Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Non Tematis
Posted in: Uncategorized

Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Non Tematis

Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Non Tematis

Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Non Tematis

Supervisi pembelajaran dapat disebut sebagai suatu kegiatan pembinaan dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan pembelajaran baik bagi guru, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan. Dalam hal ini supervisi pembelajaran yang berbasis kompetensi yang sifatnya nontematis membantu kepala sekolah dalam pengembangan guru di dalam kelas dengan cara pengembangan pendekatan klinik seperti yang diutarakan oleh Imron (2011: 153) bahwasanya pelaksanaan dari supervisi pembelajaran nontematis yang berbasis kompetensi bisa menggunakan pendekatan klinik dengan menggunakan 5 langkah pendekatan klink yakni:

  1. Preobservation conference (pertemuan sebelum observasi), supervisor melakukan pembicaraan dengan guru mengenai kemampuannya yang akan dikembangkan.
  2. Observation of Teaching (observasi guru mengajar), yang dimana supervisor mengumpulkan data-data mengenai perilaku guru yang sedang mengajar.
  3. Analysis and Strategi (analisis dan penentuan strategi), supervisor menganalisa data yang didapat dari guru yang diamati dan menentukan strategi atau cara apa yang cocok untuk membantu guru tersebut. Disini supervisor menentukan kotrak yang disepakati dengan guru, evaluasi selama guru mengajar, kualitas hubungan interpersonal antara guru dan supervisor, kompetensi dan pengetahuan guru.
  4. Postobservation Conference (pertemuan setelah observasi), pada langkah ini supervisi menjelaskan kepada guru mengenai hasil observasinya saat guru mengajar, kemudian guru dan supervisor memecahkan permasalahannya tersebut.
  5. Postconference analysis (analisis setelah pertemuan), terakhir disepakatinya oleh supervisor dan guru mengenai tindak lanjut permasalahan tersebut di pertemuan berikutnya, dan guru dapat menggunakan bahan yang telah dijelaskan oleh supervisor sebagai perbaikan.

Pada tahap pertemuan pendahuluan, yang didalam nya seorang supervisor menjelaskan kemampuan mengajar guru yang perlu ditingkatkan, aspek-aspek pendukung teknik mengajar guru, yang kemudian disepakati oleh kedua pihak. Dalam tahap ini sebaiknya supervisor menciptakan susana ruang yang hangat dan kekeluargaan agar guru yang yang dijelaskan tersebut tidak tegang dan dapat meresap segala hal yang dikatakan oleh supervisor, serta berani mengungkapkan pendapatnya mengenai permasalahan-perasalahannya sendiri. Kemudian supervisor juga harus menciptakan komunikasi yang baik agar guru dapat menjelaskan apa yang ingin dikembangkan dan ditingkati oleh guru mengenai kemampuannya. Setelah itu seorang supervisor harus juga mengecek dan me-review silabus dan rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh guru, dengan cara menanyakan masing-masing sub langkah penyusunan silabus beserta substansinya apakah sudah sesuai koridor pembelajaran ataukah belum. Setelah mencermati silabus dan rencana pembelajaran guru, seorang supervisor harus menyusun format observasi dan harus diketahui oleh guru tersebut karena ketika guru mengajar akan sesuai dengan fokus pembelajarannya dan prinsip motivasi pembelajaran tersebut, serta format tersebut sudah disepakati oleh guru dan supervisor.

Setelah itu di hari berikutnya atau di kesempatan selanjutnya yang telah dijanjikan kedua pihak seorang suervisor melakukan observasi ke kelas tempat guru tersebut mengajar. Supervisor mengobservasi guru dengan menggunakan instrumen serta direkam secara objektif mengenai tingkah laku guru, tingkah laku siswa dan interaksi antara keduanya dalam proses belajar mengajar. Selain itu seorang supervisor dalam melakukan kegiatan obeservasi ke kelas menurut Maisyaroh (dalam Imron, 2011: 164) harus memperhatikan:

  1. Catatan observasi harus lengkap, supaya nalisisnya tepat
  2. Objek observasi harus terfokus pada aspek keterampilan tertentu
  3. Selain rekam observasi, dalam hal tertentu supervisor perlu membuat komentar-komentar yang letaknya terpisah dengan hasil rekaman observasi
  4. Kalau ada  kata-kata guru yang menggangu proses belajar mengajar juga perlu diacatat oleh supervisor
  5. Supervisor hendaknya berusaha agar selama observasi, guru tidak gelisah tapi berpenampilan secara wajar

Kemudian setelah kegiatan observasi tadi supervisor langsung mengadakan pertemuan balikan dengan guru tersebut, agar supervisor dan guru masih ingat terhadap peristiwa pembelajaran yang terjadi saat observasi. Pada tahap ini supervisor dan guru mengadakan pertemuan yang membahas hasil observasi mengajar guru, dengan penjelasan yang apa adanya dan tidak diubah-ubah. Menurut Maisyaroh (dalam Imron, 2011: 164) rincian kegiatan balikan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Supervisor memberi penguatan serta mewujudkan perasaan guru secara umum selama mengajar. Hal ini untuk menciptakan suasana akrab dalam pertemuan balikan
  2. Supervisor me-review tujuan pembelajaran
  3. Supervisor me-review tingkat keterampilan serta perhatian utama guru dalam mengajar
  4. Supervisor menanyakan perasaan guru tentang jalannya pelajaran berdasarkan target dan perhatian utama. Pertanyaan diawali dengan hal-hal yang menyenangkan guru karena keberhasilannya, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan yang dianggap kurang berhasil
  5. Menunjukan data hasil observasi yang telah dianalisis dan diinterpretasi awal oleh supervisor, kemudian memberi waktu guru untuk menganalisis dan menginterpretasikanannya, secara bersama-sama
  6. Menanyakan kembali perasaan guru tentang hasil analisis dan interpretasinya
  7. Menanyakan perasaan guru tentang melihat keinginan yang sebenarnya dicapai
  8. Menyimpulkan hasil dengan melihat keinginan yang sebenarnya dicapai
  9. Menentukan bersama rencana mengajar yang akan datang, baik  berupa dorongan untuk meningkatkan hal-hal yang belum dikuasai pada tahap sebelumnya (proses belajar mengajar yang telah dilakukan) maupun keterampilan yang perlu disempurnakan.

Setelah pertemuam balikan ini diharapkan tidak ada lagi permasalahan yang terjadi oleh guru tersebut dan kegiatan pembelajaran di kelas dapat berlangsung dengan baik. Jika dianggap dikemudian hari guru tersebut sudah melakukan semua masukan yang diberikan oleh supervisor dengan baik maka dapat dianggap kegiatan supervisi yang dilakukan supervisor dianggap sukses.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Supervisi pembelajaran non tematis merupakan usaha untuk melakukan pembinaan supervisor untuk membantu guru mengembangkan kemampuan mengajarnya agar tercapai tujuan pembelajaran non tematis yang efektif dan efisien. Dalam melaksanaan pembelajaran non tematis ini guru merupakan fasilitator dalam proses pembelajaran. Setelah dilakukan supervisi diharapkan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dalam pelaksanaan supervisi pembelajaran non tematis ada proses atau tahapannya, yaitu: persiapan, observasi, dan pertemuan balikan.

sumber :

MiTalk Messenger Apk v7.7.17 for android