Materi Bunga Bank
Posted in: Pendidikan

Materi Bunga Bank

Materi Bunga Bank

Materi Bunga Bank

  1. Pengertian Bunga Bank

Bank adalah badan yang memberikan jasa penyimpanan uang, pengiriman uang, serta permintaan dan penawaran kredit. Kegiatan yang dilakukan bank antara lain : menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito dans ebagainya, menyalurkan dana masyarakat dalam bentuk kredit. Dalam menjalankan usahanya, bank menerapkan prinsip bunga. Yang dimaksud adalah bank memberikan bunga kepada nasabah yang menyimpan uangnya dan mengenakan bunga kepada masyarakat yang mengambil kredit. Sedangkan bunga sendiri adalah keuntungan yang diberikan kepada pemilik modal dengan tingkat tertentu sesuai kebijakan yang berlaku. Yang dimaskud dengan pemilik modal adalah nasabah (untuk dana simpanan) dan bank (untuk transaksi kredit). Bank-bank di Indonesia menganut prinsip bunga floating rate, dimana tingkat bunga sering berubah-ubanh sesuai dengan ketentuan BI rate yang ditetapkan oleh BI.

  1. Hukum Bunga Bank

Ibnu Qayyim sebagaimana dikutip oleh Abdurrahman Isa menerangkan bahwa riba ada dua macam, yaitu :

  1. Riba Nasiah

Riba yang terjadi karena adanya penundaan pembayaran hutang. Riba ini hukumnya haram.

  1. Riba Fadhl

Riba yang terjadi karena adanya tambahan pada jual beli benda sejenis

Maka dapat dikatakan bahwa bunga bank adalah riba nasiah dan hukumnya haram. Karena bunga bank terjadi karena adanya penundaan pembayaran hutang dan adanya nilai waktu dalam uang (time value).

Riba adalah tambahan pembayaran atas uang pokok pinjaman. Misalnya, si A memberikan pinjaman kepada si B dengan syarat si B mengembalikan uang si A beserta tambahannya (bunga) setelah jangka waktu tertentu.

Menurut Maulana Muhammad Ali pada hakikatnya riba itu memberatkan bagi peminjam. Semua agama sama melarang praktek riba, karena dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat pada umumnya dan bagi mereka yang terlibat riba pada khususnya.

Adapun dampak akibat praktek riba itu, antara lain :

  1. Menyebabkan eksploitasi (pemerasan) oleh si kaya terhadap si miskin.
  2. Uang modal besar yang dikuasai oleh the haves tidak disalurkan ke dalam usaha-usaha yang produktif yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, tetapi justru disalurkan dalam pengkreditan berbunga yang belum produktif.
  3. Bisa menyebabkan kebangkrutan usaha dan pada gilirannya bisa menyebakan keretakan rumah tangga, jika si peminjam tidak mampu mengembalikan pinjaman beserta bunga-bunganya.

Karena melihat bahaya besar atau dampak negatif dari praktek riba itulah, maka Nabi Muhammad membuat perjanjian dengan kelompok Yahudi yang tinggal di Jazirah Arab, bahwa mereka tidak dibenarkan menjalankan praktek riba, dan Islam pun dengan tegas melarang riba.

Allah berfirman dalam surat Ar-Rum ayat   39, yang menerangkan bahwa bagi Allah orang itu sebenarnya tidak melipatgandakan hartanya denga jalan riba, melainkan dengan jalan yang dikeluarkan karena Allah semata-mata. Dalam surat Ar-Rum ini belum konkret melarang riba.

Barulah pada Surat Ali Imran ayat 130, dijelaskan bahwa riba itu dilarang, hal ini juga dikukuhkan dengan turunnya Surat Al-Baqarah ayat 278-279 yang termasuk ayat  hukum terakhir yang diturunkan. Ayat ini juga dipakai dalil oleh ulama yang mengharamkan riba secara mutlak, artinya sedikit atau banyak tetap saja haram.

Di dalam hadist riwayat Al-Bukhari dan Muslim yang menegaskan bahwa riba itu termasuk tujuh dosa besar, yaitu : syirik, sihir, membunuh, makan riba, makan harta anak yatim, melarikan diri pada waktu pertempuran, dan memfitnah. Ada pula hadist riwayat Bukhari sebagai berikut :

(الحديث)  لعن ٵلله  ٵکل الرباوموكله وشا اهديه وكاتبه

“Allah mengutuk orang yang mengambil riba (orang yang member pinjaman), orang yang memberikan riba (orang yang berhutang), dua orang yang menjadi saksinya dan orang yang mencatatnya.” Maka sudah jelas bahwa bunga bank adalah riba dan riba hukumnya haram.


Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/blackberry-krypton-dapat-lampu-hijau-dari-fcc/