KAKAK SEORANG GELANDANGAN

KAKAK SEORANG GELANDANGAN

KAKAK SEORANG GELANDANGAN
Roy Angel yang miskin memiliki kakak seorang milyuner.Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak,kakaknya menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya.Setelah itu kakak Roy Angel menanam saham pada perusahaan besar danmemperoleh untung yang besar. Kini dia tinggal di apartemen mewah diNew York dan memiliki kantor di allstreet.
Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap. Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan penuh kekaguman.”Hai.. nak” sapa Roy Anak itu melihat pada Roy dan bertanya “Apakahini mobil Tuan?””Ya,” jawab Roy singkat. “Berapa harganya Tuan?””Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa”.”Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?”Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran. “Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya”
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam,”Seandainya…. seandainya…”Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu, “Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku”.Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya: “Seandainya… seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu..”
Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya.Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya. Sampai satu kali anak itu berkata,”Tuan bersediakah Tuan mampir ke rumah saya ?Letaknya hanya beberapa blok dari sini”.Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini.”Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah” pikir Roy. “OK, mengapa tidak”, kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu.
Tiba disudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti seje nak,”Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali”.Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot. Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu. Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh.
Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya:”Lihat… seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu”.Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena ketulusan kasihseorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya.

Bungkusan

Bungkusan

Bungkusan

Bungkusan
Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmatibersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis. Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar.Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.
Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yang akan mengilhami yang lain!Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. “Kekasihku sedang menunggu. Aku hanya ingin ayam gorengku.”Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu kepada wartawan.
Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya.”Aku tidak mengerti” kata pemilik restoran. “Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon, beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?””Itulah masalahnya,” kata si pemuda. “Istriku ada di rumah. Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi darisini.”
Mudah untuk terlihat baik di depan orang-orang yang tidak mengenalmu. Banyak diantara kita yang melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ke tempat ibadah,berkata benar, dan semua orang mengira kita adalah sosok ideal yang sebenarnya tidak demikian.Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu. Tidaklah penting berapa banyak hal yang kau perbuat atau apa yang orang lain kira tentang dirimu. Yang penting adalah hal yang terdalam. Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau supaya seseorang kagum padamu – lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu seseorang yang lebih baik.

Persiapkan Lomba Tingkat Jabar

Persiapkan Lomba Tingkat Jabar

Persiapkan Lomba Tingkat Jabar

Persiapkan Lomba Tingkat Jabar
Persiapkan Lomba Tingkat Jabar

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menggelar lomba Asmaul Husna di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdik Jabar kemarin (23/4).

Menurut Ketua DWP pada Disdik Jabar, Lia Embarsari Hadadi, kegiatan tersebut selain bagian dari memperingati Hari Kartini, juga untuk mencari kandidat yang akan mewakili DWP Disdik Jabar di perlombaan yang sama tingkat provinsi.

”Sebenarnya kegiatan ini mengacu ke program-program kerja Dharma Wanita Persatuan se Provinsi Jawa Barat yang akan mengadakan lomba Asmaul Husna. Sah-sah saja seperti Darma Wanita di OPD lain yang menunjuk langsung untuk mewakili. Tetapi kami tidak seperti itu,” tutur Lia saat dikonfirmasi Jabar Ekspres di Bandung.

Dikatakan dia, DWP Disdik Jabar lebih memilih untuk melombakan daripada

menunjuk langsung. Apalagi di Jabar terdapar 27 kabupaten/kota tentu semuanya ingin turut serta mewakili DWP Disdik Jabar pada lomba tersebut. ”Yang menang lomba ini, nanti akan mengikuti lomba Asmaul Husna di tingkat provinsi pada September 2018,” ungkapnya.

Disebutkan Lia untuk kegiatan hari kemarin diikuti 81 peserta dari 27 kabupaten/kota. Banyaknya jumlah peserta tersebut karena setiap kabupaten/kota mengirimkan tiga perwakilannya.

”Mudah-mudahan yang menang dari lomba kali ini akan menjadi juara di tingkat provinsi, minimal 3 besar. Dan harapannya lainnya semoga menjadi yang terbaik,” jelasnya.

Rencananya, kegiatan perlombaan itu akan menjadi agenda tahunan, tetapi dengan tema atau kegiatan yang berbeda disesuaikan dengan agenda DWP Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi memberikan apresiasi

terhadap pelaksanaan lomba Asmaul Husna. Kegiatan itu sebut Hadadi merupakan rangkaian kegiatan DWP se Provinsi Jawa Barat.

”Jadi, kegiatan mengadakan lomba pembacaan Asmaul Husna ini inline dengan Dharma Wanita Provinsi Jawa Barat dan pusat,” katanya.

Diharapkan dengan adanya lomba tersebut selain sebagai peringatan Hari

Kartini, juga dalam pembinaan isteri-isteri PNS di lingkungan Disdik Jabar agar lebih religius, solihah dan dapat terus mendukung suami-suami bekerja supaya lebih tekun, fokus dan profesional.

”Alasan diadakan acara ini selain untuk mencari kandidat yang akan mewakili Dharma Wanita Persatuan Disdik Jabar ke lomba yang sama di tingkat provinsi. Sehingga, Kita harus mencari yang terbaik di lingkungan Disdik Jabar ini,” harapnya.

 

Baca Juga :

Program Studepreneur Mencetak Pengusaha Mandiri

Program Studepreneur Mencetak Pengusaha Mandiri

Program Studepreneur Mencetak Pengusaha Mandiri

Program Studepreneur Mencetak Pengusaha Mandiri
Program Studepreneur Mencetak Pengusaha Mandiri

LAPANGAN pekerjaan yang terbatas berbanding terbalik dengan para pencari kerja membuat persaingan semakin ketat. Untuk itulah, mahasiswa sebagai penggerak ekonomi masa depan diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas dengan menjadi wirausahawan mandiri.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas melalui program Studepreneur konsisten mencetak wirausawahan mandiri. Mahasiswa yang berminat menjadi seorang pengusaha bisa mengikuti program ini.

Kepala Bagian Pengembangan Kewirausahaan STIE Ekuitas Dr. Dito Rinaldo

Novandi CRA SE mengatakan, Studepreneur telah berjalan selama enam tahun. Setiap tahun, pihaknya sukses menghasilkan 20 mahasiswa entrepreneur yang berkompeten di berbagai bidang usaha seperti fashion, makanan dan minuman serta jasa.

”Kalau dulu semua mahasiswa dan warga umum boleh ikut Studepreneur. Namun sejak tiga tahun terakhir ini hanya dipilih 20 khusus mahasiswa setiap tahunnya melalui seleksi. Hal ini karena kami benarbenar ingin menghasilkan pengusaha yang unggul dan berkesinambungan. Bukan mahasiswa yang sekedar mengisi waktu luang dan coba-coba,” ujar Dito kepada Jabar Ekspres, belum lama ini.

Dito mengatakan, syarat mahasiswa yang bisa mengikuti Studepreneur yaitu

yang sudah memiliki produk. Meskipun produknya belum terlalu bagus dan produksinya baru sedikit jangan khawatir, karena akan diberi pelatihan dan bimbingan agar usahanya berkembang.

Dirinya menambahkan, ada tujuh level bimbingan yang dia berikan kepada mahasiswa anggota Studepreneur. Pertama, pengembangan dan penguatan softskill. Kedua, pelatihan strategi bisnis yang bekerja sama dengan para ahli di bidangnya. Ketiga, pelatihan perbaikan tata kelola bisnis untuk para anggota, Keempat, penempatan magang dan kunjungan industri sesuai bidangnya. Kelima, klinik bisnis sebagai sarana konsultasi tentang berbagai legalitas hukum seperti perizinan, PIRT, BPOM, hak cipta, hingga ekspor.

Keenam, pelatihan dan bimbingan membuat proposal usaha. Pihak kampus

pun membantu akses permodalan kepada perbankan maupun lembaga keuangan non bank. Ketujuh, Bazaar gelar produk anggota Studepreneur.

”Hingga saat ini, sudah tercatat 100 angota Studepreneur yang sukses menjalankan bisnisnya meskipun sudah lulus kuliah. Mereka ada yang membuka cafe, restoran, clothing market serta perusahaan jasa. Bahkan, ada anggota Studepreneur yang sudah mendapat omzet rata-rata Rp 60 juta hingga 80 juta per bulan,” ujar Dito.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Memperkuat Karakter Siswa Dengan Belajar Beladiri

Memperkuat Karakter Siswa Dengan Belajar Beladiri

Memperkuat Karakter Siswa Dengan Belajar Beladiri

Memperkuat Karakter Siswa Dengan Belajar Beladiri
Memperkuat Karakter Siswa Dengan Belajar Beladiri

DALAM tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat dan iman yang mantap. Agar tubuh tetap sehat, maka kita harus melakukan aktifitas dengan mengacu pada pola hidup sehat, yaitu dengan cara olahraga, mengkonsumsi makanan sehat, dan juga senantiasa berpikir positif. Tips and trick tersebut sudah tentu telah diketahui oleh banyak orang. Namun sayangnya, jarang yang mampu melaksanakan dengan sungguh-sungguh terutama dalam hal olahraga. Banyak yang tidak menyadari pentingya berjalan kaki, padahal ahli kesehatan menyarankan untuk melakukan seribu langkah setiap hari. Bergeraknya tubuh dapat menyehatkan, apalagi bila dilakukan secara teratur dan proporsional.

Banyak aktifitas olahraga yang dapat dilakukan oleh manusia, mulai dari yang ringan hingga yang berat, serta dari yang gratis hingga yang berbayar. Pilihan olahraga yang digeluti hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan serta kekuatan masing-masing. Terlalu memaksakan dalam berolahraga juga kurang baik, atau malas sekalipun itu tetap membahayakan. Pada intinya aktifitas olahraga harus bisa terukur dan teratur dan dilakukan dengan senang hati. Kesenangan dalam melakukan kegiatan olahraga mampu menghilangkan faktor kejenuhan dan mudah lelah. Sadar akan pentingnya olahraga juga menjadi pendorong semangat secara tersendiri. Kesadaran hanya dapat terbangun dari adanya pengetahuan. Pengetahuan akan pentingnya kesehatan harus senantiasa dicari.

Aktifitas beladiri bisa dijadikan sebagai wahana olahraga yang mempunyai

nilai tambah tersendiri. Nilai plus disini mengandung arti bahwa, selain berolahraga, beladiri pun dapat dijadikan sebagai sarana pertahanan diri. Tak hanya itu, sikap dan karakter pun akan terlatih dengan adanya aktifitas beladiri ini. Karena di dalam pelatihan beladiri diajarkan nilai-nilai karakter diantaranya sabar, tekun, tidak sombong, pantang menyerah, toleransi, hormat-menghormati, sportif, jujur, suka menolong, dan tanggung jawab. Tentunya nilai-nilai karakter ini pula yang akan menjadikan lingkungan menjadi lebih kondusif, aman, damai dan tenteram. Hal inilah yang akan menjadikan kehidupan menjadi lebih indah.

Banyak sekali jenis beladiri yang ada di dunia ini. Hampir sebagian terlahir

secara khas dan memiliki keunikan serta ciri khasnya tersendiri. Secara umum, beladiri di setiap negara biasanya memiliki kemiripan, baik itu dalam segi jurus, teknik maupun tradisi dalam berlatihnya. Beladiri di sebuah negara dipengaruhi oleh keadaan alam dan juga budaya masyarakat didalamnya. Tidak sedikit beladiri lahir di sebuah negara akibat dari penindasan dari kaum penjajah atau penguasa kala itu. Banyak negara-negara yang mempunyai beladiri yang khas dan juga terkenal di dunia, diantaranya adalah Jepang, Korea, China, Indonesia, Thailand, India dan lain-lain. Di masing-masing negara tersebut berkembang tidak hanya satu beladiri bahkan bisa lebih dari satu, contohnya negara jepang. Jepang memiliki beberapa jenis beladiri, dan hampir semuanya di kenal di seluruh dunia.

Jepang adalah negara yang mengekspor banyak jenis beladiri ke belahan

penjuru dunia. Beberapa beladiri yang terlahir dan tumbuh di Jepang diantaranya karate, judo, kempo, aikido, iaido, dan sumo. Setiap beladiri yang berasal dari Jepang terdapat nilai-nilai bushido. Bushido adalah sebuah kode etik ksatria golongan samurai dalam feodalisme Jepang. Bushido berasal dari nilai-nilai moral samurai, paling sering menekankan beberapa kombinasi dari kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati. Bushido dalam tradisi beladiri jepang itu adalah nilai karakter pada saat ini yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Sumber :

https://egriechen.info/

MUSRENBANG DESA/KELURAHAN

MUSRENBANG DESA KELURAHAN

MUSRENBANG DESA/KELURAHAN

MUSRENBANG DESA KELURAHAN
MUSRENBANG DESA KELURAHAN
MUSRENBANG DESA/KELURAHAN
1. Musrenbang Desa/Kelurahan adalah forum musyawarah tahunan stakeholders desa/kelurahan (pihak yang berkepentingan untuk mengatasi permasalahan desa/kelurahannya dan pihak yang akan terkena dampak hasil musyawarah) untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran berikutnya
2. Musrenbang Desa/Kelurahan dilaksanakan dengan memperhatikan rencana pembangunan jangka menengah desa/kelurahan, kinerja implementasi rencana tahun berjalan serta masukan dari nara sumber dan peserta yang menggambarkan permasalahan nyata yang sedang dihadapi.
3. Narasumber adalah pihak pemberi informasi yang perlu diketahui peserta Musrenbang untuk proses pengambilan keputusan hasil Musrenbang;
4. Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam Musrenbang melalui pembahasan yang disepakati bersama;
5. Hasil Musrenbang Desa/Kelurahan terdiri:
  • Daftar prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan sendiri oleh Desa/Kelurahan yang bersangkutan.
  • Daftar kegiatan yang akan dilaksanakan melalui Alokasi Dana Desa, secara swadaya maupun melalui pendanaan lainnya.
  • Daftar prioritas kegiatan yang akan diusulkan ke kecamatan untuk dibiayai melalui APBD Kabupaten/Kota dan APBD Propinsi.
  • Daftar nama anggota delegasi yang akan membahas hasil Musrenbang Desa/Kelurahan pada forum Musrenbang Kecamatan.

B. MUSRENBANG KECAMATAN
1. Musrenbang Kecamatan adalah forum musyawarah stakeholders kecamatan untuk mendapatkan masukan prioritas kegiatan dari desa/kelurahan serta menyepakati kegiatan lintas desa/kelurahan di kecamatan tersebut sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah kabupaten/kota pada tahun berikutnya.
2. Stakeholders kecamatan adalah pihak yang berkepentingan dengan prioritas kegiatan dari desa/kelurahan untuk mengatasi permasalahan di kecamatan serta pihak-pihak yang berkaitan dengan dan atau terkena dampak hasil musyawarah.

3. SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) adalah unit kerja Pemerintah Kabupaten/Kota yang mempunyai tugas untuk mengelola anggaran dan barang daerah.
4. Renja SKPD adalah Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah.
5. Nara Sumber adalah pihak pemberi informasi yang perlu diketahui peserta Musrenbang untuk proses pengambilan keputusan hasil Musrenbang.
6. Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam Musrenbang melalui pembahasan yang disepakati bersama.
7. Musrenbang Kecamatan menghasilkan antara lain:

  • Daftar kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan di kecamatan tersebut pada tahun berikutnya, yang disusun menurut SKPD dan atau gabungan SKPD dan
  • Daftar nama delegasi kecamatan untuk mengikuti Musrenbang Kabupaten/kota.

Baca juga ;

metoda yang dapat dipergunakan untuk menebang pohon adalah

metoda yang dapat dipergunakan untuk menebang pohon adalah

metode penenbangan pohon
metode penenbangan pohon

Beberapa metoda yang dapat dipergunakan untuk menebang pohon adalah :
a. Tumpangan (Toping)
Cara ini sangat biasa dipakai untuk menebang kayu di hutan. Penebang (belandong) pertama-tama akan menentukan arah rebah. Takik rebah dan takik balas dibuat baik dengan gergaji maupun dengan kapak. Cara ini hanya dapat dilakukan di daerah yang luas dan jauh dari jalan raya, pemukiman, jalur listrik, telepon dan lain-lain.

b. Penggalan (Sectioning)
Pemanjat pohon yang telah dilengkapi dengan tali pengaman yang dikaitkan ke tubuhnya kemudian memanjat pohon. Pemanjat menuju cabang pertama kemudian memotong dengan gergaji mesin atau kapak dan memotong cabang tersebut. Kemudian naik lagi dan memotong cabang yang lain dengan cara bersandar pada cabang lain yang aman. Demikian selanjutnya, pekerjaan diteruskan sampai ke atas. Pada saat tersebut, orang yang berada di tanah memotong-motong cabang dan ranting yang baru jatuh.
Setelah cabang-cabang terpotong, orang yang berada di bawah mulai membereskan cabang-cabang tersebut. Kemudian pemanjat turun dan pekerjaannya digantikan oleh yang lain untuk memenggal pohon bagian demi bagian yang dimulai dari bagian atas.
Bila pohon yang hendak ditebang memiliki dahan yang panjang, melintang di atas rumah, pagar, tanaman berharga dan kabel listrik, maka salah satu cara adalah dengan menggunakan tali.
Pengikatan, pemotongan dan penurunan, bagian demi bagian, walaupun ketinggalan jaman, tetapi kadang-kadang merupakan jalan yang terbaik.

c. High-lining
Cara lain yang menarik adalah high-lining. Jika pohon yang akan dipotong dikelilingi oleh benda-benda berharga yang tidak dapat disingkirkan, maka cabang dapat dipotong bagian demi bagian dan dijatuh-arahkan ke sasaran yang diinginkan. Cara ini dapat dilakukan dengan jalan menambatkan salah satu ujung tambang yang kuat pada pohon dan ujung lain di lokasi sasaran yang menjadi tempat jatuhnya bagian-bagian pohon. Tambang tersebut diusahakan mempunyai sudut kemiringan yang cukup. Tidak terlalu tajam, agar bagian pohon tidak meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi, namun sebaliknya tidak terlalu landai. Jika sudut kemiringan tambang terlalu landai, maka jatuhnya dahan tersebut mungkin akan terganggu, bahkan terhenti selain itu membutuhkan areal yang lebih jauh. Operasi pemindahan potongan cabang pohon ini berdasarkan gaya gravitasi. Dengan cara ini semua cabang dapat dipindahkan ke tempat lain dengan aman. Penebangan pohon dilakukan seperti pada cara penggalan.

d. Potong bawah (Bottoming)
Penebangan dengan cara menumbangkannya serta pembagian batang bagian demi bagian dari ujung sampai ke pangkal merupakan dua cara standar dalam penebangan pohon. Cara lainnya yang jarang ditemui adalah potong bawah (bottoming). Cara ini merupakan kebalikan dari cara yang telah dijelaskan terlebih dahulu (Haller, 1986).
Teknik ini hanya dapat dilakukan bila ada satu atau lebih pohon lain yang berukuran sama atau lebih besar di dekat pohon yang akan ditebang. Dalam cara ini, tali diikatkan di sekeliling tajuk pohon yang akan ditebang ke pohon yang tidak ditebang. Pohon yang telah diikat dengan tali di sekitar puncaknya kemudian bagian pangkalnya digergaji. Bagian pangkal/bawah dari pohon dipotong dengan posisi tetap berdiri. Panjang bagian batang yang dipotong sesuai dengan yang dikehendaki. Setelah pemotongan pohon diturunkan dengan cara mengulurkan tali sambil menjaga agar batang tetap tegak, kemudian sedikit demi sedikit pohon dipotong lagi. Demikian seterusnya sampai pohon habis terpotong

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Tahap Pembangunan Hutan Kota

Tahap Pembangunan Hutan Kota

Tahap Pembangunan Hutan Kota

Tahap Pembangunan Hutan Kota
Tahap Pembangunan Hutan Kota

1. Perencanaan
Dalam studi kajian perencanaan aspek yang diteliti meliputi : lokasi, fungsi dan pemanfaatan, aspek tehnik silvikultur, arsitektur lansekap, sarana dan prasarana, tehnik pengelolaan lingkungan. Bahan informasi yang dibutuhkan dalam studi meliputi :

  • Data fisik (letak, wilayah, tanah, iklim dan lain-lain);
  • Sosial ekonomi (aktivitas di wilayah bersangkutan dan kondisinya);
  • Keadaan lingkungan (lokasi dan sekitarnya);
  • Rencana pembangunan wilayah (RUTR,RTK,RTH), serta
  • Bahan-bahan penunjang lainnya.

Hasil studi berupa Rencana Pembangunan Hutan Kota yang terdiri dari tiga bagian, yakni:

  1. Rencana jangka panjang, yang memuat gambaran tentang hutan kota yang dibangun, serta target dan tahapan pelaksanaannya.
  2. Rencana detail yang memuat desain fisik atau rancang bangun untuk masing- masing komponen fisik hutan kota yang hendak dibangun serta tata letaknya.
  3. Rencana tahun pertama kegiatan, meliputi rencana fisik dan biayanya.

2. Kelembagaan dan Organisasi Pelaksanaannya
Organisasi pembangunan dan pengelolaan hutan kota sangat bergantung kepada perangkat yang ada dan keperluannya. Sistem pengorganisasian di suatu daerah mungkin berbeda dengan daerah lainnya. Salah satu bentuk pengorganisasiannya pembangunan dan pengelolaan hutan adalah seperti tercantum pada Gambar 2. Walikota atau Bupati sebagai kepala wilayah bertanggung jawab atas pembangunan dan pengembangan hutan kota di wilayahnya. Bidang perencanaan dan pengendalian dipegang oleh Bappeda Tingkat II yang dibantu oleh tim pembina yang terdiri dari Kanwil Departemen Kehutanan, Kanwil Departemen Pertanian dan Perkebunan, Kanwil Departemen Pekerjaan Umum, Kanwil Departemen Kesehatan, Biro Kependudukan dan Lingkungan Hidup dan yang lainnya menurut kebutuhan masing- masing kota atau daerah. Untuk pelaksanaannya dapat ditunjuk dinas-dinas yang berada di wilayahnya.

Pengelolaan hutan kota pada areal yang dibebani hak milik diserahkan kepada pemiliknya, namun dalam pelaksanaannya harus memperhatikan petunjuk dari bidang perencanaan dan pengendalian. Guna memperlancar pelaksanaannya kiranya perlu dipikirkan jasa atau imbalan apa yang dapat diberikan oleh pemerintah kepada yang bersangkutan.

3. Pemilihan Jenis
Guna mendapatkan keberhasilan dalam mencapai tujuan pengelolaan lingkungan hidup di perkotaan, jenis yang ditanam dalam program pembangunan dan pengembangan hutan kota hendaknya dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan dengan tujuan agar tanaman dapat tumbuh baik dan tanaman tersebut dapat menanggulangi masalah lingkungan yang muncul di tempat itu dengan baik.

Untuk mendapat hasil pertumbuhan tanaman serta manfaat hutan kota yang maksimal, beberapa informasi yang perlu diperhatikan dan dikumpulkan antara lain:

1. Persyaratan edaphis: pH, jenis tanah, tekstur, altitude,salinitas dan lain-lain.
2. Persyaratan meteorologis: suhu, kelembaban udara, kecepatan angin, radiasi matahari.
3. Persyaratan silvikultur: kemudahan dalam hal penyediaan benih dan bibit dan kemudahan dalam tingkat pemeliharaan.
4. Persyaratan umum tanaman:

  • Tahan terhadap hama dan penyakit,
  • Cepat tumbuh,
  • Kelengkapan jenis dan penyebaran jenis,
  • Mempunyai umur yang panjang,
  • Mempunyai bentuk yang indah,
  • Ketika dewasa sesuai dengan ruang yang ada,
  • Kompatibel dengan tanaman lain,
  • Serbuk sarinya tidak bersifat alergis,

5. Persyaratan untuk pohon peneduh jalan:

  • Mudah tumbuh pada tanah yang padat,
  • Tidak mempunyai akar yang besar di permukaan tanah,
  • Tanah terhadap hembusan angin yang kuat,
  • Dahan dan ranting tidak mudah patah,
  • Pohon tidak mudah tumbang,
  • Buah tidak terlalu besar,
  • Serasah yang dihasilkan sedikit,
  • Tahan terhadap pencemar dari kendaraan bermotor dan industri,
  • Luka akibat benturan mobil mudah sembuh,
  • Cukup teduh, tetapi tidak terlalu gelap,
  • Kompatibel dengan tanaman lain,
  • Daun, bunga, buah, batang dan percabangannya secara keseluruhan indah,

Sumber : https://filehippo.co.id/

Disdik Cimahi Terapkan Full Online untuk Pendaftaran PPDB

Disdik Cimahi Terapkan Full Online untuk Pendaftaran PPDB

Disdik Cimahi Terapkan Full Online untuk Pendaftaran PPDB

Disdik Cimahi Terapkan Full Online untuk Pendaftaran PPDB
Disdik Cimahi Terapkan Full Online untuk Pendaftaran PPDB

Dinas Pendidikan Kota Cimahi memberlakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara online. Bahkan untuk pendaftaran melalui jalur zonasi 100 persen dengan daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Hendra Gunawan mengatakan, pendaftaran secara online dilakukan, selain mencegah antrean juga agar petugas PPDB lebih fokus memverifikasi persyaratan calon siswa.

”Petugas tidak terganggu oleh antrean dan banyaknya orang yang ada di sekolah,” kata Hendra, usai meninjau pelaksanaan PPDB di SMPN 9, Jalan Mahar Martanagara, Selasa (2/7).

Menurutnya, khusus di Kota Cimahi, pihaknya bakal meneruskan PPDB secara online dengan sistem zonasi. Sebab dengan begitu, semua anak usia sekolah bisa dijangkau.

”Untuk PPDB kali ini yang mendaftar melalui zonasi semuanya secara online. Khusus untuk jalur prestasi dan mutasi mereka online dulu lalu datang ke sekolah untuk verifikasi data,” ujarnya.

Hendra mengatakan, tahun ini ada sebanyak 8.300 anak lulusan Sekolah

Dasar (SD). Sementara daya tampung yang ada saat ini hanya 7.800 siswa, sehingga pihaknya membuat dua sekolah baru yang masing-masing bisa menampung 150 siswa. Saat ini, lanjutnya, ada sebanyak 38 SMP dengan rincian 13 sekolah negeri dan 25 sekolah swasta.

”Jadi yang sudah tertampung sebanyak 8.100 siswa. Tapi untuk yang 200 ini bukan berarti mereka tidak tertampung tapi ada juga yang masuk pesantren. Kita sedang mencari datanya,” terangnya.

Dengan pelaksanaan PPDB melalui online, tampak suasana sekolah relatif sepi. Seperti yang terlihat di SMPN 9 Cimahi, di sana hanya terlihat beberapa orang masyarakat yang melakukan verifikasi data untuk PPDB jalur prestasi.

Kepala SMPN 9 Cimahi, Wahyudin Muharam menilai pemberlakuan

pendaftaran secara online membuat nyaman dan kondusif bagi pendaftar dan juga panitia PPDB. Sehingga pihaknya bisa lebih fokus dalam verifikasi data calon peserta didik.

”Memang masih ada yang kesini, itu yang daftar lewat jalur prestasi. Memang harus datang untuk verifikasi data,” kata Wahyudi.

Dia mengungkapkan, pada hari pertama PPDB memang masih banyak

masyarakat yang datang. Bahkan mereka sudah datang ke sekolah sejak pagi, sehingga pukul 07.00 WIB sudah banyak orangtua siswa yang menunggu untuk daftar. Namun, setelah diberikan arahan mekanisme pendaftaran seperti apa, maka sebagian dari mereka langsung pulang dan kembali ke sekolah asal untuk minta bantuan operator di sekolahnya.

”Sebagian ada juga yang dibantu disini karena kami mencoba fasilitasi. Alhamdulillah sekarang sekolah lengang, operator kami tinggal memverikasi saja data ajuan yang muncul di sistem,” ungkapnya.

 

Baca Juga :

PPDB Tingkat SMP di Padalarang Membeludak

PPDB Tingkat SMP di Padalarang Membeludak

PPDB Tingkat SMP di Padalarang Membeludak

PPDB Tingkat SMP di Padalarang Membeludak
PPDB Tingkat SMP di Padalarang Membeludak

Di hari pertama pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP 2019 sekolah negeri favorit di Bandung Barat membeludak antrean orangtua siswa. Bahkan orang tua siswa rela menunggu sejak pukul 05.00 WIB di depan gerbang sekolah agar dapat nomor antrean paling awal untuk memasukan berkas pendaftaran anaknya ke pihak sekolah.

Hal itu terlihat di SMP Negeri 3 Padalarang, warga yang sudah mengantre

sempat terlibat aksi saling dorong dan memaksa masuk ke kompleks sekolah. Pasalnya pihak sekolah memberlakukan nomor antrean sebanyak 100 nomor, sehingga bagi warga yang tidak dapat nomor tidak bisa masuk. Hal itu yang membuat ricuh karena ada warga antre dari pagi tidak dapat masuk.

“Antrean panjang sehingga kita desak-desakan di dekat pintu gerbang supaya bisa masuk cepat mendapatkan nomor,” kata salah satu orang tua siswa yang akan mendaftar, Toni Permana, Senin (1/7).

Warga Sukamaju, Padalarang ini mengatakan, apa yang menjadi kesepakatan rapat pihak sekolah dengan warga yang diwakili Ketua RW di sekitar sekolah tidak ditepati. Seperti soal pemberlakuan sistem zonasi dan tidak memakai NEM, yang berhak mendaftarkan adalah orangtua calon siswa dan tidak boleh diwakilkan ke orang lain, serta dalam pendaftaran calon siswa tidak wajib hadir.

“Ada poin-poin yang dilanggar makanya sempet rame. Tapi situasi kembali kondusif,” kata dia yang akan mendaftarkan anaknya luluan dari SDN Sukamaju.

Berdasarkan informasi yang didapat pihak SMPN 3 Padalarang pada hari

pertama pendaftaran membatasi hanya 100 nomor antrean dengan maksud agar pendaftar tidak bertumpuk. Namun rupanya jumlah nomor antrean tidak sebanding dengan banyaknya orang tua murid yang datang. Pada tahun ajaran ini SMPN 3 Padalarang hanya menerima sembilan rombongan belajar (rombel) atau kelas, dengan masing-masing rombel kuotanya dibatasi maksimal 32 siswa.

“Ya mungkin karena hari pertama pendaftaran jadi terjadi penumpukan orang

tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya. Ini juga pasti terjadi di sekolah favorit lainnya di KBB, tapi sejauh ini semua berjalan lancar,” kata salah seorang guru bagian TU, Siti saat coba dikonfirmasi.

 

Sumber :

http://journals.sbmu.ac.ir/en-iranjem/comment/view/18002/0/64678