Posted in: Pendidikan

Nasikh

Table of Contents

Nasikh

Nasikh menurut bahasa berarti sesuatu yang menghapuskan menghilangkan, atau yang memindahkan atau yang mengutip/ menyalin serta mengubah dan mengganti. Jadi, hampir sama dengan pengertian nasakh menurt bahasa seperti yang diterangkan diatas. Bedanya, nasakh itu kata masdar, sedangakan nasikh ini isim fa’il, sehingga berarti pelakunya. Sedangkan pengertian nasikh menurut istilah, ada dua macam, yaitu:

  1. Nasikh ialah hukum syarak atau dalil syarak yang menghapuskan/ mengubah hukum/ dalil syarak yang terdahulu dan menggantinya dengan ketentuan hukum yang baru yang dibawahnya.
  2. Nasikh itu ialah Allah SWT, bahwa sebenarnya yang menghapus dan menggantikan hukum syarak itu ialah Allah SWT, tidak ada yang lain. Sementara itu, Quraish Shihab menyatakan bahwa ulama-ulama mutaqqaddimin dan muta’akhirin tidak sepakat dalam memberikan pengertian nasikh secara terminologi. Para ulama itu memperluas arti nasikh hingga mencangkup:

ü     Pembatalan hukum yang ditetapkan oleh hukum yang ditetapkan kemudian

ü     Pengecualian hukum yang bersifat umum oleh hukum yang spesifik yang datang kemudian

ü     Penjelasan susulan terhadap hukum yang bersifat ambigius

ü     Penetapan syarat bagi hukum yang datang kemudian guna membatalkan atau merebut.

 

  1. Mansukh

Mansukh menurut bahasa, berarti sesuatu yang dihapus/ dihilangkan/ dipindah ataupun disalin. Sedangkan menurut istilah menurut istilah para ulama, mansukh ialah hukum syarak yang diambil dari dalil syarak yang pertama, yang belum diubah dengan dibatalkan dan diganti dengan hukum dari dalil syarak baru yang datang kemudian.

Tegasnya, dalam mansukh itu adalah berupa ketentuan hukum syarak pertama yang telah diubah dan diganti dengan yang baru, karena adanya perubahan situasi dan kondisi yang menghendaki perubahan dan penggantian hukum tadi.

sumber :