Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Agar Menghasilkan

Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Agar Menghasilkan

Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Agar Menghasilkan

Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Agar Menghasilkan
Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Agar Menghasilkan
Cara budidaya udang vaname air tawar dengan komoditas yang unggul pada perikanan budidaya , termasuk juga usaha yang berprospek menjanjikan. Udang vaname sendiri di kenal juga sebagai model udang dengan komoditi budidaya pada air payau. Bahkan juga , udang vaname disebut-sebut juga sebagai satu diantara komoditas yang berperan pada pendapatan devisa negara. Umumnya udang vaname sendiri banyak dibudidayakan lewat wadah lebih. Tetapi , nyatanya ada pula cara budidaya udang vaname air tawar yang dapat dikerjakan dengan cara semi-intensif serta tradisional.
Dalam Cara budidaya udang vaname air tawar , kita pasti mesti mengetahui karakter dari udang itu terlebih dulu. Udang vaname atau Paneus vannamei adalah udang dengan 1 gigi dibagian pinggir rostrum pada ventral dan mempunyai 8-9 gigi dibagian segi rostrum pada dostral. Udang model ini dapat bertoleransi pada rentangan salinitas yang demikian lebar , yaitu seputar 2-40 ppt. Tetapi udang itu umumnya tumbuh dengan cepat dengan keadaan salinitas lebih rendah. Untuk Anda yang mau membudidayakan udang model itu , terdapat banyak panduan Cara budidaya udang vaname air tawar.

Panduan Budidaya Udang Vaname

Tempat Penambakan Udang

Untuk tempat tambak sendiri , Anda mesti pilih tambak yang terdapat di lokasi estuarine , dengan keadaan yang masih tetap mempunyai efek pada gunakan surut air. Dengan hal tersebut kandungan ion garam untuk budidaya udang vaname air tawar dapat tercukupi.

Memantau Prosedur Aklimatisasi

Panduan setelah itu yaitu Anda mesti memantau dengan ketat prosedur pada aklimatisasi serta penebaran. Hal semacam ini terkait dengan bagian penyesuaian udang yang umumnya ada di lingkungan bersalinitas tinggi , tetapi mesti mulai menyesuaikan pada lingkungan baru dengan tingkat salinitas yang rendah dengan kandungan ionik yang tidak sama juga tentu.

Benur Dengan Tingkat Lebih Dari P10

Benur baiknya telah mempunyai cabang filamen pada insang meluas , karena insang inilah yang bertindak utama teristimewa pada osmoregulasi udang. Mengenai kemampuan dari regulasi benur sendiri terkait jumlah dari permukaan insang untuk sistem osmoregulasi yang ada.

Benih Vaname Sudah di Penyesuaian Menuju Air Tawar

Mengenai penurunan salinitas sendiri tambah baik dikerjakan dari mulai PL10 dengan cara bertahap. Untuk penurunan dari salinitas itu dapat dikerjakan melalui penurunan salinitas sampai 1-2 ppt setiap harinya agar memperoleh ukuran untuk tebar benih , yaitu pada PL 30-40.

Kandungan Ion Pada Mineral Serta Garam

Panduan budidaya ikan bawal air tawar selanjutnya yaitu dengan memerhatikan keadaan pada kandungan ion mineral serta ion garam dalam tambak maupun kolam untuk dikerjakan step penebaran benih atau bibit dari udang vaname. Walau demikian , sebagian dari petani tambak itu mempunyai masalah untuk lakukan budi daya udang vaname pada air tawar , karena kandungan ion dari mineral serta garam yang diperlukan tidak bisa diraih dalam sumber airnya.

Keperluan Nutrien Pakan

Panduan selanjutnya yaitu butuh memerhatikan keperluan nutrien pakan khusus pada lingkungan salinitas yang rendah pada sistem budi daya dari udang vaname itu.
Nah , tersebut sebagian panduan utama budidaya udang vaname air tawar agar dapat menghasilkan untuk Anda. Mudah-mudahan berguna serta selamat coba!

Kualitas Penduduk Indonesia

Kualitas Penduduk Indonesia

Kualitas Penduduk Indonesia

Kualitas Penduduk Indonesia
Kualitas Penduduk Indonesia

Kualitas penduduk atau mutu sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap tingkat kemajuan suatu negara. Hal ini terkait dengan kemampuan penduduk untuk mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kualitas penduduk suatu negara dapat diketahui dari faktor – faktor yang memengaruhinya, yaitu tingkat pendapatan penduduk, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan.

  1. Tingkat Pendapatan Penduduk

Tingkat pendapatan penduduk diukur dari besarnya pendapatan per – kapita. Pendapatan per kapita adalah pendapatan yang diperoleh rata-rata penduduk dalam waktu satu tahun. Pendapatan per kapita dapat mencerminkan tingkat kesejahteraan dan kemajuan perekonomian suatu negara. Semakin tinggi pendapatan per-kapita, semakin tinggi kesejahteraan penduduknya karena dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan yang lain secara layak.

Menurut BPS, pendapatan per kapita penduduk Indonesia pada tahun 2005 adalah 1,308 dolar Amerika Serikat, mengalami kenaikan dari tahun 2004 yang berjumlah 1,066 dolar Amerika Serikat. Berdasarkan World Bank, pendapatan per kapita Indonesia masuk dalam kriteria  lower middle economies atau kelompok negara berpendapatan menengah ke bawah. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Sampai saat ini sumber daya alam tersebut belum sepenuhnya dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Sumber-sumber kekayaan negara masih banyak yang dikelola oleh pihak asing sehingga pendapatan negara masih rendah. Selain itu, jumlah penduduk yang besar dan pertambahan penduduk yang tinggi merupakan permasalahan tersendiri bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan pendapatan perkapita.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan per kapita, antara lain dengan meningkatkan keterampilan penduduk agar dapat membuka lapangan kerja sendiri, sehingga tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, penyediaan lapangan kerja baru untuk mengurangi jumlah pengangguran, serta menekan laju pertumbuhan penduduk dengan pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB). Dengan usaha-usaha tersebut diharapkan pendapatan nasional akan meningkat dan kesejahteraan juga akan meningkat.

  1. Tingkat Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk mencapai kemajuan suatu negara. Cepat atau lambatnya suatu negara dalam meningkatkan kemajuan ekonominya sangat tergantung pada keberhasilan negara tersebut memberikan pendidikan kepada penduduknya. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk, menunjukkan semakin tingginya kualitas penduduk di negara tersebut. Pendidikan akan meningkatkan kemampuan penduduk untuk mengolah sumber daya alam yang dimiliki sehingga akan meningkatkan kesejahteraan penduduk.

  1. Tingkat Kesehatan

Kualitas penduduk dalam hal kesehatan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitas seseorang. Tinggi rendahnya tingkat kesehatan penduduk suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi dan ibu pada saat melahirkan. Semakin rendah angka kematian bayi dan ibu pada saat melahirkan, berarti semakin baik tingkat kesehatan penduduk. Menurut BPS, pada tahun 2005 tingkat kematian bayi di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu 35 per 1.000 kelahiran hidup. Angka tersebut telah mengalami penurunan dari 51 per 1.000 pada tahun 1990. Begitu pula angka kematian ibu saat melahirkan juga mengalami penurunan dari 450 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1990 menjadi 307 pada tahun 2005. Angka kematian bayi dan ibu pada saat melahirkan tersebut menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang masih rendah.

Rendahnya tingkat kesehatan penduduk ini, antara lain disebabkan masih banyaknya lingkungan yang kurang sehat yang memudahkan penyebaran berbagai penyakit menular. Untuk itu diperlukan kesadaran penduduk untuk selalu menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. Selain itu, rendahnya tingkat kesehatan penduduk juga disebabkan oleh terbatasnya layanan kesehatan oleh tenaga medis terutama di daerah-daerah pedesaan yang terpencil. Di Indonesia penduduk yang mendapatkan pelayanan kesehatan baru sekitar 43%. Sedangkan sisanya belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

Untuk meningkatkan tingkat kesehatan penduduk, pemerintah melakukan berbagai upaya di antaranya melaksanakan program perbaikan gizi, khususnya untuk anak-anak balita. Program ini dilaksanakan bersamaan dengan posyandu yang telah digalakkan di daerah pedesaan. Di Indonesia, anak balita gizi buruk tahun 2004/2005 berjumlah 1,8 juta jiwa dan meningkat menjadi 2,3 juta jiwa pada periode 2005/2006. Hal ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah agar permasalahan tersebut dapat diatasi dan generasi yang akan datang menjadi generasi yang berkualitas. Upaya lain yang dilakukan dengan peningkatan kesadaran penduduk untuk berperilaku hidup sehat. Selain itu, penambahan sarana dan prasarana kesehatan juga diperlukan untuk meratakan pelayanan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat. Upaya nonmedis juga harus dilakukan melalui program penyediaan air bersih dan perbaikan sanitasi lingkungan, berupa pembangunan jamban keluarga, pembuatan sumur, penyediaan tempat pembuangan sampah, dan lain sebagainya.

 

Baca Artikel Lainnya:

Kematian atau Mortalitas

Kematian atau Mortalitas

Kematian atau Mortalitas

Kematian atau Mortalitas
Kematian atau Mortalitas

Kematian atau mortalitas adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Secara otomatis, kematian akan menyebabkan jumlah penduduk berkurang. Seseorang tidak akan mengetahui kapan ia mati. Kadang kematian terjadi saat manusia masih bayi, ketika umur dewasa, atau sudah tua. Tinggi rendahnya tingkat kematian ditunjukkan oleh jumlah kematian penduduk dalam setahun. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)

Tingkat kematian penduduk di suatu wilayah dapat dibedakan sebagai berikut;

  1. Angka Kematian Kasar atau Crude Death Rate (CDR)

Angka kematian kasar (CDR) menunjukkan jumlah orang yang mati dalam setiap 1.000 penduduk di suatu wilayah.

  1. Angka Kematian Bayi atauInfant Mortality Rate(IMR)

Angka kematian bayi menunjukkan jumlah kematian bayi dari setiap 1.000 kelahiran.

  1. Angka Kematian Menurut Umur atau Age Specific Death Rate (ASDR)

Angka kematian khusus (ASDR) menunjukkan jumlah kematian penduduk usia tertentu dari setiap 1.000 jiwa penduduk dalam satu tahun.

Tinggi rendahnya tingkat kematian dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat kematian;

  1. Faktor pendukung kematian (promortalitas)

Promortalitas merupakan faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah kematian. Tingginya kematian bisa saja terjadi secara natural maupun karena kurangnya perhatian pada kesehatan dan prasarana pendukungnya.

  1. Faktor penghambat kematian (antimortalitas)

Antimortalitas merupakan faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kematian. Faktor penghambat kematian bisa kamu temukan jika kamu telah menyimpulkan faktor-faktor yang mendukung kematian. Karena faktor penghambat kematian berbanding terbalik dengan pendukung kematian.

Dampak yang Timbul dari Laju Penduduk

Dampak yang Timbul dari Laju Penduduk

Dampak yang Timbul dari Laju Penduduk

Dampak yang Timbul dari Laju Penduduk
Dampak yang Timbul dari Laju Penduduk
  1. Peningkatan Pengangguran

Peningkatan pengangguran yang pesat disebabkan adanya pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang mampu menampung jumlah pencari kerja yang meningkat. Pertumbuhan penduduk berarti juga peningkatan jumlah tenaga kerja.

  1. Meningkatnya Kemiskinan

Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya menyebabkan terjadinya kelangkaan sumber daya. Akibatnya, dalam upaya pemenuhannya terjadi kompetisi hingga pada akhirnya terjadi kenaikan harga kebutuhan. Kondisi ini mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

  1. Penurunan Tingkat Kesehatan

Jangankan untuk membiayai pemeliharaan kesehatan, untuk pemenuhan kebutuhan pokok saja menjadi sulit apabila terjadi ledakan penduduk. Akibatnya, akan terjadi penurunan tingkat kesehatan seperti gizi buruk, terjangkitnya penyakit busung lapar di masyarakat dan permasalahan kesehatan lainnya.

  1. Menurunnya Tingkat Pendidikan

Pesatnya peningkatan penduduk mengakibatkan tingginya jumlah anak usia sekolah. Peningkatan ini akan menimbulkan masalah seperti kesempatan memperoleh pendidikan yang makin sempit dan tingginya biaya pendidikan yang akan membebani masyarakat.

  1. Penurunan Kesejahteraan

Peningkatan penduduk diiringi dengan peningkatan kebutuhan hidup yang menuntut untuk terpenuhi. Banyaknya kebutuhan tentunya akan mengurangi pendapatan, hingga pada akhirnya terjadi penurunan kesejahteraan secara umum.

  1. Peningkatan Kebutuhan Pangan dan Tempat Tinggal

Untuk bertahan hidup manusia perlu makan dan tempat tinggal. Ledakan penduduk secara langsung memberikan dampak meningkatnya kebutuhan akan dua hal tersebut. Banyak dampak yang kita lihat akibat meningkatnya kebutuhan tersebut. Pembukaan lahan baru untuk permukiman marak dilakukan. Ketersediaan tempat tinggal yang terbatas juga mengakibatkan banyaknya perumahan liar dan kumuh.

Kesadaran Dalam Budaya

Kesadaran Dalam Budaya

Kesadaran Dalam Budaya

Kesadaran Dalam Budaya
Kesadaran Dalam Budaya

 

Budaya adalah sebuah sistem yang mempunyai koherensi

Bentuk-bentuk simbolis yang berupa kata, benda, laku, mite, sastra, lukisan, nyanyian, musik, kepercayaan mempunyai kaitan erat dengan konsep-konsep epistemologis dari sistem pengetahuan masyarakatnya. Sistem simbol dan epistemologi juga tidak terpisahkan dari sistem sosial, organisasi kenegaraan, dan seluruh perilaku sosial.

Melalui pengertian kebudayaan, kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan yang ada. Adanya keberagaman tersebut terkadang memunculkan sikap etnosentrisme yang yang berlebihan terhadap kebudayaannya. Adanya sikap etnosentisme akan dengan mudah  menimbulkan terjadinya suatu konflik di tengah-tengah masyarakat.  Untuk mencegah terjadinya sebuah konflik yang ada perlu adanya kesadaran masyarakat di tengah-tengah kehidupan yang memiliki banyak perbedaan.

Kesadaran Dan Budaya

Secara harfiah kata “kesadaran” berasal dari kata sadar, yang berarti insyaf, merasa tahu dan mengerti. Jadi kesadaran adalah keinsyafan atau merasa mengerti atau memahami segala sesuatu. Hal tersebut sebagimana dikemukakan A.W Widjaja (1984:46) yang menyatakan bahwa “kita sadar jika kita tahu,  mengerti, insyaf, dan yakin tentang kondisi tertentu”. Dengan demikian kesadaran adalah keinsyafan , merasa mengerti atau memahami sesuatu.

Sedangkan dalam istilah psikologi, kesadaran didefinisikan sebagai tingkat kesiagaan individu terhadap rangsangan eksternal dan internal, dengan kata lain kesiagaan terhadap persitiwa-peristiwa lingkungan, suasana tubuh, memori dan pikiran. Berdasarkan definisi itu, dapat diketahui bahwa kunci penting kesadaran terletak pada kesiagaan dan stimulus.

Selanjutnya dalam kaitannya dengan segi mental, Kesadaran diartikan sebagai proses penghayatan atau pengetahuan yang penuh dari individu terkait dirinya sendiri dan lingkungannya yang memerlukan suatu persepsi dari dalam diri dan persepsi dari luar (lingkungan).

Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kesadaran adalah suatu proses kesiapan diri untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, menanggapi hal tertentu dengan didasari atas pengertian, pemahaman, penghayatan, dan pertimbangan-pertimbangan nalar dan moral dengan disertai kebebasan sehingga ia dapat  mempertangungjawabkannya secara sadar.

Pemakaian sebagian besar masyarakat sehari-hari, arti kebudayaan seringkali terbatas pada sesuatu yang indah-indah seperti misalnya candi, tarian, seni rupa, seni suara, sastra, dan filsafat.

Menurut Koentjoroningrat (1986)

Kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem, pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat, kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia, ketiga, sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya.

Ki Hajar Dewantara, menyatakan bahwa kebudayaan adalah buah dari manusia, yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, alam dan jaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di alam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya besifat tertib dan damai.

Berdasarkan konteks budaya, ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat, kreativitas, dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan.

Kebudayaan menurut ilmu antropologi pada hakikatnya adalah

Keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 1996). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan, karena hanya sebagian kecil dari tindakan manusia yang tidak dibiasakan dengan belajar seperi naluri, refleks, atau tindakan yang dilakukan akibat sesuatu proses fisiologis. Bahkan beberapa tindakan yang didasari atas naluri (makan, minum, dan berjalan) sudah dapat banyak dikembangakan manusia sehingga menjadi suatu tindakan yang berkebudayaan.

Menurut Koentjaraningrat bahwa setiap kebudayaan memiliki wujud dan unsur kebudayaan. Menurutnya kebudayaan itu terdiri dari tiga wujud yaitu :

  • Wujud sebagai suatu kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia, atau sistem budaya.
  •  Wujud sebagai kompleks aktivitas atau system sosial.
  •  Wujud sebagai benda atau kebudayaan fisik.

Menurut C. Kluckhohn dinyatakan bahwa setiap kebudayaan memiliki tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :

  • Sistem religi dan upacara keagamaan merupakan produk manusia sebagai homo religius.
  • Sistem organisasi kemasyarakatan merupakan produk dari manusia sebagai homo socius.
  • Sistem pengetahuan merupakan produk manusia sebagai homo sapiens.
  • Sistem mata pencaharian hidup yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus.
  • Sistem teknologi dan perlengkapan hidup manusia merupakan produk manusia sebagai homo faber.
  • Bahasa merupakan produk manusia sebagai homo languens.
  • Kesenian merupakan hasil dari manusia dalam keberadaannya sebagai homo esteticus.

Kebudayaan juga mengalami suatu perubahan

Hal ini secara umum dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Proses perubahan kebudayaan dapat terjadi secara evolusi dan revolusi. Dalam perubahan kebudayaan tersebut diatas tidak jarang terjadi cultural lag, yaitu suatu keadaan masyarakat yang mengalami kesenjangan antara budaya material dengan budaya non material. Hal ini misalnya dapat dilihat dengan semakin jauhnya jarak antara kebudayaan ideal dengan kebudayaan real. Kesenjangan budaya yang berlarut-larut dapat menimbulkan berbagai masalah sosial atau kerawanan sosial, perilaku menyimpang, munculnya subculture dalam masyarakat (Horton, dan Hunt, 1991).

Sehubungan dengan hal itulah maka terus diupayakan adanya berbagai system pengendalian sosial, dengan nuansa sosiokultural atau kearifan local masyarakat setempat. Baik yang bersifat formal maupun nonformal, skala dan niskala (Mudana,2000). Hal itu terefleksikan dalam berbagai model manajemen konflik. Sehingga tujuan kehidupan masyarakat dapat diwujudkan.

Baca Juga : 

Cultural Awareness Adalah

Cultural Awareness Adalah

Cultural Awareness Adalah

Cultural Awareness Adalah
Cultural Awareness Adalah

 

Indonesia Adalah Bangsa Multikultural

Yang memiliki berbagai macam seni dan tradisi yang unik dan khas, yang tidak bisa didapatkan di negara-negara lainnya di dunia ini.Sayangnya, keragaman budaya tersebut masih kurang dimanfaatkan dengan baik padahal berbagai budaya yang dimiliki oleh negara ini memiliki potensi yang begitu besar untuk dapat maju dan berkembang baik di tingkat nasional maupun internasional.Di tengah era globalisasi, tidak sedikit juga kaum generasi penerus bangsa yang menganggap kesenian negerinya sendiri sudah kuno dan menyukai segala macam hal yang berasal dari luar negeri karena terlihat lebih keren dan modern.

Maka dari itu kita sebagai manusia Indonesia yang menjunjung tinggi nasionalisme haruslah bisa melestarikan budaya bangsa dan juga memfilter budaya asing yang masuk ke Indonesia. Salah satu cara untuk melestarikan budaya bangsa adalah dengan menumbuhkan sikap kesadaran budaya pada diri masyarakat Indonesia

Kesadaran Budaya

Kesadaran budaya (Cultural awareness) adalah kemampuan seseorang untuk melihat ke luar dirinyasendiri dan menyadari akan nilai-nilai budaya, kebiasaan budaya yang masuk.Selanjutnya, seseorang dapat menilai apakah hal tersebut normal dan dapat diterima pada budayanya atau mungkin tidak lazim atau tidak dapat diterima di budaya lain.Oleh karena itu perlu untuk memahami budaya yang berbeda dari dirinya dan menyadari kepercayaannya  dan adat istiadatnya dan mampu untuk menghormatinya.(Vacc et al, 2003).

Wunderle (2006) Menyebutkan Bahwa

Kesadaran budaya (cultural awareness) sebagai suatu kemampuan mengakui dan memahami pengaruh budaya terhadap nilai-nilai dan perilaku manusia.  Implikasi dari kesadaran budaya terhadap pemahaman kebutuhan untuk  mempertimbangkan budaya, faktor-faktor penting dalam menghadapi situasi tertentu. Pada tingkat yang dasar, kesadaran budaya merupakan informasi, memberikan makna tentang kemanusian untuk mengetahui tentang budaya.Prinsip dari tugas untuk mendapatkan pemahaman tentang kesadaran budaya adalah mengumpulkan informasi tentang budaya dan mentranformasikannya melalui penambahan dalam memberikan makna secara progresif sebagai suatu pemahaman terhadap budaya.

Pantry (dalam Sturges, 2005) mengidentifikasikan 4 kompetensi

Yang dapat terhindari dari prejudis, miskonsepsi dan ketidakmampuan dalam menghadapi kondisi masyarakat  majemuk yaitu: Kemampuan berkomunikasi (mendengarkan,menyimpulkan, berinteraksi), Kemampuan proses (negosiasi, lobi, mediasi, fasilitasi), Kemampuan menjaga informasi (penelitian, menulis, multimedia), Kemampuanmemiliki kesadaran dalam informasi, cara mengakses informasi, dan menggunakan informasi.  Keempat kompetensi tersebut memberikan peran penting dalam menghadapi masyarakat yang multikultural dalam kesadaran budaya.

Fowers & Davidov (Thompkins  et al,  2006) mengemukakan bahwa proses untuk menjadi sadar terhadap nilai yang dimiliki, bias dan keterbatasan meliputi eksplorasi diri pada budaya hingga seseorang belajar bahwa perspektifnya terbatas,memihak, dan relatif pada latar belakang diri sendiri.Terbentuknya kesadaran budayapada individu merupakan suatu hal yang terjadi begitu saja. Akan tetapi melalui berbagai hal dan melibatkan beragam faktor diantaranya adalah persepsi dan emosi maka kesadaran (awareness) akan terbentuk.

Berdasarkan hal di atas,  pentingnya nilai-nilai yang menjadi faktor penting dalam kehidupan manusia akan turut mempengaruhi kesadaran budaya (terhadapnilai-nilai yang dianut) seseorang dan memaknainya.  Penting  bagi kita  untukmemiliki kesadaran budaya (cultural  awareness)  agar  dapat memiliki kemampuan untuk memahami budaya dan faktor-faktor penting yang dapat mengembangkan nilai-nilai budaya sehingga dapat terbentuk karakter bangsa.

Tingkat Kesadaran Budaya  (Cultural Awareness)

Wunderle (2006) mengemukakan limatingkat kesadaran budaya yaitu:

a)      Data dan information.

Data merupakan tingkat terendah dari tingkatan informasi secara kognitif. Data terdiri dari signal-signal atau tanda-tanda yang tidak melaluiproses komukasi antara setiap kode-kode yang terdapat dalam sistim, atau  rasa yang berasal dari lingkungan yang mendeteksi tentang manusia. Dalam tingkat inipenting untuk memiliki data dan informasi tentang beragam perbedaan yang ada. Dengan adanya data dan informasi maka hal tersebut dapat membantu kelancaranproses komunikasi.

b)      Culture consideration.

Setelah memiliki data dan informasi yang jelas tentangsuatu budaya maka kita akan dapat memperoleh pemahaman terhadap budaya dan faktor apa saja yang menjadi nilai-nilai  dari budaya tertentu.  Hal ini akan memberikan pertimbangann tentang konsep-konsep yang dimiliki oleh suatubudaya secara umum dan dapat memaknai arti dari  culture code  yang ada. Pertimbangan budaya ini  akan membantu kita untuk memperkuat proses komunikasi dan interaksi yang akan terjadi.

Pengertian Tentang Kebutuhan

Pengertian Tentang Kebutuhan

Pengertian Tentang Kebutuhan

Pengertian Tentang Kebutuhan
Pengertian Tentang Kebutuhan

 

Kebutuhan Adalah

Keinginan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat memberikan kepuasan jasmani maupun kebutuhan rohani. Kebutuhan manusia tidak terbatas pada kebutuhan yang bersifat konkret (nyata) tetapi juga bersifat abstrak (tidak nyata). Misalnya rasa aman, ingin dihargai, atau dihormati,maka
kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas. Beberapa factor yang menyebabkan kebutuhan manusia itu tidak terbatas antara lain sebagai berikut :
Makin bertambahnya jumlah penduduk.
Makin maju ilmu pengetahuan dan teknologi.
Makin meluaskan lingkungan perguruan.
Meningkatkan tingkat kebudayaan manusia.

Kebutuhan manusia itu adalah

Tidak terbatas, baik jumlah maupun macamnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini, yaitu:
Karena kodrat manusia
Faktor alam dan lingkungan
Faktor lingkungan masyarakat
Faktor perdagangan internasional
Faktor demonstrasi effect

MACAM-MACAM KEBUTUHAN MANUSIA

KEBUTUHAN MANUSIA menurut intensitas kegunaan:
* Kebutuhan primer
Merupakan kebutuhan yang pemuasannya harus segera dipenuhi agar manusia dapat menjagakelangsungan hidup dengan baik. Contoh: sandang, pangan, papan
* Kebutuhan sekunder
Merupakan kebutuhan kedua atau kebutuhan pelengkap yang pemuasannya dapat ditunda. Contoh: hiburan, libutan, sepeda motor, dll
* Kebutuhan tersier
Merupakan kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi dengan mengkonsumsi beda yang tergolong mewah atau lux. Contoh: villa , mobil, perhiasan.

KEBUTUHAN MANUSIA menurut waktu pemenuhan:

* Kebutuhan sekarang
Merupakan kebutuhan yang sangat penting dan mendesak serta harus dipenuhi sekarang juga.Contoh: makan pada saat lapar, obat pada saat sakit, dll
* Kebutuhan yang akan datang
Merupakan kebutuhan manusia yang tidak harus dilakukan sekarang dan bisa ditunda sampai masa yang akan datang. Contoh: liburan yang bisa ditunda sampai uang tabungan mencukupi

KEBUTUHAN MANUSIA menurut sifatnya:

* Kebutuhan jasmani
Adalah kebutuhan yang perlu dipenuhi agar jasmani bisa berfungsi dengan baik. Contoh: makan, minum, pakaian, rumah, dll
* Kebutuhan rohani
Adalah kebutuhan yang harsu dipenuhi agar rohani atau mental bisa berfungsi dengan baik. Contoh: pendidikan, agama, hiburan, dll

KEBUTUHAN MANUSIA menurut subjeknya:

* Kebutuhan pribadi
Merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi berdasarkan selera atau pilihan pribadi. Contoh: Budi membutuhkan sepatu warna hitam, namun Ani membutuhkan sepatu warna putih
* Kebutuhan sosial
Adalah kebutuhan yang berkaitan dengan kehidupan bersama. Contoh: Keluarga A membutuhkan televisi berwarna, Masyarakat di wilayah B membutuhkan jembatan penyeberangan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN MANUSIA

Ada beberapa hal yang menyebabkan kebutuhan manusia antara satu dengan yang lain berbeda-beda, di antaranya sebagia berikut :

a. Peradaban

Peradaban adalah satu faktor yang membuat kubutuhan tiap zaman berbeda. Kebutuhan manusia pada zaman dahulu hanya tertuju pada kebutuhan primer, misal nenek moyang berpakaian memakai kulit kayu dan daun-daunan, makan pun cukup ubi-ubian. Seiring perkembangan peradaban semakin berkembang pula jenis kebutuhan, manusia membutuhkan makanan lain yang bervariasi dan pakaian terbuat dari bahan yang bagus.

b. Lingkungan

Lingkungan termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia. Kebutuhan masyarakat yang mendiami sebuah pesisir berbeda dengan masyarakat yang mendiami pegunungan, penduduk pesisir membutuhkan jarring, perahu, dan pancing agar dapat menangkap ikan di laut. Sedangkan penduduk pegunungan lebih membutuhkan cangkul, benih tanaman, dan pupuk untuk bercocok tanam.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/

Tes CPNS Tahap SKD Pemkot Bogor Berjalan Lancar

Tes CPNS Tahap SKD Pemkot Bogor Berjalan Lancar

Tes CPNS Tahap SKD Pemkot Bogor Berjalan Lancar

 

Tes CPNS Tahap SKD Pemkot Bogor Berjalan Lancar

Calon Pegawai Negeri Sipil

Pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung 7-9 November di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor berjalan lancar.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor, Dani Rahadian saat ditemui di kantornya, Jumat (09/11/2018) siang.

“Alhamdulillah untuk pelaksanaan seleksi tes CPNS Kota Bogor dengan sistem CAT berjalan lancar. Untuk hasil secara keseluruhan menjadi kewenangan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), kami selaku Panitia Seleksi Daerah (Panselda) sebatas pelaksana,” kata Dani.

Saat ditanya kendala yang dihadapi saat pelaksanaan tes, ia menjawab bahwa kendala teknis tetap ada, namun dapat ditangani langsung sehingga tidak mengganggu pelaksanaan.

Saat tes peserta dilarang membawa benda apapun termasuk perhiasan, kecuali kartu registrasi dan KTP asli, kemudian pengawasan dilakukan Panselnas.

Untuk memudahkan pelaksanaan tes pada sesi berikutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) panitia akan mendahulukan para peserta yang sedang hamil, khusus bagi peserta yang membawa anaknya disarankan untuk melakukan registrasi di akhir menjelang agar bisa tetap menyusui anaknya.

CPNS

Dari keseluruhan peserta tes CPNS yang mendaftar Dani menerangkan, ada beberapa peserta yang tidak hadir dan saat dihubungi tidak ada respon.

Mengenai pengumuman jadwal SKB bagi yang lulus tahap SKD direncanakan akan disampaikan pada awal Desember 2018 atau berubah dari rencana semula 22 November 2018.

Diakuinya sarana dan prasarana di Kota Bogor sangat mendukung pelaksanaan seleksi tes CPNS, namun karena ketiadaan gedung milik Pemkot Bogor yang mampu menampung jumlah peserta, akhirnya sesuai dengan kesepakatan bersama pemda yang melaksanakan seleksi tes CPNS 2018 dipusatkan di Gedung Pemkab Bogor.

Ada sebanyak 4.239 peserta memenuhi syarat administrasi mengikuti tes CPNS Pemkot Bogor. Sedangkan formasi yang tersedia hanya 244 orang. Kuota tersebut diantaranya dari peserta umum sebanyak 213 orang, honorer (K2) 18 orang, cumlaude (lulusan terbaik) 11 orang dan disabilitas 2 orang.

Artikel Terkait:

Ribuan Peserta Aksi Tolak LGBT, Walikota Bogor Sepakati Hal Ini

Ribuan Peserta Aksi Tolak LGBT, Walikota Bogor Sepakati Hal Ini

Ribuan Peserta Aksi Tolak LGBT, Walikota Bogor Sepakati Hal Ini

 

Ribuan Peserta Aksi Tolak LGBT, Walikota Bogor Sepakati Hal Ini

Forum Masyarakat Bogor Anti

Ribuan peserta aksi yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) memadati halaman Gedung Balaikota Bogor, Jumat (9/11/2018).

Ada 4 poin pernyataan sikap yang mereka ditujukan kepada Pemkot Bogor dan jajaran Muspida. Selain menolak segala macam tindakan dan perilaku LGBT di Kota Bogor, mereka mendesak Pemkot dan DPRD Kota Bogor untuk membuat aturan tentang pelarangan aktivitas LGBT, baik melalui peraturan daerah khusus atau melalui Perda Ketahanan Keluarga.

Pemkot Bogor dan DPRD

“Kami mendesak Pemkot Bogor dan DPRD untuk mengajukan penutupan situs-situs sosial media dan aplikasi handphone dan lain-lain yang mengarah pada perbuatan dan tindakan LGBT kepada Presiden melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi,” ujar Ketua Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT, Abdul Halim.

Poin keempat, lanjut Halim

Pihaknya bersama ormas, lembaga, komunitas se-Bogor Raya siap bekerjasama dengan Muspida Kota Bogor dalam melakukan upaya pencegahan, penanggulangan, serta pembinaan bagi para pelaku LGBT.

Walikota Bogor Bima Arya

Walikota Bogor Bima Arya kemudian menerima sekitar 25 perwakilan peserta aksi untuk duduk bersama membahas tuntutan massa. Didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Dandim 0606/Kota Bogor, Dandenpom III/1 Bogor, Bima Arya mendengarkan sejumlah pernyataan perwakilan peserta dari berbagai organisasi massa.

Bima bersama Muspida pun menyepakati sejumlah poin tuntutan massa untuk segera ditindaklanjuti baik di tingkat lokal dengan menyusun Perda, maupun menyuarakan ke tingkat nasional dalam hal ini kepada Kemenkominfo.

Kesepakatan itu pun kemudian Bima Arya sampaikan di hadapan ribuan peserta aksi yang menunggu di bawah guyuran hujan. “Terimakasih kepada bapak ibu yang hari ini menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Yang jelas, aksi ini satu frekuensi dengan apa yang menjadi keprihatinan kami semua,” ungkap Bima, disambut riuh massa dengan takbir.

Pertama, kata Bima

Jajaran Pemkot dan Muspida Kota Bogor sepakat untuk berkolaborasi, bersinergi dengan para alim ulama, tokoh masyarakat, habaib, pondok pesantren, untuk turut memberantas kemaksiatan di Kota Bogor, termasuk memberantas penyimpangan seksual dan prostitusi online.

“Kami juga sepakat untuk berikhtiar bersama DPRD, membuat sebuah regulasi yang jelas, yang kuat, yang kokoh agar kemaksiatan, LGBT, prostitusi online semuanya, bisa diberantas sampai akar-akarnya di Kota Bogor. Ini DPRD bersama dengan Pemkot Bogor sedang merumuskan Perda Ketahanan Keluarga. Insya Allah hal-hal yang menjadi keprihatinan kita, hari ini akan diatur secara jelas di dalamnya. Insya Allah kita minimalisir, kita berantas di Kota Bogor,” jelasnya.

Kesepakatan terakhir

Bima Arya menyanggupi untuk menyuarakan dengan sangat keras pesan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkominfo untuk bersikap tegas menutup, memblokir, semua laman-laman medsos, aplikasi yang membuka ruang terjadinya prostitusi online.

“Kami minta dukungannya kepada semua yang ada di sini. Untuk menyuarakan hal ini, membuka kepedulian warga terhadap prostitusi online dan penyimpangan lainnya. Saya perintahkan camat, lurah, kepala dinas untuk mengawasi, apartemen, kos-kosan, hotel dan restoran agar tidak ada hal-hal yang dinodai oleh kemaksiatan di sana,” bebernya.

Usai mendapatkan tanggapan langsung dari Walikota Bogor, para massa pun kemudian dengan tertib membubarkan diri.

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/gelombang-elektromagnetik-sumber-radiasi-materi-dan-makalah-pdf/

Pondok Pesantren Daarul Uluum Gelar Festival Pencak Silat

Pondok Pesantren Daarul Uluum Gelar Festival Pencak Silat

Pondok Pesantren Daarul Uluum Gelar Festival Pencak Silat

 

Pondok Pesantren Daarul Uluum Gelar Festival Pencak Silat

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Ke-73 Tahun 2018

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Ke-73 Tahun 2018 juga dalam rangka Hari Santri, Perguruan Silat Sinar Kencana Pondok Pesantren (Pontren) Daarul Uluum Bantarkemang menggelar Festival Pencak Silat Seni Tradisi Sinar Kencana Cup I.

Festival Pencak Silat

Festival Pencak Silat Seni Tradisi Sinar Kencana Cup I yang berlangsung di Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum, Jalan Durian Raya, Bantar Kemang, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu (10/11/2018) dibuka Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) I Jawa Barat, Dedi Haryadi.

Dedi Haryadi memberikan apresiasi kepada pimpinan Pontren Daarul Uluum juga kepada panitia penyelenggara yang telah menggelar event ini yang juga sebagai ajang silaturahmi.

“Pencak silat ini aset budaya bangsa, kami pun merasa bangga dan diharapkan membuahkan hasil dalam upaya melestarikan budaya dan mencetak prestasi generasi muda,” ujar Dedi.

Ketua Umum Perguruan Silat Sinar Kencana

Hasbullah mengatakan, Festival Pencak Silat Seni Tradisi Sinar Kencana Cup I Pesantren Daarul Uluum ini digelar selama 2 hari, yakni 10-11 November 2018.

“Agenda ini kami selenggarakan sebagai ajang silaturahmi untuk seluruh perguruan Silat Sinar Kencana Se-Jawa Barat I, yaitu Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Sukabumi dan Cianjur,” kata Hasbullah.

Menurut Hasbullah dengan diselenggarakannya festival pencak silat ini sebagai bukti bahwa pencak silat itu dari zaman dahulu mengakar di lingkungan Pesantren, sehingga ia ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak mungkin perjuangan kemerdekaan dilakukan oleh para pahlawan yang salah satunya dari pesantren.

“Inilah bukti bahwa memang pencak silat dari dulu sampai saat ini itu mengakar di lingkungan pesantren,” jelasnya.

Pada kesempatan itu juga Hasbullah menuturkan

Perguruan Silat Sinar Kencana siap bersinergi, baik dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Pemerintah Jawa Barat dan juga seluruh masyarakat yang ada untuk pengembangan seni budaya dan silat di Kota Bogor.

Hasbullah juga menyampai terima kasih kepada Joko Purwanto selaku anggota DPR RI yang mendukung penuh acara ini, sehingga bisa terselenggara dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor Suyitno mengatakan, pencak silat ini harus terus digalakkan dari tataran setiap pondok pesantren agar bisa mengisi persiapan Pospedawil (Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Daerah Wilayah).

Kabid PAUD DIKMAS pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor

Uju Juyono sangat mendukung Festival Pencak Silat Seni Tradisi Sinar Kencana Cup I yang dilaksanakan oleh Pesantren Daarul Uluum. Ia berharap kedepan pesertanya tidak hanya di lingkungan Pondok Pesantren tetapi bisa di tingkat sekolah formal dan non formal.

 

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/jenis-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-beserta-gambarnya/