Disdik Pasaman Pastikan Bakal Tarik Semua Buku Pelajaran SD yang Berisi Konten Pornografi

Disdik Pasaman Pastikan Bakal Tarik Semua Buku Pelajaran SD yang Berisi Konten Pornografi

Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akan menarik seluruh Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk kelas V Sekolah Dasar yang diduga mengandung pornografi.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pasaman, Budi Indrawan di Lubuk Sikaping, Kamis (06/10/2016), mengatakan penarikan buku tersebut sesuai dengan Surat Ederan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sumatera Barat Nomor 007/887/Dikdas-2016 tertanggal 5 Oktober 2016 tentang larangan penggunaan Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk kelas V Sekolah Dasar tersebut.

“Berdasarkan surat tersebut pihak Disdikbud Sumbar sudah melarang penggunaan buku itu untuk diajarkan kepada siswa dan diminta untuk menarik buku itu melalui pihak sekolah untuk diamankan,” ujarnya.

Selain itu, katanya, pihak Disdikbud Sumbar juga meminta laporan tentang jumlah buku yang telah beredar tersebut.

“Oleh sebab itu, kita minta kepada kepala UPTD dan kepala SD untuk segera mengumpulkannya dan mencatat jumlahnya,” ujarnya.

Menurutnya, setelah menerima surat dari Disdikbud Sumbar itu, pihaknya langsung

memanggil seluruh kepala UPTD se-Pasaman dan memerintahkan untuk mengumpulkankan buku tersebut.

“Kita juga akan menyurati Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dalam surat tersebut kita akan mengusulkan untuk meninjau ulang buku pelajaran murid SD tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan untuk mengantisipasi tidak adanya buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk kelas V SD karena sudah ditarik tersebut, sekolah diminta mencari penggantinya yang lebih baik dan sesuai dengan kurikulum.

Sebelumnya, buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk kelas V SD

dalam BAB V halaman 55 hingga 61 yang diduga mengandung isi pornografi ditemukan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Buku karangan Dadan Heryana dan Giri Verianti yang diterbitkan oleh Acarya Media Utama itu dialihkan hak ciptanya kepada Kementerian Pendidikan Nasional.

Sementara itu, Ketuan Dewan Pendidikan Kabupaten Pasaman, Yunzar Lubis mengatakan akan melayangkan surat kepada Disdikbud Sumbar terkait dengan adanya Surat Edaran tentang larangan penggunaan buku itu untuk diajarkan kepada siswa dan untuk menarik buku tersebut.

“Besok, kita akan surati pihak Disdikbud Sumbar untuk mempertanyakan tentang

penarikan buku yang menjadi kontroversi di masyarakat ini. Seharusnya ditinjau dulu berapa orang yang protes tersebut. Para orangtua juga harus diberi pemahaman. Jangan sampai anak yang menjadi korban karena kehilangan hak intelektualnya,” ujarnya.

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/XN6zDb1uUhe91243beccIm

Pemko dan Polres Buat Terobosan, Pelajar di Padang Panjang Dilarang Berkendara ke Sekolah

Pemko dan Polres Buat Terobosan, Pelajar di Padang Panjang Dilarang Berkendara ke Sekolah

Pemerintah Kota Padang Panjang bekerjasama dengan Polresta Padang Panjang membuat suatu terobosan baru untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas di Kota Padang Panjang yakni dengan melarang seluruh siswa membawa kendaraan ke sekolah.

Larangan membawa kendaraan bermotor ini di sosialisasikan dihadapan Wali Murid

SMP dan SMA se Kota Padang Panjang bertempat di aula Diniyah Puteri Padang Panjang pada Senin (3/10/2016).

Walikota Padang Panjang Hendri Arnis dalam sambutannya mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyak nya kasus kecelakaan yang melibatkan pelajar. “Kita tidak mau pelajar kita celaka dijalan karna secara psikologis siswa yang membawa kendaraan masih labil dan rentan terlibat hubungan yang tidak baik ditengah masyarakat,” katanya.

Menurut Wako Hendri Arnis Ada beberapa dasar yang menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan larangan pelajar berkendara ini yakni dalam UU Lalu Lintas dijelaskan tidak diperbolehkan berkendara bagi yang belum berusia 17 tahun, secara ekonomi pun orang tua siswa banyak yang memaksakan diri membelikan kendaraan untuk anaknya sehingga dapat menambah beban pengeluaran keluarga.

Lebih lanjut Hendri Arnis mengatakan bahwa memiliki kendaraan dapat mematikan

kreatifitas siswa karena lebih cendrung keluyuran dijalan dari pada melakukan aktifitas yang bernilai seperti mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di sekolah maupun mengikuti kegiatan keagamaan di Mushola atau di Mesjid. Selain itu siswa yang berkendara juga rentan terlibat tawuran antar sesama geng motor baik dilingkungan sekolah maupun luar sekolah.

Wako Hendri Arnis berharap bahwa sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga generasi muda potensial ini yang akan meneruskan pembangunan Kota Padang Panjang kedepannya.

Sementara itu Kapolres Padang Panjang AKBP Cepi Noval , S.IK memaparkan bahwa begitu banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Padang Panjang melibatkan pelajar dan presentase angka kecelakaan meningkat setiap tahunnya. Hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, harus ada langkah kongkrit dengan membuat suatu perda yang mendukung larangan berkendara bagi pelajar di Kota Padang Panjang, harapnya.

Kadishub Kominfo I Putu Venda menyebutkan akan mendukung sepenuhnya

kebijakan ini dan akan terus mensosialisasikan larangan ini ke sekolah-sekolah serta mempublikasikan melalui website, media social maupun papan reklame elektronik (Videotron) milik Dishubkominfo Kota Padang Panjang.

Sosialisasi larangan berkendara bagi pelajar ini merupakan hasil kerjasama Polresta Padang Panjang, Dinas Pendidikan dan Dishubkominfo Kota Padang Panjang.
Turut hadir dalam sosialisasi ini Wakil Ketua DPRD, Ketua MUI, Ketua Organda, Kadis Pendidikan, Kadishubkominfo serta Pejabat dari Polres Padang Panjang dan rekan-rekan Jurnalis Kota Padang Panjang.

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/8duccaA9zI97XWSo

Sejarah Akuntansi Manajemen

Sejarah Akuntansi Manajemen

Sejarah Akuntansi Manajemen

Sejarah Akuntansi Manajemen
Sejarah Akuntansi Manajemen

Profesi akuntansi mulai tumbuh pada saat era Pacioli dalam abad ke 15 dengan mengembangkan tata buku berpasangan. Sesuai dengan lingkungan bisnis Pacioli, maka dikembangkan akuntansi untuk usaha perdagangan yang melibatkan pengiriman barang-barang ke luar negeri untuk dipertukarkan dengan barang lain yang terdapat di negara tersebut. Akhir abad ke-19 timbul industri teks-til di Inggris bagian Utara, saat itu disebut pula kelahiran kapitalisme industri,dimana para pedagang sebagian besar berubah menjadi pengusaha (Supriyono, 1997: 11).

Perubahan Tata Buku

Adanya perubahan-perubahan tersebut mengakibatkan tata buku berpasangan dikembangkan oleh para pengusaha menjadi tata buku biaya berpasangan, yang digunakan untuk:

(a) membantu pembuatan keputusan dan pengendalian dalam pabrik,

(b) menentukan besarnya bahan baku dan upah buruh,

(c) menghasilkan informasi tenaga kerja dan biaya produksi, dan

(d) untuk mengetahui efisiensi dan perubahanbiaya dari waktu ke waktu.

Gagasan yang berkembang di Inggris tersebut dengan cepat berkembang di Amerika Serikat, sehingga pada tahun 1887 terbit publikasi pertama buku akuntansi biaya dan akuntansi manajemen dengan judul “Factory Account” ditulis olehEmile Garche dan J.M. Fells (Anne Loft, 1991: 19).

Setelah tahun 1900 mulai timbul pengintegrasian antara catatan biaya dan keuangan. Pada awal abad 20 mulai dikembangkan teknik-teknik dan sistem untuk pendistribusian dan pengalokasian biaya overhead. Pada awal perkembangan akuntansi manajemen pada dasarnya berkaitan dengan isu-isu akuntansi biaya tentang penentuan harga pokok produksi.

Hal ini karena kecepatan proses produksi sangat ditentukan oleh kecepatan operasi manual, sehingga belum terlalu rumit.

Informasi Standart

Perkembangan selanjutnya sesuai dengan pergerakan manajemen ilmiah yang dikemukakan oleh Frederick Taylor. Di Amerika Serikat gerakan itu dimulai oleh para insinyur-manajer (bukan paraakuntan). Pada akhir abad 19 dan awal abad 20, para insinyur dan akuntan menggunakan informasi standar untuk mencapai tiga tujuan:

1.      Untuk menganalisis efisiensi potensial tugas-tugas atau proses.

2.      Untuk membandingkan efisiensi sesungguhnya dengan efisiensi potensial. Pelopor pemakaian sistem penganggaran fleksibel.

3.      Untuk menyederhanakan penilaian persediaan produk selesai dan barang dalam proses.

Perkembangan Akuntansi

Dalam penilaian ini para akuntan mulai menggunakan informasi biaya standar (Anne Loft, 1991: 28). Awal abad 20 dikembangkan teknik-teknik akuntansi manajemen berupa anggaran dan kembalian investasi (ROI). Perkembangan selanjutnya banyak perusahaan merubah struktur organisasinya dari fungsional menjadi multidivisi.

Pada tahun 1917, Alexander Hamilton mengeluarkan gagasan mengenai pusat-pusat produksi yang merupakan sumbangan besar pada akuntansi manajemen sampai saat ini. Hamilton juga mengembangkan konsep tarip tenaga kerja per jam mesin, sehingga akuntansi manajemen mempunyai peran yang penting untuk mengevaluasi prestasi divisi maupun perusahaan secara keseluruhan.

Oleh karena itu pada tahun 1927 D.R. Scott seorang profesor akuntansi pada University of Missouri dalam bukunya The Cultural Significance of Accounts, menekankan bahwa para akuntan harus memperhatikan tidak hanya pada debit dan kredit namun juga pada informasi.

Pada awal dekade 1930-an sejalan dengan kelahiran pasar modal di Amerika Serikat, akuntansi manajemen berfungsi menyajikan laporan keuangan yang obyektif, auditable, dan verifiable bagi pemeriksaan oleh akuntan publik. Pada tahun- tahun ini mulai digunakan teknik-teknik untuk membebankan biaya pada produk individual, penerapan anggaran, akuntansi pertanggungjawaban, dan meluas pada penilaian prestasi divisional (Johnson, H.T. dan R. A. Kaplan, 1987: 43).

Akhirnya pada tahun 1940 J. Brooks Heckert’s menulis buku The Analysisand Control of Distribution Costs for Sales Executives and Accountants. Buku ini membahas pentingnya perhatian para eksekutif penjualan dan para akuntan terhadap biaya distribusi yang jumlahnya semakin penting (Supriyono, 1997: 33).

Baca Juga

Perkembangan Akuntansi Manajemen setelah Perang Dunia ke II

Perkembangan Akuntansi Manajemen setelah Perang Dunia ke II

Perkembangan Akuntansi Manajemen setelah Perang Dunia ke II

Perkembangan Akuntansi Manajemen setelah Perang Dunia ke II
Perkembangan Akuntansi Manajemen setelah Perang Dunia ke II

Akuntansi manajemen cenderung reaktif, baru mengidentifikasi masalah dan tindakan jika timbul penyimpangan antara rencana dan pelaksanaannya.

Perkembangan dalam tahun 1950-an sampai dengan 1960-an

Didasarkan pada posisi pasar internasional yang kuat bagi negara-negara industri Barat, seperti Amerika Utara dan Inggris. Akuntansi manajemen hanya memusatkan pada biaya produksi, dan lalai memperhatikan biaya pemasaran, pengembangan produk, dan inovasi teknologi.

Masalah ketersediaan kapasitas, akibatnya pengendalian manajemen terutama berorientasi kearah pemanufakturan dan administrasi internal daripada ke arah strategik dan pertimbangan lingkungan. Dengan kondisi tersebut akuntansi manajemen menitikberatkan pada:

1.      Penentuan wewenang manajemen banyak didasarkan pada pengalaman dan posisinya daripada keahlian dan kualifikasi profesionalnya.

2.      Hirarki organisasi yang banyak digunakan menekankan pada hierarki lini dan peranan fungsi staf hanya bersifat sekunder.

3.      Keputusan yang dibuat oleh manajemen dianggap bersifat sangat terstruktur dan formal serta tujuan dan alternatif-alternatif pembuatan keputusan dapat diidentifikasikan dengan jelas.

4.      Inovasi produk dan proses produksi relatif sedikit karena produk yang ada dapat dijual dengan relatif mudah dan proses produksinya mudah dipahami.

5.      Orientasi pengendalian biaya menjadi terlalu umum, dan akibatnya efisiensi relatif rendah, biaya membuat dan memasarkan tinggi.

6.      Pusat perhatian akuntansi manajemen hanya untuk transaksi historis kurang prospektif perencanaan, pembuatan keputusan dan pengendalian.

7.      Akuntansi manajemen hanya memusatkan pada biaya produksi dan lalai memperhatikan biaya pemasaran, pengembangan produk, dan inovasi.

8.      Akuntansi manajemen cenderung reaktif kurang proaktif, sehingga gaya manajemen bersifat mekanistik tidak inovatif.

9.      Banyak menggunakan model-model dan teknik-teknik pemrograman dalam pembuatan keputusan dan proses pengendalian (Supriyono, 1997: 34).

Selanjutnya pada tahun 1950-an

Argyris dan Simon beserta para koleganya mulai memasukkan pengaruh teori organisasi dan perilaku manusia ke dalam akuntansi manajemen, namun baru dalam tahun 1970-an mulai banyak riset mengenaiaspek motivasi dan penilaian prestasi ke dalam sistem akuntansi manajemen.

Pada tahun 1965

Stanley B. Henrica menulis Standar Costs for Manufacturingdan David Solomons, menulis buku Divisional Performance: Measurementand Control, yang menunjukkan bahwa divisi suatu perusahaan mungkin membuatkeputusan yang mendasarkan pada titik pandang divisinya saja namun keputusantersebut berakibat profitabilitas perusahaan secara keseluruhan menurun.

Pada tahun 1970-an

keunggulan yang dinikmati oleh Amerika Utara dan Inggrismulai menurun, karena: (a) resesi ekonomi dunia dan kejutan harga minyak tahun1973 dan (b) munculnya negara-negara industri baru di kawasan Timur Jauh (Jepang)yang sudah menggunakan teknologi robotik dan terkendali komputer.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html

Karakteristik Akuntansi Manajemen

Karakteristik Akuntansi Manajemen

Karakteristik Akuntansi Manajemen

Karakteristik Akuntansi Manajemen
Karakteristik Akuntansi Manajemen

Sistem informasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh suatu kriteria formal yang menjelaskan sifat dari masukan, proses dan keluarannya. Kriteria tersebut fleksibel dan berdasarkan pada tujuan yang hendak dicapai manajemen.

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen dapat dipandang dari dua sudut yaitu akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe akuntansi dan akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe informasi. Sebagai salah satu tipe akuntansi, akuntansi manajemen merupakan suatu system pengolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai

intern organisasi. Sebagai salah satu tipe informasi, akuntansi manajemen merupakan tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai suatu ukuran, yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan.

Tujuan Sistem Akuntansi

Tujuan umum sistem kuntansi manajemen:

1.        Menyediakaninformasi yang diperlukan dalam penghitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang di inginkan manajemen.

2.        Menyediakaninformasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.

3.        Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja. Jadi, informas iakuntansi manajemen dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.

Kegunaan Akuntansi Manajemen

1.      Perusahaan Dagang

Akmen sebagai alat untuk melakukan analisi terhadap penentuan harga jual dan alternative kebijakan dalam menentukan proses produksi (membeli atau menghentikan pembelian,penjualan dan menerima serta menolak pesanan), analisis laba (BEP), informasi digunakan untuk penyusunan anggaran, sebagai alat evaluasi dengan terlaksananya tujuan yang dicapai, menilai kinerja perusahaan dan kinerja manajer dan pemotivasian manajer atau karyawan.

2.      Perusahaan Jasa

Sebagai alat evaluasi tercapainya tujuan, penentuan harga dalam persaingan harga, analisis laba (BEP), informasi digunakan untuk penyusunan anggaran, menilai kinerja perusahaan dan kinerja manajer dan pemotivasian manajer atau karyawan, dan produktivitas.

3.      Perusahaan Jasa Pelayanan Masyarakat

Sebagai alat evaluasi tercapainya tujuan, penentuan harga sesuai dengan peraturan pemerintah, informasi digunakan untuk penyusunan anggaran, menilai kinerja perusahaan dan kinerja manajer dan pemotivasian manajer atau karyawan, dan produktivitas.

Perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen sebagai suatu sistem pengolahan informasi keuangan terletak pada :

1.       Dasar pencatatan

2.      Fokus informasi

3.      Lingkungan informasi

4.      Sifat laporan yang dihasilkan

5.      Keterlibatan dalam perilaku manusia

6.   Disiplin sumber yang melandasi

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/09/sifat-wajib-dan-mustahil-bagi-nabi-dan-rasul-beserta-artinya.html

Cara Memandang (Judie Paxton)

Cara Memandang (Judie Paxton)

Cara Memandang (Judie Paxton)

Ketika masih duduk di SD, aku terlibat dalam perdebatan sengit dengan seorang anak lelaki di kelasku. Aku sudah lupa apa topik perdebatan kami, tetapi aku tidak lupa pelajaran yang kuperoleh hari itu.

Aku yakin sekali bahwa akulah yang benar, sedangkan ia salah. Sebaliknya, ia juga yakin bahwa ia yang benar dan aku yang salah. Maka guru kami memutuskan untuk memberikan pelajaran yang sangat penting. Ia menyuruh kami maju ke depan kelas. Aku berdiri di satu sisi meja, sementara anak itu di sisi yang lain. Di tengah meja ada satu obyek besar dan bundar. Aku melihat dengan jelas bahwa benda tsb berwarna hitam.

Lalu guru kami bertanya pada anak itu, apa warna benda tsb. “Putih”, sahutnya. Aku tak percaya mendengarnya, sebab benda tsb jelas-jelas hitam. Kami kembali berdebat dengan sengit, kali ini tentang warna benda tsb.

Guru kami kemudian menyuruhku berdiri di tempat anak tadi, sementara anak tadi berdiri di tempatku. Kami bertukar tempat, dan sekarang guru kami bertanya kepadaku, apa warna benda itu. Aku terpaksa menjawab, “Putih”, sebab benda tsb memang mempunyai dua sisi yang berbeda warna. Dari sudut ini, warna yang kelihatan adalah putih, sedangkan dari sisi yang lain warnanya hitam.

Hari itu aku mendapat pelajaran penting. Kita mesti bisa menempatkan diri pada posisi orang lain dan melihat situasinya melalui mata mereka supaya kita bisa benar-benar memahami perspektif mereka.

Guru adalah mereka yang menjadikan diri mereka jembatan. Para murid diundang untuk menyeberanginya. Setelah semua menyeberang, dengan senang hati mereka mengundurkan diri dan mendorong para murid untuk menciptakan jembatan tersebut

Baca Juga : 

KAKAK SEORANG GELANDANGAN

KAKAK SEORANG GELANDANGAN

KAKAK SEORANG GELANDANGAN

Roy Angel yang miskin memiliki kakak seorang milyuner.Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak,kakaknya menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya.Setelah itu kakak Roy Angel menanam saham pada perusahaan besar danmemperoleh untung yang besar. Kini dia tinggal di apartemen mewah diNew York dan memiliki kantor di allstreet.
Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap. Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan penuh kekaguman.”Hai.. nak” sapa Roy Anak itu melihat pada Roy dan bertanya “Apakahini mobil Tuan?””Ya,” jawab Roy singkat. “Berapa harganya Tuan?””Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa”.”Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?”Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran. “Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya”
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam,”Seandainya…. seandainya…”Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu, “Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku”.Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya: “Seandainya… seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu..”
Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya.Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya. Sampai satu kali anak itu berkata,”Tuan bersediakah Tuan mampir ke rumah saya ?Letaknya hanya beberapa blok dari sini”.Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini.”Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah” pikir Roy. “OK, mengapa tidak”, kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu.
Tiba disudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti seje nak,”Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali”.Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot. Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu. Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh.
Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya:”Lihat… seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu”.Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena ketulusan kasihseorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya.

Bungkusan

Bungkusan

Bungkusan

Bungkusan

Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmatibersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis. Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar.Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.
Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yang akan mengilhami yang lain!Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. “Kekasihku sedang menunggu. Aku hanya ingin ayam gorengku.”Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu kepada wartawan.
Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya.”Aku tidak mengerti” kata pemilik restoran. “Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon, beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?””Itulah masalahnya,” kata si pemuda. “Istriku ada di rumah. Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi darisini.”
Mudah untuk terlihat baik di depan orang-orang yang tidak mengenalmu. Banyak diantara kita yang melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ke tempat ibadah,berkata benar, dan semua orang mengira kita adalah sosok ideal yang sebenarnya tidak demikian.Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu. Tidaklah penting berapa banyak hal yang kau perbuat atau apa yang orang lain kira tentang dirimu. Yang penting adalah hal yang terdalam. Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau supaya seseorang kagum padamu – lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu seseorang yang lebih baik.

Persiapkan Lomba Tingkat Jabar

Persiapkan Lomba Tingkat Jabar

Persiapkan Lomba Tingkat Jabar

Persiapkan Lomba Tingkat Jabar
Persiapkan Lomba Tingkat Jabar

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menggelar lomba Asmaul Husna di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdik Jabar kemarin (23/4).

Menurut Ketua DWP pada Disdik Jabar, Lia Embarsari Hadadi, kegiatan tersebut selain bagian dari memperingati Hari Kartini, juga untuk mencari kandidat yang akan mewakili DWP Disdik Jabar di perlombaan yang sama tingkat provinsi.

”Sebenarnya kegiatan ini mengacu ke program-program kerja Dharma Wanita Persatuan se Provinsi Jawa Barat yang akan mengadakan lomba Asmaul Husna. Sah-sah saja seperti Darma Wanita di OPD lain yang menunjuk langsung untuk mewakili. Tetapi kami tidak seperti itu,” tutur Lia saat dikonfirmasi Jabar Ekspres di Bandung.

Dikatakan dia, DWP Disdik Jabar lebih memilih untuk melombakan daripada

menunjuk langsung. Apalagi di Jabar terdapar 27 kabupaten/kota tentu semuanya ingin turut serta mewakili DWP Disdik Jabar pada lomba tersebut. ”Yang menang lomba ini, nanti akan mengikuti lomba Asmaul Husna di tingkat provinsi pada September 2018,” ungkapnya.

Disebutkan Lia untuk kegiatan hari kemarin diikuti 81 peserta dari 27 kabupaten/kota. Banyaknya jumlah peserta tersebut karena setiap kabupaten/kota mengirimkan tiga perwakilannya.

”Mudah-mudahan yang menang dari lomba kali ini akan menjadi juara di tingkat provinsi, minimal 3 besar. Dan harapannya lainnya semoga menjadi yang terbaik,” jelasnya.

Rencananya, kegiatan perlombaan itu akan menjadi agenda tahunan, tetapi dengan tema atau kegiatan yang berbeda disesuaikan dengan agenda DWP Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi memberikan apresiasi

terhadap pelaksanaan lomba Asmaul Husna. Kegiatan itu sebut Hadadi merupakan rangkaian kegiatan DWP se Provinsi Jawa Barat.

”Jadi, kegiatan mengadakan lomba pembacaan Asmaul Husna ini inline dengan Dharma Wanita Provinsi Jawa Barat dan pusat,” katanya.

Diharapkan dengan adanya lomba tersebut selain sebagai peringatan Hari

Kartini, juga dalam pembinaan isteri-isteri PNS di lingkungan Disdik Jabar agar lebih religius, solihah dan dapat terus mendukung suami-suami bekerja supaya lebih tekun, fokus dan profesional.

”Alasan diadakan acara ini selain untuk mencari kandidat yang akan mewakili Dharma Wanita Persatuan Disdik Jabar ke lomba yang sama di tingkat provinsi. Sehingga, Kita harus mencari yang terbaik di lingkungan Disdik Jabar ini,” harapnya.

 

Baca Juga :

Program Studepreneur Mencetak Pengusaha Mandiri

Program Studepreneur Mencetak Pengusaha Mandiri

Program Studepreneur Mencetak Pengusaha Mandiri

Program Studepreneur Mencetak Pengusaha Mandiri
Program Studepreneur Mencetak Pengusaha Mandiri

LAPANGAN pekerjaan yang terbatas berbanding terbalik dengan para pencari kerja membuat persaingan semakin ketat. Untuk itulah, mahasiswa sebagai penggerak ekonomi masa depan diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas dengan menjadi wirausahawan mandiri.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas melalui program Studepreneur konsisten mencetak wirausawahan mandiri. Mahasiswa yang berminat menjadi seorang pengusaha bisa mengikuti program ini.

Kepala Bagian Pengembangan Kewirausahaan STIE Ekuitas Dr. Dito Rinaldo

Novandi CRA SE mengatakan, Studepreneur telah berjalan selama enam tahun. Setiap tahun, pihaknya sukses menghasilkan 20 mahasiswa entrepreneur yang berkompeten di berbagai bidang usaha seperti fashion, makanan dan minuman serta jasa.

”Kalau dulu semua mahasiswa dan warga umum boleh ikut Studepreneur. Namun sejak tiga tahun terakhir ini hanya dipilih 20 khusus mahasiswa setiap tahunnya melalui seleksi. Hal ini karena kami benarbenar ingin menghasilkan pengusaha yang unggul dan berkesinambungan. Bukan mahasiswa yang sekedar mengisi waktu luang dan coba-coba,” ujar Dito kepada Jabar Ekspres, belum lama ini.

Dito mengatakan, syarat mahasiswa yang bisa mengikuti Studepreneur yaitu

yang sudah memiliki produk. Meskipun produknya belum terlalu bagus dan produksinya baru sedikit jangan khawatir, karena akan diberi pelatihan dan bimbingan agar usahanya berkembang.

Dirinya menambahkan, ada tujuh level bimbingan yang dia berikan kepada mahasiswa anggota Studepreneur. Pertama, pengembangan dan penguatan softskill. Kedua, pelatihan strategi bisnis yang bekerja sama dengan para ahli di bidangnya. Ketiga, pelatihan perbaikan tata kelola bisnis untuk para anggota, Keempat, penempatan magang dan kunjungan industri sesuai bidangnya. Kelima, klinik bisnis sebagai sarana konsultasi tentang berbagai legalitas hukum seperti perizinan, PIRT, BPOM, hak cipta, hingga ekspor.

Keenam, pelatihan dan bimbingan membuat proposal usaha. Pihak kampus

pun membantu akses permodalan kepada perbankan maupun lembaga keuangan non bank. Ketujuh, Bazaar gelar produk anggota Studepreneur.

”Hingga saat ini, sudah tercatat 100 angota Studepreneur yang sukses menjalankan bisnisnya meskipun sudah lulus kuliah. Mereka ada yang membuka cafe, restoran, clothing market serta perusahaan jasa. Bahkan, ada anggota Studepreneur yang sudah mendapat omzet rata-rata Rp 60 juta hingga 80 juta per bulan,” ujar Dito.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/