Macam Bahan Organik Pencemar Air Laut

Macam Bahan Organik Pencemar Air Laut

Macam Bahan Organik Pencemar Air Laut
Macam Bahan Organik Pencemar Air Laut

Bahan Organik

Bahan organik biasanya tersusun oleh unsure-unsur karbon, hydrogen dan oksigen serta dalam beberapa senyawa mengandung unsure N, S, P atau Fe (Gray, 2004). Bahan organik yang terdapat diperairan memiliki variasi bentuk senyawa yang sangat luas. Sebahian besar bahan tersebut bersumber dari hewan atau tumbuhan yang telah mati (Connell, 2005).
Bahan organik di perairan dapat berasal dari perairan itu sendiri maupun berasal dari ekosistem lain. Bahan organikyang masuk kedalam bentuk campuran antara bahan organik terlarut dengan bahan organik yang berpa partikel (Sunarto, 2003).
Bahan organik dalam air laut dapat dibagi atas dua bagian yaitu:

1. Bahan organik terlarut dalam air laut

Bahan organik terlarut yang berukuran < 0.5 μm. Jumlah bahan organik terlarut dalam air laut biasanya melebihi rata-rata bahan organik tidak terlarut. Hanya berkisar 1/5 bahan organik tidak terlarut terdiri dari sel hidup. Semua bahan organik ini dihasilkan oleh organisme hidup melalui proses metabolism dan hasil pembusukan. Sebagian besar bahan organik terlarut dalam air laut terdiri atas material yang kompleks dan sangat tahan terhadap penguraian bakteri.
Konsentrasi bahan organik berdasarkan variasi musim dan kedalaman adalah sebagai berikut:
a. Variasi menurut musim
1) Terjadi hanya pada daerah yang dipengaruhi musim
2) Musim semi dan awal musim panas merupakan konsentrasi tertinggi (Ca1,8 mg/ l)
3) Musim panas konsentrasi menurun
4) Musim gugur – awal musim semi, konsentrasi sedikit menurun
b. Variasi menurut kedalaman
1) Permukaan, konsentrasi bahan organik karbon terlarut dan nitrogen paling tinggi
2) Bagian bawah zona eufotik, konsentrasi mulai menurun dengan meningkatnya kedalaman dan terdapat perbedaan antra satu tempat dengan tempat lainnya tergantung pada produktivitas, ketersediaan heterotrof dan kondisi hidrografik.Pada kedalaman lebih besar dari 100 meter konsentrasi masih relatif konstan
3) Pada perairan dalam, kandungan bahan organik karbon terlarut terlihat kecil tetapi signifikan dan berbeda menurut kedalaman. Perbedaan konsentrasi organik terlarut dengan nitrogen pada permukaan perairan sekitar 100 : 15 sampai 100 : 25.

2. Bahan organik tidak terlarut dalam air laut

Bahan organik tidak terlarut dalam air laut berukuran lebih besar dari 0,5 μm. Pada lapisan permukaan air laut material organik tak terlarut ini berupa detritus dan fitoplankton. Pada zona eufotik konsentrasinya lebih tinggi dari lapoisan di bawahnya. Bahan organik tak terlarut ini berfungsi menyediakan makanan untuk organisme pada beberapa tingkatan tropik.
Sumber bahan organic tidak terlarut dalam air laut:
a. Di bawah air sungai (4,2 – 109 gC/ l) berukuran lebih kecil dari rata-rata produksi primer di laut ( 4 – 1016 gC/ l).
b. Sebagian besar particulate organic matter dilaut dihasilkan oleh beberapa organisme penghasil utama seperti fitoplankton, makroalga dan bakteri kemoautotrofik. Produksi utama ini dihasilkan oleh fotoautotrofik nanoplankton (berdiameter 2,0 – 20 μm).
c. Sekitar 10 % dihasilkan dari tanaman dalam bentuk senyawa, berat molekulnya ringan seperti asam amino, asam trikarboksilik. Hasil ini dengan cepat dikonsumsi oleh bakteri.
d. Hasil agregasi dan pengendapan dissolved organic matter dari laut.
e. Pada subsurface dalam waktu tertentu butir-butir fecal zooplankton merupakan komponen yang terbesar dari bahan organik tak terlarut.

Baca Juga: