Posted in: Umum

Patofisilogi Hipoglikemia

Patofisilogi Hipoglikemia

Batasan dikatakan neonates mengalami hipoglikemia:

  1. Timbul bila kadar glukosa serum lebih rendah daripada kisaran bayi normal sesuai usia pasca lahir
  2. Bayi atterm BB 2500 gr : gula darah <30 mg/dl : 72 jam, selanjutnya 40mg/dl
  3. BBLR : GD <25 mg/dl

Setiap stress yang terjadi mengurangi cadangan glukosa yang ada karena meningkatkan penggunaan cadangan glukosa, misalnya pada asfiksia, hipotermi, gangguan pernafasan.Misalnya ibu hamil dengan hipertensi. Setelah kelahiran, bayi mempunyai kecepatan metabolisme yang tinggi dan memerlukan energi yang lebih besar dibandingkan bayi lain.

Pada asfiksia, akan terjadi metabolisme anaerob yang banyak sekali memakai persediaan glukosa. Pada metabolisme anaerob, 1 gram glukosa hanya menghasilkan 2 ATP, sedang pada keadaan normal 1 gram glukosa bisa menghasilkan 38 ATP.

Diagnosis Hipoglikemia

   Untuk mencegah abnormalitas perkembangan syaraf, identifikasi dan pengobatan tepat waktu untuk hipoglikemia adalah sangat penting.Pemantauan glukosa di tempat tidur adalah tindakan tepat untuk penapisan dan deteksi awal.Hipoglikemia harus dikonfirmasi oleh nilai serum dari laboratorium jika memungkinkan, dan juga dengan anamnesis, antara lain :

  1. Riwayat bayi  menderita asfiksia, hipotermi, hipertermi, gangguan pernapasan
  2. Riwayat bayi prematur
  3. Riwayat bayi Besar untuk Masa Kehamilan (BMK)
  4. Riwayat bayi Kecil untuk Masa Kehamilan (KMK)
  5. Riwayat bayi dengan ibu Diabetes Mellitus
  6. Riwayat bayi dengan Penyakit Jantung Bawaan
  7. Bayi yang beresiko terkena hipoglikemia

–   Bayi dari ibu diabetes (IDM)

–   Bayi yang besar untuk masa kehamilan (LGA)

–   Bayi yang kecil untuk masa kehamilan (SGA)

–   Bayi prematur dan lewat bulan

–   Bayi sakit atau stress (RDS, hipotermia)

–   Bayi puasa

–   Bayi dengan polisitemia

–   Bayi dengan eritroblastosis

–   Obat-obat yang dikonsumsi ibu, misalnya sterorid, beta-simpatomimetik dan beta blocker

   Untuk menetapkan diagnosis hipoglikemia secara benar harus dipenuhi trias whipple’s yaitu :

  1. Manifestasi klinis yang khas
  2. Kejadian ini harus bersamaan dengan rendahnya kadar glukosa plasma yang diukur secara akurat dengan metode yang peka dan tepat
  3. Gejala klinis menghilang dalam beberapa menit sampai beberapa jam setelah normoglikemia.

   Bila ketiganya dipenuhi maka diagnosis klinis hipoglikemia dapat ditetapkan. Berdasar pada klinis, hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang yang lain untuk menetapkan etiologi.

1) Pemeriksaan laboratorium :

  1. Kadar glukosa serum
  • Diperiksa dengan dextrostix pada saat persalinan dan pada usia ½, 1, 2, 4, 8, 12, 24, 36, dan 48 jam
  • Pengukuran <45 mg/dL dengan dextrostix harus diverifikasi oleh pengukuran serum glukosa
  1. Kadar serum kalsium
  • Pada usia 6, 24 dan 48 jam
  • Jika kadar serum kalsium rendah, kadar serum magnesium harus diukur
  1. Hematokrit

     Pada saat lahir dan pada usia 24 jam

  1. Kadar serum bilirubin

     Sesuai indikasi pemeriksaan fisis

  1. Tes lain
  • Kadar gas darah arteri
  • Hitungan sel darah lengkap (CBC), kultur dan pewarnaan gram dilakukan sesuai indikasi klinis
  1. Pemeriksaan radiologi

     Tidak diperlukan kecuali ada bukti masalah jantung, pernafasan atau kerangka

  1. Electrocardiography dan echocardiography

     Jika dicurigai adanya hypertropic cardiomyopathy atau malformasi jantung

 

Sumber: https://newsinfilm.com/