Jabar Dukung Iklim Positif Kejuaraan Karate Jabar

Jabar Dukung Iklim Positif Kejuaraan Karate Jabar

Jabar Dukung Iklim Positif Kejuaraan Karate Jabar

 

Jabar Dukung Iklim Positif Kejuaraan Karate Jabar

BANDUNG

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menghadiri pembukaan Karate Open Championship Sirkuit III 2018 di Youth Center GOR Arcamanik, Rabu (18/07/18). Kejuaran ini diadakan oleh Kejaksaan Tinggi Negeri Jawa Barat, sebagai salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Bakti Adhyaksa Ke 58 Tahun 2018.

Iwa mengatakan olahraga Karate merupakan salah satu seni bela diri yang memadukan perpaduan fisik dan mental. Hal ini dilandasi Lima Sumpah Karate, diantaranya Sanggup Memelihara Kepribadian, Sanggup Patuh pada Kejujuran, Sanggup Mempertinggi Prestasi, Sanggup Menjaga Sopan Santun dan Sanggup Menguasai Diri.

Melalui Karate, lanjut Iwa

Jawa Barat dikenal sebagai lumbung atlet karate berprestasi. Dibuktikan dengan atlet karateka asal Jabar yang berhasil merebut 5 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu. Sehingga menjadi Juara Umum Cabor Karate pada ajang PON ke 19 di Jawa Barat yang lalu.

“Oleh karena itu, kita perlu terus membina cabang olahraga karate ini sejak usia dini, dengan menyelenggarakan kegiatan pengembangan dengan latihan dan kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan. Diperluas sampai tingkat paling bawah, setidaknya mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, untuk menggali bibit potensial,” ungkap Iwa.

Iwa berharap kejuaraan ini dapat mengevaluasi dan menguji sejauh mana hasil latihan yang telah diterapkan. Selain itu kompetesi Kajati Jabar Karate Open ini momentnya sangat tepat untuk uji coba untuk persiapan PORDA Jabar bulan Oktober 2018. Serta menjadi wahana peningkatan SDM pengelola event pertandingan olahraga dan peningkatan kualitas wasit.

Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Jawa Barat

Raja Nafrizal mengatakan melalui kompetisi ini diharapkan meningkatkan semangat untuk menekuni olahraga ini guna mengharumkan bangsa. Dirinya juga menghimbau pada seluruh atlet dan wasit untuk sportif dan profesional.

Kompetisi ini merupakan pertama kalinya diadakan oleh Kejaksaan Tinggi Negeri Jawa Barat yang direncanakan menjadi agenda tahunan. “Diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam membina atlet-atlet karate di Jawa Barat,” katanya.

 

Artikel terkait:

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Iriawan

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Iriawan

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Iriawan

 

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Iriawan

BANDUNG

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni, guna meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet Bumi. Tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mengambil tema “Kendalikan Sampah Plastik”. Tema ini selaras dengan tema World Environment Day 2018 yang dikeluarkan oleh United Nation Environment Programme (UNEP), yaitu “Beat Plastic Pollution”.

Kasubdit Sampah Spesifik

Kasubdit Sampah Spesifik dan Daur Ulang KLHK RI Haruki Agustina menyebutkan, pengangkatan tema tersebut terkait dengan kritisnya kondisi sampah plastik di dunia. Menurutnya, tema ini diambil sebagai bentuk penyampaian pesan moral bahwa plastik sudah bukan lagi menjadi permasalahan nasional, melainkan sudah menjadi permasalahan internasional.

Haruki mengatakan

Plastik yang termasuk sampah tidak terurai ini akan berakhir di laut dan merusak biota di dalamnya. Sebagian besar, katanya, sampah plastik tersebut berasal dari daratan. “Sampah plastik ini merupakan sampah yang tidak bisa terurai, lebih dari 40 tahun di lingkungan. Datang dari darat, berakhir di laut,” ungkap Haruki pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Halaman Depan Gedung Sate Bandung, Rabu (18/07/18).

Ternyata data dari kajian ITB

70 persen sampah di laut berasal dari daratan, sedangkan 30 persen-nya dari aktivitas laut seperti nelayan dan kapal pesiar,” paparnya.

Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan merincikan berdasarkan data UNEP bahwa setiap tahunnya ada 8 juta kilogram sampah plastik di lautan sekitar Cina, Indonesia, Filipina dan Thailand. Sedangkan berdasarkan rilis dari KLHK menyebutkan di Indonesia setiap harinya terkumpul 10,7 juta kilogram sampah, 16 persen diantaranya merupakan sampah plastik.

Sedangkan untuk skala Jawa Barat

Iriawan melaporkan bahwa sampah di Jabar didominasi oleh sampah sisa makanan. Sampah plastik merupakan terbesar kedua setelahnya. “Khusus Jabar, berdasarkan sistem informasi yang ada, paling tinggi adalah sampah sisa makanan 48,77 persen, nomor dua plastik 13,sekian persen. Sisana kahandap aya (sisanya kebawah ada) kayu, tekstil, logam, karet, kulit, dan sebagainya,” jelas Iriawan.

Iriawan berharap peringatan hari lingkungan hidup sedunia ini menjadi momen perbaikan diri untuk lebih sadar dan bijak dalam menggunakan plastik. Iriawan juga sempat mengingatkan ibu-ibu rumah tangga agar kembali beralih menggunakan tas belanja seperti jaman generasi-generasi sebelumnya.“Harapan saya semoga ini menjadi momen untuk introspeksi menggunakan plastik menjadi lebih bijak lagi,” ujar Iriawan.

“Untuk ibu-ibu, ingat kurangi sampah. Kalau ke pasar, pakai tas belanja seperti ibu dan nenek kita dulu. Itu bisa jadi langkah awal kita menekan sampah plastik,” katanya.

Senada dengan Haruki dan Iriawan

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nana Nasuha Djuhri menyatakan bahwa polusi plastik saat ini telah menjadi ancaman, terutama pada ekosistem laut. Namun kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik masih rendah, bahkan kebiasaan membuang sampah ke tempatnya pun belum membudaya.

“Plastik yang kita buang akan berakhir di lautan, dan membunuh jutaan burung laut dan ratusan ribu mamalia laut setiap tahunnya,” kata Nana.

“Kesadaran masyarakat tentang pengurangan penggunaan plastik masih rendah. Belum lagi masih rendahnya kesadaran membuang sampah di tempatnya. Intinya semua itu membutuhkan kesadaran dari semua pihak untuk berbenah,” lanjutnya.

Pembagian Penghargaan dan Penyematan Duta Lingkungan

Pada acara peringatan ini, pemerintah provinsi Jawa Barat juga membagikan penghargaan Raksa Prasada Tahun 2018 yang diserahkan secara simbolis oleh Penjabat Gubernur Jabar Iriawan. Perincian penghargaan tersebut antara lain:

1. Kategori Sekolah Berbudaya Lingkungan Tahun 2018, diserahkan kepada para kepala sekolah SMPN 38 Kota Bandung, SDN Nagrog Kabupaten Bandung, MTs Negeri 2 Kota Tasikmalaya, MI Negeri 9 Kabupaten Ciamis, SMKN 1 Balongan Kabupaten Indramayu, dan SMPN 3 Tirtajaya Kabupaten Karawang.
2. Kategori Individu/Kelompok Masyarakat Peduli Lingkungan, diserahkan kepada Agus Permana, Kelompok Tani Harapan Jaya, Kabupaten Ciamis.
3. Kategori Kabupaten/Kota Penyusun Terbaik Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah, diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.
4. Kategori Kabupaten/Kota Penyusun Terbaik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Tahun 2018, diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya.
5. Duta Lingkungan Jawa Barat, disematkan pada perwakilan dari SMPN 38 Kota Bandung, SDN Nagrog Kabupaten Bandung, MTs Negeri 2 Kota Tasikmalaya, MI Negeri 9 Kabupaten Ciamis, SMKN 1 Balongan Kabupaten Indramayu, serta SMPN 3 Tirtajaya Kabupaten Karawang.

Penghargaan tersebut diberikan atas apresiasi kepada para pihak yang telah menerapkan budaya ramah lingkungan melalui berbagai program pemerintah.

Sumber: https://bandarlampungkota.go.id/blog/contoh-gambar-seni-rupa-murni/

Verifikasi Kota Layak Anak KPPPA Tinjau Kota Bogor

Verifikasi Kota Layak Anak KPPPA Tinjau Kota Bogor

Verifikasi Kota Layak Anak KPPPA Tinjau Kota Bogor

 

Verifikasi Kota Layak Anak KPPPA Tinjau Kota Bogor

Selama dua hari

18-19 Juli 2018 Kota Bogor di evaluasi tim verifikasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2018 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Tim verifikasi yang beranggotakan 4 orang yang terbagi menjadi dua tim tersebut melakukan kunjungan ke beberapa lokasi yang tersebar di 6 Kecamatan Kota Bogor.

Lokasi atau titik-titik yang dikunjungi tim verifikasi antara lain

Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Perumahan Bogor Raya Permai, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), RW Ramah Anak dan pesantren Al-Um Loji, Puskesmas Bogor Utara, Posyandu Smart ramah anak, SMPN 5, Perpustakaan, Pandawa Care, gardu makan dan Paud HI dan beberapa lokasi lainnya.

Terkait kegiatan ini

Anggota tim independen evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Nanang Abdul Hanan mengungkapkan, tujuan evaluasi ini untuk melakukan review atau pemeriksaan terkait komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di dalam proses pemenuhan hak anak dan perlindungan anak.

Dia menjelaskan, proses evaluasi ini berjenjang mulai dari pemberian instrumen indikator-indikator tentang KLA hingga Pemkot Bogor melalui gugus tugas mengisikan di dalam sistem aplikasi yang sudah disediakan. Dari hasil sistem aplikasi tersebut ada skoring yang dinamakan penilaian mandiri.

Nanang menyebutkan

Dalam penilaian mandiri Kota Bogor pada proses pemenuhan anak sudah cukup lumayan. Berdasarkan verifikasi administrasi yang dilakukan melalui tanya jawab, Kota Bogor hasilnya masih cukup baik, sehingga dilakukan verifikasi. Verifikasi ini bukan juri, KLA juga bukan lomba meskipun ada unsur kompetisi dan apresiasi dari Presiden.

“Jadi hari ini kami melakukan beberapa kali proses mencocokan antara dokumen yang yang sudah diisikan melalui rechecking lapangan, kami lihat mana sih beberapa point yang ditunjukkan bahwa inilah komitmen Kota Bogor untuk memenuhi hak anak dan melindungi anak-anak,” kata Nanang disela kegiatan verifikasi, Kamis (19/07/2018).

Selain melakukan verifikasi

Tim juga akan melakukan konsultasi, diskusi dan bertanya langsung kepada anak, terutama kepada forum anak Kota Bogor. Tim akan bertanya apakah betul Kota Bogor sudah melakukan proses-proses itu. Kemudian apakah menurut pandangan anak sudah cukup layak Kota Bogor menjadi tempat yang layak bagi tempat hidupnya mereka dan sudah menjamin keberlangsungan kehidupan mereka nanti menjadi generasi emas di tahun 2030-2045.
“Mereka memberikan jawaban bervariasi, tentu saja sesuai dengan penerimaan dan manfaat yang dirasakan dari pembangunan yang dilakukan Pemkot Bogor selama ini,” katanya.

 

Sumber: https://bandarlampungkota.go.id/blog/pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli/

Tumpuan Pembiasaan Morfologi Pada Tumbuhan

Tumpuan Pembiasaan Morfologi Pada Tumbuhan

Tumpuan Pembiasaan Morfologi Pada Tumbuhan

Tumpuan Pembiasaan Morfologi Pada Tumbuhan
Tumpuan Pembiasaan Morfologi Pada Tumbuhan
Contoh Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan- Adaptasi morfologi merupakan pembiasaan yang dilakukan oleh mahluk hidup dengan cara menyesuaikan bentuk dan alat badan dengan lingkungan tempat hidup. Pada artikel sebelumnya kita telah membahas beberapa pola pembiasaan morfologi pada hewan, kini dalam artikel ini kita akan membahas pola pembiasaan morfologi pada tumbuhan untuk lebih memahami pemahaman Anda perihal makna pembiasaan dan sejenisnya. Tolong didengarkan!
Contoh Adaptasi Morfologi Tanaman / tumbuhan
Adaptasi morfologi tidak hanya dilakukan oleh hewan, tumbuhan juga melaksanakan pembiasaan jenis ini untuk bertahan hidup di lingkungannya. Adaptasi morfologi di kerajaan Plantae dilakukan oleh xerophytes, hydrophytes, dan hygrophytes.

1. Adaptasi Xerophyte

Xerophytes ialah tumbuhan yang hidup di lingkungan kering mirip di ekosistem padang pasir atau savana, contohnya kaktus dan bunga mentega. Morfologi pembiasaan tumbuhan ini dengan cara menyesuaikan bentuk daun, akar, dan pecahan badan lainnya.
  • Daun dari xerophytes umumnya dimodifikasi ibarat duri. Daun kecil tumbuhan xerophyte menciptakan laju penguapan lebih kecil sehingga kehilangan air dalam badan akan berkurang.
  • Akar tumbuhan xerophyte mempunyai ukuran yang sangat panjang dan menyebar untuk memenuhi kebutuhan air mereka sebab jangkauan perembesan airtanah yang lebih luas.
  • Tanaman Xerophytic umumnya hanya mempunyai beberapa stomata dengan lapisan lilin yang menutupi seluruh tubuh. Ini bertujuan untuk meminimalkan tingkat transpirasi pada suhu lingkungan yang sangat tinggi.

2. Adaptasi hidrofitik

Hydrophytes ialah tumbuhan yang hidup di ekosistem perairan, contohnya teratai dan enceng gondok. Mereka hidup mengambang dan mendapat nutrisi pribadi dari air. Secara morfologis, bentuk dan alat tubuhnya mengikuti keadaan dengan lingkungan air.
  • Tanaman hidrofitik mempunyai akar perakaran pendek untuk membatasi laju perembesan air yang besar ke dalam tubuh.
  • Memiliki tangkai daun berongga untuk membatasi perembesan akar atau daya kapiler batang terhadap air yang diserap akar.
  • Stomata hadir pada permukaan daun untuk meningkatkan laju transpirasi dan membuang kelebihan air melalui penguapan.

3. Adaptasi Higrofit

Higrofit ialah tumbuhan yang hidup di ekosistem yang lembab mirip tempat basis ekosistem hutan hujan tropis. Contoh tumbuhan higrofit mirip tumbuhan kuku, talas dan lumut. Tanaman hibriditik menyesuaikan morfologi dengan menyesuaikan jumlah stomatoe dan jumlah daun menjadi lebih banyak, kurus, dan lebar untuk meningkatkan laju transpirasi.
Demikian juga beberapa pola pembiasaan morfologi pada xerophytes, hydrophytes, dan hygrophytes. Mudah-mudahan diskusi cukup terperinci sehingga kita dapat melanjutkan diskusi kita perihal pola pembiasaan fisiologis pada tumbuhan dan binatang pada artikel berikutnya. Terima kasih.
Baca Artikel Lainnya:

Pola Pembiasaan Fisiologi Pada Tumbuhan Dan Hewan

Pola Pembiasaan Fisiologi Pada Tumbuhan Dan Hewan

Pola Pembiasaan Fisiologi Pada Tumbuhan Dan Hewan

Pola Pembiasaan Fisiologi Pada Tumbuhan Dan Hewan
Pola Pembiasaan Fisiologi Pada Tumbuhan Dan Hewan
Seperti telah dijelaskan dalam artikel pemahaman adaptasi, kita tahu bahwa pembiasaan makhluk hidup dibedakan menjadi 3 jenis yaitu pembiasaan fisiologis, pembiasaan morfologi, dan pembiasaan perilaku. Di antara ketiga jenis pembiasaan tersebut, pembiasaan fisiologi menjadi pembiasaan yang paling sulit diamati alasannya ialah terletak pada fungsi kerja alat badan yang tak terlihat.
Namun demikian, perkembangan teknologi telah menciptakan kita menemukan beberapa pola pembiasaan fisiologis terhadap beberapa makhluk hidup di sekitar kita. Apa contohnya? Perhatikan klarifikasi berikut.Contoh Adaptasi Fisiologi Pada Tumbuhan Dan Hewan (https://bandarlampungkota.go.id/blog/tabel-sistem-periodik-unsur-kimia-dan-gambar-hd/)

Contoh Adaptasi Fisiologis

Kita sanggup menemukan aneka macam pola pembiasaan fisiologis di sekitar lingkungan kita. Selama ini kita mungkin tidak menyadari bahwa badan kita mempunyai adaptasi. Bila ada ruangan ber-AC yang cuek kita akan sering buang air kecil, sedangkan jikalau berada di ruangan yang panas kita akan banyak mengeluarkan keringat. Kedua perkara ini mengatakan bahwa badan kita alias insan telah melaksanakan pembiasaan dengan suhu lingkungan dalam proses ekskresi cairan.
Contoh Adaptasi Fisiologis Pada Tanaman Dan Hewan Selain manusia, pola pembiasaan fisiologis juga sanggup ditemukan pada binatang dan tumbuhan berikut:

Adaptasi Ikan Air Tawar

Ikan air tawar mempunyai kandungan garam jauh lebih tinggi daripada kandungan garam di lingkungan perairan sekitarnya sehingga air masuk ke dalam badan ikan osmosis. Makara ikan air tawar menyesuaikan diri dengan sedikit minum dan banyak air kencing hipotonik (urine tidak terkonsentrasi). Tujuan ini dilakukan semoga kandungan garam dalam badan dengan lingkungan.

Adaptasi Ikan Air Laut

Berlawanan dengan pembiasaan ikan air tawar, pembiasaan ikan air maritim dilakukan dengan minum banyak dan mengeluarkan sedikit air seni hipertonik (urine pekat). Kandungan garam dalam badan ikan jauh lebih rendah daripada air di lingkungan menciptakan air terus keluar dari osmosis badan ikan. Inilah alasan mengapa ikan air maritim melaksanakan pembiasaan itu.
Hewan mengunyah berkembang biak atau binatang herbivora selalu mengonsumsi masakan yang mengandung selosa tinggi menyerupai rumput atau dedaunan. Untuk mencerna masakan tersebut, binatang ruminansia menyesuaikan diri untuk menghasilkan enzim selulase, enzim yang memecah selulosa dalam masakan sehingga rumput atau daun yang mereka makan sanggup dicerna dengan baik. Untuk mengetahui lebih jauh wacana bagaimana sistem pencernaan mengunyah jenisnya, Anda sanggup mengunjungi artikel ini.

Adaptasi Fisiologis pada tumbuhan Xerofit

Tanaman xerophytes atau tumbuhan yang hidup di tempat gurun umumnya mempunyai jaringan penyimpanan air. Jaringan ini sangat fungsional untuk menghadapi isu terkini kemarau yang panjang. Dengan jaringan ini, mereka sanggup bertahan meski tidak ada sedikit air di tanah untuk tumbuh dan menyebar akar-akarnya. Pembentukan jaringan penyimpan air di tumbuhan gurun juga merupakan salah satu pola pembiasaan fisiologis pada tanaman.
Nah, begitulah beberapa pola pembiasaan fisiologis pada tumbuhan dan binatang yang sanggup kita sampaikan. Sebenarnya masih banyak pola pembiasaan fisiologis yang ada pada makhluk hidup di sekitar lingkungan kita. Anda sanggup mengidentifikasinya sendiri dengan memperhatikan pola di atas. Jangan lupa, pada artikel selanjutnya akan dibahas wacana pola pembiasaan tingkah laku. Makara jangan pergi kemana-mana!

Keragaman Agama Di Indonesia

Keragaman Agama Di Indonesia

Keragaman Agama Di Indonesia

Keragaman Agama Di Indonesia
Keragaman Agama Di Indonesia

Fungsi dan peran keragaman agama dalam pembangunan nasional adalah sebagai berikut :

Ø  Agama sebagai penyelamat

Contoh : Islam memiliki kitab suci Al –Qur’an dan umat nasrani memiliki kitab Injil dan Al Kitab. Kitabsuci ini sebagai pedoman hidup kita agar lebih baik dan berjalan di jalan yang benar. Semua agama memiliki kitab suci, dan yang tidak memiliki kitab suci di anggap sebagai aliran kepercayaan seperti konghuchu dan kejawen. Semua agama dan kepercayaan memiliki panduan hidup agar selamat didunia dan di akhirat.

Ø  Agama sebagai sarana pendidikan

Pendidikan sangat berpengaruh dalam agama, sebagai contoh :jika kita tidak mengetahui larangan, sunah – sunah dan anjuran dalam sholat, serta bacaan – bacaan sholat, sholat kita di anggap tidak sah. Karena itu pendidikan juga diperlukan dalam pelaksanaan ibadah kita, agar ibidah kita dapat di terima dan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan aturan – aturannya.

Ø  Kontrol masyarakat dalam berperilaku

Contoh: setiap agama melarang umatnya untuk mencuri, membunuh, dan perbuatan tercelalainnya.Agama Islam juga mengatur bagaimana berpakaian sesuai dengan syariat Islam. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/)

Ø  Agama sebagai spirit pembangunan

Contoh:calon-calon pemimpin daerah mempunyai banyak janji dan program kerja untuk memajukan daerahnya, untuk yang beragama Islama dan pengambilan sumpah dalam Al –Qur’an jika dirinya sudah terpilih menjadi pemimpin daerah. Sumpah tersebut di ambil agar mereka berkomitmen dan bertanggungjawab untuk semua program yang mereka rencanakan.

Corporate Social Responsibility

Corporate Social Responsibility

Corporate Social Responsibility

 

Corporate Social Responsibility

Corporate Social Responsibility atau yang biasa disebut dengan tanggung jawab sosial perusahaan adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya perusahaan memiliki tanggug jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. Csr memiliki hubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktifitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata-mata berdasarkan faktor keuangan.
Contoh dari tanggung jawab itu bemacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meiningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dan untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan fasilitas untuk masyarakat yang letaknya berada dekat dengan perusahaan tersebut.

Manfaat bagi Masyarakat & Keuntungan Bagi perusahaan

CSR akan lebih berdampak positif bagi masyarakat; ini akan sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox, 2002) menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya, dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif dan peningkatan kemampuan organisasi. Untuk Indonesia, bisa dibayangkan, pelaksanaan CSR membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan jaminan ketertiban sosial. Pemerintah dapat mengambil peran penting tanpa harus melakukan regulasi di tengah situasi hukum dan politik saat ini. Di tengah persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami Indonesia, pemerintah harus berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR (Corporate Social Responsibilty).
 Pemerintah bisa menetapkan bidang-bidang penanganan yang menjadi fokus, dengan masukan pihak yang kompeten. Setelah itu, pemerintah memfasilitasi, mendukung, dan memberi penghargaan pada kalangan bisnis yang mau terlibat dalam upaya besar ini. Pemerintah juga dapat mengawasi proses interaksi antara pelaku bisnis dan kelompok-kelompok lain agar terjadi proses interaksi yang lebih adil dan menghindarkan proses manipulasi atau pengancaman satu pihak terhadap yang lain.

Contoh perusahaan yg telah menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk menyelenggarakan program tanggung jawab sosial (CSR) bernama ‘BII Berbagi’. Vice President Corporate CommunicationsBII, Esti Nugraheni menjelaskan, visi dari program ini membantu masyarakat membangun masa depan yang lebih cerah.
BII Berbagi fokus pada tiga bidang utama, yakni pendidikan \, kegiatan untuk mendukung hidup yang sehat , serta lingkungan dan kemasyarakatan  dengan tetap memiliki kepekaan terhadap situasi yang terjadi di Tanah Air, seperti jika terjadi bencana alam.
Di bidang pendidikan, BII menyadari tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya. Itulah mengapa bank ini fokus di bidang pendidikan guna membantu mereka yang kurang mampu dalam mencapai masa depan yang lebih cerah.

Program pendidikan yang di antaranya

beasiswa untuk siswa dan mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Selain itu, juga ada program pengembangan kompetensi perilaku . BII juga, lanjut Esti, aktif mengunjungi sekolah. ”Dalam pelaksanaan program ini akan dilakukan serangkaian kegiatan, seperti pengajaran pengetahuan umum, ilmu perbankan dasar, dan komputer,” paparnya.

Program CSR lainnya

adalah mendukung pola hidup sehat melalui kegiatan olahraga, seperti pembentukan spirit dan kultur untuk menjadi juara dan mewujudkan gaya hidup sehat, serta peduli terhadap peningkatan gizi 5.000 anak di 20 kota di Indonesia yang bekerja sama dengan World Food Programme (WFP). Peduli lingkungan, seperti penanaman pohon juga menjadi salah satu poin penting program CSR bank ini.
Baca Juga Artikel Lainnya : 

Cara Budidaya Tanaman Pepaya

Cara Budidaya Tanaman Pepaya

Cara Budidaya Tanaman Pepaya

Cara Budidaya Tanaman Pepaya

PROSPEK DAN POTENSI PEPAYA

Pepaya diperdagangkan dalam bentuk masak segar untuk dikonsumsi sebagai makanan buah ataupun mentah sebagai sayuran. Pepaya dikonsumsi oleh semua usia karena rasanya yang manis dan segar. Pepaya juga mengandung getah yang dipergunakan sebagai bahan baku industri. Diluar negri getah pepaya dipergunakan sebagai bahan sampingan di perusahaan industri penyamakan kulit dan pengolahan wool.

Pepaya banyak diminta oleh pasar tradisional, rumah-rumah makan, swalayan dan supermarket. Permintaan juga banyak berdatangan dari pedagang-pedagang buah yang bermunculan diberbagai tempat untuk menambah ragam dagangannya. Kondisi yang demikian menyebabkan permintaan pepaya cenderung meningkat dari tahun ketahun..

Pepaya termasuk komoditas yang memiliki potensi sangat bagus untuk dikembangkan dengan berorientasi kepada agribisnis. Dalam luasan 1 hektar bisa dipanen 30 s/d 60 ton pepaya sedangkan untuk papaine bisa dihasilkan kurang lebih 130 kg. Pembudidayaan dan pengembangan tanaman pepaya yang intensif dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan.

MANFAAT DAN KEGUNAAN PEPAYA

Pepaya dan semua bagaian-bagiannya dapat dimanfaatkan. Selain untuk keperluan konsumsi pepaya dapat dipergunakan sebagai bahan obat-obatan. Akar pepaya dapat dipergunakan menyembuhkan penyakit ginjal dan mujarab untuk pengobatan kandungan kencing. yaitu dengan cara merendam akar pepaya dengan air dingin kemudian diminum.

Pepaya mempunyai akar yang dapat direbus dan diminum untuk membasmi cacing kremi. Akar papaya gandul yang direndam dalam arak dan dicampur minyak kayu putih dapat dipergunakan sebagai obat luar untuk penyembuh sendi tulang yang sakit sedangkan ampas batang papaya dapat dipergunakan sebagai penghilang rasa mual.

Pepaya memiliki daun muda yang apabila diperas airnya kemudian diminum sangat mujarab untuk obat malaria, panas, kejang perut ,perangsang nafsu makan anak dan obat penyakit beri-beri. Didalam daun pepaya banyak terdapat sejenis alkaloid yang disebut Carpain yang bersifat dapat membuat urat jantung menjadi kejang. .

Pepaya memiliki bunga sebagai obat perangsang makan anak-anak. Rebusan bunga pepaya dapat dipakai sebagai obat penyakit kuning. Biji pepaya yang ditumbuk halus dan dicampur larutan cuka mujarab bagi orang yang terserang masuk angin.karena dapat mengeluarkan peluh dengan banyak dan aman. Dengan makan atau menelan biji pepaya dapat terbebas dari cacingan.

Pepaya mengandung papaine yang dapat membuat daging keras menjadi empuk. Papaine juga dipergunakan sebagai bahan sampingan untuk penyamakan kulit. Papaine berguna menghilangkan noda yang melekat pada sutra alam, mengolah wol agar jangan sampai mengkerut dan menjernihkan minuman.

Getah pepaya mengandung enzyme papaine dan chymopapaine yang dapat mencernakan protein dan mengentalkan air susu. Kuda yang diberikan perasan air daun pepaya muda akan terhindar dari penyakit kremi, mulas ataupun penggumpalan lendir

Pepaya masak memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi yaitu gula buah 10%, zat asam 0,1% , lemak 0,1 %, Abu 0,6%, serat 0,7% dan Air 90%. Didalamnya juga terdapat kandungan vit. A dan vit. C. Pepaya masak dipergunakan sebagai bahan baku minuman sedangkan pepaya muda dipakai sebagai bahan makanan, campuran rujak, dibuat sayuran dan manisan.

SEKILAS BUDIDAYA PEPAYA

Pepaya dapat ditanam didataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 1.000 dpl. Semakin tinggi tempat pepaya ditanam akan mengurang kadar manisnya karena rasa manis ditentukan oleh intensitas sinar matahari dan kelembapan udara.Tanaman pepaya tumbuh baik apabila ditanam ditanah yang agak berat bercurah hujan 5 – 6 bulan basah dengan air dalam tanah 50 – 200 cm.

Pepaya untuk pertumbuhannya membutuhkan Phospor, Nitrogen dan Kalium. Phospor diperlukan untuk pembentukan bunga dan mempercepat pemasakan buah. Nitrogen dibutuhkan dalam jumlah banyak karena diperlukan pertumbuhan vegetatif yang cepat. Kalium diperlukan untuk pembentukan gula buah dan memberi daya tahan akan kekeringan.

Pepaya yang ditanam dalam kondisi baik dapat bertahan hidup hingga umur 3 s/d 4 tahun. Agar tanaman pepaya dapat berproduksi optimal ada beberapa faktor yang harus dipenuhi antara lain kebun terbebas dari rumput, tidak kekurangan sinar matahari, penanaman bersifat monokultur dan lubang tanam cukup besar hingga mampu menampung pupuk organis yang cukup banyak.

Pepaya yang dibudidayakan agar dapat memberikan hasil yang memuaskan maka yang harus dilakukan dalam pemeliharaan adalah mengurangi tanaman yang sudah disemaikan dan menentukan jenis kelamin pohon setelah berumur 4 s/d 5bulan, melakukan penyiangan dan pemupukan, mengatur pengairan dan menentukan ketepatan waktu untuk proses pemanenan.

Pepaya memiliki musuh hama dan penyakit yang menyerang pohon dan bagian-bagiannya antara lain hama tungau yang menyerang daun, keong yang merusak kulit batang dalam, kelelawar dan burung. Penyakit yang sering menyerang adalah Jamur Pythium yang merusak leher akar, Bakteri papayae dan virus yang menyerang daun hingga kelihatan mengering dan keriting.

Pepaya dipanen sesuai keperluannya, apabila dikonsumsi untuk sayuran maka dapat dipetik muda sedangkan apabila dikonsumsi untuk pemenuhan buah maka dapat dipetik masak tua. Pemanenan buah pepaya tua sebagai makanan buah dilakukan setelah terdapat tanda-tanda perubahan warna dari hijau menjadi kekuningan dan getah yang keluar dari buah tua berwarna agak jernih.

KRITERIA PASOKAN PEPAYA

Pepaya untuk permintaan pasar lokal adalah buah yang sudah tua dengan kondisi buah 95% berwarna hijau disertai semburat warna kuning di antara tengah dan ujung pepaya. Penampakan luar buah kelihatan mengkal tetapi apabila dibelah sudah menunjukkan warna merah kekuningan dibagian dalamnya.

Pepaya permintaan pasar lokal tidak diperlukan grading. Sortasi dilakukan hanya untuk memilah-milah besar kecil serta tingkat kematangan buah. Pepaya ukuran besar dikumpulkan menjadi satu dengan yang besar sementara yang berukuran kecil digabung dengan yang kecil, buah yang sudah masak dipisah dengan buah muda.

Pepaya permintaan pasar lokal dikemas memakai bungkus kertas koran untuk melindungi dari gesekan dan kotoran-kototoran agar tidak melekat pada buah, disamping itu supaya penampilan buah menjadi lebih menarik pada waktu dijual. Pepaya yang sudah dikemas dipacking dengan keranjang bambu atau dicurah langsung dengan ditata rapi di-bak pengangkut.

Permintaan getah pepaya / papaine dikirim dalam bentuk powder yang berwarna putih bersih. Bubuk papaine dengan kriteria seperti ini bisa didapatkan apabila pada waktu pengeringan mendapat panas yang optimal dan selisih antara pengerokan getah dan proses pengeringan tidak terlalu lama.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Sosialisasi Politik

Sosialisasi Politik

Sosialisasi Politik

1. Pengertian Sosialisasi Politik

Menurut Rachman ( 2006) menjelaskan dari pengertian sosialisasi Politik berasal dari dua kata yaitu Sosialisasi dan Politik. Sosialisasi berarti pemasyarakatan dan Politik berarti urusan negara. Jadi secara etimologis Sosialisasi Politik adalah pemasyarakatan urusan negara. Urusan Negara yang dimaksud adalah semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sedangkan menurut Michael Rush dan Phillip Althoff yang dikutip dari  menjelaskan Sosialisasi politik adalah proses oleh pengaruh mana seorang individu bisa mengenali sistem politik yang kemudian menentukan persepsi serta reaksinya terhadap gejala-gejala politik. Sosialisasi politik juga sarana bagi suatu suatu generasi untuk mewariskan keyakinan-keyakinan politiknya kepada generasi sesudahnya. Sosialisasi politik ini merupakan proses yang berlangsung lama dan rumit yang dihasilkan dari usaha saling mempengaruhi di antara kepribadian individu dan pengalaman-pengalaman politiknya yang relevan dan memberi bentuk terhadap tingkah laku politiknya.

Sosialisasi politik mempunyai tujuan menumbuh kembangkan serta menguatkan sikap politik dikalangan masyarakat (penduduk) secara umum (menyeluruh), atau bagian-bagian dari penduduk, atau melatih rakyat untuk menjalankan peranan-peranan politik, administrative, judicial tertentu.

Menurut Hyman dalam buku panduan Rusnaini ( 2008) sosialisasi politik merupakan suatu proses belajar yang kontinyu yang melibatkan baik belajar secara emosional (emotional learning) maupun indoktrinasi politik yang manifes dan dimediai oleh segala partisipasi dan pengalaman si individu yang menjalaninya. Sosialisasi politik melatih individu dalam memasukkan nilai-nilai politik yang berlaku di dalam sebuah sistem politik.

2. Agen-agen Sosialisasi Politik

Menurut Tischler (1999) yang dikutip dari  yang menjadi agen atau perantara dalam proses sosialisasi meliputi :

1. Keluarga

Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang.keluarga merupakan dasar pembantu utama struktur social yang lebih luas, dengan pengertian bahwa lembaga lainya tergantung pada eksistensinya. Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family), agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti. Fungsi keluarga antara lain:

  1. Pengaturan seksual

  2. Reproduksi

  3. Sosialisasi

  4. Pemeliharaan

  5. Penempatan anak di dalam masyarakat

  6. Pemuas kebutuhan perseorangan

  7. Kontrol sosial

( Munandar (1989)

2. Teman Pergaulan

Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.

3. Lembaga pendidikan formal (sekolah)

Lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab. Sehingga sekolah dirasa sebagai tempat yang cukup efektif dalam mendidik seorang anak untuk memupuk rasa tanggung jawab untuk kewajiban dan haknya.

4. Media massa

Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.

5. Pemerintah

Pemerintah merupakan agen sosialisasi politik secondary group. Pemerintah merupakan agen yang punya kepentingan langsung atas sosialisasi politik. Pemerintah yang menjalankan sistem politik dan stabilitasnya. Pemerintah biasanya melibatkan diri dalam politik pendidikan, di mana beberapa mata pelajaran ditujukan untuk memperkenalkan siswa kepada sistem politik negara, pemimpin, lagu kebangsaan, dan sejenisnya. Pemerintah juga, secara tidak langsung, melakukan sosialisasi politik melalui tindakan-tindakannya. Melalui tindakan pemerintah, orientasi afektif individu bisa terpengaruh dan ini mempengaruhi budaya politiknya.

6. Partai Politik

Partai politik adalah agen sosialisasi politik secondary group. Partai politik biasanya membawakan kepentingan nilai spesifik dari warga negara, seperti agama, kebudayaan, keadilan, nasionalisme, dan sejenisnya. Melalui partai politik dan kegiatannya, individu dapat mengetahui kegiatan politik di negara, pemimpin-pemimpin baru, dan kebijakan-kebijakan yang ada.

7. Agen-agen lain

Selain keluarga, sekolah, kelompok bermain dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama, tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, dan lingkungan pekerjaan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dalam beberapa kasus, pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar.

Selain itu, sosialisasi politik juga ditentukan oleh faktor interaksi pengalaman-pengalaman seseorang dalam keluarga, tempat tinggal, pendidikan dan pergaulannya. Karena hal ini yang sangat berperan membentuk karakter anak untuk dewasa nantinya.

3. Sosialisasi Politik di berbagai Negara

a. Di Negara Liberal

Sosialisasi politik di negara liberal merupakan salah satu sebagai pendidikan politik. Pendidikan politik adalah proses dialogik diantara pemberi dan penerima pesan. Melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-nilai, norma-norma, dan simbol-simbol politik negaranya dari berbagai pihak seperti sekolah, pemerintah, dan partai politik. Pendidikan politik dipandang sebagai proses dialog antara pendidik, seperti sekolah, pemerintah, partai politik dan peserta didik dalam rangka pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai, norma dan simbol politik yang dianggap ideal dan baik.

b. Di Negara Totaliter

Sosialisasi politik di negara totaliter merupakan indoktrinasi politik. Indoktrinasi politik ialah proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa sebagai ideal dan baik. Melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaaan psikologis, dan latihan penuh disiplin, partai politik dalam sistem politik totaliter melaksanakan fungsi indoktinasi politik.

c. Di Negara Berkembang

Menurut Robert Le Vine dalam handout perkuliahan Rusnaini ( 2008:17) berpendapat bahwa “sosialisasi politik pada negara berkembang cenderung mempunyai relasi lebih dekat pada sistem-sistem lokal, kesukuan, etnis, dan regional daripada dengan sistem-sistem politik nasional”. Ada 3 faktor penting dalm sosialisasi politik pada masyarakat berkembang, yaitu :

  1. Pertumbuhan pendidikan di negara-negara berkembang dapat melampui kapasitas mereka untuk memodernisasi kelompok tradisional lewat industrinalisasi dan pendidikan.

  2. Sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional antara jenis kelamin, sehingga kaum wanita lebih erat terikat pada nilai tradisional.

  3. Mungkin pengaruh urbanisasi yang selalu dianggap sebgai saru kekuatan perkasa untuk mengembangkan nilai-nilai tradisional.

d. Di Masyarakat Primitif

Proses sosialisasi politik pada masyarakat primitif sangat bergantung pada kebiasaan dan tradisi masyarakatnya, dan berbeda pada tiap suku. Sosialisasi politik pada masyarakat primitif sangat tergantung pada kebiasaan dan tradisi masyarakatnya, dan berbeda pada tiap suku.

4. Metode Sosialisasi Politik yang dikemukakan oleh Rush dan Althof

a. Imitasi

Peniruan terhadap tingkah laku individu-individu lain. Imitasi penting dalam sosialisasi masa kanak-kanak. Pada remaja dan dewasa, imitasi lebih banyakbercampur dengan kedua mekanisme lainnya, sehingga satu derajat peniruannya terdapat pula pada instruksi mupun motivasi.

b. Instruksi

Peristiwa penjelasan diri seseornag dengan sengaja dapat ditempatkan dalam suatu situasi yang intruktif sifatnya.

c. Motivasi

Sebagaimana dijelaskan Le Vine merupakan tingkah laku yang tepat yang cocok yang dipelajari melalui proses coba-coba dan gagal (trial and error).

Jika imitasi dan instruksi merupakan tipe khusus dari pengalaman, sementara motivasi lebih banyak diidentifikasikan dengan pengalaman pada umumnya.
Sosialisasi politik yang selanjutnya akan mempengaruhi pembentukan jati diri politik pada seseorang dapat terjadi melalui cara langsung dan tidak langsung. Proses tidak langsung meliputi berbagai bentuk proses sosialisasi yang pada dasarnya tidak bersifat politik tetapi dikemudian hari berpengatuh terhadap pembentukan jati diri atau kepribadian politik. Sosialisasi politik lnagsung menunjuk pada proses-proses pengoperan atau pembnetukan orientasi-orientasi yang di dalam bentuk dan isinya bersifat politik.

Sumber : https://materi.co.id/

Pengertian dari Hutan Alam

Pengertian dari Hutan Alam

Pengertian dari Hutan Alam

Pengertian dari Hutan Alam
Pengertian dari Hutan Alam

Pengertian dari Hutan Alam adalah

Hutan yang ditumbuhi pohon-pohon secara alami dan sudah ada sejak dulu kala. Hutan alam yang dapat bertahan tanpa ada campur tangan manusia atau pun tidak terjadi eksploitasi hutan disebut hutan primer. Hutan Primer terpelihara dengan baik sering disebut Hutan Perawan atau Virgin Forest. Sedangkan hutan yang telah terdapat intervensi manusia didalamnya atau juga faktor bencana alam dapat terbentuk hutan alam sekunder.
Indonesia mempunyai hutan alam yang sangat luas, tetapi semakin hari luasan hutan alam ini terus berkurang. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Indonesia kehilangan 1,6 – 2 juta hektar hutan alam setiap tahun. Hutan alam Indonesia pada umumnya ditumbuhi oleh jenis-jenis Dipterocarpaceae, yang merupakan jenis kayu yang laku di pasaran, sehingga hutan alam ini merupakan sasaran eksploitasi.

Komposisi jenis penyusun hutan alam di Indonesia

Berbeda-beda tergantung lokasi tempat tumbuhnya hutan tersebut. Jenis-jenis pohon di hutan alam Indonesia bagian barat berbeda dengan Indonesia bagian timur walaupun ada juga jenis yang menyebar luas dari barat sampai ke timur. Ada beberapa zone tumbuhan hutan alam di Indonesia yaitu zone hutan alam bagian barat, zone hutan alam bagian timur dan zone peralihan.

Pelestarian Hutan Alam Indonesia Berbasis Masyarakat

Menurut Awang (2004) yang dikutip Aryadi (2012), konsep dan pelaksanaan pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM) di Indonesia, terutama di Jawa dipengaruhi oleh situasi dinamika social ekonomi politik dan budaya.  PHBM merupakan system pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama Perum Perhutani dan masyarakat desa atau Perum Perhutani dan masyarakat desa hutan dengan pihak yang berkepentingan bersama untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional.  Dalam hal ini terjadi interaksi antara Instansi pemerintah dengan masyarakat dalam system pengelolaan hutan, yang mana dalam hal ini masyarakat diikut sertakan dalam melakukan pengelolaan hutan dan pemerintah dalam hal ini instansi pemerintah menjadi pendukung dengan cara penyediaan bibit atau pun memberikan penyuluhan kepada masyarakat tersebut.  Dengan cara tersebut maka akan didapatkan hasil yang optimal terhadap kehutanan kita.

Masih menurut Aryadi (2012) yang mengutip Awang (2004)

Bentuk PHBM untuk luar Jawa dikenal dengan nama social forestry (sebagai terjemahan dari Social Forestry), yaitu berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.01/Menhut-11/2004 tentang Pemberdayaan Masyarakat setempat di dalam dan atau sekitar hutan dalam rangka social forestry.  Sosial Forestry merupakan suatu system pengelolaan sumberdaya hutan pada kawasan hutan negara dan hutan hak, yang member kesempatan pada masyarakat setempat sebagai pelaku dan mitra utama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan kelestarian hutan.  Hal ini penting dari terbitnya peraturan di atas adalah pengakuan Departemen Kehutanan tentang perlunya mewujudkan hutan lestari melalui system pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

Dari peraturan pemerintah di atas maka masyarakat

Di dalam atau sekitar hutan, masyarakat diberi kesempatan untuk menjadi pelaku atau mitra utama da;am rangka untuk meningkatkan kesejahteraan terhadap masyarakat tersebut, selain itu juga dari kegiatan tersebut diharapkan hutan yang dikelola menjadi lestari.  Dari itu juga diketahui adanya pengakuan dari Departemen Kehutanan dalam perlunya untuk mewujudkan hutan yang lestari dengan system pengelolaan hutan yang berbasis masyarakat.  Dari hal tersebut maka pengelolaan hutan berbasis masyarakat sangat diperlukan sekali untuk lestarinya hutan kita.

Berdasarkan premis kemasyarakatan yang penting bagi strategi pelestarian hutan atau pengelolaan sumberdaya hutan yang berkelanjutan, seperti yang dikemukakan oleh Sardjono (2004) dalam Aryadi (2012), yaitu masyarakat perlu mengelompokkan dirinya dalam suatu komunitas yang memiliki nilai-nilai bersama atau saling komplementer dalam merealisasikan tujuan-tujuan masing-masing anggota komunitas.  Dalam hal ini masyarakat dituntut untuk bisa mengelompokkan diri mereka dalam suatu komunitas untuk melakukan pelestarian hutan atau dalam pengelolaan sumberdaya hutan yang berkelanjutan atau lestari.

Kegiatan hutan rakyat, terutama di luar Jawa

Sebagai bagian dari program social forestry yang pengelolaannya berbasis masyarakat, merupakan kegiatan pemerintah (Departemen Kehutanan) untuk merespon keadaan social politik dan budaya yang sudah berubah.  Terbitnya peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.04/Menhut-v/2004 Tentang Penyusunan Kegiatan Rahabilitasi Hutan dan Lahan melalui DAK-DR, terutama untuk kegiatan penghijauan (Hutan Rakyat) untuk luar kawasan hutan dan kegiatan reboisasi untuk dalam kawasan hutan merupakan dorongan yang signifikan dalam mengatasi permasalahan lahan kritis dan kemisikinan masyarakat pedesaan kawasan hutan (Aryadi, 2012).  Dari kegiatan hutan rakyat yang dicanangkan pemerintah dalam peraturan menteri kehutanan di atas ditujukan untuk mengatasi permasalahan lahan kritis yang ada di sekitar masyarakat sekitar hutan, yang mana dari hutan rakyat tersebut masyarakat disuruh untuk menanam berbagai macam tumbuhan yang berguna untuk kehidupan mereka baik ekonomis maupun ekologis.

Menurut Suhardjito, dkk (2000) dalam Aryadi (2012)

Dikatakan bahwa beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman pelaksanaan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang telah berkembang di beberapa daerah di Indonesia, antara lain adalah : (1) hampir seluruh kasus yang dikaji system penguasaan sumberdaya lahan dan hasilnya ada pada individu atau keluarga.  Masyarakat lebih memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk berusaha memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, pendapatan, dan kebutuhan lainnya; (2) ada kecendrungan system penguasaan lahan yang individual relative lebih berorientasi subsisten; (3) pola struktur  dan komposisi hutan lebih banyak berbentuk

agroforest atau beragam lapisan tajuk dan jenis produk.  Masyarakat pedesaan lebih cenderung memilih aman (safety first), baik dari dimensi waktu maupun besaran resiko.  Mereka dapat memperoleh produk untuk konsumsi sendiri, untuk kepentingan social, untuk pendapatan tunai, untuk tabungan atau pendapatan jangka panjang; (4) system pengelolaan hutan oleh masyarakat bukan hanya mewujudkan orientasi keuntungan individu pengelola, melainkan juga memperhatikan masyarakatnya.

Dari pengalaman-pengalaman di atas

Ternyata pengelolaan hutan berbasis masyarakat memberikan kelapangan kepada masyarakat dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan.  System yang digunakan juga  menggunakan system agroforest, yakni penggabungan tanaman pertanian dengan tanaman kehutanan.  Yang mana diantara tanaman kehutanan yang mereka tanam, mereka juga menanam tanaman pertanian seperti jagung, dan tanaman pertanian lainnya.

Baca Juga :