Peranan Atmosfer

Peranan Atmosfer

Peranan Atmosfer

Peranan Atmosfer
Peranan Atmosfer

Secara keseluruhan atmosfer memegang peranan penting

Dalam system bumi – atmosfer.  4 (empat) peranan utama dari atmosfer pada proses fisika maupun pada kehidupan makhluk hidup di dalamnya dapat dikemukakan sebagai berikut :

 

  • Atmosfer merupakan sumber gas dan uap air presipitasi
  • Atmosfer merupakan penyaring (filter) radiasi surya sehingga kualitas spectrum yang sampai ke permukaan bumi tidak bersifat merusak organ tubuh makhluk hidup
  • Pada system neraca energy radiasi, atmosfer merupakan penyangga (buffer) sehingga permukaan bumi terhindar dari pemanasan dan pendinginan yang berlebihan
  • Pada proses fisika di permukaan bumi, atmosfer pengatur kelestarian mekanisme cuaca dan iklim.

Untuk memenuhi keperluan metabolisme

Makhluk hidup, atmosfer merupakan  sumber gas CO2 dan O2 yang berlimpah.  Proses fotosintesis pada tumbuhan di seluruh permukaan bumi akan mengurangi CO2 dan menambah kandungan O2.  Sedangkan respirasi akan mengakibatkan hal yang sebaliknya.

Radiasi surya yang memasuki atmosfer mengalami penyaringan terutama pada spectrum uv.  Proses tersebut berlangsung pada lapisan stratosfer, mesosfer, dan termosfer.  Spectrum uv diserap oksigen dalam pemecahannya menjadi atom O, serta oleh gas ozon setelah terbentuk.  Dalam proses tersebut, terjadi pengurangan energy radiasi surya sekitar 3 %. Penyerapan radiasi surya pada berbagai spectrum oleh oksigen ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Penyerapan radiasi surya oleh oksigen

Gas penyerapSpectrum terserapKeterangan
O20,18 µmPada ketinggian > 85 km
0,20 µmPemecahan O2 pada ketinggian < 85 km
O30,20 – 0,30 µmDi stratosfer

Pada lapisan bawah (troposfer)

Berlangsung penyerapan berbagai spectrum radiasi gelombang panjang, baik yang datang dari atas maupun yang berasal dari pancaran radiasi permukaan bumi.  Gas penyerap radiasi gelombang panjang terdiri dari uap (air serta es), CO2, O2 seperti tertera pada tabel 2 di bawah ini :

Gas penyerapSpectrum terserapKeterangan
H2O5 – 8 µmBerlangsung di awan dan sekitarnya
17 – 24 µm
CO24 – 5 µmMenyebabkan kenaikan suhu atmosfer
11 – 17 µm
O39 – 10 µmBerlangsung di stratosfer

Tanpa ada proses penyanggaan

(penyerapan, penerusan dan pemantulan) radiasi oleh atmosfer, suhu bumi pada waktu siang hari akan mencapai lebih dari 93 oC dan malam hari akan mencapai – 184 oC.  Sejak 10 tahun terakhir timbul kekhawatiran terjadi gangguan terhadap lingkungan. Penggunaan gas ringan khususnya CFC (Chloro Flouro Carbon) pada system mesin pendingin dan alat sprayer untuk kosmetika sangat dikhawatirkan akan mengurangi lapisan ozon.  Kekhawatiran lain timbul sehubungan dengan semakin menurunnya populasi tumbuh-tumbuhan (pohon-pohon hutan, red) tropika yang diperkirakan akan menambah kanndungan CO2 di atmosfer.

 Penambahan gas CO2 semakin dikhawatirkan dengan meluasnya penggunaan bahan bakar untuk berbagai keperluan dan juga semakin intensifnya peristiwa kebakaran hutan  di dunia.  Apabila gangguan terhadap kesetimbangan alamiah pada lingkungan ini tidak diatasi, diperkirakan suhu udara akan semakin meningkat yang diikuti peruibahan iklim beserta dampak-dampak lainnya.  Peningkatan kandungan CO2 di atmosfer dari 320 ppm menjadi 370 ppm diperkirakan akan menyebabkan kenaikan suhu udara sekitar 0,5 oC. Diduga peningkatan COini akan terus berlangsung apabila tidak dilakukan pencegahan dan tidak ada factor yang menghambat.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/contoh-teks-editorial-jenis-dan-isi-serta-unsur-kebahasaan/

Atmosfer Adalah

Atmosfer Adalah

Atmosfer Adalah

Atmosfer Adalah
Atmosfer Adalah

Atmosfer terisi partikel-partikel

Halus dari tiga kelompok bahan yakni gas (udara kering dan uap air), cairan (butir-butir air atau awan) dan aerosol (bahan padatan, ex. Debu).  Bahan-bahan tersebut memiliki ukuran massa yang berbeda dan tersebar pada berbagai ketinggian yang membentuk susunan yang mirip pengendapan di atmosfer.  Partikel yang ringan berada di atas yang berat sehingga semakin mendekati permukaan bumi kerapatan partikel di atmosfer meningkat.

Proses pendinginan dan pemanasan permukaan bumi berubah menurut waktu dan tempat sehingga keadaan keadaan atmosfer pun akan berubah secara demikian.  Akibatnya, tekanan dan kerapatan serta ketebalan lapisan atmosfer berbeda-beda antara siang dan malam, musim dingin dan musim panas, di atas benua dan di atas lautan serta antara daerah lintang tinggi dan lintang rendah.

Udara kering

Udara kering (gas tanpa air dan aerosol) mencakup 96% dari volume atmosfer, yang terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok gas utama yang meliputi 99,99 % volume udara kering dan sisanya 0,01 % berupa kelompok gas penyerta.  Sebagian dari gas penyerta bersifat permanen karena tidak mudah mengurai.  Sebagian dari gas penyerta bersifat permanen karena mudah bereaksi dengan gas lainnya.

Tabel 1.  Komponen normal udara kering

KelompokNama

Gas

Lambang

Kimia

KonsentrasiBerat

molekul

A.      Gas UtamaNitrogenN278,08 %28,02
OksigenO220,94 %32,00
ArgonAr0,93 %39,88
Karbon dioksidaCO20,03 % (bervariasi)44,00
B.       Gas Penyerta
1.        Gas PermanenNeonNe18,00 ppm20,18
HeliumHe5,20 ppm4,06
KryptonKr1,10 ppm
XenonXe0,086 ppm
HydrogenH20,52 ppm2,02
Nitrous oksida2O0,25 ppm
2.        Gas tidak permanen (reaktif)
Karbon MonoksidaCO0,1 ppm
MethaneCH41,4 ppm
Hydro carbonHC0,02 ppm
Nitric OksidaNO(0,2 – 2,0) x 10-3 ppm
Nitrogen dioksidaNO2(0,5 – 4,0) x 10-3 ppm
AmoniakNH3(6,0 – 20) x 10-3 ppm
Sulfur dioksidaSO2(0,03 – 1,2) x 10-3 ppm
OzoneO3(0,0 – 05) ppm48,00

Sumber : Straus & Meinwaring (1984)

            Secara umum atau sebagian besar gas atmosfer hanya mengalami percampuran secara mekanik dan sangat jarang yang mengalami reaksi kimia. Perincian susunan bahan atmosfer dapat dilihat pada tabel 1 di atas.

Uap Air

Kandungan uap air di atmosfer mudah berubah menurut arah (horizontal & vertical) maupun menurut waktu.  Di daerah subtropika atau daerah temperate kandungannya bervariasi dari 0 pada saat angin kering bertiup hingga 3 % dari volume atmosfer pada saat angin laut bertiup pada musim panas (summer).  Di atas wilayah tropika kandungan uap air di atmosfer merupakan nilai tertinggi di dunia yakni sekitar 4 % dari volume atmosfer 3%  dari massa atmofer.

Tabel 2.  Susunan 3 (tiga) macam gas utama pada berbagai kandungan uap air

Uap airNitrogen (N2)Oksigen (O2)Argon (Ar)
———-dalam % volume atmosfer———-
078,0820,950,93
177,3020,740,92
276,5220,500,91
375,5220,300,90
474,9620,110,89

            Adanya uap air akan mengubah komposisi atmosfer.  Perubahan kandungan uap air (kelembaban udara) mudah terjadi.  Kelembaban tinggi dapat mengurangi presentase tiga macam gas utama lainnya (tabel 2).

            Tabel 2. Terlihat besarnya pengaruh kadar uap air terhadap perubahan kadar gas utama.  Disamping itu, perubahan kelembaban udara menimbulkan perubahan unsure-unsur cuaca lainnya, seperti terbentuknya awan dan hujan.

            Di atmosfer, uap air terdapat pada lapisan troposfer yang merupakan lapisan terbawah atmosfer.  Lapisan ini mencakup 8 km di kutub dan 16 km di ekuator, atau rata-rata 12 km.  Jumlah uap air selalu berubah karena terjadinya penguapan dan kondensasi secara terus menerus.  Sumber uap air utama adalah lautan.  Hasil kondensasi berupa awan merupakan sumber berbagai peristiwa seperti hujan, hujan es, salju dan badai dengan berbagai macam akibatnya.

Aerosol

            Berbagai partikel halus dari bahan padat di bumi sebagian terangkat ke atmosfer dan membentuk aerosol.  Bahan tersebut diantaranya adalah garam laut, debu, abu, asap dan mikro organism (virus, bakteri, spora).  Komposisi normal aerosol di atmosfer terdiri dari :

Ø  Debu               : 20 % (terutama daerah kering)

Ø  Kristal garam   : 40 % (pecahan ombak lautan)

Ø  Abu                 : 10 % (dari gunung berapi, pembakaran)

Ø  Asap                : 5 % (dari cerobong pabrik, pembakaran)

Ø  Lain-lain          : 25 % (mikro organisme)

Ketinggian jelajah aerosol dan periode keberadaanya di atmosfer tergantung pada massanya, pemanasan dan pendinginan di permukaan bumi serta angin.

Struktur Lapisan Atmosfer

            Sebagian besar bahan pengisi atmosfer adalah gas yang mudah mampat dan mengembang.  Medan gravitasi bumi cenderung menarik seluruh bahan atmosfer ke permukaan bumi.  Akibatnya, kerapatan partikel atmosfer meningkat dengan makin berkurangnya ketinggian.  Massa dan tekanannya pun meningkat semakin dekat dengan permukaan bumi.  Karena bagian terbesar bahan pengisi atmosfer berada di bagian bawah, maka perubahan massa atmosfer terhadap ketinggian pada bagian bawah relative cepat. Atmosfer setinggi 5,5 – 5,6 km telah mencakup 50% dari massa total dan pada ketinggian 40 km telah tercakup 99,99%.

            Batas bawah atmosfer relative mudah ditentukan berdasarkan ketinggian dari permukaan laut.  Sedangkan puncaknya sulit diketahui karena disamping besarnya keragaman ukuran dan massa partikel, terdapat pula keragaman suhu permukaan bumi dan kekuatan angin yang mempengaruhi pengangkutan bahan.

            Pelapisan atmosfer juga dapat digambarkan dengan perubahan tekanan udara pada berbagai ketinggian, dinyatakan dalam persen (%) terhadap tekanan udara normal di permukaan bumi.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/

Vitamin Yang Sangat Penting Bagi Otak

Vitamin Yang Sangat Penting Bagi Otak

Vitamin, Mineral, Nutrisi, Yang Sangat Penting Bagi Otak

Vitamin Yang Sangat Penting Bagi Otak
Vitamin Yang Sangat Penting Bagi Otak

Otak adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar (1.350 cc) Dan terdiri atas (100 juta sel saraf atau neuron). Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung. Tekanan darah, Keseimbangan cairan tubuh dan dan sushu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya di percayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif, Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran yang lainya.

Ginkgo Biloba

Ginkgo biloba merupakan tanaman yang efektif memperlambatpenuaan otak.

Koenzim Q10

Koenzim Q10 hadir dalam setiap sel tubuh dan memiliki 2 fungsi utama yaitu membantu produksi energi dan merupakan antioksidan kuat.

Selenium

Selenium adalah mineral yang dalam jumlah kecil memiliki efek yang sangat baik bagi kesehatan.

Vitamin C

Vitamin C merupakan nutrisi penting yang terlibat dalam berbagai proses metabolisme penting (Metabolisme glukosa, kalogen, dan asam folat), Juga terlibat dalam sintesis neurotransmitter yang penting dalam fungsi otak.

Vitamin E

Tokoferol atau vitamin E adalah antioksidan kuat yang ditemukan dalam kedelai, jagung, kacang tanah, biji bunga matahari, sayuran hijau, dan tomat.

 

Baca juga artikel:

PENGENALAN IKAN DISCUS

PENGENALAN IKAN DISCUS

PENGENALAN IKAN DISCUS

PENGENALAN IKAN DISCUS
PENGENALAN IKAN DISCUS

Pertama kali saat ingin memelihara ikan discus, tentunya kita inginkan jenis dan kondisi yang baik bukan? dengan begitu kita pun akan mudah memelihara ikan tersebut dengan baik pula dan hasilnya tidak akan mengecewakan kita. Berikut ini adalah cara memilih ikan tersebut yang diambil dari berbagai sumber

Warna Kulit

Warna kulit yang cerah, tidak berselaput ataupun mengeluarkan lendir yang berlebihan. Warna kulit yang hitam kusam menandakan kondisi discus yang tidak sehat. Garis hitam vertical/stress bar yang sangat menyolok/tegas menandakan discus dalam kondisi stress yang berat. Jumlah garis ini berbeda-beda menurut varian ikan. Biasanya berjumlah antara 7-18 bar. Stress bar ini tidak menentukan sakit tidaknya seekor discus, tetapi sebagai parameter kondisi discus akibat kaget, atau kondisi lingkungan yang tidak cocok bagi discus. Banyak jenis discus yang menunjukkan stress-bar nya dengan jelas.

Sisik ikan discus

Sisik pada ikan yang bersih dan tidak terkelupas, tidak berbintik putih dan berlendir terlalu banyak. Sirip ikan haruslah terlihat bersih dan lengkap. Sirip yang sobek, rusak, berjamur menandakan ikan tidak sehat. Biasanya pada sirip ikan sering terserang fin rot. Sirip yang tidak cacat dan seimbang akan membuat bentuk discus bulat dan indah dipandang.

Warna mata

budidaya ikan discus – Warna mata yang bening, tidak berselaput ataupun berbintik putih. Bola mata yang tidak terlalu mencolok keluar seperti ban radial. Mata demikian disebut pop eye yang disebabkan kondisi air yang jelek, dan ikan terjangkit intestinal bakteri. Ukuran mata yang terlalu besar pada ikan yang berukuran kecil menandakan ikan tersebut terhambat pertumbuhannya atau biasa disebut bantet/ kontet. Selain itu mata yang hitam dapat diakibatkan oleh penyakit internal dan terlalu lama terkena kontaminasi obat-obatan dalam jangka lama

Bentuk tubuh

Bentuk tubuh ikan discus yang ideal, tidak kurus yang nampak dari ketebalan dahi/ jidat discus. Discus yang tidak cacat fisik, biasanya terlihat dari depan/ muka dimana sisi kiri dan kanan terlihat sama. Mulut ataupun bagian tubuh lainnya tidak ada yang lebih ke kiri/ ke kanan.

Cara bernafas

Cara bernafas yang berirama teratur, dimana kedua insang membuka dan menutup bersamaan, tanpa ada yang lebih besar membukaya ataupun bernafas hanya dengan satu insang. Biasanya ikan yang bernafas dengan satu insang terjangkit Gill Fluke Dactylogyrus atau kutu insang. Tutup insang rata menutupi insang, tidak pendek dan tidak menganga terbuka. Juga harus diperhatikan nafas yang snagat cepat, yang dapat disebabkan oleh kekurangan oksigen naum dalam jangka panjang akan merusak fungsi insang.

Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Agar Menghasilkan

Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Agar Menghasilkan

Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Agar Menghasilkan

Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Agar Menghasilkan
Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Agar Menghasilkan
Cara budidaya udang vaname air tawar dengan komoditas yang unggul pada perikanan budidaya , termasuk juga usaha yang berprospek menjanjikan. Udang vaname sendiri di kenal juga sebagai model udang dengan komoditi budidaya pada air payau. Bahkan juga , udang vaname disebut-sebut juga sebagai satu diantara komoditas yang berperan pada pendapatan devisa negara. Umumnya udang vaname sendiri banyak dibudidayakan lewat wadah lebih. Tetapi , nyatanya ada pula cara budidaya udang vaname air tawar yang dapat dikerjakan dengan cara semi-intensif serta tradisional.
Dalam Cara budidaya udang vaname air tawar , kita pasti mesti mengetahui karakter dari udang itu terlebih dulu. Udang vaname atau Paneus vannamei adalah udang dengan 1 gigi dibagian pinggir rostrum pada ventral dan mempunyai 8-9 gigi dibagian segi rostrum pada dostral. Udang model ini dapat bertoleransi pada rentangan salinitas yang demikian lebar , yaitu seputar 2-40 ppt. Tetapi udang itu umumnya tumbuh dengan cepat dengan keadaan salinitas lebih rendah. Untuk Anda yang mau membudidayakan udang model itu , terdapat banyak panduan Cara budidaya udang vaname air tawar.

Panduan Budidaya Udang Vaname

Tempat Penambakan Udang

Untuk tempat tambak sendiri , Anda mesti pilih tambak yang terdapat di lokasi estuarine , dengan keadaan yang masih tetap mempunyai efek pada gunakan surut air. Dengan hal tersebut kandungan ion garam untuk budidaya udang vaname air tawar dapat tercukupi.

Memantau Prosedur Aklimatisasi

Panduan setelah itu yaitu Anda mesti memantau dengan ketat prosedur pada aklimatisasi serta penebaran. Hal semacam ini terkait dengan bagian penyesuaian udang yang umumnya ada di lingkungan bersalinitas tinggi , tetapi mesti mulai menyesuaikan pada lingkungan baru dengan tingkat salinitas yang rendah dengan kandungan ionik yang tidak sama juga tentu.

Benur Dengan Tingkat Lebih Dari P10

Benur baiknya telah mempunyai cabang filamen pada insang meluas , karena insang inilah yang bertindak utama teristimewa pada osmoregulasi udang. Mengenai kemampuan dari regulasi benur sendiri terkait jumlah dari permukaan insang untuk sistem osmoregulasi yang ada.

Benih Vaname Sudah di Penyesuaian Menuju Air Tawar

Mengenai penurunan salinitas sendiri tambah baik dikerjakan dari mulai PL10 dengan cara bertahap. Untuk penurunan dari salinitas itu dapat dikerjakan melalui penurunan salinitas sampai 1-2 ppt setiap harinya agar memperoleh ukuran untuk tebar benih , yaitu pada PL 30-40.

Kandungan Ion Pada Mineral Serta Garam

Panduan budidaya ikan bawal air tawar selanjutnya yaitu dengan memerhatikan keadaan pada kandungan ion mineral serta ion garam dalam tambak maupun kolam untuk dikerjakan step penebaran benih atau bibit dari udang vaname. Walau demikian , sebagian dari petani tambak itu mempunyai masalah untuk lakukan budi daya udang vaname pada air tawar , karena kandungan ion dari mineral serta garam yang diperlukan tidak bisa diraih dalam sumber airnya.

Keperluan Nutrien Pakan

Panduan selanjutnya yaitu butuh memerhatikan keperluan nutrien pakan khusus pada lingkungan salinitas yang rendah pada sistem budi daya dari udang vaname itu.
Nah , tersebut sebagian panduan utama budidaya udang vaname air tawar agar dapat menghasilkan untuk Anda. Mudah-mudahan berguna serta selamat coba!

Kualitas Penduduk Indonesia

Kualitas Penduduk Indonesia

Kualitas Penduduk Indonesia

Kualitas Penduduk Indonesia
Kualitas Penduduk Indonesia

Kualitas penduduk atau mutu sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap tingkat kemajuan suatu negara. Hal ini terkait dengan kemampuan penduduk untuk mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kualitas penduduk suatu negara dapat diketahui dari faktor – faktor yang memengaruhinya, yaitu tingkat pendapatan penduduk, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan.

  1. Tingkat Pendapatan Penduduk

Tingkat pendapatan penduduk diukur dari besarnya pendapatan per – kapita. Pendapatan per kapita adalah pendapatan yang diperoleh rata-rata penduduk dalam waktu satu tahun. Pendapatan per kapita dapat mencerminkan tingkat kesejahteraan dan kemajuan perekonomian suatu negara. Semakin tinggi pendapatan per-kapita, semakin tinggi kesejahteraan penduduknya karena dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan yang lain secara layak.

Menurut BPS, pendapatan per kapita penduduk Indonesia pada tahun 2005 adalah 1,308 dolar Amerika Serikat, mengalami kenaikan dari tahun 2004 yang berjumlah 1,066 dolar Amerika Serikat. Berdasarkan World Bank, pendapatan per kapita Indonesia masuk dalam kriteria  lower middle economies atau kelompok negara berpendapatan menengah ke bawah. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Sampai saat ini sumber daya alam tersebut belum sepenuhnya dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Sumber-sumber kekayaan negara masih banyak yang dikelola oleh pihak asing sehingga pendapatan negara masih rendah. Selain itu, jumlah penduduk yang besar dan pertambahan penduduk yang tinggi merupakan permasalahan tersendiri bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan pendapatan perkapita.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan per kapita, antara lain dengan meningkatkan keterampilan penduduk agar dapat membuka lapangan kerja sendiri, sehingga tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, penyediaan lapangan kerja baru untuk mengurangi jumlah pengangguran, serta menekan laju pertumbuhan penduduk dengan pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB). Dengan usaha-usaha tersebut diharapkan pendapatan nasional akan meningkat dan kesejahteraan juga akan meningkat.

  1. Tingkat Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk mencapai kemajuan suatu negara. Cepat atau lambatnya suatu negara dalam meningkatkan kemajuan ekonominya sangat tergantung pada keberhasilan negara tersebut memberikan pendidikan kepada penduduknya. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk, menunjukkan semakin tingginya kualitas penduduk di negara tersebut. Pendidikan akan meningkatkan kemampuan penduduk untuk mengolah sumber daya alam yang dimiliki sehingga akan meningkatkan kesejahteraan penduduk.

  1. Tingkat Kesehatan

Kualitas penduduk dalam hal kesehatan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitas seseorang. Tinggi rendahnya tingkat kesehatan penduduk suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi dan ibu pada saat melahirkan. Semakin rendah angka kematian bayi dan ibu pada saat melahirkan, berarti semakin baik tingkat kesehatan penduduk. Menurut BPS, pada tahun 2005 tingkat kematian bayi di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu 35 per 1.000 kelahiran hidup. Angka tersebut telah mengalami penurunan dari 51 per 1.000 pada tahun 1990. Begitu pula angka kematian ibu saat melahirkan juga mengalami penurunan dari 450 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1990 menjadi 307 pada tahun 2005. Angka kematian bayi dan ibu pada saat melahirkan tersebut menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang masih rendah.

Rendahnya tingkat kesehatan penduduk ini, antara lain disebabkan masih banyaknya lingkungan yang kurang sehat yang memudahkan penyebaran berbagai penyakit menular. Untuk itu diperlukan kesadaran penduduk untuk selalu menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. Selain itu, rendahnya tingkat kesehatan penduduk juga disebabkan oleh terbatasnya layanan kesehatan oleh tenaga medis terutama di daerah-daerah pedesaan yang terpencil. Di Indonesia penduduk yang mendapatkan pelayanan kesehatan baru sekitar 43%. Sedangkan sisanya belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

Untuk meningkatkan tingkat kesehatan penduduk, pemerintah melakukan berbagai upaya di antaranya melaksanakan program perbaikan gizi, khususnya untuk anak-anak balita. Program ini dilaksanakan bersamaan dengan posyandu yang telah digalakkan di daerah pedesaan. Di Indonesia, anak balita gizi buruk tahun 2004/2005 berjumlah 1,8 juta jiwa dan meningkat menjadi 2,3 juta jiwa pada periode 2005/2006. Hal ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah agar permasalahan tersebut dapat diatasi dan generasi yang akan datang menjadi generasi yang berkualitas. Upaya lain yang dilakukan dengan peningkatan kesadaran penduduk untuk berperilaku hidup sehat. Selain itu, penambahan sarana dan prasarana kesehatan juga diperlukan untuk meratakan pelayanan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat. Upaya nonmedis juga harus dilakukan melalui program penyediaan air bersih dan perbaikan sanitasi lingkungan, berupa pembangunan jamban keluarga, pembuatan sumur, penyediaan tempat pembuangan sampah, dan lain sebagainya.

 

Baca Artikel Lainnya:

Kematian atau Mortalitas

Kematian atau Mortalitas

Kematian atau Mortalitas

Kematian atau Mortalitas
Kematian atau Mortalitas

Kematian atau mortalitas adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Secara otomatis, kematian akan menyebabkan jumlah penduduk berkurang. Seseorang tidak akan mengetahui kapan ia mati. Kadang kematian terjadi saat manusia masih bayi, ketika umur dewasa, atau sudah tua. Tinggi rendahnya tingkat kematian ditunjukkan oleh jumlah kematian penduduk dalam setahun. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)

Tingkat kematian penduduk di suatu wilayah dapat dibedakan sebagai berikut;

  1. Angka Kematian Kasar atau Crude Death Rate (CDR)

Angka kematian kasar (CDR) menunjukkan jumlah orang yang mati dalam setiap 1.000 penduduk di suatu wilayah.

  1. Angka Kematian Bayi atauInfant Mortality Rate(IMR)

Angka kematian bayi menunjukkan jumlah kematian bayi dari setiap 1.000 kelahiran.

  1. Angka Kematian Menurut Umur atau Age Specific Death Rate (ASDR)

Angka kematian khusus (ASDR) menunjukkan jumlah kematian penduduk usia tertentu dari setiap 1.000 jiwa penduduk dalam satu tahun.

Tinggi rendahnya tingkat kematian dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat kematian;

  1. Faktor pendukung kematian (promortalitas)

Promortalitas merupakan faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah kematian. Tingginya kematian bisa saja terjadi secara natural maupun karena kurangnya perhatian pada kesehatan dan prasarana pendukungnya.

  1. Faktor penghambat kematian (antimortalitas)

Antimortalitas merupakan faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kematian. Faktor penghambat kematian bisa kamu temukan jika kamu telah menyimpulkan faktor-faktor yang mendukung kematian. Karena faktor penghambat kematian berbanding terbalik dengan pendukung kematian.

Dampak yang Timbul dari Laju Penduduk

Dampak yang Timbul dari Laju Penduduk

Dampak yang Timbul dari Laju Penduduk

Dampak yang Timbul dari Laju Penduduk
Dampak yang Timbul dari Laju Penduduk
  1. Peningkatan Pengangguran

Peningkatan pengangguran yang pesat disebabkan adanya pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang mampu menampung jumlah pencari kerja yang meningkat. Pertumbuhan penduduk berarti juga peningkatan jumlah tenaga kerja.

  1. Meningkatnya Kemiskinan

Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya menyebabkan terjadinya kelangkaan sumber daya. Akibatnya, dalam upaya pemenuhannya terjadi kompetisi hingga pada akhirnya terjadi kenaikan harga kebutuhan. Kondisi ini mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

  1. Penurunan Tingkat Kesehatan

Jangankan untuk membiayai pemeliharaan kesehatan, untuk pemenuhan kebutuhan pokok saja menjadi sulit apabila terjadi ledakan penduduk. Akibatnya, akan terjadi penurunan tingkat kesehatan seperti gizi buruk, terjangkitnya penyakit busung lapar di masyarakat dan permasalahan kesehatan lainnya.

  1. Menurunnya Tingkat Pendidikan

Pesatnya peningkatan penduduk mengakibatkan tingginya jumlah anak usia sekolah. Peningkatan ini akan menimbulkan masalah seperti kesempatan memperoleh pendidikan yang makin sempit dan tingginya biaya pendidikan yang akan membebani masyarakat.

  1. Penurunan Kesejahteraan

Peningkatan penduduk diiringi dengan peningkatan kebutuhan hidup yang menuntut untuk terpenuhi. Banyaknya kebutuhan tentunya akan mengurangi pendapatan, hingga pada akhirnya terjadi penurunan kesejahteraan secara umum.

  1. Peningkatan Kebutuhan Pangan dan Tempat Tinggal

Untuk bertahan hidup manusia perlu makan dan tempat tinggal. Ledakan penduduk secara langsung memberikan dampak meningkatnya kebutuhan akan dua hal tersebut. Banyak dampak yang kita lihat akibat meningkatnya kebutuhan tersebut. Pembukaan lahan baru untuk permukiman marak dilakukan. Ketersediaan tempat tinggal yang terbatas juga mengakibatkan banyaknya perumahan liar dan kumuh.

Kesadaran Dalam Budaya

Kesadaran Dalam Budaya

Kesadaran Dalam Budaya

Kesadaran Dalam Budaya
Kesadaran Dalam Budaya

 

Budaya adalah sebuah sistem yang mempunyai koherensi

Bentuk-bentuk simbolis yang berupa kata, benda, laku, mite, sastra, lukisan, nyanyian, musik, kepercayaan mempunyai kaitan erat dengan konsep-konsep epistemologis dari sistem pengetahuan masyarakatnya. Sistem simbol dan epistemologi juga tidak terpisahkan dari sistem sosial, organisasi kenegaraan, dan seluruh perilaku sosial.

Melalui pengertian kebudayaan, kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan yang ada. Adanya keberagaman tersebut terkadang memunculkan sikap etnosentrisme yang yang berlebihan terhadap kebudayaannya. Adanya sikap etnosentisme akan dengan mudah  menimbulkan terjadinya suatu konflik di tengah-tengah masyarakat.  Untuk mencegah terjadinya sebuah konflik yang ada perlu adanya kesadaran masyarakat di tengah-tengah kehidupan yang memiliki banyak perbedaan.

Kesadaran Dan Budaya

Secara harfiah kata “kesadaran” berasal dari kata sadar, yang berarti insyaf, merasa tahu dan mengerti. Jadi kesadaran adalah keinsyafan atau merasa mengerti atau memahami segala sesuatu. Hal tersebut sebagimana dikemukakan A.W Widjaja (1984:46) yang menyatakan bahwa “kita sadar jika kita tahu,  mengerti, insyaf, dan yakin tentang kondisi tertentu”. Dengan demikian kesadaran adalah keinsyafan , merasa mengerti atau memahami sesuatu.

Sedangkan dalam istilah psikologi, kesadaran didefinisikan sebagai tingkat kesiagaan individu terhadap rangsangan eksternal dan internal, dengan kata lain kesiagaan terhadap persitiwa-peristiwa lingkungan, suasana tubuh, memori dan pikiran. Berdasarkan definisi itu, dapat diketahui bahwa kunci penting kesadaran terletak pada kesiagaan dan stimulus.

Selanjutnya dalam kaitannya dengan segi mental, Kesadaran diartikan sebagai proses penghayatan atau pengetahuan yang penuh dari individu terkait dirinya sendiri dan lingkungannya yang memerlukan suatu persepsi dari dalam diri dan persepsi dari luar (lingkungan).

Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kesadaran adalah suatu proses kesiapan diri untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, menanggapi hal tertentu dengan didasari atas pengertian, pemahaman, penghayatan, dan pertimbangan-pertimbangan nalar dan moral dengan disertai kebebasan sehingga ia dapat  mempertangungjawabkannya secara sadar.

Pemakaian sebagian besar masyarakat sehari-hari, arti kebudayaan seringkali terbatas pada sesuatu yang indah-indah seperti misalnya candi, tarian, seni rupa, seni suara, sastra, dan filsafat.

Menurut Koentjoroningrat (1986)

Kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem, pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat, kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia, ketiga, sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya.

Ki Hajar Dewantara, menyatakan bahwa kebudayaan adalah buah dari manusia, yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, alam dan jaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di alam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya besifat tertib dan damai.

Berdasarkan konteks budaya, ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat, kreativitas, dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan.

Kebudayaan menurut ilmu antropologi pada hakikatnya adalah

Keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 1996). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan, karena hanya sebagian kecil dari tindakan manusia yang tidak dibiasakan dengan belajar seperi naluri, refleks, atau tindakan yang dilakukan akibat sesuatu proses fisiologis. Bahkan beberapa tindakan yang didasari atas naluri (makan, minum, dan berjalan) sudah dapat banyak dikembangakan manusia sehingga menjadi suatu tindakan yang berkebudayaan.

Menurut Koentjaraningrat bahwa setiap kebudayaan memiliki wujud dan unsur kebudayaan. Menurutnya kebudayaan itu terdiri dari tiga wujud yaitu :

  • Wujud sebagai suatu kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia, atau sistem budaya.
  •  Wujud sebagai kompleks aktivitas atau system sosial.
  •  Wujud sebagai benda atau kebudayaan fisik.

Menurut C. Kluckhohn dinyatakan bahwa setiap kebudayaan memiliki tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :

  • Sistem religi dan upacara keagamaan merupakan produk manusia sebagai homo religius.
  • Sistem organisasi kemasyarakatan merupakan produk dari manusia sebagai homo socius.
  • Sistem pengetahuan merupakan produk manusia sebagai homo sapiens.
  • Sistem mata pencaharian hidup yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus.
  • Sistem teknologi dan perlengkapan hidup manusia merupakan produk manusia sebagai homo faber.
  • Bahasa merupakan produk manusia sebagai homo languens.
  • Kesenian merupakan hasil dari manusia dalam keberadaannya sebagai homo esteticus.

Kebudayaan juga mengalami suatu perubahan

Hal ini secara umum dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Proses perubahan kebudayaan dapat terjadi secara evolusi dan revolusi. Dalam perubahan kebudayaan tersebut diatas tidak jarang terjadi cultural lag, yaitu suatu keadaan masyarakat yang mengalami kesenjangan antara budaya material dengan budaya non material. Hal ini misalnya dapat dilihat dengan semakin jauhnya jarak antara kebudayaan ideal dengan kebudayaan real. Kesenjangan budaya yang berlarut-larut dapat menimbulkan berbagai masalah sosial atau kerawanan sosial, perilaku menyimpang, munculnya subculture dalam masyarakat (Horton, dan Hunt, 1991).

Sehubungan dengan hal itulah maka terus diupayakan adanya berbagai system pengendalian sosial, dengan nuansa sosiokultural atau kearifan local masyarakat setempat. Baik yang bersifat formal maupun nonformal, skala dan niskala (Mudana,2000). Hal itu terefleksikan dalam berbagai model manajemen konflik. Sehingga tujuan kehidupan masyarakat dapat diwujudkan.

Baca Juga : 

Cultural Awareness Adalah

Cultural Awareness Adalah

Cultural Awareness Adalah

Cultural Awareness Adalah
Cultural Awareness Adalah

 

Indonesia Adalah Bangsa Multikultural

Yang memiliki berbagai macam seni dan tradisi yang unik dan khas, yang tidak bisa didapatkan di negara-negara lainnya di dunia ini.Sayangnya, keragaman budaya tersebut masih kurang dimanfaatkan dengan baik padahal berbagai budaya yang dimiliki oleh negara ini memiliki potensi yang begitu besar untuk dapat maju dan berkembang baik di tingkat nasional maupun internasional.Di tengah era globalisasi, tidak sedikit juga kaum generasi penerus bangsa yang menganggap kesenian negerinya sendiri sudah kuno dan menyukai segala macam hal yang berasal dari luar negeri karena terlihat lebih keren dan modern.

Maka dari itu kita sebagai manusia Indonesia yang menjunjung tinggi nasionalisme haruslah bisa melestarikan budaya bangsa dan juga memfilter budaya asing yang masuk ke Indonesia. Salah satu cara untuk melestarikan budaya bangsa adalah dengan menumbuhkan sikap kesadaran budaya pada diri masyarakat Indonesia

Kesadaran Budaya

Kesadaran budaya (Cultural awareness) adalah kemampuan seseorang untuk melihat ke luar dirinyasendiri dan menyadari akan nilai-nilai budaya, kebiasaan budaya yang masuk.Selanjutnya, seseorang dapat menilai apakah hal tersebut normal dan dapat diterima pada budayanya atau mungkin tidak lazim atau tidak dapat diterima di budaya lain.Oleh karena itu perlu untuk memahami budaya yang berbeda dari dirinya dan menyadari kepercayaannya  dan adat istiadatnya dan mampu untuk menghormatinya.(Vacc et al, 2003).

Wunderle (2006) Menyebutkan Bahwa

Kesadaran budaya (cultural awareness) sebagai suatu kemampuan mengakui dan memahami pengaruh budaya terhadap nilai-nilai dan perilaku manusia.  Implikasi dari kesadaran budaya terhadap pemahaman kebutuhan untuk  mempertimbangkan budaya, faktor-faktor penting dalam menghadapi situasi tertentu. Pada tingkat yang dasar, kesadaran budaya merupakan informasi, memberikan makna tentang kemanusian untuk mengetahui tentang budaya.Prinsip dari tugas untuk mendapatkan pemahaman tentang kesadaran budaya adalah mengumpulkan informasi tentang budaya dan mentranformasikannya melalui penambahan dalam memberikan makna secara progresif sebagai suatu pemahaman terhadap budaya.

Pantry (dalam Sturges, 2005) mengidentifikasikan 4 kompetensi

Yang dapat terhindari dari prejudis, miskonsepsi dan ketidakmampuan dalam menghadapi kondisi masyarakat  majemuk yaitu: Kemampuan berkomunikasi (mendengarkan,menyimpulkan, berinteraksi), Kemampuan proses (negosiasi, lobi, mediasi, fasilitasi), Kemampuan menjaga informasi (penelitian, menulis, multimedia), Kemampuanmemiliki kesadaran dalam informasi, cara mengakses informasi, dan menggunakan informasi.  Keempat kompetensi tersebut memberikan peran penting dalam menghadapi masyarakat yang multikultural dalam kesadaran budaya.

Fowers & Davidov (Thompkins  et al,  2006) mengemukakan bahwa proses untuk menjadi sadar terhadap nilai yang dimiliki, bias dan keterbatasan meliputi eksplorasi diri pada budaya hingga seseorang belajar bahwa perspektifnya terbatas,memihak, dan relatif pada latar belakang diri sendiri.Terbentuknya kesadaran budayapada individu merupakan suatu hal yang terjadi begitu saja. Akan tetapi melalui berbagai hal dan melibatkan beragam faktor diantaranya adalah persepsi dan emosi maka kesadaran (awareness) akan terbentuk.

Berdasarkan hal di atas,  pentingnya nilai-nilai yang menjadi faktor penting dalam kehidupan manusia akan turut mempengaruhi kesadaran budaya (terhadapnilai-nilai yang dianut) seseorang dan memaknainya.  Penting  bagi kita  untukmemiliki kesadaran budaya (cultural  awareness)  agar  dapat memiliki kemampuan untuk memahami budaya dan faktor-faktor penting yang dapat mengembangkan nilai-nilai budaya sehingga dapat terbentuk karakter bangsa.

Tingkat Kesadaran Budaya  (Cultural Awareness)

Wunderle (2006) mengemukakan limatingkat kesadaran budaya yaitu:

a)      Data dan information.

Data merupakan tingkat terendah dari tingkatan informasi secara kognitif. Data terdiri dari signal-signal atau tanda-tanda yang tidak melaluiproses komukasi antara setiap kode-kode yang terdapat dalam sistim, atau  rasa yang berasal dari lingkungan yang mendeteksi tentang manusia. Dalam tingkat inipenting untuk memiliki data dan informasi tentang beragam perbedaan yang ada. Dengan adanya data dan informasi maka hal tersebut dapat membantu kelancaranproses komunikasi.

b)      Culture consideration.

Setelah memiliki data dan informasi yang jelas tentangsuatu budaya maka kita akan dapat memperoleh pemahaman terhadap budaya dan faktor apa saja yang menjadi nilai-nilai  dari budaya tertentu.  Hal ini akan memberikan pertimbangann tentang konsep-konsep yang dimiliki oleh suatubudaya secara umum dan dapat memaknai arti dari  culture code  yang ada. Pertimbangan budaya ini  akan membantu kita untuk memperkuat proses komunikasi dan interaksi yang akan terjadi.