muka bumi, memiliki kewajiban mestarikan alam semesta dan lingkungan hidup dengan sebaik-baiknya. Agar hidup di dunia menjadi makmur sejahtera penuh keberkahan dan menjadi bekal di hari akhir kelak.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/