Posted in: Pendidikan

Nasionalisme Myanmar

Nasionalisme Myanmar

Myanmar jatuh ketangan Inggris setelah mengalami perang 2 kali. Perang Dunia I, Inggris memisahkan Myanmar dari Konstituti India (Inggris). Perang ini cukup menggocangkan Myanmar dan segera mendorong lahirnya kesadaran politik yang lebih nasionalitis.

Faktor pendorong timbulnya Nasionalisme Myanmar

  • Pada hakekatnya bangsa Myanmar (baru tahun 1886 menjadi jajahan) belum pernah hilang rasa kebangsaan. Colonial Inggris belum pernah sempat menanamkan pengaruh sedalam-dalamnya di Myanmar, karena Myanmar pada saat itu menjadi bagian dari India
  • Kemenangan Jepang dalam perang Jepang – Rusia 1905 yang memperkuat nasionalisme di India, menimbulkan juga nasionalisme di Myanmar.
  • Nasionalisme di India mempengaruhi timbunya nasionalisme di Myanmar.
  • Perundang-undangan dalam perdamaian Versailles di man Wilson memperjuangkanhak-hakmenentukan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa yang belum merdeka
  • Montagu – Chelmsford reform, yang oleh Inggris ditentukan untuk India dan tidak berlaku untuk Myanmar. Montagu – Chelsford Reform (goverment of Indian Act 1919) adalah suatu undang-undang yang mengatur pemerintahan India , akibat ketegangan tuntutan npartai Kongres India terhadap Inggris

Gerakan-gerakan Nasionalisme Myanmar yaitu: Myochit (Partai Nasionalis), Sinyetha (Partai Rakyat Miskin) dan Do Bama Asiayone  (Kita Bangsa Myanmar) atau partai Thakin yang menuntut kemerdekaan bagi bangsa Myanmar. (F.S.V. Donison, 1970 dalam Wiharyanto, Pembentukan Negara-negara Nasional di Asia Tenggara, 2008)

Tahun 1930 Komisi Simon menganjurkan Myanmar pisah dari India pemisahan itu di usulkan oleh kaum nasionalis,Secara resmi dan didukung oleh pemerintah inggris tetapi kaum nasionalis curiga. Disebabkan para pemimpin Nasionalis hawatir pemerintah inggris menginginkan untuk mempertahankan penjajahan di Myanmar. Kaum Nasionalis segera mendirikan sebuah Liga Anti Pemisahan.

Setelah terjadinya perlawanan antara rakyat Myanmar melawan penjajah diabad 19  inggris menguasi Myanmar dan menyatukan dengan India. Perang Dunia II, Mnyamar diduduki jepang daearah ini penduduk jepang dimanfaatkan rakyat Myanmar untuk mengorganisir gerakan kemerdekaan, dengan mendirikan Liga Rakyat Merdeka Anti Pasis (AFPFL) di bawah pimpinan Aung San.

AFPFL memandang situasi perang dunia II dapat dimanfaatkan dengan melihat kekuatan penjajah. Karna jepang dan inggris merupakan aktor yang berperan dalam perang dunia II. Pada akhirnya perang dunia II dengan kekalahan jepang, kekalahan ini dijadikan sebagai momentum bagi Myanmar untuk bangkit dan memberikan perlawanan. Kemenangan Myanmar tidak membuat negara Myanmar menjadi merdeka. Akan tetapi inggris mengambil alih pemerintah inggris menjelaskan politiknya mengenai masa depan dalam buku putih. Pemerintah inggris karna melihat AFPFL berpengaruh besar ditengah rakyat akhirnya inggris sepakat untuk menyerahkan kemerdekaan kepada Myanmar

sumber  ”
https://promo-honda.id/seva-mobil-bekas/