Posted in: Pendidikan

 KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL

 KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL

Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)

Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal. Menurut sifatnya, komunikasi antarpribadi dibedakan menjadi dua, yakni komunikasi diadik (dyadic communication) dan komunikasi kelompok kecil (small group communication). Komunikasi diadik melibatkan hanya dua orang, seperti suami-istri,  dua sahabat, guru-murid, dan sebagainya. Sedangkan komunikasi kelompok kecil ialah proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara tatap muka, di mana anggota-anggotanya saling berinteraksi satu sama lain.

sebagai sebuah komunikasi tatap muka, tujuan komunikasi antarpribadi adalah sebagai berikut:

  1. Mengenal diri sendiri dan orang lain.
  2. Mengetahui dunia luar .
  3. Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi lebih bermakna.
  4. Mengubah sikap dan perilaku.
  5. Bermain dan mencari hiburan.
  6. Membantu orang lain.
  1. KOMUNIKASI PUBLIK DAN MEDIA

Komunikasi publik (Public Communication)Komunikasi ini menunjukkan suatu proses dimana pesan-pesan yang disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khlayak yang lebih besar. Ciri-ciri tipe komunikasi publik :

  1. Penyampaian pesan berlangsung secara kontinyu
  2. Dapat diidentifikasikan siapa sumber dan siapa penerima
  3. Interaksi terbatas sehingga tanggapan balik juga terbatas
  4. Sumber sering tidak dapat mgnidentifikasikan pendengarnya satu-persatu
  5. Pesan yang disampaikan tidak terjadi secara spontan melainkan sudah dipersiapkan dalam bentuk konsep/teks
  6. Tipe ini sering ditemui dalam kegiatan seperti kuliah umum, khotbah, rapat akbar, dll
  7. Pesan yang disampaikan juga terbatas pada khalayak tertentu seprti dalam pengarahan, ceramah, santiaji, seminar, dan rapat anggota.

Komunikasi massa (Mass Communication)Tipe komunikasi ini berlangsung secara massal, dimana sumbernya biasanya berasal dari suatu lembaga tertentu dan ditujukan kepada khalayak umum secara massal, dan biasanya menggunakan alat-alat tertentu misalnya radio, televisi, maupun surat kabar. Ciri-ciri tipe ini adalah :

  1. Sifat pesan terbuka untuk khalayak umum yang variatif, tidak terbatas pada suku, usia, maupun golongan tertentu
  2. Proses peyampaian pesannya lebih formal dan terencana, karena itu lebih rumit dari tipe sebelumnya
  3. Komunikasi berlangsung satu arah, karena itu tanggapan balik sangat terbatas dilakukan
  4. Penyampaian pesan berlangung secara cepat, serempak, dan meluas.

sumber :