Posted in: Pendidikan

Pemeliharaan

Table of Contents

Pemeliharaan


Sesudah bibit sengon ditanam, tidak berarti seluruh pekerjaan selesai. Dalam kenyataan, sering kali pengusahaan sengon tidak memperhatikan segi pemeliharaannya. Akibatnya sudah dapat diduga, yakni produksi kayu sengon yang didapatkan pastilah dibawah rata-rata.
Untuk memperoleh produksi dan mutu kayu sengon yang sesuai dengan harapan kita, tindakan pemeliharaan tidak boleh dilupakan. Tidak jauh berbeda dengan manusia, yang sejak bayi perlu dirawat secara baik, demikian pula tanaman pada umumnya – termasuk sengon – mutlak membutuhkan pemeliharaan. Pemeliharaan tanaman sengon meliputi: penyulaman, penyiangan, pemupukan, penjarangan, serta pengendalian hama dan penyakit.

a. Penyulaman

Sekitar 2-3 minggu setelah tanam, hendaknya diadakan pemeriksaan ke kebun sengon. Bila ditemukan pertumbuhan sengon yang layu, atau malah sudah mati, secepatnya dilakukan penyulaman. Agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain, sebaiknya dipilih bibit yang baik disertai pemeliharaan yang intensif. Penyulaman ini berguna untuk mengetahui jumlah tanaman yang sesungguhnya, dan nantinya digunakan untuk memprediksi produk sengon yang dihasilkan.
b. Penyiangan
Gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman sengon hendaknya dibersihkan, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur-unsur hara dapat berjalan secara optimal. Disamping itu, tindakan penyiangan juga dimaksudkan untuk mencegah datangnya hama dan penyakit yang biasanya menjadikan rumput atau gulma lain sebagai sebagai tempat persembunyian, sekaligus untuk memutus daur hidupnya.
Pada tahun-tahun permulaan sejak penanaman, tindakan penyiangan merupakan hal yang amat penting untuk dilakukan, agar pertumbuhan tanaman sengon tidak kerdil atau terhambat. Penyiangan selanjutnya dilakukan pada awal maupun akhir musim penghujan, karena pada waktu itu banyak gulma yang tumbuh.

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/