Sisa Hasil Usaha (SHU)

Sisa Hasil Usaha (SHU)

Sisa Hasil Usaha (SHU)

Sisa Hasil Usaha (SHU)
Sisa Hasil Usaha (SHU)

Sisa hasil usaha (SHU) adalah

pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dipotong dengan penyusutan nilai barang dan segala biaya yang dikeluarkan dalam

tahun buku itu, yang terdiri dari :

a. yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota koperasi.

b. yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk bukan anggota koperasi.

SHU yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota dibagi sebagai berikut :

a. 30% untuk cadangan.

b. sebesar-besarnya 20% untuk anggota, menurut perbandingan jasanya dalam usaha koperasi.

c. sebesar-besarnya 20% untuk anggota menurut perbandingan simpanannya, dengan ketentuan tidak melebihi suku bunga yang berlaku pada Bank-Bank pemerintah.

d. 10% untuk dana pengurus.

e. sebesar-besarnya 5% untuk dana kesejahteraan pegawai.

f. 5% untuk dana pendidikan koperasi.

g. sebesar-besarnya 5% untuk dana pembangunan daerah kerja.

h. sebesar-besarnya 5% untuk dana sosial.

SHU yang diperoleh dari usaha yang diselenggrakan untuk pihak bukan anggota dibagi sebagai berikut :

a. 50% untuk cadangan.

b. sebesar-besarnya 10% untuk dana pengurus.

c. sebesar-besarnya 10% untuk dana kesejahteraan pegawai.

d. 10% untuk dana pendidikan koperasi.

e. sebesar-besarnya 10% untuk dana pembangunan daerah kerja.

f. sebesar-besarnya 10% untuk dana sosial.

Pada hakekatnya persentase pembagian SHU tidak sama untuk setiap koperasi, tetapi juga tidak begitu jauh selisihnya. Pembagian SHU menurut anggaran dasar koperasi yang bersangkutan.

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/

Pengertian Koperasi

Pengertian Koperasi

Pengertian Koperasi

Pengertian Koperasi
Pengertian Koperasi

Koperasi terdiri dari dua kata, yaitu

CO dan Operation. CO berarti bersama dan Operation berarti bekerja. Secara singkat koperasi dapat diartikan sebagai suatu usaha yang beranggotakan orang-orang ataupun badan-badan yang bekerjasama secara kekeluargaan dan menjalankan suatu usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Sedangkan didalam pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945

dikatakan bahwa: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama dan berdasarkan atas asas kekeluargaan. (dikutip dari buku “Cara Mendirikan dan Mengelola Koperasi di Indonesia)

Adapun ciri-ciri dari koperasi Indonesia adalah:

– koperasi merupakan kumpulan orang-orang dan bukan kumpulan modal-modal. Yang artinya bahwa segala yang dilakukan oleh koperasi adalah demi kepentingan orang banyak dan bukan demi kepentingan beberapa pihak saja.

– koperasi bersifat bekerjasama, gotong royong dan atas persamaan derajat, hak dan kewajiban

– tujuan dari koperasi haruslah merupakan kepentingan bersama.

– bersifat sukarela.

– terbuka bagi siapa saja.

 

Adapun yang menjadi susunan organisasinya yaitu sebagai berikut:

1. rapat anggota

2. pengurus

3. badan pemeriksa

4. dewan penasehat

5. pelaksana, yang terdiri dari: manager dan karyawan

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Menjadi Tuan Rumah KNH 2017

Menjadi Tuan Rumah KNH 2017

Menjadi Tuan Rumah KNH 2017

Menjadi Tuan Rumah KNH 2017

Pemerintah Kota

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merasa sangat bangga ketika dipilih sebagai tuan rumah Konvensi Nasional Humas (KNH) 2017 yang diselenggarakan Perhimpunan Humas (Perhumas) Indonesia.

Wali Kota Bogor Bima Arya

Sebab, seperti dikemukakan Wali Kota Bogor Bima Arya seusai menghadiri KNH 2017 di IPB International Convention Centre (IICC), Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (27/11/2017), terdapat tiga keuntungan sekaligus yang diperoleh dari perhelatan akbar tahunan tersebut.

“Pertama dan yang paling utama adalah benefit dalam hal branding Bogor sebagai kota yang sangat nyaman dan ramah untuk kegiatan-kegiatan seperti ini dan sebagainya,” kata Bima.

Keuntungan yang kedua, lanjutnya

Bahwa kegiatan semacam ini tentunya membawa dampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor. Lantas benefit yang ketiga seperti disebutkannya, bahwa Kota Bogor sedang berbenah dan saat ini tengah dikuatkan citranya ke dalam tiga hal. Yaitu sebagai kota cerdas (smart city), kota pusaka (heritage city), dan sebagai kota hijau (green city).

Networking

“Jadi kita berharap apa yang diproyeksikan itu bisa diakselerasikan dengan berbagai kegiatan. Bagi kami menjadi tuan rumah acara-acara seperti ini keuntungannya banyak sekali. Networking, sosialisasi, publikasi, promosi, dan tentunya juga economic income kami,” pungkasnya.

 

Artikel terkait :

Kunci Utama dari Pemberitaan Adalah Kerja Nyata

Kunci Utama dari Pemberitaan Adalah Kerja Nyata

Kunci Utama dari Pemberitaan Adalah Kerja Nyata

Kunci Utama dari Pemberitaan Adalah Kerja Nyata

Dengan melihat marak dan berkembangnya media saat ini

Maka betapa beratnya menjadi staf humas di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dengan jumlah sumber daya manusia yang terbatas dengan latar belakang yang semuanya tidak familiar dengan media, maka menjadi sangat tidak mudah.

Wali Kota Bogor Bima Arya

Seperti disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya usai menghadiri Konvensi Nasional Humas (KNH) 2017 #IndonesiaBicaraBaik yang diselenggarakan Perhimpunan Humas (Perhumas) Indonesia di IPB International Convention Centre (IICC), Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (27/11/2017), bahwa perspektif setiap orang untuk menjadi pemimpin redaksi harus dilihat dengan rasa optimis.

Kota Bogor

“Menjadi public relation bagi Kota Bogor adalah tinggal bagaimana kita menyandingkan antara dunia nyata dengan dunia maya,” ujarnya seraya menambahkan bahwa setiap capaian, setiap hal yang konkrit disebarkan dengan jalur yang efektif.

Oleh karena itu

Bima meyakini bahwa kunci utama untuk mengelola opini, pemberitaan tentu saja adalah sebuah kerja nyata. Maka, dirinya mengatakan untuk menjadikan setiap warga sebagai juru bicara. “Menjadi duta, menjadi ambassador dari Kota Bogor yang kita cintai ini,” imbuhnya.

Pada kegiatan yang dihadiri sekitar 700 peserta itu, turut memberikan sambutan dan arahannya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Sumber : https://solopellico3p.com/

Jabar Tingkatkan Kesejahteraan dan Kualitas Guru

Mendikbud pun mengapresiasi

Jabar Tingkatkan Kesejahteraan dan Kualitas Guru

Jabar Tingkatkan Kesejahteraan dan Kualitas Guru

Jauh sebelum dialihkannya pengelolaan SMU/ SMK ke pemerintah provinsi, Pemprov Jawa Barat sudah berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas para guru. Seperti mengalokasikan dana T3 (tertinggal, terpencil, terluar) untuk semua tingkatan sekolah dari SD hingga SMU demi pemerataan kualitas dan kesejahteraan.

“Kita sudah lama memperhatikan para guru terutama di kawasan terpencil jauh sebelum ada peralihan wewenang ke provinsi,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) usai memimpin upacara peringatan hari guru nasional dan HUT PGRI ke-78 di Gedung Sate Bandung, Senin (27/11/2017).

Menurut Aher

Guru harus terus diperhatikan agar kualitasnya tetap baik dan prima saat mengajar termasuk meningkatkan kesejahteraannya. “Kita fasilitasi mereka dengan pelatihan-pelatihan termasuk kesejahteraannya sebab ketika mereka profesional dalam mengajar maka ini akan menjadi hal yang penting bagi kemajuan bangsa kedepan,” ujarnya.

Bahkan, pasca alih kelola SMU/ SMK

Bahkan, pasca alih kelola SMU/ SMK ke pemerintah provinsi awal tahun 2017 lalu, kualitas pendidikan dan kesejahteraan para guru di Jabar semakin meningkat. Walaupun jumlah guru yang bermigrasi ke Pemprov Jabar bertambah 28 ribu orang namun kesejahteraan mereka meningkat dengan diberikannya TPP (tunjangan perbaikan penghasilan) yang sebelumnya tidak ada. Hal ini juga akan menghilangkan sekat antara daerah terpencil dengan perkotaan dalam kualitas dan kesejahteraannya.

“Kita ingin hadirkan pemerataan kualitas sehingga orang-orang terpencil pun di Jabar kualitasnya sama dengan di perkotaan karena sekarang nggak ada sekat kedaerahan pokoknya orang Pameungpeuk, Cipatujah, Tegal Buleud, Bojong Lopang, Ujung Genteng, Pangandaran, Muara Gembong, Blanakan, Patrol dan daerah terluar lainnya kita akan kelola dengan baik secara bertahap sehingga pemerataan akan terwujud,” jelas Aher.

Saat ini Pemprov Jabar mengelola tiga kategori guru SMU/ SMK

Yaitu kategori guru berstatus PNS, guru honorer dan guru di sekolah swasta. Untuk jumlah guru honorer kini ada sekitar 40 persen dari tiap satu sekolah tak terkecuali di sekolah favorit.

“Tidak ada satu sekolah pun yang tidak ada guru honorernya, sekolah favorit pun pasti ada, jadi 40 persen di sekolah itu adalah honorer maka kalau tidak diperhatikan bahaya masa depan pendidikan kita,” ucapnya.

Untuk kategori guru yang bekerja di sekolah swasta, Aher mengatakan, saat ini sedang dirumuskan mengenai besaran tunjangan profesi yang akan diberikan selain dari bantuan PMU (pendidikan menengah universal). “Jadi ada tunjangan profesi dan kedepan kita akan meningkatkan biaya BOS untuk swasta sehingga swasta bisa lebih mengalokasikan dari BOS tersebut untuk kualitas para gurunya,” katanya.

Dalam upacara peringatan hari guru dan HUT PGRI ke 72 tingkat Jabar yang sempat diguyur hujan itu, Aher membacakan amanat dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy. Dalam amanatnya, Mendikbud mengungkapkan, momentum hari guru nasional harus dijadikan refleksi apakah para guru sudah profesional dan menjadi teladan bagi peserta didiknya. “Disisi lain apakah kita sudah cukup memuliakan para guru yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita,” kata Mendikbud.

Bagi pemerintah

Bagi pemerintah peringatan hari guru juga menjadi titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan. Kebijakan yang dikeluarkan harus menjadikan guru yang kompeten, profesional, terlindungi dan pada akhirnya lebih sejahtera, mulia dan bermartabat.

Mendikbud pun mengapresiasi

Mendikbud pun mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menjanjikan tunjangan tambahan dan membuat terobosan kebijakan inovatif bagi para guru. “Sangat pantas kita berikan apreaiasi bagi pihak yang telah ikut membantu meningkatkan kapasitas, kompentensi dan kesehahteraan guru,” ujarnya.

Sumber : https://pakdosen.co.id/

Tata cara shalat Idain

Tata cara shalat Idain

Tata cara shalat Idain

Tata cara shalat Idain
Tata cara shalat Idain

 

Shalat Idain

Shalat Idain dapat dikerjakan di tanah lapang yang bersih atau di dalam masjid. Sebelum melaksanakan Shalat terlebih dahulu harus suci dari hadas dan najis baik tempat dan badan kita. Selain itu kita harus menutup aurat dan berpakaian yang suci. Jadi syarat dan rukun Shalat id sama dengan Shalat fardhu yang kita kerjakan 5 kali sehari semalam, yang membedakan adalah niat, jumlah takbir dan waktu pelaksanaannya.

Cara Mengerjakannya

Adapun cara mengerjakannya adalah :
a. Shalat Id terdiri dari dua rakaat
b. Shalat Id sebaiknya dilakukan dengan berjamah,
c. Setelah para jamaah sudah siap, barulah salat dengan aba-aba: ashalaatul jaamia’ah yang artinya marilah kita salat.
d. Niat shalat Id.

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا/مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى (sholat idul fitri)
“Ushalli sunnatal li’iidil fitri rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa”

Artinya : “saya niat sholat sunat Idul Fitri 2 rakaat menjadi imam/makmum karena Allah Ta’ala”
اصلى سنة لعىد الدح ركعتىن امام/امامومالله تعالالى
“Ushalli sunnatal li’iidil Adha rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa”

Artinya : “saya niat sholat sunat Idul Adha 2 rakaat menjadi imam/makmum karena Allah Ta’ala”
e. Takbiratul ihkram.
f. Membaca do’a iftitah.
g.Pada rakaat pertama sesudah niat, takbiratul ihram kemudian membaca do’a iftitah, selanjutnya takbir 7 kali dan setiap habis takbir disunatkan membaca tasbih.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
“Subhaanallaah wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.”

Artinya : “Maha Suci dan segala puji bagi allah serta tiada tuhan selain allah, allah maha besar”

Setelah takbir

h.Setelah takbir 7 kali dan membaca tasbih tersebut, kemudian membaca al-Fatihah dan disambung dengan membaca surat yang yang disukai, yang lebih utama ialah membaca surat al-Qof atau surat al-A’la (Sabbihisma Rabbikal a’la)
i.Setelah membaca surat dilanjutkan ruku’, I’tidal dan diteruskan sujud dua kali seperti dalam shalat wajib hingga selesai reka’at pertama.
j.Pada reka’at kedua, sesudah berdiri untuk reka’at kedua membaca takbir 5 kali dan setiap takbir disunatkan membaca tasbih. Kemudian membaca al-Fatihah dan dituskan dengan bacaan surat yang kita sukai, yang lebih utama surat al-Ghosyiyah.
k.Dilanjutkan dengan ruku, i’tidal, sujud dua kali, tahiyat akhir dan salam.
l.Setelah selesai shalat Id, khotib melaksanakan khutbah dua kali, pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khutbah kedua membaca takbir 7 kali.
m.Hendaknya dalam khutbah Idul fitri berisi penerangan zakat fitrah dan pada hari raya Idul Adha berisi penerangan tentang ibadah haji dan hukum kurban. Semua jamaah harus mendengarkan dengan tenang.

Baca Juga: 

Macam-Macam Shalat ID 

Macam-Macam Shalat ID 

Macam-Macam Shalat ID

Macam-Macam Shalat ID 
Macam-Macam Shalat ID

Shalat Id

Sholat id siapa yang tidak tau tentang sholat ini yaitu sholat dimana kita melakukannya pada saat bulan syawal dan dzhulhijjah 1 kali dalam 1 tahun hukum sholat ini adalah sunnah muakad dan sangat diaanjurkan oleh rasulullah.

Macam- macam shalat Id

Shalat Id dibedakan menjadi dua, yaitu :

a.Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri adalah shalah shalat sunnah dua rekaat yang dilakasanakan oleh seluruh umat Islam pada tiap tanggal 1 Syawal. Shalat sunnah dilaksanakan setelah kaum muslimin melaksanakan puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Idul Fitri berasal bahasa Arab yaitu dari kata Id dan Fitri. Kata Id berarti kembali dan kata Fitri berarti suci atau bersih. Jadi kata Idul Fitri berarti kembali menjadi suci.

Di Indonesia Hari raya Idul Fitri sudah begitu populer, dan hampir seluruh umat Islam melaksanakan shalat ini, karena Hari Raya idul Fitri dijadikan moment untuk dapat berkumpul dan bersilatur rahmi bersama keluarga dan seluruh warga kampung. Hari raya ini begitu istimewa karena juga sebagai hari kemenangan umat Islam setelah melaksanakan puasa satu Ramadlan penuh yang diakhiri dengan pembagian Zakat Fitrah.

Kegiatan beribadah yang berupa shalat Idul Fitri ini oleh umat Islam di Indonesia kebanyakan di laksanakan di tanah lapang seperti lapangan olah raga, jalan raya dan tanah lapang lainnya. Tetapi kadang-kadang karena hujan ataupun tanah lapang yang tidak memungkinkan umat Islam melaksankannya di Masjid-masjid.

b.Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha adalah shalat sunnah 2 rekaat yang dilaksanakan ummat Islam setiap tanggal 10 Zulhijjah. Idul Adha berasal dari kata Id dan Adha. Id berarti kembali dan Adha berarti qurban. Jadi kata Idul Adha berarti kembali berqurban, maksudnya kembali melakukan penyembelihan hewan qurban, sehingga dapat disebut juga dengan istilah Idul Qurban. Idul Adha dapat disebut juga dengan istilah Idul Haji karena pada tanggal 10 Zulhijjah tersebut umat Islam yang menunaikan ibadah haji telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Demikianlah penjelasannya semoga bermanfaat.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/

Inilah yang dilakukan parasahabat nabi keti masuk masjid

Inilah yang dilakukan parasahabat nabi keti masuk masjid

Inilah yang dilakukan parasahabat nabi keti masuk masjid

Inilah yang dilakukan parasahabat nabi keti masuk masjid
Inilah yang dilakukan parasahabat nabi keti masuk masjid

 

Shalat Tahiyatul Masjid

sholat sunnah tahiyatul masjid ya itu adalah sholat yang dimana sahabat rasulullah selalu melakukannya ketika berada didalam masjid sholat ini memiliki hukum sunnah muakkad yang dianjurkan oleh baginda nabi Muhamad SAW.

Waktu mengerjakannya

Shalat sunnah tahiyatul masjid di kerjakan pada setiap waktu ketika seseorang masuk masjid dan ingin duduk di dalamnya. Termasuk di dalamnya waktu waktu yang terlarang untuk shalat. Menurut pendapat yang paling kuat di kalangan ulama. Ini adalah pendapat Imam Syafi’i dan lainnya, yang dikuatkan juga oleh Ibnu Taimiyah.

Cara mengerjakannya

Cara mengerjakan shalat sunnah tahiyatul masjid sama seperti mengerjakan shalat sunnah lainnya hanya niatnya yang berbeda.

Niat shalat sunnah tahiyatul masjid

اُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةُ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى
USHOLLI SUNNATAN TAHIYYATUL MASJIDI ROK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :
Saya niat shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena allah ta’ala.

Niat cukup dalam hati karena niat sendiri berarti ilmu atau mengetahui. Maka setiap orang yang mengetahui melakukan ibadah shalat, maka ia sudah disebut berniat. Tidak perlu ada lafazh niat di lisan karena tidak ada satu dalil dari Al Qur’an dan hadits pun yang membicarakan anjuran tersebut. Masalah niat ini berlaku bagi shalat dan ibadah lainnya.

Jumlah rakaat shalat sunnah tahiyatul masjid

Shalat sunnah tahiyatul masjid itu 2 rakaat bagi siapa saja yang masuk masjid dan mau duduk di dalamnya.

Anjuran mengerjakannya

Dari Abu Qatadah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

“Jika salah seorang dari kalian. Masuk masjid , maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum duduk. ” ( Hr Al bukhari dan Muslim)

Dari jJbir bin Abdullah Ra , dia berkata bahwa Sulaik Al Ghatafani datang pada hari jumat , Sementara Rasulullah SAW sedang berkhutbah , dia pun duduk,
Maka beliau bertanya.

” Wahai Sulaik, Bangun dan sholat sunah 2 rakaat kerjakanlah dengan ringan.”
Kemudian beliau bersabda.
“Jika salah seorang dari kalian datang pada hari jumat imam sedang berkhutbah, maka hendaklah ia shalat dua rakaat dan hendaknya dia mengerjakannya dengan ringan.” (HR Muslim )

Hikmah disyariatkan shalat tahiyatul masjid

Tahiyatul masjid tergolong sebagai penghormatan terhadap masjid. Seolah memberi ucapan salam ketika masuk ke suatu tempat sebagaimana orang yang memberi salam kepada sahabatnya ketika bertemu.

Imam an nawawi berkata bahwa sebagian yang lain mengibaratkannya dengan memberi. Salam kepada pemilik masjid. Karena maksud dilakukannya shalat tahiyatul masjid adalah mendekatkan diri kepada Allah bukan kepada masjid. Sebab seseorang yang masuk ke rumah orang lain yang diberi salam adalah pemilik bukan rumahnya.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-teks-khutbah-nikah-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya/

Lingkungan sekolah bersih pengaruhi prestasi siswa

Lingkungan sekolah bersih pengaruhi prestasi siswa

Lingkungan sekolah bersih pengaruhi prestasi siswa

Lingkungan sekolah bersih pengaruhi prestasi siswa
Lingkungan sekolah bersih pengaruhi prestasi siswa

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, semua unsur dalam sebuah sekolah wajib menjaga kebersihan. Dengan lingkungan yang bersih, kesehatan akan terjaga. Hal tersebut tentu akan bermuara pada prestasi yang baik pula.

“Cara berpikir tentang lingkungan dan kebersihan ini diharapkan juga mampu ditularkan pada sekolah lain,” ujarnya kepada wartawan, di Yogyakarta, Selasa (25/6/2013).

Diungkapkan Haryadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah

berkomitmen menjaga lingkungan. Hal ini juga sudah dikoordinasikan dengan dinas-dinas, termasuk Dinas Pendidikan yang membawahi sekolah-sekolah.

Menurutnya, yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Yogyakarta ialah mensinkronkan besaran ruang terbuka hijau (RTH) publik dan privat.

“Saat ini baru 17 persen RTH publik yang ada, padahal harusnya 20 persen dari

luas wilayah sesuai dengan aturan. Namun di lain pihak, RTH privat Kota Yogyakarta sudah mencapai 14 dari komposisi seharusnya 10 persen. Komposisi ini belum baik, sehinggga RTH publik tetap harus didorong untuk makin bertambah,” paparnya.

Sebelumnya, berkomitmen membangun karakter yang berwawasan lingkungan menjadi kekuatan tersendiri bagi MAN 2 Yogyakarta, melaju dalam seleksi penghargaan Adiwiyata tingkat DIY. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk laboratorium alam.

Ide laboratorium alam ini berasal dari para siswa kami sendiri. Karenanya

mereka pula yang merancang dan mengelolanya. Pihak sekolah dan guru hanya membantu mengarahkan sesuai dengan mata pelajaran yang dilaksanakan pada laboratorium alam itu sendiri,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MAN 2 Yogyakarta, Anita Isdarmini kepada wartawan, di Yogyakarta.

Anita menjelaskan, kegunaan laboratorium alam tersebut untuk mempelajari tentang alam melalui mata pelajaran apapun tidak hanya biologi. “Kami ingin membangun karakter berwawasan lingkungan pada anak-anak, sehingga mereka mengerti arti kebersihan, kesehatan dan ramah lingkungan. Dan itu semua tentu bisa disampaikan melalui pelajaran apapun,” imbuhnya.

 

Baca Juga :

 

 

Disdik tiap daerah punya cara sendiri terkait PPDB

Disdik tiap daerah punya cara sendiri terkait PPDB

Disdik tiap daerah punya cara sendiri terkait PPDB

Disdik tiap daerah punya cara sendiri terkait PPDB
Disdik tiap daerah punya cara sendiri terkait PPDB

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan, persoalan akademis tidak berkaitan dengan perekonomian. Hal ini terkait banyaknya laporan masyarakat mengenai pungutan biaya sekolah yang di luar logika.

“Setiap Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota memang memiliki

mekanisme tersendiri dalam penyelenggaraan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru),” kata Baskara Aji, di Yogyakarta, Selasa (25/6/2013).

“Kalau ada syarat siswa baru kemudian dikenakan biaya tertentu tetapi diatur Dinas kabupaten kota masing-masing, silakan. Tapi harus dikecualikan bagi yang tidak mampu. Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah karena tidak mampu bayar,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam masa PPDB termasuk penerimaan raport atau ijazah dan

siswa pindahan tahun ini, masalah perekonomian keluarga juga tidak boleh dikambinghitamkan. Sangat berbeda arti antara orang tua siswa tidak mau membayar dengan orang tua yang memang tidak mampu membayar. Untuk hal ini, menurut Aji, sekolah dapat meminta pertanggungjawab orang tua.

“Namun, apapun alasannya, bukan berarti sekolah menahan ijazah siswa.

Sekolah bisa dengan meminta pernyataan orang tua untuk membayar dengan mencicil atau membayar sampai kapan. Kemudian pernyataan ini diketahui notaris. Mengenai siswa baru, membayar boleh-boleh saja, tetapi tidak boleh memaksakan sumbangan dan besarnya dibicarakan,” jelasnya.

 

Sumber :

http://eventful.com/performers/m-joko-lukito-/P0-001-014219718-0