Cara Budidaya Ikan Severum (Cichlasoma Severum)

Cara Budidaya Ikan Severum (Cichlasoma Severum)

Cara Budidaya Ikan Severum (Cichlasoma Severum)

Cara Budidaya Ikan Severum (Cichlasoma Severum)
Cara Budidaya Ikan Severum (Cichlasoma Severum)

Severum (Cichlasoma Severum)

berasal dari Guyana, Rio Negro, Sungai Amazon. Ikan ini bersifat sedikit karnivora mengarah ke omnivora. Spesies ini cukup besar, dapat mencapai 15 cm. Tubuhnya berwarna kuning kehijauan dan sangat cerah. Ikan muda sangat cantik, mirip diskus, karena bentuk badan dan siripnya agak membulat. Sirip punggung dan sirip perut betina lebih panjang dan runcing dibanding jantan.

Ikan Severum merupakan ikan yang bersifat pendamai saat masih muda, saat ikan severum dewasa matang gonad memiliki sifat teritorialis / agresif menjelang kawin. Ikan severum dikhususkan untuk akuarium dengan kapasitas besar dengan jumlah kecil untuk menghindari sifat agresif dan teritorial, ikan tersebut tidak dapat dicampur dengan ikan hias lain. Cara pemijahannya ikan severum hampir sama dengan Ikan Oskar. Hanya saja ikan ini membutuhkan pakan hidup seperti anak ikan atau udang yang lebih banyak saat masih berupa calon induk. Bila kurang pakan maka induk akan mudah sakit dan kualitas telurnya akan jelek (tidak menetas).

Parameter Ikan Severum

Suhu pH Oksigen Umur Indukan jumlah Telur
22-27 C 6-7 > 3 > 1 tahun >1000

Pemilihan Induk Ikan Severum

lnduk yang akan dipijahkan berumur antara 10-12 bulan dan ukuran tubuhnya 12-15 cm.
lnduk jantan bertubuh lebih besar dengan wama cerah clan berbintik-bintik lebih jelas.
lnduk betina bertubuh agak kecil, bulat dengan wama lebih pucatdan bintik-bintiknya kurang jelas.
Jika telah matang kelamin induk betina berwarna lebih cerah selama masa birahinya, sedangkan yang jantan berwarna lebih gelap dan bergaris-garis pada badannya lebih kelihatan.

Pemeliharaan Induk

4 hari sebelum penetasan ikan diberi pakan dengan kadar protein tinggi
Berupa pakan alami antara lain: kutu air, cuk, cacing sutera dll.
Untuk menunjang keberhasilan telur menetas
Perbandingan jantan dan betina 1:1 untuk ukuran aquarium 70x30x30

Pemilihan Tempat

Pemijahan Severum bisa dilakukan didalam bak-bak semen atau akuarium, diisi air yang telah diendapkan selama 12 ~ 24 jam setinggi 30 ~ 40 cm.
Severum termasuk ikan yang meletakkan telurnya pada benda-benda yang terletak vertikal didalam air
Sehingga perlu dipasang potongan pipa paralon didalam akuarium pemijahan Severum
Untuk menghindari telur dari serangan jamur, bisa ditreatment, caranya : teteskan Methylen blue 5% sebanyak 5 – 7 tetes kedalam akuarium yang berisi telur.

Pemijahan Ikan Severum

Sepasang induk Ikan Severum yang telah matang telur dimasukkan ke dalam bak.
Kolam Sudah diberi tempat pemijahan (paralon vertikal)
Setelah selesai memijah, induk jantannya dipindahkan saja ketempat lain. Sedangkan induk betina, dibiarkan saja tetap didalam akuarium supaya ia merawat telur dan anaknya bila telah menetas kelak.
Selama proses penetasan jumlah oksigen perlu ditingkatkan. Untuk itu, maka didalam akuarium penetasan perlu dipasang aerator
Telur umumnya menetas setelah 2 – 3 hari. Setelah itu, larvanya sudah mulai bergerak-gerak.Setelah menetas semua larva ikan bisa dipisahkan dengan indukan

Pemberian Pakan Larva

Umur seminggu, benih sudah bisa diberi makan artemia atau rotifera.
Baru setelah berumur 2 minggu, anak-anak Severum diberi makan kutu air saring. Minggu berikutnya, bisa dicoba dengan cacing sutera ( tubifex ).
Pakan berupa udang kecil umum diberikan bila ukuran ikan sudah mencapai 3-4 cm. Pemberian udang agar warna merahnya cepat muncul. Ukuran mulai dijual sekitar 4 cm dengan lama pemeliharaan 3 bulan.

Sumber: https://berkebun.co.id/

Remote Procedur Call dan Database

Remote Procedur Call dan Database

Remote Procedur Call dan Database
Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah metode yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure. Pendekatan yang dilakuan adalah sebuah server membuka socket, lalu menunggu client yang meminta prosedur yang disediakan oleh server. Bila client tidak tahu harus menghubungi port yang mana, client bisa me- request kepada sebuah matchmaker pada sebuah RPC port yang tetap. Matchmaker (pencocok port) akan memberikan port apa yang digunakan oleh prosedur yang diminta client.
RPC masih menggunakan cara primitif dalam pemrograman, yaitu menggunakan paradigma procedural programming. Hal itu membuat kita sulit ketika menyediakan banyak remote procedure. RPC menggunakan socket untuk berkomunikasi dengan proses lainnya. Pada sistem seperti SUN, RPC secara default sudah ter- install kedalam sistemnya, biasanya RPC ini digunakan untuk administrasi sistem. Sehingga seorang administrator jaringan dapat mengakses sistemnya dan mengelola sistemnya dari mana saja, selama sistemnya terhubung ke jaringan.
Cara Kerja RPC : Tiap prosedur yang dipanggil dalam RPC, maka proses ini harus berkoneksi dengan server remote dengan mengirimkan semua parameter yang dibutuhkan, menunggu balasan dari server dan melakukan proses kemudian selesai. Proses di atas disebut juga dengan stub pada sisi klien. Sedangkan Stub pada sisi server adalah proses menunggu tiap message yang berisi permintaan mengenaiprosedur tertentu. Gambar dibawah ini adalah Alur Remote Procedure Call.
Diagram diatas memberikan gambaran mengenai flow dari eksekusi dalam proses RPC. Berikut ini adalah diagram yang akan menjelaskan secara rinci mengenai proses yang terjadi pada klien dan server dalam eksekusi suatu prosedur RPC : Gambar dibawah adalah  Proses Klien Server dalam RPC :
Berikut penjelasan dari diagram diatas :
  1. Klien memanggil prosedur stub lokal. Prosedur Stub akan memberikan parameter dalam suatu  paket yang akan dikirim ke jaringan. Proses ini disebut sebagai marshalling.
  2. Fungsi Network pada O/S (Operating system – Sistem Operasi) akan dipanggil oleh stub untuk mengirim suatu message.
  3. Kemudian Kernel ini akan mengirim message ke sistem remote. Kondisi ini dapat berupa  connectionless atau connection-oriented.
  4. Stub pada sisi server akan melakukan proses unmarshals pada paket yang dikirim pada network.
  5. Stub pada server kemudian mengeksekusi prosedur panggilan lokal.
  6. Jika eksekusi prosedur ini telah selesai, maka eksekusi diberikan kembali ke stub pada server.
  7. Stub server akan melakukan proses marshals lagi dan mengirimkan message nilai balikan ( hasilnya ) kembali ke jaringan.
  8. Message ini akan dikirim kembali ke klien.
  9. Stub klien akan membaca message ini dengan menggunakan fungsi pada jaringan.
  10. Proses unmarshalled kemudian dilakukan pada message ini dan nilai balikan akan diambil untuk kemudian diproses pada proses lokal.

Baca Juga :

Transaksi Online Sistem Pengolahan Desain

Transaksi Online Sistem Pengolahan Desain

Transaksi Online Sistem Pengolahan Desain
Untuk membangun sebuah sistem OLTP, desainer harus tahu bahwa sejumlah besar pengguna konkuren tidak mengganggu kinerja sistem. Untuk meningkatkan kinerja sistem OLTP, desainer harus menghindari penggunaan berlebihan dari indeks dan cluster.
Unsur-unsur berikut sangat penting untuk kinerja sistem OLTP :
Segmen Rollback adalah bagian dari database yang merekam tindakan transaksi dalam hal transaksi yang terguling kembali. Segmen rollback menyediakan membaca konsistensi, memutar kembali transaksi, dan memulihkan database.
Cluster Sebuah adalah skema yang berisi satu atau lebih tabel yang memiliki satu atau lebih kolom yang sama. Mengelompokkan tabel dalam database meningkatkan kinerja bergabung operasi.
Transaksi diskrit Semua perubahan data ditangguhkan sampai transaksi melakukan transaksi selama diskrit. Hal ini dapat meningkatkan kinerja pendek, non – didistribusikan transaksi.
Blok (penyimpanan data) ukuran Ukuran blok data harus kelipatan dari ukuran blok sistem operasi dalam batas maksimum untuk menghindari yang tidak perlu I / O.
Cache buffer size Untuk menghindari konsumsi sumber daya yang tidak perlu, tune SQL pernyataan untuk menggunakan database buffer cache.
Alokasi dinamis ruang untuk meja dan segmen rollback Pemrosesan transaksi monitor dan server multi – threaded Sebuah monitor pemrosesan transaksi digunakan untuk koordinasi pelayanan. Hal ini seperti sistem operasi dan melakukan koordinasi pada tingkat tinggi granularity dan dapat menjangkau perangkat komputasi ganda.
Partisi (database) Partisi meningkatkan kinerja untuk situs yang memiliki transaksi reguler saat masih menjaga ketersediaan dan keamanan.
Tuning database Dengan database tuning, sistem OLTP dapat memaksimalkan kinerjanya sebagai efisien dan secepat mungkin.

Network Online Transaction Processing

Network Online Transaction Processing

Network Online Transaction Processing
Proses transaksi online, atau OLTP, adalah kelas sistem informasi yang memfasilitasi dan mengelola aplikasi berorientasi transaksi, biasanya untuk entri data dan pengambilan proses transaksi. Istilah ini agak ambigu, beberapa mengerti “transaksi” dalam konteks komputer atau database transaksi, sementara yang lain (seperti Processing Performance Council Transaksi) mendefinisikannya dalam hal bisnis atau transaksi komersial.
OLTP juga telah digunakan untuk merujuk kepada proses dimana sistem merespon segera permintaan pengguna. Sebuah mesin teller otomatis (ATM) untuk bank adalah contoh dari aplikasi pemrosesan transaksi komersial. Aplikasi pemrosesan transaksi online throughput yang tinggi dan memasukkan atau memperbarui intensif dalam manajemen database. Aplikasi ini digunakan secara bersamaan oleh ratusan pengguna. Tujuan utama dari aplikasi OLTP adalah ketersediaan, kecepatan, concurrency dan pemulihan.
Mengurangi jejak makalah dan cepat, perkiraan yang lebih akurat pendapatan dan beban keduanya contoh bagaimana OLTP membuat hal-hal sederhana untuk bisnis. Namun, seperti banyak solusi teknologi informasi secara online modern, beberapa sistem membutuhkan perawatan secara offline, yang selanjutnya mempengaruhi analisis biaya – manfaat sistem pemrosesan transaksi online.
Sistem OLTP
Sistem OLTP adalah sistem pengolahan data yang populer di perusahaan saat ini. Beberapa contoh sistem OLTP termasuk order entry, penjualan ritel, dan sistem transaksi keuangan.Sistem pemrosesan transaksi online semakin membutuhkan dukungan untuk transaksi yang span jaringan dan dapat mencakup lebih dari satu perusahaan. Untuk alasan ini, perangkat lunak proses transaksi online yang modern menggunakan client atau pemrosesan server dan software brokering yang memungkinkan transaksi untuk dijalankan pada platform komputer yang berbeda dalam jaringan.
Dalam aplikasi besar, efisien OLTP tergantung pada perangkat lunak yang canggih manajemen transaksi (seperti CICS ) dan / atau basis data taktik optimasi untuk memudahkan pengurusan sejumlah besar update bersamaan ke database OLTP berorientasi. Untuk lebih menuntut sistem database desentralisasi, program percaloan OLTP dapat mendistribusikan proses transaksi antara beberapa komputer pada jaringan. OLTP sering diintegrasikan ke dalam arsitektur berorientasi layanan (SOA) dan layanan Web Online.
Transaction Processing (OLTP) melibatkan pengumpulan informasi masukan, pengolahan informasi dan memperbarui informasi yang ada untuk mencerminkan informasi yang dikumpulkan dan diproses. Pada hari ini, sebagian besar organisasi menggunakan sistem manajemen database untuk mendukung OLTP.
OLTP dilakukan dalam sistem client server. Online Proses Transaksi kekhawatiran tentang concurrency dan atomicity. Kontrol Concurrency menjamin bahwa dua pengguna mengakses data yang sama dalam sistem database tidak akan dapat mengubah data yang atau pengguna harus menunggu sampai pengguna lain selesai diproses, sebelum mengubah potongan data.
Kontrol atomicity menjamin bahwa semua langkah dalam transaksi yang berhasil diselesaikan sebagai sebuah kelompok. Artinya, jika ada langkah-langkah antara transaksi gagal, semua langkah-langkah lain harus gagal juga.

TikTok Meluncurkan Search Engine Toutiao

TikTok Meluncurkan Search Engine Toutiao

TikTok Meluncurkan Search Engine Toutiao

Induk dari perusahaan TikTok, ByteDance, baru saja meluncurkan mesin pencarian setara dengan Google pada hari ini (13/8).

Mesin pencarian itu bernama Toutiao Search, keberadaan domainnya masih di bawah Agregator berita milik BytheDance.

Belakangan ini memang beredar rumor TikTok akan merilis smartphone, tetapi kini perusahaan induknya malah mengembangkan sayap dalam membangun Search Engine miliknya sendiri.

Baca juga: Tips Abadikan Momen Liburan di TikTok

Cara kerja Toutiao Search sama seperti Search Engine lainnya, yakni dengan

menarik hasil web dan property lainnya yang dimiliki oleh ByteDance.

Toutiao Search hanya bekerja bagi media China, jadi pengguna hanya akan dapat melihat berita yang telah disetujui di Negara China.

Melihat target pengguna yang hanya di China, sepertinya tidak akan menjadi ancaman bagi Google.

Namun, hal itu menjadi ancaman bagi Search engine populer di China seperti

Baidu. Baidu menjadi mesin pencari terkemuka di China dengan pangsa pasar 76%.

Baca juga: Pertama di Indonesia, TikTok Sticker Festival Digelar

Mempertimbangkan popularitas ByteDance, Toutiao memiliki potensi untuk

memakan pangsa pasar Baidu.

ByteDance saat ini merupakan startup paling bernilai tinggi di dunia, yang membuat peluncuran mesin pencari sendiri menjadi sangat terkenal.

 

Baca Juga :

Xiaomi Siapkan Kamera 108MP

Xiaomi Siapkan Kamera 108MP

Xiaomi Siapkan Kamera 108MP

Pekan lalu, Xiaomi mengumumkan mereka telah bermitra dengan Samsung

untuk mengembangkan sensor gambar pertama dengan tiga digit dalam megapiksel. Dan hari ini, Samsung mengonfirmasi hal tersebut.

Sensor 108MP ISOCELL Bright HMX diperkenalkan usai tiga bulan Samsung

mengumumkan sensor 64MP-nya. Produsen mengakui komponen baru ini adalah hasil kolaborasi erat antara pihaknya dan Xiaomi.

Produksi massal sensor akan dimulai akhir bulan ini. Resolusi sensor adalah 12032×9024.

Karena sensor 108MP adalah sensor gambar seluler pertama yang berukuran besar 1/1,33 inci, sensor ini bakal menghasilkan apa yang disebut Samsung sebagai foto “luar biasa” dalam kondisi cahaya redup.

Ketika berbicara tentang sensor pencitraan, semakin besar sensor, semakin

banyak cahaya yang bisa melewatinya. Teknologi Samsung Tetracell yang menggabungkan empat piksel menjadi satu untuk menghasilkan foto 27MP saat pencahayaan rendah juga membantu meningkatkan foto yang kurang cahaya.

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

Motorola One Action Meluncur 23 Agustus di India

Motorola One Action Meluncur 23 Agustus di India

Motorola One Action Meluncur 23 Agustus di India

Motorola One Action sering muncul dalam bocoran beberapa waktu terakhir.

 

Kabar terbaru Motorola One Action Dikabarkan Meluncur 23 Agustus di India, seperti dilaporkan Android Authority.

Seperti namanya, ini adalah bagian dari program Android One dengan janji pembaruan yang cepat.

Motorola One Action dikatakan memiliki layar sentuh LCD 6,3 inci 1080p LCD

dengan rasio aspek 21:9, chipset Exynos 9609 dan baterai 3.500 mAh.

Sistem kamera belakangnya terdiri dari kamera utama 13 MP, sensor angel-wide dengan bidang pandang 117 derajat, dan sensor kedalaman.

Baca Juga:Terungkap, Motorola One Action Gunakan Punch Hole Camera

Berdasarkan bocoran sebelumnya, harganya di Eropa diperkirakan mencapai

Rp4,8 juta untuk model tertingginya dengan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 128 GB.

Rumor juga menyebutkan, adanya spesifikasi yang lebih rendah. Opsinya adalah RAM 3 GB dengan penyimpanan bawaan 32 GB dan RAM 4 GB yang disokong ROM 64 GB.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/

Kehujahan istishhab

Kehujahan istishhab

Kehujahan istishhab

Kehujahan istishhab
Kehujahan istishhab

 

Para ulam usul fiqih berbeda pendapat tentang kehujahan istishhab diantaranya:

Pertama

menurut mayoritas mutakalimin (ahli kalam ), istishhab tidak bisa dijadikan dalil karena hukum yang ditetepkan pada masa lampau menghendaki adanya dalil. Demikian pula untuk menetapkan hukum yang sama pada masa sekarang dan yang akan datang , harus pula berdasarkan dalil. Alasan mereka, mendasarkan hukum pada istishhab, merupakan penetapan hukum tanpa dalil, sekalipun suatu hukum telah ditetapkan pada masa lampau dengan suatu dalil, namun untuk memberlakukan hukum itu untuk masa yang akan datang diperlukan dalil yang lain. Istishhab menurut mereka bukan dalil. Karena menetapkanhukum yang ada di masa lampau berlangsung terus sampai masa yang akan datang.

Kedua

menurut mayoritas hanafiyyah, khususnya muta’akhirin (genarasi belakangan ), istishhab bisa menjadi hujah untuk menetapkan hukum yang telah ada sebelumnya dan mengaggap hukum itu tetap berlaku pada masa yang akan datang. Tetapi tidak bisa menetapkan hukum yang akan ada. Alasan mereka , seorang mujtahid dalam meneliti hukum suatu masalah yang sudah ada, mempunyai gambaran bahwa hukumnya sudah ada atau sudah dibatalkan. Akan tetapi tidak mengetahui atau tidak menemukan dalil yang menyatakan bahwa hukum itu telah dibatalkan. Dalam kaitan ini mujtahid tersebut harus berpegang pada hukum yang sudah ada, karena dia tidak mengetahui adanya dalil yang membatalkan hukum itu. Namun demikian penetapan ini, hanya berlaku pada kasus yang sudah ada hukumnya dan tidak berlaku pada kasus yang akan ditetapkan hukumnya, artinya, istishhab hanya bisa dijadikan hujah untuk mempertahankan hukum yang sudah ada, selama tidak ada dalil yang membatalkan hukum itu, tetapi tidak berlaku untuk menetapkan hak yang baru muncul.

Ketiga

ulama malikiyyah, syafi’iyyah, hanabila, zhahiriyah dan syi’ah berpendapat bahwa istishhab bisa menjadi hujjah secara mtlak untuk menetapkan hukum yang sudah ada, selam belum ada dalil yang mengubahnya. Alasan mereka adalah suatu yang telah ditetapkan pada masa lalu, selama tidak ada dalil yang mengubahnya, baik secra qath’I (pasti) maupun yang dhani (relative), maka semestinya hukum yang telah ditetapkan itu berlaku terus, karena diduga keras belum ada perubahannya, apabila tidak demikian maka bisa membawa akibat tidaak berlakunya seluruh hukum-hukum yang di syariatkan oleh Allh dan Rasulallah.

Baca Juga:

Penjelasan Mengenai Aliran Hanafiyah

Penjelasan Mengenai Aliran Hanafiyah

Penjelasan Mengenai Aliran Hanafiyah

Penjelasan Mengenai Aliran Hanafiyah
Penjelasan Mengenai Aliran Hanafiyah

Para ulama dalam aliran Hanafiyah

dalam pembahasannya, berangkat dari hukum-hukum furu’ yang diterima dari imam-imam (madzhab)
mereka; yakni dalam menetapkan kaidah selalu berdasarkan kepada hukum-hukum furu ’ yang diterima dari imam-imam mereka.
Jika terdapat kaidah yang bertentangan dengan hukum-hukum furu’ yang diterima dari imam-imam mereka, maka kaidah itu diubah
sedemikian rupa dan disesuaikan dengan hukum-hukum furu’ tersebut. Jadi para ulama dalam aliran ini selalu menjaga persesuaian
antara kaidah dengan hukum furu’ yang diterima dari imam-imam mereka.

Baca Juga: Kalimat Syahadat

Kitab – Kitab Ushul Fiqih Aliran Hanafiyah

Di antara kitab-kitab Ilmu Ushul Fiqh dalam aliran ini, yaitu : kitab yang disusun oleh Abu Bakar Ahmad bin’ Aliy yang terkenal dengan
sebutan Al Jashshash (wafat pada tahun 380 Hijriyah), kitab yang disusun oleh Abu Zaid ’ Ubaidillah bin ’Umar Al Qadliy Ad Dabusiy
(wafat pada tahun 430 Hijriyah), kitab yang disusun oleh Syamsul Aimmah Muhammad bin Ahmad As Sarkhasiy (wafat pada tahun
483 Hijriyah). Kitab yang disebut terakhir ini diberi penjelasan oleh Alauddin Abdul ’Aziz bin Ahmad Al Bukhariy (wafat pada tahun
730 Hijriyah) dalam kitabnya yang diberi nama Kasyful Asrar .Dan juga kitab Ilmu Ushul Fiqh dalam aliran ini ialah kitab yang disusun
oleh Hafidhuddin ’Abdullah bin Ahmad An Nasafiy (wafat pada tahun 790 Hijriyah) yang berjudul ’Al Manar, dan syarahnya yang
terbaik yaitu Misykatul Anwar.
Dalam abad itu muncul para ulama yang dalam pembahasannya memadukan antara dua aliran tersebut di atas, yakni dalam
menetapkan kaidah, memperhatikan alasan-alasannya yang kuat dan memperhatikan pula persesuaiannya dengan hukum-hukum
furu’. Di antara mereka itu ialah : Mudhafaruddin Ahmad bin ’Aliy As Sya’atiy Al Baghdadiy (wafat pada tahun 694 Hijriyah) dengan
menulis kitab Badi’un Nidham yang merupakan paduan kitab yang disusun oleh Al Bazdawiy dengan kitab Al Ihkam fi Ushulil Ahkam
yang ditulis oleh Al Amidiy; dan Syadrusiy Syari’ah ’Ubaidillah bin Mas’ud Al Bukhariy Al Hanafiy (wafat pada tahun 747 Hijriyah)
menyusun kitab Tanqihul Ushul yang kemudian diberikan penjelasan-penjelasan dalam kitabnya yang berjudul At Taudlih . Kitab
tersebut merupakan ringkasan kitab yang disusun oleh A1 Bazdawiy, kitab AI Mahshul oleh Ar Raziy dan kitab Mukhtasharul
Muntaha oleh Ibnul Hajib. Demikian pula termasuk ulama yang memadukan dua aliran tersebut di atas, yaitu Tajuddin ’Abdul Wahhab
bin’ Aliy As Subkiy Asy Syafi’iy (wafat pada tahun 771 Hijriyah) dengan menyusun kitab Jam’ul Jawami’ dan Kamaluddin Muhammad
’Abdul Wahid yang terkenal dengan Ibnul Humam (wafat pada tahun 861 Hijriyah) dengan menyusun kitab yang diberi nama At Tahrir.
Dalam kaitan dengan pembahasan Ilmu Ushul Fiqh ini, perlu dikemukakan bahwa Imam Abu Ishaq Ibrahim bin Musa Asy Syatibiy (
wafat pada tahun 760 Hijriyah) telah menyusun sebuah kitab Ilmu Ushul Fiqh, yang diberi nama A1 Muwafaqat. Dalam kitab tersebut
selain dibahas kaidah-kaidah juga dibahas tujuan syara’ dalam menetapkan hukum.

Kitab Ushul Fiqih Yang Disusun Para Ulama Belakangan

Kemudian perlu pula diketahui kitab-kitab Ilmu Ushul Fiqh yang disusun oleh para ulama pada masa belakangan ini, antara lain: kitab
Irsyadul Fuhul i/a Tahqiqi/ Haq min ’I/mil Ushu/ oleh Imam Muhammad bin’ A1iy Asy Syaukaniy (wafat pada tahun 1255 Hijriyah),
kitab Tashilu/ Wushu/ i/a ’Ilmi/ Ushu/ oleh Syaikh Muhammad ’Abdur Rahman A1 Mihlawiy (wafat pada tahun 1920 Hijriyah); kitab
Ushu/u/ Fiqh oleh Syaikh Muhammad A1 Khudlariy Bak (wafat pada tahun 1345 Hijriyah/ 1927 Masehi) dan kitab-kitab Ilmu Ushul
Fiqh yang lain.

Penjelasan Mengenai Aliran Mutakallimin

Penjelasan Mengenai Aliran Mutakallimin

Penjelasan Mengenai Aliran Mutakallimin

Penjelasan Mengenai Aliran Mutakallimin
Penjelasan Mengenai Aliran Mutakallimin

Para ulama dalam aliran Mutakalimin

ini dalam pembahasannya dengan menggunakan cara-cara yang digunakan dalam ilmu kalam yakni menetapkan kaidah ditopang dengan alasan-alasan yang kuat baik naqliy (dengan nash) maupun ‘aqliy (dengan akal fikiran) tanpa
terikat dengan hukum furu’ yang telah ada dari madzhab manapun, sesuai atau tidak sesuai kaidah dengan hukum-hukum furu’
tersebut tidak menjadi persoalan. Aliran ini diikuti oleh para ulama dari golongan Mu’tazilah, Malikiyah, dan Syafi’iyah.

Baca Juga: Sifat Allah

Kitab Ilmu Ushul Fiqih

Di antara kitab-kitab Ilmu Ushul Fiqh dalam aliran ini, yaitu :
Kitab Al-Mu’tamad disusun oleh Abdul Husain Muhammad bin Aliy al-Bashriy al-Mu’taziliy asy-Syafi’iy (wafat pada tahun 463
Hijriyah). Kitab Al-Burhan disusun oleh Abdul Ma’aliy Abdul Malik bin Abdullah al-Jawainiy an-Naisaburiy asy-Syafi’iy yang terkenal
dengan nama Imam Al-Huramain ( wafat pada tahun 487 Hijriyah). Kitab AI Mushtashfa disusun oleh Abu Hamid Muhammad bin
Muhammad Al Ghazaliy Asy Syafi ’ iy ( wafat pada tahun 505 Hijriyah). Dari tiga kitab tersebut yang dapat ditemui hanyalah kitab Al
Musht.shfa, sedangkan dua kitab lainnya hanya dapat dijumpai nukilan-nukilannya dalam kitab yang disusun oleh para ulama berikut,
seperti nukilan kitab dari Al Burhan oleh A1 Asnawiy dalam kitab Syahrul Minhaj .
Kitab-kitab yang datang berikutnya yakni kitab Al Mahshul disusun oleh Fakhruddin Muhammad bin Umar Ar Raziy Asy Syafi’iy (wafat
pada tahun 606 Hijriyah). Kitab ini merupakan ringkasan dari tiga kitab yang disebutkan di atas.
Kemudian kitab AI Mahshul ini diringkas lagi oleh dua orang yaitu :
Tajjuddin Muhammad bin Hasan Al Armawiy (wafat pada tahun 656 Hijriyah) dalam kitabnya yang diberi nama Al Hashil. Mahmud bin
Abu Bakar A1 Armawiy (wafat pada tahun 672 Hijriyah) dalam kitabnya yang berjudul At Tahshil. Kemudian A1 Qadliy Abdullah bin
Umar Al Badlawiy (wafat pada tahun 675 Hijriyah) menyusun kitab Minhajul Wu.shul ila ’Ilmil Ushul yang isinya disarikan dari kitab At
Tahshil. Akan tetapi karena terlalu ringkasnya isi kitab tersebut, maka sulit untuk dapat dipahami. Hal inj mendorong para ulama
berikutnya untuk menjelaskannya. Di antara mereka yaitu Abdur Rahim bin Hasan AJ Asnawiy Asy Syafi’iy (wafat pada tahun 772
Hjjriyah) dengan menyusun sebuah kitab yang menjelaskan isi kitab MinhajuI WushuI ila ’Ilmil Ushul tersebut.

Selain kitab Al Mashul yang merupakan ringkasan dari kitab-kitab Al Mu tamad, Al Burhan dan Al Mushtashfa, masih ada kitab yang
juga merupakan ringkasan dari tiga kitab tersebut, yaitu kitab AI Ihkam fi Ushulil Ahkam, disusun oleh AbduI Hasan Aliy yang terkenal
dengan nama Saifuddin Al Amidiy Asy Syafi’iy (wafat pada tahun 631 Hijriyah). Kitab Al Ihkam fi Ushulil Ahkam ini kemudian diringkas
oleh Abu Amr Utsman bin Umar yang terkenal dengan nama Ibnul Hajib AI Malikiy (wafat pada tahun 646 Hijriyah) dalam kitabnya
yang diberi nama Muntahal Su ’li wal Amal fi .Ilmil Ushul wal Jidal. Kemudian kitab itu beliau ringkas lagi dalam sebuah kitab, dengan
nama Mukhtasharul Muntaha. Kitab ini mirip dengan kitab Minhajul Wulshul ila I.lmil Ushul, sulit difahami karena ringkasnya. Hal ini
mengundang minat para ulama berikutnya untuk menjelaskannya. Di antara mereka ialah ’ AdldIuddin ’Abdur Rahman bin Ahmad Al
Ajjiy (wafat tahun 756 Hijriyah) dengan menyusun sebuah kitab yang menjelaskan kitab Mukhtasharul Muntaha tersebut.