Penerimaan Mahasiswa Baru Lewat Jalur Mandiri Bukan Jor-joran Uang

Penerimaan Mahasiswa Baru Lewat Jalur Mandiri Bukan Jor-joran Uang

Penerimaan Mahasiswa Baru Lewat Jalur Mandiri Bukan Jor-joran Uang

Penerimaan Mahasiswa Baru Lewat Jalur Mandiri Bukan Jor-joran Uang
Penerimaan Mahasiswa Baru Lewat Jalur Mandiri Bukan Jor-joran Uang

Jalur mandiri menjadi alternatif bagi siswa yang ingin masuk kampus negeri setelah gagal dalam seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Berdasar pengumuman SBMPTN 2019, di antara total 714.652 pendaftar, hanya 23,61 persen atau 168.742 peserta yang diterima.

Namun, isu mengenai praktik komersialisasi kerap mengiringi seleksi jalur mandiri. Sebab, calon mahasiswa bisa membayar biaya kuliah yang lebih mahal.

Menanggapi hal itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir sudah mewanti-wanti kampus negeri. “Kondisi jalur ujian mandiri menjadi ajang komersial harus semaksimal mungkin diantisipasi,” tegas Nasir saat ditemui di kantornya kemarin (10/7).

Nasir menyebutkan, saat ini ada 147 program studi S-1 baru. “Silakan masing-masing PTN mulai membuka jalur mandiri. Tapi, saya ingatkan, jangan sampai jalur mandiri ini dijadikan ajang komersialisasi,” kata Nasir.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, beberapa PTN membuka seleksi mandiri. Contohnya, Universitas Indonesia (UI) yang menggelar SIMAK UI pada 10 Juni hingga 10 Juli 2019. Demikian juga beberapa PTN lain. “Di ITB yang menerima 4.200 mahasiswa baru, 20 persennya diambil dari jalur mandiri,” ujar mantan rektor Universitas Diponegoro itu.
Menristekdikti M. Nasir. (Dok. JawaPos.com)

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi membenarkan

bahwa kampus yang dipimpinnya membuka jalur ujian mandiri. Kampusnya berprinsip, jalur mandiri bukan untuk menggalang dana. Melainkan untuk tetap memberikan kesempatan bagi siswa yang masih bertekad kuliah dan kurang mampu secara ekonomi.

Kadarsah mengatakan, pihaknya masih membuka peluang beasiswa bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi melalui jalur mandiri. Syaratnya, memberikan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan slip gaji orang tua. “Nanti tim kami akan mengecek untuk verifikasi data tersebut. Kami sediakan biaya Rp 0 dan hanya membayar 20 persen UKT (uang kuliah tunggal),” terangnya kepada Jawa Pos kemarin. Dengan demikian, meski lewat jalur mandiri, tidak ada kesan komersialisasi.

Meski begitu, ITB tetap mengutamakan kualitas calon mahasiswa. Yakni, memenuhi syarat akademik dengan lulus tes dan mencantumkan nilai UTBK. “Tetap kami akan melakukan penyaringan di tahap ujian mandiri ini,” jelas Kadarsah.

Di Surabaya, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Mochamad

Ashari mengatakan, Kemenristekdikti telah mematok kuota jalur mandiri di masing-masing PTN. Yakni, maksimal 30 persen dari total mahasiswa baru (maba). Sementara itu, kuota 70 persen dialokasikan untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN. “Kami perlu ada subsidi silang untuk mahasiswa yang ekonominya kurang. Dan, itu diambil dari jalur mandiri,” katanya.

Menurut Ashari, ITS memiliki kuota bidikmisi 850 orang. Kuota tersebut sesuai dengan peraturan Kemenristekdikti. Yakni, 20 persen dari total kuota mahasiswa baru. Kuota itu diberikan pada jalur SNMPTN dan SBMPTN. Namun, belum tentu kuota terpenuhi. “Perguruan tinggi butuh penyeimbang subsidi silang lewat jalur mandiri. Mereka yang punya kemampuan ekonomi lebih. Sebab, jalur mandiri tidak ada bidikmisi,” jelasnya.

Ashari menuturkan, besaran biaya UKT jalur mandiri ITS masih terbilang

murah. Yakni, Rp 7,5 juta per semester untuk seluruh prodi. Bedanya, pada jalur mandiri, camaba harus membayar sumbangan pengembangan institusi (SPI).

Besaran SPI di ITS berbeda-beda pada setiap prodi. Yakni, minimal Rp 20 juta hingga maksimal Rp 75 juta. Meski begitu, semakin besar biaya SPI yang dibayar tetap tidak menjamin calon peserta tersebut diterima jalur mandiri. “Jadi, bukan jor-joran uang. Semua sudah disesuaikan dengan standarnya. ITS juga tetap memprioritaskan akademik,” ujarnya.

Ashari menyebutkan, banyak pendaftar jalur mandiri yang sanggup membayar hingga ratusan juta. Namun, nilai akademik peserta di bawah rata-rata. ITS tetap tidak meloloskannya.

 

Sumber :

http://www.myfolio.com/danuaji

Lolos SBMPTN atau Tidak? Cek Nama Kamu di Sini

Lolos SBMPTN atau Tidak Cek Nama Kamu di Sini

Lolos SBMPTN atau Tidak? Cek Nama Kamu di Sini

Lolos SBMPTN atau Tidak Cek Nama Kamu di Sini
Lolos SBMPTN atau Tidak Cek Nama Kamu di Sini

Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) baru saja resmi mengumumkan nama peserta yang lolos menjadi mahasiswa di PTN. Total ada 85 Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia yang akan menampung mereka.

Pada tahun ini terdapat 714.652 peserta yang mendaftar SBMPTN. Dari

perserta yang dinyatakan lulus, terdiri atas nonbidikmisi sebanyak 119.777 orang dan bidikmisi 48.965 orang.

Secara keseluruhan peserta yang diterima hanya 168.742 orang. Setara dengan 23,61 persen. Rinciannya, kategori Non-Bidikmisi jumlah pendaftar 541.339 orang. Diterima hanya 119.777 peserta. Sedangkan untuk kategori Bidikmisi dari 173.313 pendaftar, yang diterima 48.965 peserta.

Selain itu untuk SBMPTN 2019 terdapat 2.047 pendaftar dari kelompok disabilitas. Rinciannya, 48 tunanetra, 1.003 tunarungu, 927 tunawicara, dan 69 tunadaksa. Jumlah yang diterima untuk kelompok disabilitas 364 peserta.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, bagi peserta yang dinyatakan

lulus harap segera melihat kelengkapan syarat persyaratan administrasi. Termasuk juga dengan
ketentuan, prosedur, dan jadwal registrasi pada laman resmi PTN penerima masing-masing.

Bagi peserta Bidikmisi yang dinyatakan lulus akan ada verifikasi dan seleksi

kelayakannya sebagai mahasiswa penerima bantuan Bidikmisi sesuai dengan kuota. “Selamat bagi yang diterima,” pungkasnya.

Bagi peserta SBMPTN yang ingin mengetahui namanya lolos atau tidak, cek nama kam

 

Sumber :

https://insightmaker.com/user/116805

Keterpurukan Hukum Di Indonesia

Keterpurukan Hukum Di Indonesia

Keterpurukan Hukum Di Indonesia

Keterpurukan Hukum Di Indonesia
Keterpurukan Hukum Di Indonesia

Menurut Satjipto rahardjo

sejak hukum modern semakin bertumpu pada dimensi bentuk yang menjadikannya formal dan procedural, maka sejak itu pula muncul perbedaan antara keadilan formal atau keadilan menurut hukum disatu pihak dan keadilan sejati atau keadilan substansial di pihak lain. Dengan adanya dua macam dimensi keadilan tersebut, maka kita dapat melihat bahwa dalam praktiknya hukum itu ternyata dapat digunakan untuk menyimpangi keadilan subsatansial.

Penggunaan hukum yang demikian itu tidak berarti melakukan pelanggaran

hukum, melainkan semata-mata menunjukkan bahwa hukum itu dapat digunakan untuk tujuan lain selain mencapai keadilan. Dijelaskan oleh Prof. Dr. Satjipto Raharjo, SH., progresivisme bertolak dari  pandangan kemanusiaan, bahwa manusia dasarnya adalah baik, memiliki kasih saying serta kepedulian terhadap sesama sebagai modal penting bagi membangun kehidupan berhukum dalam masyarakat. Namun apabila dramaturgi hukum menjadi buruk seperti selam ini terjadi di Negara kita, yang menjadi sasaran adalah para aparat penegak hukumnya, yakni polisi, jaksa, hakim dan advokat. Meskipun, apabila kita berfikir jernih dan berkesinambungan, tidak sepenuhnya mereka dipersalahkan dan didudukan sebagai satu-satunya terdakwa atas rusaknya wibawa hukum di Indonesia.

 

Berfikir secara progresif, menurut Satjipto Raharjo

berarti harus berani keluar dari mainstream pemikiran absolutisme hukum, kemudianmenempatkan hukum dalam posisi yang relative. Dalam hal ini, hukum harus diletakkan dalam keseluruhan persoalan kemanusian. Bekerja berdasarkan pola pikir yang determinan hukum memang per;uj. Namun itu bukanlah suatu yang mutlak dilakukan manakala para ahli hukum berhadapan dengan suatu masalah yang jika menggunakan logika hukum modern akan menciderai posisi kemanusiaan dan kebenaran.

Bekerja berdasarkan pola pikir hukum yang progresif (paradigma hukum progresif), barang tentu berbeda dengan paradigma hukum positivistis-praktis yang selama ini diajarkan di perguruan tinggi. Paradigma hukum progresif melihat faktor utama dalam hukum adalah manusua itu sendiri. Sebaliknya paradigma hukum peositivistis meyakini kebenaran hukum di atas manusia. Manusia boleh dimarjinalkan asal hukum tetap tegak. Sebaliknya paradigma hukum progresif berfikir bahwa justru hukum bolehlah dimarjinalkan untuk mencdukung eksistensialitas kemanusian, kebenaran dan keadilan.

 

Hukum progresif mengingatkan

bahwa dinamika hukum tidak kunjung berhenti, oleh karena hukum terus menerus berada pada status membangun diri, dengan demikian terjadinya perubahan social dengan didukung oleh social engineering by law yang terencana akan mewujudkan apa yang menjadi tujuan hukum progresif yaitu kesejahteraan dan kebahagiaan manusia. Untuk itu, perlu mendapatkan kehidupan hukum yang berada

Baca Juga : 

TEKNIK MESIN

TEKNIK MESIN

TEKNIK MESIN

TEKNIK MESIN
TEKNIK MESIN

Jurusan Teknik Mesin

Jurusan fTeknik Mesin didirikan berdasarkan SK Dirjen Dikti 03/DJ/KEP/1979. Ketika didirikan, Jurusan Teknik Mesin hanya memiliki Program Studi Teknik Mesin. Tahun 1987 Jurusan ini membuka Program Studi Teknik Pendingin dan Tata Udara dan Program Studi Teknik Energi. Kedua program studi ini telah berkembangn menjadi Jurusan sejak 2005. Kemudian Program Studi Teknik Aeronautika dibuka pada tahun 1990.

VISI

Menjadi jurusan yang menghasilkan tenaga ahli profesional di bidang Teknik Mesin, serta menjadi pusat unggulan dalam pendidikan, penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang diakui secara nasional maupun internasional.

MISI

1. Melaksanakan pelayanan pendidikan berdasarkan kebutuhan industri

2. Mengembangkan penelitian terapan terkait dengan permasalahan industri

3. Membuat suasana akademik yang tanggap terhadap perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang teknik Mesin

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK MESIN

Program Studi D3 Teknik Mesin (ME) menyelenggarakan proses pendidikan untuk menghasilkan tenaga Ahli Madya yang memiliki kemampuan dalam perancangan, proses pemesinan, proses fabrikasi, pemeliharaan, kendali, pengelolaan proses produksi dan pengelolaan pemeliharaan mesin.

Program Studi Teknik Mesin terdiri atas Konsentrasi Teknik Pemesinan (Production) dan Teknik Perawatan dan Perbaikan (Machinery Maintenance) serta akan dikembangkan Konsentrasi Teknik Perancangan Mesin (Construction Design) dan Teknik Fabrikasi (Fabrication). Pengembangan sain dan teknologi di Program Studi Teknik Mesin diarahkan kepada pengembangan Powder Metallurgy, Proses Pemesinan Terpadu dan Teknologi Monitoring Kondisi Mesin.

PROSPEK PROFESI LULUSAN

Lulusan program studi ini banyak diserap di berbagai industri antara lain :

  • Industri Manufaktur
  • Otomotif
  • Tekstil
  • Perminyakan
  • Industri Pertokimia
  • Rancang Bangun
  • Penerbangan
  • Jasa
  • Elektronik
  • Kontraktor (Staf Engineering)
  • Staf Pengajar/Instruktur Perguruan Tinggi

Sedangkan perusahaan/tempat lulusan bekerja tersebar di berbagai perusahaan yang memiliki reputasi cukup dikenal, seperti :

  • PT. Garuda Indonesia
  • PT. Caltex Pasific Indonesia
  • PT. Pertamina
  • PT. Schlumberger Indonesia
  • PT. BPPT
  • PT. PINDAD

FASILITAS

Fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar meliputi :

  • Ruang Kelas
  • Bengkel/Laboratorium
  • Perpustakaan Pusat
  • Perpustakaan Jurusan

Fasilitas bengkel/laboratorium yang digunakan dalam proses belajar mengajar antara lain :

  • Lab. Pengujian Bahan
  • Proses Pemesinan
  • Fabrikasi
  • CNC
  • Metrologi
  • Fluida dan Termal
  • Kendali Pneumatik dan Hidrolik
  • Pemeliharaan Dasar Mesin
  • Perancangan dan Konstruksi (CAD/CAE)
  • ACTC Welding Center
  • ACTC Otomasi
  • ACTC Design

KEGIATAN KEMAHASISWAAN

Mahasiswa mempunyai kebebasan dalam rangka mengembangkan minat bakat dan kemampuan serta dalam upaya mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa, menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dalam kegiatan kemahasiswaan. Karya-karya yang dihasilkan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung Program Studi Teknik Mesin adalah GOKART, ROBOTIC, dan Mobil Listrik

Sumber : http://www.7sixty.com/why-is-it-imperative-to-understand-mental-illness-and-mental-health.asp

PENGENALAN DASAR ETIKA PROFESI

PENGENALAN DASAR ETIKA PROFESI

PENGENALAN DASAR ETIKA PROFESI

PENGENALAN DASAR ETIKA PROFESI
PENGENALAN DASAR ETIKA PROFESI

Suatu profesi pasti memiliki suatu peraturan

peraturan yang tidak boleh dilanggar atau dilewati dalam pelaksanaannya oleh pelaku profesi tersebut , maka untuk menjaga agar suatu profesi dapat berjalan sesuai harapan dan dapat berguna dan berjalan sebagaimana mestinya , maka suatu Etika Profesi terbentuk.

Etika merupakan

suatu pembatasan tindakan atau perilaku setiap individu dalam melaksanakan kegiatan seperti kemasyarakatan,kependidikan,rumah tangga ataupun dalam kepentingan tulisan yaitu etika dalam menjalankan suatu profesi yang kita tekunin.

Sedangkan profesi merupakan

suatu kegiatan ataupun dalam hal ini bisa dikatakan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan mengetahui dasar-dasar norma profesi yang dijalankannya.
Dalam pelaksanaannya etika profesi di kelompokkan sesuai dengan kepentingan baik atau buruknya perilaku suatu pelaku profesi :

Etika Deskriptif

Etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.

Etika Normatif

Etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Dalam suatu keputusan rincian-rincian dalam isi dari etika suatu profesi biasanya dilakukan musyawarah ataupun rapat kerja yang menghasilkan butiran-butiran isi dari etika profesi yang dilakukan biasanya oleh kelompok-kelompok individu sesuai dengan bidang keahliaanya.

Dalam zaman globalisasi saat ini diharapkan para pelaku profesi lebih mementingkan etika profesi agar tidak merusak nama baik dari profesi tersebut agar tidak ada yang merasakan dirugikan .

Sekian tulisan yang saya buat , segala banyak kekurangan dalam tulisan saya ini mohon dimaklumi , karena kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber : https://github.com/jolmu/blog/wiki/Obtain-Prosperity-and-Foster-a-Spirit-of-Abundance

Ribuan Santri Demo Tolak Full Day School

Ribuan Santri Demo Tolak Full Day School

Ribuan Santri Demo Tolak Full Day School

Ribuan Santri Demo Tolak Full Day School
Ribuan Santri Demo Tolak Full Day School

Ribuan santri berdemonstrasi di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya, Bojong Koneng, Singaparna, kemarin (15/8). Mereka tegas menolak regulasi Mendikbud Muhadjir Effendy soal pemberlakuan sekolah lima hari atau full day school (FDS).

Massa aksi merupakan gabungan dari Pondok Pesantren Cipasung, Ponpes Sukamanah, Ponpes Sukahideng, Ponpes Baitul Hikmah Haurkuning Salopa, Ponpes Nurul Ihsan Cicangkudu, Ponpes Tanjungjaya, Ponpes Al-Falah, Ponpes Huda Peuteuyjaya Sariwangi dan Ponpes Manarul Hikam Ciseda Singaparna. Hadir juga massa aksi dari Nahdlatul Ulama (NU), Banser, GP Ansor dan IPNU dan organisasi di bawah NU lainnya.

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam mengatakan, NU menolak segala bentuk pelaksanaan FDS di Kabupaten Tasikmalaya. Termasuk, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2011 yang melandasi pelaksanaan kebijakan FDS ini.

Dia tegas menolak kebijakan lima hari sekolah sampai pukul 16.00 atau libur dua hari pada Sabtu dan Minggu. ”Justru dengan dua hari libur, anak akan banyak liburan atau main,” tegas KH Atam saat diwawancara usai unjuk rasa bersama santri di depan kantor bupati kemarin (15/8).

NU pun, tegas KH Atam, menolak kebijakan Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul

Ulum soal program Tambahan Jam Pelajaran (TJP) agama di SD dan SMP. Seperti diketahui TJP memindahkan pelajaran diniyah ke SD dan SMP sampai pukul 16.00. ”NU sangat keberatan seolah-olah madrasah diniah yang didirikan para ulama diganggu,” ungkap ulama kharismatik ini.

Kata KH Atam, ketika Bupati Uu tetap ingin menambah jam pelajaran siswa SMP yang tidak sekolah di madrasah diniyah dan pesantren sampai pukul 16.00 apakah akan efektif ? Menurutnya, anak malah akan kelelahan dan monoton karena proses pembelajaran agama dilaksanakan di sekolah.

KH Atam pun meminta Bupati Uu membuat peraturan daerah yang

mewajibkan anak-anak untuk mengikuti pesantren. Kemudian ketika siswa tersebut jauh dari pesantren atau madrasah diniyah, maka bisa dibuatkan asrama oleh pemerintah daerah. ”Aturan pembelajarannya seperti pesantren, jadi pulang dari sekolah, siswa itu diarahkan ke asrama,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang juga pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya H Edeng ZA mengatakan kebijakan FDS ini bisa negatif dan positif sebetulnya. Positifnya di daerah yang tidak ada madarash diniah dan pesantren anak akan terarahkan dan kenakalan remaja bisa dicegah sehingga bisa menyelamatkan genarasi muda.

Tetap kalau negatifnya, madrash diniyah akan tergusur ketika pendidikan

diniah dipindahkan ke sekolah formal. ”FDS ini kalau di Tasikmalaya tidak cocok. Berbagilah. Kalau sekolah itu mencerdaskan akal anak, madrasah diniyah dan pesantren mendidik emosionalnya,” paparnya seperti dilansir Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group).

 

Baca Juga :

 

 

Menristekdikti Ingatkan Jangan Plagiat sampai Bahaya Medsos

Menristekdikti Ingatkan Jangan Plagiat sampai Bahaya Medsos

Menristekdikti Ingatkan Jangan Plagiat sampai Bahaya Medsos

Menristekdikti Ingatkan Jangan Plagiat sampai Bahaya Medsos
Menristekdikti Ingatkan Jangan Plagiat sampai Bahaya Medsos

Ada sejumlah peringatan yang disampaikan Menristekdikti Mohamad Nasir saat menjadi inspektur upacara (irup) peringatan HUT RI ke-72 di lapangan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan (17/8). Mulai dari kejahatan akademik plagiat, paham radikal, sampai bahaya kebablasan menggunakan media sosial (medsos).

Di depan seratus lebih peserta upacara, Nasir mengingatkan supaya akademisi kampus membangun budaya anti plagiat. Sebab plagiat merupakan pengingkaran terhadap kejujuran. Dia menegaskan jangan sampai ada civitas akademika kampus yang terlibat plagiat. “Kampus harus bersih, jangan ada korupsi,” jelasnya.

Sebaliknya kampus harus membangun budaya inovasi. Nasir mengatakan

sesama kampus bisa menjalin kerjasama untuk meningkatkan level inovasinya. Bahkan kampus bisa juga menjalin kerjasama dengan industri. Supaya hasil inovasinya sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dalam amanahnya Nasir juga menyinggung soal penggunaan medsos. Dia mengatakan kebebasan menggunakan medsos sudah kebablasan. Di banyak kasus, medsos malah digunakan media memecah bangsa. “Ada oknum tidak bertanggung jawab,” jelasnya. Oknum ini rajin menyebarkan hujatan, hasutan, berita palsu atau hoax, dan lain sejenisnya.

Pesan yang berikutnya soal radikalisme. Dia mengatakan tidak perlu

menggunakan senjata dalam memerangi paham radikalisme. Khususnya di lingkungan kampus. Menurut Nasir radikalisme bisa dilawan dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang baik. Nasir mengingatkan supaya kembali memperteguh bhineka tunggal ika. Kemudian juga menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab.

Dalam upacara kali ini Nasir menggunakan pakaian adat Betawi. Sejatinya dia ingin menggunakan pakaian adat Surabaya. “Tetapi setelah saya amati kok jadi seperti akan main ludruk,” katanya lantas tertawa setelah upacara.

Seluruh peserta menggunakan pakaian adat masing-masing. Seperti Sekjen

Kemenristekdikti Ainun Naim menggunakan pakaian ada Surabaya. Guru besar UGM ini seperti pemain ludruk Surabaya. Lalu Irjen Kemenristekdikti Jamal Wiwoho menggunakan pakaian adat dari Solo, khas seperti dalang.

 

Sumber :

https://www.givology.org/~danuaji/blog/694053/

Catatkan Rekor, Menteri Susi Hipnotis Mahasiswa ITB

Catatkan Rekor, Menteri Susi Hipnotis Mahasiswa ITB

Catatkan Rekor, Menteri Susi Hipnotis Mahasiswa ITB

Catatkan Rekor, Menteri Susi Hipnotis Mahasiswa ITB
Catatkan Rekor, Menteri Susi Hipnotis Mahasiswa ITB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi tamu istimewa di sela kegiatan Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) ITB di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Jumat (18/8). Para mahasiswa baru yang menyambut antusias kehadiran Susi.

Rektor ITB Kadarsyah Suryadi mengatakan, kegiatan itu menjadi ajang

pengenalan mahasiswa tentang kemahasiswaan dan studi di lingkungan Kampus ITB. Kehadiran Susi adalah yang ketiga kalinya. Pertama pada 2011 lalu. Saat itu, Susi datang ke ITB sebelum menjabat sebagai menteri.

ITB memberikan penghargaan Ganesha Widya Jasa Aditama. “Itu penghargaan tertinggi yang diberikan ITB,” ujar rektor dalam sambutannya.

Selanjutnya, pada 2016 lalu, Susi datang ke ITB dengan memberikan kuliah umumnya di Aula Barat ITB. “Dalam sejarah, itu terpenuh pesertanya,” ucapnya.

Kehadiran Susi juga ternyata hari ini mampu menyedot perhatian mahasiswa

ITB. Kehadiran Susi juga mencetak sejarah tersendiri bagi ITB. “Hari ini memecahkan rekor, ini adalah terpenuh pesertanya dalam sejarah (ITB),” ungkap Kadarsyah.

Dalam kegiatan itu diperkirakan ada sekitar empat ribu mahasiswa baru yang hadir. Mereka memenuhi setiap kursi yang tersedia di Sabuga.

Menteri Susi sendiri tak menyangka kehadirannya ternyata disambut antusias

mahasiswa ITB. Lantas dia menyampaikan bahwa jika seluruh Indonesia bersatu layaknya mahasiswa yang hadir, Indonesia tentu akan menjadi negara kuat.

“Kalau Indonesia punya ini semua bersatu menjadi satu, kita pasti bisa

(melakukan apapun) kalau kita mau,” jelas Susi dalam pembukaannya.

Dalam pemaparannya, Susi lantas menyampaikan seputar keluatan Indonesia yang kini berada di bawah kepemimpinannya.

 

Sumber :

https://danuaji.kinja.com/ways-to-spread-environmental-education-online-1835886285

Mendikbud: Kalau Semua Soal Mudah, Itu Namanya Bukan Ujian

Mendikbud Kalau Semua Soal Mudah, Itu Namanya Bukan Ujian

Mendikbud: Kalau Semua Soal Mudah, Itu Namanya Bukan Ujian

Mendikbud Kalau Semua Soal Mudah, Itu Namanya Bukan Ujian
Mendikbud Kalau Semua Soal Mudah, Itu Namanya Bukan Ujian

Soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mata pelajaran Matematika banyak dikeluhkan siswa SMA peserta ujian. Menanggapi itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, soal yang sulit hanya sekitar 10 persen dari seluruhnya.

Sejauh ini, banyak siswa yang mengeluhkan soal Matematika karena dianggap tidak sesuai dengan kisi-kisi soal persiapan UNBK.

“Tidak keseluruhan, hanya 10 persen saja dari soal. Kalau semua soal mudah, itu namanya bukan ujian,” ujarnya usai meninjau pelaksanaan UNBK tingkat SMP di sejumlah sekolah di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Rabu (18/4).
Mendikbud: Kalau Semua Soal Mudah, Itu Namanya Bukan Ujian

Meski demikian, kritik dan saran dari masyarakat mengenai sulitnya soal

UNBK akan ditampung. Kemendikbud akan mengevaluasi soal-soal materi ujian nasional di tahun depan. Namun dia menegaskan, evaluasi soal-soal ujian itu bukan berarti kualitasnya diturunkan.

“Namanya ujian yah sulit, kalau mudah bukan ujian namanya. Tahun depan akan diperbaiki, tapi bukan berarti diturunkan kualitasnya,” ungkapnya.

Diberitakan sebeluumnya, salah seorang siswa asal SMA Negeri 4 Kota

Cirebon, Presiden Fadilla Cantik mengaku kesulitan dengan soal-soal ujian nasional lalu.

Siswa kelas XII IPA itu mengeluhkan, contoh soal-soal yang dipelajari saat

pengayaan materi ujian nasional, hanya sebagian kecil saja yang keluar. Selebihnya, banyak soal yang tidak sesuai dengan yang diajarkan.

“Jadi tuh, soalnya sulit. Waktu diajarkan di pengayaan materi sama yang di-UN-kan, jenis soalnya beda,” keluhnya.

 

Baca Juga :

 

 

1.658 Calon Mahasiswa Diterima di Unair Melalui SNMPTN

1.658 Calon Mahasiswa Diterima di Unair Melalui SNMPTN

1.658 Calon Mahasiswa Diterima di Unair Melalui SNMPTN

1.658 Calon Mahasiswa Diterima di Unair Melalui SNMPTN
1.658 Calon Mahasiswa Diterima di Unair Melalui SNMPTN

Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah diumumkan Selasa sore (17/4). Sebanyak 1.658 calon mahasiswa diterima di Universitas Airlangga melalui SNMPTN tahun ini.

Secara keseluruhan, pendaftar SNMPTN yang memilih Unair sebanyak 31.235 pendaftar. Dari 1.658 yang diterima, 370 diantaranya adalah peserta bidikmisi. Unair sendiri punya kuota bidikmisi sebanyak 780 kursi. “Jadi sekarang sudah separo kuota bidikmisi yang terpenuhi,” terang Rektor Unair Prof. Dr. M. Nasih kepada wartawan, Selasa (17/4) sore.

Meskipun demikian, pendaftar yang lolos bidikmisi masih harus melalui satu tahapan lagi. Yakni verifikasi faktual terhadap kondisi keluarga calon mahasiswa.

Nasih mengatakan, verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa calon mahasiswa penerima bidikmisi yang diterima benar-benar berasal dari keluarga yang tidak mampu. “Kami akan terjunkan tim dari bagian keuangan untuk mengkroscek kondisi ekonomi mereka,” kata Nasih.

Jika ternyata penerima bidikmisi itu berasal dari keluarga mampu, maka dia harus membayar biaya kuliah sebagaimana mahasiswa non bidikmisi. “Namun tidak menggugurkan diterimanya dia di Unair. Dia tetap bisa berkuliah di Unair cuma bayarnya sama seperti mahasiswa lainnya,” imbuhnya.

Secara umum, tahun ini Unair telah menerima calon mahasiswa melalui jalur

SNMPTN dari 610 SMA/SMK se-Indonesia. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang masih berada di kisaran angka 500-an.

Nasih merinci enam prodi yang memiliki keketatan tertinggi. Di bidang science dan teknologi antara lain adalah Kesehatan Masyarakat yang diminati 2.081 pendaftar namun hanya menerima 72 mahasiswa; Apoteker 1.843 pendaftar, menerima 72 mahasiswa; dan Pendidikan Dokter 1.710 pendaftar, menerima 75 mahasiswa.

Sementara tiga prodi di bidang dari sosial yang tertinggi keketatannya antara

 

lain Manajemen dengan total 2.028 pelamar, cuma menerima 75 mahasiswa; Psikologi dengan 1.836 pelamar, menerima 66 mahasiswa dan Akuntansi dengan 1.761 pelamar, menerima 75 mahasiswa.

Nasih mengimbau kepada mereka yang tidak lolos SNMPTN agar tidak

berkecil hati. Sebab masih ada jalus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri.

Unair sendiri tergabung ke dalam Panlok 50 Surabaya. Hingga Selasa sore, pelamar SBMPTN di Panlok 50 Surabaya berjumlah 9.355 orang. Diprediksi lonjakan pendaftar akan terjadi pasca pengumuman SNMPTN. “Yang sudah diterima SNMPTN wajib melakukan registrasi. Jadi yang diterima SNMPTN tidak boleh undur diri dan mengikuti ujian SBMPTN,” pungkas pria berkaca mata tersebut.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/kata-ulang/