PANITIA SEMBILAN DALAM PIAGAM JAKARTA
Posted in: Pendidikan

PANITIA SEMBILAN DALAM PIAGAM JAKARTA

PANITIA SEMBILAN DALAM PIAGAM JAKARTA

PANITIA SEMBILAN DALAM PIAGAM JAKARTA

Pada sidang kedua yang di lakukan BPUPKI, maka lahirlah Ir. Soekarno, Drs.  Mohammad Hatta, Mr. A. A. Maramis, Mr. Muhammad Yamin, Ahmad Subardjo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkir, H. Agus Salim, dan K.H Abdul Wahid Hasyim. Dalam hal ini, tentunya untuk maisng-masing orang memiliki tugasnya sendiri yang sudah dibuat sedemikian rupa.

Lima orang pertama, yang mana memiliki tugas untuk mewakili golongan nasionalis dan juga empat orang terakhir yang mana akan mewakili golongan islam yaitu Abikoesno Tjokrosoejoso (Partai Sarekat Islam Indonesia), Abdul Kahar Muzakkir (Muhammadiyah), Agus Salim (mantan tokoh Partai Sareka Islam Indonesia dan pendiri Pergerakan Penyadar), dan Abdul Wahid Hasyim (Nahdlatul Ulama). Dengan segala upaya yang di lakukannya, maka hal ini juga berhasil untuk membawa perjalanan dari panitia sembilan ini, untuk dapat mencapai kesepakatan sementara.

Kesepakatan sementara ini, tentunya di lakukan untuk golongan nasionalis dan juga golongan islam tersebut perupa dengan preambul. Preambul sendirijuga disebut dengan rancangan untuk pembukaan hukum dasar. Dalam hal ini, rancangan tersebut memang semula dimaksudkan untuk teks yang akan digunakan untuk proklamasi, namun memang pada akhirnya berakhir sebagai perambul UUD 1945.

Preambiul yang mana sudah di sahkan tersebut, akhirnya di tanda tangani oleh panitia sembilan. Pada saat itu, panitia sembilan sendiri akhirnya mengesahkannya pada tanggal 22 Juni 1945 dan berlokasi di Jakarta. Preambul tersebut juga di sahkan oleh Muhammad Yamin, yang mana pada akhirnya juga di katakana sebagai piagam Jakarta atau yang dinamakan dengan Djakarta Charter hingga saat ini.


Sumber: https://tiagorebelodeandrade.com/farmer-sim-apk/