Posted in: Pendidikan

 Kesadaran Moral

 Kesadaran Moral

Defenisi : Melek moral atau ketajaman  ( dalam menangkap /melihat) moral, antonimnya adalah buta moral. Ini adalah kemampuan menangkap isu moral, yang sering implicit, dari suatu objek / peristiwa. Kompetensi ini sama dengan kemampuan C2 ( memahami, khususnya interpretasi ) dari Taksonomi tujuan-tujuan Kognitif Bloom. Dalam bahasa Lickona sendiri  kesadaran Moral adalah kemampuan… “to use their intelligence to see when a situation requires moral judgment- and then to think carefully about what the right course of action is”   (menggunakan kecerdasan mereka untuk melihat kapan sebuah situasi mempersyaratkan pertimbangan moral dan kemudian berpikir secara cermat tentang apa tindakan yang sebaiknya). Seseorang dapat menangkap secara intuitif  sebuah isu moral dari sebuah peristiwa atau pun sebaliknya, buta moral. Contoh orang yang buta moral yaitu orang yang menganggap martabat diri bergantung pada tampilan fisik/harta. Ketersinggungan kita ketika menyaksikan orang kaya menganiaya orang miskin adalah contoh ketajaman moral. Kesadaran moral terjadi sebelum kita melakukan pertimbangan moral dan pembuatan-pembuatan moral. Pengalaman belajar : pengalaman belajar yang penting bagi para pelajar agar melek moral adalah dengan hidup dalam lingkungan orang-orang yang melek moral ( conditioning). Pendidik harus menjadi teladan dalam ketajaman moral ini. Selain conditioning, pengalaman-pengalaman tak langsung pun penting. Ini dapat dilakukan dengan mempelajari peristiwa-peristiwa historis yang relevan dan biografi tokoh yang memiliki ketajaman penglihatan moral. Kasus Impresif pada remaja kita menuntut pendidik untuk mendidik para pelajar untuk memiliki ketajaman dalam sebuah budaya dan nilai-nilai yang dapat menghancurkan jati diri para remaja. Hasil Belajar : Dapat mengidentifikasi isu moral dari sebuah objek/ peristiwa.

  1. Pengetahuan Nilai moral

Defenisi : inilah Ethical Literacy, literasi etis, kemampuan hasil belajar teori-teori tentang berbagai nilai etis seperti : menghargai kehidupan dan kebebasan, bertanggungjawab terhadap orang lain, kejujuran, ketidakmemihakan, toleransi, sopan santun, displin dan keberanian. Literasi etis termasuk pemahaman tentang bagaimana menerapkannya dalam berbagai situasi. Ini berarti kemampuan menerjemahkan/ menalihbahasakan (translasi) nilai-nilai abstyrak menjadi perilaku moral konkret. Beda antara kesadaran moral dengan pengetahuan nilai moral adalah bahwa kesadaran moral mempersyaratkan kemampuan menangkap langsung(ketajaman) nilai moral dari sebuah peristiwa/objek yang konkret; adapun pengetahuan nilai moral

baca juga :