Posted in: Umum

Manifestasi Klinis Hipoglikemia

Manifestasi Klinis Hipoglikemia

   Hipoglikemia walaupun jarang pada anak, tapi sering pada bayi. Dan merupakan problem bagi dokter anak maupun tenaga kesehatan yang lain karena :

Pertama, gejalanya samar-samar dan tidak spesifik, maka untuk membuat diagnosis tergantung pada indeks kepekaan yang tinggi.

Kedua, mekanisme yang menyebabkan hipoglikemia sangat banyak dan kompleks.

   Pada bayi, yang berusia lebih darri 2 bulan, anak dan dewasa penurunan gula darah kurang dari 40 mg/dL (2,2 mmol/L) dapt menimbulkan rasa lapar dan merangsang pelepasan epinefrin yang berlebihan sehingga menyebabkan lemah, elisah, keringat dingin, gemetar dan takikardi.

   Gejala hipoglikemia dapat diklasifikasikan dalam 2 kelompok besar, yaitu : berasal dari system syaraf autonomy dan berhubungan dengan kurangnya suplay glukosa pada otak (neuroglikopenia). Gejala akibat dari system syaraf autonomy adalam berkeringat,gemetar, gelisah dan nausea. Akibat neuroglikopenia adalah pening, bingung, rasa lelah, sulit bicara, sakit kepala dan tidak dapat konsentrasi.Kadang disertai rasa lapar, pandangan kabur, mengantuk dan lemah.Pada neonates tidak spesifik, antara lain tremor, peka rangsang, apnea dan sianosis, hipotonia, iritabel, sulit minum, kejang, koma, tangisan nada tinggi, nafas cepat dan pucat.Namun hal ini juga dapat terjadi pada bayi yang tidak hipoglikemia, missal kelainan bawaan pada susunan syaraf pusat, cedera lahir, mikrosefali, perdarahan dan kernicterus. Demikian juga dapat terjadi akibat hipoglikemia yang berhubungan dengan sepsis, penyakit jantung, distress respirasi, asfiksia, anomaly kongenital multiple atau defisiensi endokrin. Kadang hipoglikemia juga asimptomatik, misalnya pada “glycogen storage disease type I”.

1)  Neonatus

              Hipoglikemia simtomatik pada neonates cenderung terjadi selama 6-12 jam kehidupan. Sering menyertai penyakit-penyakit seperti : distress perinatal, terlambat pemberian ASI dan bayi dari ibu DM. Tidak ada perbedaan dalam hal jenis kelamin. Juga termasuk dalam golongan ini ialah bayi dari ibu DM insulin (IDM) dan ibu menderita DM kehamilan (IGDM). Meskipun banyak 50% dari IDM dan 25% IGDM mempunyai kadar glucose <30 mg/dl selama 2-6 jam kehidupan, kebanyakan tidak memperlihatkan akibat/ tanda-tanda dari hipoglikemianya. Umumnya sembuh spontan, tetapi sebagian kecil (10%-20%) kadar gula tetap rendah. Beberapa di antaranya menunjukkan respons yang baik terhadap suntikan glucagon 300 mikrogram atau 0,3 mg/kgBB IM, tidak lebih 1 mg totalnya.

              Hipoglikemia neonates simtomatik gejalanya tidak khas, misalnya : apati, anoreksia, hipotoni, apneu, sianosis, pernapasan tidak teratur, kesadaran menurun, tremor, kejang tonik/klonik, menangis tidak normal dan cengeng. Kebanyakan gejala pertama timbul sesudah 24 – 48 jam kehidupan.

2)  Bayi/Anak

              Gejala-gejala dapat berupa : sakit kepala, nausea, cemas, lapar, gerakan motoric tidak terkoordinasi, pucat, penglihatan berkunang-kunang, ketidakpedulian, cengeng, ataksia, strabismus, kejang, malas/lemah, tidak ada perhatian dan gangguan tingkah laku.

              Hipoglikemia bisa disertai atau tidak dengan banyak keringat dan takikardi.Serangan ulang gejala-gejala tadi dapat terjadi pada waktu-waktu tertentu setiap hari, sehingga kita harus waspada terhadap kemungkinan hipoglikemia.Pemeriksaan glucose darah pada saat timbulnya gejala sangat penting.

              Kasus bisa menunjukan gejala ataupun tidak. Kecurigaan tinggi harus selalu diterapkan dan selalu antisipasi hipoglikemia pada neonatus dengan faktor risiko, gejala yang seringkali muncul :

  1. Tremor
  2. Sianosis
  3. Apatis
  4. Kejang
  5. Apnea intermitten
  6. Tangisan lemah/melengking
  7. Letargi
  8. Kesulitan minum
  9. Gerakan mata berputar/nistagmus
  10. Keringat dingin
  11. Pucat
  12. Hipotermi
  13. Refleks hisap kurang
  14. Muntah

Sumber: https://officialjimbreuer.com/