Pemkab Bandung Alokasikan Dana ADPD Senilai Rp.77,6 Milyar

Pemkab Bandung Alokasikan Dana ADPD Senilai Rp.77,6 Milyar

Pemkab Bandung Alokasikan Dana ADPD Senilai Rp.77,6 Milyar

Pemkab Bandung Alokasikan Dana ADPD Senilai Rp.77,6 Milyar
Pemkab Bandung Alokasikan Dana ADPD Senilai Rp.77,6 Milyar

BANDUNGKAB-Untuk tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menganggarkan dana program ADPD (Alokasi Dana Perimbangan Desa) senilai Rp.77.614.872.900. Sedangkan dana untuk Pemantapan Lembaga Desa sebesar Rp. 61.522.500.000,-.

Program ini, menurut Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bandung, Uwais Qorny merupakan sumber-sumber pendapatan yang dibutuhkan Pemerintahan Desa dalam upaya meningkatkan pembangunan insfrastruktur desa.

Disamping itu, anggaran tersebut tambah Uwais ditujukan pula untuk meningkatkan upaya penanggulangan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan, meningkatkan pelayanan pada masyarakat desa dalam rangka pengembangan kegiatan sosial ekonomi masyarakat, “Serta untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing desa”, ungkap Uwais saat menyampaikan laporannya pada Acara Launching ADPD dan Pemantapan Lembaga Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2014, yang berlangsung di Gedung Moch.Toha-Soreang, Senin (07/04).

Kegiatan launching dihadiri Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip, Sekretaris Daerah, Ir. Sofian Nataprawira, MP, Asisten Pemerintahan, H.Yudhy Haryanto, SH, SP 1, Kepala BPMPD Kabupaten Bandung, Dra.Hj. Eros Roswita, M.Si serta ratusan Kepala Desa se-Kabupaten Bandung.

Lebih jauh Uwais menjelaskan, untuk kegiatan ADPD, saat ini pihaknya telah

menstransfer ke 44 rekening pemerintah desa, “Sedangkan untuk pemantapan lembaga yang didalamnya mencakup antara lain, TPAPD (Tunjangan Perangkat Aparatur Pemerintah Desa), BO BPD, LPMD dan RT/RW, kami telah menstransfer ke 136 rekening pemerintah desa”, jelasnya.

Masih menurut Uwais, untuk kegiatan TPAPD, terdapat kenaikan alokasi bantuan rata-rata 15 s/d 20 %. Seperti, kepala desa yang pada awalnya memperoleh Rp.1.250.000,- pada tahun 2014 ini mengalami kenaikan 20% menjadi Rp. 1.500.000,-,/bulan, kemudian sekretaris desa yang mulanya mendapat Rp.700.000, naik menjadi Rp.800.000 serta terdapat kenaikan untuk biaya operasional LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa), yang semula Rp.500.000, menjadi Rp. 750.000,- per bulan.

“Namun khusus untuk RT dan RW tidak ada kenaikan bantuan, mengingat

pada tahun 2013 lalu telah lebih awal dinaikkan”, pungkasnya pula.

Kegiatan launching ini mendapat apresiasi yang tinggi dari Bupati Dadang Naser. Ia menilai, kegiatan tersebut bisa menjadi media yang efektif untuk memperkuat solidaritas antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.

Dadang menilai, ADPD dan Pemantapan Lembaga Desa sangat penting untuk

 

dilakukan dalam pengelolaan keuangan desa secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, “Tentunya dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat desa”, kata Dadang Naser.

 

Sumber :

https://insightmaker.com/article/169675/Understanding-Leadership-According-to-Experts

PERAN PONDOK PESANTREN DALAM PEMBINAAN UMAT

PERAN PONDOK PESANTREN DALAM PEMBINAAN UMAT

PERAN PONDOK PESANTREN DALAM PEMBINAAN UMAT

PERAN PONDOK PESANTREN DALAM PEMBINAAN UMAT
PERAN PONDOK PESANTREN DALAM PEMBINAAN UMAT

CIAMIS.07012017. Sudah diakui dan dirasakan secara luas, bahwa Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah mengakar serta menjadi bagian sosiokultural masyarakat Indonesia.

Pondok Pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama Islam, tetapi juga sebagai lembaga pelatihan kewirausahaan, sehingga tingkat kemandirian alumni Pondok Pesantren lebih tinggi dari Lembaga Pendidikan Umum. Alhamdulillah, kini Pondok Pesantren sudah menemukan jatidirinya. Sudah banyak prestasi yang dicapai. Sudah dapat bersaing dengan Lembaga Pendidikan Umum.

Kini, alumni Pondok Pesantren banyak yang sukses di segala bidang. Mulai dari Petani hingga Menteri. Mulai dari Ustadz hingga Konglemerat. Mulai dari guru SD hingga DPRRI. Mulai skala lokal hingga internasional. Mulai dari Kades hingga Dubes. Mulai Kaur hingga Gubernur, dan lain lain.

Ini tidak terlepas dari banyaknya pondok pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah santri yang cukup besar. Data dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemeterian Agama, pada tahun 2011 Indonesia memiliki 27.218 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 3.642.738 orang.
Modal dasar di atas harus kita kembangkan. Salah satu jalan yang sangat mungkin dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan pesantren berbasis vokasi. Lulusannya harus berpengetahuan, berkeahlian, dan berakhlakul karimah.

Dengan demikian, dari pondok pesantren akan lahir santri-santri enterpreneur dan santri-santri yang memiliki skill yang tinggi, yang tidak hanya handal tetapi juga berakhlak mulia. Sehingga nantinya mereka dapat menggerakkan usaha ekonomi produktif di lingkungan pondok pesantren maupun di lingkungan sekitarnya pasca selesai mondok, yang dalam jangka panjang akan menciptakan kemandirian ekonomi lokal, yang kemudian akan mewujudkan kesejahteraan bangsa, serta pada akhirnya akan mewujudkan keutuhan bangsa. Inilah yang disebut dengan mewujudkan keutuhan bangsa dengan pendekatan kesejahteraan (prosperity), bukan pendekatan keamanan (security).

Tidak ada institusi pendidikan umum yang selengkap fungsi Pondok Pesantren. Santri dan kiai bersatu bekerjasama untuk melatih disiplin, sejak sebelum subuh sudah bangun dan lalu dilanjut salat subuh berjamaah, ini sungguh latihan disiplin yang tidak ringan, maka siapapun yang lulusan pesantren dan istikomah dengan amalan ini, insyallah hidupnya akan sukses. Karena dalam dunia pesantren kita mengenal Maqolah, al istiqomatu khoirun min alfi karomah: konsistensi, disiplin itu lebih baik dari seribu karomah. Ini adalah jargon milik pesantren.

Soal tanggungjawab, Santri pasti akan memiliki tanggungjawab atas hidupnya, karena dia hapal hadits nabi Muhammad SAW, kullukum roo in wakullukum mas ulun an roiyyatih, bahwa setiap kita punya tanggungjawab yang harus kita tunaikan atas amanat yang dibebankan kepada kita. Santri, apalagi kiai pasti hapal soal ini.

Terkhir, kalau ada santri yang berhasil jadi pengusaha, maka dia akan memegang teguh hadits rasulullah SAW dari riwayat Ibnu Majah, yang berbunyi, “berikanlah upah kepada pekerja sebelum keringatnya kering”. Sebaliknya kalau santri yang jadi pekerja, pasti dia akan sungguh-sungguh, bekerja keras sebagai wujud nyata dari tanggungjawab, disiplin dan istikomah. Sikap inilah yang dibutuhkan dalam dunia kerja yang penuh persaingan.

Dalam menghadapi persaingan global dan kompetisi dunia, secara kuantitas potensi kekuatan negara kita sebetulnya cukup besar.  60% dari penduduk Indonesia adalah anak muda. Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga mencapai 195 juta penduduk usia produktif di tahun 2040.

Namun. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2016

oleh BPS, kualitas angkatan kerja Indonesia masih rendah: Dari 118,41 Juta orang Penduduk Yang Bekerja, 60,24 persennya hanya berpendidikan SMP kebawah. Dan dari 7,03 juta orang Pengangur sebesar 39,45 persennya hanya berpendidikan SMP kebawah.

Daya saing kita juga rendah. Dari 138 negara yang disurvai oleh World Economic Forum Tahun 2015-2016, kita berada pada ranking 41. Sementara Singapura rangking 2, Malaysia rangking 25, dan Thailand rangking 34. Hal ini menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Untuk itu, tentunya semua lembaga pendidikan dan pelatihan, khususnya Pondok Pesantren untuk memfasilitasi lulusannya supaya lebih kompeten, bersertifikat dan berdaya saing global.

Baca  : 

DILEMMATIK

DILEMMATIK

DILEMMATIK

DILEMMATIK
DILEMMATIK

JAKARTA.05032015. Dimakan mati ibu

tidak dimakan mati ayah. Begitulah sebuah situasi dimana tidak ada satupun pilihan yang mengenakkan (favourable). Situasi ini disebut dilemmatik.

Dalam kehidupan sehari hari, memang seringkali sekonyong-konyong situasi dilemmatik sudah berada dihadapan kita. Sudah tentu, kita akan mengalami kesulitan untuk menentukan pilihan. Hal ini, karena dua alternatif pilihan yang tersedia sama sama berdampak tidak enak bagi yang memilih. Untuk menyikapi hal ini, maka kita perlu menemukan cara untuk menentukan pilihan.

Pada dasarnya pilihan harus diambil secara mandiri, tenang, terukur, dan tidak terburu-buru. Kuncinya adalah menyadari sepenuhnya bahwa situasi dilemmatik ini adalah situasi kekinian, yang sudah ada di depan mata, sehingga akan membuang buang waktu apabila pikiran tercurah hanya untuk meratapi kelalaian atau kesalahan masa lalu yang mungkin sebagai penyebabnya, tetapi justru curahkan pikiran untuk mencari peluang untuk mendapat keuntungan terbesar dan resiko terkecil dari masing-masing situasi dilemmatik tersebut.

Menghadapi situasi kekinian tersebut tentunya harus dihadapi dengan cara responsif, sebaliknya jangan pernah dihadapi dengan cara reaktif. Dengan cara responsif maka muatan permasalahan dapat tergali secara dalam dan konfrehensif, sedangkan apabila dengan cara reaktif, maka muatan permasalahan hanya digali secara dangkal dan tidak menyeluruh. Dengan demikian, tentunya keputusan yang akan diambil dengan cara responsif akan lebih baik dibandingkan dengan cara reaktif.

Menganalisis permasalahan melalui pembicaraan telpon lebih reaktif

dari pada melalui pembicaraan tatap-muka dalam perundingan. Tetapi, menganalisis permasalahan dari dokumen tertulis, termasuk melalui SMS termasuk cara responsif. Namun, tentunya SMS kurang konperehensif dibandingkan dari dokumen berupa surat dan dokumen tertulis lainnya. Singkat kata, cara responsif adalah ketika tersedia cukup waktu untuk menganalisa permasalahan, sementara cara reaktif adalah ketika kurang tersedia culkup waktu untuk menganalisa permasalahan.

Pelibatan sanak keluarga untuk situasi dilemmatik

terkait masalah peribadi atau pelibatan teman sejawat untuk situasi dilemmatik untuk bukan masalah pribadi, tentunya akan semakin menambah kedalaman dan konprehensifitas dalam menganalisis permasalahan. Oleh karena itu, jangan segan untuk mengajak orang terdekat dalam proses pengambilan keputusan.

Setelah pilihan keputusan sudah ditemukan, maka jangan ragu untuk menentukan pilihan, sebab dengan mengambil keputusan, maka situasi dilemmatik sudah diakhiri. Selanjutnya, waktu dan pikiran kita dapat beralih untuk mengawal perjalanan dari pilihan kita tersebut.

Dalam hal, situasi dilemmatik di atas ternyata tidak ada pilihan

yang akan diambil, maka biarkan saja, sebab menurut Gus Dur semua permasalahan yang ada di dunia ini akan terselesaikan dengan sendirinya apabila dibiarkan. Sesungguhnya, keputusan tidak memilih salah satu dari situasi dilemmatik itu adalah sebuah keputusan juga

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11140-isi-trikora-lengkap

 

STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS ANGKATAN KERJA

STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS ANGKATAN KERJA

STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS ANGKATAN KERJA

STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS ANGKATAN KERJA
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS ANGKATAN KERJA

SURABAYA.23122016. Peningkatan kualitas angkatan kerja Indonesia

menempati posisi kunci untuk pembangunan bangsa Indonesia. Sebab, Angkatan Kerja Indonesia merupakan modal dasar terpenting dalam pembangunan bangsa Indonesia, disamping modal dasar lainnya, yaitu Sumber Daya Alam, Letak Geografis dan Maritim (Geo Strategis), dan Negara Demokrasi Terbesar ke 3 di Dunia setelah India dan Amerika Serikat.

Menurut UNDP, 1990, Sumber Daya Manusia, yang tentunya termasuk angkatan kerja, adalah modal dasar utama suatu bangsa, sehingga kualitas sumber daya manusia / angkatan kerja akan menentukan kemajuan perekonomian suatu bangsa.

Ketika seorang angkatan kerja yang bekerja

atau seorang pekerja, berkategori sumber daya manusia (SDM) unggul, tentu mengerjakan pekerjaannya dengan produktif, maka usaha yang dikerjakannya juga akan produktif, baik usaha mandiri di sektor informal ataupun usaha di sektor formal di perusahaan tempatnya bekerja bersama pekerja lainnya. Kemudian, apabila usaha mandiri atau perusahaan tempat mereka bekerja produktif, maka sektor usaha sebagai kumpulan usaha sejenis akan produktif pula. Lebih lanjut, ketika kumpulan berbagai sektor usaha menjadi tergolong produktif, maka perekonomian suatu wilayah akan produktif pula. Akhirnya, agregat dari perekonomian wilayah tersebut menjadi perekonomian suatu bangsa, yang produktif pula.

Menyadari posisi strategis angkatan kerja Indonesia

maka strategi peningkatan kualitas angkatan kerja Indonesia diarahkan pada keberpihakan pemerintah terhadap angkatan kerja. Hal ini tergambar pada nawa kerja ketenagakerjaan, sebagai agenda prioritas pembangunan ketenagakerjaan, yang terdiri atas: (1). Penguatan Perencanaan Tenaga Kerja Nasional; (2). Percepatan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja; (3). Percepatan Sertifikasi Profesi; (4). Perluasan Kesempatan Kerja Formal; (5). Penguatan Wirausaha Produktif; (6). Penciptaan Hubungan Industrial yang sehat dan produktif; (7). Penegakan Hukum Ketenagakerjaan; (8). Peningkatan Perlindungan Pekerja Migran; (9). Pelayanan Ketenagakerjaan Sederhana, Transparan dan Akuntabel.

Namun, strategi peningkatan kualitas angkatan kerja Indonesia

ini dihadapkan pada realita kondisi ketenagakerjaan Indonesia yang kurang menggembirakan. Pada bulan Agustus 2016 Penduduk Usia Kerja di Indonesia sebanyak 189.096.722 orang, yang terdiri atas Angkatan Kerja sebanyak 125.443.748 orang (66,34%) dan Bukan Angkatan Kerja sebanyak 63.652.974 orang (33,66%).

Sekarang, mari kita lihat angkatan kerja saja. Sebanyak 59,07% angkatan kerja hanya berpendidikan SMP atau dibawahnya. Selanjutnya, sebanyak 78,61% dari angkatan kerja berpendidikan SLTP atau di bawahnya, berumur sudah melewati usia sekolah maupun usia pendidikan tinggi (di atas 30 tahun), sehingga kecil kemungkinan meningkatkan kualitas angkatan kerja melalui jalur pendidikan formal.

Dari Angkatan Kerja sebanyak 125.443.748 orang tersebut, terdiri atas Bekerja sebanyak 116.192.704 orang (94,39%) dan penganggur terbuka sebanyak 7.031.775 orang (5,61%). Dua kelompok inilah yang menjadi perhatian utama Kementerian Ketenagakerjaan. Intinya, bagaimana caranya agar penduduk yang sudah bekerja tetap bekerja dengan produktif dengan upah yang layak, dan penganggur terbuka disiapkan menjadi SDM unggul sehingga mudah mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak dan produktif.

Dapat dipastikan bahwa penduduk yang sudah bekerja di Indonesia belum tergolong produktif dan dengan upah yang layak, karena dipengaruhi oleh kualitasnya yang rendah. Tergambar dari pendidikannya yang relatif rendah. Berpendidikan
Karena penduduk yang bekerja di Indonesia ini didominasi oleh pendidikan SMP kebawah sekitar 60.24%, maka umumnya mereka tidak memiliki keterampilan (skill) yang memadai, dampaknya teknologi yang digunakan rendah, sehingga keluaran (output) kerjanya juga rendah. Lebih lanjut, upah yang diterimanya juga rendah. Dengan lain perkataan, produktivitas angkatan kerja Indonesia rendah.

Sementara itu, kualitas penganggur terbuka juga masih tergolong rendah. Berpendidikan
Menariknya proporsi penganggur terbuka berpendidikan SMP kebawah sebanyak 39,45% lebih rendah dari proporsi penduduk yang bekerja berpendidikan SMP ke bawah sebanyak 60,24%. Hal ini, ada kaitannya dengan wajib belajar 9 tahun, sehingga di masa kini semakin sedikit anak sekolah yang berhenti sekolah sebelum lulus SMP. Sementara penduduk yang bekerja dengan pendidikan SMP ke bawah mayoritas berumur lebih dari 30 tahun, yang artinya mereka adalah produk sebelum berlakunya wajib belajar 9 tahun.

Sementara proporsi penganggur terbuka berpendidikan SMA/SMK sebanyak 49,36% lebih tinggi dari proporsi penduduk yang bekerja berpendidikan SMA/SMK sebanyak 37,52%. Serta proporsi penganggur terbuka berpendidikan tinggi (Diploma dan Universitas) sebanyak 11,19% lebih rendah dari proporsi penduduk yang bekerja sebanyak 14,97%.

Dengan membandingkan proporsi penduduk yang bekerja dengan proporsi penganggur terbuka serta di iriskan dengan proporsi kelompok usia angkatan kerja berdasarkan strata pendidikan yang dimilikinya, maka prioritas pertama peningkatan kualitas angkatan kerja adalah bagi penganggur terbuka dengan pendidikan SMA/SMK khususnya bagi mereka yang berusia di bawah 29 tahun, melalui peningkatan program pelatihan vokasional.

Prioritas kedua peningkatan kualitas angkatan kerja adalah bagi penduduk yang bekerja dengan pendidikan SMP ke bawah dengan usia di atas 30 tahun melalui program pelatihan di tempat kerja oleh perusahaan yang mempekerjakannya.

Prioritas ketiga peningkatan kualitas angkatan kerja adalah bagi penduduk yang bekerja dengan pendidikan SMA/SMK dan pendidikan tinggi berumur 39 tahun ke bawah, melalui program pelatihan di tempat kerja oleh perusahaan menengah atau kecil di tempatnya bekerja, dan melalui corporate university oleh perusahaan besar dan perusahaan multi nasional tempatnya bekerja.

Diperlukan gerakan nasional angkatan kerja unggul dan produktif untuk mengerjakan prioritas kedua dan prioritas ketiga ini. Caranya adalah dengan mendorong pengusaha untuk meningkatkan kompetensi pekerja dan penerapan teknologi terbaru. Tanpa gerakan nasional angkatan kerja unggul dan produktif ini dapat dipastikan produktivitas dan daya saing Indonesia akan stagnan bahkan menurun sehingga terkejar bangsa lain.

Prioritas keempat peningkatan kualitas angkatan kerja adalah bagi penganggur terbuka dengan pendidikan tinggi (Diploma dan Universitas) melalui program pemagangan, khususnya bagi mereka yang berusia 20 s.d 29 tahun. Cara melaksanakan program pemagangan ini adalah melalui kerjasama pemerintah, perusahaan dan perguruan tinggi. Hari ini, Jumat, 23 Desember 2016, di Karawang Jawa Barat, Bapak Presiden RI mencanangkan program pemagangan nasional yang diikuti sekitar 2.000 perusahaan, yang masing masing perusahaan ditargetkan melaksanakan pemagangan sebanyak 100 orang per tahun.

Upaya untuk meningkatkan kualitas angkatan kerja di Indonesia melalui 4 prioritas tersebut di atas semakin penting apabila Indonesia tidak ingin terpinggirkan di era integrasi global saat ini, yang ditandai oleh derasnya arus pergerakan lintas negara bagi manusia, barang dan jasa, modal dan investasi, serta informasi. Hanya mereka yang memiliki kompetensi, yang kemudian memiliki produktivitas dan daya saing, yang mampu bertahan di tengah derasnya arus pergerakan pekerja migran antar bangsa.

Hal yang memprihatinkan dari angkatan kerja Indonesia adalah belum membudayanya sertifikasi profesi di Indonesia. Menurut Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Mei 2016. Sertifikasi yang sudah diterbitkan hanya sebanyak 2.457.913 orang atau 1,96% dari angkatan kerja sebanyak 125,44 juta orang, atau 2,12% dari penduduk yang bekerja sebanyak 116,19 juta orang. Kondisi ini jelas menyebabkan semakin lemahnya daya saing angkatan kerja Indonesia.

Di lingkup ASEAN, kualitas SDM indonesia masih tergolong rendah. Sebab, Indeks pembangunan manusia Indonesia (IPM) tahun 2014 hanya berada pada peringkat 110 atau lebih rendah 2 tingkat dari IPM Indonesia tahun 2013 yang berada pada peringkat 108. Peringkat IPM Indonesia tahun 2014 tersebut di bawah Singapore (11); Brunai (31); Malaysia (62); dan Thailand (62).

Dengan kualitas SDM yang masih tergolong rendah diatas

maka seiring sejalan dengan relatif rendahnya daya saing Indonesia di antara negara negara ASEAN. Pada tahun 2016 ini, daya saing Indonesia hanya pada ranking 37, di bawah Singapore (2); Malaysia (18) dan Thailand (32).

Untuk itu, upaya peningkatan kualitas angkatan kerja di Indonesia dilakukan melalui membangun kompetensi SDM unggul, melalui jalur lembaga pendidikan atau lembaga pelatihan.

Jalur lembaga pendidikan adalah mempersiapkan SDM Unggul sebelum menjadi Angkatan Kerja. Inputnya adalah siswa pendidikan, prosesnya adalah lembaga pendidikan dan uji kompetensi, sedangkan sebagai keluaran / outputnya adalah tenaga kerja yang siap bekerja dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki.

Jalur lembaga pelatihan adalah mempersiapkan SDM Unggul bagi Angkatan Kerja (belum bekerja dan / atau sedang bekerja). Baik dilaksanakan melalui pelatihan berdasarkan kompetensi, maupun melalui pemagangan di industri, serta dilanjutkan dengan uji kompetensi. Sebagai keluaran / outputnya adalah tenaga kerja yang siap bekerja dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki.

Dengan telah dihasilkannnya tenaga kerja Indonesia yang siap bekerja dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki, baik melalui jalur pendidikan vokasi maupun melalui jalur pelatihan vokasi, maka angkatan kerja Indonesia yang tersedia adalah angkatan kerja yang unggul dan siap bersaing dengan negara lain. Marilah kita bahu membahu menggelorakan gerakan angkatan kerja unggul dan produktif

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11141-materi-momen-inersia

Budaya Lokal Perkuat Persaingan Perguruan Tinggi

Budaya Lokal Perkuat Persaingan Perguruan Tinggi

Budaya Lokal Perkuat Persaingan Perguruan Tinggi

Budaya Lokal Perkuat Persaingan Perguruan Tinggi
Budaya Lokal Perkuat Persaingan Perguruan Tinggi

BANDUNG- Persaingan perguruan tinggi untuk menjadikan yang terbaik di

tingkat nasional hingga internasional saat ini cukup ketat.

Di nama masing-masing perguruan tinggi, saat ini terus melakukan berbagai program maupun kebijakannya untuk yang terbaik.

Untuk menjadi yang terbaik, sejumlah perguruan tinggi saat ini tidak hanya

lebih mengedepankan dari sisi mata kuliah eksak saja, tetapi juga dari sisi lain, salah satunya dengan mengusung budaya lokal dalam muatan pendidikannya.

Menurut Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad, Engkus Kuswarno, budaya lokal sangat mampu untuk mendukung persaingan suatu perguruan tinggi, salah satunya Unpad dengan perguruan tinggi lain, baik dalam konten lokal maupun internasional.

“Yang disebut internasionalisasi adalah mengusung budaya lokal, maka

sebenarnya ini memiliki kekuatan dari segi regulasi sudah cukup kuat,” ujarnya.

Engkus menyatakan, kalau belajar yang sifanya ilmu-ilmu eksak-non eksakta yang mendunia, sudah tidak asingnya lagi.

“Kalau kita bersaing di eksak bersaingnya harus lebih kuat, tapi kalau keunikan ini (budaya lokal) tidak ditawarkan oleh PT lain di dunia, maka ini akan menjadi potensi,” katanya

 

Baca Juga :

Banyak Masyarakat Tak Paham Kekuatan Bambu

Banyak Masyarakat Tak Paham Kekuatan Bambu

Banyak Masyarakat Tak Paham Kekuatan Bambu

Banyak Masyarakat Tak Paham Kekuatan Bambu
Banyak Masyarakat Tak Paham Kekuatan Bambu

BANDUNG- Keberadaan pohon bambu sebagai bahan untuk membangun,

khususnya rumah masih dianggap sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat, khususnya mereka yang berada di pedesaan.

Ini terbukti dari banyaknya masyarakaat yang saat ini lebih memilik bahan diluar bambu, seperti batu bata untuk membuat tempat tinggal mereka.

Ketua Kehormatan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat, Pon S. Purajatnika menyatakan, saat ini banyak masyarakat yang belum mengenai kekuatan rumah yang terbuat dari bambu, sehingga banyak dari mereka beralih ke rumah yang terbuat dari bahan campuran pasir dan semen.

“Masyaraat lebih mudah membuat rumah dari bahan campuran pasir dan semen ketimbang bambu yang prosesnya cukup panjang sebelum digunakan,” ucapnya

Padahal menurut Pon, rumah yang terbuat dari bahan bambU sudah terbukti

kuat terhadap gaya lateral atau goncangan hingga 7 skala rihter lebih.

“Saya coba di Kampung Naga waktu itu, disana ada kebudayaan pindah imah, rumahnya di dorong, bayangkan itu goncangannya berapa itu ? Mungkin setara dengan 7 skala rihter lebih,” kata Pon, yang juga Ketua Komunitas Cinta Bambu.

Sehingga menurutnya, saat terjadi gempa di wilayah Jabar, sangat sedikit

rumah yang terbuat dari bahan bambu yang roboh atau rusak dibanding rumah yang terbuat dari bahan bata, pasir dan semen.

 

Sumber :

http://www.imfaceplate.com/susan95/reasons-for-studying-online

Humas Harus Gandeng Media Dalam Penyebaran Informasi

Humas Harus Gandeng Media Dalam Penyebaran Informasi

Humas Harus Gandeng Media Dalam Penyebaran Informasi

Humas Harus Gandeng Media Dalam Penyebaran Informasi
Humas Harus Gandeng Media Dalam Penyebaran Informasi

BANDUNG- Humas harus bisa mensosialisasikan program-program

pemerintah tidak dengan cara beriklan tetapi melalui kegiatan-kegiatan yang bersinergis dengan kalangan pers.

Demikian dikemukakan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi (PANRB) RI, Yuddy Chrisnandi.

“Dalam penyebaran informasi humas bukan dengan cara beriklan atau

advetorial tetapi melakui kegiatan yang bersinergis dengan media cetak, elektronik sehingga mamou membuat berita-berita yang memamng bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Menurut Yuddy, banyak cara yang bisa dikerjasama dan bisa dilakukan humas dengan media massa yang bukan hanya sekedar beriklan, tetapi melalui sosialisasi program.

“Kalau hanya sekedar beriklan, pasang ucapan selamat itu memang tidak

dimungkinkan lagi karena itu merupakan salah satu bentuk pemborosan yang outcome nya sama sekali tidak ada,” kata Yuddy, usai menutup Workshop Sinergi Kampanye Revolusi Mental Aparatur Sipil Negara dan Revormasi Birokrasi Bagi Praktisi Humas Pemerintah Daerah, di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (24/03).

 

Sumber :

https://www.minds.com/Michael_Young/blog/ways-to-facilitate-the-learning-process-in-online-education-981641649593327616

JENIS-JENIS AWALAN DAN MAKNANYA

Jenis Awalan dan Maknanya

Jenis-Jenis Awalan dan Maknanya – Awalan atau disbut juga prefiks, adalah salah satu imbuhan yang terletak pada bagian awal sebuah kata dasar. Hasil dari penambahan imbuhan ini, menimbulkan makna yang beragam. Perbedaan makna yang ditimbulkan ini bergantung pada awalan yang menempel pada kata tersebut.

Jenis Awalan dan Maknanya
Jenis Awalan dan Maknanya

Dalam Bahasa Indonesia terdapat beberapa awalan, yaitu :
1. ber-
2. me-
3. di-
4. ke-
5. per-
6. pe-
7. ter-
8. se-

1. AWALAN (ber-)

Awalan ber- mempunyai fungsi membentuk kata kerja.
Makna yang muncul akibat penambahan awalan ber- adalah :

a. memakai.
Contoh :
– Bertopi (memakai topi),
– Berdasi (memakai dasi ),
– Bercelana panjang (memakai celana panjang).

b. mempunyai
Contoh :
– Bersuami (mempunyai suami),
– beruang (mempunyai uang),
– berharta (mempunyai harta).

c. melakukan tindakan untuk diri sendiri
Contoh :
– berhias,
– bersolek,
– berkaca.

d. berada dalam keadaan
Contoh :
– bersenda-gurau,
– bermalas-malas
– bersedih

e. menyatakan saling atau timbal-balik
Contoh :
– bersalaman
– bertubrukan

2. AWALAN ( me- )

Awalan me- berfungsi membentuk kata kerja.
Makna yang ditimbulkan adalah :

a. melakukan tindakan

Contoh :
– menulis
– menyergap
– menanam
– membunuh
– melompat
– membendung

b. bekerja dengan alat

Contoh :
– mengunci
– mencangkul
– membajak
– memanah
– mengetik
– mencambuk
– mengail

c. mencari atau mengumpulkan

Contoh :
– menrotan
– mendamar

d. berbuat seperti atau dalam keadaan sebagai

Contoh :
– membujang
– menjanda
– membabi buta

e. membuat jadi atau menjadi

Contoh :
– meninggi
– menurun
– memanas
– mencair
– mendingin

3. AWALAN ( di- )

Awalan di berfungsi membentuk kata kerja pasif, sedangkan maknanya adalah :

a. dikenai tindakan
Contoh :
– dibeli
– dipukul

b. dikenai dengan
Contoh :
– digunting
– digergaji

c. dibuat atau dijadikan
Contoh :
disambal
– digulai

d. diberi/dilengkapi
Contoh :
– dicat
– dipagari
– ditugasi

4. AWALAN ( ke- )

Awalan ke- berfungsi membentuk kata benda, kata kerja dan kata bilangan tingkat, serta kata bilangan kumpulan, kata benda dan kata kerja
Contoh:
– kekasih (kata benda)
– ketua (kata benda)
– kedua (kata bilangan)

5. AWALAN ( per- )

Awalan per- berfungsi membantuk kata kerja imperatif.
Makna yang muncul dari proses pembubuhan awalan per- adalah :

a. membuat jadi (kausatif)
Contoh :
– perbudak (membuat jadi budak),
– pertuan (membuat jadi tuan)

b. membuat jadi lebih
Contoh :
– perkecil (membuat jadi lebih kecil),
– pertajam (membuat jadi lebih tajam)

b. membagi jadi
Contoh :
– perempat (membagi jadi empat),

6. AWALAN ( pe-)

Awalan pe- berfungsi membentuk kata benda dan kata kerja, kata sifat, dan kata benda sendiri. Ada beberapa makna yang muncul dari proses pembentukan kata dengan awalan pe-.

a. alat untuk
Contoh :
– penggali (alat untuk menggali),
– perasa (alat untuk merasakan),
– penglihat (alat untuk melihat)

b. orang yang di
Contoh :
– petatar (orang yang ditatar),
– pesuruh (orang yang disuruh)

c. orang yang gemar
Contoh :
– pemabuk (orang yang gemar mabuk),
– pecandu (orang yang gemar candu),
– penjudi (orang yang gemar judi)

d. alat untuk me ….
Contoh :
– penggaris (alat untuk menggaris),
– pereket (alat untuk merekat),
– pengukur (alat untuk mengukur)

e. pelaku tindakan seperti tersebut dalam kata dasar
Contoh :
– penguji (orang yang melakukan uji),
– penambang (orang yang melakukan tambang),
– penerjemah (orang yang melakukan terjemah).
– pemisah,
– pemirsa,
– penggubah,
– penatar
– penyuruh.

7. AWALAN ( ter- )

Awalan ter- berfungsi membentuk kata kerja pasif dan kata sifat.
Makna dari imbuhan ter- antara lain :

a. paling
Contoh :
– terbaik (paling baik),
– terkuat (paling kuat),
– termahal (paling mahal)

b. dapat di
Contoh :
– terangkat (dapat diangkat),
– terbeli (dapat dibeli),
– tertampung (dapat ditampung)

c. dalam keadaan di
Contoh :
– terikat
– tertutup
– teraniaya

d. dikenai tindakan secara tak sengaja
Contoh :
– terpukul,
– tertinju,
– terjebak
– terbawa,
– terseret

8. AWALAN  ( se- )

Awalan se- berfugsi membentuk kataketerangan (adverbia).
Makna dari awalan se-, yaitu :
a. menyatakan satu
Contoh :
– seangkatan

b. menyatakan segenap
Contoh :
– sekeluarga

c. menyatakan seluruh
Contoh :
– seindonesia

d. menyatakan sebanding
Contoh :
– sebaik
-secantik

Demikian postingan tentang Jenis-Jenis Awalan dan Maknanya. Semoga bermanfaat.

Selamat Belajar…!!! 🙂


Baca juga :

CONTOH CERPEN REMAJA “MISTERIUS CINTA”

CONTOH CERPEN REMAJA
CONTOH CERPEN REMAJA
CONTOH CERPEN REMAJA

Sore itu awal perkenalan Nisa dengan seseorang yang tak pernah dia duga. Kala itu sosok misterius itu datang dalam dunianya ketika Nisa ingin membuka dunia baru untuk memulai langkahnya dalam menggapai mimpi.

Seseorang itu tak pernah dia kenal sebelumnya. Tiba-tiba dia datang dengan membawa sejuta teka-teki yang penuh tanda Tanya. Akankah ini yang dinamakan takdir? Bagian dari scenario Allah yang menjadi kisah hidup Nisa? Entahlah, yang pasti benar atau tidaknya dia itu hanya Allah yang tahu.
Music klasik bersenandung merdu. Membawakan nada suara yang nikmat di dengar. Suara itu tidak lain dan tidak bukan adalah nada panggilan masuk ponsel Nisa yang tergeletak di meja. Nomor asing yang tak tahu siapa pemanggilnya. Pemilik Nomor asing itu bernama Haviz mantan pacar sahabat nisa sewaktu SMA dulu.
Nisa sendiri heran dan kebingunan maksud cowo itu menelponnya, sedangkan nama itu asing baginya dan Nisa tidak merasa punya teman SMA yang bernama Haviz. Nama yang asing dan baru dia tahu jika nama itu adalah pacar Mulan teman alumni SMA dulu. Nisa memang tidak terlalu dekat dengan Mulan. Jadi, dia tidak tahu-menahu urusan Mulan ketika SMA dulu.
“Hallo… ini Nisa kan? Alumni SMA Sekar Arum? Kamu teman dekatnya Mulan bukan?”, Tanya Haviz cowo misterius itu dengan gaya mengintrogasi Nisa.
“Ya benar ini saya Nisa. Ma’af ini siapa ya?”, jawab Nisa dengan enteng dan sedikit penasaran karena cowo misterius itu tahu nama dan asal sekolahku dulu.
“Nisa, kamu tahu Mulan dulu penah dekat dengan cowo siapa saja? sekarang dia dekat dengan siapa?”
Nisa keheranan dengan pertanyaan cowo misterius. Datang tak diundang tiba-tiba menanyakan hal aneh yang buatnya tidak bisa menjawab karena sudah bertahun-tahun lamanya Nisa putus komunikasi dengan Mulan setelah lulus SMA. Mungkin karena kesibukan masing-masing yang membuat jarak hubungan dan komunikasi menjadi renggag.
“Oalllahh… ya saya tidak tahu toh. Udah lama hampir 5 th gak komunikasi sama dia setelah lulus SMA. Saya gak tahu-menahu urusan dia. Gak mau ikut campur masalah orang lain. Ma’af, ini siapa ya?”, ujar Nisa.
“tuuuuuuutttttttttttttttt……”, cowo misterius itu memutus kan panggilan tanpa memberitahu namanya.
“dasar cowo aneh, sok misterius. Mana tahu aku cowo Mulan. Posesif banget jadi cowo”, Ujar Nisa sedikin Menggerutu dalam hatinya.
Tak berapa lama kemudian, cowo misterius itu memberitahukan namanya lewan pesan singkat. cowo misterius itu mengirim SMS pada Nisa menceritakan masalah yang dia alami dengan Mulan. Akan tetapi, Nisa tak menghiraukan isi SMS itu.
Dengan hati sedikit penasaran, nisa bertanya lewat pesan singkat, “Dari mana kau dapat no hp ku? Kenapa kamu tahu teman-temanku dan asal sekolahku?”.
“Aku dapat no kamu dari Reza teman sekelasmu. Ya aku tahu karena dulu aku pernah bekerja di SMA Sekar Arum. Aku keponakan pak Yanto guru SMA kamu dulu”, balas dia.
Panjang Lebar dia mencurahkan isi hatinya tentang masalah yang dia alami dengan Mulan. Tak terasa setiap hari Nisa dan Haviz saling berkomunikasi dengan jarak yang memisahkannya. Meskipun kata dia mengenal Nisa dan pernah melihat Nisa waktu SMA dulu, meskipun kata dia pernah bekerja di SMA dulu Nisa belajar, tetapi Nisa tak pernah melihatnya apalagi mengenalnya. Mungkin aku pernah melihat dia, tapi aku tidak tahu nama dia.
Mungkin aneh dan tidak masuk akal, mungkin ini bisa dibilang sesuatu hal yang sia-sia saja karena menyayangi seseorang yang belum pernah dia lihat dan dia temui. Mungkin ini hanya membuang-buang waktu saja. Walaupun terkadang hati kecil Nisa merasa ragu akan kebenaran yang dia ceritakan, tetapi entah seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati. Sesuatu yang membuatnya menjadi berbeda, sesuatu yang membuatnya merasa nyaman.
Tak terasa hubungan mereka semakin jauh, meskipun hanya lewat SMS dan Telepon. Hubungan yang mereka jalani yang dibatasi oleh jarak dan waktu. Hubungan yang tak pernah tahu bagaimana karakter satu sama lain yang sesungguhnya. Aku tak tak pernah melihatnya, tapi dia pernah melihatku. Entah apakah dia benar-benar mengenali Nisa atau hanya sekedar sandiwara saja.
Mungkin ini Gila dan tidak masuk akal, tapi tak bisa dielakkan lagi bahwa ini rasa yang ada di tengah-tengah bayang-bayang ilusi. Entah ini imajinasi, khayalan, atau hanya cerita belaka, tapi ini realita yang Nisa alami.
Nisa selalu berharap agar ini bukan sekedar mimpi belaka, tetapi dia datang di hadap nisa secara langsung untuk bisa merasakan secara nyata. Terkadang menahan rasa rindu yang tak tentu arah dan tak pasti itu membuat Nisa terasa sakit. Ingin rasanya berlari dan terbang tinggi mengepakkan sayap-sayap kegelisahan agar sedikit-demi sedikit rasa sakit ini sirna.
Rasa sakit yang tak bisa terbalaskan karena entah sampai kapan dia dapat bertahan dengan keadaan seperti ini. Menunggu yang tidak pasti kedatangannya untuk menampakkan diri di depan Nisa. Menanti janji yang dia katakan jika dia akan datang menemui Nisa
Terkadang keraguan datang silih berganti menyambangi hati dan pikiran Nisa. Tak pernah lelah Nisa mencari Informasi tentang dia pada teman-teman yang penah cowo misterius itu ceritakan. Teman itu tidak lain adalah teman-teman sekelasku dulu waktu Kelas XI. Entah mengapa banyak kejanggalan dan keraguan yang tumbuh dalam benaknya.
“Apakah dia benar-benar ada? Apakah perasaan yang dia ungkapkan itu benar? Apakah perasaan ini benar? Oh Tuhan, aku tak pernah tahu bagaimana sesungguhnya dia yang sebenarnya. Tolong beri aku petunjukmu. Mungkin aku telah terjebak. Akankah ini sandiwara??”, ujar Nisa bertanya-tanya dalam dirinya sendiri.
Sudah terlalu lama Nisa menunggu dan penuh harapan-harapan kosong yang tak pasti. Terlalu lama Nisa bertaham dalam keadaan dan situasi yang menyakitkan. Terlalu lelah untuk bertahan dengan hal yang menyita waktu. Terlalu rendah mengharap sesuatu yang tak pasti kebenaran dan keberadaannya.
***

Pohon-pohon rindang menari indah, meliuk-liuk tertiup angin yang cukup kencang. Daun-daun saling berguguran. Awan di langit tampak pekat. Hujan di sore hari ini akan turun membasahi permukaan bumi. Suasana tampak sepi. Nisa duduk sendiri menikmati alam menjelang senja.
Memandang laut yang terbentang luas, deru ombak memecah karang,  burung-burung berterbangan bersuka ria, kapal-kapal yang saling berderet, berlayar mengelilingi laut untuk mengais rejeki, buki-bukit yang menjulang tinggi, mentari yang mulai bersembunyi di singgahsananya, tebing-tebing yang menjadi dinding pemandangan itu terlihat cukup eksotis.
Merenung diri menikmati indahnya pantai. Ingin sekali berteriak sekeras mungkin agar beban yang mengikat jiwa dan menyesakkan data perlahan hilang. Namun, percuma saja. Hal itu tidak dapat menyelesaikan masalah.
Biarlah aku teriak hingga memecah karang, biarlah burung-burung menertawakanku karna melihatku menangis tersedu, biarlah sang mentari mongolok-olokku karena aku terlihat lemah dan tak perdaya oleh rasa cinta yang terus menggebu. Biarlah ombak itu menjadi saksi kesedihanku “Entah sampai kapan semua ini berakhir. Haruskan situasi, dan waktu yang akan mengakhirinya. Aku lelah dengan semua ini…”, teriaknya dalah benak Nisa.
Apalah arti cinta jika hati selalu terluka. Apakah ada yang istimewa dari kata cinta? Kenapa aku harus mengenal cinta kalau hanya untuk main-main saja? Nisa terlihat tak berdaya. Dia duduk sendiri dengan wajah lusuh, air matanya selalu setia menemani kesendiriannya.
Kartika sebagai kakaknya hanya dapat diam melihat sahabatnya dari kejauhan. Melihat adik kesayangannya terus menangis dengan mata yang terlihat merah, wajah yang penuh kabut pekat, dan sorotan matanya yang terlihat tanpa semangat. Rasa iba timbul di hati Kartika ketika melihat sahabatnya terlihat terpuruk.
“Nisa, bersandarlah di bahu kakak ini. Teruslah kau menangis jika itu membuatmu sedikit tenang, teruslah berteriak jika itu membuat bebanmu menjadi berkurang. Tapi, janganlah kau berlarut-larut dalam keterpurukan. Ayo bangkitlah sayang.. kau sahabatku yang sangat tegar. Kau pasti mampu melewatinya. Ingatlah masa depan kita masih panjang. Haruskah kita terpuruk hanya karena cinta??”, ujar Kartika yang mendekatinya dan duduk bersama di samping Nisa.
“Kak… tolong aku… kenapa jadi seperti ini??”, ujar Nisa sembari menitihkan air mata.
“sudahlah dik. Semuanya sudah jelas. Dia tak pantas untuk kau pertahankan. Kalau memang dia sungguh-sungguh denganmu pasti dia akan datang padamu, dia pasti akan menepati janjinya”, ujar Kartika memeluk adik manisnya itu.
“Iya lalu harus sampai kapan aku menunggu yang tidak pasti. Terlalu lama aku menunggu. Aku lelah dengan semua ini. Aku tidak mengerti apa dia benar-benar serius denganku atau hanya untuk main-main saja. aku merasa dia menghubungiku jika dia merasa sepi, jenuh, dan membutuhkanku. Dia tak pernah mau peduli dengan keadaanku. Aku tak mengerti lagi dengan semua ini. Ingin kuakhiri semua ini, tapi tidak bisa. Aku harus bagaimana”, jawab Nisa dengan kepala menunduk. Seakan-akan dia tak kuasa menahan lara di hatinya.
“jika kamu bertanya padaku harus bagaimana, aku tak bisa menjawabnya. Nisa, lihatlah aku. Hanya dirimulah yang mengerti diri kamu sendiri. Buat apa dipertahankan kalau memang semuanya itu hanya menyakiti diri kamu sendiri. Kamu harus bisa bangkit, Nisa. Lupakanlah dia. Biarlah tangan Allah yang membawanya di hadapanmu nanti”, jawab Kartika.
“Jadi menurutmu, aku harus move On dari dia? Apakah aku bisa? Sebenarnya, sudah berkali-kali aku coba bahkan dengan berbagai cara aku lakukan agar aku bisa berhenti untuk berpikir tentangnya, tapi apa yang terjadi itu membuatku semakin terluka. Semakin aku memaksakan diri untuk melupakannya, semakin hatiku mendesak untuk berpikir tentangnya. Aku tak mengerti lagi”, ujar Nisa dengan tatapan kosong.
“hai Nisa, lihatlah kapal-kapal yang sedang berlayar di tengah laut sana! Lihatlah dengan penuh keibaan! Dia tegar, kuat melawan arus, menerjang oimbak, bahkan dia tidak memikirkan risikonya yang terjadi nanti di tengah laut sana. Itu dia lakukan demi istri dan anak-anaknya. Dik, kamu masih muda, masih punya banyak mimpi yang harus kamu kejar dank au raih. Haruskah waktumu kau habiskan untuk laki-laki yang telah membuatmu terluka?”, Tanya kakak dengan raut wajah yang penuh iba dan tulus menasihati adik kesayangannya.
“ya kak, Nisa mengerti sekarang. Nisa keliru selama ini. Nisa salah karena tak mau mnuruti nasihat kakak. Dulu kakak penah bilang untuk tidak ters-terusan menanggapi dia, tapi aku bersikukuh dengan sikapku yang pada akhirnya buatku terluka sendiri. Terima kasih kak, sidah setia menasihatiku dan menemaniku kala aku terpuruk”, ujar Nisa.
“ya sama-sama adikku sayang.. sudahlah tidak ada yang perlu disesali. Yang terpenting sekarang kamu harus bangkit. Buka lembaran baru. Kau kejar mimpimu itu setinggi-tingginya. Jadilah anak yang membanggakan orang tua dan kakak. Buktikanlah pada dunia jika kau mampu menaklukan dunia. Sudah, hapus air matamu itu!”, ujar Kak Kartika meyakinkanku untuk tetap semangat dan tegar.
Sekeras-kerasnya hati kakak, tak pernah meninggalkan adik kesayangannya dalam kesulitan, saat dihinggapi dengan kekecewaan, bahkan dalam keadaan terpuruk sekalipu. Dialah selalu setia ada untuk Nisa. Dialah selalu setia memayunginya saat hujan badai mengguyur sekujur tubuhnya.
***

Satu tahun lamanya tidak terasa Nisa Move On dari cowo misterius itu. waktu yang membawa Nisa untuk melupakan semua hal tentang dia berhenti mengharap sesuatu yang penuh kepalsuan dan ketidakpastian.

Karya : Mike Azminatul Khayatika, S.Pd.
—-


Baca Juga : contoh teks laporan hasil observasi

PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT IMPERATIF, DEKLARATIF, DAN INTEROGATIF

CONTOH KALIMAT IMPERATIF

Pengertian dan Contoh Kalimat Imperatif, Deklaratif, dan Interogatif – Kalimat mempunyai beragam jenis, dan bisa digolongkan ke dalam berbagai kelompok. Pada kesempatan ini, kita akan membahas jenis kalimat berdasarkan fungsinya. Berdasarkan fungsnya, kalimat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu kalimat imperatif, kalimat deklaratif, dan kalimat interogatif. Kita akan membahas pengertian dan contoh ketiga klaimat tersebut.

CONTOH KALIMAT IMPERATIF
CONTOH KALIMAT IMPERATIF

1. KALIMAT IMPERATIF

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kalimat imperatif adalah kalimat yang bersifat memerintah atau memberi komando, mempunyai hak memberi komando, dan bersifat mengharuskan. Dengan kata lain, kalimat imperatif adalah kalimat yang di dalamnya mengandung perintah. Kalimat ini berfungsi untuk meminta / melarang seseorang untuk melakukan sesuatu.

Contoh Kalimat Imperatif :

– Buka gerbang rumah sebelum ayah datang
– Buanglah sampah itu pada tempatnya
– Berikanlah ia sepotong roti

2. KALIMAT DEKLARATIF

Jenis kalimat selanjutnya adalah kalimat deklaratif. Kata deklaratif berasal dari bahasa latin, declaratio, yang artinya pernyataan. Sedangkan pengertian kalimat deklaratif adalah kalimat berisi suatu pernyataan yang berfungsi untuk memberi informasi atau berita tentang sesuatu hal.

Contoh Kalimat Deklaratif :

– Orang tua saya telah kembali dari Mekkah
– Tadi pagi ada kecelakaan motor di depan rumah ani
– Saya akan menjenguk nenek di rumah sakit

3. KALIMAT INTEROGATIF

Sesuai dengan makna asal dari kata interogasi, yang berarti pertanyaan. Kalimat interogatif memiliki perngertian sebagai kalimat yang di dalamnya mengandung pertanyaan. Kalimat ini berfungsi untuk menanyakan suatu informasi kepada orang lain.
Kalimat interogatif bisa dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. kalimat interogatif yang membutuhkan jawaban Ya / Tidak
Contoh :
– Apakah kamu yang membawa kambing itu?
– Apakah dia orang yang akan menikahimu?
– Apakah ayahmu seorang polisi?

2. kalimat interogatif yang membutuhkan jawaban berupa informasi.
Contoh :
– Mengapa kamu pergi dari rumah?
– Di mana kamu akan tinggal setelah ini?
– Bagaimana cara untuk membuat roti?

Dalam komunikasi sehari-hari kita membutuhkan kalimat yang sesuia dengan situasi, kondisi, dan tujuan komunikasi. Penggunaan kalimat secara tepat akan membantu keberhasilan komunikasi.

Demikian Pembahasan tentang Pengertian dan Contoh Kalimat Imperatif, Deklaratif, dan Interogatif. Semoga bermanfaat.

Selamat Belajar…!!! 🙂


baca juga : contoh teks editorial singkat